
Pria yang diikat tersebut tak bisa bergerak sedikit pun. Ia ketakutan bukan main, melihat tatapan Zhou weiqing yang seperti ingin menelannya.
Tanpa sadar Weiqing berbalik kearah ratu Elf yang tengah menekan Rong qiyu. Sejauh ini, pria itu tak bisa melakukan apa apa ketika berhadapan dengan tingkatan yang lebih kuat darinya.
"Ratu Elf, kurasa sudah cukup lama kau mempermalukannya." Senyum Weiqing membuat ratu Elf berhenti, seluruh tekanannya akhirnya menghilang sepenuhnya.
Menyisahkan Rong qiyu yang terbaring telungkup dengan keadaan begitu memalukan, diatas tanah yang retak. Sekarang, penampilan orang itu benar benar sudah sangat menyedihkan. Hingga orang orang melihatnya seperti pecundang yang tak bisa apa apa.
Sejauh apa yang terjadi padanya hari ini, Rong qiyu tidak mempunyai keberanian lagi untuk mengangkat kepalanya. Ia hanya membenamkan kepala didalam tanah, menutup mata sambil mengingat masa lalu.
Dimana ketua sekte mereka yang agung, Murong po beserta istrinya. Tewas dimedan peperangan, tepatnya dalam turnamen antar sekte yang diselenggarakan 18 tahun yang lalu. Semua itu diakibatkan oleh ketamakan, Master sekte mereka sangat tertarik dengan energi kehancuran, hingga mereka bekerja sama dengan Sekte Darah merah neraka. Dan menghianati hubungan persaudaraan dengan sekte Hamparan surga yang sudah sangat kokoh selama beberapa dekade.
Namun rencana mereka hancur berantakan saat Zhou weiqing berhasil membunuh master Flame, master sekte Darah Merah Neraka sebelumnya. Sementara master Sekte Lembah Vermillion melakukan bunuh diri karena tak bisa menanggung rasa malu yang akan menimpa mereka.
Sebelum mereka berangkat keturnamen tersebut, master Murong po berpesan pada Rong Qiyu. Jika ia tidak kembali, maka secara otomatis Rong qiyu akan mengambil alih sekte Lembah fermillion. Tentunya ia sangat terkejut akan hal itu, namun ia lebih terkejut lagi saat mendengar kematian mereka. Dan penyebab itu terjadi adalah sekte Peerless, sekte milik Zhou weiqing.
Kemarahan bertumpuk didalam dirinya, dendam kebencian serta segalanya. Rong qiyu memendamnya tanpa bisa membalas. Ia pun bersumpah, suatu saat nanti ia akan membuat Weiqing berlutut dihadapannya. Membuatnya tidak berdaya dan merebut harga dirinya. Oleh karena itu, ia perlahan lahan membangun sekte kembali. Diam diam ia memprovokasi beberapa kerajaan agar saling berperang dan dia bisa meraup keuntungan sebanyak banyaknya.
Suatu hari, ketika ia mendengar legenda Mahkota keluarga Fairy Snow lce. Ia pun jadi tertarik dan melakukan pengintaian, setelah itu barulah ia menerima kabar kalau Ratu Salju, adik ratu Es diam diam menyimpan rasa iri dan dengki pada kekuasaan kakaknya. Rong Qiyu pun memanfaatkan itu untuk melahap sekte Es menara Suci, tapi sekarang bukannya berhasil tapi malah harga dirinya sudah tidak ada lagi.
Sungguh ironis.
Memikirkan nasibnya sekarang, Rong Qiyu benar benar tidak terima. Mengapa ia tidak mempunyai kekuatan seperti Zhou weiqing atau kecerdasan luar biasa seperti Qin yan. Padahal mereka berdua, umur mereka begitu muda. Weqing belum mencapai 40 tahun dan Qin yan bahkan belum mencapai 20 tahun. Tapi kekuatan mereka sudah berada diatas rata rata. Betapa irinya dia, memikirkan itu ia hanya bisa menggertakan giginya.
'Sial, mengapa dewa sangat tidak adil. Mengapa, mengapa diriku sampai begini. Me-mereka... Kenapa mereka bisa sekuat itu.?' Batinnya dengan penuh kebencian.
'Padahal, elemen Ruang dan Waktu adalah elemen penguasa. Tapi kenapa....? Kenapa....' Perlahan, tangannya pun terkepal. Menggenggam batu hingga hancur.
"Kenapa pria itu tak bangun?" Berkata Weiqing ketika memandangi Rong qiyu yang hanya nyaman berbaring ditanah.
"Haruskah aku yang membantunya bangun?" Ratu Elf maju, dengan energinya yang kuat. Ia hendak memaksa Rong Qiyu untuk berdiri.
"Sudah, biarkan saja begitu. Toh, bukankah barang yang kita cari sudah ditemukan. Dan ratu Elf, kau juga telah menemukan putrimu kan." Weiqing menghentikan tindakan wanita cantik itu. Menggelengkan kepala dengan ringan.
"Weiqing, kau terlalu rendah hati dengan mereka. Setidaknya orang macam dia harus diberi peringatan khusus. Maka dia pasti....." Ratu Elf hendak melanjutkan permbicaraannya, namun matanya tiba tiba membesar melihat ruang udara seperti retak dibelakang Rong Qiyu.
Mata Qin yan juga terbelalak, menatap retakan dimensi itu yang begitu besar.
'Dimensi spasial? Tunggu! Sebesar itu, dia benar benar bisa merobek dinding dimensi?' Batin Qin yan penuh keringat. Jika disamakan dengan gerbang spasial yang ia punya, mempunyai perbedaan jauh. Gerbang spasial Qin yan mengantarkannya kealam lain, ibarat sebuah pintu penghubung. Namun retakan dimensi, artinya memasuki alam portal dimana pintu pintu alam lain juga tersedia disana.
'Jangan jangan.......' Pikiran Qin yan sudah kemana mana. Terlihat masuk akal, jika dikehidupan sebelumnya terjadi retakan dimensi besar besaran. Dimana kaum iblis memasuki benua ini. Kemungkinan sekte Lembah Vermillion adalah dalang dibalik bencana tersebut.
Rong Qiyu kini akhirnya bangkit sendiri seperti orang kesurupan. Tanpa berbicara sepatah katapun, ia langsung meninggalkan mereka.
"Dia mau melarikan diri! kita harus mengejarnya!!" Ratu Elf langsung mengeluarkan percikan energi ditangan. Namun Weiqing hanya menghentikannya, sembari menggelengkan kepala dengan pelan.
"Tidak perlu mengejarnya." Ucapnya, hingga ratu Elf sendiri berhenti.
"Kenapa?" Tentunya ratu Elf tak mengerti dengan apa yang dikatakan Weiqing, namun melihat wajah pria itu yang mengerutkan kening. Ia pun jadi ikut khawatir.
"Tampaknya ia memegang kunci alam ini." Tiba tiba Qin yan maju kesamping mereka. Perkataannya membuat mereka jadi kaget.
"Bocah, bagaimana kau tahu itu?" Tanya Weiqing dengan tak percaya.
"Bukankah sudah jelas, seseorang yang bisa membuat retakan dimensi bukanlah orang biasa. Berbeda dengan orang yang hanya membuka gerbang spasial atau lorong spasial. Jika itu disalah gunakan dunia ini bisa saja akan hancur." Qin yan menjawab tenang.
'A-anak ini.... Bagaimana dia bisa tahu begitu banyak?' Batin Weiqing penuh keringat, mengingat rahasia ini hanya beberapa orang saja yang tahu. Benar saja, Qin yan selalu memberinya kejutan. Baik itu kemampuan, keterampilan maupun penglaman dan pengetahuan. Entah informasi apalagi yang akan ia tunjukan dan seberapa banyak yang ia miliki.
Makin dipikirkan, makin membuat Weiqing segan. Jika dia tipe orang yang ambisius dan egois. Kemungkinan Weiqing sudah lama berencana membunuhnya atau membuat konspirasi diam diam untuk menjatuhkan Qin yan. Tapi, ia juga berpikir. Sejauh ini Qin yan belum berbuat diluar batas menurut sudut pandangnya. Dan tidak sepantasnya dia untuk membenci atau menghalangi jalan hidup anak ini. Bahkan ia tidak pernah berfikir untuk memanfaatkannya demi kepentingan sendiri. Setidaknya, untuk saat ini. Ia hanya membangun tali persaudaraan dengan sosok yang begitu misterius ini.
Karena ia belum tau, Qin yan itu tipe seperti apa. Apakah dia antagonis atau protagonis.
"Tidak, setidaknya kami mempunyai kunci lainnya. Dia tidak akan bisa berbuat apa apa." Weiqing hanya menggelengkan kepala, membuat Qin yan hanya memegang bahunya.
"Yaah... kurasa urusan kami sudah selesai. Mungkin sudah waktunya kami kembali." Qin yan pun pergi meninggalkan mereka, melewati Yun zhi dan dua master sekte lainnya.
"Terima kasih." Tepat ditelinga Yun zhi, Qin yan berbisik padanya dengan pelan. Bisikan itu membuat tubuh Yun zhi mengejang sendiri, kemudian pipi jadi merah merona.
Melihat itu, Qin yan hanya tersenyum ringan. Lalu berjalan kearah Medusa. Membawanya pulang.
Sementara Zhou weiqing dan Ratu Elf hanya diam menatap kepergiannya.
"Weiqing, apakah kau yang memberitahunya tentang kunci alam?" Tanya ratu Elf dengan alis berkerut. Namun Weiqing hanya menggelengkan kepala.
"Tidak, aku tidak memberi tahukan apapun. Aku juga tidak tahu darimana dia mengetahuinya. Selain aku, kau, dan Xu shian. Tidak ada yang tahu tentang hal ini. Ratu Elf, aku hanya mengatakan ini padamu. Jangan sekali kali kau menyinggung anak itu. Karna aku sendiri tidak berani melakukannya. Anak itu tidak sebiasa yang kau lihat, banyak rahasia didalamnya. Bisa jadi, dia adalah orang yang bisa membuat benua ini hancur." Perkataan Weiqing, membuat mata ratu Elf membesar bukan main. Ia pun menatap punggung Qin yan dari kejauhan. Sekuat apa anak itu, hingga manusia yang paling ia kagumi bahkan sampai tak berani menyinggung perasaannya.
Melihat ratu Elf yang ikut tegang, Weiqing pun mulai menghiburnya.
"Kita memang tidak boleh menyinggungnya, tapi bukan berarti kita tidak bisa menjalin hubungan dengannya. Ratu Elf, kulihat Xin er tampaknya menyukai anak itu. Kenapa tidak dicocokan saja. Bukankah ini kesempatan?"
Mendengar itu, ratu Elf langsung menyenggol tulang rusuk Weiqing dengan keras dengan wajah cemberut.
"Kau ini, tidak bisakah kau hilangkan pikiran seperti itu?"
"Hehehehe..." Tawa Weiqing dengan konyol.
*******
Perbatasan kerajaan Glasier.
Qin yan dan Medusa berjalan berdua menelusuri jalan, bersama kuda yang mereka miliki. Sepanjang jalan, Qin yan selalu tersenyum sendiri memikirkan Yun zhi yang saat itu tengah menyelamatkannya. Rupanya perjalanan kali ini begitu bermakna, bisa membawanya bertemu dengan Yun zhi, bahkan bisa melihat Qing zhu. Walaupun situasinya tidak tepat, tapi Qin yan bersyukur bisa melihat mereka lagi. Ternyata kultivasi mereka melonjak melebihi batas perkiraan Qin yan.
"Huh, tidak ada. Kenapa kau begitu ingin tahu?" Senyum Qin yan, berusaha menggodanya.
"Heeeh... siapa juga yang ingin tahu dengan isi kepalamu yang mesum itu." Berkata Medusa cemberut, menggunakan tangannya untuk mengalangi wajah Qin yan yang ingin menciumnya.
"Mesum? Aku tidak memikirkan itu, kenapa kau sembarang berkata?" Tanya Qin yan dengan bingung.
"Tidak, kau itu memang mesum. Kau tidak perlu membela dirimu sendiri didepanku." Medusa memalingkan wajahnya dengan kesal.
"Haaah?" Tentunya Qin yan bertambah bingung lagi, namun tidak lama kemudian wajahnya kemudian tersenyum usil.
"Hooooh... Kau cemburu yaaah..." Qin yan mendekatkan wajahnya lagi kewajah Medusa.
"Buakh" Namun yang ia dapatkan adalah sebuah tinjuan kuat dari wanita itu.
"Ukh... Kurasa aku akan berpikir dua kali ketika bercanda denganmu." Berkata Qin yan dengan pelan, ketika tubuhnya menempel diretakan batu.
Tiba tiba Medusa sendiri menghentikan kudanya, wajahnya tiba tiba serius menatap kedepan.
"Ada apa?" Tanya Qin yan ketika kembali, sisi wajahnya sudah bengkak separuh akibat tinju Medusa tadi. Namun melihat wajah serius wanita itu yang menghadap kedepan ia pun juga melihat kesana. Betapa terkejutnya Qin yan saat melihat Ratu Es berdiri dan bersandar dipohon depan mereka. Menghalangi jalan mereka kembali.
"Apa maumu?" Tanya Qin yan dengan serius pula. Menatap wanita itu yang berjalan kearahnya.
"Tidak perlu seserius itu. Aku datang kesini hanya untuk berterimah kasih padamu." Jawab Ratu Es dengan santai, senyum manis terpancar diwajahnya. Berhenti tepat didepan Qin yan. Kemudian sedikit membungkuk.
Tentunya hal itu membuat Qin yan sendiri jadi terkejut, namun berbeda dengan Medusa yang tak senang dengan kedatangannya.
"Katakan apa sebenarnya maumu?" Tanya Medusa dengan tatapan tajam.
"Tenang saja, aku tidak punya niat buruk apa apa. Aku hanya berencana mengundang kalian ke sekteku, semoga kalian berminat. Hitung hitung, ini adalah wujud rasa terimah kasihku." Senyum wanita itu dengan tulus. Membuat Medusa benar benar curiga, matanya menyipit menatapnya. Kemudian ia pun melipat tangannya didada, berkata dengan angkuh.
"Maaf, tapi kami tidak berminat." Perkataan Medusa membuat ratu Es kaget, ia pun jadi gerogi menatap mereka berdua.
"Ta-tapi... Ini... Aku..."
"Tidak." Jawaban Medusa tetap sama, keputusannya benar benar sudah bulat. Membuat Ratu Es menatap Qin yan dengan penuh harapan.
Melihat ratu Es menatapnya begitu, Qin yan pun hanya menggelengkan kepala dengan pelan.
"Baiklah, kami bersedia."
"Hah!" Jawaban Qin yan membuat ratu Medusa kaget, merasa tidak dihargai, Medusa pun memegang bahu anak itu dengan kesal. Meminta alasan dari perkataannya barusan.
"Aku mohon.." Ucap Qin yan dengan pelan. Ia sungguh tidak menduga, kalau Qin yan tidak sekeras apa yang ia pikirkan. Anak itu malah memohon padanya, membuatnya sedikit besar kepala.
"Hmph... baiklah kalau kau bilang begitu." Berkata Medusa dengan wajahnya sedikit memerah, tangannya dilipat didada. Dan matanya tertutup dengan sombong. Satu matanya terbuka menatap Qin yan, melihat anak itu sudah berpaling dan berbicara dengan Ratu Es.
"Kau tadi bilang kalau kau menyambutku kesektemu kan? Kebetulan sekali, ada seseorang yang ingin aku temui." Berkata Qin yan dengan serius. Namun Medusa dan ratu Es sudah tahu siapa orang yang dimaksud Qin yan ini.
"Baiklah kalau begitu ikuti aku." Senyum Ratu es dengan ramah. Meskipun ia tak senang mendengar Qin yan ingin bertemu seseorang. Karna ia tahu betul, kalau anak ini mempunyai hubungan dengan Qing zhu. Namun mengesampingkan semua kemarahannya, ia hanya ingin menjalin hubungan yang baik dengan Qin yan.
********
Diatas langit, dengan memakai bunga anggrek sebagai tunggangan. Yun zhi dan Yan Qinying melaju dengan cepat kembali sekte mereka. Ekspresi Yan Qinying yang tegas dan dingin membuat siapa pun yang melihatnya akan menundukan kepala. Termasuk Yun zhi sendiri yang berdiri dibelakangnya. Gadis itu terus menunduk atas tindakan yang ia lakukan tadi. Kecerobohan yang tadi ia lakukan tentunya bisa saja membahayakan sekte, Master mereka tentu marah akan hal itu.
Namun sepanjang perjalanan, bayangan sosok Qin yan selalu muncul dipikirannya. Apalagi saat saat ketika Qin yan meninggalkan istana kerajaan. Saat itu, ketika Qin yan melewatinya, dia memberikan ucapan terimah kasihnya yang tulus padanya. Membuat wajah Yun zhi memerah sendiri ketika memikirkan itu.
"Yun zhi, aku ingin bertanya sesuatu padamu." Tanya Yan Qinying dengan serius. Membuat Yun zhi yang dari tadi menghayal terus, kini berdiri tegak dengan penuh ketegangan.
"Silahkan master." Ucapnya dengan sopan.
Yan Qinying hanya meliriknya sesaat kebelakang, kemudian menutup mata sembari menghela napas.
"Apakah anak itu yang telah mengambil perawanmu?" Pertanyaan masternya, membuat Yun zhi membeku, ia pun hanya menggigit bibirnya dengan lembut. Master tentunya sudah tau, kalau ia mau menyangkal, itu tidak akan dipercaya. Terpaksa, ia pun memberi tahukan semuanya.
"Ya master." Mendengar itu, Yan Qinying hanya terdiam dengan wajah hitam. Mengingat hari dimana Yun zhi bersikap aneh pertama kali, yaitu ketika gadis ini kembali dari misi berburu Inti Roh api ungu. Saat itu ia melihat dengan jelas, kalau gadis dingin yang selama ini ia kenal ternyata sudah berubah. Bahkan ia sangat terkejut ketika memeriksa kondisi tubuhnya. Meskipun gadis ini tidak memberitahunya apa yang terjadi. Tapi dia sudah tau. Dan dia benar benar penasaran, sosok pria mana yang bisa mengambil hati gadis ini.
Namun mengingat apa yang terjadi hari ini, ia pun mengerti. Qin yan adalah orangnya. Meskipun ia tidak marah, bahkan kemungkinan ia jauh lebih senang karena mempunyai kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Qin yan. Namun sayangnya ada keluarga terpandang disektenya yang juga menyukai muridnya ini. Dan ia tidak bisa mengabaikan masalah itu. Hanya saja, ia saat ini sedang diambang dilema. Keluarga itu telah berkontribusi banyak pada sektenya, tidak mungkin ia akan mengecewakan mereka. Disisi lain, Qin yan adalah orang dicintai Yun zhi, ia juga tak mungkin mengabaikan perasaan muridnya. Memikirkan itu, membuatnya pusing, satu hal yang pasti. Semua ini, sebenarnya tergantung pada Yun zhi sendiri.
"Yun zhi, bukankah kau tahu. Putra tunggal keluarga Ligth Fist menyukaimu. Bahkan pertunanganmu hampir saja dilakukan. Sebenarnya kau menyukainya atau tidak?" Tanya Yan Qinying dengan serius.
Perkataan itu, membuat Yun zhi menunduk dengan alis berkerut. Ia kemudian mengingat pria yang selalu mengikutinya sejak dia masih kecil. Namanya Chun Ye, teman masa kecil Yun zhi. Pria itu dua lebih tua darinya, sejak kecil mereka selalu dekat. Ketika Yun zhi mendapat masalah atau dalam bahaya, Chun ye pasti akan datang membantunya.
Hanya saja, ia tidak pernah tersentuh dengan tindakannya itu. Meski Chun ye selalu membantunya, Yun zhi tak pernah mengakui itu atau pun kagum padanya. Karena anak itu selalu diikuti banyak pengawal. Setiap terjadi apa apa, ia tinggal menyuruh ini itu, dan dalam sekejap semuanya beres. Anak itu selalu bergantung pada kekuatan keluarganya, ia selalu membantu Yun zhi atas nama harta, kekuatan dan kemampuan keluarga. Dia tidak pernah berusaha dengan kemampuannya sendiri.
Bahkan ia masih ingat dengan jelas sikap manjanya yang terlalu berlebihan waktu itu. Ketika Yun zhi diganggu kucing kecil, ia hanya bisa merengek, berteriak keras memanggil pengawalnya. Atau bersaing dengan anak anak lain dengan cara yang curang. Sikapnya terus menerus tidak berubah bahkan sampai dia dewasa. Semua tentang pencapaiannya sekarang itu adalah usaha keluargannya, mulai dari Exlisir, Pil, obat obatan, kondolisasi, sampai senjata sekalipun. Dia memang kuat dimata orang, tapi dimata Yun zhi dia tidak lebih dari anak sapi yang selalu mengharapkan keluarganya. Sampai kapanpun, Yun zhi tak akan pernah mengakuinya sampai pria itu benar benar berubah.
Namun, siapa sangka ia akan bertemu dengan orang yang bertolak belakang dengan pria itu. Qin yan, anak remaja 15 tahunan. Harus menjalani hidupnya sendiri melawan takdir. Pertama kali ia bertemu dengannya di hutan dekat kerajaan Feili. Saat itu ia sendiri melihat dengan mata kepalanya sendiri, Qin yan dikejar ratusan pasukan dari kerajaan Dandun. Namun berhasil lolos, belum lagi sampai disitu. Ia juga dikejar macan tingkat tinggi. Tapi anak itu bahkan bisa menghindari serangan macan itu walaupun tubuhnya dipenuhi luka yang begitu parah. Bahkan bisa menyerang balik.
Sebenarnya, sejak saat itu ia mulai tertarik dengan Qin yan. Hingga ia memilih untuk menyelamatkannya. Berencana untuk menjadikannya murid. Namun ia sendiri tak menyangka, kalau dialah yang berbalik menjadi murid anak itu. Qin yan selalu memberi kejutan tak terduga padanya. Kejutan yang membuatnya begitu penasaran siapa sosok Qin yan ini sebenarnya. Pola pikirnya, bakat, keterampilan, kemandirian, keteguhan, tekad, serta keberanian yang ia tunjukan melawan Beast tingkat Saint. Sudah benar benar diluar batas pemikiran manusia. Dia adalah orang pertama yang membuatnya merasa nyaman. Serasa anak itu bukanlah seorang bocah, tapi orang dewasa yang bahkan lebih dewasa dari orang lain.
Namun disisi lain, keluarga Light fist bukanlah keluarga biasa. Keluarga tersebut adalah keluarga terpandang dikerajaan mereka, tidak ada seorang pun yang berani menyinggungnya. Jika saja saat itu ia membiarkan Chun ye mengikutinya saat masuk di pelelangan anggrek, kerajaan Zhong tian, mungkin ia takkan bertemu Qin yan hari ini.
Tapi saat itu, dia telah berbuat kasar pada Chun ye. Tidak mungkin pria itu hanya akan diam membiarkannya bebas. Dia pasti akan menyulitkannya, memikirkan itu ia hanya menghela napas. Kalau sudah begini kemungkinan hubungannya dengan Keluarga Light fist bisa putus dan sekte tidak akan menerima kontribusi lagi.
Ia benar benar dilema, harus memilih apa. Melihat Yun zhi bingung, Yan Qinying pun hanya menghela napas panjang.
"Yun zhi, kau harus memikirkan baik baik. Jangan putuskan semuanya hari ini, karna keputusanmu kali ini benar benar menentukan hidupmu dimasa depan."
"Um." Yun zhi hanya mengangguk mendengarnya. Mata sayu dan keningnya berkerut saat memikirkan Qin yan.