LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kekacauan kota surga (3)


"Ptank ptank"


Sebuah pertarungan dua lawan satu terjadi cukup sengit di hutan dekat sebuah sungai. Lingkungan sekitar menjadi kacau karena pertarungan tersebut.


Qin Yan mundur diatas tanah hijau yang segar. Menatap dua gadis yang terengah engah didepannya.


Pertarungan yang cukup santai bagi Qin Yan, namun disisi dua gadis itu, ini pertarungan yang sangat tidak masuk akal bagi mereka. Bagaimana tidak, mereka berdua telah mengerahkan seluruh kekuatan mereka. Gadis yang bernama Ling er memegang dua buah belati dan menyerang Qin Yan secara frontal. Sementara Zun er, mengawasi dibelakang dengan busurnya.


'Apa dia monster? Bahkan kekuatan kami berdua tidak cukup untuk melawannya. Siapa sebenarnya dia?'


Qin Yan hanya tersenyum sambil menutup mata ketika melihat mereka. Sungguh, ia mengakui , kedua gadis ini benar benar berbakat. Kombinasi dan kerja sama mereka sangat luar biasa. Mungkin Weisi yang terkuat dikehidupan sebelumnya kesulitan melawan mereka.


Zhou Zun er pengguna busur sangat akurat ketika menembakan anak panahnya. Dan Ling er, digadis yang memegang belati ini. Benar benar sangat mahir dalam bertarung jarak dekat. Dalam situasi dikehidupan sebelumnya, mereka ini pasti orang orang terkuat.


Kali ini kedua gadis menatap Qin Yan.


"Kau benar benar lawan yang sulit. Tetap saja, kami akan mengalahkanmu." Ling er melesat dengan cepat. Kedua belati ditangannya bermain dan menari.


'Aduh, rasanya aku merasa bersalah melawan kedua gadis ini.' Qin Yan merasa malu pada dirinya sendiri. Meskipun begitu, ia tetap bersemangat. Walaupun ia memang merasa ini tidak adil, tapi mau bagaimana lagi. Ia seorang reinkarnasi, dalam artian itu adalah curang. Coba saja kalau situasi yang sama terjadi pada lawan didepannya. Itu pasti serupa dengan dirinya.


Sehebat hebatnya mereka, tetap saja. Lawan mereka adalah Qin Yan. Pria yang sudah berinkarnasi dengan sejuta pengalaman dikepalanya. Perbedaan yang sangat besar ini membuat kedua gadis itu putus asa. Tidak perduli bagaimana pun Ling er menyerang dengan semua trik dan kartunya. Tidak perduli bagaimana Zun er memeras otak dan mencari cara agar mendapat keajaiban. Bahkan ketika keajaiban datang pun itu tidak akan berarti didepan lawan yang sudah mutlak.


Mereka tetap akan kalah. Qin Yan selalu berhasil menghindari dan membaca pergerakan serangan mereka. Membuat kedua gadis itu kewalahan. Atribut yang mereka keluarkan, perlahan membuat mereka kehabisan kekuatan.


"Dia benar benar monster." Kali ini keduanya tidak berdaya melawan seorang yang tidak setara dengan mereka. Rasanya mereka seperti melawan master mereka sendiri.


"Sial!" Zun er mendecakan lidahnya tak terima.


Tiba tiba alis Qin Yan berkedut. Ia menerima sinyal dari Yao Chen dari dunia luar. Ternyata empat sekte pemberontak sudah bertindak saat ini.


Kemudian Qin Yan merasakan ada aura yang aneh mendekat. Lin er dan Zun er juga berbalik dengan khawatir. Apa ini? Mereka menelan ludah dengan tubuh menggigil. Tekanan ini bukan seperti tekanan biasa. Ini adalah tekanan seorang yang tidak bisa mereka bayangkan.


Bayangan seseorang terlihat didalam hutan. Seorang pria berjalan pelan dengan kerudung yang ia pakai. Perlahan terlihat didepan mata, keluar dari hutan.


"Apa anda Qin Yan?"


Zun er dan Lin er langsung pingsan mendengar suaranya. Alis Qin Yan berkerut melihat kedatangan pria itu.


"Ka-kau...?"


"Aku Gei Sha. Pemimpin kerajaan Great Blaze."


Qin Yan tertawa.


"Benarkah. Anda tidak memancarkan aura seperti anak itu." Qin Yan kemudian menatap pria itu dengan mata yang dingin. Lalu bertanya.


"Tunjukan siapa dirimu sebenarnya?"


*******


Pertarungan di kota surga menarik perhatian kerajaan lain. Yah, itu wajar. Karena efek kehancuran dan kekuatan yang dashyat tidak bisa menutupi kenyataan. Para ahli yang bertempur membuat langit bergetar. Semua orang menatap kearah kerajaan Zhongtian dengan kebingungan dan kekaguman diwajah mereka.


Hanya Weiqing dan Yao Chen yang tidak bertarung. Sekali kedua orang ini terjun kepeperangan, kemungkinan situasi perang akan berubah.


Chi Tae bersenang senang dengan monster yang ia bangkitkan. Begitu pula dengan Cui Xie. Han genyu dan Rong Qiyu juga sangat bergairah melawan para istri Weiqing.


Mungkin waktu belum lama berlalu. Tapi peperangan sudah seintens ini. berpikir kapan orang yang mendukung keempat sekte ini keluar. Mungkin, dengan menyerang mereka dan memojokkan ke empat master itu. Dia akan keluar.


Weiqing langsung melesat menyerang Han genyu dengan kecepatan memecah ruang dan waktu.


"Apa!" Han genyu tidak sempat menghindar, ia langsung menahan serangannya. Namun, perbedaan kekuatan membuatnya terpental jauh kedaratan hanya karena tinju Weiqing mengenai dadanya.


"Kuak" Han genyu memuntahkan darah segar, ia terkapar kaku ditanah sesaat.


'Sial! Bukankah aku sudah melonjak tinggi? Kenapa kekuatan kami masih berbeda jauh darinya? Bagaimana monster itu begitu kuat?'


Yang lain yang melihat itu langsung terkejut. Mereka tak menyangka kalau Weiqing akan mengambil tindakan secepat itu menyerang mereka. Bos dalam suatu perkumpulan pasti akan bertindak disaat terakhir. Seharusnya babak ini adalah babak dimana para anak buah sedang bermain main.


"Sial!" Rong Qiyu hanya menoleh kepdanya lalu bertindak dengan hati hati. Ternyata target selanjutnya adalah dia.


"Siung" Weiqing muncul didepannya. Kening Rong Qiyu agak berkedut karena kecepatan Weiqing lebih dari ekspetasinya.


"Hukum Ruang dan waktu!" Tapi ia masih memiliki kekuatan atribut hukum alam tertinggi. Ia tersenyum sambil membayangkan Weiqing yang gagal menangkapnya.


"Krak" Siapa yang menyangka kalau kekuatan hukum alamnya pecah. Weiqing juga memiliki Atribut spasial dan waktu. Keduanya juga berada dipuncak.


"Buakh" Rong Qiyu langsung menerima sebuah hantaman keras diulu hatinya. Darah mengalir keluar dari mulut Rong Qiyu sebelum ia terhempas jauh dibawah sana.


Chi tae dan Cui Xie menjadi khawatir akan hal itu. Saat berikutnya Weiqing juga bertemu dengan mereka. Dan mereka menerima nasib yang sama seperti Rong Qiyu dan Han genyu.


"Bangkitlah Asmodeus!"


Akhirnya, tanah bergetar hebat. Keluarnya seekor monster raksasa dengan cangkang dan tentakel yang menggeliat layaknya cacing. Pori pori monster itu mengeluarkan semburan asap beracun.


"Apa lagi itu!" Semua orang jadi menjauh. Para ahli mengeluarkan kening.


"GROAAAAAARRR!!!" Makhluk menghembuskan racunnya kepada manusia. Dan tentakelnya menggeliat menghancurkan daerah sekitarnya.


Para prajurit sekte Racun mengalami hal yang aneh. Mereka juga langsung memasuki mode perubahan mutasi monster layaknya Mong yi dan peserta kerajaan Lembah Racun lainnya saat berada di kompetisi. Mereka langsung menyerang para prajurit dengan buas.


Jauh dari sana, bagian barat. seorang wanita paruh baya yang cantik dirantai di keempat anggota badannya. Sedang mengerang kesakitan. Matanya yang hijau dan rambut hitamnya yang panjang akan mengingatkan kita pada paras Tang Liu yang cantik.


Dalam penderitaannya yang menyakitkan, kadang kala ada kenikmatan yang sama sekali tidak ia terima. ******* lembut dan keras keluar dari mulutnya yang terbuka. Seekor monster berdiri diatas tubuhnya sambil menyodok keluar masuk didalam lubang miliknya. Meskipun sangat nikmat, namun jauh dari dalam mata wanita paruh baya itu. Ia merasakan penderitaan yang luar biasa. Itu karena ia sedang dikekang dan dipaksa untuk membuka selangkangannya. Menjadi budak pelampiasan ***** para monster setiap hari.


Ketika aktivitas menjijikan itu sudah selesai. Sebuah telur keluar dari dalam dirinya. Itu adalah hasil dari aktivitas hari ini.


Dalam keadaan lemah, mata wanita itu berbalik ketika melihat seorang pria yang tengah berdiri tidak jauh darinya. Pria itu mengambil telur yang sudah dihasilkan dan menyimpannya ditempat penetasan.


"Kapan..... aku..... bertemu..... putriku....?" Ucap wanita itu dengan lemah. Pria itu tersenyum.


"Putrimu baik baik saja. Dia akan bertemu denganmu setelah kau menghasilkan seratus telur lagi."


Ekspresi wanita itu langsung berubah. Terdapat ekspresi menolak diwajahnya. Pria didepannya juga menyadari itu. Ia tersenyum sambil memperbaiki kaca matanya.


"Apa kau tidak ingin bertemu dengan putrimu? Jika kau menghasilkan seratus telur lagi. Aku akan membiarkan kau bertemu dengannya. Kalian sudah lama tidak bertemu. Kira kira mungkin sudah 15 tahun. Aku akan membiarkanmu bertemu dengan putrimu kali ini. Sebagai gantinya hari ini kau akan menghasilkan lima telur. Master sedang berada di kerajaan Zhongtian dan ia sangat membutuhkan monster anak anakmu."


Setelah ucapannya, empat monster yang tersisa mengantri didepan wanita paruh baya itu. Ketika memikirkan wajah putrinya yang lucu. Wanita itu tanpa sadar tersenyum dan melupakan penderitaannya. Ia pun kembali membuka selangkangannya. Selama ini hanya putrinya yang memberikan semangat hidup. Ia tidak bisa bertahan dari semua penderitaan ini jika bukan karena putrinya. Wajah lima belas tahun lalu dari seorang bayi kecil berumur satu tahun tidak pernah ia lupakan. Nama yang ia namai bayi itu juga tidak pernah ia lupakan.


"Liu er."


*******


Cui xie, Han genyu, Chi tae dan Rong Qiyu akhirnya mengambil inisiatif untuk bersatu. Mereka berempat bersatu menjadi satu tubuh. Empat kekuatan langsung berada di tubuh yang sama. Dan kekuatannya setara dengan tingkat Demigod.


Para istri Weiqing tengah melawan para monster yang kehilangan kendali.


Tubuh yang kuat itu melayang dihadapan Weiqing.


"Kau harus dibunuh."


"Kau harus dibunuh"


"Kau harus dibunuh"


"Kau harus dibunuh."


Sekali ia berbicara, tiga suara mengikutinya. Alis Weiqing berkerut dengan jijik, karena ia tidak pernah mendengar tentang hal seperti ini. Empat orang bersatu menjadi satu tubuh, teknik menjijikan apa itu. Meskipun begitu, untuk pertama kalinya. Punggungnya berkeringat dingin, tekanan dan aura lawan didepannya membuatnya agak tertekan.


"Cih..." Weiqing tiba tiba menyeringai, sudah lama sekali ia tidak merasakan perasaan seperti ini.


Yao Chen yang menyaksikan mereka diatas sana. Hanya menghela napas bosan. Haruskah ia ikut campur dari perang ini? Ini tidak ada hubungannya dengan Qin Yan, apalagi dirinya. Hanya ada satu satunya tugas yang diberikan anak itu padanya. Yao Chen pun berbalik kearah sebuah rumah tidak jauh dari sana.


Ia sudah bosan dengan situasi ini. Orang itu mau sampai kapan ia bersembunyi.


Yao Chen menuju kesana. Belum juga Yao Chen berbicara. Aura jahat mengalir dirumah itu.


"Hahaha.... Sudah kuduga. Ternyata dunia ini menarik juga. Ada orang seperti dirimu didunia fana ini. Aku yakin, kekuatan yang menjegahku waktu itu adalah kekuatanmu kan?"


Wajah Yao Chen tidak berubah.


"Hentikan omong kosongmu. Aku muak melihatmu bersembunyi seperti itu. Keluarlah agar aku langsung membunuhmu. Aku ngantuk, aku ingin tidur segera."


"Hahaha.... Luar biasa. Kalau begitu mau bagaimana lagi."


Sesosok mahkluk hitam keluar dari asap hitam yang mengepul. Mata hijau itu menatap Yao Chen dengan penuh gairah.


"Waaaah, beast yang sangat kuat!"


Tangan beast itu terarah ke kepala Yao Chen. Sihirnya yang sensitif pada beast menuju Yao Chen.


Namun ekspresi Yao Chen tetap tidak berubah.


"Hum...!!" Dengan aura miliknya, sihir itu langsung dipatahkan.


"Apa! Apa apaan ini. Bagaimana bisa sihirku tak berguna di depanmu?" Makhluk itu terlihat kebingungan. Tapi tidak lama kemudian, wajahnya menunjukan keserakahan.


"Aku akan memilikimu! Sama seperti anak itu."