
"SWOOOSH" Auranya bergejolak sekali lagi, kakek tua itu langsung terpental kebelakang karenanya. Hanya karena aura, kenapa ia tak tak bisa berdiri tegak.
Menyadari ada yang salah dengan anak itu, ia pun jadi ketakutan. Jelas sekali ini tidak masuk akal, kenapa anak itu mempunyai kekuatan semengerikan ini. Kakek tua itu melompat kelangit, berusaha melarikan diri. Namun, belum jauh ia pergi. Qin yan sudah muncul didepannya.
"AAAAAAKKHH!!!" Mulut kakek tua itu terbuka, mengeluarkan banyak sekali darah. Ketika Qin yan menghantam perutnya.
"KRAAAAK" Perlahan tulangnya retak.
"BOOOOMM" Ia langsung terpental jauh, keluar dari wilayah kerajaan dan tembus dikerajaan setempat. Mendarat digunung perbatasan.
"A......." Mulut kakek itu tetap terbuka, matanya telah kehilangan kesadaran. Armor kondolisasinya hancur, tubuhnya terluka parah. Tubuhnya menggigil melihat sosok monster sudah berada didepannya.
"Hiiiiiyy...!!!!" Ucapnya dengan ketakutan. Ia pun melompat, berusaha melarikan diri. Saat Qin yan menggengam kepalanya, kakek itu berubah menjadi asap. Lalu menghilang didepan mata.
Qin yan tetap diam, tak bergerak. Tidak jauh dari sana. Dibalik pohon, kakek tua itu tengah bersembunyi. Ia menahan napas agar tidak dirasakan keberadaannya. Diam diam, ia melirik kebelakang. Dimana Qin yan berada.
'Aku harus pergi dari sini. Cui xie, kau berurusan dengan apa sebenarnya.' Batinnya dengan ngeri. Namun kemudian tatapan menjadi serius.
'Setidaknya aku harus mengirim pesan padanya sebelum anak ini bergerak leluasa. Cui xie, kau harus tau. Semuanya hampir berakhir, bahkan jika aku harus mati hari ini. Kau harus datang untuk menyerang lagi, maka mereka akan kalah sepenuhnya. Cui Xie, balaskan dendamku!'
Tangan kakek itu menyala, berusaha mengirimkan pesan. Namun ia sadar satu hal, ia telah melakukan tindakan ceroboh. Matanya membesar, perlahan berbalik kebelakang. Anak itu sudah tidak ada disana.
Tanpa sadar, ia memang sudah bodoh. Kenapa juga ia harus mengeluarkan energinya untuk mengirim komunikasi. Sekarang ia punya dua pilihan, lari selagi ada kesempatan atau melanjutkan mengirimkan informasi. Tapi kalau pilihan kedua dilakukan, maka nyawanya tidak akan selamat lagi.
Kakek itu berada diambang dilema, ia harus apa. Disaat ia tengah terpikir, tiba tiba merasakan dingin dipunggungnya. Rupanya seperti yang diduga, dia sudah tertangkap basah.
"Siut" Tangan Qin yan hendak menangkapnya lagi, namun tiba tiba ada yang tidak beres dengan kakek itu.
"Hahaha... Kau pikir mudah membunuh tingkat Kaisar hah? Jangan pernah berpikir untuk mengalahkanku! HAAAARRGGHH....!!!" Baju kakek itu langsung sobek karena aura yang kuat. Dari dalam dantian kakek itu, sesuatu bersinar didalamnya.
Oh tidak, kakek itu hendak meledakan inti jiwanya. Alis Qin yan berkerut ketika melihat itu, ini bukanlah seuatu yang baik. Meskipun ia dalam keadaan kurang sadar.
"Hahaha.... Jika aku mati, maka setidaknya aku harus membawamu!!" Tawa kakek itu dengan gila.
Seketika Qin yan menjauh, namun kakek itu langsung menangkapnya. Tidak lama setelah itu, tubuh kakek itu bersinar. Bersinar sangat terang.
'Tubuh tembus!' Teriak Qin ya dalam hati.
Beberapa detik kemudian, sebuah ledakan dashyat terjadi. Sinar itu sangat kuat dan area ledakannya sangat luas.
"BOOOOOOOOOMMMM" Bahkan ledakan itu menghancurkan gunung disekitarnya.
Hal itu membuat semua orang terkejut, baik dari kerajaan Geritimo tempat yang mereka tempati. Atau kerajaan lain didekatnya. Bahkan Jin kei dan Yao chen saja terkejut melihat itu. Alis mereka berkerut saat menyadari ada orang meledakan inti mereka sendiri.
Satu hal yang mereka pikirkan, bagaimana keadaan Qin yan.
Memikirkan hal itu, membuat mereka bertiga jadi khawatir. Jin kei memurka, ia langsung bertarung dengan sangat serius. Hingga kedua bersaudara yang ia lawan jadi terkejut. Mereka tak menyangka kalau lawan didepannya benar benar sangat kuat hingga ketika mereka bersatu pun, Jin kei tak bisa dikalahkan.
"DUAR" Ledakan terjadi dibelakang Jin kei, Yao chen yang tadinya dengan santai melawan mutasi monster menjijikan. Kini menyelesaikan pertarungannya, tiga monster menjijikan itu akhirnya berhasil dilenyapkan juga. Mereka akhirnya kembali kebentuk semula meskipun tubuh mereka sudah tidak bisa didefinisikan lagi.
Sementara disisi lain, Elfes juga menyelesaikan pertarungan dengan terburu buru. Kini anjing anjing yang ia tebas terbakar setelah terkena tebasannya.
Tatapannya melorot kearah ledakan, tanpa pikir panjang ia langsung melesat menuju ketempat tersebut. Diikuti dengan Jin kei dan Yao chen kebelakang.
Perbatasan kerajaan Sunmoon dan Geritimo.
Gunung berapi yang memisahkan antar dua kerajaan tersebut tidak terlihat lagi. Hanya menyisahkan sebuah kawah raksasa yang membentang dan menjadi wilayah baru yang memisahkan kerajaan Sunmoon dan Geritimo.
Dari debu yang bertebaran, terlihat Qin yan yang telah ditindih batu besar tengah terengah engah berusaha bertahan. Tangannya gemetar saat ia berusaha menyerap energi ledakan tersebut.
"De..... vo... u... ring.. Ukhuk ukhuk!" Ia memuntahkan darah segar, sekujur tubuhnya dipenuhi luka. Sungguh ledakan yang sangat kuat, dan untungnya ia berhasil selamat hidup hidup. Sekarang tidak ada lagi wujud kakek itu ditempat ini, ia telah meledak hingga tidak menyisahkan apapun. Sungguh, situasi ini sangat mengingatkannya ketika ia bertarung melawan Kaisar Sage waktu itu. Saat itu ia berada diambang kematian, dan melakukan hal yang sama. Yaitu membakar inti jiwanya agar ia bisa menembus gerbang kesepuluh. Jika tidak begitu tidak mungkin ia melukai Kaisar bajingan tersebut sampai sejauh itu.
Jika Qin yan tidak menggunakan skill tubuh tembus, ia tak tau lagi nasibnya bagaimana. Sebagai jurus pendukung, tidak bisa dipungkiri kalau skill memang unik. Tubuhnya yang tembus bisa bertahan mulai 1 menit hingga 5 menit. Cukup menahan ledakan yang hanya berlangsung 1 sampai 10 detik. Namun dampak dari ledakan tersebut sangat luas, hingga untuk pergi berapa jauh pun ia tak bisa lolos luasnya wilayah tersebut. Karena skill itu juga punya kelemahan, ketika digunakan maka skill lain tak bisa digunakan bahkan jika itu kecepatan instan dari teknik gerbang. Oleh karena itu, skill ini cukup lemah jika harus berhadapan dengan serangan yang berkepanjangan dan jika lingkupan yang luas.
"Hah hah hah." Baru Qin yan sadari juga, ketika ia hendak mengangkat batu sembari menyembuhkan diri. Rupanya segel itu tertutup kembali. Membuat wajah Qin yan pucat seketika, jangan bilang kalau terbukanya segel ini hanya sementara.
Dari tangan kanannya, keluar kubus yang tadi masuk ketangannya. Luar biasa, kubus ini dapat membuka segel didalam tubuhnya tanpa diketahui oleh sang penyegel. Dilihat dari manapun ini kurang masuk akal. Namun, tidak untuk kubus ini yang memang sudah diluar akal.
Untuk beberapa saat, kesadaran Qin yan memudar. Setelah segel ditubuhnya kembali tertutup. Kini tubuhnya telah kembali seperti biasa. Yah, seperti biasa ketika menahan efek samping dari terbukanya mode gerbang. Tapi kini tubuh Qin yan sudah terlalu kelelahan, ditambah lagi ia sangat menderita ketika menahan rasa sakit yang bergejolak ini.
'Sial.' Batin Qin yan terima, ia pun kehilangan kesadaran dengan wajahnya yang tersenyum. Saat itulah Jin kei dan Elfes mendatanginya, tanpa membuang waktu mereka langsung menyelamatkan Qin yan.
"Oh tidak!" Tiba tiba raut wajah Yao chen menjadi khawatir, tubuh aslinya akan menghilang sekarang juga. Maka akademi otomatis tidak ada yang melindungi.
"Kalian cepat pergilah, urus situasi disana. Biar aku yang akan menangani ini." Berkata Elfes pada mereka berdua, hingga Jin kei dan Yao chen mengangguk bersama sama. Mereka pun menyerahkan Qin yan kepadanya lalu kembali menuju kerajaan.
Yao chen datang menggantikan tubuh aslinya untuk melindungi akademi, sementara Jin kei menyedot air dikerajaan itu kemudian dimasukan kealam spasial Qin yan. Gerbang dimensi itu, sejak Qin yan tersegel. Selain Qin yan sendiri, Yao chen dan Jin kei adalah pemilik lainnya. Maka dari itu, Jin kei tak susah payah membuka gerbang itu tanpa harus meminta ijin dulu pada pemiliknya.
Air perlahan menyurut, satu persatu mulai terlihat orang orang yang tenggelam. Baik itu sekutu atau musuh. Pelan pelan sampai akhirnya airnya habis terkuras dari atas tanah.
"Ukhuk ukhuk ukhuk." Orang yang masih bisa bertahan, berdiri menolong orang lain yang lebih susah. Weisi berusaha berdiri sambil menggendong Lin fin. Lalu Xiang xiang bersandar dibatang pohon bersama Tang liu. Medusa beristrahat dibelakang batu sambil memegangi perutnya. Sementara yang lain juga mulai terbangun.
"Ukhuk Ukhuk! Sial, apa yang terjadi ini?" Wuang shen yang dari tadi terkapar kini tersadar. Ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk bangkit. Namun ia terkejut bukan main, ia melihat Elfes menggendong Qin yan yang tengah pingsan. Namun ia lebih terkejut lagi ketika ia melihat mutasi dari kiriman ahli terbaik mereka dari sekte sudah hancur tak bernyawa.
"Ki-kita kalah...?"
"Ini tak bisa dipercaya?"
"Tidak mungkin, tiga sekte kalah." Ahli sekte lain juga termangu, wanita berarmor api dari sekte Darah Merah Neraka sungguh tak mempercayainya. Sementara wanita dari sekte Darkdemon tidak bisa melakukan apa apa. Tanpa ragu, ia pun melarikan diri. Namun, Jin kei datang dan langsung memukul lehernya hingga wanita itu kembali pingsan.
"Kalian sudah kalah, ini adalah kemenangan kami. Tidak akan kubiarkan kalian kembali untuk mengirim informasi." Ucap Jin kei dengan tatapan dingin, ia masih memiliki kekuatan yang tersisa untuk menekan mereka semua.
Hal itu membuat mereka semua jadi ketakutan, benar benar tak bisa dipercaya. Pertempuran terjadi begitu lama, namun mereka tidak sekalipun merasakan kelelahan. Apa mereka benar manusia? Hal yang mereka tidak tau yaitu Jin kei adalah salah satu Beast piaraan dewa yang berada diluar ekspetasi mereka.
Yao chen pun berjalan menghampiri beberapa mayat ahli tingkat Kaisar yang dihadapinya tadi. Yah, ada tiga ahli dan kematian mereka menyisahkan sebuah inti. Inti jiwa tingkat Kaisar. Jika sudah mencapai tingkat Kaisar, maka inti jiwa pun terbentuk. Inti jiwa tersebut berbentuk seperti kristal berwarna biru. Dan itu sangat berguna untuk diserap sebagai lonjakan kultivasi. Selain kristal roh milik Beast, manusia juga memilikinya jika sudah mencapai tahap Kaisar.
Yao chen pun memperhatikan kristal itu, ia kemudian memandangi wilayah kerajaan yang rata.
"Akhirnya selesai juga." Ucapnya dengan ringan.