LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Masa lalu ibu Tang Liu


"Jadi, Lili. Siapa gurumu itu?" Tang Liu bertanya dengan penasaran setelah ketiganya saling berbincang bincang. Setelah berpelukan cukup lama, ketiganya saling menyeka air mata. Kemudian mulai memeriksa keadaan masing masing.


Hal pertama yang ditanyakan oleh ibunya adalah keadaan mereka. Dan tentu saja ia akan waspada terhadap kultus sihir yang telah menganiayanya selama ini. Namun Tang lili menjelaskannya dengan senang hati tentang penyelamat mereka. Oleh karena itu Tang Liu bertanya siapa sebenarnya orang yang telah membantu gadis kecil ini.


"Um itu.....!!" Tang lili agak susah menjelaskannya. Dikarenakan dia tidak tau siapa nama gurunya, dan lebih parahnya dia tidak tau apa apa tentangnya. Ya memang mereka baru belum lama bertemu. Namun, kalau tidak salah. Bukankah ibu dari gurunya pernah memanggil namanya. Tang lili langsung menyadari itu.


"Oh, namanya...." Belum sempat Tang lili menyebut nama Qin Yan, seseorang langsung keluar dari semak semak. Hal itu membuat mereka bertiga kaget, karena yang keluar tidak lain adalah profesor bi. Orang yang paling mereka benci. Bahkan untuk Tang lili dan ibunya sampai gemetar karena kedatangannya.


Namun apa yang dia lakukan tidak bisa mereka percayai. Profesor gila yang begitu kejam dan licik sekarang bersujud didepan mereka dengan keadaan baik baik saja. Wajahnya pucat, dan bahkan ia membasahi celananya sendiri. Tubuhnya gemetar hebat dan untuk memandangi mereka saja, profesor sudah ketakutan setengah mati. Seperti mereka adalah sumber ketakutannya.


"Tang wui! Aku akui, selama ini aku sudah bersalah padamu! A-aku mohon! Tolong ampuni aku..." Profesor dengan wajah panik bahkan hendak mencium kaki mereka. Dia mungkin masih gila seperti biasanya, namun kali ini bukan karena ambisi atau kegilaan pada impiannya. Namun karena ketakutan yang sudah melekat ke darah daging dan akal sehatnya sudah hilang akibat penderitaan.


"Tolong aku....!" Sekali lagi ia benar benar ketakutan. Dia bahkan meminta tolong agar mereka memaafkannya supaya dirinya bisa bebas dari monster itu.


"Apa maksudmu sebenarnya?" Mereka semakin kebingungan dengan tingkahnya. Hal itu membuat profesor semakin panik. Dia langsung berpikiran kalau mereka tidak akan memaafkannya begitu mudah. Dia langsung mendekati mereka dan lebih memasang ekspresi memohon. Dia sudah seperti orang gila yang benar benar sudah kehilangan akal.


"Dengar Tang wui. Aku benar benar minta maaf padamu. Tidakkah kau ingat, aku menghidupi putrimu dengan baik. Kau tidak ingat itu! Hah?" Profesor langsung memegangi kedua bahu ibu Tang lili dengan wajahnya yang cukup mengerikan. Namun tiba tiba dia langsung mendapat hempasan dari benang yang tajam.


"Jangan sentuh ibuku!" Tang Liu menatapnya dengan tajam, sementara ibunya masih diam karena bingung.


"Aku mohon maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku." Perkataan profesor selalu berulang ulang, bahkan jika itu Tang Liu juga akan merasa aneh. Seorang tingkat Kaisar, akan jadi seperti ini? Ini adalah hal yang mustahil.


Kemudian naluri Tang Liu langsung merasakannya. Dia berbalik ke arah semak semak dengan wajah dingin.


"Mau berapa lama kau berada disana. Cepat keluar!"


Qin Yan yang ada disana tersenyum. Lalu keluar dari sana diikuti dengan ibunya. Meninggalkan mayat mayat anak buah profesor yang tergeletak tanpa dilihat siapa pun. Tapi Qin Yan kembali memakai kerudungnya hingga wajahnya kembali tertutupi. Lalu mereka sampai dihadapan Tang Liu dan ibunya.


"Hiiiyyy....!!" Profesor Bi langsung melarikan diri ketakutan. Tang Liu dan ibunya akhirnya mengerti, siapa orang yang membuat profesor Bi menjadi seperti itu.


"Guru!!" Tang lili langsung menuju kearah Qin Yan dengan wajah ceria. Memeluknya dan memegang tangannya.


"Kakak, ibu. Ini guru, dialah yang telah menyelamatkan kita." Senyum gadis itu. Ibunya membungkuk dan berterima kasih atas kebaikannya Qin Yan. Tapi Tang Liu malah menatap Qin Yan dengan mata menyipit. Dia sangat mencurigai sosok misterius ini. Baginya, orang yang identitasnya tidak diketahui namun membantu tanpa syarat justru mempunyai maksud lain. Dan tentu tidak heran jika itu terjadi. Dengan tubuh racun dan keistimewaan yang mereka miliki, siapapun pasti akan menginginkan mereka. Tang Liu tidak terkejut jika ada hal seperti itu.


"Siapa kau?" Delapan tombak kaki laba laba Tang Liu bangkit. Dan mengancam kedepan.


"Kakak! Dia guru..."


"Diam dulu Lili, kita tidak tau dia siapa?" Dengan peringatan Tang Liu, Tang lili gadis itu jadi terdiam. Meskipun wajahnya menunjukan kekhawatiran, namun dia tidak melawan. Dalam keadaan ini, dia masih linlung, gurunya telah menyelamatkan mereka namun perkataan saudarinya juga ada benarnya. Tapi yang terpenting itu adalah cara menenangkan kakaknya.


Melihat ekspresi mereka, Qin Yan tersenyum tipis. Terbelit sebuah pemikiran untuk mempermainkan mereka. Ia tak sabar memberi mereka kejutan, jika di pikir pikir juga, membuka kerudung ini dengan mudah tidaklah mengasikan. Memikirkan itu, senyum Qin Yan langsung melebar.


Tang Liu jelas melihat seringai itu. Amarah yang langsung terlihat diwajahnya karena mengira dugaannya benar. Pria ini memang mempunyai maksud tersembunyi. Setelah lolos dari sarang macan kini mereka harus masuk ke lubang buaya.


"Sudah kuduga, Sialan! Kau ternyata memang punya maksud tersembunyi!" Tang Liu langsung menyerang. Jaringnya yang beracun, kaki tombaknya yang menari. Semuanya ia kerahkan untuk melawan Qin Yan. Namun sekeras apapun ia menyerang, ia tidak bisa mengenai Qin Yan. Ini membuatnya kewalahan.


Ibu Qin Yan memilih mundur, Tang lili menunjukan wajah panik, dan ibu Tang Liu menutup mulutnya karena terkejut.


"Hap! Hap!" Tang Liu terus menyerang, menggunakan semua skill, teknik, bahkan kekuatannya. Segala cara ia keluarkan, namun dia masih tidak bisa menyentuh Qin Yan. Qin Yan dengan mudah menghindari itu bahkan kedua tangannya berada dibelakang. Ini membuat Tang Liu semakin kesal. Ia menambah kekuatannya ke tingkat yang lebih ekstrim.


"Wosh" Gerakannya semakin cepat, kapasitas jaring beracun semakin banyak. Hampir semua tidak ada celah, dalam wilayah puluhan meter, semuanya dipenuhi jaring sampai ketinggian yang cukup tinggi. Qin Yan akhirnya terjebak didalamnya.


"Hum..." Tang Liu akhirnya tersenyum, tidak ada jalan bagi pria itu untuk keluar.


Namun sesuatu tak terduga terjadi. Pria yang dikiranya Tang Liu sudah terjebak, malah berjalan santai menembus jaring jaringnya. Tidak ada yang mengenainya, jaringnya tidak berpengaruh apa apa padanya. Seolah Qin Yan adalah tubuh kosong seperti udara.


Tang Liu tercengang. Ia tahu skill ini. Dan dia tau betul itu milik siapa. Dalam keadaan itu, tubuh Tang Liu bergetar dengan menahan air mata. Dia tidak mundur ketika pria itu maju. Dia terus menunggu dan tetap berdiri disana. Sampai akhirnya, ketika sudah berada dihadapannya. Pandangan Tang Liu berada diwajah Qin Yan yang cukup tinggi baginya. Wajah itu, Tang Liu ingin sekali melihatnya setelah cukup lama. Selama tiga bulan ini dia benar benar sangat tersiksa dengan berita kematian pria itu. Dan sekarang dia berdiri dihadapannya.


Wajahnya masih tertutupi kerudung, tapi Tang Liu berharap kalau itu adalah Qin Yan. Namun disaat yang sama ia sangat marah hingga tak ingin melihat wajahnya. Baginya kematian tiga bulan yang lalu merupakan kesalahan terbesar bagi Qin Yan. Dia tidak tau seberapa menderitanya selama ini.


Gadis itu memalingkan wajahnya sejenak, air matanya tidak bisa lagi ia tahan, namun ia berusaha menyekanya.


Tatapan Qin Yan dibalik kerudung menjadi lembut. Baginya, Tang Liu seperti adiknya sendiri. Melihat nya menangis membuat rasa bersalah dihatinya semakin dalam. Apa yang di alami selama tiga bulan ini pasti sangat berat baginya.


Perlahan tangan Qin Yan akhirnya membuka kerudungnya sendiri. Terlihat senyum lembut menatap Tang Liu penuh kasih sayang.


"Maafkan aku. Aku tak ijin padamu yah, waktu itu."


Mata Tang Liu membesar, suara itu... Suara yang dia kenal, dia selalu merindukan suara itu. Dia berharap agar suara itu kembali terdengar. Tangannya mengepal, dan ia menutup mata. Ia menggertakan gigi karena kekesalannya, pada akhirnya dia tak bisa melakukannya. Dia akhirnya menatap Qin Yan, melihat wajah itu. Rasanya, kehidupan kembali pada hidupnya. Tang Liu tak bisa menahan tangis, dan ia langsung masuk kedalam dekapan Qin Yan.


"Bodoh! Kenapa kau membuat kami khawatir. Kau bahkan tidak ijin padaku. Kenapa kau sembarangan pergi begitu saja? Kenapa? Taukah kau, bagaimana perasaan kami?" Tang Liu menangis sembari memukul dada Qin Yan dengan pelan. Sembari ia mengingat wajah wajah teman temannya yang waktu terlihat sangat kehilangan. Lin Fin yang terus mengurung diri dikamarnya, wajah Xie Xie yang biasanya ceria menjadi kosong, Xiu Xiu yang selalu tak makan hingga berhari hari. Bahkan untuk yang lainnya tidak mempunyai semangat lagi.


Terlebih lagi, beberapa kekasih Qin yan. Dia melihat wajah mereka yang menderita. Qiu er yang terciduk hendak bunuh diri, QingZhu yang terus menerus berdiri ditepi jurang sambil berdoa. Ada juga yang langsung menjadi bodoh, yakni Yunzhi yang menderita trauma berat akibat perang itu dan membuatnya nyaris kehilangan akal. Dan terakhir Zue er, gadis itu memilih untuk mengurung dan tidak makan atau minum selama beberapa hari. Kondisi mereka begitu memprihatinkan. Kabar kabar mereka menyebar begitu cepat hingga dia tentu mendengar kabar tersebut.


Hanya karena pria ini, kemenangan perang yang sebenarnya sangat meriah, malah berbanding terbalik dari yang diharapkan.


"Kau benar benar bajingan!" Rengek Tang Liu sekali lagi. Qin Yan hanya diam tidak menjawab. Dia hanya memegangi punggung gadis itu dan membenamkan kepala Tang Liu ke dadanya.


Sementara Tang lili dan ibunya hampir tidak mempercayai itu. Beberapa saat yang lalu mereka bertarung, tapi sekarang apa yang terjadi setelah pria itu membuka kerudungnya benar benar membuat mereka tercengang. Lebih lebih Tang Lili, gadis kecil itu tidak menyangka kalau kakaknya mengenal gurunya. Terlebih lagi mereka seperti sepasang kekasih, ini membuat Tang lili agak iri pada kakaknya.


Beberapa saat kemudian..


"Jadi seperti itu, kalian berdua saling mengenal." Ibu Tang Liu tersenyum lembut pada Qin Yan.


Setelah mereka berpindah tempat, dimana profesor sudah melarikan diri. Qin Yan memimpin mereka pergi ke bagian hutan dan mencari tempat yang tepat karena hari sudah gelap. Kebetulan mereka bertemu dengan beberapa babi hutan hingga saat ini tengah menikmati panggangan lezat daging bakar buatan ibu Qin Yan.


"Ya. Tang Liu sudah seperti adikku sendiri. Dia juga rekan timku yang luar biasa. Tang Liu adalah gadis kuat yang tidak sengaja kutemukan di kerajaan Tian lei."


Ibu Tang Liu terdiam mendengarnya. Tapi, seperti ekspresi rindu dan sedih juga terpaut diwajahnya


"Begitu yah. Kau menemukannya dikerajaan Tian lei. Apa kau kenal pria yang bernama Qian Le?" Tanya ibu Tang Liu. Qin Yan dan Tang Liu bingung, tapi berbeda dengan ibu Qin Yan yang agak tersentak.


"Qian Le. Dia sudah lama menghilang. Tidak disangka dia bersama mu kah?"


"Ibu, mengenal dia?" Tanya Qin Yan dengan heran. Ibunya mengangguk.


"Yah, dia adik ayahmu."


Kali ini ibu Tang Liu yang malah tersentak.


"Berarti kau.... istri Qian ji?"


"Ya."


Tang Liu dan Qin Yan jadi tercengang. Tunggu! ayah mereka bersaudara? Qin Yan dan Tang Liu saling memandangi.


"Tunggu ibu? Bisakah ceritakan dulu beberapa hal?" Qin Yan langsung bertanya, Tang Liu juga memasang raut terkejut. Ibu Tang Liu dan ibu Qin Yan tersenyum lucu.


"Ya. Qin Yan. Qian Le dan ayahmu adalah kakak beradik. Semenjak ayahmu di angkat menjadi pewaris, Qian Le pergi untuk berpetualang."


Ibu Tang Liu juga melanjutkan.


"Saat itu kami bertemu dihutan West beast. Aku yang saat itu adalah penguasa hutan di wilayah itu. Dan ayahmu adalah pendekar yang datang ke wilayahku."


Penguasa hutan? Berarti ibu Tang Liu ini adalah seorang beast? Qin Yan langsung mengerti. Itulah mengapa ia ragu untuk menyembuhkannya tadi. Ternyata dia sama seperti Medusa, ibu Tang Liu juga adalah beast Laba laba malam dengan kemampuan tingkat Kaisar dan umur ratusan ribu tahun. Kalau begitu, tidak heran Tang Liu mempunyai tubuh khusus didalam tubuhnya.


Kemudian ibu Tang Liu melanjutkan ceritanya.


"Kami saling bertarung saat itu. Qian Le berada ditingkat Sage dan aku juga sedang dalam puncaknya. Tentu saja pria itu kalah, namun semangat dan tekadnya benar benar meluluhkanku untuk tidak membunuhnya. Dia bertahan hidup sendiri dihutan wilayahku, saat itu aku mengawasinya dari kejauhan. Aku mulai mengenal kegiatan dan perilaku manusia. Hubungan kami dimulai saat aku mulai menjadikannya budakku. Dia juga tidak mempunyai kekuatan menolak. Dia pun menjadi bawahanku. Hari hari yang kami lewati akhirnya terus berlanjut sampai akhirnya aku menyadari kalau aku sudah jatuh cinta dengannya. Saat itu, tepat Qian Le terluka karena perselisihan antar beast. Aku merasa kehilangan. Kami melakukan penyerangan, dan dengan kemarahan ku aku berbuat ceroboh sampai akhirnya kami pun kalah. Wilayahku dikuasai oleh beast kalajengking. Dan aku disandra disana, namun Qian Le berhasil menyelamatkanku dan kami melarikan diri hingga kekota. Kami memulai hidup baru disana. Menikah dan melahirkan putri pertama kami."


Ibu Tang Liu tersenyum lembut sambil menatap Tang Liu. Namun senyumnya tidak berlangsung lama. Setelah itu, cerita menyedihkan pun dimulai.


"Sekte racun menyadari keberadaanku dan mulai mencariku. Pada saat itu, umur Tang Liu masih berusia 6 tahun. Dan kami berusaha melarikan diri. Teman Qian Le datang membantu. Dan dia dipanggil profesor Be." baik itu Qin Yan, Tang Liu maupun Tang lili terdiam. Profesor be, siapa lagi kalau bukan psikopat gila itu. Bahkan Tang lili sampai menggertakan gigi dengan tangan terkepal. Tapi cerita ibu Tang Liu masih berlanjut.


"Dia mengatakan padaku, kalau Qian Le dan putriku telah aman ditempat lain. Aku bertarung habis habisan dengan sekte racun. Dan berakhir terluka parah. Tapi aku di tolong oleh profesor. Dia menyembunyikan keberadaanku dan mengatakan kalau aku bisa bertemu dengan mereka berdua maka aku harus membantunya. Aku pun setuju, demi agar aku bisa bertemu dengan suami dan putriku, aku akan melakukan apapun. Dia bilang padaku, jika ingin keluar tanpa diketahui sekte racun. Mereka harus menciptakan sosok pengganti, dengan kekuatan dan identitas yang hampir sama denganku. Dengan itu, maka keberadaanku akan seperti tersembunyi dibalik sosok tersebut. Aku dijadikan induk demi menciptakan sosok itu. Pada awalnya aku menolak karena ini cara yang salah. Namun, dia bilang ini adalah cara satu satunya. Aku pun tidak punya cara lain. Saat itu aku juga mengalami keadaan yang parah akibat sekte racun. Hingga bisa dibilang, aku menjadi lemah, selemah tingkat Sage. Aku tidak punya pilihan lain." Ibu Tang Liu menangis. Mengingat masa lalunya.


"Aku... pada akhirnya tau apa rencana liciknya. Tapi... dia mempunyai sesuatu yang membuatku tak bisa apa apa."


Ibu Tang Liu menunduk dengan tubuh menggigil. Baginya, hal tersebut sangat memalukan. Dia tidak pantas hidup, dia sebenarnya tidak pantas melihat wajah putrinya apalagi suaminya atas penghianatan yang dilakukannya.


Dari ceritanya, bisa disimpulkan. Tang lili lah sosok yang dimaksud. Perbedaaan cara bertahan beast dan manusia, Membuat ibu Tang Liu tidak bisa menyesuaikan diri pada masalah yang dialaminya dan dimanfaatkan oleh profesor dengan semena mena. Tang lili dengan kekuatan langka dan kemampuan unik dalam legenda pastinya sangat membuat profesor tergila gila. Ini membuat profesor semakin gila akan mencapai ambisinya.


"Profesor Be adalah bagian dari sekte racun yang memperdagangkan sel dan bahan untuk percobaan manusia perubahan iblis." Ibu Qin Yan pun berbicara.


"Transaksi ini ada sejak 9 tahun yang lalu. Dan mereka mulai bereksperimen lalu menciptakan monster terkuat. Tidak disangka..." Ibu Qin Yan terhenti. Melihat ibu Tang Liu, dia pun tidak melanjutkan lagi. Betapa mengerikannya masa lalu wanita ini.Tang Liu langsung memeluknya dan mulai menghibur. Mengatakan bahwa ibunya tidak harus berpikiran seperti itu. Tang Liu baru bertemu dengannya setelah sekian lama. Jika dia pergi lagi maka Tang Liu tidak akan hidup lagi.


Qin Yan juga ikut berpikir, tidak disangka tragedi masa lalu mereka hampir mirip. 10 tahun yang lalu, dengan dua waktu yang berbeda. Dua keluarga menjadi korban yang incaran karena ambisi dari sekte racun. Benar benar tercela, mereka menggunakan segala cara hanya untuk ambisi mereka.


Tiga tahun yang lalu, ketika Qin Yan berada si kerajaan Tian lei. Ayah Tang Liu, Tang lei. Menceritakan bahwa dia menemukan Tang Liu dipinggiran kota yang kecil, dimana gadis itu dalam keadaan itu sangat menyedihkan. Dia menjadi pengemis dalam beberapa hari dan tidak makan. tubuh kurus dan kotor. Karena kasihan, Dia pun membawa Tang Liu pulang dan dijadikan anaknya. Dia pun tumbuh menjadi gadis yang baik, bekerja sebagai dokter dan mulai mengobati orang orang. Namun karena suatu insiden, keistimewaan didalam tubuh gadis itu bangkit dan akhirnya membunuh ayahnya sendiri tanpa disengajai.


Suasana hening setelah pembicaraan itu. Tidak diketahui dimana ayah Tang Liu yang asli, apakah dia masih hidup atau tidak. Namun suasana semakin sedih dengan melihat Ibu tang Liu yang sudah sangat terluka. Untungnya ada Tang Liu dan Ibu Qin Yan berusaha menghibur wanita itu. Sementara Tang Liu memeluk ibunya, sekali lagi Tang lili merasa bukan bagian anggota keluarga diantara mereka berdua. Dia memilih menjauh dengan wajah sedih, sepertinya gadis ini telah mengerti inti dari cerita itu. Bahwa dialah sebab dari semua penderitaan ibu dan kakaknya. Qin Yan melihat itu, dia berpikir sepertinya gadis ini terlebih dahulu harus melepaskan rasa bersalah tersebut. Qin Yan diam diam mendekat, lalu dengan sengaja mendorong gadis itu hingga dia pun tak sengaja ikut memeluk ibunya.


Tang lili awalnya kaget, namun saat mendapat belaian tangan ibu yang lembut. Gadis itu pun ikut menangis.


Karena tak ingin mengganggu waktu mereka, Qin Yan keluar. ibunya tidak mengikuti.


Kira kira dimana profesor saat ini. Apapun yang terjadi, pria itu harus mati.


Saat ini, profesor masih melarikan diri sekuat tenaga. Ketika melihat sebuah perbatasan kota, hatinya lega. Dia akhirnya bisa melarikan diri. Sedikit lagi, sedikit lagi maka ia dapat sembunyi dikota itu.


Namun disaat yang sama, ia merasakan tatapan dingin dengan aura mematikan. Profesor langsung ketakutan. Kini kejar kejaran antara korban dan psikopat nyata akhirnya dimulai. Qin Yan tidak terlalu serius mengejarnya, hanya mempermainkan pria ini. Namun kejar kejaran ini rasanya sangat menyenangkan. Ketika melihat psikopat gila yang sudah banyak kali menguliti, menyiksa, membunuh perlahan kini lari ketakutan karena psikopat lain, ini membuat hati siapapun pasti benar benar terhibur. Anggap saja sebagai balasan yang telah dia lakukan selama ini.


Bagaimana pun juga, tidak lepas dari apa yang dia lakukan. Pria ini telah berani menyekap ibunya didalam tahanan goa itu. Jika ditambah dengan dosa yang dia lakukan pada wanita bersuami. Kematiannya tetaplah tidak mudah.