
Asap hitam mengerubungi para mayat dimedan perang. Semua orang terdiam, lalu wajah mereka langsung ketakutan.
"A-apa. Apa yang terjadi." Mereka mundur dan terjatuh. Mayat pasukan iblis, mayat para pasukan sekte, mayat para beast, mayat para ahli. Semuanya berasap.
"Sial! Anak itu! Dia benar benar gila!"
Para master sekte jadi ikut ketakutan, jika sebanyak ini dapat di bangkitkan, siapa juga yang tidak akan terguncang dengan kekuatan ini. Kekuatan ini sangat mengerikan bahkan sampai menentang para dewa.
'Sial. Ini benar benar terjadi, pihak yang diuntungkan disini siapa lagi kalau bukan anak itu.' Weiqing mengerutkan kening dengan ngeri. Para mayat langsung berubah menjadi prajurit bayangan. Hatinya tiba tiba takut membayangkan jika saja Qin Yan tiba tiba berubah dan menyerang mereka. Bagaimana kalau dia menjadi pihak ketiga dalam perang ini. Memanfaatkan para situasi perang yang sudah sampai ketahap ini untuk memusnahkan kedua belah pihak.
Sial, Weiqing langsung tidak berani membayangkan hal itu.
"I-ini. Gila!" Penatua sekte racun bahkan sekte lainnya berkeringat menyaksikan ini. Kaki mereka seakan lemas menyaksikan apa yang baru saja terjadi.
"Ti-tidak mungkin kan!" Gu Bu gang, Sai Hwang, Long Siya, bahkan Duan Tianlang langsung mewaspadai keberadaan Qin Yan. Mereka langsung ketakutan melihat anugerah yang bahkan melampaui alam.
Para klon termasuk Qin Yan yang berada didekat mereka langsung menghilang. Tubuh asli Qin Yan tiba tiba melemah setelah membangkitkan begitu banyak mayat. Kendali pilar iblis langsung dilepaskan. Qin Yan memegangi jantungnya yang berdetak sangat cepat.
'Sial, membangkitkan begitu banyak mayat ternyata lumayan menderita.' Cincin kuning bangkit dibelakang kepalanya, bergetar dan memancarkan sinar. Jika bukan karena energi mental yang kuat, mungkin ia bisa pingsan karena menggunakan kekuatan yang terlalu berlebihan ini.
Sebanyak lebih sejuta orang dibangkitkan secara bersamaan. Sangat banyak bahkan melampaui kedua pihak pasukan.
"Sial, apa apaan ini!" Semua orang tercengang dengan apa yang dilihat. Mereka terdiam untuk beberapa waktu. Reaksi mereka tidak berbeda jauh dari master mereka yang juga ngeri melihat itu.
Tidak jauh dari sana, bahkan ada yang gemetar karena saking irinya dengan kekuatan itu. Tetua sekte Darkdemon, penatua klan Tenryu, pengguna skill membangkitkan mayat menjadi zombie menggigil karena tidak pernah menyaksikan hal yang seperti ini.
"I-ini, benar benar....." Matanya langsung menunjukan keserakahan yang besar. Dia melirik Qin Yan yang asli dikejauhan. Tanpa ragu melesat, dia tidak sabar untuk membunuhnya dan mengambil ingatan anak itu.
"Kekuatanmu, harus menjadi miliku!!"
"Slash" Tiba tiba tanpa sepengetahuannya, sebuah senjata tajam menembus tubuhnya.
"A-Akh...!" Mulutnya terbuka mengeluarkan darah. Dia pun melihat siapa yang menusuknya. Dan dia langsung terkejut bukan main. Orang yang menikamnya bukan orang lain dan tidak lain adalah anaknya sendiri. Yang telah mati dan dibangkitkan menjadi prajurit bayangan.
"Ba-bagaimana bisa!! Heh, hehehe.... Kekuatan yang luar biasa." Dia tertawa dengan gila, meskipun ia pernah dengar atribut Undead newcromantic milik anak ini, namun ia belum pernah melihat yang semerikan ini. Ini benar benar... sepertinya hari ini dia akan mulai terobsesi dengan kekuatan Qin Yan. Dia harus mendapatkannya. Apapun yang terjadi, ia harus mendapatkannya! Oleh karena itu, mayat anak kandungnya ini harus ia singkirkan dulu. Ia tidak ragu membunuh anaknya untuk kedua kali. Karena anaknya memang sudah mati sejak awal. Dia tak mau anaknya dijadikan boneka dan jiwanya tidak pergi kealam baka karena masih berada didunia ini.
Namun anehnya. meskipun berkali kali ia menghancurkannya. Tapi makhluk aneh ini tidak mati, sebaliknya mereka kembali muncul dan terus bertarung.
'Gila, apakah prajuritnya ini tidak memiliki kelemahan?' Keringat bercucuran diwajah pria itu. Tubuhnya benar benar menggigil, melawan satu saja sudah sesusah ini. Ia berbalik melihat yang lain melawan beberapa prajurit bayangan. Ada yang kesusahan, ada yang pasrah dan berakhir kematian. Membangkitkan mayat orang mati bukan hanya mengalahkan jumlah pasukan musuh. Namun, semangat mereka benar benar ditekan dan dihancurkan. Ini benar benar tidak masuk akal. ia benar benar tak pernah mendengar hal yang seperti ini. Namun mengapa? mengapa kekuatan semerikan ini dimiliki anak itu. Meskipun ia membandingkan leluhur terbaiknya dengan anak itu. Dia sama sekali tidak bisa menemukan leluhurnya yang dapat mengalahkannya.
Beberapa saat setelah itu, beberapa prajurit bayangan mengepungnya. Ia sadar kalau merebut kekuatan Qin Yan tidaklah semudah yang dia pikirkan.
Qin Yan yang masih dalam keadaan lemas disana, tersenyum tipis.
"Kita mulai perburuannya."
*******
Perang langsung terguncang sekali lagi. Kali ini bukan antar pasukan iblis melawan pasukan manusia, atau pasukan beast yang bertempur sesama mereka. Namun, semuanya melawan musuh baru yang belum pernah mereka lihat. Pasukan bayangan iblis memangsa siapa pun berada didekat mereka.
'Si-sial, aku harus mengendalikan mereka!' Mata merah Qin Yan terus aktif bahkan sampai mengeluarkan darah. Hanya karena ia tak ingin pasukan prajurit bayangannya melukai orang yang bukan musuhnya.
Kini perang tidak tau lagi apa kejelasannya. Para manusia terdiam disana menyaksikan lawan mereka sebenarnya diserang oleh pasukan prajurit bayangan. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain diam dan menyaksikan hal yang sangat menakjubkan.
Napas Qin Yan sudah terengah engah mulai mencari sumber pemulihan energi. Dia menatap ratu elf yang juga menatapnya. Namun ratu itu tidak membantunya sama sekali. Dia hanya menatap Qin Yan dengan wajah ngeri, dia takut jika Qin Yan dipulihkan Qin Yan akan menghancurkan mereka.
Padahal itu tidak sama sekali tidak dipikirkan Qin Yan. Dia yang mempunyai kekuatan mengerikan mulai ditakuti, baik musuh dan sekutu. Baik teman maupun lawan.
'Sudahlah.' Qin Yan menghela napas. Dia menyentuh tanah.
'Devouring.' Tanah yang disentuh mulai mentransfer energi. Namun, karena kekuatannya yang melemah, dia tak bisa menyerap banyak. Qin Yan terbatuk beberapa kali sampai dadanya sakit. Lalu didekatnya tiba tiba datanglah seorang pria paruh baya. Qin Yan memandanginya dengan tatapan senyum.
Weiqing berdiri dihadapan Qin Yan dengan kaku. Sama seperti yang lain, dia juga merasakan hal yang sama. Qin Yan saat ini sangatlah lemah. Haruskah dia membunuhnya. Kekuatan nya yang mengerikan ini benar benar membuatnya sangat takut. Qin Yan bisa saja menjadi ancaman untuk dunia ini. Apalagi anak ini masih mempunyai umur yang sangat panjang.
Weiqing langsung memegang kendali atas pilar roh iblis yang tidak ada mengendalikannya. Dia menatap Qin Yan dengan bimbang. Apakah dia harus menyerang anak ini seperti Chi Tae atau Han genyu yang mati karena pilar ini.
Tiba tiba saja QingZhu datang disamping Qin Yan. Membantunya berdiri. Saat itulah Weiqing menghela napas, dia memandangi QingZhu. Seorang gadis yang jatuh cinta dan mencintai lelakinya, pasti akan sangat sedih jika menerima fakta kalau lelakinya telah mati. Seorang gadis begitu rapu, dan dia akan sangat terpukul jika mendengar kematian pria nya.
Weiqing langsung berbalik, dan menatap para pasukan.
"Sisanya serahkan padaku. Kau fokus saja memulihkan diri."
"Um." Qin Yan pun mengangguk. Ia duduk bersemedi, ditemani QingZhu yang menjaga disamping.
Weiqing mulai berfokus pada pilar tersebut.
'Jadi begini, cara menggunakan pilar ini.' Ia tiba tiba melihat keberadaan Rong Qiyu. Matanya kemudian menyipit, dan kunci pengendalian pilarnya terarah padanya.
"Swosh" Tembakan cahaya melesat. Mengarah ke Rong Qiyu. Dia yang tengah melawan istri Weiqing menjadi waspada pada cahaya itu. Dia pun berteleportasi. Menghindari tembakan itu, hingga cahaya tersebut menghantam tanah.
"Cih." Weiqing mendecakan lidahnya dengan tidak puas. Dia kemudian mulai mengontrol lagi.
"Gunakan jiwamu untuk mengunci keberadaannya. Pastikan kendali pilar itu sepenuhnya kau kendalikan." Qin Yan tiba tiba berbicara.
Mendengar perkataannya, dia pun menutup mata. Serasa didalam tubuhnya ada beberapa titik, Weiqing berusaha meraih titik titik itu. Namun, agak susah untuk meraihnya.
"Gunakan jiwamu untuk mengunci keberadaannya. Pastikan kendali pilar itu sepenuhnya kau kendalikan." Seketika ia teringat perkataan Qin Yan. Dia kembali memfokuskan diri, benang benang menjalar keluar dari dalam tubuhnya. Itu adalah hasil dari kefokusan jiwanya. Benang benang itu mulai menghubungkan antara satu titik dengan titik lainnya. Dan ketika seluruh titik telah terhubung, sinar terpancar dari benang tersebut.
Weiqing langsung membuka mata seketika, tangannya bersinar diikuti dengan pola pada pilar yang juga ikut bersinar.
"Swosh" Cahaya kembali ditembakan lagi kearah Rong Qiyu.
"Cih." Rong Qiyu dengan tak senang berusaha menghindar. Berteleportasi kembali, namun cahaya itu mengubah arah dan kembali mengejarnya. Rong Qiyu tentu terkejut dengan itu.
"Sial." Dia mulai melarikan diri, namun karena tiga istri Weiqing yang mengejarnya. Dia tidak bisa apa apa. Rong Qiyu hanya bisa mendengus marah kepada mereka semua orang. Melihat cahaya yang semakin dekat, lalu tiga orang yang mengepungnya. Dia pun tersenyum licik, tiba tiba mendapatkan ide yang bagus.
"Huh!" Sangguan Bing er, salah satu yang mengejar Rong Qiyu. Tiba tiba dikejutkan dengan aksi Rong Qiyu yang tiba tiba mendekatinya. Tepat ketika dia berada didepannya, Sangguan Bing er tersentak. Ketika dia mundur, Rong Qiyu langsung menguncinya dengan pembekuan waktu. Tembakan cahaya melintas tepat di belakang pria itu. Tampaknya, dia tidak akan berpindah sampai jarak antara cahaya dan dirinya berada sangat dekat.
Pada saat itu, hati Weiqing langsung terguncang. Matanya membesar melihat cahaya itu melaju kearah mereka. Dia juga tak bisa apa apa. Mengubah jalur tembakan itu juga tidak bisa.
Pada saat cahaya hampir mengenai Rong Qiyu yang hanya beberapa inci.
"Siung" Dia langsung menghilang. Cahaya itu tak bisa berubah arah atas menghilangnya Rong Qiyu tiba tiba. Dan bisa dilihat, Sangguan Bing er tepat berada didepan cahaya tersebut. Terkekang dan tak bisa apa apa karena skill milik Rong Qiyu.
"TIDAK.......!!" Weiqing berteriak, bergegas menuju mereka.
Tepat saat itu, satu wanita muncul didepan Sangguan Bing er. Wajah mereka mirip, dia adalah saudari kembarnya, Sangguan Fei er. Wanita itu menggunakan dirinya untuk melindungi adiknya dibelakang. Berniat melindungi menanggung cahaya itu sendiri.
"JANGAN...!!!" Weiqing berteriak lagi, meskipun kedua wanita itu kembar. Namun, mereka berdua adalah istrinya. Tiga bersaudari kembar adalah istrinya. Namun, kasih sayang Weiqing tidak pernah membeda bedakan, dia menyayangi mereka semua. Semua adalah istrinya. Melihat mereka berada diambang Kematian, Weiqing berusaha melesat menuju mereka. Hanya saja, Waktu tidak memberinya kesempatan.
Sangguan Fei er menutup mata, berniat menerima dampak dari tembakan cahaya ini. Rong Qiyu tertawa licik dibelakang batu persembunyiannya. Tidak sabar menunggu hasil yang dinanti.
Saat cahaya itu hampir mengenai dirinya, tiba tiba cahaya itu meredup. Cahaya itu menghilang.
"Hah!" Semua orang terkejut, kakak dari dua wanita yang diambang Kematian tersebut mendatangi mereka. Sangguan Xue er hanya melihat sebuah lubang dimensi hitam yang perlahan tertutup didepan Sangguan Fei er.
'Apa yang terjadi?'
Semua orang bertanya tanya. Sangguan Fei er membuka mata dengan bingung, mengapa dia belum mati juga. perasaan cahaya itu berada tepat didepannya, kenapa dia tidak terkena apa apa.
Tapi saat itu juga ia melihat lubang kecil tersebut yang perlahan mengecil didepannya. rasa bingungnya semakin bertambah. Sepertinya ada orang yang membantunya. Tapi, dia penasaran siapa yang menolongnya. Ia tahu betul, ini bukanlah jurus miliki suaminya, Weiqing.
Weiqing yang melihat itu juga terhenti. Dia tanpa langsung berbalik pada Qin Yan, benar saja, ternyata anak itu menolongnya. Qin Yan mengulurkan tangannya kearah Sangguan Fei er. Dialah yang mengendalikan lubang dimensi itu.
"Sial." Rong Qiyu berdecak marah melihat itu, dia saat ini bersembunyi dibalik batu. Saat ia hendak melarikan diri, lubang dimensi terbuka didepannya. Tentu itu membuat Rong Qiyu terkejut. Ia langsung melompat dari tempatnya.
"Boom" Dan benar saja, cahaya yang ditembakan oleh pilar keluar dari dalam lubang dimensi itu. Sepertinya lubang dimensi itu berfungsi sebagai perantara jalan. Artinya, lubang dimensi itu dapat merubah jalan sesuatu bahkan mengeluarkannya keluar. Rong Qiyu akhirnya mengerti itu. Dia berbalik pada Qin Yan, mendengus marah kepada anak itu.
Sementara Qin Yan tetap tenang pada ekspresinya. Dia berbalik pada Weiqing disana.
"Kendalikan pilar itu, sisanya serahkan padaku."
"Tapi, kau kan belum memulihkan dirimu?"
Mendengar perkataan Qin Yan, Weiqing yang tadi ragu. Jadi mengangguk. Ia kembali memegang kendali pilar. Fokus dan tenang sembari melirik Qin Yan yang juga tengah serius disana.
'Aku malu pada diriku sendiri. Orang yang hampir membunuhmu karena berpikir kalau kau adalah bencana. Tapi, ketika kau menyelamatkan istriku tanpa ragu. Aku sadar, ternyata aku sudah punya terlalu banyak hutang padamu.' Weiqing termenung sesaat, setelah ia sadar, tangannya mulai bersinar kembali. Mata Weiqing tajam memancarkan niat membunuh.
"Swosh" Satu cahaya ditembakan, menuju Rong Qiyu. Seperti yang dilakukan olehnya tadi. Dia menuju ke arah istri Weiqing untuk dijadikan sasaran tembakan. Lubang dimensi terbentuk disaat yang tepat, tapi lubang tersebut tidak menghilang. Melainkan lubang lain muncul didekat Rong Qiyu. Saat itu, Rong Qiyu berhasil menghindar. Tapi, bulan hanya itu. Lubang lain terus bermunculan. Setiap kali cahaya keluar, Qin Yan tidak membiarkannya mendarat. Dia menggunakan lubang dimensi agar cahaya tersebut tetap melesat kearah dimana Rong Qiyu berada. Dan Qin Yan menggunakan lubang dimensi sebagai jembatan agar mengejutkan musuh.
"Swosh swosh swosh"
berada ditengah tengah dari ratusan lubang penghubung. Rong Qiyu semakin kesulitan menghindar. Lubang dimensi selalu saja muncul dan membatasi pergerakannya. Dan itu hanya satu tembakan, membuat Rong Qiyu semakin kesulitan untuk bergerak. Dia tidak diberi kesempatan mengambil napas sekalipun.
Bahkan orang orang yang melihat itu pun jadi tercengang. Namun, mereka juga tidak tahu. Kalau Qin Yan telah berusaha keras demi mengontrol landasan cahaya. Mata merahnya aktif agar kontrol tetap terkendali. Sementara untuk mempertahankan dan memunculkan lubang dimensi itu juga bukanlah perkara mudah.
"Hah. Hah" Wajah Qin Yan mulai pucat dengan keringat bercucuran. Dia pun berbalik pada Weiqing disana.
"Tembakan sebanyak yang kau mampu."
Weiqing yang mendengarnya jadi semakin ragu. Sedangkan mengontrol satu tembakan cahaya saja sudah menguras energi. Ia ragu ragu jika mengeluarkan banyak tembakan cahaya, bisa saja anak ini pingsan.
"QingZhu." Qin Yan memanggil gadis yang berdiri dibelakangnya. Gadis itu juga mengangguk, lalu mengulurkan tangannya ke punggung Qin Yan. Mentransfer kekuatannya ketubuh Qin Yan.
"Cepatlah."
Akhirnya Weiqing mengangguk.
"Swosh swosh swosh" Beberapa tembakan di tunjukan kearah Rong Qiyu. Qin Yan menarik napas. Cincin perak bangkit, dan bersinar.
Elemen spasial, 1000 aliran dimensi penghubung.
Lubang dimensi muncul semakin banyak. Cahaya masuk kesana sini, keluar dengan bebas lalu masuk kembali dengan kecepatan yang cukup menakutkan. Rong Qiyu langsung ketakutan menyaksikan hal itu. Ia langsung menggunakan elemen waktu, membentuk kubah pembatas untuk menghentikan waktu. Aliran waktu yang terhenti, mampu menghentikan tembakan cahaya yang melesat kearahnya. Rong Qiyu memanfaatkan itu untuk melarikan diri. Dan benar saja, ia lolos dari wilayah ratusan lubang dimensi. Dia berteleportasi cukup jauh dari sana dan hendak melarikan.
"Sial, ini gila! Mereka hampir saja membunuhku!" Ketika hendak pergi, tiba tiba tanah dipenuhi akar tumbuhan biru.
"Tidak akan kubiarkan kau melarikan diri!!' Istri keempat Weiqing, Wu yuehan datang menghadangnya.
"Dasar ******!" Cincin ciyan Rong Qiyu bangkit, dan pertarungan pun terjadi. Tidak lama kemudian, Sangguan Bing er dan Sangguan Fei er menyusul, disusul Sangguan Xue er.
"Sial!" Rong Qiyu berteriak menghempaskan kekuatannya. Avatar bangkit, dan domain pun mun muncul. Ia sudah tidak tahan lagi, ia harus kabur dari perang ini. Perang ini sudah berakhir, merekalah yang kalah.
Sementara empat istri Weiqing yang bertahan darinya saling mengangguk satu sama lain. Mereka pun mengeluarkan domain dan Avatar mereka.
"Hah? Hahaha... Kalian pikir bisa menghentikanku?" Rong Qiyu tertawa lepas. Memperkuat domainnya. Avatarnya mulai menyerang. Namun keempat wanita itu tetap tenang. Tidak lama kemudian, sebuah formasi perlahan terbentuk. Mata Rong Qiyu segera terbelalak, tidak lama kemudian ia tertawa kembali.vl
"I-ini! Formasi tingkat tujuh? Bhuahaha...!! Kau kira bisa menghentikanku? Kalian bercanda yah?"
"Kami tidak harus menghentikanmu." Sangguan Xue er berbicara dengan nada dingin.
"Kami hanya perlu mengekangmu saja. Itu sudah cukup!"
Keempat wanita itu mengaktifkan formasi bersama sama. Rong Qiyu yang berada ditengah, belum sempat ia melakukan apapun. Rantai merah langsung mengekangnya.
"Ini.... Jangan jangan....." Ia pun berbalik kebelakang dengan tubuh gemetar. Sebuah lubang dimensi cukup besar tercipta diatas udara.
Tangan Qin Yan yang juga sudah gemetar langsung mengerahkan seluruh kekuatannya.
"HUAAAAHHKK....!!"
Semua tembakan cahaya yang tengah keluar masuk kedalam lubang dimensi kecil. Mereka akhirnya terarahkan kesatu lubang dimensi yang jauh lebih besar. Lubang itu terarah ke Rong Qiyu yang sudah terkekang oleh formasi yang dibentuk istri Weiqing.
"Tidak! Tidak! TIDAAAAAAKK..........!!!" Rong Qiyu berusaha melepaskan diri dari ikatan rantai tersebut, namun seberapa kuat pun ia berusaha, rantai itu tidak mudah untuk dilepaskan. Lubang dimensi perlahan diterangi cahaya. Itu adalah kali terakhir Rong Qiyu melihat dunia. Dan yang ia rasakan hanyalah rasa sakit sesaat. Setelah itu, tidak merasakan apa apa lagi. Baik bagian tubuhnya, maupun suaranya hancur dengan kecepatan yang menakutkan.
Cahaya yang keluar dari lubang dimensi tersebut, menghantam tubuhnya sampai hancur menjadi puing tak menyisahkan apapun. cahaya itu juga menghantam tanah sampai permukaan tanah berubah menjadi sebuah cekungan yang besar.
Keempat istri Weiqing sampai terpental karena tekanan udara yang di akibatkan cahaya tersebut. Puing puing berbatuan terhempas kemana mana akibatnya tingkat kehancuran yang tinggi. Bahkan efek ledakannya sampai ke tempat dimana Qin Yan dan Weiqing berada.
Saat proses penghancuran itu selesai. Yang terlihat hanyalah puing puing kosong yang bertebaran. Satu persatu wanita Weiqing muncul dari reruntuhan batu. Mereka terlihat kotor, kusut, bahkan ada beberapa luka. Namun, mereka tidak menyembunyikan senyum di bibir mereka. Setelah berusaha keras, akhirnya mereka berhasil membunuh salah satu master sekte pemberontak.
"Hosh hosh hosh!" Qin Yan tiba tiba terjatuh lemas.
"Hei, kau baik baik saja?" Weiqing langsung mendatanginya. Ia melihat wajah kelelahan anak itu. Hatinya tiba tiba berderit, anak ini rupanya sudah berjuang sangat keras lebih dari perkiraannya. Dia pun menyuruh QingZhu didekat Qin Yan agar menjauh sedikit.
Setelah itu, tangan Weiqing bersinar. Cahaya emas berkumpul.
"Semoga saja, dengan energi Saintku. Kau dapat terpulihkan."
*******
Tidak jauh dari sana.
"Hosh hosh hosh!" Cui Xie akhirnya berada cukup jauh dari peperangan, saat ia mendengar ledakan keras saat itulah ia merasakan keberadaan Rong Qiyu telah menghilang.
'Sial, bahkan Rong Qiyu? Aku tidak merasakan keberadaan mereka lagi. Sebenarnya apa yang terjadi?' Cui Xie kali ini benar benar ketakutan. Ini benar benar akhir dari hidupnya. Dengan mereka yang sibuk dengan peperangan. Ia memanfaatkan waktu ini untuk menghilang dari dunia dengan kegelapan malam.
"Hehehe..." Saat itu ia berubah menjadi asap hitam. Setelah memastikan bahwa situasi benar benar aman, dia tertawa dengan senang. Akhirnya dia bebas. Dia akhirnya berhasil melarikan diri dari peperangan ini. Meskipun ia sangat memalukan, namun ia tidak perduli. Soal kekuatan ia dapat membangunnya kembali.
Disaat Cui Xie hampir saja menghilang.
"Swosh" Tiba tiba sebuah trisula cahaya menghantamnya. Menggagalkan rencana Cui Xie yang melarikan diri.
"Siapa!" Teriak Cui Xie penuh kemarahan. Saat itu ia melihat seorang wanita secantik Dewi melayang di atas udara. Xu tian er, istri pertama Weiqing menatap nya dengan dingin.
"******! Kau...." Cui Xie dengan marah ingin menyerangnya. Namun, saat ia hendak bergerak. Organ tubuhnya tiba tiba membeku.
"I-ini..!!" Cui Xie kembali berbalik, ternyata ada Chu yuechan yang berada tidak jauh darinya.
Tidak lama kemudian, ia pun ikut dililit akar berbunga. Rupanya Yan Qinying juga ada disini.
"Hehehe... Kalian benar benar licik juga yah. Melawanku sendiri dengan jumlah tiga orang sekaligus, kalian benar benar sudah kehilangan harga diri." Ejeknya meskipun tubuhnya saat ini masih menggigil karena berusaha melarikan diri.
"Heh, kami tak perlu mendengar ocehan menyedihkan mu itu. Kau ingin melarikan diri rupanya. Kau benar benar seperti sampah yang rendah yah, Cui Xie." Yan Qinying menjawab dengan nada menghina. Cui Xie jadi menggertakan gigi sampai darah keluar dari mulutnya.
'Sial sial sial.' Cui Xie tak mau menerima kenyataan kalau dia akan mati disini, padahal mereka sudah mempersiapkannya dengan matang sebelum perang. Kenapa bisa jadi seperti ini. Mereka telah mengejutkan kerajaan dengan serangan mereka tiba tiba, tapi kenapa situasi perang berubah seperti ini.
Saat itu Cui Xie tiba tiba merasakan aura lain. Sesosok pria tiba tiba muncul didepannya dengan tombak dihunuskan kearahnya.
"BOOM" Ledakan terjadi, Cui Xie terpental cukup jauh. Namun ia hanya menderita luka kecil dan masih bisa berdiri.
"Heh... Kau juga ikut yah, Feng Diuliu. Tidak disangka sekte kecil sepertimu berlagak berani didepanku. Cih, padahal cuma sekte kecil...." Cui Xie berkata dengan nada tak senang. Bahkan sekte kecil seperti sekte tombak melawannya saat ini. Padahal dimasa lalu menunjukan batang hidung mereka pun mereka tidak berani.
"Kalian cuma sekte sampah yang seperti benalu! Menempel pada orang orang kuat dan memanfaatkan mereka. Kalian benar benar tidak tau diri!" Cui Xie melesat dan menyerang mereka. Terutama, Feng Diuliu. Master sekte Tombak yang tadi habis menyerangnya.
Keringat menetes di pipi Feng Diuliu. Ia mengangkat tombaknya dengan waspada, Cui Xie ini berada di tingkat Semigod. Ia ragu bisa menahan serangannya atau tidak.
Saat Cui Xie hampir mencapainya. Tiba tiba sebuah dinding cahaya terbentuk dan melindunginya.
"DUAR!" Ledakannya kuat, meskipun kekuatan Cui Xie sangat kuat. Ia tetap tidak bisa menghancurkan dinding itu.
'Nona Xu!' Feng Diuliu berbalik kearah ibu Weisi yang seperti malaikat. Dia benar benar tidak menyangka kalau dia dilindungi.
"Xu Tian er, beraninya kau ikut campur!" Geram Cui Xie dengan marah.
Namun ekspresi wanita itu tidak berubah. Wajahnya tenang dengan ekspresi dingin.
"Aku akan membunuhmu. Setelah kau memulai perang ini, mengapa kau melarikan diri, sampah!"
Cui Xie semakin marah mendengar itu. Yah, meskipun mereka memulai perang ini. Tapi sekarang situasinya berubah. Semua persiapan mereka sia sia. Kesombongan mereka di awal benar benar runtuh. Dan Cui Xie tahu siapa dalang dibalik semua ini. Anak itu, dia adalah pengacau yang mengacaukan segalanya. Dia menyesal mengapa dia tidak membunuh Qin Yan saat itu. Dua tahun yang lalu, di saat bocah itu berada ditingkat Elder dan mereka berada ditingkat Kaisar. Saat itu, kalau membunuhnya, tentu akan mudah. Tapi kenapa.
Disaat Cui Xie sedang memikirkan Qin Yan. Tiba tiba ia merasakan aura dingin di punggungnya. Oh, tidak. Dia tahu aura ini milik siapa. Anak yang dia takuti sekarang ada didepannya. Qin Yan, berdiri didepan Cui Xie dengan wajah dingin tapi dipenuhi energi. Dia berhasil memulihkan diri, dan berhasil menemukan keberadaan Cui Xie.
"Bagus, sekarang hanya tersisa kau. Kau tidak akan kubiarkan mati dengan mudah. Kau harus membayar hutang mu dimasa lalu. Ketika kau merubah Huo lan menjadi monster dan membuatnya mati memalukan."