LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Bertemu dengan lawan yang kuat


Qin Yan tengah duduk bersiap, tiba tiba didatangi oleh kelompok Kerajaan Angin salju. Mereka akan bertarung di pertarungan kedua nanti.


Saat ini, Zhang Yuisha datang menyapa Qin Yan.


"Kalian akan bertarung diawal yah. Semoga berhasil." Senyum Yuisha sambil berpegangan tangan dengan Xing Yun. Mereka berdua sudah memakai cincin pasangan, dan keduanya dipenuhi raut wajah berseri seri.


"Wah, kalian sudah bertunangan yah. Selamat." Senyum Qin Yan dengan tulus, Xing Yun dan Yuisha saling memandangi. Setelah itu mereka tersenyum malu.


Kedua temannya ini sudah seperti saudara bagi Qin yan. Karena pengorbanan mereka waktu itu yang sampai melibatkan nyawa, Qin Yan jadi terharu. Selain itu, mereka juga adalah rekan sehidup semati. Jadi, apa pun yang terjadi Qin Yan akan selalu mendukung mereka.


Berbicara tentang mereka, kelompok ini akan bertarung di pertarungan ketiga. Mereka akan melawan kerajaan Angin barat. Kerajaan itu terkenal dengan kemampuan mereka yang ditemani beast setiap bertarung. Tentu saja, Beast berbeda dengan manusia, mereka cenderung memiliki kekuatan diatas kenormalan manusia. Meskipun begitu, Qin Yan tetap percaya Yuisha dan Xing Yun pasti akan memenangkan pertarungan.


Kini giliran pertarungan kelompok Qin Yan telah tiba. Mereka berhadapan dengan kelompok kerajaan Sindran. Sejauh pengamatan Qin Yan, ia menangkap beberapa orang yang memiliki kemampuan istimewa. Salah satunya adalah seorang gadis pengendali boneka, ia mempunyai pasangan yang seorang pria kekar yang tubuhnya di lengkapi armor besi. Sepertinya mereka cukup terampil dalam hal pandai besi dan desain kondolisasi sehingga kedua keterampilan tersebut menghasilkan keterampilan baru di bidang mesin.


Selain itu, ia juga melihat seseorang pengendali tanah, namun kali ini cenderung kearah besi. Yah, apapun itu. Sepertinya musuh kali ini cukup kuat untuk dilawan.


Orang pertama yang maju adalah seorang gadis pengendali boneka. Dan Qin Yan mengirim Tang Liu sebagai lawannya.


"Kerajaan Sindran, Fi er."


"Kerajaan Sunmoon, Tang Liu."


Seketika, keduanya bertarung setelah wasit memberi perintah.


gadis bernama Fi er, seorang tipe kultivator tunggal dengan atribut elemen air. Berumur 19 tahun dan ia berada ditingkat Grandmaster. Dia lawan yang seimbang bagi Tang Liu.


gadis ini mempunyai lima boneka yang bisa ia kendalikan secara leluasa. Dalam pertarungan awal mereka, Fi er tampak mendominasi pertarungan.


"Bom boom boom boom"


Tampak Tang Liu berusaha menghindari tembakan energi yang dihasilkan oleh salah satu dari kelima boneka itu. Dari lima boneka, masing masing mempunyai trik dan kegunaan berbeda.


Boneka pertama, tidak perlu disebutkan namanya. Mempunyai kemampuan menembakan energi jarak jauh. Energi ini adalah zat cair yang sudah memadat namun sangat panas. Meskipun tidak beracun, namun cairan ini cukup menyakitkan jika mengenai tubuh. Kemungkinan besar, gadis tersebut adalah seorang Alkhemis atau ahli ramuan.


Boneka kedua dan ketiga, mempunyai kemampuan serangan jarak dekat. Satu tangannya mempunyai sebuah pedang dan tangan lainnya mempunya mesin gergaji yang berputar begitu cepat. Ditambah lagi, boneka ini di modifikasi kan dengan kemampuan bertarung begitu cepat.


Lalu yang keempat, yakni boneka yang mempunyai palu besar ditangannya. Walaupun gerakannya cukup lambat, namun setiap serangannya mempunyai kekuatan yang besar. Ditambah lagi boneka ini cukup keras dan tidak mudah dihancurkan.


Dan yang terakhir yaitu boneka dengan dengan tameng di tangannya. Boneka ini bertugas untuk melindungi sang pemilik.


Bahkan Tang Liu sangat kesulitan melawan mereka semua. Ditambah dengan sang pemilik yang menggunakan elemen air. Qin Yan pun harus mengakui, kemampuan gadis itu tidak buruk. Mungkin Tang Liu bukan lawan yang sepadan untuknya. Meskipun Fi er berada ditingkat Grandmaster, namun dengan kelima bonekanya. Mungkin seorang tingkat Elder akan sedikit kesulitan.


"Gadis itu adalah keturunan klan kuno. Klan Boneka, selama beribu-ribu tahun mereka terus mengasingkan diri. Tidak disangka klan ini malah menunjukan diri hari ini." Jung Kyun menjelaskan dengan khawatir didalam lobby.


"Klan Boneka?" Qin Yan agak terkejut mendengarnya.


"Ya. Ada yang bilang, klan ini adalah perwujudan salah satu sekte besar dimasa lalu. Kekuatan mereka setara kemampuan salah satu sekte. Hanya saja, selama ribuan tahun, mereka selalu mengasingkan diri. Hingga tidak ada yang tahu bagaimana kemampuan mereka selama ini."


"Oh jadi begitu."


Alis Qin Yan tiba tiba berkerut, siapa yang menyangka di alam Tiny ini ada klan yang bisa mengendalikan boneka. Selain ras Elf, ternyata ada juga klan turunan dari klan terkenal di alam utama. Namun dilihat dari manapun, tampaknya kemampuan mereka tidak sekuat kekuatan aslinya. Bagaimana pun, Qin Yan mengerti. Bisa jadi, mereka hanya memiliki beberapa keterampilan dari klan aslinya. Lagian, ini bukan alam Utama melainkan alam Tiny.


Di tempat duduk para master juga mengalami kehebohan yang sama. selain penonton, mereka juga tercengang dengan kehadiran bintang baru ini.


"Gadis kecil itu, mengingatkanku pada nenek Fi yang pernah aku temui. Tidak kusangka ia akan mengijinkan cucunya untuk berpastisipasi dalam turnamen kali ini. Sepertinya ada sedikit perubahan dalam klan pengendali Boneka dibanding waktu itu." Berkata Weiqing sambil mengelus dagunya.


"Yah, apapun yang terjadi. Aku juga merasakan hal yang aneh pada gadis dari kerajaan Sunmoon itu." Xu shian yang berada disampingnya terus mengamati Tang Liu dari sana.


"Sepertinya kau benar." Yang lain juga pada mengangguk. Hanya saja, tidak ada yang memperhatikan seberapa seriusnya ekspresi Han genyu saat ini.


Dilapangkan pertarungan.


"Ptank ptank ptank... Boom boom boom"


Dentuman dentuman senjata berbentrokan, disertai ledakan ledakan energi yang menyerbu Tang Liu. Dengan kelincahan serta keahliannya dalam menghindar, Tang Liu berhasil bertahan hingga saat ini. Namun, terlihat jelas kelelahan diraut wajahnya. Napasnya yang mulai cepat, disertai keringat bercucuran. Membuat semua orang berpikiran kalau gadis ini akan kalah dalam pertarungan.


Begitu pula dengan wajah Fi er, raut wajah dingin dan keangkuhan terpancar diwajahnya. Ia menatap Tang Liu dengan tatapan meremehkan.


"Menyerahlah, aku tak ingin bertarung dengan orang yang tak sebanding." Ucapnya dengan penuh intimidasi. Namun, sebenarnya gadis ini masih mempunyai hati nurani. Oleh karena itu ia memberi Tang Liu kesempatan untuk menyerah karena ia tak mau melukai orang dalam turnamen ini.


Tang Liu yang sedang mengoptimalkan napasnya hanya tertawa getir mendengar kata itu. Hingga membuat alis Fi er terangkat. Ia bertanya apa yang ia tertawakan. Kata katanya dipenuhi ketidak senangan karena merasa di abaikan. Ini semacam penghinaan untuknya.


Tang Liu yang mengerti itu hanya tersenyum tipis, ia menyeka keringat didahinya sembari berbicara penuh percaya diri.


"Kalah atau tidaknya, ditentukan dengan kerja keras. Bukan menyerah dengan begitu gampangnya."


Mata Fi er membesar mendengar itu, ia kemudian menjadi lebih serius. Ternyata lawan didepannya mempunyai tekad yang kuat. Seketika ia pun teringat dengan ucapan neneknya sebelum datang kesini.


"Jika kau bertemu dengan lawan yang mempunyai tekad yang kuat. maka hormatilah dia, lawanlah dia dengan serius dan anggaplah sebagai lawan yang sepadan meskipun kekuatannya tidak sepadan denganmu."


Fi er mengingat itu baik baik, ia pun mengangkat kedua tangannya. Kali ini, tidak ada raut meremehkan diwajahnya. Namun, untuk terakhir kalinya. Ia masih menguji gadis ini.


"Hehehe.... Terlalu keras? Itu tergantung darimu, apakah mampu atau tidak."


Jawaban Tang Liu membuat ekspresi Fi er berubah. Ia melihat Tang Liu menunduk dengan wajah yang gelap. Namun Fi er tidak memperhatikan apa yang terjadi. Jadi, ia menyerahkan empat boneka sekaligus untuk menyerangnya.


Sesaat terjadi ledakan besar besaran, Tang Liu sama sekali tidak menghindarinya. Membuat Fi er bingung dan penasaran disaat yang bersamaan. Apa yang terjadi pada lawan didepannya. Bukan ia mengetahui serangan itu akan menghantamnya? Kenapa tidak menghindar.


Disaat ia tengah bingung, tiba tiba setitik benda putih melaju kearahnya dengan secepat kilat. Ia menggunakan bonekanya agar melindungi dirinya, namun disaat benda itu hendak menyentuh perisai bonekanya, sebuah jaring terbentuk. Jaring itu langsung mengikat bonekanya hingga tak bisa bergerak.


"Hah!" Hal itu tentunya ia membuatnya terkejut, ternyata Tang Liu menggunakan debu sebagai pengecoh dirinya. Ia benar benar ceroboh dan masuk kedalam tipuannya.


Disaat ia tengah mundur, terlihatlah Tang Liu maju dengan beberapa perubahan diwajahnya. Matanya menyala dan terdapat garis hijau menghubungkan pipi dan dahinya.


Setelah itu, Tang Liu menyerang Fi er secara brutal.


Fi er yang berusaha menghindar, ingin mengendalikan boneka kedua dan ketiga untuk melawan. Namun, saat ini ia sadar. Ternyata kedua bonekanya tersebut sudah dililit benang jaring layaknya mumi. Bahkan mereka tak bisa bergerak sedikit pun.


Begitu pula dengan boneka keempat, sang pemegang palu. Ia hanya berdiri dengan ratusan jaring mengikatnya.


Hanya tersisa boneka pertama, dan Fi er menggunakan boneka itu untuk melepaskan keempat boneka lainnya. Dengan menembakan beberapa bola energi, keempat boneka itu berhasil bebas meskipun meninggalkan beberapa kerusakan spesifik.


Saat inilah cincin Ungu Fi er menyala. Elemen air memenuhi dirinya.


"Elemen air! Ledakan naga Air!!" Ditangan kanan Fi er terdapat aliran energi air yang berbentuk kepala naga. Ia hendak meninju Tang Liu dengan serangannya tersebut.


Namun disaat itu hendak terjadi, sebuah benang jaring putih mengikat tangannya. Tangannya ditarik kebelakang mengakibatkan serangannya meleset. Setelah itu, barulah Tang Liu meninju perutnya sekuat tenaga.


"Bum" Mulut Fi er mengeluarkan busa air liur, ia terpental beberapa kaki kebelakang.


Saat terbaring diatas tanah, Fi er tertegun sejenak. Ia memandangi langit pagi yang cerah, kemudian melirik Tang Liu yang berdiri didepannya.


Kali ini, terlihat Tang Liu lah yang paling mendominasi. Dia melayangkan tatapan dingin pada Fi er.


"Aku beri satu kesempatan, menyerahlah sebelum kau menyesal."


Mendengar itu, Fi er menggertakan gigi. Ia bangun dengan cepat. Kali ini ia tidak lagi main main.


"Hiyaaah!!" Kemudian Fi er berteriak keras, setelah itu terjadi perubahan pada bonekanya.


Kali ini boneka kedua dan ketiga lebih memunculkan banyak senjata. Lalu boneka pemegang palu mulai mempunyai gas kecepatan. Sementara boneka penembak juga mengalami hal yang sama. Mulutnya ikut menembakan berbagai bola energi.


Semuanya menyerang Tang Liu secara membabi buta. Ledakan ledakan memenuhi lapangan.


Cincin Fi er menyala lagi, kali ini lapangan dipenuhi air bagaikan tsunami. Selama itu, Tang Liu hanya melompat ke udara. Lalu Fi er menggunakan skillnya lagi. Tiga aliran air berbentuk naga menyerang Tang Liu. Menghasilkan ledakan cukup besar, efek ledakan itu seperti hujan buatan.


Saat sosok Tang Liu tidak terlihat lagi, barulah Fi er menarik napas. Menggunakan beberapa skill secara berturut turut sangat memakan banyak energi, hingga ia sendiri sedikit kesulitan dalam bernapas.


Alih alih memeriksa situasi, Fi er mendapati bonekanya terikat kembali oleh jaring. Namun kali ini, Tang Liu berada di udara dengan delapan kaki laba labanya. Tranformasi itu membuat semua orang tercengang. Apalagi kali ini Tang Liu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Saat cincinnya bersinar, semua boneka yang diikat jadi terpotong potong karena benang jaring yang begitu tajam.


"Bo-bonekaku!" Teriak Fi er dengan mulut ternganga. Matanya hampir berlinang air mata, namun saat ini karena emosi yang tinggi.


"Ka-kau....!!! Aaaaarrrgghhhh.....!!!" Fi er berubah menjadi ganas, elemen air memenuhi tubuhnya dan melonjak ke langit, bagaikan tornado.


Di saat ini barulah alis Tang Liu berkedut, ia ingin menghindar namun tidak sempat.


Saat itulah terjadi bentrokan. Mengakibatkan air terceplas kemana mana. Para petugas langsung menuju kepinggir lapangan dan membuat penghalang agar efek serangan itu tidak mengenai para penonton.


'Sungguh serangan yang luar biasa kuat.' para ahli yang membuat dinding tersebut tak bisa menahan rasa kagumnya.


Setelah semua kembali tenang, terlihatlah Tang Liu dan Fi er dalam penampilan berantakan. Mereka berjalan tergopoh gopoh, namun Tang Liu disini masih memiliki beberapa energi dan membuat jaring laba laba kurungan, disertai cairan lendir yang mengandung racun pekat. Lalu di sekeliling tubuh Fi er sudah dipenuhi jaring namun ia sama sekali tidak terikat. Artinya jaring tersebut menjadi pembatas, Fi er tidak akan bisa maju dan tidak mundur atau bergerak sama sekali. Karena dalam jaring itu sudah ditempelkan kertas peledak akan meledak jika Fi er menyentuh jaring itu.


"Menyerahlah atau aku akan meledakanmu dan kau akan mati setelah menyentuh racunku." Teriak Tang Liu dengan marah, tapi Fi er tidak menyerah begitu saja. Ia menggertakan gigi, sembari menatap tajam pada Tang Liu.


"Aku tidak akan menyerah! Aku punya harga diri dan kepercayaan dari nenek. Aku tidak akan kalah begitu saja." Fi er memunculkan cincin ungunya lagi. Membuat Tang Liu menggertakan gigi dengan kuat. Ternyata gadis itu tak mau menyerah, maka tidak ada pilihan lagi selain melancarkan serangan ini.


"Kalau begitu baiklah!! Aku tidak akan segan segan!!" Cincin Ungu Tang Liu bersinar, ia dapat mengendalikan racun dan atributnya juga adalah racun. Tangannya di kepal, setelah itu barulah kertas ledakan itu bersinar.


Terakhir, Tang Liu melihat tatapan Fi er yang tajam dipenuhi tekad. Ia pun menghela napas, kemudian tatapannya berubah serius.


Setelah itu, ledakan kembali terjadi. Api membara serta aura angin yang kuat menggelegar lapangan.


"DUAR" Begitulah ledakan nya, dalam seperkian detik asap hitam melaju keatas udara.


Tang Liu yang sudah kehabisan energi hanya bisa menahan dirinya agar tetap sadar. Namun ditengah tengah kelelahannya, mata gadis itu kembali terbelalak. Sial, sebuah cangkang besar berada ditempat Fi er. Cangkang itu sangat tebal hingga ledakan pun tidak terpengaruh.


Namun tidak lama kemudian cangkang tersebut akhirnya pecah. Terlihat Fi er yang sudah mengeluarkan darah disudut bibirnya. Keduanya tampak bertahan, masing masing sudah mulai kehabisan energi. Dan disaat ini, Tang Liu hendak ambruk. Namun masih memaksakan diri untuk berdiri.