
Sebelum Qin Yan pergi dari pelelangan itu, dia membeli sebuah cairan kuno yang bisa menetralkan tekanan dari bahan bahan yang akan dibuat. Cairan lendir naga, adalah cairan mujarab yang cukup langka untuk didapatkan. Dan kini sudah ada ditangan Qin Yan.
Sesampainya dikediaman keluarga Xiu, Qin Yan membawa barang yang ia beli dari pelelangan. Ia langsung menuju kamar pribadinya tanpa membuang banyak waktu. Dan sesampainya didalam. Qin Yan mengeluarkan semuanya. Mulai dari tungku, Sumbu api, bahan bahan dan terakhir, cairan lendir naga tersebut.
Proses penyulingan tingkat dewa pun dimulai. Qin Yan mulai menyalakan sumbu api untuk memanaskan tungku. Lalu menuangkan lendir naga, dan mencampurkan semua bahan bahan yang ada. Sisanya, Qin Yan menahan Proses pematangan sampai pembentukan. Proses tersebut berlangsung selama seminggu. Selama itu, Qin Yan terus terusan berada dikamar tanpa diketahui siapapun tentang apa yang dia lakukan. Cahaya cahaya energi memancar dari kamar dimana Qin Yan berada.
Semua orang mendatanginya termasuk teman teman Qin Yan sendiri. Tapi tidak ada yang berani masuk karena mereka tahu, Qin Yan sedang sibuk saat ini.
Disaat yang sama ketika Qin Yan sedang dalam proses penyulingan.
Sebuah insiden terjadi digubuk kecil diatas bukit. Beberapa sosok bertopeng menyerang gubuk kecil itu, bahkan hingga menghancurkan kebun kebun kecil disekitarnya.
"Ka-kalian!" Seorang wanita tua dengan luka bakar diwajahnya berhasil diringkus oleh mereka.
"Fei Zun, akhirnya kami menemukanmu. Tidak disangka kau akan bersembunyi di kerajaan ini. Kau benar benar pelacur licik. Sekarang, tuan besar Xie sedang menunggumu untuk kembali."
"Sialan! Aku tidak mau pergi! Bedebah seperti kalian tidak ada habisnya mencari masalah. Mengapa tidak membiarkanku hidup tenang."
"Heh? Hidup tenang?" Salah pria maju dan menggenggam dagu wanita itu dengan kasar. Ia berbicara dengan jijik.
"Pelacur sepertimu tidak ada hak untuk hidup damai. Bawa dia!" Ia memerintahkan semua bawahannya untuk membawa wanita itu. Pada akhirnya, wanita itu tidak mempunyai kekuatan untuk menentang mereka. Dia pun dibawa oleh beberapa sosok bertopeng tersebut dengan begitu mudahnya.
Tidak lama setelah kejadian itu. Beberapa tentara dan detektif khusus mendatangi tempat itu setelah mendengar beberapa ledakan. Fei wu juga ada disana. ketika penyelidikan selesai dilakukan. Diketahui ada beberapa pembunuh yang mendatangi tempat ini. Dan Fei wu dibuat merinding ketika ia menyadari, bahwa pembunuh yang mendatangi tempat ini berasal dari keluarga Xie. Memori memori trauma melintas dikepalanya membuat Fei wu ketakutan serta kebencian yang kembali muncul ketika teringat dimana terakhir kali ia melihat orang tuanya waktu itu.
'Mengapa mereka datang? Apa yang membuat mereka datang kesini. Siapa yang mereka cari?'
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata ini adalah tempat tinggal dimana seorang wanita tua tinggal seorang diri. Mereka memeriksa latar belakang wanita itu. Hasilnya, data yang didapatkan cukup membuat mereka tercengang. Awalnya, ini adalah gubuk seorang nenek tua dari 21 tahun yang lalu. Nenek tua itu menyelamatkan seorang wanita yang terbawa arus sungai sampai kekerajaan ini. Fei wu memperhatikan itu dengan detail. Nama wanita itu....
Mata Fei wu terbelalak. Tangannya agak gemetar.
"Kerajaan Great blaze." Ucapnya dingin.
Dua hari berlalu setelah itu.
Xie Xie datang dengan membawa makanan di tangannya. Ia ingin tahu dimana wanita yang pernah menghiburnya waktu itu tinggal, dan setelah ia bertanya pada warga sekitar. Barulah ia mengetahui bahwa ada wanita tua yang tinggal sendiri diatas bukit pinggiran kota.
Xie Xie menuju dimana jalan yang sudah ditunjukan. Tapi ketika sampai disana, ia terdiam. Yang ada disini hanyalah puing puing kayu dari gubuk yang sudah dihancurkan. Xie Xie berjalan dengan pelan mendekati puing puing tersebut. Tidak ada apapun disini, yang ada hanyalah kayu kayu yang berantakan.
Tiba tiba ada yang muncul dibelakangnya.
"Siapa itu!" Xie Xie berbalik, melihat Fei wu dibelakangnya. Ia pun menghela napas, disaat yang sama ia juga curiga. Ia pun menyipitkan mata.
"Mengapa kau ada disana?"
Gadis itu mendekat, Xie Xie mundur waspada.
"Kenapa kau begitu takut. Aku juga tidak akan menyerangmu. Kau bahkan lebih kuat dariku."
"Apa maumu?" Xie Xie bertanya lagi. Gadis itu menjawab tenang.
"Kau sedang mencari seseorang yah. Tapi, sayangnya. Orang yang kau cari sudah ditangkap oleh sekelompok pembunuh."
"Apa?" Xie Xie bingung dengan apa yang dikatakannya. Gadis itu melipat tangan didada.
"Wanita tua yang kau cari. Dia telah diculik."
"Darimana kau tau itu?" Tanya Xie Xie dengan penasaran. Tampaknya apa yang dikatakan gadis ini bukanlah kebohongan. Setelah ia memeriksa keadaan tempat ini, ia juga menyadari kalau tempat ini memang habis diserang.
Lalu gadis itu melemparkan sebuah kertas padanya. Xie Xie menangkap itu. Kemudian membukanya. Ada gambar seorang wanita cantik didalam kertas itu.
"Itu adalah wajah asli wanita itu. Dan kau tau, dia adalah incaran keluarga Xie?"
"Eh? Kenapa?" Xie Xie semakin bingung mendengarnya.
"Kenapa? Karena dia adalah ibumu. Wanita yang mereka cari selama ini." Kertas ditangan Xie Xie terjatuh. Angin berhembus menerpa wajah Xie Xie yang dipenuhi keterkejutan.
"Tidak mungkin kan?" Xie Xie bertanya dengan gagab. Tapi gadis itu hanya melipat tangannya didada dengan acuh tak acuh. Lalu berbalik pergi dengan wajah tak perduli.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, aku hanya datang untuk memberi tahu mu tentang itu."
Dia pun pergi meninggalkan Xie Xie. Wajah Xie Xie yang masih linglung menatap gambar yang tadi jatuh ketanah. wajah cantik itu, Xie Xie tak menyangka Kalau itu adalah ibunya. apakah benar ibunya secantik ini? Digambar itu, ibunya digambarkan sedang tersenyum dengan pakaian Busana yang elegan dan indah.
ini membuat Xie Xie mengepalkan tangannya. ia menggertakkan giginya dengan wajah marah. perbedaan antara wanita di gambar ini dan wanita tua yang menghiburnya kemarin sangatlah jauh. apa yang terjadi sebenarnya hingga hal seperti itu bisa terjadi. rasa kebencian dan dendam juga terpaut di wajah Xie Xie. saking panasnya hatinya, tangan Xie Xie sendiri berdarah akibat kepalannya sendiri yang terlalu kuat.
"Keluarga Xie! Tunggu aku, aku akan datang kesana." Xie Xie berkata dengan penuh kebencian.
******
"BOOOM" Disaat yang sama, Qin Yan berhasil menyelesaikan penyulingannya. Keberhasilan yang telah ia capai mengakibatkan langit terbelah dan menciptakan sebuah lorong. Serta diikuti jatuhnya petir merah menyala. Petir itu jatuh dan menyambar Qin Yan. Mengakibatkan rumah kediaman keluarga Xiu mengalami kehancuran setengah dari bangunan. Terutama kamar dimana Qin Yan berada.
Semua anggota keluarga Xiu mendatangi tempat dimana jatuhnya petir. Mereka sungguh tercengang ketika melihat petir yang yang begitu dahsyat jatuh di kediaman mereka. Entah itu karena apa, mereka sangat penasaran.
"Qin Yan!" Ibu Qin Yan datang dengan khawatir. Dia melihat Qin Yan yang tengah bersandar didinding yang retak dengan luka dan tubuh penuh asap akibat petir itu. Ibunya dengan tergesa gesa menuju kearahnya, lalu memberikan penyembuhan. Tang Liu serta ibu dan adiknya juga datang. Selain itu, seluruh keluarga Xiu juga mendatanginya dan mengelilingi mereka.
"Apa yang terjadi padamu? Bisa bisanya kau dalam keadaan seperti ini." Tang Liu bertanya dengan heran. Qin Yan malah tertawa. Tanpa memperdulikan mereka. Ia berdiri menuju ke tungku yang berisi ramuan yang sudah susah payah ia racik.
Ia mengambil ramuan itu. Hasilnya terbagi menjadi dua botol kecil. Qin Yan begitu senang. Meskipun tubuhnya saat ini sangat lemah karena efek penyulingan ini yang begitu berat tidak seperti biasanya. Tanpa ragu Qin Yan memasukan botol ramuan itu kedalam cincin penyimpannya. Dia akan mencobanya nanti. Kali ini, ia harus beristirahat dulu.
Xiu Xiu membawanya masuk kedalam ruangan lain. Qin Yan selalu ditemani ibunya yang berusaha memulihkannya. Meskipun Qin Yan saat ini sangat kuat, namun, Qin Yan tetaplah putranya. Dan dia masih ingat ketika Qin Yan begitu lemah waktu itu. Dimata ibunya, Qin Yan hanyalah seorang putra yang lemah. Dia sebagai ibu masih begitu khawatir meskipun orang orang mengatakan bahwa dia sangat kuat.
"Sudahlah ibu, aku tidak apa apa kok." Qin Yan tersenyum pada ibunya.
"Aku hanya butuh istirahat sebentar." Ibunya masih tidak berhenti, sampai akhirnya tubuh Qin Yan benar benar pulih barulah ia berhenti.
Qin Yan pun menghela napas lega. Ketika ia hendak menutup matanya, tiba tiba pintu dibuka dengan kasar. Ternyata Xie Xie dengan wajah tergesa gesa masuk kedalam tanpa sabar.
"Ada apa denganmu?" Qin Yan bertanya heran.
"Master. Aku minta maaf mengganggu waktumu. Tapi ini sangat darurat." Xie Xie dengan cepat muncul didepan Qin Yan dan berkata dengan panik.
"Tenanglah dulu. Bicaralah dengan pelan." Setelah Qin Yan berusaha menenangkan nya, barulah Xie Xie tenang. Ia pun menceritakan apa yang dia lihat hari ini. Semua yang dikatakan Fei wu, serta kebenaran dan keberadaan ibunya.
"Jadi begitu rupanya." Qin Yan mengangguk mengerti.
"Jika ibumu saat ini ditangkap oleh keluarga Xie. Itu artinya kemungkinan dia masih hidup. Sepertinya ibumu memang mempunyai beberapa masalah dengan keluarga itu."
Xie Xie juga mengangguk mendengar perkataan Qin Yan.
"Ya. Aku sendiri tidak menyangka, wanita tua waktu itu yang berusaha menghiburku ternyata ibuku sendiri. Mengapa aku tidak menyadarinya." Xie Xie memegangi kepalanya sendiri dengan frustasi. Qin Yan pun memegang bahunya.
"Tenanglah, semua akan baik baik saja. Kau hanya perlu tenang saja. Kita akan berangkat malam ini. tapi, ada sesuatu yang harus aku lakukan terlebih dahulu." Qin Yan terdiam sejenak. Ia mengeluarkan botol ramuan dari cincin penyimpanannya.
"Bukankah itu adalah ramuan yang baru kau hasilkan tadi?" Tang Liu bertanya dengan penasaran. Xiu Xiu disamping juga menatap ramuan itu dengan rasa ingin tahu.
"Kalian ingin mengetahuinya?" Qin yan tersenyum licik pada mereka.
Pada akhirnya ia kembali mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpannya. Yakni cermin jiwa yang selama ini ia simpan. Cermin yang menampung jiwa jiwa orang yang sudah mati. Selama ini, Qin Yan sudah menampung dua jiwa. Yakni jiwa Huo lan, dan jiwa Xiu lan adik Xiu Xiu.
Xiu Xiu dan lainnya menyipitkan mata mereka karena silau. Butuh waktu sekitar 30 menit, sebuah tubuh perlahan tercipta. Tubuh yang mulus dan cantik, dengan belahan dada dan rambut yang merah yang cukup panjang.
Xie Xie sendiri terpana melihat itu. Semua orang tercengang. Lalu Sosok tubuh itu akhirnya menjadi sempurna. Kulit putih bersih, dan bulu mata panjang dengan mata masih tertutup. Bibirnya yang mungil pun nampak bergetar.
Kaki Xiu Xiu menjadi lemas.
"Ti-tidak mungkin!" Sebuah keraguan dan ketidak percayaan terpaut diwajahnya. Keringat menetes dipipinya. Semua orang terdiam, bahkan ibu Qin Yan saja sampai harus mengakui ini. Bahwa anaknya telah melampaui dewa.
"Uh, dimana aku?" Gadis cantik itu membuka matanya dan berbicara dengan bingung sambil melihat sekitar. Sesaat setelah itu, ia langsung memegangi dada kirinya dengan kaget. Sebuah ingatan dan trauma terlihat diwajahnya. Tapi ada yang janggal, mengapa dadanya baik baik saja.
"Bukankah disini...... Eh! Aku... Aku masih hidup!" Ia meraba raba tubuhnya sendiri. Tapi setelah itu, ia terpaku. Banyak orang yang melihatnya. Dan dia, dalam keadaan tanpa busana.
"Kyaaaa!!!" Ia berteriak malu sambil menutupi dua titik ditubuhnya yang memalukan serta menutup matanya. Dia lebih terkejut saat melihat ada Qin Yan yang berada begitu dekat dengannya.
"Dasar mesum!"
"Bum" Tanpa ragu, Qin Yan langsung ditendang keluar hingga ia terhempas Kedinding sekitar. Semua orang bergegas keluar. Melihat Qin Yan yang ditumpuki reruntuhan dinding, mereka hanya memalingkan wajah pura pura tak melihat.
Hanya tersisa Tang Liu didalam. Ibu Qin Yan dan ibu Tang Liu juga keluar membawa Tang lili. Pintu pun dikunci, dan Xiu lan berbicara dengan nada tak percaya.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanyanya.
Tang Liu sendiri masih terpana. Dan ia menggelengkan kepalanya.
"Aku sendirinya pun tak tau apa yang terjadi. Kenapa kau tidak tanya saja pada orang yang kau tendang tadi."
"Apa maksudmu? Apakah dia... Menghidupkan ku kembali?" Tanyanya lagi.
"Yaaah, sepertinya begitu." Tang Liu mengangguk pelan. Ia juga tidak mempercayai ini. Orang yang luka bisa saja disembuhkan. Tapi ia tidak pernah mendengar ada orang yang menghidupkan orang mati. Tidak, memang tidak ada yang bisa menghidupkan orang mati selain anak itu. Dan terlebih lagi, yang bangkitan ini bukanlah sembarangan. Melainkan jiwa kosong tanpa fisik pun bisa ia bangkitkan.
Tang Liu tidak tau harus mengatakan apa lagi. Qin Yan ini, Selalu saja membuatnya sakit kepala. Pasalnya, semakin lama, dia akan mendapatkan kejutan yang bahkan melampaui imajinasi. Jika dia seperti ini terus, dia bisa saja mati karena saking terkejutnya.
Sebenarnya, seberapa banyak pengalaman dan pengetahuan yang dia punya hingga dia bisa melakukan hal seperti ini? Tang Liu pun tidak habis pikir. Tapi jika dia terus memikirkan ini, dia bisa saja menjadi stres. Yang dia harus perhatikan ini adalah Xiu lan yang sudah mengambil kain untuk menutupi tubuhnya.
Gadis itu melihat kecermin. Menyentuh wajahnya sendiri. Dan air matanya jatuh tanpa sadar. ia jatuh meringkuk ke lantai. Siapa yang menyangka bahwa ia akan merasakan sensasi hidup sekali lagi. Dia sekarang bisa bernapas, bisa merasakan sakit, dan bisa merasakan tubuhnya bergerak. Tidak seperti selama ini, ia terus berada didalam kegelapan. Tertidur sepanjang waktu tanpa tahu kapan itu berakhir.
Xiu lan langsung bergegas keluar. Disana ia melihat Qin Yan berdiri dengan dibantu Xiu Xiu dan Xie Xie.
Saat melihat Xiu lan, Xiu Xiu tersenyum. Mata Xiu lan memerah saat melihat kakaknya itu memakai busana patriak. Dia menyadari, bahwa Xiu Xiu telah melakukan apa yang dia inginkan. Lalu, tatapannya beralih pada Qin Yan. Terdapat perasaan rumit diwajah gadis itu. Dia langsung bersimpuh didepan Qin Yan.
"Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih." Hanya itu yang ia ucapkan berkali kali, sambil menyeka air matanya yang terus keluar. Dia seperti gadis kecil yang tidak mempunyai kekuatan apa apa.
Qin Yan tersenyum, lalu membantu gadis itu berdiri.
"Kau Barus saja dibangkitkan. Kau pasti lapar."
Mata Xiu lan membesar. Setelah beberapa saat, beberapa makanan dihidangkan didepan gadis itu. Gadis itu terbengong sejenak. Menelan ludahnya sendiri karena makanan lezat didepannya. Lalu tanpa ragu ia langsung meringkusnya.
"Nyam, Um... Uenak...!" Dia makan begitu lahap, dan mengatakan lezat beberapa kali meskipun makanan memenuhi mulutnya. Sesekali juga, air matanya keluar, namun ia menyekanya sambil tersenyum bahagia.
Tidak lama kemudian, pintu pun diketuk. Xiu Xiu membuka pintu.
"Ayah." Disana, terlihat seorang pria paruh baya bersama wanita berambut kuning berdiri didepan pintu. Wanita itu adalah ibu Xiu Xiu yang sekarang sudah begitu sehat. Ayah Xiu Xiu berbicara dengan canggung.
"Bolehkah aku masuk?"
Xiu Xiu mengangguk pelan. Dan ayah ibunya pun masuk. Dan berdiri didepan Qin Yan, dia juga memandangi Xie Xie dan Tang Liu, bahkan ibu Qin Yan dan ibu Tang Liu. Tapi dia menunjukan sikap sopan dan hormat meskipun itu kepada gadis kecil seperti Tang lili sekalipun.
"Apakah... Anda tuan Qian Yan?" Tanyanya pelan.
"Ya." Qin Yan menjawab. Dan pria itu langsung bersimpuh. Bersujud dan mengetuk dahinya kelantai.
"Orang tua ini sangat berterima kasih pada anda. Anda adalah penyelamat hidup saya. Terima kasih, sekali lagi. Terimalah penghormatan orang tua ini!"
Qin Yan terbengong. Lalu berbalik pada Xiu Xiu.
"Apakah kau menceritakan semuanya?"
"Eh! Apa?" Xiu Xiu langsung bergidik kaget seperti orang tertangkap basah.
"Aku...." Dia langsung menunduk dan gugub untuk mengatakannya.
"Tuan, aku mendengar semuanya dari pelayan pribadiku. Meskipun kalian menutupi jasa yang telah kalian lakukan, tapi aku tetap tau siapa yang telah menyelamatkanku. Tuan, tolong terimalah penghormatanku ini?"
Qin Yan menggelengkan kepala, menyuruh pak tua itu untuk berdiri. dia bersikeras mengatakan bahwa yang menyelamatkannya nya bukan lah dirinya. melainkan sosok misterius yang merupakan master dari Xiu Xiu. ayah Xiu Xiu pun percaya itu begitu saja dan menganggap bahwa pelayannya sudah salah paham. pelayannya sendiri sampai bingung harus mengatakan apa. mereka tahu bahwa Qin Yan tengah berbohong. tapi mereka juga tidak berani mengatakan apapun ketika melihat tatapan Qin Yan yang begitu serius.
meski begitu, ayah Xiu Xiu saat ini sedang dalam suasana hati yang sangat baik. apalagi ketika ia melihat Xiu lan yang hidup kembali setelah dia mendapatkan informasi bahwa putrinya telah tiada. dia begitu senang hingga ia tidak tahu bagaimana cara mengepresikannya. dia hanya memeluk putrinya sambil mengatakan kata maaf. reuni itu juga cukup mengharukan. ibu Xiu lan saja sampai gametar karena saking kagetnya ketika melihat putrinya kembali. rasa kehilangan jiwanya setelah mendengarkan kematian putrinya pun otomatis langsung mereda. dia tidak lagi seperti sebelumnya yang terlihat seperti orang tak waras.
saat itulah, Xiu lan akhirnya merasakan kan kasih sayang seorang ibu setelah sekian lama diabaikan. dia akhirnya juga memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang.
setelah reuni tersebut, ayah Xiu Xiu mengundang semua orang di keluarga Xiu, untuk makan bersama dan berpesta meskipun saat ini mereka menderita kerusakan yang cukup parah akibat perbuatan Qin Yan. tak lupa pula Qin Yan dan lainnya bergabung di dalamnya. Malamnya, Qin Yan dan lainnya bersiap siap untuk pergi ke kerajaan Great blaze. Kerajaan dimana identitas Xie Xie harus di pastikan. Saat ini, anggota keluarga Xiu telah berkumpul untuk berpamitan dengan mereka.
Xiu Xiu melepas tanggung jawabnya sebagai patriak, digantikan oleh ayahnya. Mulai sekarang, keluarga Xiu di ambil kembali oleh Xiu yang, ayah Xiu Xiu. Lalu, dua orang wanita berdiri disebelah pak tua itu. Satunya ibu Xiu Xiu, dan satunya lagi, ibu Xiu lan. Wanita itu, setelah sadar bahwa putrinya masih hidup. dia pun kembali normal dan telah mengakui semua kesalahan serta perselingkuhan nya di belakang suaminya sendiri didepan semua anggota keluarga Xiu. Hingga tinggal keputusan patriak akan diberi hukuman seperti apa padanya. tapi sebelum itu mereka harus mengantar kepergian Xiu Xiu bersama teman-temannya.
Xiu Xiu berpamitan kepada mereka. Semua keluarga Xiu menggiring kepergian mereka. Qin Yan dan lainnya pun berjalan keluar dari kediaman Xiu. Ketika mereka cukup jauh, tetua ketujuh mendekati tetua kedua.
"Senior, apakah tidak apa apa membiarkan Xiu Xiu pergi?"
Alis tetua kedua berkerut dan bertanya mengapa.
"Keluarga Xiu saat ini....." Tetua ke tujuh menunduk dengan takut untuk menjawab. Tapi Xiu yang sang patriak yang dari tadi melambaikan tangan pada Xiu Xiu dan lainnya langsung menjawab.
"Tidak apa. Kalau masalah itu. Kalian tidak perlu khawatir." Patriak tersebut terus tersenyum lalu kedua tangannya ditempatkan dibelakangnya. Pandangannya tertuju pada Qin Yan. Anak muda yang ia kira adalah orang yang telah menyembuhkannya. Dan juga selain itu, ia bahkan diberi kejutan lain yang lebih besar oleh anak itu.
Tetua kedua juga tersenyum. Dia dan patriak sudah tau masa depan keluarga Xiu sekarang. Meskipun keluarga Xiu mengalami masalah dan sekarang sudah melemah, namun mereka yakin. Tidak ada yang berani lagi macam macam dengan keluarga mereka sampai kedepannya. Patriak pun berbalik, tersenyum pada mereka kemudian memberi arahan.
"Cepat kalian bereskan barang barang kita. Malam ini kita akan berangkat ke kerajaan Sunmoon."
Diwaktu yang sama, diruang tertutup. Beberapa tetua dan anggota keluarga yang memusuhi keluarga Xiu sedang berdiskusi. Namun, terlihat raut kekesalan diwajah mereka masing masing.
"Bagaimana bisa keluarga Xiu bergabung dengan Sekte istana Niwan? Apakah kau yakin informasi itu tidak salah?." Seorang pria kekar bertanya pada bawahannya.
"Patriak, mata mata kita telah mengatakan itu. Sepertinya mereka mendapat sebuah keberuntungan."
"Yah, aku tahu itu. Padahal keluarga Xiu saat ini sudah begitu lemah. Apa jangan jangan mereka hanya menggunakan sekte Istana Niwan untuk menggertak kita?" Patriak kekar itu mulai berpikir yang tidak tidak.
"Tapi patriak, sekte Istana Niwan saat ini adalah sekte yang sedang naik daun. Itu juga sekte yang disegani oleh lima sekte terkuat. Tidak bisa dipungkiri kalau kemungkinan sekte itu adalah sekte terkuat saat ini."
"Cih." Patriak meludah tak senang.
"Tapi aku masih tidak yakin kalau mereka benar benar masuk ke dalam sekte itu. Lagian, bukankah pemimpin sekte itu sudah mati saat perang di Kota surga? Bukan hanya pemimpin mereka, bahkan tetua tetua terkuat juga menghilang. Kenapa kita harus ragu untuk menyerang keluarga Xiu?" Kata kata tetua yang lainnya membuat ekspresi patriak jadi lebih santai. Ternyata ada juga yang sepemikiran dengannya. Ini membuat patriak jadi kembali bersemangat.
"Baiklah, kalau begitu kita serang saja keluarga Xiu. Tidak, kita harus menyerang anak itu yang sudah mematahkan peluang kita kemarin." Patriak kekar tersebut tersenyum dengan niat membunuh.
"Kumpulkan keluarga lain. Aku ingin lihat, sehebat apa anak itu. Dia tidak mungkin bisa menang melawan kita semua."