
"Apa yang terjadi di atas sana, kenapa lama sekali?" Tang Liu yang tengah menyipitkan matanya melirik ke atas. Setelah Xie Xie naik keatas, batu yang mereka hentikan tadi tiba tiba ditarik kembali. Lalu terdengar suara dentuman yang membuat tebing bergetar. Tapi setelah itu, suasana langsung menjadi hening. Hening, hening sekali.
Rupanya, situasi diatas begitu mengerikan. Semua orang yang ada disana dibantai dengan kejam. Darah dan gumpalan daging berserakan. Tidak ada lagi yang tersisa dari kelompok bandit yang berniat untuk merampok Qin Yan dan lainnya. Hanya tersisa Xie Xie dengan wajah marah dan benci menatap mereka berdua. Si pria berkacamata tengah mengelap tangannya yang berlumuran darah, karena dialah yang membunuh mereka semua. Tapi tatapan benci Xie Xie lebih tertuju pada pria pucat didepannya.
"Dasar gila!" Kutuknya dengan menggertakan gigi.
"Hah? Astaga. Kenapa kau mengutuk ku karena bedebah rendah seperti mereka? Mereka bahkan ingin mencelakai kalian, lagian, mati pun nyawa mereka tidak begitu berharga. Setidaknya, tidak ada yang menganggu kita disini. Aku ingin lihat Xie Xie, 10 tahun. Seberapa banyak kau meningkat selama sepuluh tahun ini." Pria pucat itu tersenyum. sisik sisik memenuhi kulitnya. Sisik tersebut sangat keras, namun tubuhnya begitu elastis bagaikan ular.
"Mari kita lihat! Seberapa kuat kau Xie Xie!" Pria itu melesat kencang. Xie Xie menunggu dengan tenang ditempatnya.
Qin Yan yang berada dibawah melihat semua itu. Xie Xie tengah bertarung melawan dua orang sekaligus.
"Tampaknya ada yang kalian kenal datang menyapa."
"Apa? Yang kami kenal? Siapa?" Kening Xiu Xiu berkerut mendengarnya.
"Entahlah, yang pasti. Kau dan Xie Xie sepertinya kenal betul dengan dia."
Mata Xiu Xiu terbelalak, dia menengok keatas tebing disana. Jejak kekhawatiran ada diwajahnya. Jika orang yang dimaksud Qin Yan tidak lain adalah orang tua itu, maka Xie Xie berada dalam bahaya. Xiu Xiu tahu, kalau Xie Xie sebenarnya sangat trauma dengan masa kecilnya. Itu semua hanya karena satu orang. Dan Xiu Xiu tahu betul siapa itu.
"Sial." Xiu Xiu melesat ke atas. Tang Liu hendak mengejarnya, namun Qin Yan menghentikannya. Ia menggelengkan kepalanya. Mengatakan pada gadis itu untuk tidak ikut campur dan memilih untuk mengamati dari bawah sini.
'Xie xie.' Xiu Xiu berhasil menyusul Xie Xie kepuncak. Dia mencari keberadaan Xie Xie, dimana? Dimana dia?
"Boom" Tiba tiba terdengar ledakan, seseorang terhempas dan berguling guling diatas tanah sampai akhirnya ia kembali berdiri. Dari debu yang mengepul, terlihat seseorang disana tengah bertahan. Seluruh tubuhnya dipenuhi aura hitam, mata pupil merah. Serta cakar dan pisau yang tajam dikedua tangannya. Itu adalah Xie Xie yang sudah memasuki perubahan iblis.
"Xie Xi....." Xiu Xiu hendak memanggilnya. Tapi ia tersentak saat melihat sosok pria pucat yang berdiri dihadapan Xie Xie.
'Di-dia...!' Mata Xiu Xiu membelalak. Pria itu juga melihatnya. Lalu tersenyum tipis.
"Oh, Xiu Xiu juga datang yah. Kebetulan sekali. Apa kau tahu bagaimana Xie Xie mempunyai perubahan iblis?"
"Apa sebenarnya mau mu!" Xiu Xiu tidak memperdulikan ucapannya. Malah membentak dengan kasar. Jejak kemarahan dan dendam atas kekejaman yang diberikan dimasa lalu membuat Xiu Xiu agak gemetar untuk melangkah.
"Hoh? Kau mulai berani membantah yah. Jangan bilang kau juga mempunyai perubahan iblis?"
Keringat bercucuran diwajah Xiu Xiu ketika melihat tatapan tamak itu. Dia kembali mengepalkan tangannya sambil menggertakan gigi.
"Ini bukan urusanmu! Jangan pernah ganggu hidup kami lagi!"
"Hah? Kenapa kalian tiba tiba seperti itu? Tidakkah kalian ingat siapa yang merawat kalian ketika masih kecil?" Pria pucat itu menanggapinya dengan nada tak rela. seolah olah dimasa lalu ia memang mempunyai kontribusi yang besar ketika merawat mereka. Layaknya seorang ibu panti yang mengasuh anak anak yang terbuang. Tapi, Xiu Xiu sama sekali tidak pernah mau berterima kasih. Karena dia sangat tahu sifat busuk pria ini. Siapa yang mau mengakui, pria yang memanfaatkan anak anak sebagai bahan eksperimennya. Membiarkan mereka mati begitu sadis ditangannya. Xiu Xiu sama sekali tidak pernah mau mengakui pria ini sebagai pengasuhnya sewaktu kecil. Dia lebih senang ketika menyebutnya sebagai penipu.
"Kau itu hanyalah bajingan tidak tau diri yang terobsesi akan impian gila mu itu!"
Xiu Xiu mulai mengeluarkan butiran pasir miliknya. Lalu menyerang kearah pria pucat itu. Namun, sayangnya. Pasir Xiu Xiu dengan mudah dihentikan. Pria pucat itu tersenyum licik padanya.
"Xiu Xiu, apa kau tidak lupa? Akulah yang mengetahui semua tentang kekuatan kalian." Pasir Xiu Xiu seketika hancur. Aura hijau dari tubuh pria itu bangkit.
'Bahaya!' Xiu Xiu langsung merasakan bahaya yang tinggi. Keringatnya bercucuran, dan benar saja. Pria pucat itu telah sampai dihadapannya secepat kilat. Tangannya mengeluarkan aura energi yang kuat sehingga membentuk pisau energi yang tajam.
"Ptank" Rupanya Xie Xie datang menghentikan penyerangnya. Xiu Xiu tak melepaskan kesempatan itu dan akhirnya menggunakan pasirnya untuk menjerat. Alhasil, ia berhasil melahap tubuh pria pucat itu. Namun disaat hendak ia menghancurkan tubuhnya, pasir Xiu Xiu sekali lagi tiba tiba dihancurkan. Pria pucat itu mundur dibelakang.
"Rupanya kalian tidak mudah untuk dihadapan yah." Tatapan pria pucat itu menjadi lebih tajam.
"Master Fan, haruskah aku membantu?" Pria berkacamata dibelakang maju, namun dihentikan oleh tangan pria itu yang naik keatas. Memberi tahukan padanya untuk jangan melakukan apapun.
"Jangan ikut campur. Ini adalah pertarungan ku. Tidak disangka, mereka akan meningkat secepat ini dari pada yang kukira. Mereka melampaui ekspetasiku." Mendengar perkataan masternya, pria berkacamata dibelakang akhirnya mundur dan sama sekali tidak ikut campur.
Cincin perak pun bangkit, pria pucat itu menggigit ibu jarinya sampai terluka. Darah pun mengalir. Namun bukan itu saja yang terjadi. Tangannya tiba tiba dipenuhi urat urat yang membengkak. Otot pun bangkit, tangannya ikut membengkak hingga kain bajunya sobek. Matanya berubah menjadi kuning dimana pupil mata ular tercipta. Satu tanduk muncul didahinya. Napasnya memburu dengan asap putih yang jelas. Setelah itu, aura dominan pun tercipta. Avatar pun bangkit. Sebuah proyeksi ular putih muncul diatasnya diikuti dengan domain yang begitu menekan.
Pria berkacamata mata dibelakang hanya diam tak mengatakan apapun. Namun dalam hatinya ia sangat bersemangat menonton pertarungan ini. Apalagi ketika melihat masternya mengeluarkan jati dirinya yang sebenarnya. Lebih membuatnya antusias.
'Ku dengar master Fin merupakan orang terkuat di keluarga ular putih. Tidak kusangka dia memang sekuat ini. Aku hanya mengira kalau dia selama ini hanya memiliki kecerdasan yang yang luar biasa. Siapa sangka dia juga sangat kuat.'
Melihat aura mencekam dari pria yang membuat mereka trauma dimasa lalu. Xiu Xiu dan Xie Xie tidak bergidik sedikit pun dari tempat mereka.
Ada rasa takut karena trauma, namun ada juga rasa benci dan dendam. Pada akhirnya keinginan mereka hanya satu, yaitu membunuh orang didepan mereka ini. Seseorang yang sangat kejam seperti ini, harus dibunuh. Orang yang dengan mudahnya mempermainkan nyawa dan kehidupan anak anak tidak pantas dibiarkan untuk hidup.
Pria pucat itu juga melihat kebencian Dimata mereka berdua. Ia pun tersenyum sinis.
"Kulihat kalian begitu semangat. Sepertinya pertarungan ini akan sangat luar biasa."
Pria pucat itu yang awalnya begitu percaya diri tiba tiba berkerut. Tangan kanan Xiu Xiu berubah menjadi tangan pasir raksasa bercakar tajam. Dia dan Xie Xie juga memasuki perubahan iblis. Dia juga bersiap untuk bertarung. Xie Xie maju tepat disamping Xiu Xiu. Matanya tidak melirik kemana pun selain lawan didepan mereka. Ekspresi tenang dan serius.
"Kak, aku sudah siap. Bagaimana denganmu?"
Tatapan Xiu Xiu juga seperti itu. Dingin dan kejam.
"Ya. Aku juga sudah siap. Mari kita bunuh bajingan ini."