
Didalam goa yang gelap.
"Akh....!" Seorang gadis dilempar kedalam penjara dengan tubuh penuh luka. Gadis ini mempunyai rambut hijau yang di kuncir dua dikepalanya. Manis namun mematikan. Meskipun begitu, dia masih dalam keadaan perubahan iblis yang membuatnya seperti monster. Hanya saja, sepertinya dia kalah pertarungan sampai akhirnya dia berakhir dipenjara.
Didepannya, ada seorang wanita yang barusan tadi melemparnya ke penjara. Wanita itu mempunyai rambut hitam pendek dan sebuah luka bakar disetengah wajahnya. Dia tersenyum dengan bibirnya berwarna hijau.
"Heh... Putri dari Tang wui benar benar luar biasa. Tidak disangka kau akan datang membawa dirimu kesini." Wanita itu menjilati bibirnya sendiri dengan lidahnya yang panjang.
"SIALAN!! DIMANA IBUKU!! KATAKAN DIMANA DIA!!" Gadis itu berteriak dengan keras sampai teriakan itu bergema didalam penjara tersebut. Tapi wanita didepannya malah tersenyum tipis melihatnya seperti itu.
"Entahlah, ibumu dimana yah."
"GGGRR.... GRAAAARR....!!" Gadis itu hendak menerkamnya namun ia langsung dihadapan dengan batang besi tajam yang keluar dari tangan wanita itu. Gadis itu akhirnya tak sadarkan diri dengan beberapa besi hitam tertancap ditubuhnya.
Lalu wanita itu pergi dari sana menuju ke penjara salah satu tahanan mereka. Ini dia, ibu Qin Yan di rantai disana. Kedua tangannya di gantung dan bajunya begitu kotor dan penuh sobekan. Rambut nila indahnya terurai tak terurus. Kulitnya sudah sangat rapuh bahkan seperti keriput. Lebam dan luka terdapat dimana mana. Serta bekas cakaran terdapat dibeberapa tubuhnya termasuk dada. Tampaknya ibu Qin Yan ini dilecehkan beberapa kali. Ibu Qin Yan tak sadarkan diri dengan lengkungan hitam dibawah matanya.
"Nona, bisakah kami menikmatinya sekarang?" Beberapa sosok monster muncul di belakang wanita yang berada didepan ibu Qin Yan. Wajah mereka tidak lagi terdefinisi. Namun terlihat sangat jelas, rasa haus akan nafsu sangat membara di wajah mereka.
"Huh, jangan dulu kau menyentuhnya. Kita harus menyelidiki sampai titik terakhir, mengapa master Han genyu membawa wanita ini kesini."
'Dia bahkan melarang kami untuk menyentuhnya. Apa sebenarnya yang ada pada diri wanita ini?' Wanita itu berpikir. Sementara para monster dibelakangnya mendengus.
"Cih, gadis kecil Tang lili melarikan diri kemarin. Sialan, kami harus menikmati yang mana lagi?."
"Oooh..." Saat melihat gadis yang tertancap besi tadi, mereka mulai meneteskan air liur.
"Nona, bisakah kami menikmati gadis ini? Dia tampaknya masih perawan."
Wanita itu langsung menatap mereka dengan tajam. Mereka pun terdiam tak berkutik apapun. Lalu wanita itu pergi meninggalkan mereka.
"Cih, Tang wui bahkan sudah rusak dan tak bisa memproduksi benih monster lagi. Huh, sialan. Aku harus mencari induk baru." Wanita itu berpikir keras. Namun saat mengingat gadis cantik yang baru ia masukkan ke dalam penjara tadi, dia pun tersenyum. Dengan tubuh istimewa yang dia miliki, dia pasti akan menjadi induk yang baik.
*******
"Jadi disini?" Akhirnya Qin Yan dan Tang lili sampai didepan goa. Gadis kecil itu bersembunyi dibelakang Qin Yan. Sementara Qin Yan mengamati goa didepannya. Besar kemungkinan Tang lili melarikan diri melalui jalan rahasia. Mengingat formasi tingkat lima yang mereka buat untuk menyembunyikan diri, Qin Yan cukup mengakui kehebatan mereka. Namun formasi seperti ini tak bisa disembunyikan dari matanya.
Qin Yan menyentuh formasi tersebut. Semua pola dan bentuk formasi pun terlihat. Qin Yan tersenyum tipis sementara gadis kecil dibelakangnya begitu bingung. Qin Yan mengeluarkan kuas. Dan mulai membuat kunci. Tak berlangsung lama, formasi itu pun terbuka. lalu Qin Yan dan Tang lili masuk kedalamnya. Didepan sana ada sebuah pintu besar yang menghalangi mereka.
Tanpa banyak bicara Qin Yan langsung menghantam pintu itu dengan tangan kosong dan..
"Boom"
Pintu itu hancur dengan mudah. Gadis dibelakangnya pun sampai kaget. Tapi dia tetap mengikuti Qin Yan dari belakang.
Para monster pun muncul dan berdatangan. Ada yang mirip kelabang, semut, kalajengking, lintah, macan, ular, burung bahkan bentuk aneh lainnya. Hanya saja mereka tampaknya mempunyai kesamaan. Yakni mereka semua berwarna putih dengan delapan mata pink lalu bulu halus seperti laba laba. Ini juga sangat mirip dengan beruang yang Qin Yan bunuh beberapa saat yang lalu. Mereka ada ratusan dan semuanya menatap Qin Yan seperti mangsa.
Tidak lama kemudian, segerombol manusia pun berdatangan. Mereka dipenuhi kumis dan janggut. Saat melihat Tang lili dibelakang Qin Yan, wajah mereka langsung menunjukan kecabulan.
"Aku tahu kau akan kembali gadis kecil. Kau pasti merindukan kami bukan?" Salah satu dari mereka menatap Tang lili sambil menjilat bibirnya sendiri.
Ini membuat Tang lili gemetar ketakutan. Ia bersembunyi dibelakang Qin Yan tanpa memandangi mereka.
"Ooh... Hehehe... Jadi kau membawa seseorang kesini yah. Kau pikir dia bisa apa?" Mereka tertawa dan berjalan maju tanpa memperdulikan Qin yan. Tampaknya akal sehat mereka sudah musnah dan mereka sangat lapar akan kenikmatan.
Tang lili semakin ketakutan dan ketakutan. Ia hendak mundur namun Qin Yan menahan tangannya. Itu membuatnya kaget, saat ia menengok keatas. Untuk kedua kalinya gadis itu melihat mata merah Qin Yan yang menyala dibalik jubah itu.
"UAAAAKKHH....!!" Tidak lama kemudian pria yang maju tersebut terkoyak sampai dagingnya hancur tergiling. Mereka yang ada dibelakang pria itu pun kaget ketika melihat kejadian itu. Bahkan Tang lili pun terdiam bersamaan dengan rasa mual diwajahnya.
Lalu Qin Yan maju ke arah mereka. Tang lili hanya melihat punggungnya saja dari belakang.
"HIIIHH...!!" Mereka perlahan mundur dengan penuh ketakutan, lalu melarikan diri. Namun, belum sampai disitu, mereka terangkat melayang sampai akhirnya terkoyak seperti pria yang sebelumnya.
Kemudian Qin Yan menatap para monster disana dengan tatapan dingin.
Hari ini, darah akan memenuhi tempat ini.
******
Sementara itu dipenjara.
Tang Liu terbangun. Rasa sakit membuat ia tanpa sadar meringis. Saat ia sadar, tubuhnya dibatasi oleh besi besi yang menancap ditubuhnya. Sekitar ada delapan besi yang tertancap. Masing masing di bagian atas dada, paha, bahu, bahkan perut sekalipun.
"Ugh..." Rasa sakit itu bahkan membuat Tang Liu gemetaran. Ia pun memperbulat tekadnya untuk mencabut besi besi ini.
Sambil menggigit bibir bawahnya, Tang Liu mencabut besi yang menancap dibahu kiri menggunakan tangan kanannya.
Hanya saja, karena satu besi lagi menancap dibahu kanannya, Tang Liu agak kesulitan. Sampai akhirnya ia mengerahkan seluruh kekuatan dan keberaniannya.
"AAAARRGGGH...!!"
"Pats" Satu besi tercabut. Keringat meliputi tubuh gadis itu. Napasnya tidak teratur karena rasa sakit. Lalu ia sekuat tenaga mengangkat tangan kirinya. Dan mencabut bagian besi yang tertancap dibahu kanannya.
"AAARRRGGHH....!!"
Satu lagi teriakan membuat besi tercabut. Kali ini Tang Liu hampir saja ambruk. Namun ia tidak bisa melakukan itu, karena dua besi tertancap di bagian atas kedua dadanya.
Tang Liu mencabut mereka satu persatu dengan dua tangannya. Teriakan menyakitkan terdengar sampai beberapa detik kemudian terdengar gulingan besi yang terjatuh.
Tang Liu merangkak berusaha menuju ke jeruji besi. Tubuhnya sudah tak bisa apa apa lagi. Ia hanya merintih sampai akhirnya memegang salah satu jeruji.
"Zzzztt....." Ternyata besi jeruji itu dilapisi aliran listrik hingga membuat Tang Liu semakin tersiksa. Akhirnya, tubuh Tang Liu sepenuhnya ambruk dan tak bisa lagi berbuat apa apa.
Andaikan sosok pria itu ada disini. Tang Liu pasti merasa aman. Namun, ia tak menyangka, pria itu tewas dimedan perang. Meninggalkannya sendirian. Tang Liu hanya menggertakan gigi karena rasa sakit dihatinya. Padahal pria itu sudah berjanji untuk membantunya mencari ibunya, siapa yang menyangka kalau janji itu hanyalah omong kosong belaka. Menyalahkannya pun itu sia sia, karena dia sudah tidak ada. Tang Liu harus melakukan keinginan nya sendiri tanpa mengharapkan bantuan siapapun. Dia harus bertemu dengan ibunya dan menyelamatkannya
Lalu, terdengar suara langkah kaki. Tang Liu berusaha melihat keatas. Ternyata wanita itu, dia berdiri didepannya dengan seringai jahat.
"Heh, kau lumayan juga yah. Bisa lepas dari kekanganku."
"Hmmhh...!!" Tang Liu sangat marah hingga ia ingin sekali mencabik wanita didepannya itu. Namun, untuk mengangkat wajah pun Tang Liu sangat kesulitan. Dia berusaha mengepalkan tangan. Berusaha berdiri, kebencian dihatinya semakin meluap.
Wanita didepannya berdiri dengan tangan disilang ke dada. Ia menatap gadis itu dengan penuh kerendahan. Lalu jeruji pun terbuka, meskipun begitu Tang Liu tak bisa berdiri. Wanita itu masuk, masih menatapnya dengan tatapan rendah. Sampai akhirnya, kakinya langsung menginjak kepala gadis itu.
"Kau mau apa! Hah! Apa yang ingin kau lakukan! Kau tak bisa melakukan apapun kan! Hah!" Wanita itu pun berteriak dengan keras sambil menginjak Tang Liu dengan penuh tenaga. Tang Liu hanya bisa berteriak kesakitan namun tak bisa apa apa. Ia sudah dalam keadaan menyedihkan.
Saat suara Tang Liu tidak terdengar lagi meskipun di injak, wanita itu pun berhenti. Tang Liu tidak lagi bergerak, meskipun begitu nafasnya masih ada walau sangat lemah.
"Bawa dia ke lab. Kita akan mulai."
"Hehehe..." Para monster dibelakang wanita kegirangan. Dengan cepat mereka mengangkut Tang Liu. Karena malam ini mereka akan menikmati ke perawanannya.
Tapi ketika mereka hendak kembali, pintu tiba tiba terhempas.
"Bum" Bahkan diikuti dengan suara ledakan. Mereka kaget, dan melihat ke arah pintu.
"Guru, mereka ada didalam!" Seorang gadis kecil pun masuk. Diikuti bau darah menyengat. Wajah wanita itu menjadi jelek, siapa yang berani membuat kekacauan ditempatnya.
Saat itu Qin Yan masuk mengikuti Tang lili. Langkahnya tenang. Tang lili yang sudah masuk, kembali bersembunyi dibelakang Qin Yan.
Qin Yan tidak menjawab. Tapi dia tetap maju. Matanya tertuju pada Tang Liu.
"Aku tanya siapa kau!" Sebuah besi melesat. Namun itu berhenti didepan Qin Yan. Wanita itu terkejut, apalagi melihat besinya terhempas kesamping.
Hanya bunyi besi yang berguling. Keseriusan dan sedikit kekhawatiran muncul diwajah wanita itu.
"Hap!" Ratusan besi mulai menyerang Qin Yan. Tang lili sampai bersembunyi ketakutan. Tapi Qin Yan tetap tidak menghindar. Qin Yan tetap maju. Sampai akhirnya besi besinya itu terhenti didepannya. dihentikan seperti ada dinding yang berada didepan Qin Yan. Besi besi itu tak bisa menembus Qin yan. Bahkan yang lebih parahnya lagi. Besi itu terhenti ke udara dan malah menyerang balik wanita itu.
"Urgh...!!' Wanita itu mundur dan mulai menangkis. Sekarang ia mengerti, lawan didepannya bukanlah orang biasa.
Wanita itu segara menyentuh tanah. Besi besi yang tajam langsung tumbuh dari tanah. Sekali lagi Qin Yan tak menghindar. Tapi anehnya dia hanya melewati besi besi yang tajam tersebut. Bahkan Tang lili dibelakang Qin Yan ikut merasa terkejut.
Skill keempat elemen spasial. Tubuh tembus.
"Jangan lepaskan tanganmu dariku." Qin Yan memperingati Tang lili yang hendak melepaskannya. Gadis itu pun mengangguk patuh.
"Si-siapa kau...!!" Kali ini wajah panik muncul diwajah wanita itu. Ketika melihat sesuatu yang bahkan tidak ia kenal.
"Apa yang kalian lakukan! Cepat serang dia!" Teriak wanita itu pada beberapa monster dibelakang. Mereka pun maju. Tidak perduli dari mana, lantai, dinding, maupun langit langit. Mereka menyerang Qin Yan dengan penuh haus darah.
"Slash" Secepat kilat Qin Yan muncul didepan wanita itu dengan memegangi Tang lili. Sementara para monster dibelakang langsung tercincang cincang sampai bagian tubuh terkecil.
"Huh!" Wajah wanita itu pucat bagaikan orang mati. Cincin peraknya bangkit, dan cincin perak Qin Yan juga bangkit. Keduanya berada di tingkat Raja, namun kekuatan mereka bagaikan langit dan bumi.
"HIYAAAH...!!" Sebuah tangan besi tercipta. Wanita itu langsung meninju Qin Yan dengan cepat.
"Bum" Tapi Qin Yan menangkis dengan tangan kosong. Beberapa besi seperti ular muncul dan mulai menyerang. Namun dihentikan oleh sebuah akar parasit yang muncul. Wanita itu memilih mundur karena akar akar tersebut mengincarnya.
Sekali lagi, Qin Yan muncul didepannya dengan cara berteleportasi. Belum sempat wanita itu menghindar, rasa pusing langsung menghantam kepalanya. Tangan Qin Yan dilapisi petir dan menghantam wanita itu.
"AAAAGGHH...!!"'Wanita itu merintih kesakitan sampai akhirnya terjatuh tak berdaya. Tapi ternyata dia masih mempunyai kekuatan untuk menyerang Qin yan diam diam.
Bor besi yang runcing dan tajam muncul dari tanah. Qin Yan memilih memiringkan kepalanya. Rupanya wanita itu kembali menyerang dan menendang Qin Yan.
Disaat Qin Yan menangkisnya, wanita tersebut tersenyum. Kakinya langsung mengeluarkan duri besi. Menembus tangan Qin Yan. Meskipun itu cuma luka kecil, tapi wanita itu masih merasa senang karena berhasil melukai Qin Yan.
Namun sebagai balasan, kakinya dipatahkan karena genggaman Qin Yan yang terlalu kuat. Meskipun wanita itu berusaha melepaskan diri, tetap saja ia tak bisa. Sampai akhirnya ia mulai lagi menyerang Qin Yan dengan tendangan kaki yang satunya. Barulah Qin Yan melepaskannya.
Kali ini ia benar benar waspada terhadap Qin Yan. Dia lalu menyentuh tanah kembali. Dan raksasa besi pun muncul. Dia memegang cambuk besi dengan bola besi berduri.
"Mati kau!" Lalu ia mulai mengarahkan raksasa itu kearah Qin Yan. Raksasa itu cukup besar, dengan armor besi melapisi tubuhnya. Serta tangannya yang besar dan juga kuat. Jeruji besi disekitarnya hancur ketika ia lewat.
"RAAAAARRR....!!" Raksasa itu mengaum keras, lalu mengarahkan cambuk besinya kearah Qin Yan.
Sampai sekarang, Qin Yan sendiri tak bergerak. Aliran listrik memercik ditangannya. Setelah itu, aliran tersebut semakin besar hingga menghancurkan cambuk tersebut.
Wanita itu sangat terkejut, ia hendak melarikan diri. Namun parasit tumbuh di tubuhnya lalu mulai mengikatnya. Sementara raksasa besinya malah terbakar dengan dibalut energi kegelapan yang mulai menelannya kedalam tanah.
"Ka-kau... Siapa kau sebenarnya!" Wanita itu menatap Qin Yan dengan ngeri. Sementara itu, Qin Yan juga sama sekali tidak menghiraukannya. Tangannya pun mengeluarkan percikan kunang api. Menyentuh kepala wanita itu, dan mulai menyala.
"UAAAAAKKHHH......!!" Wanita itu langsung berteriak sangat keras. Dia benar benar tidak bisa mempercayai ini. Pria ini benar benar sangat kuat. Dia pasti ahli tingkat Kaisar. Tapi kenapa cincinnya berwarna perak? Ini benar benar membuatnya tak mengerti.
Wanita itu terjatuh dengan lemas. Kalau dilihat lihat, mungkin dia terlihat seperti sudah mati. Namun, kenyataannya sangat berbeda. Wanita itu malah berubah menjadi monster. Dia agak berbeda dengan monster amatiran yang dilawan Qin Yan diluar. Kali ini, kepalanya seperti cumi cumi. Memunculkan banyak tentakel besi seperti ular. Tangannya mulai berubah bentuk mengeluarkan pisau. Bagian bagian tubuh lainnya juga mulai berubah. Termasuk tulang punggung yang mengeluarkan besi tajam seperti hiu.
"GRAAAAAARRR......!!" Dia langsung menerkam Qin Yan. Kecepatannya agak mengerikan. Dia dengan mudah menghindari bola gelembung waktu milik Qin Yan. Dia malah berputar putar disekitar tempat itu untuk mengelabui Qin Yan. Diwaktu yang tepat, ia mulai menyerang. Namun penyerangannya yang sia sia dapat dihindari oleh Qin Yan dengan mudah. Semakin lama ia menyerang tanpa mengenainya, ia semakin lelah. Namun ia tidak berhenti. Ia tetap menyerang Qin Yan lagi dan lagi.
Dan terakhir, Qin Yan menangkapnya. Membantingnya ke lantai, menginjaknya hingga lantai retak. Lalu menendangnya hingga terhempas ke dinding. Lalu kayu kayu tajam keluar dari tangan Qin Yan bagaikan besi wanita itu. Menancap kesetiap bagian tubuhnya sampai ia tidak bisa bergerak.
Akhirnya, wanita itu sepenuhnya dihentikan. Dia tidak bisa lagi apa apa, meskipun dalam keadaan perubahan monster. Kekuatannya sangat jauh berbeda dari lawan didepannya.
"Prok prok prok" ketika Qin Yan hendak menyiksanya, Tiba tiba saja ada yang bertepuk tangan tidak jauh dari mereka.
Seorang pria paruh baya dengan pakaian profesor mendatangi mereka. Dibelakangnya, ada beberapa tetua yang mempunyai kumis dan janggut yang panjang.
"Wah, hebat. Kau dapat mengalahkan nona Ni meri dengan mudah." Pria itu tersenyum pada Qin Yan, sementara Tang lili menatapnya dengan penuh amarah dan dendam.
"Oh, gadis kecilku. Kesini.." Ajak pria itu sambil tersenyum. Namun Tang lili tidak mau pergi. Dia malah mengatakan sesuatu yang kasar.
"Pergi kau berensek. Kau yang membuat ibuku menderita dengan tipuanmu. Kau benar benar tercela!"
Pria tersebut tetap tersenyum ramah.
"Apa yang kau bicarakan Lili. Kemari, datanglah pada paman."
"Tidak!" Tang lili tetap tidak mau bahkan sampai menyerang pria itu.
Hanya saja serangannya benar benar ditangkis dengan mudah. Lalu pria menatap Tang lili dengan senyumannya yang tak berubah.
"Ada apa denganmu sebenarnya Lili?" Dia tiba tiba muncul didepan gadis kecil itu. Hendak meraihnya, namun tangannya dihentikan oleh Qin Yan.
"Jangan coba menyentuhnya. Dia muridku."
Senyum pria itu terhenti. Matanya langsung terbelalak bagaikan psikopat.
"Jadi kau sudah mempunyai guru yah Lili. Irinya aku, padahal waktu itu kau selalu bilang ingin menjadi muridku. Kenapa? Kenapa kau berbohong padaku Lili? Kenapa!" Terakhir suaranya sangat serak bahkan untuk wajahnya yang terlalu mengerikan. Senyumnya sangat lebar membuat gigi dan gusinya kelihatan dengan mata terbelalak. Dia benar benar bisa membuat orang ketakutan dengan senyumnya itu.
Lalu ia mencengkram wajahnya sendiri, kukunya bahkan mencakar wajahnya sampai mengeluarkan darah. Matanya bahkan sampai tertusuk salah satu jarinya. Ia berteriak kesakitan, tapi ia tetap tersenyum. Tertawa seperti orang gila. Orang mungkin akan merinding melihat tingkahnya. Tapi untuk Qin Yan, yang hanya tetap tenang dan diam membuat pria paruh baya itu agak heran.
Dia akhirnya terhenti. Lalu kepalanya berputar 180 derajat menolah kebelakang. Terdengar bunyi "krak" dilehernya. Tapi senyumnya bahkan tidak menghilang.
Inilah mungkin yang akan disebut orang tak waras.
"Hei, apa orang ini baik baik saja? Dia bahkan tidak mengatakan apapun." Tanya pria itu ke anak buahnya. Mereka dibelakang hanya mengangkat tangannya. Menggelengkan kepala.
Lalu pria itu kembali berbalik pada Qin Yan. Terdengar suara "Krek" dilehernya. Tapi dia masih saja tersenyum lebar.
"Bum"
Belum sempat mengatakan sesuatu. Sebuah angin menghantam wajahnya bagaikan tinju. Tapi Qin Yan tidak mengangkat tangannya. Hanya angin yang berhembus menerpa pria itu sampai terlempar kebelakang. Anak buahnya datang membantunya berdiri.
Wajah pria itu memang hancur setengah, darah mengalir keluar lewat hidung. Namun ia masih saja tertawa.
"Hahahaha..... Luar biasa...!!" Dia berdiri, menggigit jari jarinya hingga putus. Bahkan gigi gigi berputar putar bagaikan mesin. Belum ia melangkah, terlihat banyak titik titik kunang kunang disekitar mereka.
"Huh?" Tentu hal itu membuat mereka bingung. Tidak lama kemudian, kunang kunang itu memancarkan cahaya.
"DUAAAR..!!" Ledakan besar menghancurkan hampir setengah goa. Meskipun begitu besar, namun tidak ada diantara mereka yang mati. Mereka hanya menderita luka ringan. Ternyata mereka semua adalah ahli tingkat raja. Dan psikopat gila itu adalah ahli tingkat Kaisar.
Ah, Qin Yan benar benar lelah berurusan dengan mereka. Dia tidak punya waktu untuk bermain main. Para prajurit bayangan pun muncul, lalu Qin Yan menciptakan satu klon.
Saat asap menghilang. Mereka melihat para prajurit bayangannya. Senyum psikopat itu membeku. Hanya giginya yang kelihatan. Pipinya meneteskan keringat, dan dia bergumam dengan pelan.
"Siapa sebenarnya yang kita lawan ini?"