LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Berita mengejutkan


"Wuuiiing..... Wuuuuiiing..." Setelah Qin yan berteriak, suara itu muncul kembali. Namun dengan bunyi yang begitu nyaring.


"HAAAAKKHHSS.....!!!!" Teriak Qin yan sambil menutupi kedua telinganya dengan tangan. Kepalanya pusing bukan main, membuat kedua pisau yang ia genggam jadi terjatuh.


Rasanya kepala Qin yan berputar seiring dengan nyaringnya suara itu yang bergeming dikepalanya.


"WUARGH!" Qin yan terjatuh, ia memuntahkan seluruh isi perutnya lewat mulut. Suara itu bahkan membuat Qin yan muntah karena pusingnya yang luar biasa.


"Hah hah hah." Seluruh tubuh Qin yan dipenuhi keringat, tubuhnya tak bisa bergerak karena suaranya tak pernah berhenti berdengung.


"UUKKHH....!!" Teriak Qin yan sekali lagi.


'Z! Tolong, hancurkan gendang telingaku.' Teriak Qin yan dalam hati.


..."Tapi tuan, penghancurkan gendang telinga akan membuat anda menjadi tuli. Apa anda benar benar yakin?"...


'Cepat lakukan saja. Ukh...'


Qin yan menutup matanya, selang beberapa saat setelah itu. Ia pun menjadi tenang. Darah keluar dikedua telinganya. Dan kedua tangannya kemudian menjadi rileks setelah berusaha menutupi telinganya dari tadi.


Yah, sekarang Qin yan sudah menjadi tuli. Dan tidak ada suara lagi yang perlu ia dengarkan.


"Huh!" Siulet yang sedang mengawasinya dari balik pohon tiba tiba terkejut, namun tidak lama kemudian ia sendiri tersenyum. Kemudian maju menyerang lagi.


"Apa!" Tentunya Qin yan terkejut saat merasakan musuh mulai menyerang lagi. Ia ingin menghindar, namun tak sempat sama sekali.


"BRUK" Serangan itu membuatnya terpental hingga menghancurkan satu batang pohong.


"Ukh...." Darah pun menetes keluar dari mulutnya. Qin yan memegang perutnya yang sakit karena serangan musuh tadi.


"Mmmm.... mmm.... mmm..." Sementara Medusa terus meronta ronta ketika melihat Qin yan diserang, berusaha melepaskan ikatan rantai ditubuhnya. Namun tetap, ia tak bisa apa apa.


'Dia tidak mengikatku meskipun aku sudah tidak berdaya, tampaknya musuh ingin mempermainkanku. Targetnya adalah aku ruapanya.' Pikir Qin yan dengan tenang. Ia pun memfokuskan seluruh energi pernapasannya kedalam inti dantian bagian dada. Inti itu berputar putar, hal itu membantu Qin yan untuk mendeteksi serangan musuh sekali lagi.


'Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan berusaha memenuhi keinginanmu. Neidan, tolong bantu aku.' Qin yan pun membuka mata sekali lagi, seluruh tubuhnya kini dipenuhi api hijau, satu tanduk muncul didahinya. Pipinya bagian bawah mata menjadi hitam, dan tangan kirinya berubah menjadi delapan kepala ular. Masing masing ular mengawasi arah yang berbeda. Karena penglihatan mereka memang saling berhubung. Serasa Qin yan bisa melihat kesegala arah meskipun pandangannya tetap kedepan.


Kali ini ia bertarung tanpa adanya pendengaran, hanya mengharapkan penglihatan, Penganalisa Z, dan indra keenam miliknya.


"Hoo... Menarik sekali." Senyum siulet itu lagi saat melihat perubahan mendadak di tubuh Qin yan. Ia pun mulai menyerang sekali lagi.


"Huh!" Ancang ancang siaga Qin yan mulai bersiap siap, tangan kanannya mengeluarkan cakar tajam.


'Disana!' Meskipun ia hanya merasakannya saja, namun cukup untuk Qin yan mengindentifikasi keberadaan musuh.


"Siut" Tanpa pikir panjang ia langsung menyerangnya. Namun dengan secepat kilat sosok itu menghindar dan langsung menyerang balik.


"BOOOM" Kini siulet Qin yan terlempar sekali lagi hingga menghancurkan dinding batu.


"Ukh..." Ringis Qin yan, yang terkapar diatas tanah. Dalam satu serangan, bahkan ia sendiri langsung jatuh tak berdaya. Perubahan iblis yang menyelimuti tubuhnya kini menghilang dengan cepat.


'Apa apaan ini, siapa sebenarnya orang yang menyerangku? Jika saja kultivasiku tidak disegel, aku mungkin masih mempunyai peluang 20 persen untuk bersanding dengannya.' Qin yan pun hanya memegangi segel yang ada diperutnya, ingin sekali ia membuka segel itu. Tapi perjanjiannya belum mencapai tiga tahun. Dan itu tidak seharusnya untuk dibuka.


'Tidak, aku tidak boleh menyerah! Ini bukan seperti karakterku. Aku... tidak boleh menyerah!' Qin yan berusaha bangkit lagi. Menutup matanya erat erat.


'Kumohon Neidan! Beri aku kekuatan lebih.' Saat berikutnya, mata Qin yan terbuka dan langsung memasuki alam bawah sadarnya sendiri. Saat ini ia berdiri didepan ular raksasa berkepala delapan.


"Kau ingin kekuatan lebih?" Tanya ular itu dengan dingin.


"Memangnya apalagi yang harus kulakukan. Musuh terlalu kuat, setidaknya beri aku sedikit, meskipun peluangnya sangat kecil untuk melarikan diri." Jawab Qin yan dengan tenang.


"Bocah, aku akui kau dapat mengendalikan unsur kekuatan jahat kami. Tapi bukan berarti tubuhmu dapat bertahan jika kekuatan yang kami berikan telah melewati batas wadah yang kau tampung."


"Tidak, itu akan seimbang jika aku gabungkan dengan mode berserk gerbang kedua." Senyum Qin yan menanggapi itu, seolah olah, itu tidak apa apa baginya.


"Aku mengerti, jadi kau memanfaatkan konsep timbal balik diantara dua jenis kekuatan yang kau miliki didalam tubuhmu. Teknik terlarang gerbang Pembantai mengandalkan ledakan energi yang kau keluarkan dari tubuhmu. Agar menjadi kuat secara instan, dan energi yang kumasukan akan secara bertahap mengalir dengan adanya pelepasan energi tersebut. Ini sama seperti aku menuangkan air di tempat yang bocor. Itu artinya tubuhmu akan tetap seimbang meskipun aku memberimu kekuatan yang banyak."


"Tepat sekali." Senyum Qin yan membenarkan hal tersebut.


"Tapi teknik itu mengerikan sekali, apalagi kau sudah sampai ke gerbang kedua. Jangan sampai kau tak bisa menyeimbangkannya dan energimu terkuras oleh teknik itu."


"Baik tenang saja." Qin yan pun mengangguk dan menunduk menerima kekuatan itu.


Ekor ular itu kemudian menjentikan sebuah tetesan energi diatas kepala Qin yan. Ketika tetesan itu jatuh dan memasuki tubuhnya, Qin yan pun tiba tiba membuka mata didunia nyata. Gejolak energi keluar dari tubuhnya mengakibatkan angin kuat menghembus dan menerpa pepohonan.


'Kekuatan yang begitu kuat. Aku bisa merasakannya dengan jelas.' Sosok yang tengah bersembunyi dibalik pohon juga tertegun dengan kekuatan Qin yan yang melonjak.


'Perasaan ini, kekuatan ini. Setidaknya aku mempunyai peluang 60 persen untuk melarikan diri bersama Medusa.'


Api hijau kembali menyelimuti tubuh Qin yan, kedua tangannya dipenuhi sisik, kakinya terlengkapi dengan armor. Tubuhnya yang dipenuhi lonjakan kekuatan membuat mulut Qin yan mengeluarkan asap putih. Ia pun mulai menutup mata lagi. Dan akhirnya....


"HAAARRGGH...!!!" Gerbang kedua aktif, area kawasan Qin yan berada memunculkan sebuah tornado raksasa.


"BOOM" Angin ****** beliung tersebut menyebar dan menyapu semuanya.


"Huh! Apa yang terjadi disana?" Berkata Ratu Es yang melihat sebuah energi kuat yang terlihat jelas jika dilihat dari istana mereka. Bahkan anginnya saja menerpa rambutnya.


"Sebaiknya aku pergi memeriksanya." Ia pun pergi menuju kearah ledakan energi tersebut.


Kembali kesituasi Qin yan. Saat ini ia masih mendeteksi keberadaan musuhnya sebelum ia bergerak. Sosok hitam yang berada dibalik pohon tersebut juga hanya diam, menyaksikan Qin yan yang semakin berapi api.


'Jadi bagaimana yah, apakah dia akan menyelamatkan wanitanya atau tidak.' Ia terus menunggu agar Qin yan bergerak. Tidak, lebih tepatnya ia menunggu Qin yan menyelamatkan Medusa.


"Siung" Mata sosok itu tiba tiba membesar, melihat Qin yan tiba tiba menghilang dari tempatnya.


'Hm.... mari kita tunggu. Hah!' Awalnya ia tersenyum, namun tiba tiba ia terkejut. Melihat Qin yan sudah ada didepannya. Tangan kanan anak itu yang sudah dipenuhi cakar hendak menerkamnya.


"BOOOM" Efek serangan yang begitu kuat, bahkan membentuk jalan didepan.


"Huh!" Ia terkejut sekali lagi, Qin yan menghilang dari tempatnya. Dan tiba tiba muncul ke samping sosok itu.


"Hiyaaah!!!" Teriak Qin yan meninju sosok itu, namun dengan santai tangannya dipegang begitu saja.


"BOOM" Ledakan terjadi sekali lagi, namun sosok itu hanya baik baik saja.


"Sungguh luar biasa, belum pernah kau melihat trik seperti ini. Kau benar benar tidak mengecewakanku. Tapi didepan tahap Semigod kau tidak bisa apa apa!!" Pria itu memegang tangan Qin yan dengan kuat. Tangan satunya lagi terarah kedada Qin yan.


"BUM" Mata Qin yan membesar, mulutnya mengeluarkan darah segar. Saat tangan itu menghantam dadanya. Ia terpental ketanah dan membentuk kawah akibat kekuatan energi yang begitu kuat.


"Apa dia sudah mati?" Gumam sosok itu, ia pun memandangi tangannya yang menggengam tangan Qin yan tadi. Betapa kagetnya dia, saat tangannya gemetar. Karena tangannya itu tengah terbakar oleh api hijau, tentunya diikuti dengan rasa sakit.


"Benar saja apa yang dikatakan Weiqing, dia bukan anak biasa. Bagaimana bisa tangannya menyimpan racun mematikan seperti ini?" Alisnya berkerut memikirkan kondisi tangannya. Ia pun tak punya cara lain selain memotong tangannya sendiri.


"Huh, bahkan aku sampai kehilangan tangan kanan hanya karna menguji anak itu. Sebaiknya aku hentikan ini, dan meminta maaf padanya. Biar kuperiksa dulu dia, apa dia masih hidup atau tidak." Dia pun menuju kearah lubang tempat Qin yan berada, namun ketika ia menginjak tanah. Sebuah segel langsung mengikat dirinya.


"Apa! Ini jebakan!!!" Mata sosok itu langsung membesar, formasi segel yang tertera diatas tanah jadi mengikat dirinya.


'Sial, jadi alasan ia begitu lama didalam sana bukan karna pingsan atau mati. Tapi dia sudah mempersiapkan sebuah formasi.' Memikirkan itu, sosok tersebut menggertakan gigi. Ia ingin melepaskan diri, namun segel itu tampak kuat. Mampu menahan dirinya.


'Anak ini.... Dia mampu menciptakan segel tingkat tujuh?' Batinnya dengan gemetar, seaaat kemudian matanya pun membesar. Qin yan sudah berada diatas kepalanya. Kaki anak itu terangkat, dan langsung menghantam bahunya.


"BOOOMM" Ledakan terjadi sekali lagi, ratu es yang hampir memcapai tempat mereka berada, tertegun dengan ledakan tersebut. Ia pun semakin mempercepat kemampuan terbangnya.


Didalam debu yang bertebaran, keluarlah dua sosok yang sudah mengalami perubahan iblis. Pertama Qin yan yang aura api hijau, perubahan iblis tipe Neidan. Namun saat ini ia sedang terikat oleh tali biru. Dan satunya lagi, sosok yang tadi menyerang Qin yan. Api biru terang juga memenuhi seluruh tubuhnya. Dan rupanya ia seorang wanita dengan rambutnya yang sedikit pendek. Dua tangannya dipenuhi tali tali biru yang mirip seperti akar.


Dibagian pundak kiri wanita itu, terdapat sebuah bekas tendangan yang berasap. Itu adalah tendangan bekas Qin yan tadi.


'Ukh, sakit juga.' Batin Wanita itu memegang pundaknya.


"Cukup Yuehan! Jangan mempermainkan anak itu lagi." Akhirnya pertarungan pun terhenti dengan datangnya Zhou weiqing. Ia melayang di langit ekspresi cukup kesal.


"Hmph..... Padahal aku hanya bermain main saja." Ucap wanita itu dengan cemberut. Sosok wanita itu akhirnya kembali ketubuh manusia. Sosoknya sangat cantik, rambutnya hitam dengan wajahnya yang manis. Dia adalah istri terakhir Zhou Weiqing yang mengikutinya saat kekacauan dikerajaan Glasier.


"Kau bilang hanya bermain main, tapi lihatlah dirimu. Kau bahkan kehilangan satu tanganmu." Alis Weiqing pun berkerut, mendekat dan menyembuhkan tangannya.


"Jangan khawatir, aku baik baik saja." Senyum Wanita itu, lalu pandangannya beralih pada Qin yan yang tengah terikat.


Awalnya Qin yan memberontak dengan ikatan itu, namun lama kelamaan ia pun tidak bisa menghancurkannya. Sampai akhirnya dia sendiri juga kembali kebentuk manusianya.


"Hah hah hah" Qin yan terjatuh lemas, seluruh kekuatannya habis sepenuhnya. Ia tak mampu lagi untuk berdiri.


'Kalau aku terus memaksa mungkin aku akan terbaring diranjang untuk beberapa waktu.' Batin Qin yan dengan satu matanya tertutup.


Tiba tiba ratu Es pun mencapai tempat mereka. Betapa kagetnya dia saat melihat kekcauan itu.


"I-ini.....!!!" Namun ia lebih kaget lagi saat melihat Qin yan habis bertarung dengan istrinya Weiqing. Seorang ahli tahap Semigod. Dengan cepat ia pun bersembunyi dibalik pohon, masih berpikir dua kali ketika ingin mendekati mereka.


'Aku tidak salah lihat? Qin yan habis bertarung dengan seorang ahli tahap Semigod.' Matanya semakin membesar saat melihat tangan istri Weiqing yang berasap. Artinya sedang dalam proses regenerasi.


'Di-dia... bagaimana bisa?' Batinnya penuh keringat.


"Apa mau kalian!!" Berkata Qin yan dengan susah payah walaupun sedang terikat.


"Oh, maaf maaf. Aku lupa melepaskanmu." Senyum wanita itu, kemudian tali yang melilit Qin yan jadi menghilang. Qin yan pun terbebaskan. Namun meskipun begitu, Qin yan masih tidak bisa apa apa. Akibat kehabisan energi.


"Oh, istrimu juga." Kemudian tali yang mengikat Medusa juga ikut dilepaskan. Gadis itu berlari dan menghampiri Qin yan. Melihat kondisi Qin yan yang seperti itu, membuatnya marah, bahkan mengamuk didepan Weiqing dan istrinya.


"Ka-kalian.....!!!" Auranya pun lepas, hendak bertarung habis habisan dengan mereka. Namun Qin yan berhasil memegang kaki gadis itu agar ia berhenti.


"Me-mereka terlalu kuat, jangan bertarung dengan mereka. Ukhuk ukhuk." Qin yan terbatuk, memuntahkan darah.


Melihat itu, Weiqing dan istrinya saling berpandangan. Tidak lama kemudian tangan istri Weiqing memancarkan aura hijau, menyembuhkan tubuh Qin yan sampai pulih.


'Aku.... Disembuhkan?' Batin Qin yan tak percaya, ia pun memandangi mereka dengan heran.


"Aah.... Bagaimana memulainya yah. Weiqing begitu menghormatimu hingga aku jadi sangat penasaran padamu. Aku juga tidak ada saat tragedi dua tahun lalu, makanya aku ingin bertemu denganmu langsung. Ternyata kau melebihi ekspetasiku." Senyum wanita itu dengan manis, memandangi Qin yan dengan tatapan menggoda.


'Ukh... Apa maksudnya penasaran? Dia hampir membunuhku.' Memikirkan cara wanita ini berbicara, membuat Qin yan agak kesal.


"Ekhem ekhem, mungkin istriku ini agak sedikit keras padamu Qin yan. Jadi ambilah ini sebagai permintaan maaf dariku." Weiqing langsung melemparkannya sebuah mutiara kecil, dan itu adalah Mutiara Jindan berisi energi padat yang dapat meningkatkan kultivasi.


"I-ini...." Tatap Qin yan pada mereka.


"Itu mungkin akan berguna untukmu nanti, jadi gunakanlah sesuka yang kau mau." Senyum Weiqing sambil melambaikan tangannya.


Mendengar itu, Qin yan juga ikut tersenyum. Mutiara ditangannya kemungkinan adalah sebuah harta, jadi ia langsung melupakan masalah tadi.


"Anda terlalu sopan pak tua, tidak apa jika istri anda mengujiku lagi dimasa depan." Senyum Qin yan sambil menggenggam mutiara itu dengan erat.


'Dasar bocah licik.' Berdecak mulut Weiqing dengan kesal.


"Kau berbicara sopan padaku, tapi masih memanggilku pak tua." Urat pun muncul didahinya. Sementara istrinya disamping hanya tersenyum lucu. Namun tidak lama kemudian Weiqing kembali tenang. Ia pun kembali menatap Qin yan.


"Sesekali, pulanglah kekampung halamanmu. Apa kau tidak ingin mendengar kabar adikmu?"


Perkataan Weiqing membuat Qin yan penasaran.


"Oh, sejak kapan kau mulai memperhatikan keluargaku?" Tanya Qin yan penuh keingintahuan.


"Hmph.. Kau ini bocah, setidaknya dengar ini dulu. Adikmu tewas saat menghadapi pertandingan antar Akademi."


"Apa!!" Teriak Qin yan dengan kaget.