
"Hah!" Tiga tetua besar Sangguan menyadari hancurnya cermin tersebut. Rasa keterkejutan terlihat diwajah mereka masing masing.
Saat cerminnya hancur, intentitas didalamnya keluar dengan deras bagaikan air terjun. Lin Fin, Tang Liu, Xiang Xiang, Qing Zhu. Semuanya, bahkan peserta peserta yang tereliminasi dibabak awal juga dikeluarkan secara bersamaan dengan mereka.
Saat itulah, mereka melihat pemandangan yang paling mereka tidak percayai.
Kota surga telah berubah total. Darah, mayat, asap, ledakan, dari kerusakan dan kehancuran terbentang dimana mana. Weisi, Shinzui, Zue er berdiri kaku tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk beberapa saat. Ekspresi tercengang, tidak percaya, dan keterkejutan yang mendalam, terpaut diwajah mereka hingga saking terkejutnya bahkan Shinzui tidak tahan untuk menangis sambil menutupi mulutnya sendiri.
"Apa... apa yang terjadi...."
Para peserta yang pingsan, masih berserakan didekat mereka. Zhang lizian, Gu Yimbing, Zun er, Ling er, Di Fu yi, Di fengyan. Mereka tidak diperhatikan, pemandangan kota benar benar membuat mereka tidak bisa berkedip sama sekali.
"Dimana Qin Yan?" Lin Fin mulai mencari keberadaan Qin Yan, ia berbalik pada cermin yang pecah, jangan jangan dia tidak keluar. Saat anggota party lainnya sedang mencari keberadaan Qin Yan, iblis Demon Magicstal menyadari sesuatu yang membuatnya sangat ketakutan.
"Bagaimana bisa..... Bagaimana bisa... bagaimana mungkin setengah diriku dihancurkan?"
Demon Magicstal terpaku menunduk dengan frustasi. Mata yang terbelalak, tubuh yang gemetar ketakutan, jelas menggambarkan betapa mengerikannya apa yang dia rasakan.
Apalagi, saat ini, sebenarnya ia kalah telak melawan sosok yang tidak pernah ia bayangkan. Tidak pernah terlintas dibenaknya kalau sebenarnya ada sosok yang kuat yang sedang bernaung di alam kecil ini. Dan sepertinya bukan satu atau dua orang saja. Melainkan mereka cukup banyak, ini benar benar diluar ekspetasinya.
"Sialan, kau pikir aku.... Akan kalah begitu saja!!"
Demon Magicstal yang sudah kehilangan satu lengannya, mengaktifkan formasi dengan kekuatan penuh.
Qin Yan yang baru keluar dari alam spasialnya tercengang apa yang baru saja terjadi.
'Dia benar benar gila!'
Saat ini Demon Magicstal sedang berusaha berkomunikasi dengan dunia luar dan membentuk jalan agar mendapatkan bala bantuan.
Di alam yang kecil ini? Bagaimana bisa menahan tekanan makhluk luar?
Tanpa sadar semua orang berbalik kearah langit yang gelap. Sepertinya Qin Yan terlalu banyak berpikir. Yang jatuh dari langit malah Demihuman Altefra yang seperti semut. Bukan bentuk mereka, tapi cara mereka jatuh.
Mereka sangat banyak, hingga membuat Qin Yan sampai berkeringat. Bagaimana tidak, langit pun terasa tertutupi oleh kumpulan mereka. Begitu banyak hingga manusia yang melihat itu menjadi putus asa.
Apalagi fisik demihuman kali ini berbeda dari yang awal, mereka semua besar dan tinggi. Bahkan ada yang setara dengan raksasa. Dan yang lebih parahnya lagi, sebagian dari mereka ada yang bisa terbang melintasi langit. Mereka dilengkapi senjata, armor dan perlengkapan perang.
Sepertinya bukan hanya ras mereka turun. Ras mahkluk hitam, ras yang cukup mirip dengan demihuman.
"Goblin."
Yao Chen terbang melintasi langit, dia melayang tepat dibawah portal yang menumpahkan para makhluk tersebut. Disaat bersamaan, Jin kei dan Elfes mendapatkan tanda yang sama. Mereka merasakan ada sesuatu yang salah. Jika ini terus berlanjut, maka dunia akan hancur. Dan tidak salah lagi, dunia ini akan menjadi Medan portal bagi dunia lain. Saat ini pertahanan semesta dibagian portal mulai merenggang dengan adanya kejadian ini. Jika ini terus berlanjut, maka umat manusia tidak akan tenang lagi.
"UUUAAAAARRRGGH.....!!!" Qin Yan berteriak sekuat tenaga ketika melintasi langit.
Otot otot nya merenggang saat dia berteriak dengan sekuat tenaga dan tubuhnya mulai memancarkan cahaya. Dia langsung membentuk formasi. Tapi formasi itu tidak mampu ia tahan sendiri. Dalam sedetik saja, urat syaraf Qin Yan, mulai meledak dan menembus kulit. Darah mengalir dimulutnya, ia bahkan hampir jatuh. Formasi menutup portal ini bukanlah sesuatu yang bisa ditahan dengan kekuatannya saat ini, butuh dewa dari luar yang juga bertugas sama seperti Demon Magicstal, penjaga gerbang yang datang kedunia ini.
Tapi, karena dalam keadaan darurat. Maka hanya ini satu satunya cara, menutup gerbang dengan formasi penutup hasil dari pengalaman masa lalu adalah cara yang tepat untuk saat ini. Setidaknya untuk memutuskan rantai makhluk yang berjatuhan tanpa henti saat ini.
Ketika Qin Yan mati matian berusaha menahan formasi itu, Yao Chen datang membantu. Jin kei, Elfes, bahkan Weiqing dan master lainnya mulai menempati posisi masing masing dalam formasi tersebut. Mereka bersatu, dan juga berusaha mati matian menentang portal ini.
"Hah? Hahahaha......" Demon Magicstal dibawah sana tertawa dengan gila. Menyaksikan kepahitan umat manusia, menyaksikan kesengsaraan para master yang berjuang mati matian diatas sana. Lalu, ketakutan para manusia, para manusia yang dibantai, para manusia yang melarikan diri, Demon Magicstal sangat puas melihat pemandangan itu. Meskipun saat ini tubuhnya terluka parah, tapi ia tidak akan berhenti menyebabkan bencana bagi umat manusia.
Sampai akhirnya, portal pun tersendat karena formasi tersebut. Qin Yan menjadi tidak tahan dan mengeluarkan tubuh utama Jin kei dan Yao Chen. Kyubi berekor sembilan dan naga biru turun dari langit. Api dan tsunami disertai petir mengguncang langit kota Surga. Kedua makhluk dominasi tersebut mulai membantai para goblin dan Demihuman Altefra yang berserakan ditanah kota.
Setelah mengeluarkan mereka berdua. Qin Yan terjatuh lemas dari posisi formasi. Para master atau pun Yao Chen tidak sempat menahannya. Dan Qin Yan pun terjatuh dari ketinggian langit.
Dia langsung ditangkap oleh seseorang. Gadis dengan dada yang lembut menyandarkan kepala Qin Yan dengan tenang. Qin Yan menyadari kalau itu adalah Xiang Xiang yang memandanginya dengan wajah khawatir.
"Terima kasih." Qin Yan tersenyum lembut dan mengusap pipinya kebelahan dada lembut tersebut. Bahkan sampai Xiang Xiang mendarat diatas bangunan, gadis itu masih tak mau melepaskan Qin yan begitu saja.
"Bocah, kau benar benar luar biasa. Tidak, aku seharusnya tidak memanggilmu bocah. Haruskah aku memanggilmu tetua agung penjaga gerbang?"
Demon Magicstal mendatangi Qin Yan dengan senyuman sinis. Setelah melihat tindakan Qin Yan sejauh ini, dia pun menyadari kalau Qin Yan ini benar benar orang yang berbeda. Dia berada dilevel yang jauh lebih tinggi dari orang orang disini. Dia bisa menggunakan formasi tingkat 10 yang mempunyai puluhan pola. Meskipun bukan untuk formasi membuka atau menutup portal yang asli. Tapi formasi itu sudah membuktikan, kalau Qin Yan bukanlah itentitas dari dunia ini.
"Kau pasti berasal dari dunia luar kan?"
Lin Fin tiba tiba datang dan memasang wajah kesal. Dia memandangi makhluk itu sepanjang waktu daritadi. Dan ketika dia mendengar makhluk ini mengatakan hal yang tidak masuk akal tentang Qin Yan, dia menjadi sangat marah. Betapa kurang ajarnya, diantara orang orang yang mengenal Qin Yan dengan baik disini hanyalah Lin Fin dan Qiu er. Terutama Lin Fin, dia sudah bersahabat dengan Qin Yan sejak kecil. Ikatan mereka tidak mudah diputuskan oleh hal yang seperti itu. Karena mereka sudah saling menyaksikan kehidupan masing masing. Oleh karena itu, dia sangat menentang makhluk yang tidak tau apa apa ini.
"Hah? Manusia. Kau benar benar tidak tau yah. Dia ini bukanlah seperti yang kalian lihat. Dia punya kekuatan yang luar biasa. Tidak mungkin bagi manusia seperti dirinya bisa menciptakan kondisi yang dapat menentang alam. Seharusnya kau mengerti itu. Dia benar benar berasal dari dunia lain."
Semua orang disekitar Qin Yan terdiam. Sedikit informasi, mereka yang disamping Qin Yan adalah kebanyakan peserta dari alam cermin.
Hanya Lin Fin lah yang tidak bereaksi, ketika orang orang seperti Shue Bing er atau Zhou Shinzui bahkan Weisi mulai merasakan kecurigaan. Lin Fin dengan wajah gelapnya langsung berteriak membantah perkataan Demon itu.
"Dunia luar? Cih, jangan bercanda. Hanya karena dia diluar ekspektasi mu, kau mulai mengatainya? Jadi memangnya kenapa kalau teman kami tidak normal. Memangnya kenapa kalau dia sangat istimewa dibandingkan kami. Kau pikir ingin memecah kami dengan kata katamu itu? Apa makhluk sepertimu punya hak berbicara seperti itu? Kau bahkan menghancurkan kota surga beberapa saat yang lalu. Membunuh manusia dan membantai mereka, masih punya hak untuk berbicara seperti itu?"
"Kau benar benar membuatku muak." Lin Fin memasuki perubahan iblis sempurna. Sekarang potensi beast Titan Scale yang ada didalam dirinya dikeluarkan secara maksimal. kesaktian Lin Fin saat ini berada di tingkat Kaisar. Meskipun hanya beberapa menit saja.
'Apa apaan bocah ini?'
Demon Magicstal merasa terkejut dengan kekuatan berlimpah tersebut. Meskipun tingkah Kaisar bukan apa apa baginya. Tapi, mengingat kekuatan Lin Fin awalnya berada ditingkat Elder langsung membuatnya sakit kepala. Dan tentu, metode ini sudah ia kenal dari awal.
"Oh, prajurit spritual yah. Pantas setengah diriku bisa kalah disana. Ternyata bukan hanya ada anak mengerikan seperti Qin Yan, tapi juga seorang prajurit iblis. Benar benar Diluar ekspresi. Dunia kecil ini menyimpan banyak sekali kejutan. Yah, meskipun aku juga tidak percaya kalau sebagian manusia disini menciptakan sel yang menjijikan."
Demon Magicstal menoleh kearah Pasukan prajurit sekte Racun dan Darkdemon yang berubah menjadi monster. Mereka bertarung dengan buas dan haus darah. Meskipun ia heran bagaimana manusia bisa membuat seperti itu, tapi ia senang. Senyuman yang membuat orang ingin muntah terpancar diwajah mahkluk itu.
"Yah, aku akui. Dengan kondisi mereka saat ini, mereka lebih cocok menjadi budak budakku."
"Hentikan omong kosong mu brensek." Lin Fin menerjang kearah demon dengan penuh amarah.
Demon pun hanya tersenyum menatap nya, menunggu dengan sabar sampai jarak Lin Fin dekat dengannya. Dia berencana mengakhiri hidup anak ini ketika kesempatan itu datang. Hanya saja, disaat saat ia tunggu, Lin Fin malah menghilang sekejap dan malah menunduk lalu menyerang perutnya.
Senjata turbo dilengan Lin Fin juga menyala, disaat bersamaan mengeluarkan cahaya sebagai serangan. Dan demon Magicstal terhempas akibatnya. Dia tertindih puing puing bangunan disana.
'Bagaimana..... bisa.....?' Demon tersebut hanya bingung melihat nasibnya yang kenapa bisa terkena serangan orang selemah itu.
"Kau tidak sadar diri yah?" Qin Yan bangkit dan menatapnya dengan tatapan mengejek.
"Dengan sisa kekuatanmu saat ini, bagaimana bisa kau tetap menyombongkan diri?"
Mendengar perkataan Qin Yan, Weisi jadi bersemangat.
"Jadi kau dalang dibalik perang ini yah?" Dia mengangkat palu raksasanya, diikuti dengan Shinzui mengangkat tombaknya.
"Kak, mari kita bunuh dia kak." Mereka berdua langsung menyerang mengikuti Lin Fin. Demon tersebut jadi melawan mereka bertiga.
Tatapan Qin Yan pun tertuju pada demon itu.
"Jadi, apa yang sekarang kita lakukan sekarang?" Xiu Xiu juga memasuki perubahan iblis, bertanya pada Qin Yan.
Sementara dibelakang, QingZhu dan Zue er yang sudah tidak tahan lagi. Langsung memasuki peperangan melawan para goblin, disitulah energi Zenit dalam bentuk teratai indah terpancar dari tubuh Qingzhu. Masing masing tampaknya tanpa sadar mengeluarkan kekuatan sejati mereka disituasi ini. Kekuatan sejati dimana kekuatan itu adalah kekuatan mereka dimasa lalu. Zue er mulai mengeluarkan aura malaikat, dan Weisi juga mengeluarkan kekuatan penuhnya. Dan Xiang Xiang sang permaisuri jahat mulai memancarkan niat membunuhnya yang bahkan membuat Xie Xie dan Tang Liu disamping jadi merinding.
Qin Yan yang diam, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masalah ini.
"Xiang Xiang, kau bantu para prajurit untuk membasmi pasukan iblis. Kau juga ikut dengannya Xiu Xiu. Aku akan mengakhiri mahkluk itu."
"Um." Mereka mengangguk bersama sama, dan Qin Yan juga melesat kearah dimana Weisi sedang bertarung.
Xiu Xiu dan lainnya menuju tempat masing masing. Sisanya hanya Qiu er dan Qin ruo yang saling memandangi karena tadi menatap kepergian Qin Yan.
"Sudahlah, ayo kita juga harus pergi membantu mereka." Tiba tiba Huang er menyadarkan mereka berdua.
"Jadi, bagaimana dengan mereka yang pingsan?" Qiu er menunjuk kearah Zun er dan Ling er. Selain itu, masih banyak lagi peserta yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Huang er menatap mereka acuh tak acuh sebelum berkata dengan datar.
"Gunakan elemen airmu. Pastikan kau harus membangunkan mereka. Disituasi disini sangatlah berbahaya, kita tidak punya waktu untuk menjaga para pemalas ini."
Para goblin pun mulai memanjat tempat dimana mereka berdiri. Huang er dengan jijik menghembuskan angin miliknya. Sementara Qin ruo membantu dengan elemen kegelapan. Dan Qiu er menciptakan hujan kecil buatan untuk membangunkan mereka.