
Kerajaan Glasier, Kawasan timur, barat, utara dan selatan. Masing masing arah memunculkan lorong spasial. Arah Utara tempat dimana Medusa dan Xuan ziwei terjatuh. Barat, Yun zhi dan Na er. Selatan, Qin yan dan si gadis elf lalu ditemani Dai yueheng. Lalu yang terakhir, arah timur. Dua orang terjatuh dari langit. Pria yang membatu jadi pecah ketika terjatuh, sementara pria yang satunya masih hidup. Namun tubuhnya dalam keadaan sekarat. Nafasnya sangat berat, dan wajahnya pucat. Artefak curian ditangannya akhirnya pecah. Artefak yang bisa membuka lorong spasial ini, membuat mereka akhirnya bisa lolos.
Dengan sekuat tenaga, pria itu pun berusaha bangun. Mengambil mahkota ratu air dan liontin yang berserakan diatas tumpukan salju. Setelah orang yang memegang benda tersebut tak terselamatkan lagi, kini ia pun yang meneruskan misi ini dan berjalan menuju tempat yang sudah mereka janjikan untuk kembali.
Wilayah selatan, sama halnya seperti kedua orang tadi. Qin yan dan dua lainnya ikut terlempar di gunung yang bertumpuk salju. Belum sampai disitu, salju digunung tersebut mengalami longsor akibat mereka yang jatuh seperti beban. Dan akhirnya mendarat dibawah tebing dengan ditimpa longsoran salju tersebut. Alur spasial yang mereka lewati tampak begitu menyakitkan, hingga mereka terjatuh dalam keadaan tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, burung burung bekicauan. Meskipun matahari tak nampak, namun dunia tetaplah mengalami pagi yang cerah. Di pagi secerah itu, bahkan bisa dibilang sarapan mungkin belum siap. Ratusan Beast pasukan beruang es sudah berkumpul diperbatasan hutan. Bahkan sampai membobol masuk.
"Triiiiiiiiiiiiiipppp...." Bunyi terompet berbunyi, bahkan membuat Qin yan tidak tenang ketika tertidur.
Terompet tersebut berasal dari kamp tentara militer yang menjaga perbatasan. Ratusan tentara kemudian berkumpul, mengambil pedang masing masing. Kemudian berbaris dan menyerang kumpulan beruang tersebut.
"TAHAN MEREKA!!! JANGAN BIARKAN MEREKA MEMASUKI KAWASAN KITA!!!" Teriak pemimpin mereka dengan tegas. Ratusan prajurit itu pun tanpa ragu bertarung dengan kumpulan beast tersebut.
"GRAAAAARR!!!"
"PTANK PTANK PTANK"
"SLAAASH SREET SPLAAASH"
"BOOM BOOM BOOM"
Kekacauan pun terjadi di hari yang masih pagi tersebut, suara dentingan pedang, ledakan kehancuran, serta bunyi potongan tubuh yang tertebas membuat Qin yan tidak nyenyak untuk melanjutkan tidur dan akhirnya terbangun.
"Sial~~~ Keributan apa yang terjadi sepagi ini.... Ukh... Hoaaamm.."
"MMmmm!!!!!!!" Qin yan yang tengah bersantai dari bangunnya kini tiba tiba terkejut saat sebuah tangan langsung membungkam mulutnya.
Ia meronta ronta terus menerus, ingin tahu siapa yang berani meperlakukannya begini. Spekulasinya mengatakan kalau dia sudah tertangkap sekarang.
"Mmm... Mmm.. Mmm.." Ia terkadang menyikut, dan menggigit tangan itu bahkan sesekali menendang kebelakang agar dia bisa dilepaskan.
"Bisakah kau diam, kau ingin mati!" Tiba tiba Qin yan terkaget, Suara yang sedikit ringan itu adalah suara seorang gadis.
"Mmm... Mmm.. Shyiapppa Khaww??" Qin yan berusaha melepaskan dirinya, namun ia sadar kalau orang yang menahannya bahkan menggunakan energi jiwa. Apalagi saat melihat cincin hitam ditangan orang itu ia pun semakin percaya. Kalau dia sudah berada ditangan orang lain.
Namun ia langsung tertegun kalau sekarang ia telah dilepaskan.
"Hei, apa apaan kau...?" Tanyan Qin yan, matanya tiba tiba membesar melihat seorang gadis elf berambut hijau muda sedang menatap dengan kesal. Tangan gadis itu yang putih malah mempunyai bekas gigitannya.
"Eerr.. Mei ji dimana yah?" Qin yan pun berbalik dengan rasa bersalah, menggunakan kesempatan itu untuk berpikir.
'Kenapa ada elf disini? Apa jangan jangan, aku sudah diwilayah elf?' Pikirnya dengan khawatir.
"Hei, hati hati dibelakangmu?" Berkata gadis elf itu dengan tenang, membuat Qin yan berbalik padanya.
"Apa?" Qin yan hanya terbengong sambil menggaruk kepalanya dengan bingung, namun tanpa sadar lagi ia pun maju. Dan akhirnya terjauh dari tebing persembunyian mereka.
"HAAAAAAKKHHSSS!!!" Teriakan Qin yan bergema diseluruh hutan.
"Bukh" Untungnya ia mendarat di tumpukan salju yang lembut, namun salju itu sangat tebal. Membuat Qin yan membuat sebuah lubang sendiri.
"Ukh..." Qin yan berusaha bangun dari lubang itu, namun siapa sangka kalau beruang putih yang ganas sudah menunggunya.
"Haaaaaaahhhh!!!" Terkejut Qin yan berteriak, dalam sekejap ia melompat. Menghindari terkaman beruang tersebut.
"Darimana beruang ini berasal?" Qin yan berbalik kearah keributan dibelakangnya. Betapa kagetnya, ia melihat suasana perang antar manusia dan Beast.
"Astaga!" Mulut Qin yan ternganga, namun ia sadar kalau ia sendiri masih punya masalah. Yakni beruang yang ada dihadapannya.
"Bukh. Bukh. Bukh." Beruang itu berusaha menerkamnya berkali kali, namun Qin yan menghindarinya dengan mudah. Tiba tiba mulut beruang itu terbuka, mengeluarkan sebuah badai salju.
"BOOOOMM"
Badai yang begitu kuat, bahkan menghancurkan beberapa pohon yang dilintasi oleh badai itu. Menyapu semua yang berserakan didepan. Qin yan sendiri dibuat kagum oleh serangan itu. Melihat targetnya yang selalu menghindari semua serangannya, beruang itu pun mengaum keras. Kejut aumannya menciptakan angin yang kencang. Namun beberapa saat kemudian beberapa anak panah datang dan langsung menancap keleher beruang itu hingga mati.
'Tampaknya dia bukan musuh.' Qin yan manatap gadis elf itu yang membantunya dari sana. Namun ia sendiri terkejut, gadis elf itu sendiri menghindari tatapannya. Ia hanya bisa menggelengkan kepala. Kemudian kembali kesituasinya saat ini, satu beruang jatuh. Beruang lain datang berbondong bondong menyerang Qin yan secara bersamaan.
'Sial, mereka ini.' Urat kecil terbentuk didahi Qin yan, tangan kanannya langsung tercipta sebuah rasenggan.
"GROAAARRR!!!" Beruangnya jadi mengaum, menghantam cakarnya kearah Qin yan.
"BOOM" Begitu kuatnya serangan itu hingga tanah pun jadi berlubang. Namun Qin yan menghindarinya, menginjak udara lalu menggunakan gerakan kilat. Hingga sampai diwajah beruang itu.
"RASENGGAN!" Teriak Qin yan.
"DUAR" Ledakan kembali terjeadi, beruang yang terkena serangan itu jadi mundur menabrak kawanan lain. Kejut angin dari serangan itu begitu kuat, menyapu semua prajurit yang ada.
'Serangan yang begitu kuat, darimana ini berasal?' Seorang gadis yang dipenuhi baju besi, tampaknya ia adalah ketua dalam timnya. Melihat kearah Qin yan, dimana energi kuat itu berasal.
"Siapa dia?" Bertanya dirinya dengan heran.
Karena kejut angin itu juga, tumpukan salju yang menutupi tubuh Dai yueheng jadi tersapu. Pria itu langsung terbangun dengan kaget.
"Gah!" Aneh juga ketika ia terbangun dengan matanya yang terbuka lebar. Tentunya ia kaget dengan situasi saat ini yang tiba tiba membangunkannya. Pertama tama yang ia lakukan yaitu membersihkan badannya dari tumpukan salju yang melengket.
"Gggrrrhh...."
Namun tiba tiba tempatnya jadi mendung, ketika berbalik keatas rupanya seekor beruang sudah menatap dengan mata merah menyala. Air liurnya menetes diantara gigi giginya, Yueheng yang sesaat terbengong sesaat jadi tersadar ketika air liur itu menetes kewajahnya.
"GRAAARRRGG...!!" Tanpa menunggu waktu lama lagi, beruang itu langsung menangkapnya. Namun Yueheng melompat keatas dan memberikannya tendangan tepat kewajah beruang itu.
"Skill kedua, Tornado kick!" Teriaknya.
"BUM" Tendangan 360 derajat langsung menghantam pipi kanan beruang itu. Ia terpental hingga menabrak dinding tebing.
Seperti apa yang terjadi pada Qin yan, satu beruang jatuh. Beruang lain juga menyusul, begitulah yang terjadi pada Yueheng. Kakinya kemudian dialiri arus listrik.
"Hiyaaah!! Kenapa kalian tidak ada tobat tobatnya!!" Kakinya terangkat dengan sekuat tenaga, kemudian tiba tiba menghilang diantara kumpulan beruang itu.
"Buakh, Buakh buakh buakh buakh" Dalam sekejap, kumpulan beruang tersebut jadi terlempar kesegala arah. Dimana Yueheng berada ditengah mereka.
"Skill ketiga, Smash kick."
Setelah perkataannya, sebuah semburan energi langsung menghantam mereka lagi.
"WOOSH" Para beruang itu dibuat mundur oleh skill itu, pohon pohon jadi terpotong dan bertebaran kelangit karena serangannya.
Melihat itu, beruang yang lebih kuat datang dan maju melawan Yueheng. Dengan segala kekuatannya, hewan itu mengangkat batu yang besar dan melemparnya kearah Yueheng.
"BRUUK" Batu itu menghantam tanah, tapi Yueheng berhasil menghindar.
'Batunya besar sekali.' Keringat dingin sedikit menetes diwajah Yueheng ketika melihat batu itu. Dari atas, beruang tersebut datang dan langsung menerjangnya.
"Boom" Tanah menjadi hancur karena pijakan beruang besar itu.
Yueheng menghindar sekali lagi, beruang itu terus berbalik dan menyerangnya dengan cakarnya.
"BUAKH BUAKH BUAKH" Namun cakar beruang tersebut hanya menghantam tanah. Sebisa mungkin, Yueheng terus menghindari serangan itu sampai menemukan celah. Terakhir, ia pun melawan serangan beruang itu dengan kekuatan kakinya.
"BOOM" Kejut angin menyebar lagi, Yueheng dan beruang itu mundur beberapa langkah. Setelah itu cincin Ungu Yueheng bersinar, aliran listrik dikakinya jadi bertambah.
"Skill pertama, Triple kick." Teriaknya lagi.
"Wosh wosh wosh" Beruang itu jadi tambah mundur karena serangan itu. Namun serangan itu tidak melukai beruang tersebut. Hal itu membuat wajah Yueheng menjadi hitam. Cincin ungunya bersinar lagi, kali ini kakinya semakin diperkuat. Ia langsung melesat, aliran listriknya jadi menggores tanah.
"Skill keempat! 100 titik tombak!!" Semua kekuatannya sudah ia keluarkan dalam skill terakhirnya ini.
"BUBUBUBUBUBUBUBUBUBUBUBUBUBUK" Perut beruang tersebut menjadi pelampiasan kemarahan Yueheng. 99 tendangan langsung diterima oleh beruang itu tanpa membalas sedikit pun.
"Hiyaaah!!" Tendangan terakhir, celana dikaki kanan pria itu jadi robek. Gejolak energi keluar didalamnya.
"BOOM" Tendangan pria itu bahkan menghancurkan sebagian tebing, menembus tubuh beruang.
"Ku-kuatnya..!!" Para prajurit yang tengah bertarung, berseru kagum melihat kerusakan itu.
"Anak itu juga lumayan, siapa sebenarnya mereka?" Gadis berbaju besi yang tengah sedang bertarung disana juga melirik kearah Yueheng.
"Siung siung" Kemudian beberapa anak panah kembali melesat, semuanya menembus kepala sang beruang. Jika beruang menghindari atau menahan, maka anak panah itu otomatis akan berbelok mencari targetnya.
"Luar biasa!" Seru mereka dengan kagum pula, mereka melirik gadis elf diatas tebing yang sudah berubah menjadi pria tampan. Bahkan gadis yang dilapisi baju besi tersebut jadi tersipu melihat wajahnya yang tampan.
Diatas, gadis elf yang telah berubah tersebut menarik anak panah lagi. Namun kali ini ia mengambil empat anak panah sekaligus dan itu dilapisi dengan elemen api.
"Siung" Panah pertama dilancarkan. Panah kedua dilapisi elemen air, panah ketiga dilapisi elemen angin dan panah keempat dilapisi elemen tanah.
Situasi pertarungan tersebut berbalik membuat pasukan manusia jadi lebih unggul. Sampai akhirnya kawanan beruang tersebut berhasil dituntaskan, sisanya pun jadi melarikan diri. Kemenangan jatuh ketangan mereka, dan lebih menguntungkan lagi. Tidak ada korban jiwa diantaranya, hanya ada luka luka ringan yang diderita. Semua itu berkat Qin yan, Dai yueheng dan si gadis elf.
"Kami sangat berterimah kasih atas bantuan kalian para pendekar hebat. Sebagai tanda rasa terima kasih kami, silahkan mampir si kamp kami. Kami akan menyambut kalian sepenuh hati." Ucap ketua mereka dengan hormat, setelah dilihat begitu dekat, ketiga pria dihadapan mereka begitu tampan satu sama lain. Membuat wajah ketua tentara tersebut yang seorang wanita jadi memerah. Namun tidak ada yang bisa melihat itu, karena wajahnya tertutupi oleh armor besi.
"Hah, hah. Kurasa itu ide yang bagus." Berkata Qin yan dengan wajah yang pucat, ia memegang bagian samping perutnya dari tadi sambil menahan sakit.
'Sial, sejak kapan aku terluka begini?' Ia tidak tahu mengapa ia bisa terluka, namun setelah dingat ingat, akhirnya ia sadar. Kalau ia pernah terluka saat melintasi lorong spasial. Pecahan dinding lorong tersebut melintas dan akhirnya merobek perutnya.
*******
Kamp militer....
"Terimah kasih yah." Ucap Qin yan setelah seluruh tubuhnya dilapisi lilitan perban putih. Setelah diperiksa lebih lanjut, rupanya seluruh tubuhnya dipenuhi luka luka. Pecahan pecahan spasial di lorong semalam melintasi tubuhnya bagaikan pecahan kaca. Merobek setiap kulit disetiap sisi, untungnya tidak mengenai wajah karena dihalangi oleh tangan.
"Tidak apa tuan, kalian bertiga yang telah berkontribusi dalam kemenangan kali ini, sudah sepantasnya kami membalas budi." Senyum perawat yang membantu mengobati Qin yan. Disampingnya, Dai yueheng juga ikut dirawat. Rupanya ia juga bernasib sama dengan Qin yan. Tidak, kemungkinan semua orang yang melewati lorong itu juga mengalami hal yang sama. Hanya saja Qin yan tidak tau, dimana yang lain. Setelah tadi melakukan pencarian, ia sama sekali tidak menemukan siapa pun. Tentunya ia selalu mencari keberadaan Medusa.
"Krieek" Pintu pun terbuka, seorang remaja laki laki yang sebenarnya gadis elf keluar dari kamar tersebut. Berjalan melewati Qin yan dengan tenang dan dingin.
"Aneh, bukankah dia juga pria. Kenapa dia dirawat ketempat berbeda dengan kita?" Tanya Yueheng disamping. Qin yan sendiri malas menjawabnya, tentunya ia tahu kalau anak seumuran didepan mereka adalah seorang gadis.
"Dia itu bukan pria." Perkataan Qin yan membuat gadis elf itu terhenti, berbalik menatap tajam pada Qin yan. Namun Qin yan malah memberinya kedipan mata.
"Dia itu bergender wanita." Bisik Qin yan, membuat mata Yueheng terbelalak. Menatap gadis elf didepannya.
"Mau kucungkil matamu hah?" Tatapan Yueheng dibalas tatapan melotot olehnya membuat Yueheng sendiri menarik tatapannya. Namun tidak lama kemudian ia kembali seperti biasa.
"Maaf bro, kami belum menhetahui namamu. Bolehkah kamk tahu namamu?" Tanya Yueheng dengan sopan. Tapi malah diabaikan bahkan ia keluar dari tenda.
"Ukh... dia sombong sekali." Berkata Yueheng sambil menggelengkan kepala. Sementara Qin yan memegang bahunya.
"Aku juga bahkan belum mengetahui namamu." Senyum Qin yan tanpa mengingat apa yang sudah terjadi saat direstoran kemarin.
"Yah, namaku Dai yueheng. Aku berasal dari keluarga Gentle kick kerajaan Air. Sebenarnya aku ingin minta maaf, waktu itu aku menyerang kalian tanpa alasan."
"Tidak apa, sekarang kita mempunyai tujuan yang sama. Seharusnya kita juga harus bekerja sama." Qin yan hanya menyenggolnya sedikit, lalu keluar dari tenda meninggalkannya sendiri. Namun sejenak ia berhenti memandangi pria itu sejenak.
"Oh iyah, kau bisa memanggilku Qian yan." Ucapnya dengan pelan dan segera meninggalkan pria itu, karena ia sudah tidak bisa menahan laparnya.
Qin yan hendak mencari tenda yang menyediakan makanan untuk sarapan pagi, namun gadis elf tersebut menunggunya diluar tenda.
"Huh? Apa kau ingin mengikuti makan bersama?" Ajak Qin yan padanya dengan senyuman, namun gadis elf itu malah melipat tangannya didada dengan sombong.
"Jika saja kau bukan orang yang menyelamatkanku dulu, aku sudah lama membunuhmu."
Alis Qin yan berkerut mendengarnya. Ia sedikit memiringkan kepala menatap orang itu.
"Maaf, aku tidak ingat aku pernah bertemu denganmu." Tanya Qin yan sambil mengorek telinganya.
"Tch, apakah memang manusia itu IQ nya rendah? Mereka selalu saja pikun dan lupa atas apa yang mereka lakukan."
Perkataannya membuat Qin yan jadi lebih bingung, namun ia malas meladeninya, lagian ia sudah tidak bisa menahan laparnya. Jadi ia hanya pergi meninggalkan orang itu sendiri.
Gadis elf itu yang awalnya bertingkah sombong, sekarang berubah terkejut. Tidak, lebih tepat ia tidak habis pikir, Qin yan berani meninggalkannya saat ia sedang berbicara.
"Sialan, beraninya kau Qin yan...." Ucapnya dengan geram.
Tempat makan...
Qin yan mengambil makanan untuk dinikmati, karena telah membantu perang tadi pagi. Makanan disini jadi gratis, ia tidak perlu repot repot untuk membayarnya. Dan tentunya itu hanya akan berlaku satu hari.
"Wau.. kau makan cukup banyak." Seorang wanita cantik datang dan duduk disampingnya, dia adalah pemimpin pasukan militer yang bertarung tadi pagi. Selalu memperhatikan mereka bertiga saat tadi bertarung melawan pasukan beruang.
Qin yan yang tengah makan, hanya melihatnya sesaat lalu melanjutkan makannya. Membuat wanita itu jadi tersenyum canggung .
"Apa kau tidak makan kemarin? Kau tampaknya begitu lapar." Tanya wanita itu dengan pelan.
"Ya. Kurasa begitu, aku jadi seperti ini sekarang." Qin yan mengangguk mendengar pertanyaannya.
Wanita yang tadi terus terusan tersenyum akhirnya bersikap tenang. Ia pun menatap Qin yan dengan serius.
"Perkenalkan namaku Mu Rue, aku adalah Komandan pasukan militer 24.1, melihat kemampuan bertarungmu tadi membuat kami ter. Kami menawarkanmu tempat untuk bergabung bersama kami. Tenang saja, sesuai dengan kemampuanmu. Dalam waktu beberapa bulan, kau pasti akan mendapatkan pangkat yang lebih tinggi."
Qin yan jadi terhenti makannya, menatap wanita itu lebih dalam.
"Apakah kau hanya menawarku saja?" Tanya Qin yan.
"Tidak, aku akan mendatangi dua orang lagi temanmu, kurasa mereka pasti masih ada ditenda perawatan."
"Ya, kau benar." Jawab Qin yan sambil mengangguk.
Wanita itu yang dari tadi menunggu jawaban Qin yan, kini jadi bertanya lagi.
"Jadi, apakau mau ikut bergabung bersama kami atau tidak?"
Qin yan menatapnya lagi, membuat wanita jadi gugub.
"Ma-maksudku, jika kau bergabung dengan kami. Mungkin kau akan mendapat hak istimewa, sangat jarang ada orang kuat dikamp ini." Mu rue kembali tersenyum canggung.
"Hm.. Kurasa aku akan masuk." Berkata Qin yan dengan acuh tak acuh, sepertinya memang itu yang harus ia lakukan saat ini. Disaat ia tidak tau dimana ia berada sekarang.
"Be-benarkah? Kalau begitu aku akan membuat surat rekomendasimu, baiklah aku akan pergi membuatnya sekarang. Selamat menikmati makananmu." Gadis itu kemudian tersenyum ceria, lalu ia keluar dari tenda makan tersebut.
Tidak lama ia keluar, Dai yueheng dan si gadis elf yang malakukan penyamaran pun masuk kedalam. Mereka kemudian duduk disamping Qin yan. Mengambil makanan untuk makan bersama.
Datangnya mereka membuat Qin yan agak terganggu, apalagi Yueheng. Ia tidak tenang ketika duduk, selalu menghampiri meja lain dan menyapa para prajurit wanita. Bahkan tak tanggung tanggung, kerbutan pun terjadi akibat ulahnya. Jika pria itu ditolong, maka Qin yan sendiri akan masuk dalam masalah yang konyol itu.
Kecuali pria dingin disampingnya, matanya tajam dan postur tubuhnya sangat didambakan banyak wanita. Banyak sekali prajurit wanita yang datang mendekatinya, namun tidak ada respon darinya. Ia hanya bersikap dingin dan jutek, namun justru lebih membuat para wanita jadi tergila gila.
"Percuma lah, kalau wanita mendekati wanita. Semuanya tidak akan berpengaruh." Berkata Qin yan sambil menatap pria disampingnya dengan ejekan.
Namun orang ditatapnya hanya meliriknya saja sekilas, kemudian meminum jus yang sudah disediakan.
'Gadis elf yah?' Kini akhirnya Qin yan teringat, matanya membesar menggali masa lalu. Saat ia menyelamatkan Xiang xiang waktu itu dimenara pasar gelap. Tanpa sadar ia juga menyelamatkan gadis Elf rupanya. Yah, ia juga tidak memperdulikan hal itu. Jadi ia tidak terlalu berminat mengingatnya. Namun tentunya sekarang sudah jelas, kemungkinan gadis Elf waktu itu adalah orang yang ada dihadapannya ini.
"Aaaah... Aku ingat sekarang.!" Qin yan menggoyang goyangkan jarinya pada pria didepannya.
"Oh iyah, waktu itu aku tidak menanyai namamu rupanya. Jadi, kita bisa berkenalan dengan jelas. Namaku Qian yan, namamu?" Ia pun mengulurkan tangannya.
"Aku Xiao Xin er." Jawab pria itu dengan tenang, tapi tidak menjabat tangan Qin yan.
"Xin er, namamu indah juga." Senyum Qin yan, namun senyumnya itu tiba tiba membeku saat mendengar suara elang melolong diluar tenda. Sepertinya ia mengenal suara elang itu.
Dengan cepat ia pun keluar, mencari tempat tersembunyi lalu memanggil elang itu. Dikaki burung itu terdapat sebuah surat yang terikat, Qin yan mengambil surat itu dan langsung membacanya.
"Qian yan, saat ini kami sedang dilanda kebingungan. Keluarga Sayap naga, meminta untuk mempercepat pernikahan Qian yu. Permintaan mereka disertai dengan dukungan yang kuat dari keluarga lain. Ini membuatku bingung, mahar kami yang menjadi jaminan dalam pernikahan ini akan segera dikeluarkan. Sebenarnya dalam masalah ini, aku masih membutuhkan pendapatmu."
^^^Salam ayahmu^^^
Qin yan menghela napas setelah membaca surat itu, sejenak ia memegangi dagunya. Berpikir keras mengapa keluarga sayap naga mempercepat pernikahan Qian yu.
"Ada yang aneh dengan situasi ini." Gumamnya dengan curiga. Tiba tiba ia teringat kalau ayahnya tengah menyebutkan tentang mahar, ia penasaran mahar macam apa yang akan ayahnya berikan untuk keluarga mereka.
"Tunggu jangan jangan....." Mata Qin yan jadi membesar ketika memikirkannya.
Dengan cepat ia pun mengeluarkan kertas, menuliskan beberapa kata didalamnya.
"Tunggulah sampai aku kembali, aku akan berdiskusi denganmu ayah. Berikan aku waktu seminggu."
Setelah ia menuliskan surat itu, ia pun kembali mengikatnya dikaki elang. Lalu menyuruh elang itu untuk kembali.
Setelah elangnya pergi menjauh, ia pun menghela napas panjang. Bersandar dibatang pohon sambil memegang dahinya sendiri.
"Aku harus cepat kembali, hampir seminggu aku pergi. Bagaimana keadaan sekte saat ini." Memikirkan itu, Qin yan pun bersemedi. Berusaha menghubungi roh tubuh utama Kyubi yang tengah tersegel didalam tubuhnya. Akibat segel dua tahun lalu, tubuh Kyubi dan kyuki jadi ikut tersegel didalam tubuhnya dan tak bisa berbuat apa apa. Untungnya jiwa mereka sudah bermutasi menjadi manusia. Namun meskipun tubuh mereka tersegel, sebenarnya Qin yan bisa menggunakan sedikit kesadaran untuk menghubungi Yao chen yang berada ada jauh dengan darinya.
"Bocah, akhirnya kau menghubungiku juga rupanya. Kemana saja kau selama ini." Mata Kyubi terbuka, saat Qin yan meneteskan sedikit energi pada tubuhnya yang tersegel.
"Kami saat ini sedang mengalami masalah, bagaimana keadaan disana?" Tanya Qin yan dengan tenang.
"Para murid yang mendaftar mulai resah dengan hari yang panjang sebelum pembelajaran tiba. Bagaimana tidak, kau sudah pergi hampir seminggu. Mereka juga akan mulai bosan."
Mendengar itu, Qin yan pun terdiam. Ia pun hanya menutup mata sembari memikirkan cara untuk mengatasi situasi ini.
"Kalau begitu, kita ubah rencana awal. Beri ijin untuk para murid baru yang mendaftar agar melakukan pengenalan lingkungan. Sebelum proses jadwal pembelajaran akademi dimulai, manfaatkan waktu itu untuk menunggu kepulanganku. Kalau aku tidak pulang dalam waktu seminggu, aku harap kau memulai proses pembelajaran itu tanpa diriku."
"Hei hei, kau tidak dalam situasi sulit kan?" Tanya Kyubi dengan alis berkerut.
"Tenang saja, bukan sesuatu yang sulit kok. Aku akan cepat menyelesaikannya. Oh, iyah. Tolong gantikan aku untuk mengambil ijin ke kerajaan Zhongtian. Kemarin, ada masalah yang memghampiri kami sehingga saat ini aku berada dikerajaan tak dikenal. Sepertinya aku berada di kerajaan Glasier."
"Kerajaan Glasier? Bagaimana bisa kau terdampar begitu jauh bocah?" Tanya kyubi dengan heran.
"Entahlah kyubi, tampak orang yang membawa kami ini mempunyai artefak lorong spasial. Tapi itu tidak perlu dipikirkan, permintaanku adalah tolong kau jemput Xiu xiu dan Xie xie yang tengah menungguku dikota Surga. Mereka pasti mulai resah karna aku yang belum pulang begitu lama."
"Hm.... kau ini bocah, baiklah kalau begitu."
Kyubi pun akhirnya mengangguk lalu menutup mata kembali, sementara Qin yan terbangun dari meditasinya. Tubuhnya seketika bergidik, ternyata Xin er dan yueheng dari tadi mencarinya selama ia sedang bermeditasi.
*******
Terimah kasih karna sudah membaca, silahkan like, komen dan vote yah. Agar Author tidak bosan bosannya mengupdet cerita ini.