
"Hehehe.... Bagaimana menurutmu Qin Yan?" Rong Qiyu tertawa licik menatap Qin Yan.
Qin Yan hanya terdiam disana dengan wajah gelap. Chi Tae sudah mulai gatal dan ingin mencabik mangsa, sementara Han genyu mengambil cairan ungu dan menyuntikannya di bahunya. Begitu pula dengan Cui Xie, dia menggunakan teknik rahasia nya untuk mendapatkan kekuatan yang luar biasa.
"Qin Yan. kali ini, kami akan membunuhmu." Mereka menyeringai dengan keadaan over power. Cui Xie berubah menjadi manusia penuh tato hitam ditubuhnya. Lalu tentakel setajam pisau menggeliat di atas punggungnya. Han genyu juga berubah menjadi iblis seperti Mong yi. Sisanya, Chi Tae yang sudah menjadi setengah naga buatan langsung melesat, menerjang Qin Yan.
Disisi lain, Qin Yan tersenyum sinis. Kloning yang bersembunyi disana langsung menghilang. Energi alam yang berhasil terkumpulkan mengalir didalam tubuhnya. Tubuh Qin Yan berasap, ia langsung menghindari serangan Chi Tae.
Chi Tae kemudian menendang, tapi Qin Yan menahan tendangannya. Angin berhembus ketika Qin Yan menahan kakinya. Ia hendak membalas, Tapi Chi Tae memilih mundur. Lalu kembali menyerang.
"Buk buk buk." Pertarungan jarak dekat pun berlanjut, Qin Yan dan Chi Tae tidak mau kalah. Mereka saling bertukar pukulan dan tendangan.
Selanjutnya, Han genyu dan Cui Xie datang menyusul. Mereka bertiga memborong Qin Yan bersamaan.
Qin Yan menghindari serangan mereka bertiga yang menyerangnya bertubi tubi, sampai akhirnya ia mengeluarkan belati Ying yang untuk membantunya menebas tentakel yang sangat menyebalkan.
Dibelakang, Rong Qiyu juga hendak menyerang. Namun, dua orang wanita datang menghalanginya.
"Oh, kenapa kalian suka sekali mengganggu kesenangan orang lain?" Rong Qiyu menatap tenang pada Sangguan Bing er dan Sangguan Fei er diatas udara.
Kedua gadis itu juga menatapnya dingin, seolah Rong Qiyu sangat memalukan. Mereka melawan seorang anak dengan 4 orang sekaligus? Meskipun Qin Yan bukan anak biasa, tapi dengan kekuatan mereka saat ini. Tidakkah mereka memperhatikan kelayakan?
"Lawanmu adalah kami!" Sangguan Fei er langsung melesat dengan belati ditangan kiri dan cakar ditangan kanannya. Sementara Sangguan Bing er mengeluarkan elemen angin, menyerang Rong Qiyu dari kejauhan. Ketiganya berada ditingkat Semigod, meskipun dua lawan satu, namun mereka terlihat seimbang.
Kembali ke pertarungan Qin Yan. Saat ini pertarungan diantara mereka semakin instens. Bentrokan senjata tajam terdengar sangat cepat, gerakan yang terlihat begitu sengit dalam tempo yang diluar batas. Disela sela pertarungan, Qin Yan menyerang mereka dengan elemen api miliknya tanpa aba aba.
Namun, seolah hanya untuk menghalangi pemandangan mata. Api Qin Yan yang begitu besar tidak berpengaruh apa apa pada mereka. Dalam kobaran api yang masih berkecamuk, mereka menembus api dan kembali menyerang Qin Yan.
Teleportasi.
Qin Yan kembali berteleportasi, namun dengan mudah mereka menahan serangan dadakanya. Chi Tae dengan secepat kilat menyerang, api membara memenuhi tangan nya.
Kejut mental.
Gelombang pusing yang dirasakan Chi Tae hanya berlangsung satu detik. Setelah itu, mata merah Qin Yan bersinar dan memancarkan cahaya.
Ilusi.
Baru saat itulah, Chi Tae benar benar terhenti. Namun, belum juga Qin yan menyerang balik. Cui Xie datang mengganggu. Qin Yan pun menciptakan beberapa klon untuk menanganinya.
'Hah? Aku! Tadi sempat tak sadar?' Dalam sesaat, ketika mereka tengah sibuk menghancurkan klonnya. Chi Tae akhirnya sadar, amarahnya kembali memuncak.
'Qin Yan.....!!" Ia langsung menembakan nyala api raksasa yang berisi energi kehancuran kepada Qin Yan.
Devouring.
Qin Yan mengulurkan kedua tangannya, api yang menyerangnya langsung terserap. Kekuatan yang terbilang cukup lumayan mengalir ditubuh Qin Yan.
"Energi kehancuran yang pekat. Hehehe...." Tawa Qin Yan membuat ekspresi mereka jadi suram.
Ketiganya memandangi Qin Yan dengan wajah muram. Lalu cincin ciyan mereka aktif, dan aura didalam tubuh mereka keluar.
(Perluasan wilayah, domain kematian. Avatar bela diri).
Cui Xie langsung membangkitkan domain dan Avatar miliknya. Domain yang begitu luas, sampai Qin Yan termasuk didalamnya.
(Perluasan wilayah, domain Neraka api. Avatar bela diri).
Chi Tae juga mengeluarkan kekuatan miliknya. Avatar yang dipenuhi bara api dengan dua tanduk di kepalanya mengaum dengan keras.
Yang terakhir, Han genyu. Kakek itu juga mengeluarkan domain dan Avatar miliknya. Mereka melingkari Qin Yan dan berniat memojokkannya.
"Hehehe..." Qin Yan tersenyum sinis, urat urat ditubuhnya membengkak. Api biru memenuhi tubuhnya. Lalu zirah Neidan melapisi kulitnya.
Perubahan iblis kedua, gerbang kedua, aktif.
Aura Qin Yan yang begitu kuat, mampu mengimbangi tekanan mereka. Dia yang juga dalam keadaan membara tak sabar untuk menyerang.
Sementara mereka juga mati matian menekannya. pada akhirnya, mereka gagal melemahkan Qin Yan
"Siung" Qin Yan muncul didepan Chi Tae. Memberinya tendangan.
Cui Xie mengambil kesempatan itu untuk menyerang. Energi kegelapan abadi sebagaimana parasit mulai menyerang. Mengelilingi Qin Yan dan menutupinya. Disaat Cui Xie percaya kalau Qin Yan telah tertangkap, disitulah dia tidak menyadari Qin Yan ada dibelakangnya.
"Bum" Cui Xie mendapat tendangan tepat di tulang rusuk. Dia terpental jauh kebelakang.
'Dia.... bukannya sudah tertangkap?' Cui Xie sama sekali tidak menyangka kalau Qin Yan ada dibelakangnya. Saat dia melihat ditempat dimana Qin Yan tertangkap. Qin Yan masih ada disana, terkena serangan dan digerogoti oleh serangannya. lalu siapa yang menyerangnya?
Kloning.
Sekarang mereka mengerti, ternyata Qin Yan memakai kloningnya. Dan yang lebih parahnya, masing dari mereka melawan lima Qin Yan sekaligus.
Lima orang? Lima orang dengan kekuatan melebihi mereka bahkan memasuki mode berserk.
"Sialan!" Han genyu mulai mengerutkan kening. Dia dikelilingi oleh lima orang klon Qin Yan. Sementara yang lainnya sudah memulai pertarungan.
Mungkin mereka akan sangat marah jika mengetahui, yang asli tidak ada diantara mereka. Qin Yan yang asli berada tidak jauh dari mereka dalam keadaan normal. Dia memandangi peperangan didepannya, mau tak mau dia mengerutkan kening. Memandangi keatas dimana Weiqing dan lainnya tengah menyelesaikan formasi.
"Pilar iblisnya belum dikeluarkan yah." Qin Yan pun memandangi sekitar. Sesuatu melintasi dimatanya. Dia pun mengeluarkan kertas, dan membuat pola.
"Yosh, meskipun aku tidak memiliki kunci. Namun, pola ini bisa menjadi kunci cadangan." Setelah Qin Yan menyelesaikan pola yang ia ukir. Dia pun meletakkannya ditanah. Pola itu bersinar. Lalu merambat ketanah, begitu panjang dan bercabang hingga ribuan akar.
Beberapa saat kemudian....
"Wung wung wung...." Dari berbagai tempat, tumbuh sebuah monumen pilar. Pelan tapi pasti, pilarnya tumbuh sampai menjulang keatas.
"Kieeek...." Para pasukan iblis menjauh dari jangkauan pilar secepatnya.
"Apa yang terjadi?" Semua orang bertanya tanya tentang keadaan ini. Berbeda dengan Weiqing yang tersenyum diatas sana.
"Anak itu... Aku tak paham bagaimana menggunakan benda itu. Jadi kinerja dari pilar pemusnah iblis seperti itu yah."
Pilar tumbuh semakin tinggi sampai akhirnya terhenti. Totalnya ada 290 pilar yang tersebar diseluruh kota surga. Dan Qin Yan sebagai pengendali pilar tersebut.
Pilar pemusnah iblis menyala ketika diaktifkan. Sama seperti pilar di alam cermin. Kinerja pilar ini sama hal nya. Semakin banyak pilar maka semakin berbahaya benda ini bagi para iblis.
Qin Yan langsung mengambil alih.
"Swosh" Satu tembakan cahaya ditembakan dari semua pilar. Para iblis dari dalam jangkauan pilar yang terkena cahaya tersebut langsung melemah.
"Swosh" Cahaya kedua langsung memusnahkan mereka. Setengah dari pasukan iblis terlihat hancur dan hangus. Semua orang yang melihat itu jadi tercengang.
"Astaga... pilar itu menghancurkan pasukan iblisnya...."
Para master berbalik ke bawah, mereka juga tercengang. Sementara Demon Magicstal yang masih bertarung dengan Lin Fin, dan Weisi. Menggertakan gigi dengan penuh kemarahan. Sekarang ia benar benar tidak punya harapan lagi. Ia harus lari.
"Mau kemana kau?" Weisi memasang energi Saint. Memanggil senjata dari dunia lain, lalu menembak kearah demon tersebut.
Namun, itu berhasil dihindari. Saat demon Magicstal hendak melangkah lagi, Shinzui datang menghalanginya. Menyibukkan dia dengan permainan pedangnya. Disisi lain, Lin Fin juga bergabung dan bertarung. Ketiganya melawan Makhluk tersebut dalam pertarungan jarak dekat. Hingga pada akhirnya, Demon tersebut kembali lolos dan melarikan diri. Disaat ini bahkan Weisi atau pun Lin Fin tak mampu mencegahnya.
'Aku harus melarikan diri? Harus?'
Disaat dia pikir dia sudah lolos. Tiba tiba tubuhnya membeku, dan yang membuatnya tidak bergerak adalah sebuah energi yang sangat tidak disukai iblis.
'Energi Zenit!'
Demon Magicstal berbalik kearah depan, disana seorang gadis cantik yang indah sedang menunggunya dengan pedang biru yang ia miliki. QingZhu dengan wajah tenang namun mematikan menghalangi jalannya iblis untuk melarikan diri.
"Ka-kau....!"
Tiba tiba tubuhnya tak bisa digerakkan. Ternyata darahnya membeku, bahkan iblis yang mempunyai dua jantung pun langsung dibekukan.
'Aaaakh...!' Si iblis hanya bisa menahan rasa sakit tanpa bisa berteriak. Saat dia sadar, QingZhu sudah menggunakan energi Zenit dalam bentuk api pemurnian.
"TI..... TI.... DAK...!!" Demon Magicstal pun merangkak berusaha melarikan diri. Wajahnya penuh ketakutan menatap QingZhu layaknya dewa kematiannya. Gadis itu benar benar menakutkan dimatanya, hingga membuatnya menggigil. Saat berikutnya, api pemurnian pun menjalar ke tubuhnya. Dia sudah terkena serangan QingZhu. Demon Magicstal hanya bisa menggeliat kesakitan dalam keadaan terbakar. Sampai akhirnya, tubuhnya hancur berkeping keping dan hanya menyisahkan kepala.
"Ka-kalian, akan menyesal. Para petinggi iblis akan mendeteksi kematianku. Ha ha ha.. Dunia kecil ini akan hancur. Kalian para manusia biadap, kalian akan mati. Ha ha ha."
Wajah QingZhu tetap dingin mendengar perkataannya. Tidak ada reaksi apapun diwajahnya. Ia langsung membelah kepala demon Magicstal dengan pedangnya karena dia tidak berhenti mengoceh.
"Diam dan cepatlah pergi ke neraka dengan tenang."