
Melihat anak itu yang bisa membangkitkan formasi tingkat 9, dia pun mengerti. Pantas saja salah satu rasnya yang ia kirim kesini gagal melakukan tugas. Ditambah dengan dua orang beast itu... Dia pun tidak yakin bisa mengalahkannya atau tidak.
Wujud demon king saat ini tidak berubah, sebuah mata yang melayang diatas langit. Hanya saja, ukurannya jauh lebih kecil dari sebelumnya. Sekarang ukurannya tampak seperti kepala manusia. Dia pun mengunci keberadaan Qin Yan, didepan matanya, sebuah titik energi jahat berwarna hijau terbentuk seperti bola cahaya.
Ketika hampir ia tembak, tiba tiba asap yang mengepulnya menghilang. Kemudian terlihat, Kyubi yang jungkir balik dengan sembilan ekor raksasa sudah dalam bentuk menyerang.
"Apa yang kau lakukan disana!" Kyubi berteriak marah. Sementara Demon king terlihat kaget, namun kejadian itu begitu cepat hingga ia tidak bisa mengelak.
"BOOM" ia terhempas cukup jauh kebawah. Disana sudah ditunggu Kyuki yang menggunakan ekornya untuk menghantamnya kembali.
Pada akhirnya, mata tersebut mendarat menghancurkan bebatuan. Namun ia masih bisa bangkit. Ketika melihat Qin Yan berada didekatnya. Dia langsung berubah menjadi sosok manusia dan mulai mengincar anak itu.
Qin Yan yang tengah menahan formasi langsung melepaskannya. Untungnya ledakan sudah berlalu, hingga efeknya mampu ditahan oleh Weiqing dan master lainnya.
Qin Yan menghindar serangan pertama sosok itu. Namun gerakan kedua yang cepat membuat Qin Yan tidak bisa mengelak. Gerakannya seperti merobek ruang dan waktu, bahkan tekanannya membuat Qin Yan menjadi kaku untuk bergerak.
"Pah" Yao Chen tiba tiba datang membantu. Bahkan menyerang balik. Jin kei juga datang menyusul, ketiganya bertarungan dengan tangan kosong.
'Aku harus mencari jalan keluar!' Qin Yan melihat sekeliling. Ia harus memutuskan lorong ruang dan waktu yang digunakan demon king. Ia harus mengakhiri ini.
Tiba tiba Qin Yan melihat percikan portal kecil disana, tepat jauh diatas sana. Mata Qin Yan menyipit. Ia segera mendekati portal itu.
"Huh!" Hal itu didasari oleh demon king. Ia langsung menghindari Yao Chen dan Jin kei, serta mengambil kesempatan dan kabur. Lalu ia melompat keatas untuk mengejar Qin Yan.
"Hah!" Disaat ini Qin Yan lah yang terkejut, lantaran sebuah tangan hendak menggapai lehernya. Demon king secepat kilat muncul didepannya.
"Bukh" Tiba tiba seorang gadis datang menghantam sosok itu. Qin Yan melihat QingZhu berada dibelakangnya dan menyelematkannya diwaktu yang tepat hingga demon king tersebut kembali menjauh.
"Terima kasih." Qin Yan menatap gadis itu lalu pergi. Meninggalkan QingZhu yang diam atas kepergiannya. Namun itulah yang QingZhu inginkan.
Dia menatap demon king dengan tubuh gemetar. Tekanan dari makhluk itu benar benar luar biasa. Api pemurnian dari energi Zenit menarik perhatian demon king.
"Kau.... Harus dibunuh!" Dia langsung muncul didepan QingZhu. Gadis itu terkejut, namun tak sempat mengelak. Ketika tangan demon king hendak mencabik tubuh Qingzhu. Ia merasa pusing.
'Apa ini!'
Angin berhembus menghempaskannya, meskipun tidak berpengaruh apa apa baginya. Namun hal yang membuatnya terkejut kembali terjadi. Huang er muncul dengan tangan kanan yang sudah lepas kendali. Menyala dan dipenuhi tanda segel. Huang er yang kehilangan kesadaran meninju demon king dengan seluruh kekuatannya.
"Mati kau!!!"
"Bum" Tinjunya ditangkis. Dan bahkan tidak membuat demon king mundur.
"Hehehe... Tangan dewa yah. Ternyata banyak hal menarik didunia ini rupanya."
"Wush" Dalam keadaan memegang tangan Huang er, Demon king merasakan ada yang mengincar kepalanya dengan tendangan. Lin Fin Ternyata maju dengan perubahan iblis tingkat maksimal. Namun tendangannya kembali ditangkis dengan mudah dan dihantam ketanah.
Huang er ditekuk tangannya dan dihantam dengan tinju demon king hingga terhempas. Lalu Xiang Xiang maju dengan tulang tajam menonjol dipenuhi api hitam.
Sekali lagi, serangan nya ditahan dengan kosong. Ketika demon king hendak menghantam gadis itu, tangannya tiba tiba dililit jaring beracun. Tang Liu menariknya sekuat tenaga namun dialah yang terbalik tertarik.
Tang Liu tertarik sampai kehadapan Demon king. Bisa dibilang, jika saja gadis itu berhasil ditangkap olehnya maka nasibnya berakhir sudah.
Sayangnya gerakan demon king terhenti, meskipun begitu singkat namun Tang Liu berhasil diselamatkan oleh Xie Xie.
"Hiiyy!" Jung Kyun yang tanpa sadar menggunakan bayangannya tiba tiba langsung melepaskannya karena takut. Sementara De muer dan lainnya sudah melarikan diri.
Demon king menatapnya dengan tajam, ia merasa harga dirinya di injak karena di serang manusia lemah seperti Jung Kyun. Tampaknya ia direndahkan jika tidak mengeluarkan kekuatannya yang asli.
"AAAARRRGGHHH.....!!" Auranya kembali meledak. Daya hancurnya sangat luar biasa, tanah disekitarnya hancur menjadi abu.
"Kau mengerahkan kekuatan aslimu hanya karena bertarung dengan para bocah? Memalukan sekali." Jin kei terkekeh, membatasi aura demon king. Disusul Yao Chen yang maju dan kembali menyerangnya.
Mereka bertiga kembali bertarung tanpa diganggu siapapun.
"Me-mereka.... Luar biasa..!!" Lin Fin bangkit dengan cangkangnya yang sudah pecah dan hancur. Apalagi kakinya yang patah hanya karena dipegang oleh makhluk itu.
"Sial, ini benar benar...." Lin Fin memegangi kakinya dan berusaha dengan pincang. Lalu ia melihat Huang er yang tubuhnya menekuk tak wajar. Lin Fin dengan segera mendekatinya. Rupanya tubuh gadis itu sepenuhnya hancur karena tinju demon king. Huang er tak bergerak, namun tangannya masih menyala. Dia sekarang dalam kondisi hidup dan mati.
Lin Fin yang menyadari itu tidak lagi memperhatikan kondisi kakinya, dia langsung berlari mencari orang yang mempunyai kekuatan penyembuhan.
Kebetulan dia bertemu dengan pasangan yang sedang saling menopang dalam keadaan mereka yang penuh luka.
"Yuisha!" Lin Fin berteriak sebelum akhirnya ia terjatuh karena kakinya yang sudah terpisah dari pahanya. Tubuh Huang er terjatuh dari tangannya.
Ternyata mereka adalah Zhang Yuisha dan Xingyun. Ketika melihat Lin Fin, mereka segara mendekatinya.
"To-tolong! Di-dia... dalam keadaan sekarat!" Ucap Lin Fin sebelum ia kehilangan kesadaran.
"Kita harus membawanya." Ucap Yuisha dengan panik.
"Kau yakin?" Xingyun berkata dengan khawatir. Dia tidak yakin bisa membawa mereka dengan kondisinya yang seperti ini.
"Apa yang kau pikirkan. Ayo cepat bantu aku, kita harus membawa mereka." Teriak Yuisha dengan marah. Dia berbalik kesana sini. Kebetulan melihat ratu elf tidak jauh dari sana. Dia segera melesat menuju kesana.
"Yuisha! Tunggu." Akhirnya Xingyun menghela napas kemudian mengangkat Lin Fin, lalu membawanya mengikuti Yuisha.
Mereka melewati beberapa prajurit yang juga terluka. Diantara para prajurit tersebut, ada seorang gadis yang mati matian menyembuhkan mereka. Dia tidak menyadari keberadaan Lin Fin, dia selalu fokus menyembuhkan para korban.
"Hei! Sembuhkan aku juga." Seorang gadis lainnya memanggilnya. Rong rong, sejauh ini masih berhasil bertahan hidup. Meskipun satu tangannya terluka parah. Tapi ia masih bisa bergerak. Lalu gadis yang berusaha menyembuhkan para prajurit adalah Hulena. Dia yang sudah menyembuhkan prajurit tak terhitung jumlahnya sekarang sudah kehabisan energi. Bahkan melihat ke arah Rong rong saja sudah tidak mampu. Pandangannya kabur hingga akhirnya pingsan dengan wajah pucat.
"Astaga..!!" Melihat itu, Rong rong menghela napas kesal. Dia pun hanya berdiam diri ditempatnya tanpa melakukan apapun. Menutup mata berharap perang ini segera berakhir. Ia benar benar lelah bertarung dari malam sampai pagi.
"BOOM" Seperti biasa, ledakan terjadi disekitarnya. Rong rong juga tidak menghiraukan itu.
Namun ternyata seseorang yang terhempas dibelakangnya adalah Xie Xie. Mata Rong rong membelalak, adegan penyelamatan Xie Xie berputar dikepalanya .
Xie Xie dalam keadaan perubahan iblis mengalami kerugian yang cukup parah. Tangannya sudah memanjang berantakan, tubuhnya karet namun sepertinya sudah mencapai batasnya.
"Swosh" Tiba tiba seseorang muncul memberikannya serangan, tak sampai disitu. Dia menangkap leher Xie Xie dan mengangkat keatas.
"Beraninya kau mengganggu pertarungan ku." Geram demon king dengan marah. Xie Xie hanya memaksakan diri untuk tertawa sampai akhirnya genggaman itu diperkuat dan Xie Xie tak bisa bernapas. Bola matanya sudah mengarah keatas menandakan kalau dia akan mati.
"Hentikan!" Tiba tiba Rong rong berteriak. Ia berdiri dengan pisau dan boneka aneh ditangannya. Tanpa ragu ia menusuk boneka itu, dan Demon king merasakan dampaknya.
"Apa ini!" Demon king merasa aneh untuk sesaat, ia menatap gadis itu. Kebingungan terlintas diwajahnya.
"Disitu kau rupanya!" Untungnya Yao Chen dan Jin kei berhasil menemukannya diwaktu yang tepat.
"Bisa bisanya kau mengincar manusia lemah didepan kami."
"Sial! Kenapa kalian selalu menghalangiku!"
Ketiganya kembali terlibat pertarungan sengit. Rong rong diam diam mendekati Xie Xie yang sudah sekarat.
"Sial! Kenapa aku begini?" Rong rong menggertakan gigi mencari ahli penyembuh. Karena Hulena sudah pingsan, dia harus mencari penyembuh lain.
Sementara di tempat lain, Qiu er, Xiu Xiu, Xuan Ziwei, Dai Yueheng, Na er dan salah satu peserta kerajaan Vermillion. Tengah mengobati luka mereka kepada Weisi. Ada satu kelompok lain selain mereka. Zue er dan Shinzui yang tengah mengobati Zun er dan Ling er. Mereka sengaja mencari tempat persembunyian agar terhindar dari Demon king yang sangat kuat.
"Berapa lama pun kita bersembunyi, bukankah tidak bisa membiarkan mereka bertarung sendirian?" Dai Yueheng berbicara dari balik batu setelah mengamati pertarungan diluar. Kakinya yang sudah terlilit perban masih begitu sakit, namun dia masih berdiri dan berjalan. Disampingnya, ada Xiu Xiu yang juga sedang di pulihkan oleh Weisi karena tangan kanannya hampir putus.
"Ya. Kita tentu tidak bisa diam saja." Xiu Xiu berkata dengan tenang. Tapi dalam hati ia begitu khawatir, pertarungan sebelumnya sangat menguras tenaga. Sekarang muncul musuh baru yang bahkan tidak mereka kenal. Dia begitu kuat, dan rasanya tidak terkalahkan. Jika terus pertarungan seperti ini, bagaimana nasib mereka selanjutnya. Bagaimana bisa musuh sekuat itu ada. Bahkan para master saja masih dalam keadaan pemulihan. Rasanya mereka tidak bisa mengalahkan sosok itu.
"Qin Yan pasti punya jalan." Weisi menghela napas. Xiu Xiu yang mendengarnya menjadi gelap. Lagi lagi mereka harus mengandalkan Qin Yan. Meskipun Qin Yan kuat, dia juga tetap manusia. Punya batasan. Sekuat kuatnya dirinya, ada juga beberapa masalah yang tak bisa ia selesaikan sendiri. Saat itu, ketika ia melihat teman temannya yang lain gagah berani melawan makhluk mengerikan itu. Dia pun terguncang. Lin Fin, Xie Xie, Xiang Xiang, Huang er, bahkan Tang Liu tidak ragu untuk bertarung. Melihat mereka terluka, hatinya pun terasa sakit.
"Kau benar! Kita tidak bisa diam saja seperti ini!" Xiu Xiu bangkit dan berdiri. Pasir pasir berkumpul membentuk tangan monster, Xiu Xiu langsung memasuki perubahan iblis sempurna. Maju dan menyerang Demon king.
"Tunggu, kau pikir kau bisa melawannya?" Tiba tiba Weisi berbicara. Membuat Xiu Xiu berhenti.
"Jadi, kau pikir kita tinggal diam saja?" Xiu Xiu balik bertanya.
Weisi menggeleng.
"Tidak, kita memang tak pantas melawannya. Hanya dua orang itu yang bisa. Tapi meskipun begitu, kita bisa membantu sedikit demi sedikit dari kejauhan. Karena sedikit pengecoh bisa menjadi peluang untuk menang."
Xiu Xiu terdiam. Kemudian berbalik pada pertarungan Yao Chen dan Jin kei. Ia mengamati pergerakan demon king dan akhirnya mengerti.
"Baiklah kalau begitu." Xiu Xiu menyentuh tanah. Seketika, tempat dimana Demon king berpijak menjadi lunak dipenuhi pasir.
'Ada yang menggangu yah.' Demon king hampir keseleo karena itu, dia berbalik kearah Xiu Xiu dengan marah. Namun Jin kei kembali menyerangnya. Kali ini, ia tidak menangkis dengan baik hingga dia sampai terdorong mundur. Yao Chen juga membantu menyerang hingga ada beberapa serangan yang masuk.
"Bagus." Xiu Xiu tersenyum, namun tepat setelah itu ia mendapati tatapan Demon king yang seperti monster. Xiu Xiu langsung terjatuh tak berdaya hanya karena tatapannya.
'Cih, manusia lemah.' Mata demon king menyala ketika sedang menangani serangan Yao Chen dan Jin kei.
Tidak lama kemudian para master pun datang. Mereka mengepung dan mulai menyerang Demon king.
"Jangan maju! Biar kami yang mengurus disini." Teriak Weiqing dengan wajah pucat. Ia terlalu memakai kekuatannya untuk perang ini. Dia benar benar tak menyangka jika perang ini akan berada di jalur yang tidak diharapkannya.
Weisi dan lainnya terhenti. Mereka menggendong Xiu Xiu lalu bersembunyi kembali. Melihat ayah dan master lainnya bertarung, Weisi mau tidak mau merasa khawatir. Makhluk sekuat itu apa bisa dikalahkan? Jika tidak, maka tamatlah mereka. Weisi melihat kearah langit. Dimana Qin Yan berada, ia benar benar berharap banyak padanya. Agar perang berakhir secepatnya