
Weisi datang tanpa mengucapkan sepatah kata pun saat melihat tubuh Demon Magicstal terbakar sampai menjadi abu. Dia terdiam disana ketika memandanginya. Lawan yang begitu kuat, bahkan dia sendiri berpikir bahwa makhluk ini tidak bisa dikalahkan oleh mereka selain ayahnya dan Qin Yan. Tapi, tidak disangka. Bahwa dia mati sekarang, meskipun bukan ditangannya. Namun usaha mereka sampai titik terakhir berhasil menghasilkan peluan untuk membunuhnya.
Meskipun ia tidak menduga, bahwa QingZhu sebenarnya sekuat ini.
Lin Fin dan Shinzui juga datang menyusul. Napas mereka tak beraturan. Namun, mereka lega kalau iblis itu telah dimusnahkan.
Setelah beberapa saat terdiam, pandangan semua orang tertuju pada Medan perang disekitar. Mereka kembali mengangkat senjata masing masing, memandangi pasukan iblis. Kemudian maju dan menyerang.
"HEYAAAAHH....!!!" Weisi langsung bergabung bersama Zue er melawan pasukan beast wild. Lin Fin bergabung dengan Tang Liu dan Xiu Xiu melawan pasukan iblis. Lalu Shinzui bergabung dengan pasukan sekte Peerless melawan pasukan sekte musuh.
Perang semakin berlanjut, dan Qin Yan mulai mengontrol pilar pilar roh iblis.
Saat pasukan iblis berkurang dengan cepat, Chi Tae dan lainnya tentu menyadari itu. Mereka heran mengapa populasi pasukan iblis semakin sedikit. Meskipun mereka tidak tau apa yang terjadi, namun jelas bahwa pilar itu pelakunya. Hanya saja, siapa dalang dibalik semua ini.
Mata Cui Xie terkejut bukan main saat melihat anak yang dari tadi berusaha ia bunuh. Dia tidak menyangka kalau Qin Yan ada disana, dan terlihat mengontrol pilar itu.
"Sialan! Dia ada disana rupanya!"
"Beraninya dia mempermainkan kita."
Chi Tae juga meraung dengan marah. Dia melesat menuju Qin Yan yang asli tengah berdiri ditengah formasi. Han genyu dan Cui Xie juga mengikutinya dengan arah yang berbeda.
Hanya saja, mereka bertiga dihalangi oleh klon Qin Yan yang masih dalam proses mode berserk. Akibatnya, mereka semakin kesulitan ditambah dengan jumlah dan kekuatan mereka.
Terjadi pertarungan sengit disana, para kloning menghalangi mereka untuk tidak mendekati Qin Yan yang asli. Tentu keributan itu sangat jelas, dan ketika Qin Yan melihat mereka. Senyum tipis muncul dibibirnya.
Saat Chi Tae, Cui Xie, dan Han genyu sedang sibuk menangani beberapa klon pengganggu. Saat itulah Qin Yan mengaktifkan pilarnya. Cahaya pun bersinar, mereka tidak menyadari, kalau cahaya itu menuju ke mereka.
Yang pertama terkena cahaya, adalah Han genyu. Pria tua itu membelakangi cahaya, hingga dia dengan mudah terkena tembakan cahaya pilar.
"A-Akh....!" Seluruh tubuh Han genyu terasa lemas. Urat, syaraf, otot, daging dan kulit terasa tidak berdaya. Bahkan Indra pun sepenuhnya tidak berfungsi disaat seperti ini. Kekuatan didalam tubuh Han genyu lenyap seketika.
"Slash" Klon Qin Yan hendak menebas leher pria tua itu. Namun, dia masih mempunyai sedikit kekuatan untuk mengangkat lengannya. Melindungi bagian yang paling berbahaya. Akibatnya, kedua lengan Han genyu tertebas oleh pedang milik Qin Yan. Dia mundur dengan penuh ketakutan karena tak menduga kalau tangannya sudah tertebas. Berbalik pada Chi Tae dan Cui Xie agar mereka membantunya.
"To-tolong!" Han genyu langsung melolong ketakutan. Chi Tae dan Cui Xie yang melihat hal tersebut jadi terkejut. Dua cahaya lainnya menuju mereka, dengan cepat menghindari itu. Lalu Cui Xie menuju Han genyu untuk menangkis serangan klon Qin Yan.
"Ptank" Cui Xie agak menggertakan gigi menahan serangan dari klon tersebut. Dalam hati ia benar benar malu, mereka begitu terpukul hanya karena melawan beberapa kloning.
Namun, ketika dia menahan didepan. Klon yang lainnya muncul dibelakang Han genyu dengan pedang panjang yang siap menebas.
"Slash" Baru saat itu, tatapan Cui Xie menjadi kosong. Kepala Han genyu yang berekspresi tidak percaya melayang terpisah dari tubuhnya. Sampai jatuh pun ketanah, Cui Xie terpaku disana sambil menahan serangan Qin Yan. Kepala Han genyu menggelinding sampai dihadapannya. Mereka saling bertatapan sejenak, wajah Han genyu masih sama. Tidak percaya sama sekali dengan apa yang dialaminya. Namun napasnya sudah terhenti, tidak lagi bekerja.
"H-hah!" Cui Xie mundur dengan wajah penuh keringat. Dia sebisa mungkin menghindari serangan klon Qin Yan. Dalam ketakutannya, hatinya berderit. Dan dia tak ingin mati. Cui Xie langsung berlari menjauh dari mereka.
"H-hei...! Tunggu..!!" Chi Tae yang juga melihat itu, tentu juga terdiam. Melihat Cui Xie yang sudah melarikan diri, ia jadi bingung. Tapi, kematian Han genyu tadi merupakan pukulan cukup berat baginya. Siapa yang menyangka kalau anak yang mereka tekan dua tahun yang lalu bisa menjadi monster seperti ini. Rasa ingin membunuh Qin Yan sekarang lenyap, yang ada hanyalah naluri untuk bertahan hidup dari monster yang ingin memburunya.
Chi Tae serasa menyesal, mengapa tidak sekalian saja dia bunuh anak ini dua tahun yang lalu. Dulu, dia merasa membiarkan Qin Yan hidup bukanlah masalah karena kultivasi anak itu tersegel. Siapa yang menyangka kalau ini adalah rencana dari anak itu sendiri.
"Sial!" Chi Tae menggertakan gigi dengan penuh penyesalan. Tapi sudah terlambat sekarang, dia harus mencari tempat yang aman untuk memulihkan kekuatannya sekarang. Tapi anehnya, dia tidak merasakan keberadaan lordnya. Dimana dia?
Saat Chi Tae tengah berbalik memeriksa keberadaan Demon Magicstal. Tiba tiba, Chi Tae merasakan dingin dipunggung. Klon Qin Yan yang dilapisi mode berserk berada dibelakang dan bersiap menyerang.
Kemunculannya tiba tiba, bahkan sampai membuat Chi Tae tak sempat menghindar. Dia hanya bisa menangkis tendangan Qin Yan.
"Bum" Tendangan itu, meski di tangkis. Namun Chi Tae tetap terhempas. Menembus dinding batu yang tebal, dan terhenti setelah menembus dinding ketiga.
'I-ini...!' Saat Chi Tae berusaha melepaskan diri, dia mengangkat kepalanya keatas. Lantaran cahaya itu terlalu terang, dia pun melihatnya. Ketika dia berbalik ke cahaya itu, matanya membelalak, itu adalah tembakan mematikan dari pilar yang membuat Han genyu tidak berdaya.
"Swosh" Cahaya menghantam nya, efeknya seperti Han genyu. Semangatnya langsung hilang seketika, membuka mata saja rasanya sulit sekali. Saat kelopak matanya terbuka, ia dapat melihat jelas. Klon Qin Yan ada dihadapannya. Dan sedang memegang sesuatu. Sesuatu yang dia kenal betul. Bola spiral berputar ditangannya, dilapisi angin putih yang membara. Chi Tae tidak bisa membuka mengeluarkan suaranya. Ia hanya bisa berteriak dalam hati, bola putih berputar itu kalau dilihat lihat, semakin membesar saja. Hatinya merasa sangat takut melihat bola itu. Bola itu akan mengantarnya ke neraka, kalau bukan, untuk apa lagi bola itu berfungsi.
'T-tidak....!!'
"Swosh"
"BOOOM"
Rasenggan berubah menjadi pusaran angin ketika menghantamnya, lalu melaju bagaikan badai menembus awan. Bagaikan arus berputar menggiring Chi Tae yang tak berdaya kearah belakang jauh menembus apapun yang menghalanginya.
Pusaran angin itu melaju kearah langit, lalu meledak untuk kedua kalinya. Membentuk bola badai angin yang berputar dan Chi Tae ada didalamnya. Menderita dan tak bisa apa apa. Terlihat jelas seluruh syarafnya terputus, darah terciptrat dan dagingnya terkoyak. Ledakan terakhir, rasenggan anginnya menghilang dan menyebar. Meninggalkan tubuh Chi Tae yang sudah sangat menyedihkan. Lalu ia terjatuh bagaikan burung yang sudah dipatahkan sayapnya.
"Bukh" Tubuh Chi Tae jatuh pecah seperti semangka, terpisah pisah ketika menghantam tanah. Bagian kepalanya yang masih bersambung dengan tulang belakangnya, tercabut dari tubuhnya. Saat itu, kepalanya menggelinding sampai dihadapan para ahli tetua terdahulu yang tengah bertarung melawan Duan tianlang dan lainnya. Melihat kepala itu membuat mereka terdiam. Mata Chi Tae masih membelalak, dan sudut bibirnya melengkung kebawah karena tidak tahan menahan penderitaan. Saat itu, pandangannya menatap masternya yang dia hidupkan kembali, namun tak bisa mengungkapkan sepatah kata pun. Bahkan ekspresinya tak bisa berubah.
"Chi-Chi Tae!" Penatua Sekte darah merah neraka mendekatinya. Ia cukup terguncang karena kematian muridnya yang bahkan lebih kuat darinya saat ini bahkan jika itu kekuatannya dimasa lalu. Chi Tae adalah generasi emas yang mampu mencapai tingkah Semigod, seharusnya sekte Darah merah Neraka naik daun dan berada dipuncaknya saat ini. Namun, apa yang dilihatnya ini benar benar membuatnya tak percaya. Chi tae, murid kebanggaannya telah mati. Siapa yang membunuhnya.
"Tampaknya Han genyu juga telah tiada." Penatua sekte racun bergumam pelan, meskipun begitu, ketidak percayaan terkandung didalam suaranya. Dia berbalik dimana mayat Han Heny berada. Kebetulan ia juga melihat beberapa bocah dengan wajah yang sama.
'Bocah itu?'
Penatua sekte Darah Merah Neraka juga melihat karena penasaran. Saat tatapan Qin Yan kembali menatap mereka, keringat dingin mengalir dipunggung mereka bahkan jika itu adalah Sai Hwang maupun Dian Tianlang. Sungguh mengejutkan, tatapan seorang bocah mengandung tekanan luar biasa yang bahkan membuat mereka gemetar dari dalam lubuk hati.
Du Bu Gang, pria tua berotot yang mendapat julukan legenda pandai besi menelan ludahnya sendiri ketika menatap Qin Yan yang seperti predator.
"Apa dia yang membunuh Chi Tae dan Han genyu?" Gumamnya.
"Itu sulit dipercaya, tapi tampaknya itu benar." Duan Tianlang mengangguk dengan keringat menetes. Sai Hwang terdiam untuk waktu beberapa lama. Saat itulah, Qin Yan mendekati mereka. Dia tiba tiba muncul didepan penatua sekte Darah Merah Neraka dan langsung menendangnya.
"Bukh" Kakek tua itu terpental meskipun dia menangkisnya. Para legenda masih terdiam atas ikut campur Qin Yan begitu tiba tiba.
Qin Yan mendekati kepala Chi Tae, lalu mengulurkan tangannya. Energi aneh melintas saat itu. Mata semua orang terbelalak menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya.
"I-ini...!!!" Asap hitam mengerubungi mayat Chi Tae. Lalu, sosok yang tidak mereka sangka muncul dihadapan mereka.
Jiwa Chi Tae telah dibangkitkan menjadi prajurit bayangan. Budak mutlak yang secara konstan mematuhi semua perintah tuannya. Terbangun dihadapan mereka.
'Anak ini harus dibunuh!' Penatua sekte Lembah Vermillion langsung berteleportasi. Dia muncul disamping Qin Yan secepat kilat dengan niat membunuh tinggi. Namun, saat itu gerakannya tiba tiba terhenti. Dia dan yang lainnya menjadi bingung.
Elemen waktu, Gelembung waktu.
Mata penatua tersebut terbelalak, bahkan Qin Yan memiliki elemen waktu setelah mempunyai atribut Undead? Anak ini benar benar sangat berbahaya. Sebelum Qin yan melakukan gerakan apapun. Dia langsung mengeluarkan elemen waktu miliknya untuk mematahkan skill Qin Yan. Lalu mundur dengan waspada.
Keringat menetes di wajahnya, memandangi Qin Yan dengan serius.
"Bocah, kalau boleh aku tau. Siapa kau?"
Qin Yan sama sekali tidak mendengarnya. Dia memandangi Medan perang yang sudah sangat parah ini. Kemudian bergumam dengan tenang.
"Banyak sekali mayat, banyak sekali ahli kuat yang menjadi korban disini. Aaah, ini benar benar ladang yang bagus." Qin Yan menyeringai tipis, matanya membesar dengan rasa senang dimatanya. Ia lalu mengangkat kedua tangannya, inilah yang namanya kekuatan mendominasi.
"Bangkitlah."