
Ke esokan hari nya tepatnya di hari weekend dan terlihat seorang pria yang sedang berdiri di depan cermin ia menatap dirinya dari pantulan cermin tersebut dan bergumam.
"Aku yakin Ovia pasti bakal langsung menerima diriku secara aku kan pria yang perfect!" Zayn berbicara dengan percaya dirinya di depan cermin dan tampak dia tersenyum, Zayn membuka handphone nya dan menelepon seseorang.
"Bagaimana?" tanya nya pada seseorang.
"Semuanya sudah beres tuan!" tampak suara seorang pria di yang menjawab dari sebrang telepon itu.
"Bagus,aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun!" perintah Zayn dingin.
"Saya akan menjamin semuanya lancar tuan!" ucap seseorang itu.
"Hmmmm!" Zayn langsung memutuskan panggilan tersebut.
"Kirim kan alamat rumah mu, aku akan kesana sekarang." Zayn mengirimkan pesan kepada Ovia.
Sedangkan Ovia masih berada dalam mimpinya dan ia nampak enggan untuk bangun tapi tiba-tiba suara dering ponsel membuatnya terpaksa terbangun, saat melihat siapa yang mengganggunya Ovia langsung berdecak sebal.
"Ckk bos gila kenapa dia selalu menganggu ku sih hiks." Ovia kemudian beranjak dari kamarnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tanpa membalas pesan dari Zayn.
Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian ia sekarang sedang duduk di meja riasnya tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi dan setelah melihat siapa yang menghubungi nya Ovia nampak menghembuskan napasnya dengan kasar.
"Kenapa kau tidak membalas pesan ku hah!" Zayn langsung bicara sebelum Ovia ingin bicara.
"Maaf pak saya lupa!" Ovia menjawab dengan cuek karena menurut nya ini bukan jam kerja jadi suka hatinya mau bersikap seperti apa.
"Kalau begitu kirimkan sekarang jangan banyak alasan lagi." Zayn langsung memutuskan panggilan sehingga membuat Ovia berdecak sebal dan dengan terpaksa dia mengirimkan alamat nya.
"Mom, dad Via pamit keluar sebentar ya!" seketika orang tuanya menatap putrinya bersamaan.
"Mau kemana sayang? ini baru jam 11 siang tidak biasanya kau weekend sudah bangun!" tanya nyonya Karin kepada putrinya karena kalau weekend, biasanya putri mereka akan bangun saat mau menjelang sore.
"Aku ada urusan sebentar mom!" jawab Ovia.
"Hmmm jangan-jangan...!!" sebelum nyonya Karin menyelesaikan kalimatnya Ovia langsung memotong nya.
"Jangan mikir yang macam-macam mom!" Ovia pun sebal dan langsung meninggalkan kedua orangtuanya.
"Cihh lihat anak gadis mu itu, mau sampai kapan dia sendiri seperti itu!" nyonya Karin bicara dengan sebal kepada suaminya.
"Biarkan saja dulu honey mungkin putri kita masih belum siap untuk menjalin sebuah hubungan dengan seseorang!" kata tuan Jack menenangkan istrinya.
"Mau sampai kapan, kalau tahun depan dia masih belum mendapatkan pasangan maka aku akan langsung memaksanya menikah dengan putra dari temanku!" tuan Jack yang ingin mengatakan sesuatu langsung dipotong oleh nyonya Karin.
"Diam atau kau akan tidur diluar selama putri kita jomblo!" ancam nyonya Karin yang langsung membuat tuan Jack mati kutu.
Tinn!!!!
Bunyi klakson mobil Zayn yang baru sampai, bertepatan dengan Ovia yang baru keluar dari rumahnya dan dia berjalan mendekat, Zayn turun dan memutari mobil untuk membukakan pintu untuk Ovia tapi dia malah melotot melihat pakaian yang dipakai Ovia sekarang.
Bersambung~~~
Happy reading tolong dukungannya ya.