
"Akhirnya kau keluar juga yah, bajingan mesum. Hari ini, aku menantangmu bertarung. Jika kau kalah, aku akan membunuhmu, bebas dari hukum apapun."
Perkataan Tang Xinglian menggelegar ditelinga semua orang. Xiu Xiu bangkit berdiri dengan ekspresi dingin. Menatap gadis itu.
Meskipun kemarahan gadis itu mencapai puncaknya, namun pada akhirnya ia tetap pulang dengan kekalahannya hari ini.
*******
Paginya. pertarungan akhir.
Enam kerajaan berdiri dengan rapi dilapangan yang sama ketika bertarung. Land of heaven, yang terbentang dengan banyaknya penonton.
Kerajaan Sunmoon, kerajaan Busur surgawi, kerajaan Zhongtian, kerajaan Great Blaze, kerajaan Glasier, dan kerajaan Wanshou. Masing masing dipimpin oleh peserta peserta yang kuat. Qin Yan, Zhou Weisi, Gei Sha, Ling Qingzhu, Gu yimbing dan Zhou yuzeng.
Weiqing berdiri dihadapan mereka semua. Ia berdehem sejenak sebelum berpidato.
"Aku mengucapkan selamat bagi yang kalian telah berhasil sampai ketahap ini. Semua kerja keras kalian, tekad dan kemenangan adalah bukti nyata kalau kalian benar benar pantas menyandang kehormatan. Kemampuan bertarung kalian membuat kalian layak untuk masuk kedalam babak final ini. Dengan segala kehormatan, nama kalian akan terpampang di papan nama teratas. Agar nanti kelak, saat generasi berikutnya ikut dalam turnamen berikutnya, mereka bisa melihat nama kalian yang terpatri dalam sejarah turnamen antar kerajaan. Turnamen terbaik yang hanya diadakan tiga tahun sekali di benua elemen. Kalian, adalah generasi muda yang paling berbakat ditahun ini. Aku Zhou weiqing, dengan ini akan menjelaskan ujian yang akan kalian jalani saat dibabak final ini."
Setelah perkataan Weiqing. Sangguan Tianyang datang membawa sebuah cermin. Cermin itu dihubungkan dengan sebuah formasi, hingga cermin itu terlihat hidup.
"Ini adalah cermin dunia spasial. Didalamnya akan menjadi tempat bertarung bagi kalian. Dalam ujian ini, kalian akan diberikan token kepemilikan. Kalian bisa menggunakan token itu jika kalian sudah menyerah, dengan cara memecahkannya. Didalam dunia spasial ini, tersedia beberapa ujian berbahaya yang nanti akan kalian hadapi. Hanya satu orang yang akan menjadi peserta terbaik. Siapa pun yang bisa mengumpulkan bendera terbanyak. Dialah pemenangnya. ada 100 bendera tersedia di berbagai tempat. kalian akan mengumpulkan bendera-bendera itu dalam kurung waktu yang sudah ditentukan. dalam kompetisi ini, kalian bebas melakukan apapun. bekerjasama, saling bertarung atau saling memperebutkan bendera. tidak ada batasan. tapi kalian harus ingat, jika kalian tidak mampu untuk bertarung, lebih baik kalian memecahkan token yang kami berikan. kami akan menyelamatkan kalian di waktu yang tepat."
Qin Yan mengangguk mengerti mendengar penjelasan Weiqing. Setelah itu, para peserta diberi masing masing satu token berwarna merah. Sebuah token seperti papan nama yang ditempelkan didada peserta.
Qin Yan memandangi token itu, semua orang mempunyai token yang sama. Hanya saja, nama merekalah yang membedakan.
"Baiklah, kalian dipersilahkan masuk." Wasit pun membimbing para peserta masuk kedalam satu persatu. Sebelum masuk, Qin Yan berbalik pada para master yang tengah duduk disana. Yao Chen, pria itu diam diam mengangguk pada Qin Yan. Kemungkinan besar, ketika mereka melaksanakan ujian. Perang akan terjadi.
Akhirnya, Qin Yan masuk kedalam cermin. Qin Yan disambut oleh cahaya terang yang menyilaukan mata. Setelah beberapa saat, ia langsung berada disebuah hutan.
'Jadi ini tempat ujiannya.' Qin Yan memilih untuk mencari pohon tertinggi. Kemudian berdiri dipuncaknya. Dan memandangi pemandangan hutan ini.
Terlihat wilayah hutan ini sangat luas. Ada beberapa pulau kecil yang terapung melayang diatas sana. Qin Yan mengaktifkan mata merahnya. Seketika, penglihatan Qin Yan meluas hingga beberapa ribu mil.
Sangat luas, dan Qin Yan melihat beberapa peserta dari tempat berbeda.
Hanya saja, ada sebuah kekuatan misterius yang menghalangi pandangannya untuk melihat beberapa tempat tertentu. sesuai dugaan, tempat ini tidak seperti yang terlihat. Ada beberapa beast yang kuat didalamnya.
Diluar cermin. Para master berada diaula. Mereka tidak berada diatas mimbar Land of heaven. Bisa dibilang, dalam pertarungan final ini. Tidak ada penonton yang bersorak menyaksikan kehebatan para peserta.
Sebuah layar muncul didepan mereka. Dan mereka menggunakannya untuk mengawasi para peserta.
"Dalam kompetisi ini, sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Qin Yan lah yang akan memenangkannya." Gumam Yan Qinying dengan lesu.
"Hei hei, jangan terlalu cepat menyimpulkan. Meskipun dia kuat, tapi jangan meremehkan generasi emas kami. Aku yakin, Weisi ku pasti bisa menjadi yang teratas." Weiqing mulai menyombongkan putranya. Meskipun ia tahu, kalau Qin Yan lah yang akan mendominasi. Tapi, suasananya terlihat agak tidak seru jika sang pemenang sudah ditentukan oleh orang yang mereka kenal. Apalagi Qin Yan pernah melawan mereka semua selama ini.
"Cih, kalau berbicara tentang Weisi. Maka aku akan mengatakannya padamu. Muridku Zhang lizian juga bukan anak sembarangan. Dia juga tidak bisa diremehkan."
"Hahaha... Kau tidak perlu menyombongkannya pak tua. Dia tidak lebih kuat dari putraku."
"Bah, kau selalu saja menyombongkan anakmu Weiqing."
Keduanya saling berdebat satu sama lain. Sementara Chu yuechan sang ratu es, hanya duduk dengan acuh tak acuh dengan situasi ini.
'Percuma kalian membanggakan generasi emas kalian. Didepan anak itu, mereka tidak ada apa apanya.'
Disisi lain, Chi Tae. Hanya menikmati minuman yang sudah disediakan . Senyum licik terpancar dibibirnya. Beberapa saat yang lalu, lord mereka merasuki salah satu muridnya dari kerajaan Great Blaze. Dan anak itu sekarang ikut dalam kompetisi bersama. Bisa dibilang, yang mengikuti kompetisinya bukanlah para muridnya. Melainkan seorang iblis yang ingin membunuh Qin Yan dengan tangannya sendiri.
layar berganti menampilkan Qin Yan yang tengah duduk diatas pohon. Para master dengan semangat memperhatikan gerak gerik anak itu.
Setelah mengamati pemandangan hutan, Qin Yan segera turun. Menuju kedepan. Melompat dari pohon ke pohon. Banyak beast yang terlihat disekitarnya, namun kekuatan mereka terlalu lemah hingga Qin Yan pun malas berurusan dengan mereka.
Tatapan Qin Yan fokus menuju ke depan, . Berbicara tentang tim, Qin Yan belum tahu bagaimana keadaan mereka. Mungkin setelah beberapa hari, ia bisa bertemu dengan Lin Fin dan yang lainnya.
Tiba tiba pendengaran Qin Yan merasakan sebuah bahaya. Qin Yan menolah kesamping, dan benar saja. Sebuah siulet misterius menyerangnya secara tiba tiba dari samping.
"Ptank" Qin Yan menangkis serangan siulet itu.
Ia pun mundur, mewaspadai siulet itu. Dan ternyata, sosok gadis cantik tengah berdiri didepannya. Mata Qin Yan terbelalak kaget.
ini....
Ini...
Hati Qin Yan berdegub kencang. Sosok gadis didepannya mempunyai rambut pirang panjang, dengan mata ungunya yang dingin menatap Qin Yan. Mata ungu itu, dulu menatap Qin Yan dengan penuh kelembutan dikehidupan sebelumnya.
'Zu-zue er!' Qin Yan langsung terpana untuk sesaat. Sementara gadis didepannya, keningnya agak berkerut. Ia pun menggertakan gigi dan kembali menyerang Qin Yan.
"Ptank ptank" Bentrokan antara senjata Qin Yan dan gadis itu terdengar nyaring. Qin Yan selalu menghindar dan menangkis. tapi gadis ini, rasanya dia sangat membencinya. Serangan yang ditujukan bukan sekedar untuk mengetes kemampuan lawan. Melainkan terasa seperti ingin membunuh.
"Tunggu dulu." Qin Yan mundur hingga kecabang pohon.
"Ada apa ini? Nona, apa aku pernah mengganggumu?"
Gadis itu tidak menjawab, wajahnya gelap. Dan tanpa ragu menyerang Qin Yan lagi.
Dahan pohon terpotong akibat serangan Zue er. Sementara Qin Yan memilih lompat dan mendarat ketanah. Dari atas Zue er kembali menerjang Qin Yan lagi dengan pedangnya.
"Ptank" Qin Yan memiringkan pisaunya untuk menangkis. Keduanya sama sama bertahan. Qin Yan menatap mata gadis itu yang dipenuhi kebencian. Qin Yan pun semakin bingung.
Keduanya pun mundur, tak sampai disitu. Gadis itu kembali menyerang.
"Ptank ptank ptank"
Hingga akhirnya, disaat Qin Yan mendapat celah. Ia langsung menangkap tangan gadis itu. Memutarnya dan menekannya dipohon hingga gadis itu tak bisa bergerak.
"Sebenarnya ada apa ini? Aku tidak mengerti mengapa kau menyerangku, sebaiknya kau katakan dulu alasannya." Ucap Qin Yan dengan dingin. Ia tak berani melukai gadis ini, apalagi dia adalah istrinya dikehidupan yang lalu.
Zue er tak menjawab, ia meronta ronta melepaskan diri. Tapi Qin Yan tidak membiarkannya begitu saja. Hingga akhirnya, hiasan rambut yang dipakai gadis itu berkilau memancarkan cahaya. Mata Qin Yan menjadi silau.
"Ukh..." Terpaksa Qin Yan menutupi matanya. Rupanya Gadis itu memanfaatkan situasi dengan menendang perut Qin Yan.
Qin Yan terpental kebelakang. Dan gadis itu langsung melarikan diri. Qin Yan juga tidak mengejarnya, dia hanya diam disana. Sambil menggelengkan kepala, ia pun berdiri. Membersihkan pakaiannya.
Qin Yan menghela napas sejenak lalu kembali menggunakan deteksi mental. Ia melihat, ada sebuah goa tidak jauh dari tempatnya. Dan sepasang mata ganas tengah memperhatikan mereka dari dalam goa itu.
'Akhirnya aku menemukan satu.' Qin Yan tersenyum tipis. Ia pun menuju kesana.
Tidak jauh dari tempat Qin Yan berdiri. Zue er bersembunyi dibalik pohon. Ia memegangi pergelangan tangannya yang tadi dipegang oleh Qin Yan, pergelangan tangan itu mempunyai tanda merah. Dan jujur, itu cukup sakit. Gadis itu tentu bisa menyembuhkannya. Namun wajah gadis itu menunjukan sebuah kesedihan. Mengingat malam itu, disaat Qin Yan bercinta dengan wanita lain didepan mata kepalanya sendiri.
Ia benar benar bingung, mengapa ia bisa jatuh cinta pada orang yang seperti itu. Dan hal yang tidak ia mengerti, anak itu terus muncul didalam mimpinya bahkan sebelum mereka bertemu. Sebenarnya apa yang terjadi?
Menekan kebenciannya lebih jauh, gadis itu pergi mengikuti Qin Yan dari belakang. Pikirannya benar benar bertolak belakang dengan hatinya.