
"Oh!" Belum juga si pria yang membawa Qin Yan menjawab. Wanita itu sudah terkejut melihat keberadaan Qin Yan disamping nya.
"Um... nona fei er, kami akan masuk ke dalam. aku ingin membawanya kepada master karena kultivasi nya tak bisa di deteksi." pria tersebut berkata dengan sopan.
"Hm......" wanita itu berpikir sambil menyentuh bibirnya, ketika ia menatap Qin Yan.
"Hui Shie, kembalilah biar aku yang mengurusnya."
ketika mendengar perintah wanita itu, pria yang membawa Qin Yan jadi pamit keluar. tentunya Qin Yan tahu, siapa sosok didepannya ini. dia adalah istri ketiga dari Zhou weiqing, Sangguan Fei er yang sudah berada di tingkat semigod. dilihat dari luarnya saja, Qin yan sudah mengerti karakter wanita ini. entah rencana licik apa yang dipikirkannya.
"Oh, Qin Yan. Lama tak bertemu yah. bagaimana kabarmu sekarang? kau sudah semakin tinggi dan tampan." Wanita itu mendekati Qin Yan. Tersenyum ramah kemudian menariknya untuk duduk meminum teh. bahkan ia sendiri yang menuangkan teh kepada Qin Yan.
"Jadi, mengapa kau datang kesini?" Setelah menuangkan teh hangat, ia kemudian duduk menyandarkan pipi diatas tangannya. Menatap Qin Yan dengan penuh penasaran.
meskipun tingkahnya cukup centil bagi seorang wanita yang sudah mempunyai anak. namun Qin Yan juga agak tergoda. Soalnya penampilan wanita ini terlihat seperti gadis yang berumur sekitar 25 tahun. Tidak seperti umur aslinya sekitar tiga puluan. Tapi Qin yan bersikap seolah olah tidak terpengaruh apa-apa. ia hanya meneguk tehnya dengan tenang. setelah itu barulah ia menjawab.
"aku datang ke sini untuk mengikuti kompetisi. tapi sayangnya sepertinya itu cukup sulit bagiku." Qin Yan menggelengkan kepala tak berdaya.
"Huh!" tentunya hal itu juga membuat wanita tersebut terkejut. tidak lama kemudian ia pun tertawa lucu.
"sudah jelas kau tak bisa masuk, karena kekuatan mu setara dengan kami. bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan anak-anak lain."
"tapi bukankah aku juga seorang remaja 17 tahun? aku juga punya hak untuk bertarung mewakili kerajaanku." Qin Yan merasa hal ini memang cukup menyulitkan untuknya. ia bisa berharap agar wanita di depannya ini bisa mengerti.
"Hm....?" wanita itu berpikir sejenak, memikirkan perkataan Qin Yan barusan.
"Ibu." tiba-tiba seorang gadis memanggilnya, keduanya mendongak. Qin Yan dapat melihat seorang gadis mungil seumuran dengannya menuju ke arah mereka berdua. gadis itu sangat cantik dan kecantikannya tidak kalah dengan Ling Qingzhu atau Tang Xinglian. hanya yang membedakannya adalah aura kemanjaan dan keceriaan.
"ibu, siapa dia?" gadis itu mulai menatap Qin Yan dengan bingung. makanya ia bertanya pada ibunya.
wanita itu kemudian tersenyum, kemudian berdiri memperkenalkan putrinya.
"Zun er, anak ini namanya Qin yan. Dan Qin Yan, ini putriku namanya Zhou Zun er."
Qin Yan langsung menganga, sementara gadis itu juga menatap Qin Yan dengan kaget. tatapan matanya mengisyaratkan keingintahuan yang sangat mendalam. ia sangat penasaran mengenai berbagai hal tentang Qin Yan.
"I-ibu, ja-jadi dia Qin yan.?" gadis itu tampak tak percaya dengan apa yang ia dengar. melihat ibunya yang mengangguk, gadis itu kembali memperhatikan Qin Yan.
"Oh, dia terlihat sangat biasa dari apa yang kupikirkan." Ucap gadis itu dengan tatapan sinis, seolah-olah mengisyaratkan kalau Qin yan lebih rendah darinya. tentu saja dia melakukan itu, ia ingin melihat bagaimana reaksi anak ini jika diremehkan di depan orang lain.
namun diluar dugaan, mata gadis itu membesar ketika melihat Qin Yan yang nampak acuh tak acuh mengabaikannya. Qin yan memalingkan wajah ke samping, membuat gadis itu nampak kesal dibuatnya. bisa-bisanya ada pria yang berani memperlakukannya seperti itu. ia kemudian menghentakkan kaki dengan kesal, mendengus marah. bukankah ibunya membawanya ke sini untuk diperkenalkan padanya. lalu sikap macam apa ini, kenapa pria di depannya ini begitu sombong.
"Hei kau! Kau... kau..." tunjuk gadis dengan tatapan tajam, ia tak bisa berkata-kata karena saking malunya. apalagi ini di depan ibunya sendiri.
"Hehehe.... Zun er. cukup sampai disini saja. ibu punya urusan dengannya, ayo kita keluar dulu." ibunya langsung menarik gadis itu keluar, meskipun begitu tatapan gadis itu tidak lepas dari Qin Yan. ia sama sekali tidak menatap kearah lain. terlihat jelas kalau apa yang Qin Yan lakukan hari ini telah menodai harga dirinya.
entah apa yang mereka diskusikan diluar sana, tapi Qin Yan dapat mengerti kalau ibu gadis itu berusaha menenangkan putrinya. tidak lama kemudian, wanita itu kembali masuk. ia tetap tersenyum lembut kepada Qin Yan, lalu membawanya masuk ke dalam. dimana para petinggi kerajaan ini ada didalam sana.
ternyata benar saja, di sana ada banyak orang. termasuk Xu shian, tiga Sangguan bersaudara dan beberapa orang yang tidak dikenali Qin Yan. wanita itu membawanya masuk sampai ke hadapan ayahnya, Sangguan Tian Yue.
"Huh! Fei er, kenapa dia datang kesini?" tentunya kehadiran Qin Yan mengejutkan semua orang.
"Hm.... Tadi Hui Shie datang membawa anak ini. katanya dia menghancurkan batu prasasti yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkatan kultivasi para peserta." Senyum wanita itu.
"Hah? maksudmu anak ini ingin mengikuti kompetisi?" Sangguan Tianyue makin tercengang dibuatnya.
"Huh? memangnya kenapa? salah?" Alis wanita itu berkedut sebelah, terlihat ketidaksenangan di wajahnya ketika menerima tanggapan ayahnya.
Hal itu membuat ayahnya saling memandang dengan saudaranya yang lain. namun tidak lama kemudian ia pun terbatuk pelan. sebuah dilema muncul di pikirannya.
"benarkah kau ingin berkompetisi, kau tahu sendiri kan. mereka tidak sebanding denganmu." ucapan Tianyue membuat Qin yan tidak senang mendengarnya.
"maksudmu aku tidak punya hak untuk mewakili kerajaanku? begitu?" Jawab Qin yan dengan nada menekan. membuat Sangguan Tianyue semakin bingung. tapi dengan cepat Sangguan Tianyang menenangkan mereka.
"itu benar, apa salahnya. toh Qin Yan juga baru berumur 17 tahun. dia juga berhak mengikuti kompetisi ini." perkataanya juga disetujui oleh saudaranya yang lain, Sangguan Tianyu. hal itu membuat Tian yue tidak bisa memutuskan seenaknya. ia pun menggelengkan kepala tak berdaya.
"Baiklah kalau begitu. tapi aku punya satu syarat." Ucap pria itu dengan serius.
"Apa itu?" Tanya Qin Yan dengan penasaran.
"jangan kau gunakan prajurit bayanganmu, ketika sedang bertarung."
Qin Yan mengangguk.
"tenang saja, untuk saat ini aku belum bisa mengeluarkan prajurit bayanganku akibat pertarungan kemarin." saat ini, kekuatan jiwa Qin Yan masih belum terlalu pulih. dan ia sama sekali tak bisa mengeluarkan prajurit bayangannya karena akan melukai dirinya sendiri.
meskipun Qin yan telah menjelaskannya, namun sudah sepatutnya mereka merasa curiga. tapi sebenarnya, jauh dari kata itu, mereka tetap berusaha mempercayainya. dengan alasan ketika Qin yan bertarung nanti maka mereka akan mengawasinya seketat mungkin.
"baiklah kalau begitu aku kembali dulu, teman-temanku sudah menunggu." setelah berbasa-basi sebentar, Qin yan akhirnya meninggalkan mereka. sejenak ia berhenti di depan pintu, memandangi mereka.
"oh iya aku lupa memberitahukan sesuatu. aku ingin sebentar malam, kita berkumpul sebagaimana yang dilakukan saat master sekte sedang melakukan rapat. semuanya harus hadir kecuali sekte darah merah neraka, sekte lembah vermillion, sekte racun, dan sekte Darkdemon." belum sempat Qin Yan menyelesaikan ucapannya, Xu shian sudah buru buru bertanya.
"apa maksud mengumpulkan kami semua." tanyanya dengan alis berkerut. ia menatap Qin Yan yang hanya tersenyum tipis padanya.
"aku ingin memberitahukan sebuah informasi penting. informasi yang akan membuat kalian tercengang. ini berkaitan dengan ke-4 sekte tersebut, oleh karena itu aku meminta kalian semua untuk hadir agar tidak ketinggalan informasinya." Setelah itu, Qin Yan berlalu dari pandangan mereka.
"Sialan! apa dia mempermainkan kita?" Sangguan Tianyue benar benar merasa tidak nyaman saat Qin Yan mengatakan kalau mereka harus berkumpul. Ia merasa seperti, Qin Yan bertindak seolah olah dialah pemimpin diantara mereka semua.
"Aku juga merasakannya saudaraku, mungkin anak itu memang ditakdirkan untuk melawan nasib meskipun usianya masih sangat muda." Sangguan Tianyang memegang bahu saudaranya dengan lembut.
"Yah, mungkin seperti itu. Kita tunggu saja, kira kira master lain sudah tiba saat ini." Timpal Xu shian.
********
merasa tugasnya telah selesai, Qin Yan akhirnya berjalan santai menuju tempat pendaftaran tadi. ia merasa Lin Fin dan yang lain sedang menunggunya disana. oleh karena itu, tidak ada waktu baginya untuk berlama-lama di tempat ini.
Qin Yan pun mempercepat langkahnya, namun sesuatu yang salah terjadi.
sebuah aura berbentuk dibelakangnya, meskipun sangat tipis tapi secara naluriah. Qin Yan dapat merasakannya karena bantuan Z. dengan waspada, ia langsung berbalik.
"Siapa!" Teriak Qin Yan.
Aura tersebut tiba tiba menghilang. Sejurus kemudian, aura tersebut juga muncul diarah yang lain. Membuat Qin Yan makin waspada.
"Siapa sebenarnya kau!!" teriaknya lagi, namun sekali lagi. Tidak ada balasan. Setelah berteriak berkali kali akhirnya aura tersebut terbentuk. Sosok yang ia kenal, muncul di depan mata. Qin Yan melototi sosok itu, karena tingkahnya sangat menyebalkan. Siapa lagi, kalau bukan pak tua menyebalkan, Zhou weiqing.
"Apa apaan yang kau lakukan pak tua. Apa kau tidak mempunyai jalan lain, sopanlah sedikit. Kau mengagetkan saja." Qin Yan mendengus marah. Sementara pria itu hanya tertawa lucu.
"Oke oke, baiklah aku minta maaf. Aku memang hendak memberimu kejutan, tapi kau sudah melacak keberadaanku lebih dulu." Pria itu langsung berjalan disamping Qin Yan.
"Um.... Memangnya kejutan apa yang akan kau berikan?" Qin Yan bertanya dengan penasaran. dia menduga kalau pria ini akan memberikannya hadiah.
"Oh, tidak perlu dibahas lagi. aku sudah terlanjur gagal." Weiqing menggeleng sambil menggosok hidungnya. Hal itu membuat Qin Yan makin penasaran.
'Sialan, apa pak tua ini berniat mempermainkanku?' ia diam-diam melirik Weiqing.
"Oh iya Qin Yan. aku ingin bertanya padamu. bagaimana tanggapanmu setelah melihat jenius-jenius lainnya datang ke sini. bukankah mereka tidak lebih lemah dari Weisi kan?" Tanya Weiqing. Qin Yan juga mengangguk.
"iya kau benar, jenius-jenius yang datang kesini mempunyai keistimewaan sendiri."
Weiqing jadi tersenyum tipis ketika mendengarnya.
"baguslah kalau kau menyadari itu, aku pikir kau tidak akan bisa memenangkan kompetisi ini."
Kata kata itu, entah kenapa, Qin Yan kurang senang ketika mendengarnya.
"Bah, kau terlalu meremehkanku pak tua. kau pikir aku selemah itu?" Alis Qin yan terangkat ketika berbicara, tapi reaksi Weiqing juga tidak jauh berbeda darinya.
"Hm.... kau percaya diri sekali bocah. aku ingin lihat kau bisa melakukannya atau tidak!" kali ini keduanya berhenti, saling menatap satu sama lain. Rasanya seperti ada aliran listrik yang saling berbenturan diantara mereka.
"Hahaha.... bagaimana kalau kita bertaruh?" Tawar Qin Yan. Weiqing juga berpikir sejenak sebelum menerima tantangan itu. ia memandangi ekspresi Qin Yan yang nampak sangat percaya diri. ia juga bukan orang bodoh, meskipun bocah ini dalam keadaan tersegel. bukan hal yang sulit baginya untuk meraih kejuaraan dalam kompetisi ini. memikirkan itu, Weiqing hanya tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala. ia tiba-tiba teringat saat salah satu istrinya harus mengeluarkan transformasi iblisnya hanya demi serius ketika bertarung dengan bocah ini.
"baiklah aku terima tantanganmu, tapi sebelum itu aku punya sebuah syarat." Weiqing menatap Qin Yan dengan mata menyipit. terbesit sebuah rencana licik dipikirannya. membuat Qin Yan tidak nyaman ketika merasakan tatapan itu.
'apa yang direncanakan pak tua ini sebenarnya?' ia mulai bertanya-tanya, apa yang akan terjadi padanya nanti.
"sebenarnya apa maumu?" dengan lantang, Qin Yan mempertanyakan keinginan pak tua itu.
"Sangat tidak seru kalau kau mengikuti turnamennya dalam kondisi seperti itu." kini senyum pria itu membuat Qin Yan semakin bingung.
"Apa! Apa maksud...... Akh!!" Saat itu Qin Yan menyadari kalau jari pria itu sudah menekan segelnya. mulut Qin Yan terbuka lebar, mengeluarkan air liur yang banyak.
"Haaakhh!!!" Qin Yan tertegun, ia memegangi perutnya. segel di dalam terasa diotak-atik. untuk sesaat, rasa sakit menjalar ke dalam tubuh Qin Yan. saking sakitnya, hingga Qin Yan berlutut seperti orang yang hendak bersujud.
"Kau bajingan sialan!! Apa sebenarnya maumu?" keringat Qin yan bercucuran. Setelah itu, Weiqing berjongkok. melihat penderitaan Qin Yan.
"sebelumnya aku minta maaf, aku tidak punya maksud apa-apa. tapi dengan ini, taruhan akan sangat menarik. kau mengerti lah, dalam keadaan tersegel. saat itu kau bisa melawan istriku yang sudah berada di tingkat semigod. yang aku inginkan adalah sebuah pertandingan adil dengan kekuatan yang setara. atau kalau bisa, kekuatanmu memang pantas dibatasi. dengan itu aku akan mengakuimu sepenuhnya." pria itu kemudian tersenyum lalu menghilang sekejap mata.
'Apa yang dia bilang? Setara? Sialan! Ini bukan setara lagi namanya. Aku sudah kembali ketitik nol.' berkali-kali Qin Yan mengutuk Weiqing dalam hatinya. ia benar-benar tak bisa menerima perlakuan ini.
"Haah... AAGGHH...." Detik berikutnya Qin Yan berteriak menahan sakit. Matanya membesar saat merasakan beberapa saluran Meridiannya diblokir seketika.
"Hah.... hah... hah..."
'Sial, kalau begini jadinya aku hanya bisa menggunakan gerbang pertama. Sialan kau Weiqing!!' tanpa aba aba pun, api hijau langsung menyelimuti tubuh Qin Yan. Karena amarah, ia langsung memasuki perubahan iblis. Namun, entah kenapa kali ini tubuhnya terasa terbebani oleh perubahan itu. Rupanya tubuh Qin Yan kembali melemah. Bahkan jantungnya yang dilapisi energi Nirvana berangsur angsur ditekan.
"Si-sialan kau Weiqing!!" Teriakan Qin Yan terdengar sekali lagi.
*******
Disaat yang bersamaan, disebuah kamar penginapan.
Seorang gadis tengah kultivasi di dalam kamarnya. dia adalah Qing Zhu, sebuah kecantikan yang tiada bandingannya. Awalnya kultivasinya berjalan lancar. Namun tiba tiba ia merasakan sesuatu yang aneh. Energi jantung Nirvananya tiba tiba bergerak cepat. Mengeluarkan energi dan energi itu disedot oleh sisi pemilik jantung yang lain. Kejadian seperti ini, sebenarnya sudah banyak terjadi. Hal ini menandakan kalau pemilik Jantung Nirvana yang lainnya tengah berada dikondisi kurang baik.
"Huh, apa lagi yang terjadi dengannya." Ia mendengus kesal. Setiap kali ia memikirkan Qin yan, ia akan kesal tanpa alasan. Ia sendiri bingung dengan hal itu. Tanpa sadar ia beranjak dari tempat tidurnya, hendak keluar dengan perasaan khawatir. Namun, ketika berada di depan pintu. Ia kembali mengurungkan niatnya.
"Kenapa aku harus memperdulikannya.?" Ia pun kembali duduk diatas tempat tidurnya dengan wajah cemberut. Melipat tangannya didada. Namun tidak lama kemudian, mata gadis itu langsung membesar. Merasakan kalau energi Nirvana pemilik jantung yang lain sudah menghilang. Dengan secepat kilat ia langsung melesat melewati jendela kamarnya.
'Idiot itu, apa yang terjadi dengannya!' Setetes keringat bercucuran diwajahnya.
Tanpa ia sadari, Shue Bing er memperhatikan kepergiannya. Niat awal yaitu mengantarkan sebuah makanan, karena mendapat suruhan dari guru pendamping. Tapi, tiba tiba ia dikejutkan dengan Qing Zhu yang tiba tiba melesat keatas langit.
'Apa yang terjadi padanya?' Shue Bing er awalnya terkejut, namun ia tidak lama kemudian ia tersenyum tipis. Setelah itu, ia pun langsung mengejarnya diam diam.
"Ayolah kawan kawan, mari kita vote novel ini agar author bersemangat mengupdet cerita nya."