
Qin Yan dengan cepat pergi ketika mendapatkan informasi itu.
Sementara kelompok mereka, hendak mengejarnya, namun Rong gui menghentikan mereka.
Pria itu, setelah mendapat pukulan Qin Yan, dia tidak terburu buru meluapkan amarahnya. Sebaliknya, ia bertindak lebih tenang dibandingkan mengamuk marah.
Ia hanya bisa mengingat saat dimana mata merah itu membuatnya kehilangan kesadaran sejenak dan kecepatan pria bertopeng itu jelas sangat menakutkan.
'Pria tadi? Matanya aneh?'
Jelas sekali, jika melawan pria itu harus hati hati semaksimal mungkin. Jika tidak, terkecoh sedikit saja, nyawa bisa melayang.
********
'Liu er, semoga saja kau tidak apa apa.'
Qin Yan melompat dari atap ke atap. Rasa cemas meliputi hatinya, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. Bukan main, Han genyu datang menemui Tang Liu. Pak tua itu pasti mempunyai rencana licik.
Sesampainya di rumah sakit.
"Brak" Qin Yan langsung membuka pintu dengan kasar. Ia melihat semuanya berkumpul disana. Lin Fin, Xie Xie, Xiu Xiu, Jung Kyun, Xiang Xiang, De muer, Ning er dan Huyan Wu. Semuanya berkumpul, bahkan Yao Chen tidak terkecuali. Tapi, anehnya ia tidak menemukan keberadaan Tang Liu.
"Dimana Liu er?" Tanya Qin Yan.
Lin Fin dan lainnya hanya saling memandangi, kemudian mereka menunduk.
"Dia sudah pergi." Jawab Lin Fin pelan.
"Bum." Hal ini membuat Qin Yan begitu marah, ia langsung meninju dinding.
Sial. Tidak sempat dikejar yah. Qin Yan memegangi dahinya dengan wajah hitam. Ia menghela napas panjang, sambil memikirkan apa yang akan terjadi pada Tang Liu nantinya.
Tanpa membuang waktu, ia kembali bergegas keluar, hendak mencarinya. Namun Yao Chen menghentikannya.
"Aku tadi juga mengikutinya, tapi gadis itu berkata....
"Tidak apa apa. Dia tidak akan melukaiku. Katakan itu juga padanya, ini tidak akan lama. Aku akan kembali secepatnya."
Ucapnya sambil membayangkan ketika gadis itu mengirimkan pesan padanya.
Qin Yan langsung terdiam. Matanya terpejam, napasnya mulai tenang. Jika benar gadis itu mengatakannya berarti ia memang tidak apa apa.
"Tapi, bukankah ini jelas. Mungkin Han genyu datang karena ini berhubungan dengan tubuh istimewa milik gadis itu. Pak tua licik itu pasti hanya akan memanfaatkan Tang Liu!" Berkata Qin Yan lagi dengan cemas.
Yao Chen hanya mengangguk, ia pun memegangi bahu Qin Yan.
"Ya. Aku tahu itu. Tapi, bukankah kita harus bertanya pada gadis itu apa yang terjadi sebenarnya?"
Ucapan Yao Chen memang ada benarnya. Qin Yan setuju dengan pendapatnya. Ia pun menunggu kepulangan gadis itu sampai malam tiba. Tepat jam delapan malam, barulah gadis itu pulang.
Sebelum Tang Liu memasuki ruangan, Qin Yan sudah menunggu diluar.
"Kau sudah pulang?" Ketika Qin Yan melihat kepulangan gadis itu, ia langsung berdiri dari tempat ia duduk.
Qin Yan memegangi bahunya, bertanya dengan tak sabar.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa dia mencarimu?" Tanyanya dengan cemas.
Melihat kekhawatiran Qin Yan, gadis itu hanya menunduk bersalah.
"Maafkan aku yang sudah membuatmu khawatir." Ucap gadis itu dengan pelan. Qin Yan jadi terdiam mendengarnya. Ia pun memaksakan senyum dan menyuruhnya duduk dengan tenang. Sementara Qin Yan bersiap untuk mendengar ceritanya.
"Sebenarnya, kakek itu mengetahui keberadaan ibuku."
"Apa!!" Qin Yan langsung terkejut. Gadis itu mulai menceritakan apa yang terjadi. Ketika Tang Liu bertarung dan menunjukan talentanya, Han genyu sudah memperhatikannya sejak awal. Dan soal wajahnya yang mirip dengan ibunya sampai semua cerita tentang ibunya yang diceritakan oleh Han genyu, semuanya Tang Liu ceritakan pada Qin Yan. Bisa dibayangkan, betapa besarnya kepercayaan gadis itu kepada Qin Yan.
"Oh, jadi begitu." Qin Yan pun mengangguk mengerti. Tapi, ada menganggu pikirannya.
"Sampai saat ini, Han genyu belum menceritakan tentang keberadaan ibumu kan? Dan juga alasan mengapa ibumu meninggalkanmu." Tanya Qin Yan.
"Ya. Kakek menceritakan semua tentang ibuku tapi dia belum memberitahukan dimana keberadaan ibu. Soal alasan mengapa ibu meninggalkan kami. Katanya ayahku mencampakkan ibuku dan membawaku lari darinya."
Qin Yan terdiam, mengingat kelembutan ayah Tang Liu sewaktu mereka berada di kerajaan Tian Lei. Qin Yan masih merasa ada yang tidak beres. Benarkah ayahnya memang mencampakkan ibu Tang Liu? Dan juga, siapa ibu Tang Liu sebenarnya? Untuk gadis yang mempunyai tubuh khusus seperti Tang Liu, kemungkinan ibunya bukan orang biasa.
Hati Qin Yan diliputi berbagai pertanyaan. Sepertinya gadis ini mempunyai identitas yang tidak biasa. Tapi, satu hal yang pasti. Sekte racun pernah mengajaknya untuk masuk kedalam sektenya waktu itu. Tapi ia menolak mentah mentah, mengingat sikap mereka, jelas ia tidak mempunyai kesan baik tentang Han genyu. Dan pak tua itu kemungkinan mendekati Tang Liu hanya demi keuntungannya saja.
"Liu er, apapun yang terjadi. Aku selalu ada untuk membantumu. Jadi, jangan tanggung itu sendiri. Kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Jadi, masalahmu merupakan tanggung jawabku."
Mendengar itu, air mata Tang Liu mengalir. Ia tak bisa menahan tangisnya lagi sekarang, sudah lama ia menutupi sifat lemahnya ini. Hanya untuk menunjukan kepada orang orang kalau dia tidak butuh belas kasihan. Sudah lama ia menahannya, semua ujian yang ia terima selalu ia hadapi tanpa menunjukan sifat lemahnya.
Semenjak kematiannya ayahnya, Tang Liu yang dulu suka bermanja-manja pada ayahnya, sekarang menyadari. Kalau ia harus mengubah kepribadiannya untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini.
Tapi hari ini, ia tak bisa menahannya lagi. Air mata yang tidak dikeluarkan selama bertahun tahun keluar begitu saja dengan deras.
Qin Yan yang melihatnya tak tega. Ia pun membawa gadis itu kepelukannya. Mengusap bahu gadis itu dengan pelan, membiarkan gadis itu meluapkan semuanya.
"Liu er, kalau boleh aku menyarankan. Jangan mudah percaya dengan omongan orang tua itu. Meskipun aku hanya sebentar bertemu dengan ayahmu. Tapi ingatlah, saat itu ia mengorbankan hidupnya hanya agar kau tidak salah jalan dengan perubahan iblismu. Dia mencariku seperti orang gila waktu itu dikarenakan kau dalam bahaya." Ucap Qin Yan pelan.
"Liu er, aku yakin sekali. Ayahmu sangat menyayangimu. Dia pasti punya alasan untuk melakukannya. Sebaliknya, kau harus menghindari orang orang yang ingin memanfaatkan mu."
Tang liu mengangguk mendengarnya. Dia menangis begitu lama, mungkin karena kelelahan mental atau apa. Gadis itu langsung tertidur dipelukan Qin Yan.
Teman temannya yang lain hanya diam mengintip dibalik jendela. Bahkan setelah Qin Yan masuk, mereka tetap diam tak bersuara. Qin Yan membawa gadis itu masuk sampai ke tempat tidur. Menutupi tubuhnya dengan selimut, dan Qin Yan duduk disampingnya. Mengusap kepalanya.
Gadis ini, mempunyai tubuh istimewa sama seperti Qiu er. Tidak menutup kemungkinan, jika ia mengikuti Han genyu terus menerus, dia bisa saja diketahui oleh makhluk klan Magicstal. Bisa jadi, nyawa gadis ini juga dalam bahaya.
"Apakah sudah jadi!" Tanya Qin Yan pada Yao Chen yang berdiri dibelakang nya.
Pria itu pun mengeluarkan sebuah item dari cincin penyimpanannya. Item yang juga akan Qin Yan kirimkan pada Huang er dan Qiu er. Sebuah item yang bisa menyembunyikan tubuh istimewa. Item itu adalah sebuah cincin putih yang kemudian Qin Yan pasangkan ke salah satu jari Tang Liu.
Setelah beberapa waktu, ketika melihat gadis itu yang sudah tertidur nyenyak. Qin Yan pun berdiri.
"Tolong jagalah dia. Dan jangan ganggu tidurnya. Apapun yang terjadi, jika Han genyu datang, lebih baik kau halangi dia apapun itu. Aku pergi dulu, ada urusan yang harus aku selesaikan." Qin Yan kemudian keluar dari rumah sakit, melompat dari atap ke atap menuju hutan bagian barat.
"Wah, dia selalu sibuk yah." Lin fin hanya berkata kagum, yang lain hanya diam tak membalas perkataannya.
*********
Qin Yan ingat, malam ini ia harus memijit Qiu er lagi. Gadis itu, kemungkinan sudah menunggunya disana. Dan benar saja, gadis itu memang telah menunggunya. Ia duduk diujung batu, memandangi air terjun yang mengalir dibawah sinar bulan.
"Maaf, kau sudah menunggu cukup lama yah?" Qin Yan duduk disampingnya dengan raut wajah bersalah.
Sementara Qiu er tetap tenang, ia berkata dengan nada sinis.
"Sepertinya kau sibuk sekali yah."
Qin Yan menggaruk kepalanya yang tak gatal ketika mendengar itu.
"Yah.... kurasa begitu. Jadi, aku terlambat sedikit. hehe....."
Seketika Qiu er langsung melototi Qin Yan, entah apa yang dipikirkan gadis itu hingga Qin Yan sendiri jadi tak tenang. Tapi, Qin yan juga tidak berkata apa apa. Meskipun ia tidak terlalu mengerti perasaan wanita, tapi dia rasa gadis ini marah padanya.
"Cepatlah, bukankah kita tak punya waktu?" Ucap Qiu er lagi, menyembunyikan wajahnya cemberutnya.
Qin Yan mengangguk pelan, seperti halnya terakhir kali. Ia harus membuat obat pereda sakit. Sisa obat yang ia pakai kemarin masih ada, jadi ia hanya menghabiskannya malam ini.
Sambil meracik obat, gadis itu melamun ketika memandangi Qin Yan bekerja. Sepertinya, dia menikmati waktu waktu mereka yang cuma berdua saja. Tapi, sayangnya, ia terlambat. Pria ini sudah di ambil orang. Dia sudah menikah, bahkan Qin Yan sendiri bercerita, istrinya hamil muda. Sebagai orang yang mencintainya, tentu saja hatinya sakit.
"Um... Ada apa?" Qin Yan langsung menjawabnya. Tapi ternyata gadis itu terlihat kaget, bisa dilihat dengan jelas. Sepertinya gadis itu secara tak sadar memanggil namanya dalam keadaan melamun. Dan jawaban Qin Yan tentu menyadarkannya.
"Tidak tidak, lanjutkan kerjamu." Qiu er jadi gugub, ia memalingkan wajahnya yang sedikit memerah.
Dia terlihat imut jika ekspresinya seperti itu. Qin Yan sendiri ingin sekali mencubitnya. Tapi tangannya berlumuran cairan obat, jadi ia hanya tertawa melihat tingkahnya.
"Hei, apa yang kau tertawakan?" Gadis itu memandangi Qin Yan dengan tak senang.
"Tidak tidak."
"Cih...." Gadis itu kembali memalingkan wajahnya dengan kesal.
Karena takut Qiu er semakin marah, Qin Yan hanya melanjutkan pekerjaannya.
Tapi tidak lama kemudian, Qiu er memandangi Qin Yan lagi yang tengah bekerja.
"Qin Yan." Panggilnya lagi.
"Hm.... Ada apa?" Qin Yan kembali menjawab dengan lembut. Sampai sampai Qiu er tersipu jadinya. Tapi dia langsung menutupi sisi feminimnya tersebut.
"Kau tau? Tadi sore, saat kami pergi berbelanja. Untuk sesaat, aku merasa ada yang mengikuti kami. Terutama aku."
Qin Yan menghentikan pekerjaannya sejenak, ia memandangi Qiu er sesaat.
"Benarkah?" Tanya Qin Yan dengan serius.
"Ya. Aku merasa, aku seperti di incar oleh makhluk dari dunia lain."
"Hahaha.....!" Qin Yan langsung tertawa mendengarnya, seolah olah ia baru mendengar lelucon.
"Hei!! Aku tidak berbohong. Aku mengatakan yang sebenarnya." Qiu er makin kesal dibuatnya, rasanya ia ingin memukul anak ini sekarang.
"Sudahlah. Minumlah, aku akan mulai memijitmu." Ekspresi Qin Yan seperti tidak percaya, tapi dalam hati. Ia berpikir serius, ternyata tubuh ilahi Qiu er begitu sensitif sampai merasakan Rong Qiyu yang tengah mengikutinya. Atau bahkan ia bisa merasakan energi Yao Chen yang tengah melindunginya juga. Tapi, Qin Yan menutupi semua itu. Ia tidak boleh memberitahukan apapun pada gadis polos ini. Karena gadis ini belum memenuhi syarat untuk mengetahui semuanya.
Ia langsung memaksa gadis itu meminum ramuannya. Meskipun Qiu er sedang marah, tapi dia tetap meminumnya. Kali ini, meskipun pahit, ia tetap berusaha meminumnya.
"Cih......" Gadis itu hanya membuka selangkangannya dengan terpaksa, meskipun malu, tapi ia tetap bertahan.
Malam ini, Qiu er memakai celana pendek dan tipis. Bagaimanapun Qin yan cukup tergoda dengan bayang bayang yang ada ditengah itu. Ia bahkan berusaha untuk tidak menatapnya langsung.
"Tuk"
"Aduh...!! Mataku!!" Qin Yan langsung berteriak berteriak kesakitan saat Qiu er menggunakan dua jarinya untuk menusuk matanya. Meskipun tidak terluka, tapi rasa perih itu membuat Qin Yan harus menutupi kedua matanya dengan tangannya.
"Awas kau kalau berpikir aneh aneh. Akan kucongkel kedua matamu." Ucap gadis itu dengan marah namun wajah memerah.
Qin Yan hanya mengangguk pasrah mendengar itu. Ia pun mulai memijit Qiu er dengan hati hati. Setelah itu, hutan pun jadi sunyi. Yang terdengar hanyalah senggukan kesakitan yang terdengar persis seperti ******* lembut. Jika ada orang tidak sengaja lewat, tentu saja mereka akan salah paham dengan suara itu.
Waktu berlalu, sampai akhirnya prosesnya selesai. Pagi pun sedikit lagi menjelang.
Berbeda dengan yang pertama kali. Kali ini Qiu er tetap terjaga. Ia terus memeluk Qin Yan dengan mulut terbuka saat waktu di pijit. Di banding waktu itu, rasa sakit pemijatan kali ini sudah berkurang banyak. Jadi Qiu er tidak terlalu tersiksa kali ini.
"Mungkin, pemijatan selanjutnya. Rasa sakitnya benar benar akan hilang. Jadi, saat luka memarnya sembuh. Kita bisa langsung memasuki proses penanganan tubuh Ilahimu." Ucap Qin Yan dengan lembut, seperti seorang tabib yang tengah memberitahukan pasiennya.
Sementara Qiu er, ia mengangguk malu. Bisa bisanya ia terbawa suasana. Untungnya Qin Yan pria baik baik, jika tidak, mungkin hal yang mesum akan terjadi. Ia benar benar basah karena pijatan Qin Yan kali ini. Tidak seperti kemarin yang begitu sakit, kali ini ia bahkan merasa enakan. Seperti seluruh tubuhnya terasa rileks, pemijatan selanjutnya mungkin akan membawa angan angannya sampai keatas awan.
Setelah itu berakhir, Qiu er langsung bergegas berdiri . Tapi, entah kenapa ia sedikit kecewa melihat ekspresi anak itu yang terlihat biasa saja.
Padahal Qin Yan sendiri juga berusaha agar nafsunya tidak membludak. Rasanya ia ingin sekali menerkam gadis ini seperti binatang buas. Tapi, tahan.... Saat ini, hubungan mereka tidak sampai sejauh itu.
Ia pun mengeluarkan sebuah cincin dan gelang dari cincin penyimpanannya. Kedua benda itu mengandung sebuah kekuatan yang dapat melindungi mereka yang mempunyai tubuh khusus. Sama seperti milik Tang Liu, bisa dibilang ketiga benda itu adalah buatan Yao Chen sendiri. Ia membuatnya khusus agar demon Magicstal tidak bisa mendeteksi aura khusus mereka.
"Ini ambilah." Qin Yan langsung memberikan benda itu pada Qiu er.
"Apa ini?" Tentu Qiu er kebingungan melihat kedua benda itu. Meskipun itu cuma aksesoris, tapi kedua benda itu mempunyai hawa yang cukup membuatnya penasaran.
"Pakailah saja, ini akan berguna untukmu." Tanpa menjawab pertanyaan Qiu er, Qin Yan langsung memakaikan cincin itu padanya.
"Ini, berikan pada Huang er juga." Sementara gelangnya, Qin Yan menyuruhnya untuk memberikannya pada gadis itu.
"Apa ini semacam pernyataan cinta?" Qiu er makin bingung dengan situasi ini.
"Bukan bodoh!" Entah kenapa, Qin Yan jadi malu jika Qiu er bilang seperti itu. Mana mungkin ia akan menyatakan cinta pada Huang er. Gadis itu kan sangat membencinya. Terus, gadis didepannya ini juga lumayan bodoh kalau soal pengertian.
"Qiu er, dengan aku baik baik. Aku mohon padamu, pakailah cincin yang kuberikan ini. Ini juga untuk keselamatanmu."
Melihat wajah Qin Yan yang lembut, Qiu er hanya mengangguk dalam diam. Ia merasa Qin Yan menyembunyikan sesuatu, tapi apa? Rasanya jika dia tidak memakai gelang ini, sepertinya ia akan membuat Qin Yan semakin khawatir.
Tapi apa yang ia cemaskan? Qiu er dipenuhi pertanyaan.
"Qin Yan, apa yang kau sembunyikan sebenarnya?" Qiu er menatap Qin Yan dengan mata birunya yang indah.
Qin Yan langsung terdiam. Tidak bisa disembunyikan lagi ternyata. Tapi ia menggelengkan kepala.
"Qiu er, belum waktunya aku memberi tahumu. Nanti, kau akan mengetahuinya sendiri dimasa depan." Qin Yan memaksakan senyumnya. Ia berharap agar gadis itu mengerti.
Qiu er mengangguk.
"Baiklah, ternyata ini seperti jimat yah."
"Y-ya.... lebih tepatnya begitu." Qin Yan menggaruk belakang kepalanya. Jika ia menjelaskan jimat dari tadi mungkin akan mudah dipahami oleh gadis ini.
"Kalau begitu. Aku akan kembali." Qiu er pun melambaikan tangannya sambil tersenyum. Meninggalkan Qin Yan yang masih berdiri.
Baru Qin Yan sadari, gadis itu memakai hiasan bulu Phoenix yang ia berikan. Dan itu semakin membuat Qiu er semakin mempesona.
"Qiu er." Panggil Qin Yan dengan pelan. Gadis itu pun berhenti sejenak.
"Kau semakin menawan jika memakai nya yah."
Seketika wajah Qiu er memerah bagaikan tomat. Ia pun bergegas dengan malu. Sambil mengatakan kata bodoh pada Qin Yan. Mungkin karena terlalu gugub, gadis itu sampai pergi dengan begitu cepat. Qin yan sendiri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah gadis itu.
********
Rumah sakit.
Hari ini adalah hari ini dimana Lin Fin dan lainnya akan keluar dari rumah sakit. Kondisi mereka sudah membaik, dan pihak rumah sakit menyarankan mereka untuk kembali kepenginapan. Karena semakin hari semakin banyak pasien yang berdatangan. Jadi, ruangan yang dipakai juga tidak memungkinkan untuk menampung semuanya. Tidak perduli seberapa besar tempat itu.
Saat Qin Yan kembali, semuanya sudah bersiap siap untuk pulang. Lin Fin melambaikan tangannya begitu melihat Qin Yan datang. Ia pun mendekati Qin Yan, berbisik padanya. Raut wajahnya terlihat sangat serius sekaligus heran.
"Ada kakek tua yang menunggumu semalaman."
Qin Yan tertegun sejenak, kakek tua? Lin Fin kemudian menunjuk kearah ruangan disamping. Tanpa diberi tahu pun, Qin Yan tahu kalau ia disuruh masuk.
Didalamnya, ternyata ia sudah ditunggu oleh orang yang ia kenal. Qin Yan tersenyum melihat lelaki tua itu.
"Kau sudah memutuskannya yah. Kakek tua." Senyum Qin Yan.
Kakek tua didepannya hanya berdiri tenang. Ditangannya terdapat sebuah gulungan, berisi desain kapal yang Qin Yan buat kemarin. Melihat kedatangan Qin Yan, wajah kakek itu langsung berseri seri.
Ia pun langsung berlutut satu kaki dihadapan Qin Yan. Memberi hormat dengan menangkupkan kedua tangannya.
"Ya. Mulai sekarang, aku akan mengikutimu. Tolong bimbing orang tua ini, master."