
Jauh dari dunia dimana Qin Yan berada. Di tempat yang gelap, sebuah aula didalam goa yang luas. Beberapa obor yang berisi api biru menerangi aula tersebut. Banyak patung patung yang berbentuk aneh. Mereka duduk melingkari satu patung yang jauh lebih besar. Patung besar itu duduk tinggi diatas singgsana. Dia adalah seorang raksasa dengan satu mata yang sangat besar. Mempunyai senjata yang mirip tombak, namun diwaktu bersamaan tombak itu berbentuk seperti tongkat sihir. Senjata tersebut juga memiliki kristal berwarna hijau yang selalu menyala dan memancarkan energi. Dan diantara patung patung yang lebih kecil, ada patung yang penampilannya sangat mirip dengan demon Magicstal yang turun didunia Qin Yan.
Awalnya, patung itu baik baik saja dengan penampilan yang gagah. Namun tidak lama kemudian, patung itu hancur tanpa sisa. Begitu tiba tiba bahkan membuat para pengikut demon Magicstal yang tengah melakukan persembahan jadi terkejut.
Ketika patung itu hancur, segera Patung patung langsung menyala. Mata mereka seperti terbuka, dan tubuh mereka bergetar.
"Apa yang terjadi pada Tetua kedelapan?"
"Aku tidak tau, sepertinya tetua kedelapan mengalami hal yang sangat menyakitkan."
"Siapa yang merenggut nyawanya?"
"Entahlah, bukankah tetua kedelapan ditugaskan ke salah satu alam kecil oleh sang raja."
"Jadi maksudmu, tetua kedelapan mati disana?"
"Mungkin saja."
"Tidak mungkin, aku tidak mempercayai hal itu."
"Tetua ke lima, alam kecil sangatlah misterius. Tidak ada yang tau jika masuk kesana."
"Cih."
Tiba tiba patung raja yang duduk di atas singgasana bergetar.
"L-lord!"
Semua langsung ketakutan. Mata patung raksasa itu terbuka. Mata yang begitu besar, dan mata itu sedang menerawang keberadaan pembunuh salah satu tetuanya di alam Qin yan.
"Sial!" Berdecak mulut Qin Yan menatap mata raksasa diatas sana.
'Kenapa king demon datang kesini? Sudah kuduga, Demon Magicstal yang datang kesini bukanlah demon biasa.'
Sementara itu, tekanan yang diberikan mata itu membuat semua orang gemetaran. Tapi tidak untuk Qin Yan, Yao Chen, bahkan Jin kei. Alhasil, mereka bertiga pun mendapat perhatian dari mata itu.
"Menarik!"
Ketika suaranya keluar. Dunia bergetar, telinga semua orang langsung pecah. Mereka pingsan, tidak terkecuali para master sekte. Mereka tak bisa apa apa.
..."Z otomatis melindungi sistem pendengaran Anda."...
..."Diketahui bahwa king Demon Magicstal. Datang memeriksa dunia kecil 2546."...
..."Deteksi bahaya! Bahaya!"...
Alih alih menjadi tuli karena suara King demon, Qin Yan justru merasa pusing karena kepanikan Z. Kepalanya serasa pecah. Tapi Z panik pasti ada alasannya. Dan benar saja. Ketika Qin Yan melihat keatas. Sebuah tangan raksasa terlihat hendak menghantamnya.
Tangan itu mempunyai bentuk transparan. Mungkin orang biasa tidak bisa melihatnya. Dan ketika itu menghantam Qin Yan, mata Qin Yan terbelalak. Api hijau langsung aktif tanpa sadar. Neidan yang tengah tertidur langsung terbangun.
"Bum" Tangan itu tiba tiba terhenti. Sebuah bayangan terlihat. Qin Yan berbalik ke atas. Elfes tiba tiba muncul dan tengah berusaha menahan tangan tersebut.
"Cepat pergi! Aku tidak bisa.... ukh.." Meskipun tangan itu ditahan oleh Elfes, tapi tangan itu hampir tak bisa dihentikan. Elfes sekarang langsung terpojok diatas tanah. Tanah disekitarnya langsung mengalami retak dengan diameter cukup luas.
Qin Yan langsung memasuki gerbang kedua, perubahan iblis kedua. Dia langsung mengambil orang orang disekitarnya.
QingZhu, Qiu er, Qin ruo, Weisi, Lin Fin, Xiang Xiang, Zue er, lalu yang lainnya yang tidak sempat disebutkan namanya. Qin Yan segera mengeluarkan akar yang banyak untuk melilit mereka. Lalu berteleportasi sejauh 1 km dari sana.
"Bum" Tepat ketika Qin Yan keluar, Elfes sudah tak bisa menahannya lagi. Dan dia akhirnya diruntuhkan oleh tangan itu. Efek dari kekuatan tangan itu sangat luas, bahkan efeknya sampai dimana tempat Qin Yan berada.
Wajah Qin Yan menjadi khawatir. Jika raja iblis muncul secepat ini disaat mereka belum bisa menyamainya, maka kiamat dikehidupan sebelumnya akan terjadi kembali.
Yang benar saja, Elfes langsung merosot kedalam tanah setelah menerima hantaman tersebut. Dan ketika Qin Yan berbalik, Jin kei dan Yao Chen juga sedang menahan tangan yang sama. Bahkan tubuh utama mereka juga seperti itu. Meskipun mereka dapat dengan mudah menghindari tangan tangan tersebut, namun mereka tidak bisa meninggalkan orang orang yang tengah pingsan disekitarnya.
Tidak lama kemudian, tangan yang menekan mereka langsung pecah. Jin kei dan Yao Chen membangkitkan kekuatan mereka, bahkan tangan itu tidak ada apa apanya.
"Oh..." Terdengar suara berat sekali lagi. Dinilai dari suaranya saja, tampaknya ia tidak menduga kalau tekanannya akan dipatahkan. Namun makna selanjutnya terlihat ketika ia tertawa pelan, tampaknya dia mulai tertarik dengan mereka berdua.
Tepat setelah itu, terlihatlah banyak tangan tangan tak kasat mata. Mungkin tadi cuma tiga, tapi kali ini ada ratusan. Tidak, mungkin ribuan, karena diatasnya masih ada yang muncul dan terus muncul. Bahkan kali ini, tangan tangan lebih besar dari sebelumnya.
"Hei!" Kali ini, Yao Chen yang berbicara. Matanya merah menyala, untuk beberapa saat king demon terdiam tidak berbicara.
"Oh, Hahaha.... Bagaimana mungkin ada sosok yang kuat didunia kecil ini. Menarik!" King demon tidak sebodoh bodoh, tidak lama kemudian dia pun tersenyum.
"Sosok sekuat ini ada didunia kecil. Ini tidak masuk akal, namun.... Beda halnya jika kalian hanya bernaung di tubuh orang lain."
Perkataan itu, sudah tentu mengarah ke Qin Yan. Jin kei dan Yao Chen menggertakan gigi. Kelemahan mereka sudah terungkap. Kuatnya mereka saat ini hanyalah sebagian kecil saja dari kekuatan mereka sebenarnya. Bisa dibilang, tubuh utama mereka belum sepenuhnya sempurna. Mereka hanyalah jiwa yang mampu membentuk tubuh baru. Tubuh mereka yang saat ini hanyalah seperti tubuh cadangan. Tubuh mereka yang asli berada jauh dari tempat ini.
"Hahaha...!!!" King demon kembali tertawa, sebuah serangan tak kasat mata tertuju pada Qin Yan dengan kecepatan mengerikan. Yao Chen dan Jin kei hendak bergerak, namun mereka dihadapkan dengan ribuan tangan tangan tak kasat mata pula. Mereka bahkan jauh lebih banyak dan lebih besar dari sebelumnya.
Keringat Qin Yan bercucuran, ia berteleportasi. Dengan membawa QingZhu yang lainnya. Namun, itu percuma. Karena serangan kuat itu menghilang bagaikan berteleportasi pula. Pada suatu waktu, Qin Yan terpaksa membuang teman temannya kearah lain. Lalu menggunakan gelembung perlambatan waktu dengan seluruh kekuatannya.
Hanya saja, gelembungnya langsung pecah saat tersentuh serangan itu.
"Ukh..." Qin Yan kembali dilindungi Elfes, pria itu tiba tiba muncul dan mengeluarkan pedangnya. Qin Yan ditendangan sampai kearah lain. Dalam keadaan yang sudah berantakan, Elfes masih menggunakan kekuatannya yang tersisa untuk menahan serangan kuat tersebut. Namun, pedangnya langsung patah. Dan akhirnya, dia sepenuhnya dihantam oleh serangan itu kembali.
Ledakan luar biasa mengikuti jatuhnya dirinya. Mata Qin Yan membesar, dia hanya bisa melihat ledakan itu dari kejauhan. Lalu, yang dia khawatirkan sekarang. Bagaimana keadaan Elfes, dia masih hidup atau tidak. Lalu orang orang disekitar yang terkena serangan itu juga bagaimana keadaanya.
Qin Yan berusaha bangun, belum juga ia menarik napas. Dia langsung dihadapkan dengan empat serangan yang sama. Empat serangan seperti tadi, yang bahkan satu pun Elfes tak mampu dia tahan.
"Siaal!" Qin Yan kemudian mengeluarkan seluruh kekuatannya. Kali ini tidak ada cara lain selain berhadapan dengan serangan itu. Sekali lagi, ketika Qin Yan hendak melangkah maju. Kyubi, tubuh utama Yao Chen langsung menahan serangan itu.
"Ada baiknya jika lari saja Qin Yan. Biar kami yang urus disini." Musang merah itu menatap Qin Yan.
"Lari? Tidak, bagaimana dengan yang lainnya?" Tanya Qin Yan.
"Itu terserah padamu. Kau mau menyelamatkan mereka atau tidak."
Qin Yan terdiam dengan wajah serius.
"Kalau begitu, aku akan memilih untuk menyelamatkan mereka." Setelah mengatakan itu, Qin Yan melompat tinggi diatas udara.
"Hahaha... bagus sekali. Kau menyerahkan dirimu sendiri bocah!"
Puluhan serangan pun langsung terlihat kearah Qin yan. Tapi itu tidak membuat Qin Yan gentar, tatapannya tenang dan tanpa ekspresi. Mungkin orang orang yang akan melihatnya seperti tidak menahan serangan itu. Namun, tepat ketika serangan itu berada jarak yang sangat dekat dengannya, mata Qin Yan langsung menyala.
Penghentian waktu.
Ini adalah kali kedua Qin Yan menggunakan skill ilahi tersebut. Bagaimana nanti dengan resiko yang akan dia tanggung. Yah, meskipun begitu. Hanya ini cara cara satu satunya untuk lolos.
10 detik. Kali ini waktunya cukup panjang. Qin Yan langsung menciptakan klon sebanyak mungkin. Lalu menggunakan ribuan akar untuk mengikat semua orang. Lebih dari perkiraannya, ternyata orang orang yang ada dimedan perang ini terlalu banyak. Lebih banyak dari pada klon dan akar tumbuhan yang ia gunakan.
Waktu tersisa 5 detik. Begitu cepatnya waktu berjalan. Qin Yan langsung membangkitkan prajurit bayangan sebanyak banyaknya. Butuh waktu beberapa detik untuk mengangkat mereka sampai tidak ada yang tersisa. Mata merah Qin Yan yang menjadi saksi, kalau seluruh pasukan telah diangkut. Baik yang pingsan atau sekarat. Ia mengangkat semuanya.
Setelah itu, ia tanpa ragu membuka gerbang dimensi. Namun, gerbangnya terlalu kecil untuk jutaan orang yang akan masuk. Qin Yan langsung berkeringat. Waktu tidak banyak lagi, mau sampai kapan mereka akan masuk semua.
Dua detik, satu detik. Sampai akhirnya, waktu pun habis. Pada saat itu, dunia yang membeku kembali bergerak. Dan Qin Yan melihat serangan yang ada didepannya. Banyak sekali, ia pun menutup mata. Ia masih mempunyai kekuatan yang terisa. Dia pun berbalik pada jutaan orang orang yang saat ini berada ditangannya. Masalahnya, bagaimana dengan mereka?
"Sialan!" Qin Yan kembali menggertakan gigi. Mata merahnya kembali menyala.
Atribut spasial, skill keempat. Tubuh tembus.
Qin Yan tidak melepaskan siapapun yang dia sentuh. Skill keempat menyebar bukan hanya ditubuhnya. Tapi ditubuh semua orang. Bersamaan dengan itu, serangan kemudian menghantamnya. Karena berada diudara, serangan serangan tersebut saling bertabrakan dan meledak. Ledakan yang cukup mengguncang dunia. Para rakyat yang dipindahkan dipinggir kota surga sudah panik sejak tadi.
Ternyata king demon Magicstal bukan hanya menyerang Qin Yan atau Yao Chen. Dia bahkan menyerang penduduk sipil, lalu kerajaan kerajaan lain.
Sepertinya itulah akhir dari dunia ini.
Serangan itu datang hendak menghantam dunia. Namun, sebelum itu. Sesuatu kembali terjadi.
Langit pun mendung. Awan Awan berkumpul. Serangan kembali terhenti karena waktu telah dihentikan.
"Tampaknya kau terlalu berlebihan pendatang." Terdengar suara lain diatas langit disertai petir bergemuruh.
"Tu-tuan....!" Elfes yang dalam keadaan menyedihkan, berusaha bangun dan menyambut tuannya.
Qin Yan yang perlahan muncul dari balik asap pun terlihat. Napasnya tak karuan. Mata tertutup karena berdarah. Efek dari gerbang dan perubahan iblis mulai terlihat. Tubuhnya mulai mengalami kerusakan baik dari luar maupun dari dalam. Karena kehabisan energi, orang orang akar yang melilit orang yang di selamatkan pun hancur. Mereka mulai berjatuhan.
Qin Yan yang tak berdaya juga ikut jatuh kebawah. Tetapi, sebelum jatuh ketanah, ada yang menangkapnya. Qin Yan melihat wajah Weiqing yang pucat menatapnya dengan khawatir.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanyanya pelan, ahli ahli yang juga pingsan perlahan bangun. Mereka menatap Qin Yan yang sudah gemetar karena rasa sakit.
"Ukhuk ukhuk" Darah langsung dimuntahkan Qin Yan tanpa bisa dihentikan. Sepertinya tubuh dalam Qin Yan mengalami kehancuran. Ini benar benar tidak terduga saja, siapa yang menyangka Demon king akan muncul. Qin Yan sendiri berpikir ini adalah sebuah keajaiban ketika bertahan selama ini mengingat kekuatan mereka yang seperti langit dan bumi. Ini bukan seperti antara tingkat Elder atau Kaisar yang perbedaan cukup tipis. Melawan iblis itu dengan kekuatan yang masih seperti ini adalah mencari kematian.
'Aku harus mencari cara. Mengingat kekuatannya, dia pasti berada di tingkat alam Martial ancestor. Bukan tidak mungkin ia dapat masuk kedalam dunia kecil meskipun hanya beberapa saat. Tapi, masalahnya adalah, dalam waktu sesingkat itu. Seorang raja iblis mampu mengubah membalikan dunia seperti membalikkan telapak tangannya saja. Yang harus dilakukan saat ini, adalah mengunci segel ruang dan waktu dialam kecil ini menjadi lebih ketat. Itulah satu satunya cara, karena mengalahkan raja iblis itu adalah hal yang mustahil. Jangankan mengalahkannya, menyentuhnya saja itu sudah mustahil karena dia berada di dunia lain.
Tiba tiba sesuatu yang hangat menyentuh punggung Qin Yan. Dua telapak tangan berbeda terasa hangat dipunggungnya. Saat itu, Qin Yan melihat ratu elf dan istri Weiqing, Xu Tian er berusaha memulihkannya. Meskipun wajah mereka juga sangat pucat akibat tekanan dari seorang demon king.
Bahkan tak tanggung tanggung, Weiqing dan ibu Shinzui, Wu yuehan juga ikut membantu Qin Yan untuk pulih. Diwajah mereka dipenuhi wajah lega dan bersyukur.
"Terima kasih telah menyelamatkan kami."
Qin Yan hanya tersenyum pelan mendengar itu.
Sementara diatas sana. Dalam keadaan serangan yang terhenti. Sesosok pria yang agung muncul dari balik awan. Oh, Qin Yan mengenal pria itu. Dia adalah kaisar Liungmin sang pemegang alam ini. Masternya Elfes yang makamnya berada dikerajaan Tian lei.
Kaisar Liungmin dan demon king saling berhadapan.
"Anda benar benar tidak sopan untuk menghancurkan dunia yang baru saja anda datangi." Ucap sang kaisar dengan tenang dan agung.
"Hum...." Namun, sekali demon king bernapas. Kaisar Liungmin tampak kesusahan menahannya. Benar saja, kekuatan mereka jauh berbeda.
"Makhluk lemah seperti dirimu berani juga berbicara padaku."
Kaisar Liungmin sudah berusaha memegang tongkat miliknya. Untuk menahan tekanan tersebut. Lalu ia menatap Qin Yan dengan penuh harap.
'Hanya ini saja yang bisa kubantu untukmu. Aku akan menghentikan serangannya yang muncul diseluruh penjuru benua.' Bisiknya pada Qin Yan melalui telepati. Qin Yan mengangguk dengan tegas dibawah sana.
Sementara dibawah Jin kei dan Yao Chen dengan santai menonton mereka berdua.
"Kenapa rasanya kita diabaikan?" Tanya Jin kei, Yao Chen hanya diam tak berbicara.
Ketika demon king hendak memberikan serangan pada kaisar Liungmin, Yao Chen menggunakan serangannya sendiri untuk menghadang serangan itu. Alhasil, ledakan kembali terjadi.
"Aku sudah muak denganmu. Jika saja ini didunia utama, aku sudah membunuh sejak lama." Yao Chen maju sampai di hadapan mata besar itu.
"Hooh.... Benar juga, kau bukan dari dunia ini rupanya. Aku ingin sekali berada disini lebih lama. Sayangnya, waktuku sudah habis. Kalau begitu, aku akan menunggumu dialam utama." Mata besar itu bersinar. Entah demon king sudah meninggalkannya atau belum, yang terpenting mata itu membengkak sampai membesar. Dan akhirnya....
"BOOOM" Ledakan mengerikan terjadi.
Qin Yan langsung berdiri dan mengaktifkan formasi ketika efek dari ledakan itu menghantam bumi.
"AAARRRGGHH.....!!" dia kembali mengeluarkan seluruh kekuatannya demi menahan serangan itu. Sementara yang lain, yang masih terdiam. Mulai saling memandangi. Kemudian Weiqing berdiri, disusul dengan master lain.
Mereka kembali membentuk formasi dan membantu menahan efek ledakan tersebut.
Semua orang bertahan mati matian, mengira semuanya akan segera berakhir. Namun, demon king sendiri belum meninggalkan dunia ini. Dia tetap berada ditempatnya. Mata yang meledak tadi hanyalah pengalihan, target utamanya adalah Qin Yan, orang yang telah membunuh salah satu rasnya.