
Author minta maaf beberapa hari ini author ada dikapal. Banyak masalah. Internet gk jalan, mabuk laut, gak ada batre. Pokoknya banyak hambatan lah. Baru kali ini author nemu jaringan. Jadi kesempatan updet lah.
********
"BOOOM"
Dua buah serangan saling berbentrokan. Asap yang mengepul, Qin Yan terpental kebelakang. Lawannya kali ini, cukup membuatnya kewalahan. Beberapa saat yang lalu, Gei Sha datang dan mencarinya. Aura hitam bangkit dari tubuh anak itu saat Qin Yan menanyai identitas sebenarnya.
Qin Yan menyeka keringat diwajahnya. Pandangannya ke depan, dimana dibalik debu, seseorang keluar dengan auranya yang kuat.
'Sial, kekuatannya setara dengan Weiqing. Ini pasti mahluk itu.'
Lingkungan mereka dengan diameter yang luas hancur akibat pertarungan mereka. Pertarungan antar dua ahli ini menarik perhatian peserta lain.
"Hehehe...." Gei Sha menampakan dirinya. Tangannya menghitam mengeluarkan aura jahat.
"Siung" Saat berikutnya pria itu menghilang sekejap mata dan muncul didepan Qin Yan.
Ia hendak meraih leher Qin Yan.
Qin Yan menghindar dan menangkis. Pertarungan jarak dekat pun terjadi. Gei Sha terus menyerang dengan tangan kosong sementara Qin Yan berusaha mencegahnya.
Akhirnya Qin Yan pun mengeluarkan dua buah pisau Ying yang. Dan mulai melakukan serangan balasan.
"Hoooh.. Kau bahkan mempunyai senjata roh? Menarik." Senyum Gei sha.
Qin Yan pun juga mundur. Kekuatan orang ini setara dengan Weiqing. Ia tidak tau bagaimana seluruh kekuatannya. Yang terpenting, jika dia tidak bertarung dengan serius. Maka perbedaan kekuatan ini akan membuktikan kekalahannya.
"Hup...." Qin Yan menarik napas. Energi hijau terkondensi diseluruh tubuhnya. Sekejap, ia langsung memasuki gerbang pertama.
"Huh!" Gei Sha sedikit terkejut melihat itu, tapi setelah itu. Ia menjilat bibirnya. Tersenyum.
"Pertarungan ini, akan menjadi menarik daripada yang kuduga rupanya."
Qin Yan langsung melesat. Tanah yang tadi dipijaknya menjadi retak. Dan ia langsung menyerang Gei Sha.
"Hahaha...!!!" Gei Sha tertawa begitu senangnya. Aura api hitam semakin tumbuh dan berkembang. Lalu aura hitam itu berubah menjadi roh beast. Begitu banyak roh beast, sekitar ada puluhan. Semuanya berada setara tingkat Semigod.
Qin Yan yang hendak menyerang, jadi mundur karena salah satu roh beast yang menghalanginya. Kecepatan yang dimiliki beast itu, jika Qin Yan tidak menghindar tepat waktu. Tubuhnya mau tidak mau akan remuk jika terkena serangannya.
Qin Yan mundur dan itu membuat Gei Sha senang.
"Hahaha!!! Bagaimana? Kau hanyalah manusia rendahan, kau pikir bisa melawanku?" Ratusan beast menuju kearah Qin Yan.
Wajah Qin Yan hitam, dia hanya diam. Namun saat berikutnya, ribuan tentara bayangan keluar sesuai panggilan Qin Yan.
"Apa!" Pria itu langsung terkejut bukan main. Kemampuan Qin Yan membangkitkan banyaknya prajurit bayangan membuatnya tercengang. Kemampuan itu benar benar membuatnya tak bisa berkata kata. Kemampuan yang hebat itu, membuatnya iri.
"Jadi begitu. Kau benar benar istimewa. Tubuhmu harus menjadi milikku. Aku akan mengambilnya!" Gei Sha melesat kearah Qin Yan lagi. Qin Yan, juga mengambil ancang ancang. Keduanya bertarung dengan pasukan masing masing.
Mungkin pasukan Gei Sha terlihat sangat kuat. Tapi, pasukan Qin Yan juga tidak sesederhana itu. Seiring berkembangnya Qin Yan. Prajurit nya juga berkembang kearah yang signifikan.
Pertarungan berlanjut. Kini Gei Sha mulai memasuki penampilan aslinya. Pria ini, dia dirasuki oleh demon Magicstal. Dia sepenuhnya dikendalikan oleh demon itu. Namun masalah kekuatan. Tampaknya kekuatannya hanya sepertiga dari tubuh utama.
"Seni gabungan! Rasenggan!"
Sebuah rasenggan seukuran telapak tangan, namun mengandung empat atribut didalamnya. Elemen api, petir, kegelapan, angin, dan bahkan sedikit energi kehancuran ada didalamnya.
Qin Yan langsung melemparkan itu ke arah Gei Sha.
Gei Sha yang sudah berubah penampilannya. Mulai mengumpulkan energi jahat. Energi yang sebesar lima kali lipat ukuran manusia. Terarah pada rasenggan kecil itu.
Perlahan, kedua serangan itu saling berhadapan, lalu saling bertemu. Cahaya sedikit redup saat mereka bersentuhan. Tidak lama kemudian.
"BOOOOOOOM..............."
Ledakan luar biasa langsung terjadi. Alam Cermin langsung bergetar. Peserta lain mau tidak mau berbalik kearah ledakan itu. Badai raksasa dilapisi energi jahat menyapu semuanya.
"Kuaaaakkk...!!"
"Apa apaan ini!!"
"Aaarrgghh..!!!"
Seluruh permukaan alam cermin tersapu. Menyisakan permukaan yang gundul tanpa adanya pepohonan. Semua peserta terbawa oleh energi tersebut. Ada juga yang berlindung dan memilih untuk bertahan.
Qin Yan dan Gei Sha masing masing terpental kebelakang. Menembus batu, pohon dan beberapa benda lainnya yang menghalangi tubuh mereka. Karena kuatnya kekuatan yang melemparnya. Qin Yan langsung membentuk akar raksasa yang terbentang dibelakangnya. Akibatnya, kecepatan Qin Yan untuk terpental secara bertahap ditangani oleh akar tersebut.
Qin Yan berhenti diakar yang paling besar setelah menembus ratusan akar didepannya.
Darah langsung dimuntahkan oleh Qin Yan.
Perlahan ia berusaha berdiri dan bangkit.
"Qin Yan! Apa yang terjadi?" Seorang gadis langsung mendatanginya dengan wajah khawatir. Ia membantu Qin Yan berdiri.
Qin Yan menoleh pada gadis itu. Qing Zhu, kecantikan anggun dan elegan. menatap cemas padanya.
Tubuh Qin Yan terasa berat sedikit. Ternyata, untuk melawan serangannya. Gei Sha mengeluarkan kekuatan yang setara tingkat Demigod. Benar benar tidak masuk akal namun ia tak bisa memungkirinya.
Dua orang segera mendarat lagi dibelakangnya. Weisi dan adiknya, Zue er.
"Apa ini Qin Yan? Serangan ini... Kau bertarung dengan siapa?" Weisi tercengang melihat pemandangan alam cermin. Meskipun ia tahu alam cermin itu berbeda dengan alam luar, yakni luasnya tidak seberapa. Namun, luas alam ini tidak sesempit itu untuk diukur. Butuh waktu beberapa hari untuk mencapai ujung. Tapi ini, ia melihat seluruh permukaan alam ini menjadi gundul.
"Kalian harus pergi dari sini. Usahakan sebaik mungkin untuk melarikan diri." Terdengar suara Qin Yan yang berbicara dengan ekspresi serius.
"Qin Yan, beritahu kami dulu. Siapa sebenarnya yang kau...." Belum selesai Weisi menyelesaikan perkataannya. Ia langsung mendapat tendangan Qin Yan. Dua klon lainnya juga menangani QingZhu dan Zue er. Tentunya Qin Yan tidak bertindak tanpa alasan. Itu karena Gei Sha melesat kearah mereka.
Baru setelah Qin Yan menendang Weisi, sebuah kepalan tangan dipenuhi energi luar biasa sudah berada didada Qin Yan.
"BOOM" Qin Yan terpental begitu jauh. Hingga tebing pun terbelah, Qin Yan merosot masuk didalamnya.
"Hahahaha....!!" Gei Sha menangkupkan kedua tangannya. Dan tebing yang terbelah kembali tertutup.
Weisi, Zue er, dan QingZhu tercengang ketika melihat itu. Keringat langsung membasahi punggung mereka. Dengan penuh keringat dingin, mereka bertiga berbalik kearah Gei Sha. Seorang pria yang sudah setengah iblis. Juga menatap mereka.
Tidak jauh dari sana, Xie xie berlari dengan penuh tergesa gesa menuju pertarungan. Tanpa sengaja, ia melihat seorang gadis tengah terkapar dibalik tanah yang menimbun tubuhnya.
Xie Xie datang menolong gadis itu, setelah tubuhnya dibersihkan, barulah ia tahu. Kalau gadis ini adalah salah satu peserta dari kerajaan Zhongtian, Zhou Zun er.
"Ukhuk" Zun er perlahan membuka mata setelah Xie Xie memasukan kekuatannya kedalam tubuhnya. Matanya yang lemas memandangi Xie xie dengan penuh rasa terimah kasih.
"Apa yang terjadi?" Ia bertanya dengan bingung. Xie Xie juga melihat pemandangan didepannya. Dan menjawab.
"Aku tidak tau."
Situasi yang sama juga dialami oleh Zhou Ling er, dia tertimbun bebatuan. Untungnya, Xiu Xiu datang menolongnya. Berbeda dari Zun er, Ling er menderita beberapa cidera parah. Disaat Xiu Xiu hendak menutupi lukanya, Ling er bangun dan meminta sesuatu darinya.
"Hancurkan token miliku." Akhirnya, Xiu Xiu memenuhi permintaan Ling er. Gadis itu pun menghilang menjadi titik titik cahaya dan keluar dari kompetisi.
Xiu Xiu berdiri, menatap ke arah dimana pertarungan berlanjut. Tanpa diduga, didepannya. Shinzui bangkit dari dalam tanah. Ia bersembunyi didalam tanah ketika ledakan menyapu permukaan.
Xiu Xiu tidak berbicara ketika melihat Shinzui membersihkan dirinya dari debu dipakaiannya. Kemudian mereka berdua saling bertatapan.
Tidak disangka gelombang dari serangan berikutnya kembali menyapu permukaan. Xiu Xiu melindungi dirinya dengan pasir, kuatnya efek serangan itu membuatnya memasuki perubahan iblis. Tidak berbeda jauh, dari Shinzui, gadis itu juga memasuki perubahan iblis dan menggunakan elemen tanah untuk melindungi diri.
Setelah gelombang serangan selesai. Keduanya langsung menuju ke pusat pertarungan.
Terlihat, Weisi, Zue er, dan Qing Zhu yang dipenuhi luka. Keringat bercucuran di wajah mereka saat mereka berusaha berdiri.
Gei Sha yang ada didepan mereka tertawa dengan puas setelah bermain main dengan mereka.
'Kuat sekali?'
'Monster!'
'Ia bahkan tidak menggunakan kekuatan apapun. Tapi kami dengan mudah dikalahkan.'
'Sejak awal ia tidak mengeluarkan cincin jiwanya. Apakah dia seorang ahli yang menyusup dikompetisi ini?'
Mereka bertiga mulai bertanya tanya. Tidak lama kemudian , yang lain pun datang. Lin Fin, Shinzui, Shue Bing er, Tang Liu, Xiu Xiu, Xie xie, Qiu er, Huang er, Xiang xiang dan beberapa orang lainnya mulai sampai ketempat tersebut.
"Apa yang terjadi disini?" Sama seperti lainnya, mereka juga bertanya tanya dengan kekacauan yang luar biasa ini.
Gei Sha yang melihat mereka, semakin bersemangat. Ia tertawa dengan penuh gairah.
"Banyak sekali orang disini. Aku harus mulai darimana yah." Banyak sekali anak istimewa, seperti Weisi yang mempunyai energi Saint. Ling Qingzhu mempunyai tubuh Giok. Tang Liu tubuh racun. Huang er yang mempunyai lengan dewa. Bahkan Qiu er yang mempunyai tubuh ilahi.
Gei Sha menjilati bibirnya. Tatapannya tertuju pada Qiu er. Dimulai dari gadis itu.
Gei Sha melesat dan muncul didepan Qiu er. Gadis itu tidak sempat bereaksi tapi dia sudah dicekik.
"Ugh...."
Qiu er diangkat keudara dengan satu lengan Gei Sha.
"Gadis kecil. Kau mempunyai tubuh yang unik. Aku ingin mencicipinya."
Mata Qiu er terbelalak. Ketakutan melintas dimatanya
Weisi datang melawan. Namun dengan mudah ditangani. Gei Sha menangkis serangannya dan terakhir, ia dibuang hingga beberapa meter kesamping. Karena tindakan itu, semua orang jadi waspada dan tidak ada yang berani mendekat.
"Aaakkkhh...!!!" Qiu er mulai meronta ronta. Satu lengan Gei Sha yang lainnya langsung meraih Ling Qingzhu. Tubuh Ling Qingzhu tertarik ke hadapannya seolah olah tangan Gei sha dilapisi magnet.
"Kalian berdua.....!" Gei Sha hendak lanjut ke tindakan berikutnya. Tiba tiba ia merasakan angin berhembus. Sedetik kemudian, Gei Sha sudah terpental. Dia seolah olah menghilang begitu saja. Qin Yan muncul tiba tiba dan langsung menghantamnya.
Disisi lain, Qiu er dan QingZhu terjatuh lemas. Qin Yan langsung menangkap mereka berdua.
Kedua gadis itu memandangi Qin Yan bersama sama. Tatapan sayu terlihat Dimata mereka karena merasa aman. Tapi itu tidak berlangsung lama setelah kedua gadis itu saling bertatapan. Percikan biru terlintas Dimata mereka.
"Kau lagi?" Gei Sha berdiri tak senang. Memandangi Qin Yan dengan tajam. Ia menyeka darah dibibirnya. Ia kira anak ini berhasil ditangani. Tinggal menunggu waktu untuk menyelesaikan anak anak istimewa lainnya. Dan Qin Yan akan diambil terakhir. Tapi, ia benar benar bingung kali ini. Kekuatan anak ini berbeda jauh dari yang tadi.
Qin Yan perlahan melepaskan Qiu er dan QingZhu. Tatapan serius terpaut matanya. Ia memandangi Gei Sha. Seketika, keringat dingin mengalir dari punggung Gei Sha.
'Apa ini?' Gei Sha semakin bingung. Entah kenapa ia merasa ketakutan oleh tatapan itu.
Qin Yan berjalan maju, cincin perak bangkit dan bersinar. Semua orang tercengang, termasuk rekan setim Qin Yan.
"A-apa!"
"T-tingkat raja!"
Semua orang tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat. Benar benar tidak masuk akal. Qin Yan yang umurnya setara dengan mereka sudah mencapai tingkat yang seharusnya dimiliki oleh orang berumur ratusan tahun. Weisi sendiri hanya bisa menelan ludah dengan mata membesar.
Disisi lain, Gei Sha tersenyum.
"Jadi itu kekuatanmu yang sebenarnya? Lumayan."