
Pertarungan semakin memanas dikerajaan Zhongtian. Kota surga dimana mereka bertarung berubah menjadi neraka. kota yang begitu luas dan hidup berubah menjadi hamparan puing puing dan asap asap akibat pertarungan.
"Darurat! Darurat! Beberapa orang yang terluka!"
Para petugas perawatan berkumpul ditempat dimana si kakek membantu para prajurit yang terluka. Semakin lama, semakin banyak korban yang berjatuhan. Semakin lama, para mayat semakin berserakan diatas tanah.
"Sudah kubilang kan. Kau urus para pengungsi. Kenapa kau ada disini?" Sang kakek dengan keringat mengalir memarahi seorang pria paruh baya yang tengah mengobati prajurit yang terluka. Dia adalah ayah Huang er yang dipercayakan untuk menjaga para pengungsi yang dipindahkan. Tapi dia malah datang membantu disini.
Ayah Huang er hanya tersenyum menanggapinya.
"Disana sudah ada beberapa pendekar yang berjaga. Kupikir anda sedikit kewalahan mengobati mereka."
"Cih, kau pikir aku selemah itu?"
Dimensi portal terus terusan terbuka, dengan banyak humanoid Altefra yang selalu keluar dari sana. Tidak ada yang sempat untuk menutupnya. Karena saat ini para ahli sibuk dengan pertarungan mereka masing masing.
"Slash slash slash"
Xuan ziwei, Dai Yueheng dan beberapa peserta lain terus terusan bertarung melawan para Humanoid yang tiada habis habisnya. Mereka terus bertarung tanpa kenal rasa lelah dan menyerah.
"Xin er, apa kau masih bisa bertahan?" Yunzhi bertanya pada gadis elf dibelakang. Yang bertugas sebagai pendukung. Mengirimkan kekuatan bagi para petarung.
Namun seiring berjalannya waktu, kekuatan Xin er mulai melemah. Akibatnya, dahinya yang terdapat lambang bulan sabit akhirnya menyala.
"Pohon suci......" Ia menutup matanya dengan tenang. Fokus pada sesuatu, tidak lama kemudian tubuhnya diselimuti kekuatan dan ia mengalirkan kekuatan itu kepada orang orang yang bertarung.
"I-ini...!!" Kekuatan yang kuat mengalir deras ditubuh para pejuang membuat mereka tercengang. Mereka menengok kearah gadis elf yang begitu teguh memberikan mereka kekuatan.
"Luar biasa."
"AYO!!! SERANG!!!"
Para prajurit sekali lagi maju dan menyerang para Humanoid serta para pasukan sekte dengan semangat membara. Disetiap tempat dikota surga akan ada satu elf yang bertanggung jawab untuk mengisi kekuatan pada pejuang. Hal ini mengimbangi pada portal yang terus menerus mengeluarkan humanoid.
Diatas langit.
"Pang pang"
"BOOOM"
"SWOOSH"
Para ahli yang bertarung menghiasi langit bagaikan kembang api. Berbagai macam serangan dan energi gemercik terjadi dimana mana. Salah satu pertarungan paling panas yaitu Weiqing yang melawan gabungan tubuh dari empat master.
Keringat membasahi wajah Weiqing. Ia menatap lawan didepannya.
"Apakah cuma ini kekuatanmu Weiqing?"
"Apakah cuma ini kekuatanmu Weiqing?"
"Apakah cuma ini kekuatanmu Weiqing?"
"Apakah cuma ini kekuatanmu Weiqing?"
Ucapan terus berulang setelah kalimat dikeluarkan. Weiqing akui, kekuatan mereka benar benar sangat kuat. Namun sepertinya, ia menemukan kelemahan mereka. Yakni kontrol, mereka agak kesulitan mengendalikan tubuh kesatuan mereka.
Weiqing akhirnya mempunyai beberapa ide. Ia memandangi keadaan yang lain. Para monster yang dibangkitkan oleh Han genyu, Cui Xie, Chi Tae bahkan portal buatan Rong Qiyu telah mengacaukan semuanya. Hanya tinggal masalah waktu, untuk memperlihatkan siapa yang akan tumbang duluan. Hati Weiqing terasa tersayat ketika melihat pemandangan kota Surga yang berubah menjadi neraka.
Aura luar biasa bangkit dari tubuh Weiqing. Energi Saint nya bangkit dan memanggil makhluk dari dunia lain.
"Dewa kematian!"
"Malaikat penghakiman!"
"Pasukan immortal!"
Semuanya muncul dan langsung memasuki pertarungan.
Yan Qinying, cincin emas bangkit berkilau.
"Area kekuasaan! Domain Guardian!"
"Avatar kebangkitan!"
Sebuah domain tercipta dengan tekanan yang luar biasa. Yan Qinying melawan beberapa tetua dari sekte gabungan. Sekte racun, Darkdemon, Darah merah neraka, dan Sekte Vermillion. Setelah itu, monster yang tercipta dari gabungan kekuatan akar merambat, membentuk patung kayu yang kuat. Bangkit dan mulai membantai, para tetua berhasil dipukul mundur.
Tapi, sama halnya dengan master sekte mereka. Para tetua itu juga bersatu menjadi satu tubuh. Yan Qinying semakin tidak diuntungkan dalam pertarungan ini. Sama halnya seperti Weiqing, ia juga bingung karena belum pernah hal seperti itu selama ini.
"Perluasan wilayah! Domain es!"
"Avatar kebangkitan!"
Chu yuehan juga melakukan yang sama. Monster es raksasa bangkit dan mulai melawan musuh.
"Perluasan wilayah! Domain Neraka bersalju!"
"Avatar kebangkitan!" Selain mereka, Xu shian juga melakukan hal yang sama. Pertarungan berlanjut sangat instens. Tubuh persatuan dari master sekte juga mulai mengeluarkan domain. Weiqing berhasil dipukul mundur.
Akhirnya, Weiqing juga mengeluarkan domainnya. Avatar kebangkitan, serta senjata andalan. Yakni sebuah busur. Disamping itu, dalam pertarungan jarak dekat. Ia menggunakan palu yang cukup besar untuk menghancurkan domain mereka.
"Huff... huff... Kau!" Berbeda dengan pertarungan Yao Chen. Demon Magicstal seakan kebingungan. Dia benar benar kewalahan melawan Yao Chen.
Sementara itu, Yao Chen memandangi makhluk itu dengan tenang. Tidak ada ekspresi apapun didalam wajahnya. Setelah lama ia tidak berbicara, mulut Yao Chen terbuka.
"Kau berasal dari wilayah whiteFlores kan?"
Pertanyaan Yao Chen membuat mata makhluk itu terbelalak kaget.
"Siapa kau sebenarnya?"
Yao Chen tidak menjawab. Ia malah menunjukan ekspresi menghina.
"Kepala penjaga gerbang sepertimu tidak pantas menanyakannya?"
Perkataan itu, serasa menusuk telinga. Demon Magicstal gemetar tak terkendali. Tubuhnya langsung membengkak, dan berubah menjadi ganas.
"GRAAAAAARRR....!!!!"
"Siapa kau sebenarnya!"
Yao Chen langsung menghindar. Tangan itu langsung menghantam tanah. Menyebabkan tekanan energi yang luar biasa. Semua master mengarah kebawah. Kekuatan yang luar biasa membuat mereka menggigil.
"Awas!!" Sementara para prajurit yang berada ditengah kota, menanggung resiko dari tekanan itu dan gelombang serangan. Mereka langsung ditindih oleh tanah dan abu yang bertebaran.
Tingkat Quasi God. Tingkat yang berada diatas Demigod. Yao Chen agak menyerngit. Tubuhnya saat ini tersegel didalam tubuh Qin Yan. Yang berarti, kekuatannya saat ini hanya sebagian kecil dari kekuatan aslinya. Namun, makhluk didepannya ini sudah memasuki kondisi ganas. Kekuatannya pasti meningkat berkali kali lipat.
Yao Chen meregangkan seluruh sendi ditubuhnya. Senyum terpancar diwajahnya yang tampan.
"Mari kita mulai!"
*******
"Bom"
Terlihat seorang pria terhempas jauh, menembus bebatuan. Gei Sha terkapar ditanah dengan kondisi mengerikan. Ia berusaha mengangkat kepalanya. Melihat Qin Yan yang sudah dipenuhi api biru memenuhi tubuhnya. Sisik dan zirah Neidan, serta satu tanduk yang ada dikepalanya. Matanya yang hijau menatap Gei Sha dengan tenang tanpa ekspresi.
Ia memasuki gerbang ketiga, ditambah dengan perubahan iblis tingkat dua. Gei Sha langsung menjadi boneka sasaran serangan Qin Yan.
"B-bocah! Siapa kau sebenarnya?" Gei Sha perlahan memuntahkan darah. Menatap Qin Yan yang ada didepannya. Dengan kasar, Qin Yan mencekik leher pria itu dan mengangkatnya keudara.
"Seharusnya aku yang bertanya. Mengapa kau menantangani kontrak dengan makhluk menjijikan seperti Demon Magicstal? Bahkan tubuhmu seluruhnya dikendalikan olehnya."
"Hahaha..." Gei Sha yang awalnya ketakutan, sekarang memberanikan diri untuk menanggapi hinaan Qin Yan dengan tawa yang lucu. Tapi ada kemarahan yang jelas dimatanya.
"Apa manusia rendahan sepertimu pantas menanyakan itu?"
Qin Yan langsung menatapnya dengan mata merahnya. Gei Sha langsung dibuat merinding. Tekanan ini, adalah tekanan dari manusia yang sudah membantai banyak iblis. Ia kebingungan. Bagaimana bisa manusia selemah ini mempunyai tekanan membunuh yang mengerikan. Apalagi, orang ini adalah didunia kecil. Ia bertanya dengan terbata bata.
"K-kau...! Mengapa kau mempunyai tekanan seperti lord?"
"Aku ingin bilang padamu. Kau menganggapku sebagai manusia rendahan malah tidak tahan didepan niat membunuhku. Kau keparat sampah. Makhluk rendahan sepertimu berani datang ke dunia ini. Sama saja mencari mati."
Aura disekitar Qin Yan terkondensasi, demon Magicstal menjadi sesak napas dan mulai meronta ronta.
"Perluasan wilayah! Domain penglihatan tak terbatas.!"
"Avatar kebangkitan!"
Qin Yan mengaktifkan kekuatan nya yang sesungguhnya. Sungguh Agung, semua orang tercengang.
"B-bukankah perluasan wilayah domain hanya digunakan jika sudah mencapai tahap kaisar? Anak itu bisa melakukannya yang hanya ditahap raja?"
Lin Fin tersenyum bangga.
"Kau tidak mengerti. Ketua kami memang sudah janggal dari awal. Jadi kau tidak perlu terkejut."
Perkataannya membuat semua orang terdiam. Weiqing mengepalkan tangannya dalam diam. Dia benar benar tak bisa berkata apa apa.
Shue Bing er kagum dengan mulut terbuka. Menyaksikan seseorang yang luar biasa didepannya. Tanpa sadar ia teringat saat dimana ia melihat Qin Yan bertingkah konyol, bodoh dan idiot. Ia selalu menghinanya namun Qin Yan sama sekali tidak marah. Seolah olah dia memang sudah terbiasa. Kalau Qin Yan masih punya harga diri waktu itu, seharusnya ia membela diri. Apalagi dengan kekuatannya yang sebesar ini, orang lemah sepertinya seharusnya sudah babak belur sejak awal.
"Jadi, Itu kekuatanmu yang sebenarnya?" Gei Sha berkata dengan bibirnya yang gemetar. Ketakutannya membuatnya semakin gila.
"Kenapa kau tidak menunjukkannya sejak awal?" Tanyanya lagi.
Qin Yan hanya menjawab dingin.
"Aku hanya menggubris orang orang yang kuanggap pantas. Sementara mereka yang awalnya lemah. Mereka tidak pantas sama sekali. Aku seperti berurusan dengan para kecoak. Karena mereka hanya bersikap sok kuat didepan yang lemah tapi juga menjilat yang kuat. Mereka layaknya katak sombong yang menganggap diri mereka istimewa tanpa menyadari betapa luasnya dunia ini."
Shu Bing er yang mendengar itu menjadi pucat. Jadi sejak awal, Qin Yan tidak menganggapnya, makanya ia malas berurusan dengannya. Ia mengepalkan tangannya dengan malu namun tak mengucapkan apa apa.
Disisi lain, Gei Sha mengerti. Tatapannya jadi terbelalak, dia tertawa seperti psikopat.
"Hahaha... Jadi begitu rupanya!" Tubuhnya langsung membengkak. Kini, wujud Gei Sha sudah tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah makhluk hijau yang sangat kuat. Auranya menyapu seluruh permukaan. Membuat puing puing bebatuan jadi kembali bertebaran. Ia mengeluarkan beberapa pil merah. kening Qin Yan berkerut melihat pil itu. Pil tersebut dihasilkan dari kekuatan yang diekstrak dari makhluk lain. Saking kentalnya kekuatan itu, sampai bisa membentuk pil.
Gei Sha memakan dengan rakus. Setelah itu, ia meregangkan tangannya.
"Graaaarrr...!!!" Otot otot yang tumbuh jelas. Regangkan tangannya mengakibatkan badai kencang menerpa semua orang.
Weisi terpental kebelakang, QingZhu menggunakan esnya untuk bertahan. Beberapa orang lain ada yang terhempas ada juga yang bertahan. Termasuk Xiu Xiu yang membentuk pelindung raksasa. Ia langsung melindungi orang dibelakang. Tang Liu, Xie Xie, Zhou Shinzui bahkan Gu Yimbing ikut berlindung dibalik pasir tersebut.
Sementara Qiu er membentuk dinding tanah bersamaan dengan Tang Liu yang memasang jaring jaring tebal.
Tapi untuk Qin Yan, dia berdiri disana. Angin menerpa rambutnya, menampilkan wajahnya yang serius.
"Hahaha...." Gei Sha tertawa senang karena gelonjak kekuatan yang dirasakannya. Lalu ia memandangi para peserta layaknya semut.
"Siung". Ia langsung melesat. Tapi bukan kearah Qin Yan.
"Apa!" Yang pertama adalah Xiu Xiu, matanya terbelalak saat menyaksikan kehadiran Gei Sha.
"Bukh" Ia dihantam tepat didada, sebelum dia sempat bertindak. Xiu Xiu langsung terhempas kebelakang.
Peserta yang dibelakang jadi waspada. Gei Sha langsung menuju orang yang terbelakang, Zue er.
"Tidak akan kubiarkan kau!" Gu Yimbing langsung berubah menjadi singa. Ia datang langsung menghalanginya. Namun, usahanya malah membuatnya dalam bahaya. Gei Sha langsung mencekik leher Gu Yimbing. Dan menghantam tepat diperutnya.
"Buakh"
Pria itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Gu Yimbing langsung pingsan. Setelah dia dibuang kearah lain.
Gei Sha tersenyum menatap Zue er. Alih alih ketakutan, gadis itu malah menanggapinya dengan dingin. Ini membuat Gei Sha terkejut. Rupanya bukan hanya Qin yan yang menarik disini.
Sebenarnya Zue er juga tidak mengerti. Memandangi makhluk ini, bukan ketakutan di wajahnya, malah kejijikan dan keinginan untuk menghancurkan mereka. Ia tidak tahu apa artinya ini, seolah olah ia sudah melihat makhluk seperti ini beberapa kali. Meskipun ini adalah pertama kalinya baginya melihat demon Magicstal.
"Kau lumayan juga yah, gadis kecil." Senyum Gei Sha. Zue er langsung mengeluarkan pedang panjang. Mengarahkannya ke arah Gei Sha.
Ekspresi Gei sha menjadi serius.
"Kau terlalu sombong nak." Ia hendak meraih Zue er dengan santai. Namun, ia tidak menyangka malah mendapat tendangan dari Qin Yan tepat ditulang rusuk.
"Ukh...!!"
Gei Sha terpental. Zue er jadi gugub ketika melihat Qin Yan yang muncul tiba tiba. Sebenarnya, Zue er sedikit takut karena melihat ahli sekuat itu. Namun, sekali lagi. entah kenapa ada perasaan aneh yang membuatnya berani mengeluarkan wajah dingin.
Setelah itu, beberapa orang muncul disamping Qin Yan. Weisi, QingZhu, Lin Fin, Xie Xie, Shinzui, Tang Liu, Qiu er, Xiang Xiang, bahkan Huang er juga ikut serta. Mereka menatap Gei Sha bersama sama. Persatuan ini pertama kalinya dalam sejarah. Dimasa lalu pun mereka tidak bersatu seperti ini. Mungkin, ini awal yang baru bagi mereka.
"Mari kita lawan dia bersama."