
Sore hari.
Orang orang dari kota Genhuo berdatangan menuju arena kompetisi pertarungan keluarga Xiu. Begitu ramai, hingga tempat duduk para penonton hampir tidak bisa menaungi mereka.
"Wah, ramai juga tempatnya disini?" Tang lili berseru kagum saat masuk kedalam. Memang Qin Yan juga mengakuinya, tempat ini cukup ramai untuk sebuah kompetisi kecil. Mungkin disini jarang sekali ada kompetisi, makanya sekali dimulai maka orang orang akan terus berdatangan.
"Ayo kita cari tempat duduk." Mereka pun pergi menuju tempat duduk para penonton.
Ketika tengah berjalan didalam kerumunan. Mereka tidak sadar melewati peserta dari kerajaan Angin barat yang mengikuti kompetisi beberapa bulan yang lalu. Salah satunya adalah Song huan. Gadis manis berprofesi sebagai master kondolisasi. Dan temannya yang termasuk juga dalam peserta akademi kemarin.
Sekedar informasi saja. Song huan ternyata adalah putri kedua dari raja dan ratu kerajaan Angin barat. Dia mempunyai elemen angin dan spasial sebagai keunggulannya. Lalu empat orang temannya, termasuk Chun Hyun. Pria yang mengejar ngejar Xiu lan (adik Xiu Xiu yang mati di bunuh Mong yi sewaktu kompetisi di kota surga), pengguna tongkat terbaik dikerajaan ini juga ikut menonton kompetisi ini. Kemudian Mon Jung, anak laki laki dari keluarga pemelihara beast. Salah satu keluarga bangsawan cukup terkenal dikerajaan angin barat. Dia juga menghadiri kompetisi dengan membawa anjing peliharaannya. Dan terakhir, Hui ju. Seorang pengguna serangga, keluarganya juga merupakan keluarga bangsawan. Orang keempat merupakan pengawal pribadi song huan sendiri.
Sayangnya, meski begitu. Mereka tetap kalah saat kompetisi antar kerajaan di kota Surga. Itu dikarenakan, ada lebih banyak keluarga bangsawan dari seluruh benua. Dan tentunya, anak istimewa yang sebanding dengan mereka juga tidak sedikit didalam kompetisi tersebut.
Begitulah kehidupan dibenua ini. Orang kuat hanya bisa berkuasa di wilayah mereka sendiri. Tapi jika pergi di wilayah lain, mereka akan berpikir dua kali untuk bersikap sombong. Meski begitu, keluarga bangsawan tetaplah keluarga bangsawan. Orang orang biasa akan takut terhadap mereka.
Saat mereka tengah saling melewati. Song huan tidak sengaja melihat Qin Yan. Dia terhenti, berbalik ke arah Qin Yan yang tidak berhenti berjalan.
"Ada apa tuan putri?" Tanya pengawal pribadinya.
"Tidak, mungkin aku salah lihat." Song huan menggelengkan kepala. Mana mungkin ia melihat pria itu disini. Pada saat peperangan di kota surga, ia terpana melihat seorang pria seumuran adiknya melawan pasukan musuh sendirian. Dia sangat kuat bahkan lebih kuat dari dua belas master sekte. Dia orang yang membunuh empat master dari sekte pemberontak. Dialah orang yang menyelamatkan mereka dari serangan sosok yang sangat kuat. Dialah juga kunci kemenangan waktu itu. Tapi, dia sudah mati. Tidak mungkin hidup kembali. Jika itu terjadi, maka dia sudah melampaui dewa.
Song huan akhirnya melanjutkan jalan mereka untuk mencari tempat duduk yang kosong.
Kompetisi pun akhirnya di mulai. Beberapa tetua dari keluarga Xiu menduduki masing masing kursi terhormat mereka.
Diantara mereka, ada satu pria paruh baya berambut jingga. Menggunakan mantel ala bangsawan, dan duduk di temani satu istri. Hanya saja, dia bukan patriak. Kursi patriak saat ini kosong dan tidak ditempati. Dan pria paruh baya itu duduk dibagian kiri. Sementara dibagian kanan, terdapat seorang wanita paruh baya yang duduk dengan ekspresi kuyuh. Dia seperti wanita yang sudah kehilangan jiwanya.
Jika tidak salah, dia seharusnya ibu Xiu lan. Istri dari sang patriak. Dan disamping kiri, siapa lagi kalau bukan adik dari patriak.
Dari delapan tetua, mereka semua sudah tua dan penuh janggut. Namun terlihat jelas, bahwa para tetua ini juga berada di pihak berbeda.
Ini mungkin diakibatkan oleh perebutan kedudukan patriak kali ini. Dan mereka pasti juga mendukung masing masing calon pewaris.
Saat ini, adik dari patriak memberikan pidato kecil didepan sana. Menjelaskan bahwa alasan mengadakan kompetisinya ini karena ingin membuktikan, siapa yang akan menjadi Patriak baru dalam keluarga ini.
Diantara keturunan muda keluarga Xiu. Ada beberapa calon yang akan menjadi Patriak. Namun, jika dilihat lihat. Mereka tidak bersaing, terlihat sebenarnya hanya satu orang bos dari beberapa anak itu. Anak berambut kuning pucat, dengan mantel hitam dan mata yang tajam. Dia terlihat mencolok. Dan seharusnya, dialah calon sebenarnya dari pewaris.
Sekali dilihat pun Qin Yan mengerti. Beberapa calon itu memang tidak bersaing. Tapi, sedang bekerja sama untuk sesuatu. Seharusnya itu untuk mendukung pemuda berambut kuning itu.
Kemudian, satu pemuda naik ke atas arena. Dia cuma sendiri. Berhadapan dengan beberapa pemuda yang dianggap calon pewaris yang sah.
Dia adalah Xiu Xiu, pria dengan rambut merah yang diikat kebelakang. Dia menatap mereka dengan tenang, tidak ada ekspresi apapun.
'Cih, sombong sekali dia?' Si pria berambut kuning menatap Xiu Xiu tak senang.
'Padahal cuma anak pelayan. Bisa bisanya kau datang memperlihatkan wajahmu disini. Akan kubuat kau menyesal telah datang kesini!' Ayah dari anak itu juga menggeram erat. Ia kemudian memberi kode dari beberapa tetua. Mereka terlihat bekerja sama untuk tujuan yang licik.
Kemudian, satu tetua pun melompat dari tempat duduknya ke arena. Dia mulai memanggil kedua belah pihak.
Xiu Xiu maju, dan terlihat salah satu dari calon pewaris juga berhadapan dengannya.
'Heh, Xiu Heng adalah jenius muda dari keluarga Xiu. Dia sudah mencapai tingkat Elder di umur 20 tahun. Meskipun agak lemah dari kami semua, tapi tidak muda untuk melawannya.' Pria berambut kuning itu tersenyum licik.
Kemudian anak bernama Xiu Heng dan Xiu Xiu saling berhadapan.
"Heh!" Terlihat ekspresi merendahkan diwajah Xiu Heng. Dia adalah jenius muda, dan anak yang tidak tau dari mana dia datang ini berani datang ke keluarga Xiu.
"Keluarga Xiu bukanlah tempat tampungan anak sepertimu."
Cincin abu abu Xiu Heng muncul. Dia ternyata berada ditingkat Saint awal di umurnya 26 tahun.
"Baru baru ini aku berhasil mencapai tingkat Saint. Hahaha... Aku akan membuatmu merasakan apa itu kematian!"
"Elemen pasir! teknik pertama, butiran pasir penghancur!" Xiu Heng berteriak.
Butiran pasir berbentuk padat lalu menyerang Xiu Xiu. Pasir padat tersebut cukup banyak dan tak memberi Xiu Xiu celah untuk melarikan diri.
Tapi dari awal, Xiu Xiu memang tak berencana untuk menghindar. Dia tetap berdiri disana tanpa bergerak sedikit pun. Semua orang mengira kalau dia memang tidak mempunyai jalan lain.
"Spats!" Namun diluar dugaan, pasir pasir yang hendak menyerang Xiu Xiu malah menghilang. Dari pada dikatakan menghilang, pasir pasir itu lebih terlihat seperti terpotong. Hanya saja, tidak ada yang tahu, apa yang membuat pasir itu terpotong.
'Apa yang terjadi?' Semua orang diam. Tidak ada yang bisa menjawab termasuk Xiu Heng.
Tepat saat itu, salah satu tetua melihat sedikit butiran pasir bergerak sesaat dibawah kaki Xiu Xiu.
'Jangan jangan!' Matanya langsung membesar. Jangan bilang pada saat pasir Xiu Heng menyerang, Xiu Xiu menggunakan pasirnya untuk menghancurkan serangan itu.
'Kecepatan kakak....' Xie Xie juga terpana, hanya ada dua orang yang menyadarinya. Tetua yang dulunya adalah pengikut setia sang patriak, dan satunya lagi si ahli kecepatan. Tapi dibanding itu, yang lebih melihatnya dengan jelas adalah Qin Yan. Dengan mata merahnya, Qin Yan melihat gerakan lambat dari gerakan pasir itu.
"Kecepatan pasir sudah berada ditahap mengerikan. Dia dapat mengembangkan kecepatan seperti itu meskipun dia adalah tipe penyihir." Qin Yan tersenyum puas atas pencapaian anak itu. Bisa dibilang, kecepatan yang dimilik Xiu Xiu mampu menandingi kecepatan maksimum milik Xie Xie.
Sebuah hal yang susah untuk mengembangkan hal seperti itu. Namun, Xiu Xiu bahkan berhasil melakukannya. Dia memang tidak salah memilih, Xiu Xiu adalah anak yang cukup menjanjikan.
Dan dari penglihatan Qin Yan, tingkatan Xiu Xiu sekarang berada ditingkat Sage. Dia benar benar sudah seperti monster saja.
Tang Liu menonton dengan serius, tapi didalam pikirannya. Dia malah mengingat penyesalan dan rasa bersalah Xiu Xiu saat terakhir kali mereka berada di penampungan sementara (setelah perang). Saat itu, terdapat rasa sedih dan marah didalam wajah Xiu Xiu. Namun kata kata terakhir yang dia ucapkan yaitu "aku akan menjadi kuat, hingga aku takkan lagi kehilangan orang terdekatku."
Itulah kata kata terakhirnya sebelum Xiu Xiu berpisah dari mereka.
Tapi, yang benar saja. Xiu Xiu bahkan sudah mencapai tingkat semengerikan ini. Bahkan Tang Liu saja merasa ngeri.
'Bagaimana bisa, apa yang dia lakukan?' Xiu Heng dan mereka yang tak menyadari itu jadi bingung.
Xiu Heng tidak menyerah. Cincin abu abunya kembali menyala.
"Elemen pasir! Badai......!"
Dan dia berbalik dibelakangnya.
'Se-se-sejak.... kapan?' Matanya tidak mempercayai sebuah fakta bahwa paku pasir yang tajam sudah menancap di lantai arena.
"Bruk" Setelah itu, dia langsung ambruk. Para tetua berdiri. Calon calon pewaris yang lain terguncang. Sementara para penonton bersorak semangat.
'Bagaimana dia bisa mempunyai kekuatan seperti itu?'
'Kami bahkan tidak melihat kapan dia menyerang.'
'I-ini...!' Para tetua langsung tertegun. Apalagi pria paruh baya yang awalnya bersikap seperti patriak. Pria busuk yang menyelingkuhi istri kakaknya. Dia benar tidak menyangka, anak pelayan bisa sehebat ini.
'Sialan! Bagaimana bisa!' Ia langsung membanting tangannya ke kursi miliknya.
'Apapun yang terjadi, aku akan melakukan segala cara untuk menghancurkan anak itu!' Geramnya dengan marah.
Sementara itu, ada satu tetua yang memperhatikannya diam diam. Terlihat jelas kalau dia tidak memihak pria paruh baya itu. Dan dialah juga yang dapat melihat kecepatan Xiu Xiu.
'Tampaknya Xiu Ge sangat marah kali ini.' Tetua itu tersenyum, karena selama ini memang ia menginginkan itu. Selama patriak asli sakit, dia mendapatkan banyak tekanan dari pria paruh baya ini hanya karena dia adalah adik patriak. Xiu Ge, pria 45 tahunan itu mempunyai ambisi yang sangat tinggi hingga mempengaruhi sikapnya. Meskipun dia bukan patriak, tapi dia bersikap seolah olah adalah patriak.
Namun, sifat kepemimpinan kakak beradik itu sangat berbeda. Patriak asli, sangat ramah, baik namun tegas dan bijaksana. Namun, Xiu Ge sangat berbalik terbalik. Dia sombong, arogan, royal, dan tamak. Dia benar benar pria busuk jika sudah di ketahui sifatnya.
'Tuan muda, aku harap. Kau dapat melawan sarang ular ini.' Tetua itu menatap Xiu Xiu penuh harap.
Akibat pertarungan itu, para pewaris Abal Abal yang hanya digunakan sebagai alat, menjadi takut untuk bertarung. Melihat kecepatan pasirnya saja sudah membuat mereka tertekan.
"Apa yang kalian lakukan? Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerja sama? Kalian mengabaikan ku?" Bisik Anak berambut kuning pucat dibelakang mereka.
Entah kenapa, setelah ditekan seperti itu. Mereka kembali bimbang. Pertama, mereka ditekan oleh monster didepan sana. Dan sekarang, mereka ditekan oleh orang ini.
'Ternyata anak asli dari macan memang menakutkan!'
Akhirnya salah satu mereka pun maju. Berhadapan dengan Xiu Xiu. Xiu Han, pria berumur 24 tahun .
Dia juga berada di tahap Saint. Namun skillnya berbeda dengan pria tadi. Ketika pertarungan dimulai. Dia mulai menari dengan pasir pasirnya. Tidak seperti petarung pertama yang cukup sembrono menyerang dengan cepat. Kali ini, pria ini menyerang begitu hati hati dengan mempertimbangkan setiap pergerakan Xiu Xiu.
'Dia tidak bergerak sama sekali. Tapi pasirku kenapa tidak bisa menyentuhnya.'
'Baiklah, mari kita coba yang ini.' Cincin abu abunya bersinar, dan setiap pasirnya berbentuk seperti manusia. Ada yang memegang pedang, panah, belati dan terakhir memakai cambuk dengan bola besi yang sangat besar.
'Mulai!' Dengan setetes keringat, dia mulai menyerang. Pasir buatan yang dia ciptakan meraung ganas, menyerang Xiu Xiu. Akhirnya, Xiu Xiu mulai bergerak menghindar. Tapi setelah itu, pria itu kembali kesusahan. Karena Xiu Xiu menghindar begitu gesit hingga ia tidak bisa menyentuhnya.
'Sial.' Dia lebih fokus lagi. Pasir pasir merambat ke lantai, dia akan melancarkan serangan lanjutan.
"Pum" Namun sebelum itu. Ditengah saat ia mulai menyerang. Tiba tiba sesuatu melesat ke arahnya dengan sangat cepat.
Untungnya serangan itu tidak mengenainya langsung. Namun, saat serangan itu melesat. Pipi tergores sampai mengeluarkan darah.
'H-hah!!' Dia terkejut luar biasa. Matanya melirik ke arah Xiu Xiu yang ternyata pelakunya.
'Dia benar benar gila.... Apakah dia ingin membunuhku?' Sebuah ketakutan muncul dihatinya.
Para tetua juga kembali tercengang.
'Dia bisa menyerang bahkan disaat tidak mempunyai celah untuk mengendalikan pasir?'
Sementara Xiu Ge sudah begitu marah sampai wajahnya menghijau. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat sampai wajahnya dipenuhi urat urat yang membengkak.
Melihat ekspresinya, pria yang tengah melawan Xiu Xiu diatas arena jadi ketakutan. Alasannya karena pria paruh baya itu menggunakan dia dengan ancaman bahwa jika dia kalah dan tidak melakukan tugasnya dengan baik, maka keluarganya yang akan menerima hukumannya.
"Ggrrr... Aku akan mengalahkanmu!" Pasir pasir Xiu Han kembali terbentuk, menyerang Xiu Xiu. Namun Xiu Xiu kembali menghindar dengan mudah. Pria itu tidak menyerah, sambil mengingat betapa susah payahnya ia bekerja keras selama ini tanpa mengandalkan bantuan orang lain.
Keluarga Xiu, pengendali pasir begitu terkenal di kerajaan Angin barat. Bahkan sampai ke kerajaan lain. Keluarga ini juga cukup besar, hingga terbagi menjadi dua bagian. Satu keluarga utama, dan satunya keluarga cabang. Keluarga utama selalu berada di atas karena mereka memiliki sumber daya yang kaya. Dan keluarga cabang hanyalah seperti rakyat untuk mereka.
Xiu Han. Lahir dari sepasang suami istri miskin dari keluarga Xiu. Di keluarga cabang pun, keluarganya tetap yang termiskin.
Namun, Xiu Han tidak menyerah begitu saja. Banyak latihan yang ia gunakan hanya demi menjadi kuat. Mungkin dia mempunyai impian menjadi orang kuat dan melindungi orang terdekatnya. Namun, dia sama sekali tidak menggunakan cara kotor. Semua kekuatannya saat ini adalah murni dari hasil kerja kerasnya.
Sampai akhirnya dia berhasil menjadi yang terkuat di keluarga cabang. Dan akhirnya mendapatkan perhatian dari adik sang patriak, Xiu Ge.
Pria paruh baya itu memperhatikannya dan memberinya sebuah penawaran. Jika dia mau bekerja padanya, dia akan memberikan Xiu han sumber daya. Namun, Xiu Han menolak karena kebebasannya agak terbatas. Tetapi, Xiu Ge kembali menemukan kelemahannya. Dan memberi penawaran, jika dia mau bekerja untuknya, maka kehidupan keluarganya pasti terjamin. Mendengar itu, Xiu Han pun ragu untuk menolak. Setelah mengingat banyak kesengsaraan dan penderitaan keluarganya, Xiu Han pun menerima tawaran itu.
Jujur, dia juga masih mempunyai adik lelaki yang masih ingin tumbuh. Jadi, jika harus membuat mereka nyaman dan bahagia, maka seharusnya Xiu Han bekerja keras.
Hanya saja, setelah bekerja dibawah Xiu Ge selama ini. Dia pun menyadari satu hal, Xiu Ge adalah orang arogan yang mempunyai seorang sifat cukup kejam. Tidak sedikit anak buah yang dia siksa ketika mereka melakukan kesalahan. Dia juga menekan mereka dengan menggunakan kerabat dan keluarga sebagai jaminan. Ini membuat Xiu Han takut, namun perjanjian adalah perjanjian. Dan ternyata keluarganya sudah berada ditangan Xiu Ge.
Xiu Han hanya berusaha semaksimal mungkin agar ia dapat berhasil melakukan pekerjaannya. Meskipun Xiu Ge tak pernah menekannya langsung, namun jika dia berani melakukan kesalahan. Maka itu pasti akan terjadi.
Dari banyaknya pekerjaan selama ini, Xiu Han terkadang melakukan tugas yang tidak manusiawi. Tapi ia terpaksa, ia tidak bisa melakukan ini karena demi keluarganya juga.
Entah sudah berapa banyak dosa, dan sudah berapa banyak rasa bersalah. Dia tetap menahannya selama ini. Tapi rasa seperti itu tidak bisa ia pendam selamanya. Pasti suatu saat nanti akan ada rasa penyesalan.
"AAAARRRGGHH.....!!" Pasir Xiu Han membentuk belati yang cukup memukau.
'Itu dia! Belati pencakar bumi! Meskipun Xiu Han berasal dari keluarga cabang, tapi sebenarnya dialah anak terkuat dikeluarga ini.' Adik patriak langsung bersemangat.
Karena ketakutan akan tekanan, Xiu Han langsung kehilangan akalnya dipertarungan ini. Sepertinya ia akan menyerang Xiu Xiu habis habisan.
Dan ternyata itu benar, Xiu Han sebagai penyihir pasir sekarang berubah menjadi assassin. Kecepatannya dalam menyerang benar benar mengerikan. Xiu Xiu pun jadi agak kesusahan. Dia tidak lagi menghindar, alhasil, dia mulai menangkis.
Untungnya kecepatan pengendalian pasirnya dapat mengimbangi kecepatan Xiu Han. Keduanya saling bertarung. Ini membuat penonton jadi tercengang. Tampaknya mereka seimbang.
Tapi itu tidak benar. Xiu Xiu tidak mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya yakni perubahan iblis. jika itu dikeluarkan, anak ini pasti bukanlah apa apa baginya.
Meski begitu, tidak ada yang tahu akan hal itu. Para penonton hanya bersorak karena pertarungannya begitu menghibur.