
Pertarungan terus berlanjut. Setelah kematian Lui Chan. Peserta lain juga mengikutinya, termasuk 5 peserta wanita dikerajaan itu. Dalam keadaan diri tak terkontrol, 4 wanita tewas dicabik cabik setelah diperkosa. Sementara satu orang memilih meledakan diri sendiri.
Qin Yan pun yang menonton, mau tidak mau merasa bersalah. Meskipun para penonton lain tidak melihatnya karena Xie Xie secara otomatis membentuk dinding yang menghalangi mata dan pendengaran. Namun tidak untuk para master sekte yang sudah banyak pengalaman. Bagi mereka, ini adalah kasus paling parah dalam sejarah turnamen selama ribuan tahun.
hanya ada satu yang selamat. anggota keluarga Tenryu, pembangkit mayat hidup. Tenryu Heici berhasil menyelamatkan diri. Namun, kondisi mentalnya tidak memungkinkan. Setelah keluar dari kondisi hidup dan mati, dan upaya wasit dalam menyelamatkannya. Pria itu berhasil diselamatkan. Namun sepertinya ia akan mengalami trauma yang cukup menyakitkan.
Xiu Xiu yang berencana mencari keadilan untuk adiknya. Malah tidak mendapat kesempatan untuk bertarung. Xie Xie telah mengalahkan mereka semua hingga hanya Rong gui yang tersisa.
"Wah wah, ada banyak darah disini."
Akhirnya, tibalah giliran Rong gui untuk maju. Ia cukup terkesan dengan hasil pertarungan dan dampak yang di akibatkan dilapangan. Darah terciptrat dimana mana. Namun itu tidak membuatnya terganggu. Sebaliknya ia menyentuh darah itu, menjilatnya dengan penuh gairah.
Semua orang yang menonton hanya mendengus jijik melihat tingkahnya.
Rong gui menatap Xie Xie disana. Ia pun tersenyum. Detik kemudian, ia mengeluarkan sebuah boneka jerami yang diikat seperti bentuk manusia. Bekas darah dijarinya, Rong gui mengoleskan itu ke boneka yang ia miliki.
Tindakan aneh itu menarik perhatian Qin Yan.
"Apa yang dia lakukan?" Gumam Qin Yan dengan bingung. Ketika diingat kembali, Rong gui adalah salah satu dari sepuluh jenius yang ada. Yang dia lakukan itu pasti mempunyai rencana licik.
Dilapangan, Rong gui maju berhadapan dengan Xie Xie. Melihat sikap dingin pria itu, dan tatapan Cui Xie. Rong gui merasa ia sudah tidak mempunyai lagi kesempatan untuk hidup. Karena, meskipun ia menang dari anak ini. Dia pun tetap akan dibunuh jika tidak bisa menang dari turnamen ini. Lagian, ketua tim mereka belum turun. Namun, anak buah mereka berhasil membantai seluruh timnya. Ini benar benar memalukan.
"Hahaha...." Melihat wajah Xie Xie, Rong gui bertambah kesal. Ia pun tertawa gila karena memang tidak mempunyai jalan untuk hidup.
"Kau sudah puas kan! Puas kamu membantai seluruh timku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu lolos. Kau ditakdirkan untuk mati disini!" Rong Gui mengambil sebuah pisau. Ia menunjukan bonekanya kearah Xie Xie dengan jelas.
Semua orang menatapnya dengan serius. Apa yang akan terjadi.
Rong Gui hendak memotong boneka itu. Namun, Xie Xie sudah melesat secepat kilat. Menghantam perut anak itu dengan tinjunya.
"Buakh" Terlihat air liur keluar dari mulut Rong gui . Ia sampai terpental kebelakang. Dan boneka ditangannya terlepas.
Xie Xie benar benar tak berpikir dulu jika ingin menyerang. Dan kecepatannya benar benar menakutkan. Rong Gui bahkan mengakuiku itu.
Ia memegang perutnya yang sakit. Merangkak, berusaha mengambil bonekanya. Tapi sebelum ia bergerak. Xie Xie datang menginjak tangannya dan menendang pria hingga ia pun kembali terlempar kebelakang.
"Akh" Kali ini, pria itu mengeluarkan darah segar dan kembali memegang perutnya. Meringkuk kesakitan. Ketika ia tahu kalau Xie Xie akan menyerang lagi. Cincin Abu abunya bangkit. Dan ia menghilang ditempatnya.
"Bum" Tanah pun retak ketika di injak oleh Xie Xie. Hanya saja, Rong gui duluan menghilang sebelum terkena serangan itu.
Atribut spasial. Itulah atribut yang dimiliki oleh Rong gui. Dia dengan cepat bergerak dan meraih bonekanya. Tertawa dan meledek Xie Xie dengan mulutnya yang penuh darah.
Ternyata ia juga memiliki atribut kecepatan. Atribut ganda.
"Hahaha... Luar biasa sekali. Kecepatanmu sangat mengerikan." Rong gui tertawa sambil memegang boneka dan pisaunya.
"Didalam mode seperti ini, aku tau kau tidak merasakan apa apa. Tapi, biar kuberi kau apa itu yang namanya rasa sakit." Rong Gui hendak memotong kaki boneka itu. Namun Xie Xie kembali menyerang. Tapi kali ini, Rong gui kembali berteleportasi. Tawanya tidak pernah berhenti.
Pisaunya memotong kedua kaki boneka ditangannya.
"Slash"
Namun anehnya, kaki Xie Xie yang terluka. Darah terciptrat, dan sepertinya uratnya terputus. Kaki Xie Xie langsung lemas dan ia terjatuh berlutut.
Qin Yan langsung berdiri melihat adegan itu. Matanya membesar dengan keterkejutan yang luar biasa.
"Apakah itu....."' Melihat cara kerja kekuatan Rong gui, Qin Yan tiba tiba teringat seseorang dimasa lalu. Dia adalah salah satu dari 10 dewa surgawi tertinggi dikehidupan sebelumnya. Setara dengan Qin Yan sang kaisar dewa pembantai, Zhou Weisi sang kaisar dewa Genesis dan Lin QingZhu sang kaisar Dewi Zenit. Dialah kaisar dewa keabadian, Dengan kekuatannya yang dapat memindahkan rasa sakit.
"Apakah itu benar dia?" Gumam Qin Yan dengan tangan gemetar.
"Tidak." Yao Chen menggelengkan kepala. Qin Yan langsung berbalik.
"Kaisar dewa keabadian menggunakan tubuhnya untuk berpindah rasa sakit. Tapi Rong gui, seharusnya, ketika Xie Xie menyerangnya tadi. Dialah yang harus merasakan sakit. Bukan Rong gui itu sendiri. Bukankah dia sudah memasukan darah Xie Xie kedalam tubuhnya?" Jelas Yao Chen membuat Qin Yan menghela napas lega.
"Kau benar juga. Mungkin aku yang terlalu banyak berpikir. Tidak mungkin juga, didunia kecil ini ada banyak para ahli dimasa lalu." Qin Yan pun kembali tenang. Ia terduduk kembali dikursinya. Meskipun ia memang berpikir kalau ini tidak mungkin. Tapi nyatanya, ia mengakui kalau dunia kecil ini menyimpan banyak rahasia dan sering membuatnya terkejut.
Tapi bukan itu yang ia pikirkan. Yang dia pikirkan adalah, mengapa Rong gui bisa mempunyai kemampuan yang mirip dari kaisar dewa keabadian.
Dilapangan, Rong gui tertawa keras melihat keadaan Xie Xie.
"Hahaha.... Bagaimana rasanya? Kau benar benar sombong ketika kau membunuh teman temanku. Kau pikir kau sudah cukup kuat? Hah?" Tangan Rong gui mencengkram leher boneka itu. Dan Xie Xie yang merasa sesak napas.
"Hahaha...." Ia tertawa lagi dan langsung menikam boneka itu dengan jarum kecilnya.
"Resonansi timbal balik!" Teriaknya penuh semangat.
"Slash" Xie Xie memuntahkan darah segar. Terlihat, darah merembes melewati perutnya yang berlubang.
Tangan kanan Xie Xie juga gemetar. Melihat itu, Rong gui semakin tersenyum. Tangan itu, adalah tangan yang sudah menjatuhkan banyak korban.
"Slash" Tangan boneka terputus. Disaat bersamaan tangan kanan Xie Xie juga terputus.
"Oh, astaga! Xie Xie... dia akan kalah." Lin Fin menggertakan gigi dengan tegang. Xiu Xiu juga merasa khawatir. Ini benar benar berbahaya. Nyawa Xie Xie bisa saja melayang. Jika saja Rong gui memilih untuk menebas leher boneka itu, maka berakhirlah nasib Xie Xie.
Tapi itu tidak seperti yang dipikirkan oleh Rong gui. Seperti biasa, ketika melihat lawan tidak berdaya. Timbul rasa kenikmatan didalam diri mereka, hingga mereka ingin sekali untuk menyiksa anak ini lebih lama .
"Hihihi... Ini benar benar menyenangkan. Coba Kalau kita tusuk bagian sini." Rong gui kembali menikam dada kanan bonekanya. Lalu menyayat boneka itu keseluruh bagian depan dan belakang dengan pisaunya.
Xie Xie yang menanggung seluruh rasa sakitnya. Segera, kulit keras berwarna merah yang melapisi kulit Xie Xie jadi tergores. Tubuhnya sekarang langsung dipenuhi luka. Saking sakitnya, bahkan Xie Xie tidak mampu berdiri lagi dan hampir tersungkur ditanah.
Rasa sakit yang tidak terbayangkan, membuat kesadaran kecil milik Xie Xie tanpa sadar terbangun. Seperti anak yang baru bangun dari tidur lelapnya.
Xie Xie membuka mata, ia bingung dengan situasi yang barusan terjadi. Seolah olah pertarungan tadi adalah mimpi, meskipun itu adalah kenyataan. Xie Xie tidak ingin mengakuinya, karena ia telah membunuh beberapa orang dengan cara yang kejam.
Ia berusaha berdiri dengan luka yang ada ditubuhnya. Tapi, saat berikutnya ia kaget. Melihat penampilan sosoknya ini.
'Apa apaan ini! Apakah ini adalah perubahan iblis?' Gumamnya sambil ternganga.
"Hei, kenapa kau malah terbengong disitu." Tanya Rong gui dengan bingung.
"Aku... aku..." Xie Xie kebingungan harus menjawab apa.
Namun ketika berbicara, seketika teman temannya jadi heboh. Termasuk Qin Yan sendirj yang tersenyum puas.
"Heh... Faktanya rasa sakit itu membantu Xie Xie untuk mengendalikan kesadarannya. Mari kita lihat, apa dia bisa mengendalikan perubahan iblisnya atau tidak." Senyum Qin Yan dengan penuh semangat.
Rong gui tidak memperdulikan alasan Xie Xie. Dengan cepat ia kembali menusuk bonekanya.
"Huh!" Menyadari kalau Rong gui akan berbuat lagi. Xie Xie langsung melesat. Dengan kecepatannya saat ini, bukan hal yang sulit untuk melepaskannya. Namun, Rong Gui berteleportasi dan menghilang untuk sesaat. Jika ini dalam keadaan tak sadar. Xie Xie takkan bisa untuk berbuat apa apa. Sayang sekali, saat ini Xie Xie sudah berbeda. Dia yang dalam keadaan sadar, dapat memprediksi dimana Rong gui akan mendarat.
"Siut" Rong Gui mendarat tidak jauh dari sana. Saat Rong gui mengira kalau ia sudah aman, dia hendak kembali menikam bonekanya. Namun, ia tidak tau kalau Xie Xie sudah ada dibelakangnya.
"Buakh" Sebuah tendangan keras menghantam pinggang pria itu.
Akibatnya, terdengar suara retakan armor. Rong gui terpental jauh kedepan. Boneka ditangannya jadi terlepas.
"Cih, sayang sekali. Didepan kecepatanku. Kelebihanmu itu bukan apa apa." Xie Xie mencibir dingin. Ia mendekat kearah boneka itu dan memandanginya.
Boneka inilah yang membuatnya menderita. Ia tak mau melihat boneka ini lagi. Sebelum Rong gui mengambilnya kembali, ia harus memusnahkannya.
Xie Xie mengangkat kakinya. Sepertinya dia akan menginjaknya. Rong gui yang melihat itu, tentu terkejut. Tapi, ia tidak menghentikannya. Hanya terlihat senyum tipis disudut bibirnya.
'Jangan lakukan itu bodoh!' Qin Yan tidak ingin melihat Xie Xie menginjak boneka itu. Bahkan ia hampir melompat terjun kelapangan untuk memukul kepalanya. Kenapa ia tidak sadar kalau kemampuan berpikir Xie Xie sangat payah.
"Ups, aku bercanda." Xie Xie tertawa lucu. Kakinya yang hampir menyentuh boneka terhenti. Membuat para penonton membeku. Qin Yan sendiri membeku dengan reaksi tubuhnya. Dan malu pada dirinya sendiri yang bertingkah konyol didepan Yao Chen.
"Anak itu....!" Terlihat jelas urat didahi Qin Yan.
Rong gui berdiri dengan wajah yang gelap. Tak bisa dipungkiri, ia juga tertipu dengan tindakan anak ini.
"Hahaha... Konyol sekali. Mana mungkin aku akan menghancurkan benda yang dapat membuatku tewas." Xie Xie langsung melapisi boneka itu dengan cairan lemnya. Lalu ia kubur didalam tanah dengan kemampuan perubahan iblisnya.
Rong gui masih terdiam. Tapi tidak lama kemudian, ia menatap Xie Xie tatapan marah. Ada sebuah percikan api ditangannya.
Ternyata dia memiliki dua elemen. Elemen api dan elemen spasial. Ini benar benar mengejutkan. Tidak heran ia menjadi salah satu dari sepuluh jenius surgawi.
"Cih." Mulut Rong gui melengkung dengan senyuman jahat.
"Pertama kali aku merasa seperti ini setelah sekian lamanya. Kupikir, dengan kalahnya Mong yi. Aku bisa melawan para jenius teratas lain. Ternyata malah aku tersangkut ketika melawanmu. Aku tidak akan terima ini!!" Api Rong gui, membentuk sebuah burung elang. Melaju cepat kearah Xie Xie.
"Bom" Serangan Rong gui bertemu dengan cairan milik Xie Xie. Menyebabkan ledakan besar.
"Heeeh, kali ini aku akan bertarung serius!"' Rong gui maju dengan kecepatan spasialnya. Xie Xie juga tidak mau kalah.
Keduanya saling bertukar serangan. Rong gui menggabungkan atribut kecepatan dan spasialnya. Hingga ia dapat menghindari serangan Xie Xie yang mengerikan meskipun tidak sepenuhnya menghindar. Terkadang ia juga terkena serangan Xie Xie, namun memilih untuk bertahan.
Sementara Xie Xie sendiri. Sepertinya ia telah berada di batasnya. Perubahan iblisnya mengakibatkan tubuhnya menderita.
Keringat bercucuran dan napas Xie Xie jadi tidak teratur. Pandangannya juga mulai kabur.
Sayangnya, Rong gui tidak menyadari itu. Karena pergerakan Xie Xie yang terlalu cepat. Ia jadi tidak menyadari, kalau Xie Xie sudah diambang batasnya.
'Tidak, sekali ini saja. Aku harus menang!' Teriak Xie Xie dalam hati. Karena ia mempunyai sedikit kekuatan. Ia akan memanfaatkan kekuatan ini dalam serangan terakhir kali.
"Hiyaaah!!!" Terlihat Rong gui maju dengan api yang membara. Ia menyerang Xie Xie dari depan. Tapi tiba tiba ia muncul dibelakang Xie Xia.
"Mati kau!" Mata Rong gui membesar dengan kepuasan. Berpikir apinya pasti akan menghancurkan anak ini.
"Huh!" Siapa yang menyangka, Xie Xie bergerak dengan kecepatan tinggi dan menghilang didepannya. Ketika ia menginjak tanah, tanahnya berubah menjadi aneh. Dan Rong gui tenggelam didalamnya bagaikan tenggelam didalam air.
Cincin Hitam Xie Xie menyala.
"Skill keempat, perangkap!" Terlihat beberapa ciaran telah mengekang Rong gui.
"Skill kelima! Lumpur!"
Disaat itu, Rong gui tak bisa bergerak lagi. Tangan Xie Xie dipenuhi lilitan karet. Meskipun Rong gui dikekang dengan kuat. Tapi pria itu cukup kuat untuk melepaskan diri dengan atribut spasialnya. Hanya saja ia tidak tau, ternyata Xie Xie sudah siap dengan tinjunya yang terakhir.
Saat ia mendarat, Xie Xie juga berada tepat didepannya dan tinjunya sudah terangkat diudara.
"Hiyaaah!" Teriak Xie Xie dengan seluruh tenaganya.
"Bom"
Sebuah tinju yang luar biasa, menghantam Rong gui sampai menembus dinding pembatas.
Setelah itu, barulah Xie Xie terjatuh karena ia memang tak mempunyai tenaga lagi.
Di luar stadion tepatnya dibalik dinding. Rong gui juga tidak sadarkan diri dalam keadaan terkapar. Seandainya dia menerima suntikan cairan eksperimen dari ketua sekte seperti Mong yi yang dapat berubah menjadi monster. Jangankan Xie Xie, Qin Yan pun kemungkinan dapat ia kalahkan. Sayangnya, Suntikan itu sangat berbahaya. Dan jika dia menerima suntikan itu. Maka dia akan menjadi boneka sekte yang dapat digunakan secara leluasa. Lalu dibuang jika sudah tidak berguna. Oleh karena itu, kakek Rong gui menentang hal itu. Kakeknya mempunyai status cukup terhormat dikerajaan Dark Clife, hingga para penghuni sekte sendiri tidak berani macam macam dengannya.
Kakeknya bilang, kalau dia sangatlah kuat dengan kemampuan yang ia miliki. Ditambah dengan anugerah resonansi timbal balik (santet), yang hanya dimiliki olehnya. Rong gui sangat kuat dan bisa terbilang dia adalah orang yang mempunyai masa depan cerah. Kakeknya selalu memujinya selama ini, bahkan orang orang tidak berani bermacam macam dengannya. Mereka selalu takut, selain jenius dari sekte lain yang berani menatapnya tak sopan. Orang orang biasa tidak ada yang berani mendekatinya, apalagi mencari masalah dengannya. Ia ingin mengalahkan mereka semua dan berdiri ditempat paling teratas. Tapi siapa sangka, ia malah dikalahkan oleh anak yang tak jelas asal usulnya
Rong gui mengepalkan tangannya dengan erat.
"Xie Xie." Ucapannya mengandung kebencian yang sangat luar biasa. Perlahan matanya tertutup dan ia juga tidak sadarkan diri.