LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Perubahan iblis Xie Xie


Angin berhembus. Menerpa seluruh lapangan. Qin Yan yang menonton itu, akhirnya teringat akan apa yang mereka lakukan dua bulan lalu.


Saat itu, Qin Yan tengah sibuk melakukan proyek persiapan penerimaan murid baru dalam akademi. Lebih tepatnya, ketika ia membawa Yue er bersamanya. Saat itu, Lin Fin dan Xiang Xiang mengikutinya. Dan ketika mereka sampai ke sekte, Xiu Xiu bertarung melawan Lin Fin hingga mereka memasuki tahap perubahan iblis.


Setelah berhasil meleraikan mereka berdua. Lin Fin dan Xiu Xiu mulai berlatih bersama disaat ada kesempatan. Hampir setiap hari mereka bertarung diatas arena. Kadang kala, Xie Xie juga ikut bertarung. Namun, ia selalu kalah dari mereka berdua. Itu karena mereka menggunakan perubahan iblis, hingga kecepatan dan semua atribut fisik mereka meningkat. Sementara dia, untuk mengeluarkan seluruh apa yang ia miliki hanya untuk latihan. Itu sudah terlalu.


Pada suatu pagi, Xie Xie datang menghadap ke Qin Yan yang tengah menikmati teh bersama Yao Chen, Jin kei dan Elfes di halaman kediamannya.


"Master, apa boleh aku juga mempunyai perubahan iblis?" Ucap Xie Xie dalam keadaan berlutut satu kaki.


Qin Yan dan Jin kei saling memandangi.


"Kenapa kau ingin perubahan iblis?" Tanya Qin Yan.


Xie Xie menunduk dengan gugub.


"Y-ya. Sa-saya hanya ingin seperti saudara Lin Fin dan saudara Xiu Xiu."


Qin Yan dan Jin kei saling memandang lagi. Kemudian terdengar Yao Chen berdehem disamping.


"Qin Yan, ikuti aku." Pria itu pun masuk kedalam rumah. Tentu Qin Yan juga mengikutinya.


"Sepertinya memberinya perubahan iblis merupakan keputusan tepat." Ucap Yao Chen pelan. Qin Han juga berpikir sejenak, ia pun mengangguk.


"Hm... Sepertinya kau benar. Kita harus menemukan beast yang cocok untuknya. Ini juga akan menambah beberapa kemampuan bertarungnya."


"Dia memiliki kecepatan. Maka seharusnya beast yang cocok untuknya juga harus kecepatan." Yao Chen mulai memilih milih beast apa yang akan menjadi milik Xie Xie. Tapi, dari sekian banyaknya beast, ia masih belum menemukan satu pun beast yang bisa ia pilih.


"Bagaimana kalau kita mengunjungi hutan Star beast." Tanya Qin Yan.


Hutan Star beast adalah hutan paling berbahaya di benua ini. Hutan itu bersebelahan dengan kerajaan Wanshou. Selain ditempati banyak hewan buas berbahaya. Hutan itu juga diduduki dua fraksi terkuat. Yakni kekuasaan raja hutan, White Tiger spirit. Dan satunya lagi, yakni wilayah daerah kekuasaan Hutan kematian, dimana itu terdapat Evil Eye Wild. Satu satunya beast paling langka yang mempunyai kemampuan mengendalikan beast dihutan itu.


Untuk White Tiger spirit, saat ini pemimpinnya adalah Xu shian, sekte Gunung es bersalju. Karena itu, Qin Yan dan lainnya tidak mencari gara gara dengan mereka. Selain semua Beast disana berada di bawah kekuasaan Xu shian. Para beast itu juga memiliki akal dan pikiran. Mereka bertindak seperti manusia. Oleh karena itu, Qin Yan dan lainnya lebih memilih untuk pergi ke area hutan kematian. Karena didalam sana memang banyak beast liar.


Qin Yan, Jin kei, dan Xie Xie. Pergi ke hutan itu, melalui rute umum. Sebelum mereka memasuki hutan itu, mereka harus menerima peta yang bisa menunjukan kedetailan hutan itu. Kebetulan, Qin Yan juga singgah di salah satu klan yang bertugas menjaga perbatasan hutan tersebut.


"Kalian benar benar serius akan pergi ke hutan itu?" Seorang manusia bertanduk rusa menatap Qin Yan dengan aneh.


"Ya. Ku dengar, kalian memiliki peta lengkap dari hutan itu." Qin Yan mengangguk.


Pria itu pun menghela napas. Ia pun tidak lagi menanyai Qin Yan dengan pertanyaan keraguan lagi. Soalnya, dilihat dari penampilan mereka bertiga. Mereka cukup muda, termasuk Jin kei yang terlihat berumur 25 tahun. Meskipun mereka masih muda, ia tahu. Ia tak bisa menghentikan mereka.


"Haish... Baiklah, petanya ada ditanganku. Harganya 15 ribu koin emas."


Qin Yan pun menerima peta itu dan memberikan uangnya. Mereka pun menuju ke hutan ragu. Sementara sang rusa, hanya menggelengkan kepalanya dengan menghela napasnya.


"Mereka bertiga masih muda. Tapi berani masuk kedalam hutan kematian. Ini tindakan ceroboh. Aku harap mereka dapat keluar dengan selamat."


Qin Yan pun masuk kedalam hutan. Wilayah awal adalah wilayah Hutan Star beast bagian dalam. Banyak sekali beast beast setingkat Warrior sampai Saint disini. Tapi, karena tujuan mereka adalah hutan kematian. Perjalanan terus berlanjut sampai masuk kedalam hutan yang gelap. Dihutan itu, pohon pohon sangatlah tinggi dan besar. Sinar matahari tidak mampu menembus dengan banyaknya pohon yang seperti itu.


Banyak sekali beast liar yang mereka temukan. Tapi, dengan adanya Jin kei sang raja para beast. Secara alami, beast biasa seperti mereka akan takut padanya.


Sampai akhirnya, perjalanan mereka terhenti karena ada sebuah pertarungan antar dua beast terkuat. Mereka berumur sekitar 400 atau 500 tahun. Setingkat dengan tingkat Sage. Cukup kuat untuk mengguncang hutan ini.


"Bom" Ledakan luar biasa yang diakibatkan tabrakan serangan dua beast mengguncang sekitar mereka.


Beast Badak perak bercula empat mempunyai punggung berduri layaknya landak, melawan sebuah Anaconda raksasa dengan lima tanduk di kepalanya. Ketika ular besar itu menembakan serangannya lewat mulut, badak itu pun tak bisa mendekatinya.


"Menurutmu kalian yang menang?" Tanya Xie Xie yang menonton dibalik batu bersama Qin Yan dan Jin kei.


"Hm... Entahlah, ular anaconda itu mempunyai serangan luar biasa. Tapi ia tak bisa melilit badak itu karena mempunyai duri yang tajam. Sementara badak itu pun, dia memiliki kulit yang keras. Serangan itu hanya akan menghalanginya saja. Bukan membunuhnya." Pikir Qin Yan, ia pun menoleh pada Jin kei disamping.


"Bagaimana menurutmu?"


Jin kei menggelengkan kepala.


"Duri badak itu mengandung racun, namun pada akhirnya akan hancur oleh serangan ular itu. Tapi kurasa, yang akan menang adalah badak itu. Karena ia juga mempunyai serangan khususnya sendiri."


Tepat setelah perkataannya. Badak itu menggulung dirinya hingga ia berbentuk seperti bola yang penuh duri. Dengan kekuatannya, ia langsung menghantam ular itu. Hingga ular itu pun lebih memilih untuk menghindar.


"Yah, mau bagaimana pun. Rencana kita adalah mencari beast untuk Xie Xie. Disini beastnya masih masih lemah. Ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Menurut peta, kita ada di zona...." Qin Yan meraba raba bagian dalam pakaiannya. Ia langsung terkejut karena benda yang hendak ia ambil tidak ada didalam sakunya.


"Eh, dimana petanya?" Qin Yan mulai memeriksa dengan serius. Tapi tetap saja, ia tidak menemukannya.


"Sial, petanya jatuh kemana?" Mata Qin Yan pun aktif. Mulai mencari peta itu.


Namun, hal yang tidak ia sangka. Ia malah melihat sebuah hewan kecil yang berdiri diatas dahan pohon. Peta yang dicari Qin Yan, ada dimulut hewan kecil itu.


Ketika Qin Yan maju, hewan kecil itu seketika langsung lari.


"Kejar dia!" Teriak Qin Yan, mereka bertiga mulai mengejar hewan itu.


Namun, mereka sadar akan satu hal. Kecepatan hewan ini gila!


'Apa apaan ini!' Bola mata Qin Yan yang aktif mengikuti pergerakan hewan itu. Semakin mereka mempercepat langkah mereka. Ia akan jauh lebih cepat.


"Biar aku yang menangkapnya." Jin kei maju dan menambah kecepatannya.


'Sial!' Melihat itu, Qin Yan langsung memasuki gerbang pertama. Kecepatannya bertambah dan dapat menyamai jin kei.


Sementara Xie Xie yang bengong, langsung memasuki kecepatan maksimum untuk mengejar mereka.


"Siung" Qin Yan berteleportasi kearah hewan itu. Namun, ketika hendak menangkapnya, hewan itu entah bagaimana dengan mudah menghindar. Kecepatannya entah kenapa melampaui jalannya waktu.


Bahkan hewan kecil itu, mendapat kesempatan untuk menyemburkan kentutnya didepan Qin Yan.


Namun, saat ia hendak melarikan diri lagi. Ia tiba tiba mendapatkan tatapan Jin kei yang sangat mendominasi. Tekanan dari tatapan itu membuat hewan kecil tersebut jadi gemetar tak terkendali. Qin Yan langsung memanfaatkan itu untuk menangkapnya.


"Akhirnya dapat juga." Qin Yan menghela napas lega. Ia pun memandangi hewan ditangannya.


"Ini semacam kucing? Tapi sepertinya bukan. Ini rubah atau rakun?" Pikir Qin ketika melihat hewan ditangannya. Dengan dua tangan yang dilapisi cakar tajam dan ramping, lalu ekor kecil yang lembut. Qin Yan sungguh tidak mengira kalau hewan semungil ini bisa bergerak sangat cepat bahkan melampaui ekspetasinya.


"Qin Yan! Lepaskan hewan itu! Dia berbahaya!" Jin kei tiba tiba berteriak, Qin Yan langsung dibuat terkejut.


"Eh, kenapa?" Tanyanya dengan bingung. Belum sempat Jin kei menjawab, Qin Yan langsung merasakan tanda bahaya. Hewan mungil ditangan Qin Yan langsung menghujam mata merah Qin Yan dengan cakarnya.


"Dug" Skill keempat aktif, ilusi. Kejut mental aktif. Hewan itu langsung terhenti. Namun itu tidak berlangsung lama, dengan cepat ia langsung melepaskan diri dari genggaman Qin Yan.


"Hewan ini serasa kebal dengan kejut mentalku." Qin Yan mundur dengan waspada.


Hewan mungil itu seketika berubah bentuk. Giginya menajam, bagian luar dilapisi kulit yang tajam dan kasar. Matanya langsung menjadi merah tak terkendali. Dan yang lebih penting. Tubuhnya membesar beberapa kali lipat dari tubuh asli. Hingga tubuhnya seukuran manusia sekarang.


Akhirnya Qin Yan mengerti setelah melihat penampilan asli dari hewan mungil itu.


Hell civet, beast yang mempunyai kemampuan bertarung dengan tipe kecepatan. Biasanya pekerjaan hewan ini adalah mencuri, bahkan mencuri dari beast yang lebih kuat dari mereka. Itu tidak masalah. Meskipun terdengar lemah, tapi beast ini tak bisa diremehkan. Ia mempunyai beberapa skill mematikan dan sering membunuh dalam satu gerakan tanpa disadari siapapun. Ditambah lagi, beast ini cukup mahir dalam membuat jebakan.


"Groaaa!!"


Beast liar itu berteriak keras, tangannya langsung menyentuh tanah. Setelah itu, hal aneh terjadi.


Tanah yang dipijak Qin Yan, jika dilihat dengan mata biasa. Itu tanah biasa. Namun, masalahnya disini, tanah itu mempunyai sifat seperti air. Qin Yan dan lainnya langsung tenggelam didalam tanah itu bagaikan tenggelam didalam air.


'Apa yang terjadi?' Qin Yan langsung menggunakan akar tanaman untuk membuat mereka keluar. Ia juga menyelamatkan Xie Xie. Ternyata diluar sudah disiapkan jebakan. Hewan itu sangat pandai, dan dengan perubahannya. Kecepatannya meningkat sampai ketahap mengerikan.


Namun, dibandingkan mereka bertiga. Hewan itu tidak ada apa apanya. Karena kesal, hewan itu jadi mati ditangan Qin Yan. Siapa yang menyangka, induk dari hewan kecil itu datang. Induk yang mencapai tingkat Kaisar. Bahkan Qin Yan sampai tidak percaya bahwa mereka akan mendapatkan keberuntungan seperti ini.


"Wah, sepertinya kita menemukan beast yang cocok untuk Xie Xie."


Hell civet tingkat Kaisar. Itulah beast yang ada didalam diri Xie Xie. Perubahannya saat ini, adalah hasil dari penggabungan jiwa mereka berdua.


Aura dilapangan, semakin lama semakin mencekam. Lui Chan yang berada tidak jauh dari Xie Xie mau tidak mau menjadi cemas.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Gumamnya penuh keringat.


Tidak lama kemudian, matanya seketika membesar. Menyaksikan sosok baru Xie Xie.


Bagian kanan tubuhnya dilapisi kulit yang keras, Wajah bagian kanan Xie Xie juga ditutupi oleh tulang merah sampai menjulang keatas. Terlihat seperti tanduk diatas telinganya. Aura mencekam memenuhi seluruh tubuhnya.


Xie Xie berdiri dihadapan Lui Chan dengan sosok dan kepribadian yang baru. Jika biasanya Xie Xie bersikap konyol dan ceria. Maka kali ini, Xie Xie tampak seperti pembunuh berdarah dingin.


"Astaga....!!" Lin Fin dan teman teman yang lain tidak percaya dengan apa yang mereka lihat . Xiu Xiu sendiri ternganga melihat itu. Sementara Qin Yan menjadi jauh lebih semangat.


Lui Chan menggertakan giginya dengan penuh kemarahan. Ia langsung mengarahkan tongkatnya ke arah Xiu Xiu.


"Bunuh dia!" Teriaknya dengan keras.


Dua prajurit setan miliknya maju menyerang Xie Xie. Dengan kekuatan yang dimiliki prajurit setan dari neraka. Lui Chan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk mengalahkan Xie Xie.


'Cih, meskipun kau bertambah kuat sekalipun. Kau tetap tidak akan bisa sebanding dengan prajurit setan milikku!' Lui Chan mengeluarkan seringainya yang sombong.


Dua prajurit setan yang menyerang Xiu Xiu, kecepatannya sangat luar biasa. Namun Dimata Xiu Xiu, mereka tidak lebih dari seekor siput yang berjalan. Seolah waktu melambat, pergerakan mereka sangat lambat Dimata Xiu Xiu.


Inilah kecepatan yang berada diatas nalar manusia. Kecepatan yang menentang ruang dan waktu.


Tangan kanan Xie Xie berubah menjadi sebuah pisau. Ia langsung mencincang cincang kedua prajurit itu tanpa belas kasihan. Lalu menuju ke arah Lui Chan dengan santai.


Dimata penonton, Xie Xie bergerak sangat cepat melewati dua prajurit itu. Tentu itu membuat mereka terkejut. Karena pergerakan Xie Xie sudah seperti berteleportasi.


Kecepatan yang mengerikan.


Bahkan Lui Chan mengakui itu. Ia merasa bahwa Xie Xie semakin sulit untuk dikalahkan. Namun, ia langsung membeku ketika melihat dua prajurit suruhannya terpisah menjadi beberapa bagian.


"Ti-tidak mungkin!!" Matanya yang angkuh, tiba tiba menunjukan ketakutan. Kakinya melemas dengan tangannya yang gemetar.


Para penonton menutup mulut mereka karena terkejut. Bahkan, mereka tak melihat kapan Xie Xie memotong mereka. Tapi, bagaimana bisa kedua prajurit itu bisa tercincang cincang.


"Lumayan. Xie Xie dari kerajaan Sunmoon ini tidak kalah kuat dari teman temannya yang lain." Puji Weiqing ditempat duduknya. Sementara Cui Xie sudah mengepalkan tangannya dengan geram. Semua master juga melihat itu, betapa marahnya Cui Xie kali ini.


Wajah Lui Chan yang ketakutan, berubah menjadi kemarahan. Ia tidak mau mengakui kalau ia memang ketakutan melihat sosok Xie Xie kali ini. Bukankah ia masih mempunyai sepuluh prajurit setan sisanya.


"Serang dia!!" Teriaknya lagi. Sepuluh prajurit setan maju secara bersamaan. Namun Xie Xie tiba tiba menghilang. Sesaat kemudian, Lui Chan menyaksikan prajurit setannya yang belum mencapai target bahkan sudah hancur di atas udara.


Matanya membesar dengan ketidak percayaan. Ia hendak mundur, tapi Xie Xie ternyata sudah ada dibelakangnya. Tangan kanannya yang merupakan pisau sudah ada didekat lehernya.


"Slash" Detik berikutnya, kepala Lui Chan menggelinding ditanah terpisah dari tubuhnya.


Wasit terdiam, penonton jadi hening.


"Berikutnya." Hanya terdengar suara Xie Xie yang serak penuh niat membunuh.