LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Masa lalu


"Huh?" Gadis itu juga berbalik padanya. Matanya menyipit untuk beberapa saat. Setelah itu, ia ikut membelalak. Tapi dia tidak mengatakan apapun. Xie Xie juga yang awalnya berseri langsung menjadi diam. Ekspresi nya jadi dingin dan datar, kemudian dengan acuh tak acuh memasuki pintu pelelangan.


Terlalu banyak hal menyakitkan yang dia alami karena mereka.


"Kalian saling kenal?" Tang Liu tak tahan untuk bertanya. Tapi ia heran mengapa sikap Xie Xie jadi berubah. Dia menjadi muram, seperti memendam sebuah kemarahan.


"tunggu!" gadis yang bernama Fei wu itu menghentikannya. tapi Xie Xie tak memperdulikan itu. alhasil, gadis itu menarik tangan Xie Xie.


"berhenti brengsek!" panggil Gadis itu dengan marah. Xie Xie terbalik dengan geram dan menghempaskan tangannya.


"jangan menyentuhku!"


terlihat Gadis itu terkejut. Matanya membesar dengan Awan gelap yang memancarkan kilauan air mata. tanpa banyak bicara dia langsung menampar Xie Xie.


"Plak!"


kini giliran Xie Xie yang terkejut. semua orang juga terkejut termasuk Qin Yan. Xie Xie memegangi pipinya dengan bingung. apa yang dilakukan gadis ini benar-benar membuatnya tidak percaya.


"gara-gara kau! waktu itu ayah dan ibu dibunuh oleh mereka. Jika saja kau... tidak ada. ayah dan ibu pasti baik-baik saja sekarang." Gadis itu menunjuk Xie Xie dengan tajam tanpa bisa menahan air matanya yang jatuh.


Xie Xie jauh lebih terkejut.


"A-apa! Ayah dan ibu...."


Tiba tiba Qin Yan maju dan meleraikan mereka.


"mari kita bicarakan ini di tempat yang tepat. kita sedang dilihat banyak orang sekarang." Qin Yan langsung membawa Xie Xie pergi, sementara Gadis itu memilih untuk tetap diam dan melanjutkan pekerjaannya. Qin Yan agak kesal, mengapa Gadis itu tidak mematuhinya dan mengikuti mereka. tapi bukan itu yang harus dia lakukan saat ini. sepertinya saat ini, Xie Xie sedang dalam gejolak emosi yang menekan pikirannya.


tanpa banyak bicara, Qin Yan langsung mengirimkan telepati pada gadis itu. mengatakan padanya untuk datang ke tempat yang sudah ia tunjukan.


Gadis itu kembali terkejut, dia tidak menyangka bahwa Qin Yan bisa melakukan telepati yang Bahkan tidak ada yang bisa melakukannya kecuali tingkat raja dan Kaisar. ia menatap Qin Yan, yang wajahnya hanyalah seperti anak di umur 18 tahun. entah kenapa menjadi semakin penasaran dengannya. tapi dia tidak mengatakan apa-apa. sebaliknya hanya bersikap tenang dan terlihat mengacuhkan Qin Yan.


Qin Yan memesan ruang pribadi. Di mana mereka masuk bersama-sama. Tang Liu dan Xiu Xiu mengikutinya. mereka tidak berbicara melainkan hanya memandangi Xie Xie yang duduk terdiam di atas ranjang.


Qin Yan mendekatinya dan duduk di sisinya.


"apakah dia keluargamu?"


Xie Xie menghela nafas. kenangan indah beserta kenangan menyakitkan berputar-putar di kepalanya. Dia memegang kepalanya yang sakit. Dia sungguh tidak mampu mengingat masa lalunya. tapi pada akhirnya ia pun juga menjawab pertanyaan Qin Yan.


"Ya."


Xiu Xiu dan Tang Liu menyerngit. tidak disangka, Xie Xie yang selama ini selalu bersikap ceria tanpa adanya masalah ternyata juga punya masa lalu dan keluarga.


"bisa dibilang, dia adalah kakakku. hanya beda beberapa bulan. ayah mengatakan kan, bahwa aku dan Fei wu lahir di lain waktu yang berbeda."


Alis Qin Yan berkerut. Beda beberapa bulan? Apakah mereka saudara kandung?


Xie Xie tersenyum pahit sambil mengelus dahinya.


"kalian pasti bertanya-tanya. mengapa saudara kandung lahir di waktu dekat. sejujurnya aku juga tidak mempercayai ini. antara siapa yang benar. apakah aku anak kandung mereka atau bukan. ini berawal dari impian dan obsesiku semasa aku kecil. aku ingin menjadi seorang tentara, tapi kata-kataku itu menghancurkan kehidupanku."


Xie Xie mulai menceritakan masa lalunya. saatnya dititipkan ke teman ayahnya oleh keluarganya sendiri karena dikejar oleh keluarga yang tidak bisa dia ingat. kemudian dibeli oleh seorang ilmuwan gila. lalu bertemu Xiu Xiu. dan menjalani eksperimen menyakitkan sekaligus yang menjadi trauma dalam hidup Xie Xie.


"tapi bukankah Gadis itu mengatakan, kalau ayah dan ibumu yang membuangmu, sudah meninggal? pasti ada sesuatu yang terjadi pada mereka kan?" ucap Tang Liu.


"benar juga. itu pasti berhubungan dengan keluarga yang memburumu. tapi masalahnya siapa mereka?" xiu xiu menimpali sambil berpikir dengan jari di dagunya.


Xie Xie memegang kepalanya dengan pusing. berusaha mengingat namun ia tidak bisa.


"aku.... tidak bisa mengingatnya!"


"Sudahlah kalau begitu. jangan terlalu dipaksakan." Qin Yan menepuk-nepuk bahunya, berusaha menghiburnya. tapi dalam hati ia ikut penasaran. sepertinya Xie Xie mempunyai latar belakang yang kurang biasa seperti Xiu Xiu dan Tang Liu.


pelelangan akhirnya dimulai. Qin Yan dan Xiu Xiu mengikuti pelelangan itu. Tang Liu diperintahkan untuk menjaga xie xie.


di dalam pelelangan, ada sebuah item yang cukup menarik perhatian Qin Yan. sebuah benda tua yang sudah rapuh dan berdebu muncul di depan mereka.


sebuah kotak kecil hitam, yang terkunci rapat. tidak menunjukkan keistimewaan apapun. Namun, Qin Yan tahu betapa istimewanya benda didalam kotak itu.


"ini adalah benda tua yang diwariskan turun-temurun dari jaman dahulu. katanya di dalamnya ada sebuah harta yang sangat berharga. mengenai apakah itu benar atau tidak, tidak ada yang bisa membuktikannya. namun tidakkah kalian berpikir, betapa misterius nya benda ini? padahal benda ini tidak bisa dihancurkan dengan kekuatan apapun. kalian harusnya mengerti betapa kuatnya benda ini. Jika ada yang bersedia, kami akan menjualnya dengan harga 1000 koin."


1000 koin adalah jumlah yang sangat rendah. Tapi anehnya tidak ada yang menyahut penawaran tersebut. semua para tamu diam dan mulai berbisik.


"percuma kita membelinya, itu tidak berguna."


"ya. kudengar sudah banyak yang membelinya namun tidak satupun yang bisa mengungkap rahasia di dalamnya. ada yang bilang itu hanya sebuah besi keras yang bahkan tidak bisa di tempa oleh ahli penempa manapun."


seorang kakek tua yang ada di balik tirai panggung hanya tersenyum pahit. benda tua itu adalah miliknya. dia menjualnya ke sini berharap mendapatkan beberapa koin agar dia bisa bertahan hidup. sayangnya seperti yang diharapkan, tidak ada yang mau membelinya.


hal yang mengejutkan terjadi. seseorang tiba-tiba mengangkat tangannya. seorang pedagang gendut dengan dua orang wanita di pelukannya berkata dengan nada remeh.


"aku akan membeli kotak tua dengan senang hati. ini juga demi mempertahankan reputasi pelelangan. tapi harganya harus 100 koin."


"Bhuahaha...!!" tiba-tiba perkataannya disambut oleh para tamu yang berada di sekitarnya. 2 wanita seksi yang berada di pelukannya yg awalnya merasa kagum juga ikut tertawa.


kakek tua yang sudah senang ketika ada yang membeli barang nya kembali kecewa. dia tidak menerima jika itu hanya 100 koin.


"hahaha.... tidak perlu 100 koin. 10 koin pun tidak akan kukeluarkan jika itu gunanya hanya akan menjadi pengganjal kaki meja."


Para tamu kembali tertawa. lalu seseorang pun juga ikut berdiri.


"Bhuahaha....!!" semua orang tertawa seakan lelucon tersebut tidak ada habisnya. sang pembawa acara didepan hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepala. menyuruh para pelayan untuk datang membawa benda itu kembali. kakek tua yang ada di belakang tirai pun juga hendak meninggalkan pedalangan dengan perasaan kecewa karena menunggu dengan sia-sia. Ia sudah berharap bahkan rela berlutut di depan para resepsionis yang bekerja di pelelangan ini untuk menjual barangnya. Sepertinya semua itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Tunggu!" tiba-tiba ada yang berteriak di saat mereka hendak membawa benda itu pergi.


Qin Yan mengangkat papan harga ditangannya sambil berdiri dengan ekspresi tenang. tapi di dalam hati ia sangat bersemangat.


"aku akan membelinya. Seribu koin, bukankah itu cukup?"


semua orang terdiam. ruangan pun menjadi hening. semua berbalik pada Qin Yan. seakan melihat badut di antara mereka.


"anak muda, kusarankan agar kau tidak membelinya. benda itu tidak berguna, tidak ada yang mau membelinya karena semua orang di sini tahu. kalau benda itu tidak ada yang bisa membukanya bahkan para ahli sekalipun. kau jangan membuang-buang uang mu hanya untuk itu. lebih baik kau simpan untuk item selanjutnya. karena babak selanjutnya pasti akan sangat seru."


Qin Yan tersenyum polos seakan tidak tahu apa-apa.


"entahlah. 1000 koin juga bukan apa-apa untukku. sepertinya benda itu akan sangat berguna jika aku menggunakannya untuk melempar orang."


semua orang terdiam dengan kata-kata itu. entah kenapa keringat mereka menetes. mengapa mereka tidak memikirkannya. benda sekeras itu sebenarnya juga mempunyai kegunaan. walaupun tidak bisa dibuka atau dihancurkan. bukan berarti benda itu akan seperti itu terus selamanya. benda itu sebenarnya bisa digunakan senjata walaupun itu memang untuk melempar orang.


"Bhuahaha...! lelucon yang bagus anak muda. aku suka itu. kurasa kau anak yang cukup menarik. aku ingin lihat apakah kita bisa bersaing pada item selanjutnya." orang yang berbicara pada Qin Yan segera berbalik dan kembali duduk.


palu pun dijatuhkan. pertanda item berhasil terjual tanpa adanya persaingan. kakek tua di belakang tirai akhirnya bernafas lega. akhirnya ada yang mau membeli barangnya meskipun itu hanya akan digunakan sebagai benda untuk melempar orang.


item-item selanjutnya pun ditampilkan. namun tidak ada satupun yang menarik perhatian Qin Yan. meskipun situasi cukup membosankan. Tapi ada sesuatu yang terjadi selain pelelangan. xiu xiu sebagai patriak baru, mendapat ajakan berkomunikasi dengan para bangsawan lain. mereka mengajaknya bicara, dan menceritakan beberapa tentang perkenalan serta latar belakang mereka.


disaat xiu xiu sibuk meladeni mereka, Qin Yan sudah tidak sabar untuk berdiri dan bertemu dengan beberapa pelayan di balik tirai. Di sana ia bertemu dengan seorang wanita yang bertugas sebagai tempat pembayaran. Qin Yan memberikan 1000 koin, Setelah itu barang yang ia beli pun akhirnya diberikan padanya.


seorang kakek tua juga datang ke kasir tersebut. mengambil sekantong koin yang tadi Qin Yan gunakan untuk membayar. Koin itu juga sudah dibagikan oleh pihak pelelangan. Meskipun mungkin koin yang diterimanya agak kurang. namun tidak ada sekalipun rasa tidak terima di wajah pak tua itu. ia malah sangat bersyukur karena benda yang dilelangnya akhirnya dibeli oleh pelanggan.


dia pun membungkuk dan berterima kasih pada Qin Yan.


"Tuan muda, anda benar benar bermurah hati mau membeli barang saya."


Qin Yan pun tersenyum.


"Tidak Tuan. Malah aku yang berterima kasih. Bisa bisanya aku sangat beruntung. Bisa mendapatkan benda yang benda yang begitu istimewa ini dikerajaan ini. Benda yang begitu luar biasa, aku tidak mengerti mengapa para manusia bodoh itu tak mau membelinya. Tapi, harga benda sangat tidak sepadan dengan kegunaannya." Qin Yan mengambil sekantong koin lagi. Kali ini, ukuran kantong itu dua kali lebih besar dari sebelumnya. Dia menyerahkan itu kepada pak tua tersebut.


Pak tua itu tercengang. Tidak disangka ia malah mendapatkan uang tambahan. Namun yang lebih membuatnya terkejut adalah mengapa orang didepannya bersedia membayar mahal dengan suka rela. Padahal harganya sudah ditentukan.


Apakah dia mengetahui apa yang ada didalam kotak itu?


"Haish..." Pak tua itu menghela napas. Entahlah, apapun yang terjadi, dia tidak punya lagi hubungan apapun dengan benda itu.


Qin Yan pergi sambil bersenandung. Melihat Xiu Xiu yang sibuk dengan beberapa bangsawan lain, Qin Yan hanya menertawainya. Setelah itu, ia pergi menuju ruangan dimana Tang Liu dan Xie Xie berada.


Tetapi, ketika datang kesana. Qin Yan hanya melihat Tang Liu. Dimana Xie Xie? Qin Yan bertanya pada gadis itu.


"Dia pergi." Tang Liu menjawab, menunjuk kemana anak itu pergi.


Qin yan hanya menggelengkan kepala. ia mulai mengeluarkan energinya untuk mencari keberadaan anak itu. Rupanya dia disana, duduk dipinggir jendela sambil melamunkan sesuatu.


Tang Liu mengikuti Qin Yan mendekati anak itu. Ternyata Xie Xie tengah memandangi gadis yang tadi membentaknya. Dia disana, berjaga didepan gerbang. Banyak pria yang mengajaknya bicara, tapi sikap gadis itu tetap dingin dan acuh tak acuh. Mengabaikan mereka dan tetap melakukan tugasnya. Qin Yan dan Tang Liu juga melihatnya. Namun tidak mengatakan apapun.


Waktu pun berlalu, sampai sore pun Xie Xie tak bergeming layaknya orang tak waras. Xiu Xiu pun mendatangi mereka setelah mencari begitu lama. Dia diantar oleh manajer pelelangan yang merupakan wanita dengan perawakannya yang seksi.


Tapi, pesonanya sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka. Ini membuat wanita itu agak kesal. Melihat penampilan Qin Yan dan lainnya, dia sudah tau kalau mereka hanyalah anak biasa yang mengikuti Xiu Xiu.


"Tuan Xiu, sudah waktunya kami tutup. Tapi kalau anda mau, kami akan menyiapkan anda kamar untuk anda teman teman agar bisa menginap." Tapi wanita itu tetap bisa mengontrol sikapnya dan bersifat profesional.


"Ah, beg-begitu yah..." Xiu Xiu menjawab dengan kaku. Wanita itu agak mengakui, meskipun mereka masih lebih muda darinya. Tapi perawakan mereka juga bukan main. Mereka lumayan tampan. Bahkan jika dia bandingkan, kekasihnya saja agak berbeda jauh dari mereka.


'Apa yang ditunggu anak anak ini?' Kening wanita itu berkerut. Kali ini Xie Xie tiba tiba bergerak dari tempat duduknya setelah sekian lama duduk disana. Dia segera keluar ketika melihat bahwa gadis itu telah menyelesaikan tugasnya. Pasukan tentara mereka bersiap untuk pergi. Qin Yan dan lainnya juga mengikutinya.


'Bukankah mereka mengejar tentara yang kami sewa?' Wanita itu melirik ke arah gadis yang mereka tatap tadi. Dia langsung mengerti. Ini adalah urusan percintaan anak muda. Namun, ia harus mengikuti mereka juga. Karena ini masih berada diwilayah pelelangannya. Jika saja mereka membuat kekacauan, maka masalahnya akan ribet juga.


"Aku ada urusan sebentar." Gadis tentara yang bernama Fei wu berbicara dengan tenang. Yang berjaga bukan hanya dia dan temannya. Tapi ada juga beberapa tentara pria yang bahkan berjaga didalam ruang pelelangan. Ketika gadis itu mengatakan dia ada urusan, semua anggota lainnya berhenti. Kening mereka berkerut.


"Ada masalah apa Fei wu?" Seorang pria berperawakan kekar bagai beruang mendekati gadis itu dengan wajah penuh perhatian.


"Bukan urusanmu." Tetapi gadis itu menjawab acuh tak acuh. Dia memang sudah terbiasa seperti itu. Gadis itu berbalik tanpa banyak bicara meninggalkan mereka. Teman perempuan yang tadi berjaga dengannya juga mengikutinya pergi. Tapi, sekelompok tentara itu tidak tinggal diam. Dan pria yang mendekati gadis itu, adalah ketua diantara mereka. Mereka juga mengikuti kemana Fei wu pergi.


Meskipun Fei wu tahu itu, tetapi dia tidak menghiraukannya. Dia terus berjalan sampai akhirnya ia berhadapan Xie Xie yang juga berhadapan dengannya.


"Cepat jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Xie Xie tak sabar. Fei wu tidak berbicara untuk sesaat. Dia malah melipat tangannya didada.


"Disini bukan tempat yang tepat untuk kita bicara." Jawabnya.


Pria dibelakang gadis itu yang melihat mereka mengerutkan kening. Apa apaan ini? Apakah pria itu punya hubungan dengan gadis yang dia sukai?


"Tunggu!" Karena rasa cemburunya ia menghentikan mereka.


"Kalian akan pergi kemana?" Tanyanya tak senang.


"Sudah kubilang kan, ini bukan urusanmu." Gadis itu menjawab datar, rasa kesal terlihat diwajahnya. Tapi pria itu malah tidak memperhatikannya. Ia malah menatap Xie Xie sembari menarik tangan gadis itu.


"Apa urusanmu dengan anggota kami?"


"Aku ingin berbicara dengannya sebentar. Hanya empat mata."