
"Bhuahaha.....!!"
Gei Sha terbangun sambil tertawa. Seperti layaknya iblis, dia bangun dengan cara kerasukan. Nafasnya memburu dengan hembusan asap panas. Matanya menyala dan menajam, dia pun berubah menjadi lebih buas.
"AAAAAAAARRRGGGHH..........!!!!" Gei Sha langsung melesat cepat. Ia berlari kencang lewat akar panjang yang menjalar. Weisi dan lainnya yang ada dibelakang Qin Yan jadi menegang, meski begitu, mereka tidak takut sama sekali. Senjata ditangan mereka digenggam dengan erat. Bersiap siap mengeluarkan sihir dan kekuatan.
Qin Yan menyipitkan mata. Gei Sha semakin cepat. Qin Yan juga langsung menghilang.
"BOOOM" Serangan pertama, Qin Yan menghantam Gei Sha dengan pedangnya. Keduanya saling bertabrakan, mengakibatkan ledakan luar biasa dan angin kencang yang berhembus kuat.
"Bocah!" Ekspresi Gei Sha sangat marah, tatapannya menjadi lebih kesal ketika Qin Yan berusaha menghalanginya.
"Aaaaarrrggh...!!" Kedua tangannya langsung memunculkan pisau panjang dan mulai menyerang Qin Yan bertubi tubi.
"Pank pank pank"
Disaat mereka sedang bertarung, tangan Gei Sha tiba tiba terlilit beberapa benang.
"Huh!" Gei Sha memandangi benang itu dengan heran. Ia otomatis menoleh ke arah Tang Liu, gadis itulah yang melakukan ini padanya.
Tang Liu yang gemetar, mundur karena tatapan itu. Seakan akan, dirinya akan dibunuh kapan saja. Ya benar, Gei Sha yang kesal karena ada yang berani mengganggunya. Apalagi untuk seorang manusia rendahan yang tingkatnya tidak seberapa. Merupakan penghinaan baginya. Ketika ia hendak menuju Tang Liu, ia lupa kalau ia sedang berhadapan dengan Qin Yan. Dia yang ceroboh, dan Qin Yan memanfaatkan kesempatan itu lalu menyerangnya sekuat yang ia punya.
"BOOOM" aliran listrik mengalir ditangan Qin Yan. Gei Sha terpental, dengan badai angin beserta api yang membara mengirimnya terbang ke ratusan meter.
Belum lagi Gei Sha berdiri, akar besar melilit tubuhnya.
"Ini tidak akan bisa mengalahkanku!" Marah Gei Sha menghancurkan akar disekitarnya. Tangan Qin Yan menjadi lemas, akar miliknya dengan mudah dihancurkan oleh makhluk itu.
"Semuanya, tolong dengarkan!" Qin Yan langsung memanggil mereka yang ada disekitarnya. Mumpung Gei Sha masih berada jauh dari mereka. Qin Yan akan mulai menjelaskan rencananya.
"Lawan kita kali ini sangat kuat. Aku tidak yakin mengalahkannya sendiri. Tapi, jika kalian membantu. Kemungkinan besar kita bisa mengalahkannya. Oleh karena itu aku butuh bantuan kalian."
Weisi dan lainnya mendengar Qin Yan dengan seksama.
"Kalian tidak perlu bertarung langsung. Aku tidak mengijinkan kalian bertarung jarak dekat dengannya. Aku hanya membutuhkan kalian mencari celah. Kalian cukup mengganggunya saja dan itu cukup untukku melakukan serangan padanya."
"Apa kau meremehkan kami?"
Qin Yan tiba tiba mendengar suara yang familiar. Dia adalah Shue Bing er yang sedang menatapnya tak senang. Shue Bing er tak terima jika mereka hanya menjadi pendukung saja. Sementara Qin Yan menjadi tokoh utamanya. Anak itu sudah cukup mendapatkan banyak penghargaan dari banyak orang. Ia tidak perlu lagi mencuri kesempatan mereka untuk mendapatkan kehormatan.
"Aku tau kau kuat. Dan kami jauh lebih lemah darimu. Tapi hanya karena itu, kau jangan seenaknya memerintah kami."
"Astaga." Shinzui menggelengkan kepala sendiri melihat tingkah Shue Bing er. Sementara yang lain hanya terdiam.
Shue Bing er juga tahu, kalau semua orang disini. Mayoritas mendukung Qin Yan, apalagi rekannya sendiri. QingZhu yang sudah jatuh cinta kepada Qin Yan, hatinya merasa sangat marah mengetahui fakta tersebut. Padahal, ia juga ingin mendapatkan perhatian dunia. Oleh karena itu, ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk menentang nasibnya sendiri.
"Oleh karena itu, aku...." Perkataan Shue Bing er terhenti ketika siulet berada dihadapannya. Matanya membesar dengan penuh keterkejutan.
"Berisik!" Tatapan mata Gei Sha yang dingin menatap Bing er, pisaunya saat ini berada tepat dileher Bing er.
"BUAKH" Qin Yan langsung berteleportasi dan menendang pria itu didepan Bing er yang diam tak berkutik.
"Shue Bing er." Qin Yan berdiri di depan Bing er yang menegang dengan wajah pucat.
"Harus kuberitahu padamu. Lawan kita saat ini bukanlah Gei Sha yang kau kenal. Kau juga tak bisa memprediksi kekuatannya sampai sejauh mana. Dia adalah lawan, yang kekuatannya jauh diatas kekuatan Weiqing. Aku yakin itu." Untuk mengalahkannya, Qin Yan butuh kekuatan tingkat Kaisar, Gerbang ketiga. Setidaknya, itulah standar untuk mengalahkan makhluk itu. Kekuatan Quasi god, mungkin adalah tingkatan setelah Demigod. Tapi, kekuatan Quasi God lebih berkali kali lipat dari kekuatan Demigod. Bisa dibilang, kekuatan Quasi God juga memliki beberapa tahap, seperti yang terlemah, Warrior sampai tingkat Kaisar. Setidaknya, seperti itulah perumpamaannya. Namun, kekuatan Gei Sha saat ini hanyalah setengah dari tubuh aslinya. Oleh karena itu, kesempatan untuk menang juga ada.
Mata semua orang membulat, bibir Bing er langsung bergetar. Ia sudah tak mempunyai keinginan untuk menampakan wajahnya lagi .
"Oleh karena itu, aku membutuhkan kekuatan kalian untuk mengalahkan orang ini."
"Hm? Bukannya kita bisa keluar dari alam ini segera?" Shinzui tiba tiba menyela. Qin Yan menggelengkan kepala.
"Apa kau tidak lihat disana!" Semua orang mengikuti arah tatapan Qin Yan. Gei Sha yang sudah terkena serangan Qin Yan berkali kali. Bukannya terluka, ia malah bersikap biasa. Seolah ia tidak menerima serangan apapun. Dia yang terpental, saat ini sedang berdiri dengan tangannya berada diatas. Entah apa yang dia lakukan. Semua orang bingung, namun Qin Yan mengetahui apa yang dia lakukan.
"Saat ini, lintasan spasial milik alam cermin sedang diblokir olehnya."
"Apa!" Semua orang langsung terkejut. Mereka segera mengambil token di dada mereka. Lalu menghancurkannya. Ternyata benar, tidak ada reaksi apa apa. Seketika, keringat dingin membasahi diri mereka.
"Bukan tidak mungkin baginya untuk mengunci alam ini. Kekuatannya lebih besar dari pada Weiqing. Terlebih lagi, tampaknya diluar sedang ada kekacauan."
"Apa maksudmu?" Weisi bertanya dengan bingung.
"Fakta bahwa makhluk yang sangat kuat berada disini, namun tidak ada satupun ahli yang masuk untuk melakukan penalti. Sudah membuktikan kalau diluar sedang terjadi masalah."
Semua orang langsung menyadarinya ketika mendengar perkataan Qin Yan. Benar saja, Qin Yan yang berada ditingkat Raja dan Gei Sha yang kekuatannya sangat mengerikan. Ini seharusnya mengundang para pengawas untuk masuk kealam cermin ini. Namun, saat ini situasi nampak sunyi. Apalagi seharusnya pemberitahuan babak selanjutnya harus segera diberitahukan.
Situasi nampak sangat berbahaya daripada yang dikira.
"Entahlah, mungkin perang sedang terjadi."
"Apa! Bagaimana itu mungkin?"
"Mungkin saja. Karena sesuatu yang terjadi tidak selalu kita prediksi. Ada kalanya sebuah masalah datang tanpa kita ketahui." Qin Yan menjawab dengan mantap, kemudian melanjutkan.
"Tidak ada waktu lagi. Jika kita tidak bekerja sama. Maka tidak ada yang bisa keluar dari alam ini." Mata merah Qin Yan menyala terang. Sontak semua orang tersentak dengan apa yang mereka lihat. Qin Yan membagikan sistem penglihatan nya kepada mereka.
Sebuah ruang maya yang membentang dengan mereka sebagai titik tengah. Tepatnya, Qin Yan lah sebagai titik pusat. Semua langsung terlihat jelas Dimata mereka.
"I-ini...!!" Weisi pun tercengang melihat pemandangan ini. Meskipun kepalanya pusing karena tidak terbiasa. Namun, sebagai gantinya ia bisa melihat jelas apa yang ada disekitarnya. Partikel debu, energi, bahkan aliran udara pun sampai terlihat.
"Luar biasa!"
" Huh!" Mereka tiba tiba mendeteksi sebuah bahaya. Tepat pada Xie Xie, Gei Sha melesat dan langsung menghantamnya. Di mata Xie Xie, waktu seperti berjalan lambat, berbagai macam gerakan gerakan Gei Sha dimasa depan langsung terlihat. Mungkin didetik ini, serangan Gei Sha belum dilakukan, namun gerakan itu akan terjadi didetik selanjutnya.
Xie Xie tanpa sadar menghindar karena proyeksi serangan yang sudah diprediksi. Akibatnya, serangan Gei Sha meleset.
"Apa!" Gei Sha terkejut. Tidak berbeda jauh dari orang orang disekitarnya. Bahkan Xie Xie sendiri tak tidak percaya ia bisa menghindari serangan makhluk ini.
Gei Sha tidak menyerah, ia berbalik dan menendang lalu memukul bahkan menebas. Namun semua itu mampu dihindari oleh Xie Xie.
Tepat saat itu, Xie Xie mengerti apa yang terjadi. Penglihatan yang dia lihat ini, adalah penglihatan milik Qin Yan.
Gei Sha hendak menyerang lagi, tiba tiba terhenti. Ternyata kaki nya sudah tenggelam oleh karet cair.
Tidak lama kemudian, salah satu tangan Gei sha terlilit benang. Tang Liu menariknya hingga Tangan Gei sha menjadi terbuka lebar.
"Swosh" Sebuah siulet muncul dengan api hitam melapisi pisau tulang yang ia miliki. Xiang Xiang muncul di atas Gei Sha dan hendak memotong lengan Gei Sha yang sudah sudah terlilit benang tersebut.
"Beraninya... manusia seperti kalian!"
"Huh!" Tang Liu dan Xie Xie langsung terkejut, Gei Sha hanya meregangkan ototnya namun kekangan yang membuatnya tak bergerak jadi hancur. Sekarang, nyawa Xiang Xiang dalam bahaya.
Ketika hendak Gei Sha meraih gadis itu, Weisi berteleportasi dan menangkap Xiang Xiang agar menjauh. Tepat setelah itu, muncullah Xiu Xiu yang sudah memasuki perubahan iblis menerjang kearahnya dari arah belakang.
"Hiyaaaahh!!!" Tangannya yang besar dan berpasir diarahkan seperti palu.
Gei Sha berbalik.
"Dimana matamu hah?" Shinzui tiba tiba muncul dengan tombak yang miliki. Serangan dua sisi langsung dilancarkan. Gei Sha tersenyum, ia tak menyangka kalau permainan ini semakin menyenangkan. menahan serangan mereka yang lemah itu bukan sesuatu yang sulit. Dia berencana menangani kedua orang sekaligus dan membuktikan betapa lemahnya mereka. Siapa yang menyangka kalau tubuhnya tiba tiba membeku. Bukan, tepatnya jantungnya membeku.
'Ugh....!'
QingZhu membekukan jantungnya, sementara Shue Bing er membekukan tubuhnya dari luar.
Untuk waktu sedetik, Gei Sha tak bergerak dan mereka tidak melewatkan kesempatan itu.
Shinzui dan Xiu Xiu melancarkan serangan mereka. Diikuti dengan mereka dibelakang, semua orang langsung mengeluarkan serangan terkuat yang pernah mereka miliki.
"BOOOM" Ledakan luar biasa terjadi. Beberapa orang terlempar karena efek serangan itu.
"Apa kita.... berhasil?" Lin Fin yang napasnya tak teratur dengan penasaran melihat kedepan.
Tidak disangka, malah sebuah energi lain kembali menerpa ditempat yang sama.
"Lemah!"
Serangan mereka dengan mudah diblokir oleh Gei Sha. Dia berdiri tak apa apa disana, perlahan melayang dan memandangi para peserta yang putus asa. Dia bahkan tidak tergores meskipun mereka semua menggabungkan kekuatan mereka. Tapi, ada yang aneh sejak awal. Qin Yan tidak ikut menyerang tadi. Semua orang memandangi Qin Yan dengan bingung, seolah mereka sudah dihianati.
"Hah? Kenapa kalian menyalahkan ku sekarang. Kalianlah yang salah, menyerang tanpa intruksiku." Qin Yan berbicara apa acuh tak acuh.
Beberapa saat mereka terdiam, Weisi yang pertama membuka mulut.
"Jadi, apa sebenarnya rencanamu Qin Yan?"
Semua orang berbalik pada Qin Yan.
Qin Yan yang tenang, akhirnya tersenyum pada mereka. Ia langsung mengeluarkan kekuatan di kedua tangannya.
"Aku tau, Weiqing menciptakan pilar itu disini. Aku tidak tau apa rencananya tapi, tetapi itu sangat membantu disaat saat tidak terduga ini."
Kekuatan ditangannya mengalir keatas langit. Kemudian, tanpa diduga. dia langsung membanting tangannya ketanah.
"Segel pilar roh iblis! Diaktifkan!"