LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kecurangan yang sudah direncanakan


"Kerajaan Sunmoon, Lin Fin."


"Kerajaan Lembah racun, Leng Yuyu."


Lin Fin memperkenalkan diri dengan santai, tapi gadis didepannya, suaranya sangat serak. Seperti perubahan itu begitu membebaninya hingga ia tak mampu berbicara dengan bebas.


"Mulai!" Teriak wasit.


Pertarungan pun dimulai. Lin Fin mulai bertarung dengan gayanya yang leluasa. Leng Yuyu akhirnya mati ditangan Lin Fin dengan kepalanya yang hilang ditembak laser radikal bom miliknya. Bahkan wasit tak sempat menyelamatkannya karena ia tidak tau kalau laser itu begitu mematikan hingga dinding pun mampu ia tembus.


Pertarungan pun tetap berlanjut, Lin Fin berhasil memenangkan sembilan pertarungan berturut turut. Lima diantaranya terluka parah dan dalam kondisi kritis serta empat lainnya tewas tak terselamatkan.


Wasit sendiri berkeringat mengawasi mereka. Ia tak percaya dalam pertarungan, ia begitu kesulitan untuk menyelamatkan mereka. Tapi, sebenarnya, kesalahan itu bukan sepenuhnya tertuju pada wasit. Masing masing peserta memang sudah kehilangan akal, hingga bahkan tubuh mereka hancur pun, mereka tetap tidak menyerah. Peserta dari kerajaan Lembah racun sudah seperti boneka yang dibuat untuk membunuh. Entah ini ulah siapa, yang terpenting merasa sangat menyedihkan.


Semua penonton dibuat ternganga. Mereka benar benar tak menyangka, satu orang dari kerajaan tak dikenal mampu menghabisi hampir seluruh kerajaan Elit.


"I-ini...!"


"Ternyata memang benar, kerajaan Sunmoon yang telah ditempati oleh Qin Yan. Mereka benar benar luar biasa." Para penonton tak bisa berkata kata lagi.


Sementara Han genyu hampir lompat ke lapangan dengan penuh emosi. Jika bukan karena master lain menghentikannya. Ia pasti sudah membunuh Lin Fin dengan tangannya sendiri.


"Wah, kerajaan kecil ini sungguh tak terduga yah. Aku tidak menyangka, peserta penempaan bisa mempunyai kekuatan yang seperti itu." Gumam Du Bu gang, ia benar benar tak habis pikir, melihat wujud sebenarnya dari seorang peserta di kompetisi pandai besinya.


Sai Hwang dan Duan tianlang tidak mengatakan apa apa. Sama seperti yang lain, mereka juga sama terkejutnya.


Sampai akhirnya Duan tianlang menghela napas.


"Mungkin jaman akan memasuki era baru." Gumamnya.


Dilapangan, Lin Fin tinggal menunggu orang terakhir. Dan dia adalah Mong yi. Berbeda dengan teman temannya yang sudah dalam keadaan monster. Ia maju dengan keadaan normal. Namun wajahnya pucat, dan matanya hitam dipenuhi aura jahat. Ditambah lagi, Lin Fin merasakan aura berbahaya dari pria itu.


"Perkenalkan diri kalian masing masing." Ucap Wasit, tapi ia terkejut melihat Lin Fin mengangkat tangannya.


"Pass." Ucapnya singkat dengan tubuhnya yang kembali normal. Hal itu membuat wasit terdiam. Ia pun menghela napas. Pass artinya meminta ganti. Seorang peserta yang pernah menang satu kali bisa mengajukan diri untuk mundur tanpa mengalami eliminasi.


"Baiklah." Wasit pun mengangguk.


"Kerajaan Sunmoon, silahkan kirimkan pengganti." Lanjutnya lagi.


Mong Yi yang mendengar itu, amarahnya langsung memuncak. Tanpa disadari wasit, ia langsung berteleportasi ke Lin Fin dan tanpa ragu menerkamnya.


Wasit yang melihat itu, dengan segera menuju mereka.


Tiba tiba waktu terhenti, Qin Yan yang sedari tadi duduk ditempatnya. Akhirnya berdiri dengan wajah dingin. Ia pun berteleportasi ke arena lapangan.


"Slash" Suara tebasan terdengar. Mata wasit pun mendadak membulat. Ia khawatir, Lin fin tak bisa diselamatkan. Namun, yang ia lihat bukan itu. Ia sempat memegangi lengan Mong yi yang hendak menyerang Lin Fin. Namun lengan itu sekarang begitu ringan, dan ia menyadari teryata sudah terpisah dari tubuhnya.


"AAAAAAAAAHH...!!!" Berikutnya, disusul dengan teriakan yang memilukan. Mong Yi mundur selangkah, dan ia memegangi bahunya yang sudah terpotong. Dengan darah merah yang terciptrat bagaikan tangki bocor.


Semuanya ternganga, melihat Qin Yan berada dibelakang Lin Fin.


'S-sejak kapan!' Wasit pun ikut terbelalak. Ia benar benar tidak habis pikir, dikelompok kerajaan kecil ini terdapat banyak sekali monster.


"Kerja bagus Lin Fin, kau boleh kembali." Qin Yan berkata tenang. Tatapannya tertuju pada Mong yi yang kesakitan.


"Grrr....." Han genyu mengeram marah. Wajahnya hijau, lengan kursi yang ia duduki langsung meleleh.


Semua master selalu memperhatikan pak tua itu. Agar nanti ia tidak bertindak di luar batasan.


Dilapangan, aura mencekam tak bisa tertahankan lagi. Wasit pun terbatuk sejenak.


"B-baik, karena kerajaan Sunmoon telah mengirim penggantinya. Maka pertarungan dapat dilanjutkan." Ucap wasit dengan pelan, tenang dan tegas. Meskipun ada sedikit keguguban didalam suaranya.


"Kerajaan Sunmoon, Qian Yan." Qin Yan memperkenalkan diri sesuai aturan.


Namun Mong Yi mengabaikan itu, ia memegangi bahunya, menatap Qin Yan dengan tajam.


"Beraninya, beraninya kau.....!"


Tatapan mata Qin yan tetap dingin. Ia sama sekali tidak menggubrisnya. Apa yang telah dilakukan kelompok ini tempo hari membuat Qin Yan tidak segan-segan untuk memusnahkan mereka sekarang.


Tiba tiba, tangan Mong yi kembali beregenerasi. Nafas pria itu membara dipenuhi niat membunuh. Han genyu yang melihat itu, ingin sekali tertawa keras. Karena hasil uji coba terkuatnya benar benar berhasil.


Langkah Mong Yi sempoyongan. Sejenak ia berhenti, dan tiba tiba matanya yang merah menyala.


Ia langsung memuntahkan sebuah lendir kearah Qin Yan yang membuat Qin Yan cukup terkejut dan menghindari itu.


Percikan lendir memercik dilengan kanan Qin Yan. Lendir itu tiba tiba membesar dan mengikatnya hingga keseluruh lengannya.


'Apa ini?' Alis Qin Yan berkerut. Lendir itu semakin menggorogoti lengannya. Tidak lama kemudian, lendir itu merosot kedalam kulit dan bercampur dengan darahnya.


"Ukh." Qin Yan sedikit kesulitan menggerakkan lengannya.


'Racunkah?' Semakin lama lengan Qin Yan semakin mati rasa. Akibatnya lengan Qin Yan Yan bisa digerakkan.


"Hahaha....... Bagaimana rasanya? Bukankah menyenangkan? Dengar baik baik, itu adalah parasit yang sudah kami ciptakan. Lihatlah itu baik baik. Hahaha....!!"


"Parasit?" Kening Qin Yan berkerut, tidak lama kemudian tangannya membengkak. Gumpalan gumpalan darah terlihat menonjol ke lengannya.


Qin Yan tak bisa menghentikan itu, dan nalurinya mengatakan kalau ini sangat berbahaya. Oleh karena itu ia langsung memotong tangannya sendiri.


Satu tangan Qin Yan yang terjatuh akhirnya bersatu dengan lendir yang lain. Mereka semakin membesar, Qin Yan melihat, benda itu berkedut bagaikan sebuah bom.


"Hahaha....! Hahaha...!!" Mong Yi tertawa lagi. Qin Yan jadi risih dengan hal itu. Ia hendak menyerangnya, namun ternyata benda itu mengejarnya.


Tanpa ragu, Qin Yan menebas benda itu. Tanpa diduga, ternyata benda itu meledak dengan percikan lendir yang sama.


"BOOOM" Seluruh lendir menutupi tubuh Qin Yan. Mata para penonton membesar melihat itu.


"Hahaha....!! Hahaha..!!" Tawa Mong yi semakin gila. Han genyu ditempat duduknya tiba tiba bersemangat.


Ia menantikan Qin Yan akan meledak menjadi gumpalan darah.


Namun reaksi itu tak kunjung terlihat. Mong Yi sendiri dibuat terdiam. Dengan hati hati ia mendekati lendir yang berserakan.


"Hah!!" tiba tiba Mong yi merasakan sesuatu yang salah.


"Slash" Lengan Mong yi berhasil ditebas lagi.


"AAAARRGGHH.....!!" Teriakan kesakitan kembali terdengar.


"Luar biasa yah. Bisa bisanya kalian menciptakan sesuatu yang berbahaya seperti itu . Aku harus mengakui, kalian cerdas sekali, oleh karena itu. Kau harus dimusnahkan!" Qin Yan muncul dibelakang Mong yi dengan matanya yang merah. Tangannya yang memegang pisau langsung menebas leher pria itu.


Mong Yi menghindar. Tangannya juga mengeluarkan tembakan api. Akibatnya, Qin Yan pun memilih mundur .


"Bom bom bom" Ledakan ledakan terjadi dimana mana. Dimana pun Qin Yan berada, kearah situlah Mong yi menembak. Sejauh ini, ia tidak bisa mengenainya.


Cincin Abu abu anak itu bangkit. Qin Yan yang melihat itu, akhirnya menyadari. Pantas saja ternyata ia disebut bagian dari salah satu Jenius surgawi. Rupanya ia memang memenuhi standar atas reputasi itu.


Pori pori Mong yi langsung mengeluarkan sebuah kabut hijau. Kabut yang menutupi seluruh lapangan.


"Heeeh, matilah kau!" Mong Yi tersenyum lagi. Ia mulai menyerang Qin Yan dengan brutal. Namun, satu hal kelemahan yang tidak ia sadari. Kabutnya sendiri menghalangi pandangannya.


"Sial." Entah kenapa, Mong yi merasa ia sendiri yang terjebak tanpa mengetahui keberadaan Qin Yan dimana.


Terpaksa, ia pun menyalakan api ditangannya. Namun, sebelum itu terjadi. Tangannya yang tersisa tersebut kembali tertebas.


"Bukankah seharusnya, anak itu terjebak dengan kabutnya?" Gumam Sai Hwang ditempat duduknya. Sejauh ini, ia memperhatikan pertarungan ini dengan serius.


Disamping, Duan tianlang hanya menggelengkan kepala. Seperti nya ia sudah mengerti dengan situasi ini.


"Heh, kau pikir begitu? Nenek tua, kau tidak menyadarinya kah. Anak itu mempunyai atribut unik, yaitu matanya. Dalam kabut ini, kurasa bukan dia yang tertekan. Melainkan anak dari kerajaan Lembah racun itu."


Seperti yang dikatakan kakek tua itu. Mong Yi kebingungan. Sedikit demi sedikit, tubuh Mong Yi terkikis oleh sayatan pisau beratribut listrik. Dari luar, orang orang yang menonton hanya melihat percikan listrik yang muncul diberbagai tempat. Tidak tau dari mana arahnya. Mong Yi pun tak bisa apa apa. Ketika ia berlari lurus ke depan, nadi dikakinya tiba tiba terputus karena sayatan pisau. Akibatnya, ia pun langsung berlutut. Sebelum regenerasinya selesai, ia terus ditebas hingga Mong yi merasakan kesakitan yang luar biasa bagaikan berada di neraka.


"Cu-cukup! Hentikan! Aku tidak tahan lagi." Ia pun mulai memohon pengampunan.


Setelah itu, matanya samar samar melihat sebuah sosok berdiri tidak jauh darinya. Wajah Mong Yi langsung menunjukan senyum lebar. Ia langsung memuntahkan lendirnya kearah siulet itu.


"Hahaha.....!! Dasar bodoh!" Tawanya lagi. Ia melihat lendirnya mengenai sosok itu. Mengira kalau lendirnya telah mengenai Qin Yan. Ia pun dengan semangat menunggu reaksi dari lendir tersebut.


"Huh!!" Namun yang ia lihat bukanlah benjolan bengkak, melainkan sebuah percikan biru. Percikan biru itu dengan cepat terlihat jelas dan Mong Yi langsung menyadari kalau itu adalah serangan.


"ZZTT" Sebuah tombak listrik biru menghantam dada pria itu hingga tembus. Ledakan listrik langsung terlihat, sengatan listrik menembus tubuh Mong yi sampai kedarah dagingnya. Hingga akhirnya, ia terkapar dalam keadaan tak berdaya.


"Bagaimana mungkin?" Mong Yi langsung kembali ke bentuk normalnya. Ia hanya bisa meringis meratapi nasibnya.


"Sepertinya kau terlalu percaya diri dengan over powermu. Tapi, kau sama sekali tidak bisa berpikir bagaimana menggunakannya. Tidak, kalian semua yang sudah terkontaminasi memang tidak bisa berpikir jernih lagi." Terlihat Qin yan muncul dengan satu tangannya yang sudah diregenerasi.


"Sekarang, hanya ada kekalahan yang kau terima." Tangan Qin Yan yang dilapisi percikan listrik terarah ke wajah pria itu.


"Hahaha....!!" Mong yi yang sudah mengetahui nasibnya hanya tertawa dengan pilu. Di dalam kabut racun yang mematikan itu, ia pun mengeluarkan air mata.


"Bagaimana caranya kau bertahan dari kabut ini?" Tanyanya.


Qin Yan hanya diam, dia tidak menjawab. Tapi tangannya langsung di aliri api hijau. Kulitnya tangannya menjadi putih.


"Aku mempunyai perubahan iblis yang kebal dengan racun apapun." Jawabnya singkat.


"Sial." Hal itu membuat Mong yi hanya bisa mengutuk. Ternyata dari awal, ia memang sudah kalah telak rupanya.


"Hahaha....!" Tidak lama kemudian, ia kembali tertawa. Qin Yan mulai merasakan hal aneh. Ternyata anak itu memakai sebuah kalung. Kalung itu bersinar, dan terasa sangat ganjil.


'Apa itu?' Qin Yan merasakan adanya bahaya. Bahkan cahayanya pun terlihat menekannya.


Yao Chen yang ada ditempat duduknya tiba tiba berdiri dengan wajah panik. Tentu ia juga merasakannya.


'Ini....!' Ia hendak menuju kesana, namun para master kembali menghentikannya. Ia sampai lupa kalau ini adalah turnamen yang disaksikan semua orang.


Terpaksa, Yao Chen hanya berdiri diam disana dengan wajah khawatir. Ia tau apa ini, tapi setelah berpikir cukup lama. Ia menimbang nimbang, bahkan jika Qin Yan terluka parah. Ia masih tetap selamat. Apalagi ada armor Inmortality yang melapisi tubuhnya. Meskipun tubuh anak itu hancur, tetap saja. Nyawanya masih hidup, karena kegunaan utama armor itu adalah melindungi jiwa. Untuk kerusakan yang mampu ia tahan, maka tubuh pemilik akan aman. Namun, jika serangan sudah berlebihan, ia pun tak bisa menahan terus terusan. Tubuh pemilik memang hancur, namun sebagai gantinya armor itu tidaklah hancur. Dan disaat itu, armornya akan hidup, membawa lari jiwa tuannya untuk menyelamatkan diri.


Bahkan meskipun membutuhkan waktu, armor itu perlahan akan membentuk kembali tubuh tuannya hingga tuannya sadar dan kembali bernapas layaknya seperti biasa. Itulah arti dari armor Inmortality.


Yao Chen pun kembali duduk, ia memejamkan mata dengan tenang.


Tubuh utamanya dalam tubuh Qin Yan terbangun. Bahkan Naga biru dan ular berkepala delapan juga terbangun.


"Sepertinya ini sudah direncakan oleh mereka Qin Yan." Berkata Kyubi.


"Ya. Aku tahu." Qin Yan juga mengangguk. Sejauh ini, ia berusaha bergerak. Tapi pergerakannya sudah dikekang. Bahkan skill yang ia miliki seperti terkunci.


'Tampaknya mereka menggunakan sebuah benda yang merepotkan.' Wajah Qin Yan sekarang dipenuhi keringat. Kalung dileher Mong Yi memang bukan benda biasa.


"Qin Yan, itu tidak berasal dari dunia ini." Lanjut Kyuki.


"Ya, aku tahu itu. Kemungkinan Han genyu memintanya dari demon Magicstal. Orang tua sialan itu!" Qin Yan hanya bisa mengutuk tanpa bisa apa apa.


Dektotic demon magic, sebuah skill khusus yang dimiliki setiap demon dari klan Magicstal. Untuk menekan musuh yang tingkatannya berada dibawah kultivasinya. Sebenarnya ini adalah hal yang biasa. Siapa pun bisa menekan seseorang yang berada jauh dibawah kultivasinya. Tapi, Qin Yan tahu betul skill ini. Demon klan Magicstal terkenal karena mereka menguasai beast. Dan cara mereka terkenal tidak lazim. Mereka menggunakan skill ini untuk menekan dan menjinakkan beast. Bisa dibilang, sekarang skill telah ditujukan pada Qin Yan. Tidak tau apa yang nanti akan terjadi, kenyataannya Qin Yan sama sekali tidak bisa berbuat apa apa. Karena demon itu memang jauh berada diatasnya untuk sekarang ini.


"Sepertinya kau tak akan bisa lepas dari ini." Ucap Kyubi.


"Ya, harus kuakui. Mereka licik sekali. Bahkan mengatur ini dengan baik. Aku tak menyangka iblis itu juga ikut membantu."


Tempat dimana Qin Yan berpijak kemudian muncul sebuah formasi. Mata Qin Yan terbelalak melihat itu.


"I-ini! Formasi tingkat 8!"


Para master ditempat duduk mereka jadi berdiri.


"Apa yang terjadi! Mengapa ada yang mengeluarkan formasi sekuat ini." Mereka mengira kalau Qin Yan yang telah membuat formasi ini. Tapi, siapa yang tahu. Mereka bisa melihat formasi itu dari luar. Dua sosok juga terlihat, satu berada didalam formasi, satunya berada diluar. Para penonton tidak bisa membedakan mana Qin Yan dan Mong yi. Kecuali para ahli yang bisa merasakan jelas, kalau Qin Yan berada di formasi itu.


'Apa yang direncakan anak itu.' Batin Weiqing dengan bingung. Ia pun menyipitkan mata, semakin jelas melihat raut wajah Qin Yan yang tampak kesulitan.


'Apa jangan jangan.....' Matanya terbelalak tak percaya menyaksikan itu.


Huang er yang berada disamping Qiu er juga mengamati pertarungan dengan keadaan mata menyala. Hanya dialah yang mempunyai mata yang hampir sama dengan Qin Yan sejauh ini.


"Bagaimana Huang er?" Tanya Qiu er dengan cemas. Qin ruo juga menatap ikut menatapnya.


"Ini gawat, Qin Yan berada disituasi sulit."


Mendengar itu, raut wajah Qiu er dan Qin ruo jadi makin cemas.


Tidak jauh dari sana. Diantara para penonton yang sedang tegang tegangnya. Seorang pria berkerudung berdiri ditengah tengah mereka. Tidak ada yang menyadarinya karena ia auranya berbaur dengan banyaknya manusia.


"Jadi mereka meminta bantuan ku hanya untuk menangani bocah itu?"


Demon Magicstal merasuki tubuh seseorang dengan paksa. Dan ia menjadi sosok yang menonton pertarungan dari sana. Baru baru ini, Han genyu bersujud meminta sesuatu darinya. Ia kira pria tua itu akan melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. Oleh karena itu ia memberikan bantuan. Tapi ia tidak menyangka bantuannya diberikan digunakan untuk menangani bocah manusia yang umurnya hanya 17 tahun. Dia yang sudah berumur ratusan tahun tentu sangat terhina.


'Mungkin aku harus memberinya pelajaran agar manusia itu menghargai harga diriku.'


Di lapangan, seluruh tubuh Qin yan langsung dikekang oleh rantai dari formasi yang telah menekannya.


"Hahahaha.... Master menyuruhku, bagaimana pun caranya. Kau harus mati! Tidak perduli bagaimana pun caranya." Mong Yi tertawa lagi. Ia langsung melepaskan kalung yang ia pakai dan meletakkan benda itu di formasi didepannya.


"Kau akan mati!" Ucapnya lagi. Setelah itu, formasinya menyala. Terakhir kali, Qin Yan melihat anak yang itu tetap tertawa seperti orang gila. Dia pun menutup mata dengan tenang.


'Sekarang!' Didetik detik terakhir, Qin Yan langsung memasuki mode perubahan iblis tingkat kedua. Bentuk yang pernah mengalahkan masternya Cui xue, utusan dari sekte Darkdemon saat insiden penyerangan di kerajaan Sunmoon. Kulit Qin Yan mengeras dipenuhi sisik, zirah Neidan langsung melindungi tubuhnya.


Cahaya yang menyala, terus membesar hingga para penonton dengan jelas melihatnya. Wasit pun sampai panik dibuatnya, ia tidak punya cara lain selain keluar dari lapangan itu. Saat itulah, ke 13 master sekte termasuk Yao chen langsung menuju ke sekeliling lapangan. Membentuk penghalang.


"BOOOOOOOOOM" Ledakan dahsyat terjadi, penghalang para master sampai menggembung. Namun ledakan itu berhasil ditahan hingga para penonton tidak terkena dampaknya.


Efek ledakan yang begitu keras, membuat semua orang penasaran. Siapakah yang akan menang. Berbeda dengan beberapa orang yang khawatir akan keselamatan Qin Yan.


Qiu er sendiri bahkan hampir melompat ke lapangan jika tidak dihentikan Weisi. Sama seperti yang lain, ia benar benar menghawatirkan keselamatan anak itu.


Debu yang mengepul perlahan menghilang. Ledakan itu mengakibatkan lapangan yang rata tidak terlihat lagi. Hanya sebuah cekungan dalam yang luar biasa terlihat didepan mata semua orang.


'Qin Yan!!' Mata Qin Zhu mencari cari keberadaan Qin Yan dengan cemas. Tapi ia tidak melihat apa apa. Selain bongkahan batu didepan mereka.


Wasit yang telah keluar dari lapangan, jadi ikut merasa bersalah. Tapi kalau ia tetap berada di lapangan. Sama saja membuat nyawanya melayang. Ia meminta ijin pada pada master untuk masuk kembali. Menjadi orang yang selamat.


'Ledakan sebesar ini. Aku tidak yakin ada orang yang bisa selamat.' Wasit menelan ludahnya sendiri. Ia tidak melihat bekas mayat apapun. Dalam pikirannya, ledakan itu pasti menghancurkan mereka hingga tiada yang tersisa. Tapi tiba tiba bongkahan batu disampingnya bergerak. Terlihat sebuah tangan yang berusaha memindahkan batu.


'Ada yang masih hidup!' Wasit itu langsung menuju kesana. Membongkar bongkahan batu yang saling menindih. Dan ia menemukan Qin Yan dalam keadaan mengenaskan.


"Ukhuk ukhuk." Napas Qin Yan lemah, tapi ia berhasil lolos. Meskipun tubuhnya cukup mengenaskan, tapi untungnya formasi sekuat itu tidak berhasil membunuhnya.


Wasit yang melihatnya, langsung mengangkat Qin Yan. Ia pun kembali kepermukaan.


"Tabib! Tabib!" Teriak wasit, kemudian membawa Qin Yan sampai keruangan khusus dimana para tabib berjaga untuk menunggu kedatangan pasien.