LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Identitas Xiu xiu


Waktu pun berlalu. Qin Yan telah menghabiskan waktu tiga hari. Semua teman temannya menunggu dengan sabar didepan pintu. hanya mereka saja, yang lain sudah pulang ketempat tinggal masing masing.


Yao Chen duduk di kursinya tanpa bergerak selama tiga hari ini.


"Haaah.... Anak itu, kalau menerobos ketingkat raja paling cepat 1 bulan." Gumamnya. Ia pun berbalik ke arah luar. Alisnya berkerut melihat Lin Fin dan lainnya masih menunggu. Haruskah ia memberi mereka kabar. Meskipun masih berbohong setidaknya mereka tidak menyiksa diri seperti itu.


Akhirnya ia pun berdiri.


Diluar, Lin Fin yang hampir lelah menunggu. Tiba tiba melihat pintu dibuka.


"Bagaimana keadaannya tuan?" Belum lagi Yao Chen melangkah kedepan, mereka sudah datang bertanya. Bahkan semua berkumpul mengurumuni Yao Chen.


"Kondisi Qin Yan sudah membaik. Tapi dia belum siuman sampai saat ini. Kalian sendiri, apakah kalian tidak ikut turnamen?" Yao Chen balik bertanya. Sudah tiga hari berlalu setidaknya jadwal kompetisi bertarung telah tiba.


Tapi Lin Fin menggeleng.


"Tidak tuan, hari ini adalah hari pertarungan tim lain. Kemungkinan kami bertarung seminggu kemudian."


Yao Chen mengangguk mengerti mendengarnya. Setiap hari, masing masing tim akan saling bertarung. Ada 21 kerajaan, itu berarti sekitar 10 hari dijalani oleh tim yang bertarung setiap harinya. Terkadang, karena instensnya pertarungan. Satu pasang peserta menghabiskan beberapa jam ketika bertarung. Bahkan ada yang sampai satu hari penuh hanya karena mereka seimbang. Itulah mengapa, dalam babak eliminasi ini. Semua yang bertarung bukanlah peserta lemah seperti di awalannya. Bisa dibilang, bibit unggul yang tersisa akan saling bertarung hingga menyisahkan bibit terbaik diantara yang terbaik.


"Baiklah, kalian juga jangan terlalu berdiam disini. Kalau Qin Yan melihat kalian seperti ini, dia pasti akan marah. Alasan mengapa Qin Yan jadi seperti ini, karena sekuat kuatnya dia, tetap saja bahaya tidak akan pernah hilang. Kalian juga, jangan sampai hal yang sama terjadi pada kalian. Aku tidak tau nanti bagaimana nasib kalian. Sebaiknya kalian berlatih untuk meningkatkan kekuatan. Kalau masalah Qin Yan, biar aku yang urus disini."


Setelah mendengar saran Yao Chen, akhirnya mereka menghela napas lega. Mereka langsung membungkuk berterima kasih. Lalu berpamitan pulang ketempat penginapan.


*********


Ruang dimensi spasial.


Puluhan pil Nirvana melayang layang disekitar Qin Yan yang tengah duduk berkultivasi dengan tenang. Bukan hanya itu, ia juga duduk ditengah formasi yang ia buat.


Proses ini membutuhkan 1 bulan? Jangan bercanda, 1 bulan itu kompetisi telah berakhir. bagaimana mungkin Qin Yan bisa menyaksikan rencana final keempat master sekte yang berusaha menghancurkan dunia ini.


Qin Yan sudah menetapkan, proses ini hanya akan memakan satu Minggu. Dengan formasi yang ia buat, kecepatan kultivasi akan meningkat berkali kali lipat. Apakah tubuh akan rusak dengan kecepatan seperti itu? Tenang saja, Qin Yan sudah mempersiapkan jaminan. Yaitu tiga jiwa yang ada didalam tubuhnya untuk mengolah dan membantu mengendalikan kekuatan yang tengah bergejolak kedalam tubuhnya. Ditambah lagi, mereka juga akan melindungi tubuhnya.


Lalu apa lagi yang kurang? Tentu saja sumber daya. Dan pil Nirvana adalah sumber daya terbaik yang ada di jagat raya ini. Setiap energinya yang terhisap dan masuk kedalam tubuh. Akan meningkatkan kekuatan berkali kali lipat. Tapi, kalau tidak ada penyeimbangan dalam hal mengontrol kekuatan ini maka bisa jadi terjadi kegagalan dalam menerobos.


Oleh karena itu, untuk orang lain yang tidak seistimewa Qin Yan. Mereka akan membeli pil yang namanya pil roh penyeimbang. pil yang dapat menyeimbangkan energi dalam tubuh. Dengan itu, maka keberhasil mereka untuk menerobos akan meningkat beberapa kali lipat. Meskipun ada juga orang yang gagal pada akhirnya.


hari keempat. Weiqing datang ke rumah sakit untuk sekian kalinya. Ia masih bingung mengapa energi penghalang ini masih belum terlepas.


'Apakah Qin Yan masih belum sembuh? Haish, aku pulang saja lebih baik.'


Hari ke lima, tetap masih tidak ada pergerakan. Para mata mata yang dikirim oleh mereka yang ingin mengawasi Qin Yan hanya pulang dengan informasi kosong.


Sore hari itu. Xiu Xiu berjalan jalan disebuah pasar. Karena ia telah selesai berkultivasi dari pada teman temannya yang lain. Dia disuruh untuk membeli beberapa bahan makanan untuk persiapan makan malam. Awalnya semua baik baik saja, lancar seperti biasa. Tetapi, ketika Xiu Xiu pulang. Tepatnya ketika ia berjalan ketempat yang sepi. Barulah dia merasakan ada yang salah.


Angin berhembus menerpa rambut merah Xiu Xiu. Saat itu, ia berjalan dengan santai. Debu debu kasar disekitarnya tiba tiba bergerak meskipun sangat lambat. Xiu Xiu tidak berhenti. Meskipun ia tahu itu. Debu kasar yang bergerak tiba tiba bersatu dengan yang lain, dan membentuk seperti gumpalan pasir.


Dan secepat kilat, pasir itu langsung menerkam Xiu Xiu.


"Slash" Xiu Xiu berbalik dan langsung menebas pasir itu dengan pasirnya pula.


Pasir yang tertebas kembali berserakan, lalu bersatu kembali. Xiu Xiu hanya menyaksikan itu tanpa ekspresi. Tenang dengan hembusan angin meniup rambutnya.


"Wah wah, kau hebat juga."


Seorang gadis berambut merah panjang diikat seperti kuncir kuda, tiba tiba muncul dari atas langit. Ia berpijak pada pasirnya hingga ia tampak melayang.


"Siapa kau?" Tanya Xiu Xiu dengan dingin.


Gadis itu hanya tersenyum tipis, tangannya kembali mengendalikan pasir.


"Lawan aku dulu kalau mau mengetahuinya!" Gumpalan pasir langsung menyerang Xiu xiu lagi.


Tapi Xiu Xiu menghindari itu dengan mudah. Bahkan langkah kakinya yang gesit, cukup membuat gadis itu kesusahan. Ia pun menambahkan jumlah pasirnya. Pasir pasir itu semakin besar dan banyak. Gumpalan pasir itu tidak berkumpul. Melainkan berserakan dibawah kaki Xiu Xiu bagaikan aliran air.


Saat itulah Xiu Xiu sudah merasakan ancaman. Kakinya yang berpijak ditanah ternyata telah digantikan pasir. Pasir pasir itu mengekangnya dan membuatnya tidak dapat bergerak.


Tapi wajah Xiu Xiu masih tenang tanpa Ekspresi. Hal itu tentu membuat gadis itu cukup kesal.


"Jangan meremehkanku sialan!" Cincin Abu abunya bangkit dan menyala.


"Skill pertama! Pasir hisap!"


Seketika, Xiu Xiu terhisap ketanah.


"Hehehe...." Gadis itu tertawa licik. Keduanya tangannya langsung bersatu.


Disaat bersamaan, pasir pasir disekitar Xiu Xiu bangkit dan berbentuk persis seperti kedua tangan. Tangan itu langsung menutupi Xiu Xiu.


Gadis itu menghela napas lega.


'Akhirnya, aku bisa membawamu. Dengan ini aku akan menyandramu untuk sementara.' Senyum gadis itu. Namun tiba tiba senyumnya hilang. Pasir yang menutupi Xiu Xiu bagaikan cangkang tiba tiba hancur.


"Hah!!" Tentu saja ia kaget. Belum sampai disitu, pasir lain juga menyerangnya. Gadis itu menghindar, melompat dan berpindah tempat disetiap pasir menjangkaunya.


Xiu Xiu muncul dari balik pasirnya. Tatapan pria itu dingin namun kali ini begitu memasuki mata gadis itu. Hingga punggunya sampai basah oleh keringat dingin.


Kini pasir Xiu Xiu juga bangkit, mereka seperti senjata yang akan membunuh musuh.


"Swosh" Pasir itu langsung menembakan ratusan peluru kecil yang terbuat dari pasir padat.


Tanpa banyak berpikir, tentunya gadis itu langsung membentuk dinding pasir untuk melindungi diri. Peluru peluru kecil itu memang dapat ditahan. Tapi Xiu Xiu kembali memadatkan pasirnya hingga membentuk sebuah bor padat raksasa.


"Boom" Bor itu langsung menembus pertahanan gadis itu.


Gadis itu mundur, ia kembali mengendalikan pasirnya. Tapi kembali terserang oleh peluru kecil milik Xiu Xiu.


Akibatnya, gadis itu tidak punya cara lain selain memilih untuk melayang diatas udara dengan berpijak dipasir miliknya.


'Dengan ini, tidak ada lagi yang menghentikanku. Pasirmu tak bisa menjangkau ku dengan ketinggian seperti ini.' Ia kembali mengendalikan pasirnya lagi. Kali ini dalam jumlah yang sangat luar biasa. Ia langsung membentuk badai pasir raksasa.


'Ini dia!'


"Skill ketiga! Badai pasir!"


"Skill kedua! Fatamorgana pasir!"


Xiu Xiu yang berada didalam, tiba tiba diserang oleh sebuah bayangan. Jika ia tidak berbuat apa apa, ia akan terluka. Tapi ketika ia bertarung dengan bayangan itu, ia kembali terluka karena pasir pasir tajam yang terus berputar sekelilingnya. Akibatnya Xiu Xiu sendiri jadi bingung.


"Cih, lihatlah ini." Senyum gadis itu.


"Skill keempat! Duri duri pasir!"


dari bawah kaki Xiu Xiu. Duri yang tajam dan panjang langsung melonjak, menghantam Xiu Xiu. Mata Xiu Xiu sendiri langsung membesar dengan keterkejutan yang luar biasa.


"Hehehe...!!" Gadis itu tertawa penuh kemenangan. Tapi ia tidak menyadari, pasir berkumpul dibelakangnya. Saat itu, ia hanya kaget mengapa tempat ia berdiri tiba tiba mendung. Ketika ia berbalik, ternyata sebuah tangan raksasa langsung menghantamnya.


"Bum" Ia pun terlempar sampai ketanah.


Rasanya seluruh tubuhnya remuk, gadis itu kesulitan untuk berdiri. Namun, belum sempat ia bergerak. Tangan yang menghantamnya tadi, kembali menghantamnya lagi. akibatnya, itu terlihat seperti seseorang memukul nyamuk.


Bekas hantaman lima jari raksasa membekas diatas tanah. Gadis itu sudah tak dapat bergerak lagi. Tubuhnya benar benar remuk, darah merembes keluar lewat mulut, hidung dan telinga.


Perlahan pasir pasir memenuhi tubuhnya. Lalu pasir itu mulai mengangkat gadis itu. Dan dibawa kehadapan Xiu Xiu.


Disana, mata Xiu Xiu sudah berubah menjadi mata perubahan iblis. Duri duri tadi menembus beberapa anggota tubuhnya. Seperti dada, perut, bahu dan paha. Tentu itu sangat sakit. Tanpa sadar bahkan Xiu Xiu langsung masuk kedalam mode perubahan iblis meski tak sempurna. Ketika tubuhnya terluka, yang keluar bukanlah darah melainkan serpihan pasir. Tidak lama setelah itu, semua luka lukanya kembali pulih.


Pasir Xiu Xiu menampilkan wajah gadis itu agar dia bisa melihatnya dengan jelas. Namun, pasirnya tidak sengaja membuka pakaian gadis itu hingga bahunya terlihat. Saat itulah, Xiu Xiu melihat sebuah bekas luka sayatan didekat leher gadis itu.


Xiu Xiu tiba tiba merasa ada yang masuk kedalam kepalanya. Semacam memori kabur, samar samar ia melihat sosok gadis kecil periang didalam memori itu. Gadis itu, menariknya untuk bermain di taman dengan wajah ceria. Namun tiba tiba, beberapa orang bertopeng langsung menculik gadis kecil itu. Gadis itu merengek dan menangis. Ia pun menggigit tangan pencuri. Namun pencurinya malah melukai lehernya.


"Hah. hah. hah!" Tanpa sadar Xiu Xiu kehilangan kendali atas pasirnya. Gadis itu langsung terjatuh ditanah. Xiu Xiu juga ikut terjatuh, entah kenapa wajahnya penuh keringat.


"Ukh...!!" Ia pun memegangi kepalanya yang pening. Setelah beberapa saat, ia pun sadar. Namun kembali tak sengaja, Xiu Xiu langsung membuka pakaian gadis itu. Hingga terlihatlah sebuah kalung dilehernya.


'I-ini!' Sebuah kalung yang sama persis dengan miliknya. Jelas Xiu Xiu kaget luar biasa melihat itu. Siapa gadis ini? Kalau dipikir pikir gadis ini juga memiliki elemen pasir. Siapa dia?


Xiu Xiu berbalik kesana sini, mumpung tidak ada orang yang melihat. Dia langsung menggendong gadis itu dengan cepat dan bergegas terburu buru kembali kepenginapan.


"Brak" Saat pintu terbuka, Lin Fin yang tengah berkultivasi tiba tiba membuka matanya.


'Siapa orang kurang ajar yang berani membuka pintu kami dengan kasar.' Saat ia melihat siapa yang masuk. Dia tiba tiba terkejut melihat Xiu Xiu membawa seorang gadis. Bahkan gadis itu sudah setengah tel*njang.


"Apa! Hei, apa yang kau lakukan dengan gadis itu?" Tanya Lin Fin dengan mata membesar.


"Jangan hanya berdiri disitu, cepat bantu aku." Wajah Xiu Xiu dipenuhi kecemasan dan rasa panik.


Lin Fin pun langsung membantu Xiu Xiu sampai dia membaringkan gadis itu ke atas tempat tidur miliknya.


"Jangan bilang kau menculiknya?" Tanya Lin Fin dengan curiga.


"Sembarangan." Jelas Xiu Xiu langsung memarahinya.


"Jadi, kau menolongnya yah. Kau itu hebat juga menolong gadis cantik." Tawa Lin Fin dengan penuh godaan.


"Hentikanlah omong kosongmu. Dimana nona Liu er?"


"Dia ada di dapur." Ucap Lin Fin singkat. Dengan cepat Xiu Xiu berdiri dan menuju kedapur. Memanggil Tang Liu. Lin Fin sendiri heran dengan tingkahnya.


"Eh, dia siapa?" Tiba tiba Jung Kyun dan Xie Xie datang. Mereka heran melihat gadis asing yang tengah sadarkan diri didepan mereka.


"Dia adalah pacar Xiu Xiu." Jawab Lin Fin dengan senyuman mesum. Wajah Jung Kyun dan Xie Xie yang bingung berubah menjadi kaget.


"Xiu Xiu punya kekasih?" Tanya mereka bersamaan.


"Tentu saja. Kau lihat saja ini."


"Tapi, kenapa dia terlihat terluka parah?" Tanya Xie Xie.


"Entahlah." Lin Fin hanya mengangkat kedua bahunya.


Tidak lama kemudian, Tang Liu keluar. Setelah mendengar cerita Xiu Xiu didalam. Ia langsung memeriksa kondisi gadis itu.


"Panggil De muer." Suruh Tang Liu lagi. Secepat kilat, Xiu Xiu kembali pergi kekamar mereka untuk mencari gadis itu. Ketika semuanya lengkap. Gadis yang terluka itu segera diobati.


Beberapa saat kemudian.


"Hmm....?" Gadis itu terbangun dengan memegangi kepalanya yang pusing. Ia heran dimana ia berada, apalagi ketika ia menyadari kalau ia berada ditempat tidur.


'Dimana aku?' Matanya melihat lihat ruangan yang ia tempati ini.


Tiba tiba Tang Liu pun masuk dengan membawa ramuan yang sudah ia racik.


"kau!" Gadis itu langsung mundur dengan waspada. Tentu ia tahu siapa gadis didepannya ini. Gadis yang ia cari tahu latar belakangannya.


"Tenang saja. Aku yang telah merawatmu." Senyum Tang Liu, ia pun duduk disamping gadis itu. Menawarkan minuman, namun gadis itu tiba tiba menghempaskan tangannya dengan kasar. Hingga jatuhnya gelas, menarik perhatian Xiu Xiu yang ada diluar. Hal itu juga didengar oleh Lin Fin dan lainnya. Mereka pun masuk kedalam, melihat keadaan.


"Apa yang terjadi Liu er!" Teriak mereka.


Terlihat Liu er yang berdiri dengan ramuan yang ia racik tumpah dipakaiannya.


"K-kau...!" Mata Lin Fin membesar melihat itu. Ia hendak mengamuk, namun Tang Liu menghentikannya. Tatapannya tenang, tapi dalam hati ia juga kesal. Namun ia tahan karena gadis ini telah dibawa oleh Xiu Xiu. Dia juga harus menghormatinya.


"Xiu Xiu, aku sudah melakukan tugasku. Aku boleh pergi sekarang kan." Ucapnya. Xiu Xiu pun mengangguk pelan. Meskipun ia juga merasa bersalah.


"Y-ya."


Setelah itu, Tang Liu pun keluar dengan wajahnya yang gelap.


"Lin Fin, bisakah kau tinggalkan kami berdua?" Ucap Xiu Xiu dengan tenang.


Lin Fin pun terpaksa keluar. Meskipun ia sangat penasaran dengan hubungan mereka berdua. Tapi ia juga tetap menghormati tindakan Xiu xiu.


Setelah mereka keluar, barulah Xiu Xiu maju mendekat ke gadis itu.


"Jangan mendekat!" Gadis itu mundur dengan waspada. Ia mengeluarkan elemen pasirnya. Namun seketika tangannya ditahan oleh elemen pasir milik Xiu Xiu.


"Tenanglah, aku tidak menyakitimu. Tapi, aku ingin kau menjawab pertanyaanku." Ucap Xiu Xiu dengan tenang.


"Untuk apa aku menjawab pertanyaanmu! Kau pikir kau siapa? Dengar yah, jika kau berani berbuat apa apa padaku. Teman temanku akan datang dan menghancurkan kalian." Ucap gadis itu dengan sombong.


Xiu Xiu yang mendengar itu hanya menghela napas dengan lesu. Tapi ia juga tak ingin terus terusan melihat keangkuhan gadis ini, ia pun mulai memadatkan pasirnya hinggap seperti jaring laba laba yang lengket.


"Apa kau tidak sadar dimana posisimu. Kau berada ditempat ku, dan aku bebas melakukan apapun pada dirimu."


Mendengar ancaman Xiu Xiu, gadis itu malah tertawa sinis.


"Heh, coba saja kau lakukan."


Tanpa banyak bicara, Xiu Xiu langsung membuka baju gadis itu. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Oleh karena itu ia langsung masuk keintinya, tak ada basa basi.


"Apa yang kau lakukan?" Tentu hal itu langsung membuat gadis itu resah. Namun ia tidak dapat bergerak karena sekarang ia menjadi tawanan Xiu Xiu.


"Jelaskan apa arti kalung ini?" Ucap Xiu Xiu dengan wajahnya yang memaksa. Tapi gadis itu tetap tertawa.


"Untuk apa aku melakukannya." Meskipun pria ini akan menyakitinya atau melecehkannya. Dia tidak akan menuruti apa maunya.. Diluar dugaan, ternyata Xiu Xiu tidak memukulnya. Tapi dia malah mengambil sesuatu dilehernya pula.


Saat itulah mata gadis itu langsung membesar. Melihat dua kalung yang sama persis.


"I-itu...!!!"