LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kebangkitan Qian yu


Hari demi hari, minggu demi minggu. Qin yan terus mengurung diri didalam kamar. Bukannya takut keluar, tapi Qin yan sedang mempersiapkan sesuatu. Yakni mempersiapkan 300 lembar kertas pola prasasti tipe dimensional spasial.


Yah, dia berniat membentuk menara penuh energi agar para anak murid akademi bisa berkultivasi didalamnya. Membentuk ruang latihan pribadi sesuai lingkungan yang pas untuk peserta. Dan perpustakaan berdasarkan tingkatan dimana hanya murid murid tertentu yang bisa mengambilnya. Masih banyak lagi kertas kertas pola yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan isi akademi tersebut.


Disaat Qin yan sedang mengejarkan pekerjaan tersebut. Diluar tampak ramai, akademi tingkat atas dikerajaan kecil menjadi perbincangan hangat baik itu kaum bangsawan maupun kaum millenial. Bahkan tidak sedikit orang yang menertawai promosi akademi tersebut. Bagaimana tidak, kerajaan ini bahkan tidak mempunyai asosiasi, baik asosiasi Alkhemis atau asosiasi Pandai besi, pravilliun store skill, maupun unit kedokteran. Semua masyarakat kerajaan ini berpacu pada kerajaan Geritimo. Karena dikerajaan itulah disana mereka belajar dan menimba ilmu. Setelah itu barulah mereka mencari pekerjaan, atau membuat pondok kecil kecilan untuk menyalurkan ilmu dan pengalaman mereka kepada generasi selanjutnya.


Sebenarnya, kerajaan ini begitu miskin yang hanya berharap pada penghasilan tanah subur dikerajaan ini. Tapi justru hal itulah yang membuat kerajaan kerajaan lain menjadi iri, tidak semua tanah kerajaan begitu subur. Makanya mereka kadang mengimpor gandum, tanaman tanaman obat, sampai bahan bahan langka yang hanya tumbuh ditanah ini. Namun hal itulah juga yang membuat kerajaan ini menjadi incaran kerajaan lain. Seperti kerajaan Dandun dan kerajaan Kalise yang terus menyerang selama beberapa dekade ini. Jika bukan karena pertahanan kerajaan ini yang begitu kuat, mungkin sudah lama kerajaan ini akan hancur dan menjadi milik kerajaan lain.


Waktu demi waktu, kerajaan ini terus terusan diserang hingga mengakibatkan masyarakatnya tak tenang untuk tinggal. Terkadang mereka pergi mengungsi ke kerajaan lain, kalau tidak bermigrasi. Namun rupanya kerajaan lain tak mudah untuk menerima orang baru, karena para warga baru akan rawan akan kekacauan. Jadi mereka terpaksa tinggal dikerajaan ini, bertahan hidup dan mati demi berdirinya tanah mereka.


Promosi dilakukan dimana mana, ada yang menampilkan kecantikan mereka. Kebolehan sampai kekuatan. Tak sedikit juga orang yang tertarik, tapi semuanya hanya dari keluarga keluarga miskin yang tidak berada. Sementara keluarga bangsawan hanya menertawai kegiatan mereka yang tak berguna.


Diluar yang ramai, Qin yan hanya melewati itu dengan suasana sunyi, tenang dan serius. Menulis pola kertas demi kertas, semakin banyak bahkan kertasnya semakin menumpuk. Sampai akhirnya, 250 pola pendukung akhirnya telah selesai.


"Hah hah hah" Qin yan bersandar lemah dikursinya, keringat diwajahnya yang pucat mulai bercucuran. Rambutnya kembali berantakan, bahkan kumis pun sepertinya mulai tumbuh disertai garis hitam dibawah garis matanya.


"Hari keberapa sekarang Joy?" Tanya Qin yan.


Joy adalah nama panggilannya pada prajurit bayangannya yang selama ini selalu menemaninya. Kadang ia memulihkan tenaga Qin yan, merilekskan pikirannya, kadang juga memijit bagian bagian tubuhnya yang keram dan pegal. Semuanya ia lakukan demi tuannya nyaman dalam melakukan pekerjaan ini.


"Hari keempat belas yang mulia."


Jawab prajurit bayangan Qin yan melalui telepati batin mereka.


"Oh... Sudah empat belas hari yah. Lama juga rupanya. Ukhuk ukhuk." Tiba tiba Qin yan terbatuk, membuat prajurit bayangannya jadi khawatir.


Ia kemudian menawarkan pil penetrasi roh pada Qin yan. Pil yang dapat mengembalikan kestabilan roh pada saat membuat kertas pola prasasti. Karena menulis pola tersebut berpacu pada kekuatan roh dan mental, biasanya pola yang ditulis akan menguji roh kita sendiri sebelum menjadi sempurna. Itulah yang membuat kertas pola prasasti sangat sulit untuk dibuat.


Setelah dikonsumsi, barulah napas Qin yan menjadi lebih ringan. 14 hari menulis tanpa henti, membuat Qin yan lebih lemah saat ini bahkan tak mampu untuk berdiri. Hal pertama yang harus ia lakukan yaitu tidur, karena matanya tak mampu lagi untuk terbuka.


Ayahnya juga mengirimkan pelayan kepercayaan nya untuk merawat Qin yan. Seperti memandikannya, memberi makanan, minum, sampai membawakan pil ekstrasi roh setiap hari. Kali ini juga, pelayan tersebut datang membawa makanan untuk Qin yan.


Sekitar dua jam tertidur, Qin yan pun terbangun. Makan makanan yang sudah disiapkan. Kemudian ia berencana untuk menulis kertas pola selanjutnya.


"Tok tok tok" Belum lagi memulai, pintu Qin yan sudah diketuk oleh seseorang dari luar.


'Siapa? Kenapa pelayan harus mengetuk pintu?' Dengan malas, Qin yan pun membuka pintunya. Dan ternyata ayahnya dan Qian yu sudah menunggu diluar.


"Eh, Qian yu." Tatap Qin yan dengan heran pada anak berwajah sama didepannya. Meskipun ia tampak tegas dan tenang, tapi wajahnya kelihatan sangat berseri seri.


"Jadi kau berhasil, atribut apa yang kau bangkitkan?" Tanya Qin yan penasaran.


"Hehehe... coba lihat ini." Qian yu menutup mata, tubuh panas, dan dua cincin putih berputar dikedua tangannya.


Ditangan kirinya, percikan air dan api langsung melayang. Sementara tangan kanannya membengkak dengan otot yang besar.


"Atribut kekuatan, elemen api dan air?" Qin yan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Jadi dia mengambil atribut miliknya ayahnya, api. Dan atribut ibunya, air.


"Hebat kan?" Wajah Qian yu berseri seri saat menunjukan kekuatannya pada Qin yan. Anak ini, setelah membangkitkan kekuatannya, bentuk tubuhnya lebih proposional mengikuti atribut yang ia bangkitkan.


"Hebat!" Qin yan pun memegang bahunya sembari memberi semangat. Namun ia tidak mengerti, mengapa mereka membangkitkan kekuatan yang berbeda.


Qin yan membangkitkan atribut mutasi mata khusus, Demon eye. Sementara kembarnya ini membangkitkan atribut kekuatan. Dan dia tidak membangkitkan elemen api ataupun air. Melainkan elemen Devoring dan salah satu elemen ibunya, elemen tumbuhan dimasa lalu. Elemen devouring berguna melahap energi elemen lain sehingga menjadikan elemennya sendiri, seperti api, angin, petir dan kegelapan. Sementara atribut spasial dan waktu ia dapatkan waktu mempelajari hukum alam. Dan salah satu skill atribut Demon eye Qin yan ini berguna untuk meniru semua skiil musuh dan menjadikannya mliiknya juga jika itu memiliki elemen yang sama.


Qin yue er, membangkitkan atribut yang sama seperti ibunya, atribut kecepatan dan elemen air. Qian yu mengambil atribut ayahnya atribut kekuatan. Qian qian mengambil elemen ibunya, Angin. Sementara Qian san juga membangkitkan elemen api. Mereka hanya mengalami kebangkitan tunggal sementara Qin yan dan dua adiknya mengalami kebangkitan ganda hingga disebut kultivator Cincin surgawi. Sementara kebangkitan tunggal akan disebut kultivator cincin tunggal.


"Tidak apa apa, silahkan masuk." Qin yan hanya tersenyum pada mereka, mempersilahkan mereka masuk.


Disana mereka tentunya kaget melihat prajurit Qin yan berdiri layaknya penjaga. Meskipun begitu menakutkan pada tampilannya, tapi tingkah prajurit ini begitu konyol dan lucu. Kadang juga ia begitu sopan, hingga mereka tidak terlalu takut melihatnya.


Melihat ratusan kertas pola prasasti yang menumpuk disamping meja, mata ayahnya langsung terbelalak.


"Qian yan, kau membuat semua ini untuk apa?".


"Untuk apa? Kenapa ayah tanya begitu. Tentu saja untuk perlengkapan akademi yang telah kubangun." Senyum Qin yan melihatnya.


Mata ayahnya kembali terbelalak mendengar itu, segel pola prasasti biasa digunakan untuk membuat cincin penyimpanan, kertas ledakan dan lain lain. Tapi kalau sebanyak ini, ia curiga Qin yan berencana membuat sebuah formasi tingkat tinggi yang dapat membuat dunia menjadi surga buatan.


'Jadi, dia ingin membuat itu semua!' Pikiran ayahnya sudah jauh kemana mana, ia mengerti apa yang Qin yan maksud. Ia sedang membuat fasilitas fasilitas yang setara dengan akademi favorit tingkat dunia. Tidak, bahkan mungkin melebihi semua itu. Takutnya, jika bakat Qin yan sudah menggila seperti ini. Dia bisa saja membuat Luster spasial, dunia pararel, atau alamnya sendiri.


Memikirkan itu, ia pun mengerti. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh anak ini. Tanpa sadar, rupanya ia sudah menciptakan seorang monster. Jika saja dia bisa mengendalikan monster ini, dia bisa mengendalikan dunia. Tapi itulah yang paling ia takuti, semua itu akan merubah dirinya sepenuhnya. Ia akan menjadi manusia yang rakus akan kekuatan, kekuasaan, dan kepuasan. Tentunya ia tak mau, tapi jika situasinya begitu. Maka manusia sebaik apapun itu pasti akan tergiur juga. Ia hanya bisa berharap, Qin yan tidak sampai masuk kejalan itu.


Ayah Qin yan tiba tiba teringat kalau dia mempunyai urusan dengan tamunya, oleh karena itu ia tidak akan lama menjenguk putranya ini.


"Qian yan, ayah pergi dulu. Ada sesuatu yang harus ayah kerjakan."


Qin yan mengangguk. Tanpa banyak meminta pun ia mengijinkannya pergi. Tapi sebenarnya tadi, ia diam diam menguji ayahnya. Rupanya ia tidak menyangka kalau keimanan ayahnya bisa setangguh ini.


'Ibu, rupanya kau tidak salah memilih pria.' Senyum Qin yan.


"Kakak, kau mendirikan sebuah akademi?" Tanya Qian yu tak percaya, ia pun duduk disamping Qin yan.


"Ya. Barusan berdiri, dan saat ini baru mencari daftar murid baru." Jawab Qin yan dengan tenang.


"Begitu rupanya, kalau begitu aku juga akan masuk." Tanpa pikir panjang, Qian yu langsung mendaftarkan dirinya.


"Bukannya kau belajar diakademi geritimo?" Qin yan bingung. Jika Qian yu ingin masuk keakademi ini, bagaimana nanti diakademi Geritimo.


"Aku akan mengurus surat pindah, setidaknya aku harus belajar dikerajaan sendiri. Bagaimana dengan pendapat masyarakat nanti. Ada akademi dikerajaan sendiri, tapi malah belajar dinegeri orang lain." Qian yu menghela napas ketika menjelaskannya.


"Bukan begitu Qian yu. Tak perduli pendapat orang lain, kita bebas memilih agar dapat lebih kuat. Asalkan kita jangan melupakan kampung halaman. Pertanyaannya, kenapa kau langsung masuk keakademiku tanpa pikir panjang. Jangan karena aku kakakmu kau jadi kau menghargaiku. Bukan seperti itu caranya, bisa saja karena kau memilih akademi ini. Kau tidak akan pernah berkembang."


Qian yu hanya bisa tersenyum mendengar ceramah kakaknya.


"Kakak ini bicara apasih, justru karena itulah aku mempercayai kakak. Tubuhku ini, ayah sudah mencari banyak tabib. Tapi tidak ada yang bisa memecahkannya. Tapi dengan mudahnya kakak menyelesaikannya bahkan membuatku seperti ini. Kertas pola prasasti itu, serta pembangunan akademi. Kakak yang membuatnya. Maka aku sudah memutuskan, kakak akan menjadi panutanku." Qian yu memandangi Qin yan dengan penuh semangat.


Tapi Qin yan malah memukul kepala anak itu.


"Bodoh, panutan kita itu ayah kita goblok." Berkata Qin yan tak terima, namun tiba tiba ia mendengar suara dari luar. Tampaknya itu suara Qian qian, ada apa dengan gadis itu.


"Apa ada sesuatu yang terjadi diluar sana?" Tanya Qin yan.


"Oh, maksudmu tamu ayah. Entah kenapa raja dari kerajaan Dandun, kalise, dan geritimo datang kesini. Katanya ada yang mereka diskusikan."


Mendengar perkataan Qian yu, Qin yan pun mengerti. Ia pun beranjak dan mengecek keadaan diluar.


"Kau jangan keluar keluar dulu. Aku akan memeriksa keadaan." Berkata Qin yan sambil menutup pintu, meninggalkan anak itu yang hanya membalasnya dengan jawaban oke.


Saat melihat keluar, mata Qin yan langsung membesar. Betapa kagetnya saat ia melihat Qian qian di tekan oleh seorang anak lelaki yang seumuran dengannya.