LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kecurangan


"Hah. Hah. Hah." Xiu Han terus menyerang. Tapi ia benar benar tidak bisa melukai Xiu Xiu.


Apa ini? Jika dilihat baik baik, Xiu Xiu baru berumur 23 tahun. Sementara dia berumur 26 tahun. mereka tidak dibatasi umur, namun dibatasi kekuatan.


Xiu Xiu, wajahnya tetap tenang. Tidak ada ekspresi susah di wajahnya ketika menangkis serangan yang ia lancarkan.


Akhirnya dia tahu.


Ini adalah bakat. Xiu Xiu bukanlah seperti orang yang selama ini ia lihat. Xiu Xiu adalah orang yang berbeda.


Meskipun begitu, ia masih ingin bertarung dengan seluruh kekuatannya.


"AAAAAAARRRRGGGHHH.....!" Dia langsung mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa untuk menyerang Xiu Xiu terakhir kalinya.


Hanya untuk serangan terakhir, kekuatan tersisa Xiu Han di gunakan untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan. Belati miliknya menyala dan pasir pun menyertainya.


Serangan terakhir ini adalah harapannya. Jika serangan ini mengenai lawan, maka di pastikan dia akan menang. Tapi jika tidak, maka dia akan kalah.


Dia bertaruh pada serangan terakhirnya ini. Namun dengan kecepatannya saat ini, tidak mungkin bagi lawan untuk menghindarinya.


"Swosh" Namun di luar dugaannya. Xiu Xiu tiba tiba menghilang disaat ia hampir mengenainya. Matanya membesar tidak percaya. Kecepatannya....


dikalahkan.


"Hah!" Disaat itu ia menyadari, Xiu Xiu berada disampingnya. Dengan tangan terkepal, tapi ada yang aneh dengan tangannya itu. Pasir pasir berkumpul dan memadat dalam sekejap. Dan terakhir membentuk sebuah tangan dengan cakar tajam.


"BUM" Xiu Han terhempas jauh karena pukulan itu. Dia pingsan tak berdaya, semua penonton terdiam ketika melihat hal tersebut. Lalu perhatian mereka terfokus dibalik tangan kiri Xiu Xiu. Tangan di mana pasir padat yang menyelimuti tangan nya mulai kembali seperti semula.


'Sial, dia bahkan bisa mengalahkan Xiu Han!' Pria berambut kuning yang seumuran Xiu Xiu menggertakan gigi. Apalagi ayahnya yang merupakan adik patriak, Xiu Ge bahkan lebih marah lagi. Tidak disangka anak itu sangat kuat.


Dia berbalik ke beberapa calon yang lain. Tapi mereka sudah tidak berani maju. Jika Xiu Heng adalah yang terlemah, maka Xiu Han lah yang paling kuat diantara mereka.


"Kalian tidak berguna!" Anak Xiu Ge akhirnya maju. Pandangannya tajam ke arah Xiu Xiu dan tampak ketidak senangan diwajahnya.


'Kau hanya anak pelayan. Bisa bisanya kau mengganggu tujuanku!' Dia akhirnya mengangkat dagu tinggi tinggi saat berada dihadapan Xiu Xiu. Tatapan itu, itu adalah tatapan merendahkan. Sungguh, dia benar benar jijik dengan anak ini.


"Xiu Xiu, aku akui kekuatanmu. Kau lumayan juga." Ia tersenyum tipis ke arah Xiu Xiu.


Tapi Xiu Xiu hanya diam tenang tak menggubrisnya, membuatnya semakin marah.


"Ka-kau...!" Tangannya mengepal, tongkat sihir cukup menarik akhirnya muncul ditangannya. Dia hendak menyerang, namun tetua yang bertugas sebagai wasit menghentikannya.


"Sebelum aba aba ku, kalian belum boleh bertarung. Kalian silahkan mundur satu langkah."


Pria berambut kuning itu menggertakan gigi namun tidak membantah perkataan tetua.


Seperti biasa, masing masing harus saling membungkuk untuk menghormati satu sama lain. Namun sepertinya itu hanya sebagai formalitas. Karena pria berambut kuning malah meremehkan Xiu Xiu walau dalam keadaan membungkuk. Mungkin, dia membungkuk agar terkesan baik di mata penonton. Karena penonton yang menonton mereka saat ini bukan hanya rakyat biasa. Namun, ada juga beberapa keluarga bangsawan bahkan sampai anggota kerajaan.


Dia harus terlihat sopan, tapi tidak harus menghormati anak ini.


Xiu Xiu sendiri, dia membungkuk dengan tenang. Tidak ada raut meremehkan, atau merendahkan. Itulah yang membuat pria berambut kuning itu merasa kalau Xiu Xiu hanyalah anak pendiam.


Setelah itu, keduanya saling berhadapan kembali.


"Meski kau anak pelayan, tapi bagaimana pun kau adalah anak patriak. Sebagai sepupu, aku juga harus memperkenalkan diri. Namaku Xiu Shui. Putra dari Xiu Ge. Meskipun aku bukan putra patriak, tapi aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku agar pantas menjadi Patriak." Xiu Shui tersenyum ramah. Para penonton bersorak karena kesan yang ia keluarkan.


Namun tatapannya terasa berbeda saat menatap Xiu Xiu.


Yakni tatapan kepercayaan diri karena telah mendapat kepercayaan dari orang orang. Sementara Xiu Xiu, dia hanyalah anak pendiam yang tidak tau bagaimana cara menarik perhatian para orang disekitarnya. Bagi Xiu shui, berwajah baik dan ramah merupakan cara terbaik untuk menarik perhatian agar mereka bisa di ajak kerja sama.


Akhirnya, tetua pun mengatakan "mulai!"


Xiu shui tidak mundur selangkah. Tapi dia memperhatikan gerak gerik Xiu Xiu. Anak itu hanya diam ditempat membuatnya agak kesal. Dia pun memamerkan tongkat ditangannya.


"Ini adalah tongkat pengendali pasir legendaris dari keluarga Xiu. Biasanya tongkat ini akan diberikan kepada generasi terkuat. Dari semua generasi dikeluarga ini, akulah yang terkuat. Oleh karena itu aku yang mendapatkannya. Sekarang, mari kita coba. Bagaimana kau mengatasi seranganku."


Cincin abu abu pun bangkit, Xiu shui adalah seorang saint dengan rank 5 di umurnya yang 23 tahun. Dia adalah anak yang seumuran Xiu Xiu. Jika Xiu Han adalah yang terkuat, maka Xiu shui adalah yang terbaik. Dia dikenal sangat berbakat, kultivasinya lebih cepat meningkat dibandingkan rata rata orang lain. Namun di balik itu semua adalah hasil palsu semata. Xiu shui sejak kecil bahkan sebelum lahir sudah dilengkapi banyak sumber daya. Dari dalam kandungan, ibunya sudah banyak mengonsumsi banyak pil dan exlisir agar Xiu Shui lahir dengan tubuh yang sempurna. Sampai sekarangkan pun, ayahnya yang suka bermabuk mabukan, selalu menggunakan keuangan keluarga demi agar anaknya tidak mempermalukan dirinya. Dia membeli semua ramuan herbal agar anaknya menjadi kuat.


Selama ini Xiu shui tidak perlu bekerja keras seperti berlatih. Dia cukup mengeluarkan uang dan menunjukan latar belakangnya. Setelah itu semua orang akan tunduk padanya. Semua gadis langsung menempel padanya. Bahkan untuk gadis mahal sekalipun. Dengan uangnya dan kedudukan, orang orang akan menjadi anak buahnya. Setiap hari, dia hanya menikmati waktunya sambil bermabukan.


Jadi, demi apapun itu. Dia harus mendapatkan posisi patriak. Karena patriak menurutnya merupakan posisi yang sangat sempurna. Dia bisa memegang kendali keluarga, keuangan, serta usaha keluarga. Oleh karena itu, dia rela melakukan apapun.


Ia pun mengangkat tongkatnya keatas. Lalu langit pun mendung. Dari seluruh area kota, pasir pun mulai mengambang bagaikan tsunami. Saking banyaknya bahkan sampai menutupi seluruh area. Semua penonton jadi tercengang. Bahkan Xiu Xiu yang tenang pun akhirnya menunjukan ekspresi tertarik.


Pasir pasir itu akhirnya berkumpul menjadi gelombang badai. Tebal, panjang, dan kuat, menciptakan angin berdebu yang membuat semua orang tidak tenang berada ditempat mereka. Para tetua langsung bergegas menggunakan sebuah penghalang agar para penonton tidak terpengaruh efek dari serangan petarung diatas arena.


Saat itu, Xiu Ge. Ayah dari Xiu shui tersenyum puas. Akhirnya kerja kerasnya selama ini terbayarkan. Mulai dari mencurangi kompetisi antar generasi muda di keluarga Xiu, agar anaknya bisa menjadi pemenang dan mendapatkan senjata legendaris. Tongkat pengendali pasir bumi. Sampai menggunakan keuangan keluarga demi keuntungan pribadi.


'Dengan itu, posisi patriak tidak akan susah untuk didapatkan.' Ia langsung tersenyum licik.


Butiran pasir yang mengelilingi badai pasir mulai menerpa Xiu Xiu. Rambutnya yang cukup panjang mulai bertebaran karena efek angin yang lumayan kuat. Dari wajah Xiu Xiu yang tenang, akhirnya menunjukan senyum tertarik. dari sekian banyak ia bertarung melawan orang orang dari keluarga Xiu, dia baru kali ini mendapatkan lawan yang mungkin bisa membuatnya mengeluarkan keringat lelah.


Tubuh Xiu Xiu mulai berasap, gairah bertarung akhirnya mulai tumbuh. Dirinya mulai bersemangat. Senyumnya semakin lebar, dia yang selama ini depresi akibat kematian masternya. Sekarang mempunyai kesempatan untuk melepaskannya. Jika dilihat lihat, Xiu Xiu sudah seperti seorang petarung yang gila akan kesenangan.


'Di-dia tersenyum?' Xiu shui agak merinding. Dia merasa aneh. Kenapa reaksi anak berbeda dari harapannya. Setiap orang yang melihat kekuatannya pasti akan terguncang, terkejut sampai akhirnya ketakutan. Tapi, dia... Xiu Xiu adalah orang pertama yang tidak takut padanya.


'Dia mungkin belum tahu tongkat apa yang ada di tanganku ini. Oleh karena itu, akan ku tunjukan seberapa mengerikan tongkat ini sebenarnya!' Xiu shui mulai menggerakkan tongkatnya. Badai pasir yang sangat besar itu akhirnya menuju ke arah Xiu Xiu dengan kecepatan cukup menakutkan.


"Mari kita lihat! Apakah kau masih berekspresi seperti itu setelah menerima serangan ini!" Teriak Xiu shui dengan tawa psikopat. Namun, tawanya tiba tiba terhenti saat terdengar suara "Bum" didepannya.


Tampaknya, serangannya seperti terkandas oleh sesuatu. Setelah dilihat apa penyebabnya. Kini giliran matanya yang membesar.


"Bagaimana mungkin?"


Semua tetua berdiri. Para penonton langsung tercengang.


Terlihat Xiu Xiu menahan serangan itu dengan pasirnya pula. Dan tentunya itentitas pasir tersebut bisa mengimbangi serangan Xiu shui.


"Sial! Ini tidak mungkin!" Tongkat Xiu shui bersinar. Putaran badai semakin kuat dan cepat ketika melawan putaran badai pasir milik Xiu Xiu. Keduanya seperti gasing yang saling beradu.


"Hiyaaaah.....!!" Xiu shui berteriak mengerahkan seluruh kekuatannya.


Sementara Xiu Xiu bertahan dengan kekuatan yang dia miliki. Lalu satu tangannya berubah menjadi cakar. Dan menghantam kedua badai itu.


"Boom" Badainya jadi meledak. Terlihat kedua yang sudah berjaga jaga.


'Mari kita lihat! Apakah pengendalian pasirmu lebih dari cepat tongkat ini!'


"Wosh wosh wosh" Xiu shui mulai menembakan beberapa tembakan pasir padat.


Sementara Xiu Xiu memilih maju. Tembakan pasir yang menuju kearahnya kadang ia tangkis dan dia hindari sampai akhirnya dia sampai dihadapan Xiu shui.


'Cepat sekali!' Xiu Shui mundur dan menggunakan tongkatnya untuk menangkis tangan Xiu Xiu.


"Ptank" Cakar Xiu Xiu dan tongkat Xiu shui saling bertabrakan. Terlihat percikan ketika saling bergesekan. Tangan kiri Xiu Xiu yang masih utuh langsung bergerak, dan pasir padat pun muncul menghantam perut Xiu shui.


"Ukh..." Xiu shui tak sempat menghindar, dia akhirnya terkena serangan itu. Namun dia masih bisa mendarat dengan aman. Lalu menyerang balik dengan tembakan pasir.


'Huh. Kau pikir bisa melukai anakku begitu saja? Dia sudah kulengkapi dengan perlengkapan armor kondolisasi tingkat Sage. Siapa pun yang menyerangnya, tidak mudah untuk melukainya.' Senyum ayah Xiu shui disana. Dia benar benar bersemangat ketika menonton pertarungan ini.


"Sung sung sung" Xiu Xiu menggunakan pasirnya untuk menangkis tembakan milik Xiu shui lalu kembali maju.


Tanah menjadi berpasir ketika Xiu Xiu berpijak, ternyata Xiu shui mulai memanipulasi wilayah sekitarnya.


Xiu Xiu mulai berjalan diatas udara dengan berpijak pada pasirnya, lalu mulai menyerang lagi.


"Heh?" Xiu shui tersenyum licik. Lalu tongkatnya kembali memunculkan gelombang pasir. Menyerang Xiu Xiu yang berada diatas udara.


"Bum" Terdengar suara hantaman. Xiu Xiu menghantam serangan Xiu shui dengan tangan kosong.


'Menghantam dengan tangan kosong? Ceroboh sekali.' Senyum Xiu shui.


'Huh!' Namun ia segara sadar kalau ada yang aneh. Kenapa muncul sebuah pasir lain di tengah pasir padatnya?


'Apa!' Dia pun akhirnya sadar, bahwa pasir itu akan menangkapnya. Xiu shui menghindar dan mundur.


Tapi dia langsung dikejutkan Xiu Xiu yang sudah berada didepannya.


'Sial!' Pria itu hanya mengutuk kesal. Dan kembali menggunakan tongkatnya untuk menangkis pukulan Xiu Xiu.


"Bum" Terdengar suara hantaman, Xiu shui terhempas kebelakang meskipun ia menangkis serangan itu.


'Sial, kenapa dia sekuat ini?'


Xiu Xiu mulai mengeluarkan pasirnya. Cincin Xiu shui juga juga bersinar.


"Tidak akan kubiarkan kau! Aku tidak akan kalah darimu yang hanya anak seorang pelayan!"


"Elemen pasir! Skill pertama!"


"Skill kedua!"


"Skill ketiga!"


"Skill keempat!"


"Skill kelima!"


"Skill keenam!"


Semua skill dan kemampuan yang dimiliki Xiu shui sudah dikeluarkan. Namun dia merasa tidak terima karena Xiu Xiu mampu mengimbanginya dengan serangan biasa. Kini stamina dan kekuatan yang ia miliki mulai melemah. Napasnya tidak teratur dan keringatnya bercucuran.


"Sial! Bagaimana bisa! Bagaimana bisa aku kalah darimu!" Kedua tangan Xiu shui mengeluarkan cahaya emas. Matanya melotot dengan penuh kemarahan. Dia langsung mengeluarkan sebuah senjata lain yang terlihat cukup berbahaya.


"Teknik rahasia keluarga Xiu! Tinju pasir emas!"


"I-itu!" Mata para tetua membelalak.


'Xiu Shui! Bagaimana bisa kau mengeluarkan itu. Kenapa kau seceroboh ini. Sekarang para tetua sudah mengetahuinya! Sial!' Xiu Ge langsung merasa pusing. Apa yang dilakukan anaknya sangat melanggar aturan keluarga. Bisa dibilang, tinju pasir emas hanya dimiliki oleh patriak. Tapi teknik itu bahkan sudah dimiliki oleh seorang anak biasa. Bisa dibilang, ini adalah pencurian karena teknik itu disimpan di ruang rahasia perpustakaan keluarga yang dijaga dengan ketat. Dan hanya patriak yang bisa memasukinya. Xiu Ge sudah berusaha menggunakan komunikasinya hingga dia bisa mencuri teknik itu hanya untuk anaknya dimasa depan.


Kalau sudah begini, maka rencananya bisa hancur.


'Sial. Xiu shui, semuanya tergantung padamu. Kau harus mengalahkan anak itu agar aku bisa menemukan alasan untuk membelamu.' Pikirnya.


Sebuah cahaya keemasan berkilau. Itu adalah tinju pasir emas. ini adalah pasir yang memadat menjadi tinju. Mata Xiu Xiu langsung terkejut. Cincin merahnya bangkit dan akhirnya.


"Pertahanan mutlak!" Teriak Xiu Xiu. Sebuah patung pasir wanita bersayap langsung tercipta didepannya. Tangannya disilang kedada dan wanita itu terlihat lembut penuh kasih sayang. Sepasang sayapnya mengarah kedepan mejadi penghalang. Tinju pasir emas langsung menghantamnya.


"DUAR!"