LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Membentuk pil tingkat sembilan


Akhirnya, kompetisi pun dimulai. Bi Li mulai mengeluarkan semua bahan bahan yang sudah di sediakan.


"Senior, melihat anda menyediakan bahan bahan itu untuk nona. Apakah anda berencana agar nona menyuling pil Ensenci Chi lima rangkap?" Tanya Tetua disamping nenek itu.


Nenek tersebut mengangguk pelan.


"Ya. Aku mengeluarkan beberapa harta Karun milik kita. sesekali aku harus melihat perkembangan muridku sejauh ini." Nenek tersebut tersenyum, bahan bahan langka yang ia keluarkan. Tidaklah seberapa. yang penting, harga diri asosiasi ini dapat dikembalikan.


Tapi, bagi tetua. Bahan bahan tersebut sangatlah berharga. Masing masing bahan berumur 10 ribu tahun. Itu benar benar mahal sekali. Tapi, keputusan senior mereka tidak berani ada yang membantah.


Disisi lain, Qin Yan juga mengeluarkan beberapa bahan bahan yang dimilikinya. Bahan bahan ini, ia ambil dari beberapa perburuan atau pencurian yang selama ini ia lakukan. Kali ini, ia harus serius. Mumpung masih ada di asosiasi terbesar dunia, Qin Yan akan membeli beberapa bahan berharga disini.


Qin Yan mulai mengeluarkan Ginseng emas berumur 10 ribu tahun. Air mata kehidupan dari makam Tian Lei. Setelah itu, Qin yan berhenti sejenak. Hanya ini bahan yang ia miliki.


"Untuk seorang bocah.... Memiliki raja Ginseng emas berumur 10 ribu tahun benar benar sangat tidak terduga. Padahal ginseng tersebut sangat langka bukan. Bahkan hanya beberapa ribu tahun saja ditemukan. Itu pun harus ditempat yang tersembunyi." Bisik salah satu Tetua dengan kagum.


"Cih, lihatlah. Dia hanya punya dua bahan. Apa yang ia lakukan dengan dua bahan itu?." Tetua disampingnya menjawab dengan tak senang. Sedari awal ia memang tak mendukung Qin Yan. Bahkan tidak tertarik sekalipun. Ia sangat membencinya karena ia menganggap Qin Yan hanyalah bocah yang suka mencari gara gara tanpa memikirkan konsekuensi.


Tiba tiba Qin Yan mengangkat tangannya. Para tetua dibuat heran olehnya.


"Bolehkan aku membeli bahan bahan pelengkap?" Tanya Qin Yan.


Untuk sesaat para tetua jadi bingung, termasuk sang nenek.


"Apa maksudmu?" Tanya Sang nenek dengan tatapan curiga.


"Oh, aku kekurangan bahan. Jadi, mungkin aku bisa membelinya dari kalian."


Nenek pun jadi terdiam mendengar permintaan Qin Yan. Ia memandangi wajah anak itu dalam beberapa waktu. Kecurigaannya tidak pernah turun, ia pun menyilangkan tangan didada.


"Memangnya apa yang kau butuhkan?" Tanyanya kembali, meskipun terdengar seperti setuju, tapi nenek itu sama sekali tidak ingin memberikan barangnya pada Qin Yan. Ia hanya ingin menanyai Qin Yan saja.


"Aku butuh Buah Kebangkitan dan darah Phoenix."


"Hah?"


Nenek tersebut langsung terbengong mendengarnya. Buah kebangkitan? Darah Phoenix?


"Oi bocah, kalau ingin membuat lelucon setidaknya buatlah semasuk akal mungkin. Phoenix itu hewan kuno! Apa kau pikir mudah untuk mendapatkannya hah? Bodoh!!" Teriak sang nenek, para tetua jadi tak bisa menahan tawa. Sementara Bi Li, hanya menatap Qin yan dengan heran.


'Yaaah.... Mau bagaimana lagi. Ternyata disini tidak ada yah. Haish... padahal di Z semuanya tersedia. Tapi, kenapa poinku harus habis total?' Qin Yan memegangi dahinya dengan sedih. Melihat itu, sang nenek jadi sedikit mempunyai ide.


"Oi bocah." Panggilnya lagi.


"Kami memang punya darah Phoenix. Tapi, darah itu sangat berharga bagi kami. Leluhur kami di masa lalu mengorbankan nyawa untuk mendapatkannya. Kami tak bisa memberikannya dengan mudah. Kecuali....."


Qin Yan langsung mengerti perkataan nenek itu. Ia pun mengangguk.


"Baiklah, akan kuberikan berapa pun yang kau mau."


"Ohoo.... Sepertinya kau salah paham. Makanya dengarkan ini baik baik. Aku tak menginginkan uangmu. Leluhur kami mengorbankan nyawa mereka untuk ini. Uang sebanyak apapun tidak akan cukup." Tawa nenek itu layaknya seorang pembisnis yang berusaha membodohi kliennya.


"Jadi, apa yang kau inginkan?" Tanya Qin Yan lagi


Nenek itu hanya menatapnya dengan tenang. Terdapat senyuman licik dibibirnya.


"Karena itu adalah benda berharga kami. Maka harus ditukar dengan benda yang layak."


Tanpa basa basi Qin Yan langsung melemparkannya sebuah kertas gulungan.


"Apa ini?" Nenek itu bertanya dengan bingung. tangannya tanpa sadar menangkap kertas itu. Setelah membukanya, matanya langsung terbelalak. Tangannya langsung menggenggam erat kertas itu dalam diam.


"Ada apa, senior?" Tetua yang menyadari kejanggalan nenek itu pun bertanya.


Nenek itu menghela napas panjang, tatapannya tertuju pada Qin Yan disana.


"Siapa sebenarnya bocah ini." Gumamnya dengan serius. Ia pun menutup mata, kemudian mengintruksikan pada salah satu tetua.


"Cepat ambilkan."


"Apa!!!" Tetua tersebut langsung terkejut, ia memandangi nenek itu dengan tidak percaya. Namun nenek itu kemudian menatapnya dengan tajam, seakan akan seperti seluruh hidup tetua itu ada ditangannya.


Tanpa menunggu waktu lama, tetua yang disuruh, pergi dengan penuh ketakutan. Sementara, Sai Hwang. Ia menatap Qin Yan, dimana Qin Yan juga menatapnya. Mereka berdua saling bertatapan sejenak, terlihat tidak ada raut terpaksa dari wajah anak itu.


'Kenapa? Kenapa dia bisa biasa biasa saja setelah memberikan harta Karun ini?' Tangan nenek itu sedikit gemetar, entah sejak kapan, ia mulai merasa takut dengan anak ini.


Memberi satu set gulungan kondolisasi Tier God memang bukan perkara murah. Tapi bagi Qin Yan itu masa bodoh. Toh, ia juga bisa merancang yang baru. Satu set gulungan bukan apa apa baginya.


Tidak lama kemudian, tetua pun datang membawa sebuah botol kecil berisi cairan merah. Qin Yan memeriksanya sejenak. Dan ia pun tersenyum.


"Bagus sekali." Ia kemudian menutup mata. Meminta bantuan Z, sekali minta pun Z langsung memberikan buah Kebangkitan. Asalkan ada poin untuk menghidupkannya kembali, itu semua tidak masalah.


Akhirnya, seluruh bahan pun lengkap. Qin Yan merenggangkan sendi jarinya. Bersiap, untuk menyuling. Tapi pertama tama, ia memperhatikan wanita didepannya yang terdiam menunggunya bertindak.


"Apa kau menungguku?" Tanya Qin Yan.


Presiden cantik itu hanya menatap Qin Yan dengan tenang, tangannya dilipat didada. Tidak ada ekspresi apapun diwajahnya, hanya saja tatapannya ke Qin Yan berbeda ketika ia menatap orang lain pada umumnya.


Setelah saling bertatapan sejenak, wanita itu akhirnya mengambil bahan bahan diatas meja. Di cuci bersih terlebih dahulu, lalu dimasukan satu persatu bahan didalamnya. Aura api pun langsung bergejolak. Dibelakang gadis itu terciptalah sebuah lady flame yang terbentuk dari api murni.


'Oh, spirit api yah. Ditambah lagi, spirit api yang ada didalam dirinya adalah roh peri api. Dia benar benar luar biasa untuk generasi muda seperti dirinya.' Puji Qin Yan dalam hati.


Ia pun mengeluarkan tungku miliknya, tanpa membuang waktu lagi, ia pun memulai penyulingannya.


Kali ini, ia tidak akan terburu buru memasukan seluruh bahan bahannya. Penyulingan kali ini tidak seperti penyulingannya sebelumnya. selama ini ia begitu tenang dan tidak menghawatirkan apapun dalam menyuling. Itu dikarenakan ia hanya menyuling pil yang tergolong biasa. Tapi kali ini, pil yang dibuat tidak sesederhana yang terlihat.


Ia harus fokus dan tidak boleh ceroboh. Karena ini, bisa saja menyangkut kehidupannya.


Qin Yan mulai menyalakan kompor menggunakan api ungunya.


'Inti roh api? Oh, pantas saja ia begitu sombong. Ternyata ia punya kartu sebagus itu yah.' Batin sang nenek disana. Ia memandangi wajah anak itu yang serius, entah apa yang dipikirkannya. Hanya saja, selama ini ia belum pernah melihat ada anak yang seperti itu. Tapi dilihat dari kecerobohannya dalam bertindak, sifatnya sama seperti Weisi, atau mungkin lebih tepatnya seperti adiknya, Zhou Zun er. Gadis bodoh dan polos, selalu ceroboh dalam melakukan sesuatu.


Tapi, benarkah tindakan anak ini hanya kecerobohan? Sejak awal ia memang merasa ada yang aneh dari anak ini, semakin lama ia menyelidiki dan ikut campur, ia rasa ia semakin masuk kedalam perangkapnya. Anak ini bukan hanya sekedar sesuka hati mengambil keputusan, tapi sebenarnya ia sudah memikirkan matang matang.


Sai Hwang sedikit ngeri saat memikirkan itu. Tidak mungkin kan, ada anak yang berani memanipulasi seorang legenda seperti dirinya. Para master saja tidak berani melakukan itu, tapi dia..... Mungkinkah dia berusaha mencari perhatiannya?


Lebih dari itu, Sai Hwang menganggap Qin Yan telah berbuat ceroboh. Tapi disaat bersamaan, ia juga telah mengakui keberanian anak ini.


Qin Yan pun mulai memasukan dua bahan. Yaitu Ginseng emas dan buah kebangkitan. Kali ini, ia tidak lagi bermain main. Ia harus meleburkan kedua bahan ini tanpa melakukan kesalahan sedikit pun.


Ia pun menutup mata dengan tenang, apinya mulai masuk kedalam tungku. Baru semenit ia mengolah bahan itu, tekanan yang luar biasa langsung menghantam tubuhnya. Qin Yan sampai menggertakan gigi, saat merasakan tekanan itu mulai mengoyak energi jiwanya.


"Uh......!!" Pelan pelan Qin Yan merasakan, kesadarannya mulai pudar. Padahal ini baru awal penyulingan, tapi..... seluruh tubuh Qin Yan rasanya runtuh seketika. Karena kekuatannya yang tersegel, ia jadi kesusahan mengendalikan penyulingan ini.


Tujuannya menciptakan pil ini, yaitu sebagai langkah pertama membangkitkan Huo lan. Tapi, karena tujuannya tersebut, ia jadi terjebak dalam ujian penyulingannya itu sendiri.


"Qin yan......."


"Qin yan....."


"Tolong aku....."


"Jangan bunuh aku...."


"Qin Yan...."


"Kau mencintaiku kan?"


Berbagai sosok Huo lan muncul dikepalanya. Raut wajahnya berubah ubah, ada yang kasihan, ada juga yang menampilkan wajah manisnya, lalu wajahnya yang imut, setelah penampilannya yang menyedihkan, terakhir penampilannya yang berubah menjadi mutasi monster. Ekspresinya penuh Kemarahan.


"Kenapa kau membunuhku Qin yan?"


"Kau tidak mencintaiku kan?"


"Aku hanya mainanmu kan?"


"Kau pasti hanya menganggapku sebagai hambatan, kan?"


Sosok Huo lan dalam bentuk monster terus mendesak Qin Yan terus menerus. Banyak sekali bayang bayang nya yang menghantui Qin Yan.


Tapi Qin Yan hanya diam dengan semua itu.


"Jawab aku Qin Yan. Kenapa kau tinggal diam."


Akhirnya, Qin Yan menangkapnya tangannya. Menatapnya dengan penuh kasih sayang.


"Tidak sayangku, tidak begitu. Seperti wanitaku yang lain, aku juga mencintaimu. Aku tidak akan membiarkanmu terus menunggu didalam ruangan yang gelap. Kau takut gelap kan? Jangan takut, aku pasti akan membebaskanmu. Jiwamu yang kesepian akan kubebaskan. Dan kita bisa hidup bersama."


Setelah mendengar itu, sosok Huo lan tersebut tersenyum. Perlahan lahan, ia menghilang menjadi titik emas. Qin Yan hanya memandangi kepergiannya dengan rasa sakit dihati.


Disaat yang bersamaan...


"Swosh"


Cincin kuning tercipta dan berputar dibelakang kepala Qin Yan. Pada tetua langsung tercengang melihat itu.


"A-apa itu.....?" Bahkan sang nenek pun tak pernah melihat hal seperti itu.


"Swosh" Aura Qin Yan bergejolak sekali lagi. Sangat kuat, sangat kencang. Bagaikan angin berhembus kencang menerpa semua orang.


"I-ini....!!! Penyulingan tingkat Sembilan!!!!!!" Mata Sai Hwang terbelalak, ia terjatuh lemas. Para tetua membantunya berdiri.


"Apa nada baik baik saja senior!!"


"Senior, kau mendengarkan kami!"


"Senior!!"


Tidak perduli berapa banyak pun panggilan, Sai Hwang tetap diam. Seolah olah, ia tidak mendengarnya. Tatapannya tertuju pada seorang anak muda yang tengah menyuling disana.


'Apakah benar ada....... orang yang mencapai tingkatan itu di umur semuda itu?' Pencapaian Qin Yan merupakan pukulan telak baginya. Padahal umurnya hampir mencapai 300 tahun, tapi ia tidak menyangka ada bocah yang berada ditingkat sama sepertinya diumur 17 tahun.


'Master..... Aku sama sekali tidak mempercayai ini.'


Disaat yang bersamaan, saat peleburan bahan dalam keadaan stabil.


Jin kei, Yao Chen dan Elfes yang berada ditempat berbeda merasakan sesuatu yang salah.


"Cih, apa yang dilakukan bocah itu sebenarnya. Dia melakukan hal Ceroboh lagi." Tanpa membuang waktu, ketiganya langsung duduk bersila mengalirkan energi mereka untuk ditransferkan kedalam tubuh Qin Yan.


"Huh, dia benar benar bocah nekat yah. Bukankah ini terlalu terburu buru baginya?" Gumam salah satu kepala ular didalam alam spiritual Qin Yan.


"Kau benar, dia tidak memperhatikan nyawanya demi orang yang ia sayangi." Jawab si kepala ular biru.


"Orang yang ia sayangi yah..... Kenapa kita tidak bantu dia saja." Si kepala merah memandangi Qin Yan yang masih menyuling dari belakang.


"Bukankah kalau dia mati, maka kita akan kehilangan tempat tinggal??" Lanjutnya lagi.


"Cih, terserah kau saja."


Kemudian, Neidan mulai bersemedi. Cahaya dari kristal dikepala mereka mulai bersinar dan dialirkan ketubuh Qin Yan.


"Swoosh"


Energi luar biasa dari empat makhluk kuat mengakibatkan aura Qin Yan semakin bergejolak. Bahkan presiden cantik didepan Qin Yan saja sampai terlempar kebelakang.


"Aaaaah.....!!" Teriak wanita itu, Sampai akhirnya ia terpental di dinding.


Aura Qin Yan yang meledak tak kunjung berhenti. Untuk sesaat wanita itu terdiam dengan apa yang di alaminya. Apa yang terjadi, itu tidak tahu apa apa.


Tidak lama kemudian, nenek pun datang melindunginya. Wajah sang nenek yang pucat dan panik. Membuat Bi Li jadi khawatir.


"Apa yang sebenarnya terjadi master?" Tanyanya dengan bingung.


"Kita harus menjauh darinya dulu. Sangat berbahaya jika kita berada didekatnya." Nenek itu kemudian mengangkat Bi Li dan menjauh dari sana.


Awan dilangit mulai mendung, angin pun berhembus kencang. Seperti membentuk lorong.


"Apa yang terjadi?"


Hal ini menarik perhatian banyak orang. Termasuk para master, Zhou weiqing, Sangguan Tianyang, dan lain lain menghadap kelangit.


"Fenomena ini..... Nenek Sai sedang menciptakan pil apa?" Gumam Weiqing dengan heran, masih banyak yang harus ia kerjakan. Namun, karena urusan mendadak ini, ia harus meninggalkannya dan memantau apa yang terjadi. Begitu juga yang dilakukan para tetinggi lain.


Disaat ini, Cui Xie memandangi langit yang gelap tersebut dan bergumam dengan penuh ejekan.


"Ck, membentuk pil ilahi disaat saat seperti ini? Asosiasi disini ceroboh juga, mereka pasti memikirkan reputasi."


"Apa yang mereka rencanakan. Apakah mereka berniat memancing kami?" Gumam Han genyu, yang tengah berdiri diatas atapnya.


Sementara itu, Chi Tae hanya menikmati anggurnya diatas dahan pohon. Di sampingnya, Rong Qiyu berdiri sambil mengelus janggutnya.


"Apa katanya?" Tanya Chi Tae pada Rong Qiyu dengan tenang.


"Lord berkata, apapun yang terjadi. Dapatkan pil itu, tampaknya ia sangat tertarik dengan pil ini." Jawab Rong Qiyu.


"Hm....? Lord yang kuat itu tertarik dengan pil buatan manusia? Aku penasaran, pil macam apa yang menarik perhatiannya." Senyum Chi Tae, sesaat kemudian, mereka berdua langsung menghilang.


Awan hitam itu semakin menarik perhatian, mereka berputar dan membentuk sebuah lorong panjang. Membuat Sai Hwang mau tidak mau merasa panik. Fenomena ini pasti menarik banyak perhatian. Para ahli sedang menuju kesini, entah itu kawan atau musuh.


ia tidak punya cara lain lagi rupanya.


Sai Hwang menarik napas panjang.


"Kalian semua, cepat bentuk formasi dinding empat pembatas. Pastikan, tidak ada orang yang harus melihat pembentukan pil ini!"


"Baik!" Empat tetua lainnya mengangguk bersamaan. Mereka pun mengambil posisi, ke empatnya menempati empat sisi mengeliling Qin Yan hingga berbentuk seperti persegi.


Cincin Perak mereka menyala, dengan aba aba yang sesuai, mereka langsung memusatkan kekuatan mereka. Menciptakan sebuah dinding penghalang. Dinding penghalang tersebut saling terhubung dan akhirnya melindungi Qin Yan.


'Akhirnya selesai, dengan ini kemungkinan proses penyulingannya akan aman.' Nenek tersebut menghela napas lega. Ia kemudian memejamkan mata, dengan jelas ia merasakan beberapa ahli menuju kesini.


'Anak ini.... Apa yang ia rencanakan sebenarnya?' Gumamnya dengan kesal. Sementara presiden cantik dibelakangnya semakin tidak mengerti dengan situasi ini. Mereka sekarang ada diluar pembatas, membatasi anak yang tengah menyuling didalam sana.


"Master, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Bi Li dengan bingung.


Sai Hwang hanya menghela napas.


"Muridku, lihatlah baik baik. Ini mungkin hanya sekali kau lihat seumur hidupmu. Aku harap kejadian tak terduga ini bisa menjadi pembelajaran bagimu."


Bi Li semakin bingung mendengarnya.


"Apa maksudmu master?" Tanyanya lagi.


Melihat muridnya yang semakin bingung, nenek tua itu tidak tau harus berbuat apa. Ia pun juga bingung dengan hal ini. Sesuatu yang seharusnya telah melampaui alam, telah terjadi sekarang.


"Bi Li, anak itu...... Dia menciptakan pil tingkat Sembilan."


"Apa!" Mata Bi Li langsung terbelalak. Ia menutup mulut tak percaya. Perkataan yang barusan ia dengar tadi, tentu tidak mungkin. Ia menatap Qin Yan yang tengah menyuling disana. Apakah dia masih bocah? Tidak mungkin, dia pasti seorang ahli yang tengah menyamar. Sekarang dia yakin, kalau Qin Yan memang bukan anak kecil.


Bi Li kemudian menyipitkan mata melihat Qin Yan. Samar samar ia melihat jiwa anak itu sepertinya keluar. Tapi, yang menarik perhatiannya yaitu, kenapa bisa ada cincin yang berputar dibelakang kepalanya.


'Apa itu?'


Ia pun bertanya pada masternya.


"Master, apa itu?."Bi Li menunjuk kearah cincin kuning milik Qin Yan. Ternyata masternya juga tidak tau, ia menggelengkan kepala. Fakta bahwa pengetahuannya masih kurang, membuat sang nenek yang dikenal legenda dalam Alkhemis jadi merasa merendah.


"Aku memang tidak tau, tapi seharusnya itu adalah pusat kekuatan mental."


"Kekuatan mental?"


Sai Hwang mengangguk.


"Kekuatan mental adalah penentu keberhasilan dalam menyuling pil tingkat 8 keatas. Jika ingin menyuling ketingkat tersebut, maka perkuat mentalmu. Karena yang mengendalikan penyulingan bukan hanya kekuatanmu saja, tapi Rohmu, jiwamu. Dan jika mentalmu lemah, maka rohmu akan tenggelam dalam ujian penyulingan itu sendiri." Jelas Sai Hwang.


"Ja-jadi seperti itu. Aku penasaran, ujian macam apa yang menjadi penghalangnya." Gumam Bi Li.


"Ujian yang penghalang yah." Sai Hwang termenung sejenak, teringat saat menciptakan pil tingkat Sembilan di masa lalu. Saat itu, bahkan ia hampir mati. Jika saja masternya tidak membantunya. Jiwanya akan terjebak dalam kepedihan truma masa lalunya untuk selama lamanya.


Setelah menciptakan pil itu, ia tidak lagi menciptakan pil tingkat sembilan. Ia hanya menciptakan tingkat delapan. Sampai akhirnya terbiasa dengan semua itu. Lalu mencoba menyuling pil tingkat sembilan kembali. Sejak kesuksesan itu, ia pun dikenal sebagai legenda dalam alhkemis.


Ujian menyuling pil itu tidak semudah yang di bayangkan. Dan juga, bukan hanya ujian mental, tapi setelah pil jadi pun. Sang penyuling akan mendapatkan petir pembaptisan surga.


"Apapun ujiannya, kau harus memikirkan dulu jika ingin menyuling. Jika melewati batasmu, kau bisa saja kehilangan nyawamu."