LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Ingatan memori


di sebuah ruangan gelap, secercah cahaya api menyala berusaha bertahan tanpa adanya bara. cahaya api itu terus menyala sepanjang waktu, dengan diikuti suara-suara aneh di dalamnya. terdengar seperti beberapa sedang bertengkar, bayi menangis, pemaksaan, sampai akhirnya kesedihan dan teriakan kemarahan. ketika waktu berlalu, sebuah pecahan memori pun terlintas.


dimulai dari seorang wanita melahirkan seorang bayi laki-laki. wanita itu melahirkan seorang diri tanpa dibantu oleh siapapun. dan ditambah, dia melahirkan di ruang kamar mandi.


sampai bayi itu keluar, dia nampak sehat. namun terlihat raut wajah ketakutan di wajah wanita itu. dia menyelimuti bayi itu dengan sebuah kain lembut. lalu berdiri dengan tergesa-gesa.


seseorang memanggil dibalik pintu, memukul-mukul pintu dengan kasar dan berteriak memanggil wanita itu. terlihat jelas sekali, bahwa wanita itu takut pada orang yang ada di luar. seorang wanita paruh baya, dengan busana mewah dan wajah hiasan tebal. memanggil berapa anak buahnya untuk mendobrak pintu. mulai dari pakaian sampai perhiasan yang dia pakai, wanita itu terlihat sangat kaya.


sampai akhirnya Ibu dari bayi itu memilih untuk pergi keluar lewat jendela yang ada di kamarnya. dengan hanya berpakaian seadanya saja. hanya untuk menutupi tubuhnya. wanita itu nekat memilih untuk lompat lewat jendela dari lantai 2 perumahan yang dia tinggali.


untungnya dia selamat dan baik-baik saja. saat yang sama, beberapa anak buah dari wanita paruh baya di luar berhasil membuka pintu. ketika melihat pintu jendela yang barusan dilewati wanita itu, beberapa anak buah itu tercengang dan berteriak bahwa Wanita itu sudah melarikan diri.


tidak lama kemudian setelah mereka berteriak, beberapa sosok berbaju hitam dengan wajah tertutupi kain melesat kencang dari luar jendela. mereka adalah sekelompok pembunuh yang sudah disewakan untuk membunuh wanita dan bayi itu. wanita itu berlari kencang, sebuah cincin kuning bangkit dari tubuh wanita itu. kecepatannya meningkat, dan ia berlari cukup kencang.


namun, ia tak bisa melarikan diri dari kejaran beberapa kelompok pembunuh tersebut. mereka terlalu cepat, ditambah lagi cincin abu-abu terlihat di tubuh mereka. mereka berada di tingkat saint, sementara dia hanya berada di tingkat knigt. tingkat yang cukup rendah untuk seorang kultivator.


namun wanita itu tidak menyerah, dia berlari dan tetap berlari. sampai akhirnya dia sampai disebuah jurang. ditunggu oleh seorang pria yang jauh lebih muda darinya. pria itu memakai topi dan pedang panjang terselip di pinggangnya. wanita itu langsung memberikan bayinya kepada pria itu.


"tolong jaga dia. dan pergi dari sini!" ucap wanita itu dengan nafasnya yang memburu. dia langsung menyerahkan bayinya kepadanya tanpa ragu.


sementara pria itu sendiri sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan wanita itu.


"Tapi kakak, kau juga harus naik dan ikut aku."


"tidak sempat! cepat pergi lah!"


wanita itu menjauhi pria tersebut, dan lari menyusuri ujung jurang dengan kecepatan menakutkan. meninggalkan pria itu yang berusaha meraihnya.


tidak lama kemudian, terdengar beberapa semak-semak gemerisik tidak jauh dari pria itu. Dia segera menaiki kudanya, lalu menggendong bayi itu. sementara satu tangannya berusaha mengendalikan kuda. sebelum pergi, pria itu berbalik pada wanita yang sudah jauh darinya. terlihat rasa sedih di wajahnya karena tak bisa apa-apa. yang bisa dia lakukan hanyalah membawa bayi itu pergi.


ketika dipastikan bahwa adiknya telah membawa putranya pergi. wanita itu berhenti di tepi jurang. berbalik ke belakang, Dan tersenyum. beberapa sosok berpakaian hitam mendarat di depannya. wanita itu sedikit cerdik. dia sengaja membungkus sebuah batu dengan kain yang sama dengan bayinya. selalu bertindak seolah-olah bahwa batu itu adalah bayinya.


"aku tak akan membiarkan bayi ini jatuh ditangan kalian." wanita itu menatap mereka dengan tajam.


"Fei Zun. cepat berikan bayinya, jika tidak...."


"Tidak! Akan kubuang bayi ini bersamaan denganku." Wanita itu berteriak kembali sambil membiarkan bayinya ke arah jurang.


Para pembunuh itu menjadi tegang melihat hal tersebut. Mereka pun menjadi ragu.


"Tunggu dulu! Apa yang kau lakukan!"


"Fei Zun, jangan buat macam macam! Tuan muda meminta mu untuk kembali bersama kami." Mereka mulai terlihat khawatir saat wanita itu mulai mendekati ujung jurang. Tapi wanita itu malah tertawa.


"Kau pikir aku percaya? Kalian ini adalah kiriman dari nona kan? Bisa bisanya kalian bekerja sama dengan nyonya Nev hanya untuk menangkapku. Takkan kubiarkan, kalian mendapatkan aku maupun putraku."


"Dasar pelacur sialan! Kau hanya digunakan sebagai pemuas tuan, tapi masih berani mengandung bahkan melahirkan keturunannya. Siapapun yang main main dengan keluarga Xie, pasti akan dibunuh."


"Hahaha... Coba saja kalau kalian bisa." Senyum wanita itu. Lalu ia membuang bayi yang ada ditangannya ke jurang samping. para pembunuh itu jadi terkecoh dan menjadi lebih memperhatikan bayi itu.


di saat yang sama, wanita itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat pembatas antara mereka dan dirinya. kemudian, dia pun melompat ke jurang tersebut tanpa bisa diselamatkan.


"sial! apa yang harus kita lakukan. misi kita gagal." salah satu pembunuh menggeram marah.


"kita hanya gagal melakukan tugas dari Tuan muda. tapi kita berhasil melakukan tugas dari nona. meskipun kita gagal membawa mayatnya kembali, Tapi ku yakin berita kematiannya saja sudah cukup membuat Nona senang."


"Ayo kita kembali."


"Baik!"


*****


3 tahun telah berlalu setelah tragedi itu. bayi kecil itu telah tumbuh seorang anak kecil yang lucu. dia tumbuh di bagian sebuah pedesaan di mana tempat itu adalah tempat dimana pasukan militer tinggal. tepat ketika di sore hari, seorang anak kecil menonton dengan antusias para tentara yang sedang latihan. kemudian seorang pria muda dengan istrinya duduk di samping anak kecil itu.


"Xie Xie, apakah nanti ketika kau dewasa kau ingin menjadi prajurit militer?" Pria itu bertanya dengan penuh senyuman. Sekarang, pria muda yang pernah menyelamatkan bayi kecil ini tiga tahun lalu, menjadi seorang ayah dengan dua anak.


"Ya. Ayah, aku akan menjadi tentara terbaik. Aku pastikan itu." Anak kecil itu menjawab dengan sangat semangat.


"Xie Xie anaknya lemah, bagaimana bisa menjadi tentara." Tiba tiba seorang gadis kecil muncul dibelakang anak kecil itu dan meledeknya, dengan lidah dikeluarkan dan matanya yang


"Tidak! Aku tidak lemah! Dimasa depan, aku akan menjadi yang terkuat!"


"Hahaha..." Melihat tingkah anak itu yang lucu, ayah dan istrinya, bahkan gadis kecil itu jadi tertawa. Anak kecil itu menjadi kesal, dan tetap mengatakan bahwa dia akan menjadi yang terkuat.


Tiba tiba sekelompok tentara pun lewat. Terdapat lambang loreng merah di bahu mereka yang menandakan kalau pangkat mereka sangat tinggi dalam dunia kemiliteran.


Pria tersebut langsung membawa anak kecil itu didekatnya. Lalu menunduk hormat kepada sekelompok tentara tersebut.


"Ayah, mereka siapa?" Tanya anak itu. Pria tersebut yang penuh keringat tidak menjawab. Hanya teringat ketika dimana kakaknya saat itu menyerahkan bayinya padanya.


"Ayah.." Panggil anak kecil itu lagi. Pria itu langsung mengusap kepalanya. Tiba tiba gadis disampingnya berbicara.


"Itu adalah keluarga Xie. Mereka adalah keluarga bangsawan dimana semuanya adalah tentara teratas."


"Hah? Keluarga Xie? Bukankah marganya sama dengan namaku?"


"Hah!" Tiba tiba perkataan polos anak itu membuat ketua dari pasukan tentara itu berbalik padanya. Pria yang anak itu panggil sebagai ayahnya terkejut bukan main. Istri dari pria itu langsung berkeringat.


Masalah pun berdatangan setelah kejadian itu. Keluarga mereka menjadi incaran oleh keluarga terkemuka, keluarga Xie. Untuk menyembunyikan bayi yang telah dicari selama ini. Pria itu tidak punya cara lain selain menyerahkan Xie Xie ke ibu panti asuhan di kerajaan sebelah.


Rupanya itu juga bukan panti biasa. Melainkan tempat untuk memperdagangkan budak anak anak.


Xie Xie kebetulan dibeli oleh salah seorang ilmuan yang suka menciptakan sesuatu yang baru. Saat itulah ia pertama kali bertemu dengan anak berambut merah, yang selalu berekspresi tenang dan kosong. Xiu Xiu yang kerjanya hanya diam tak berbicara.


dan saat itulah, mimpi-mimpi buruk Xie Xie dimulai.


"tidak Tuan! Apa yang anda lakukan! Tuan! Ini sakit! Aaaaakh....!"


"Tidak~~! Aku harus lari dari sini!!"


"Mau kemana kau Xie Xie?"


"Ja-jangan!"


"Xie Xie, kau harus tau. Apa yang kulakukan ini demi untukmu. Apa kau tau? Apa itu karet? Aku baru pertama kali melihatnya ketika tidak sengaja menemukan sebuah getah pohon di wilayah timur. Getah itu sangat lengket, lentur, fleksibel dan yang paling parahnya lagi benda itu tidak mudah untuk di tebas."


"Hari ini, aku akan menciptakan sesuatu yang akan di akui dunia. Hahaha... Xie Xie, jika suatu saat nanti kau menjadi orang kuat. Maka ingatlah aku, ingatlah aku yang sudah membuatmu jadi begini."


Xie Xie berakhir disebuah tabung eksperimen yang berisikan air hijau. Saat ia tersadar dari tidurnya yang cukup lama, ia agak tersedak dengan air disekitarnya. Tapi ketika ia melihat anak berambut merah didepannya yang juga didalam tabung, ia tertegun. Anak itu diam dalam tidurnya yang tenang. Xie Xie terus memandangi. Tiba tiba....


Dag..


Tuan yang membuat mereka jadi seperti ini tiba tiba muncul didepannya. Hal itu membuat Xie Xie kaget sekaligus ketakutan. Saat melihatnya sudah sadar, dia langsung dikeluarkan. Xie Xie dibaringkan diatas ranjang, dan saat itu pula. Ia melihat tuannya memakai masker. Lalu mengambil gunting, pisau, palu, dan alat tajam lainnya.


Neraka pun dimulai.


"Hah!" Xie Xie terbangun dengan penuh keringat. Napasnya tak beraturan, dan Xie Xie terus memegangi kepalanya.


"Kenapa harus mimpi buruk itu?" Entah kenapa saat ia tidur dikerajaan ini, Xie Xie malah memimpikan masa kecil yang begitu kelam. Dan wajah tuan yang ada di mimpinya selalu terbayang bayang dikepalanya.


"Ukh..." Itu bahkan sampai membuat kepalanya sakit.


"Tok tok tok" Tiba tiba ia dikejutkan suara ketukan di pintu.


"Hei, apa kau belum bangun? Qin Yan bilang kita akan pergi ke pelelangan." Kemudian suara Tang Liu terdengar.


"Oh, baiklah. Tapi, apakah Xiu Xiu akan ikut?" Xie Xie balik bertanya. Didepan pintu tampak diam untuk sesaat. Kemudian, terdengar suara dengusan.


"Tentu saja. Anak itu selalu menempel pada Qin Yan. Mana mungkin ia tidak akan mengikutinya."


*******


Lalu Xie Xie dan lainnya akhirnya pergi menuju pelelangan. Pagi ini, katanya ada item istimewa yang akan ditampilkan. Tapi Xie Xie tidak memikirkan itu. Entah kenapa dia terus memikirkan mimpinya tadi. Dia berada di paling belakang, sementara Qin Yan dan Xiu Xiu sedang mengobrol berdua didepan sana. Terlihat, penampilan Xiu Xiu sudah berbeda. Sebagai patriak baru, dia terlihat lebih mencolok dibanding sebelumnya. Xie Xie mulai membandingkan, anak kecil yang dulu selalu diam tak pernah tersenyum sekarang malah kelihatan sangat senang didepan Qin Yan.


"Bruk" Tiba tiba Xie Xie menabrak sesuatu.


"Ma-maaf!" Xie Xie langsung meminta maaf. Seorang wanita paruh baya yang menabraknya, dan terjatuh didepan Xie Xie.


"Biar kubantu." Xie Xie pun berjongkok. Mengulurkan tangan pada wanita itu. Namun, ia malah langsung terdiam kaku melihat wajah wanita itu.


Seorang wanita dengan luka bakar hampir diseluruh wajahnya. Dan dengan luka sayatan di bagian kirinya membuat Xie Xie tidak bisa mengatakan apa apa. Seharusnya ini adalah hal biasa. Tapi entah kenapa ia sangat kaku dengan adegan ini.


"Tidak apa apa anak muda. Aku bisa berdiri sendiri." Wanita itu berdiri. Mata Xie Xie mengikutinya. Ia terlihat seperti orang linglung bahkan sampai wanita itu pergi membawa beberapa singkong di keranjang punggungnya.


Xie Xie berdiri perlahan. Terus memandangi wanita itu, sampai akhirnya sosok wanita itu menghilang karena telah dibatasi dinding.


"Xie Xie! Ada apa dengan anak ini? Kenapa dia tidak menyahut?" Tang Liu memanggilnya beberapa kali. Tapi karena situasi yang bahkan tidak diketahui Xie Xie sendiri, dia jadi tidak mendengarnya.


"Apa kau akan terbengong sendiri disitu?" Xiu Xiu jadi memanggilnya hingga Xie Xie akhirnya menyahut.


"Oh, maaf." Akhirnya berjalan mengikuti mereka sambil menggaruk belakang kepalanya. Namun, pandangannya sekali lagi melihat ke arah dimana wanita itu pergi. Aneh sekali, kenapa ia merasa sangat familiar dengan sosok itu.


Namun tiba tiba ada sesuatu yang melintas dipikirannya. Bayangan kabur seorang wanita menggendong bayi di tepi jurang mengobrak Abrik kepalanya.


"Pak!" semua itu langsung buyar, ketika Tang Liu memukul kepalanya. kemudian tanpa ragu Tang Liu menarik telinganya hingga Xie Xie meringis kesakitan sambil mengikuti kemana perginya gadis itu.


Qin Yan memandanginya. Hari ini, Xie Xie bertingkah sangat aneh.


Ketika mereka berlalu, rupanya wanita yang tadi menabrak Xie Xie tidak pergi. Melainkan masih bersembunyi di balik tembok. Dia sedari tadi memperhatikan Xie Xie, dan air matanya tanpa jatuh dipipinya tanpa sadar.


Kota Geihuo, ibu kota kerajaan Angin barat. Penduduknya cukup padat, banyak sekali penduduk lalu lalang. Sepanjang jalan selalu diisi oleh para pedagang. Qin Yan dan rombongan berjalan menuju ke pelelangan yang ada di pusat kota ini.


"Kak Fei wu. Apa yang terjadi denganmu kemarin? Mengapa kau hanya berdiri diam didepan gerbang kota?"


"Entahlah. Aku juga tidak tau." Terlihat dua orang gadis tentara sedang berjaga di pintu depan halaman pelelangan. Satunya gadis manis berumur 21 tahun. Dan satunya...


Oh ternyata dia adalah gadis yang menantang Qin Yan kemarin.


'Padahal aku yakin sudah bertarung dengannya. Tapi apa yang terjadi? Mengapa Tin bilang aku ditemukan berdiri disana seperti orang terhipnotis di depan gerbang tanpa ada siapa siapa? Apakah itu ilusi?" Gadis itu terus berpikir keras tanpa memperhatikan pada tamu yang datang. Jika bukan karena teman gadisnya disamping yang begitu aktif memperhatikan mereka. Dia mungkin akan terkecoh jika ada beberapa yang membuat masalah.


Tiba tiba Qin Yan dan dia berpapasan.


"Huh!" Gadis itu langsung terkejut. Dia berbalik dan langsung menarik tangan Qin Yan.


"Kau!" Wajah itu, gadis itu ingat wajah Qin Yan dengan betul. Anak yang membuat gadis itu bingung. Sebingung bingungnya pada hari ia dikalahkan.


"Tunggu!" Ia langsung menghentikan Qin Yan tanpa ragu.


"Ada apa nona?" Qin Yan bertanya tenang. Sikap tenangnya itu membuat gadis itu semakin kesal.


"Brensek kau!" Tanpa banyak bicara ia langsung menarik kerah Qin Yan ke atas. Wajahnya geram dan dia benar sangat marah.


"Hei! Apa yang kau lakukan! Sebaiknya kau melepaskan dia." Tang Liu langsung menjadi murka. Wajah gadis yang memegang kerah Qin Yan menjadi muram.


"Fei wu. Apa yang kau lakukan? Kita ini tentara yang tengah bertugas. Jika kita membuat kekacauan maka atasan bisa memarahi kita." Teman didekat gadis itu mendekatinya dan berbisik dengan khawatir.


Xiu Xiu pun berdehem untuk meletakkan mereka berdua.


"Nona. Kita bisa bicarakan baik baik."


Gadis itu berbalik pada Xiu Xiu. Setelah memandanginya beberapa saat, dia menyadari identitas Xiu Xiu. Dia segara melepaskan Qin Yan.


"Baiklah. Aku memang tidak bisa menjaga kesabaranku tadi. Tapi, aku ingin katakan padamu. Bahwa nanti setelah ini, aku akan menantangmu bertarung." Dia menunjuk Qin Yan dengan tajam. Qin Yan sendiri menyerngit, wajahnya berekspresi seperti mengejek.


"Eh, bukankah kemarin kau kalah?"


"Ka-kau....!" Wajah gadis itu memerah. Tapi dia semakin marah karena perkataan Qin Yan. Tiba saat itu, Xie Xie pun datang. Saat dia bertatapan dengan gadis itu, mata Xie Xie membelalak. Wajah familiar terlintas di ingatannya.


"Kamu...! Fei wu!"