LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Asral


Jutaan akar pohon raksasa terpampang didepan mata. Semuanya jadi ternganga, yang paling menonjol dari mereka semua adalah sesosok patung pria, dengan wajahnya seperti rusa. Hitam dengan corak merah, lehernya telilit oleh ular cobra dan matanya tertutup. Tubuh orang itu sepenuhnya adalah tubuh manusia, bukan ular, namun Qin yan sendiri heran mengapa kepalanya berbentuk rusa.


Memikirkan itu, Qin yan kembali membuka buku ditangannya. Gambar patung itu juga ada dibuku. Setelah membaca tulisan dibawahnya, barulah Qin yan mengerti.


Penguasa roh kegelapan yang telah mencapai puncak Semigod, raja dari para suku ular. Seorang tokoh yang pernah mengacaukan dunia, namun karena keseombongannya. Dimasa peradaban jaman dewa, ia langsung dikutuk oleh dewa Liung ming. Agar tidak bisa membuat kekacauan lagi. Seluruh klan dan pengikutnya dikutuk dalam hukuman yang mengerikan. Semua hanya karna kesombongan dan ambisi.


Raja Asral, penguasa klan Demon puppet snake.


"Qin... maksudku pangeran, coba lihatlah ini." Xing yun mencoba memanggilnya, namun karena Qin yan tuli, ia terpaksa melemparkan sebuah kerikil.


Qin yan berbalik kearahnya, Xing yun menjoba memperlihatkan sesuatu yang ada dibawah. Setelah Qin yan pergi memeriksanya, barulah matanya kembali membesar.


"I-ini...." Jutaan prajurit terpampang dibawah. Tidak, karena terlalu banyak hingga tak terhitung jumlahnya. Bagaimana tidak, prajurit dibawah terlihat seperti semut yang tengah merapat dan bertebaran diatas permukaan.


'Gawat.' Perasaan Qin yan mulai tidak tenang.


"Plok. Plok. Plok." Tidak lama ia berprasangka, terdengar suara tepukan tangan dibelakang. Semuanya berbalik, kumpulan klan sisik Ular sudah ada dibelakang. Senyum licik terpancar diwajah mereka, ketua mereka maju dengan sombong. Tangannya ada dibelakang, seakan akan meremehkan keberadaan Qin yan dan yang lain.


"Aku tidak menyangka kalian bisa memecahkan jalan yang begitu sulit ini. Kalian patut untuk diberi penghargaan." Ucapannya memang seperti memuji, namun tangannya mengarah ke Qin yan disertai percikan energi yang kuat.


"Siung"


"Pangeran awas!" Jia ya maju melindungi Qin yan dengan spontan. Serangan yang terlalu cepat, bahkan Qin yan tidak sempat bereaksi hingga Jia ya sendiri terkena serangan tersebut.


"Jia ya!" Mata Qin yan terbelalak, melihat kondisi Jia ya yang begitu mengerikan. Salah satu tentara bayangan Qin yan langsung muncul dan mengobatinya dengan cepat. Namun hal itu membuat mereka semua jadi terkejut melihat makhluk itu. Mereka benar benar tidak percaya kalau Qin yan bisa menggunakannya.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya ketua klan itu dengan alis berkerut.


Sementara wajah Qin yan sendiri menjadi hitam, melihat Jia ya yang pingsan. Ia jadi sangat marah, bagaimana tidak, dari tadi ia berusaha menyembunyikan kekuatannya. Tapi orang orang licik ini datang tak diundang dan malah menyerang sembarangan. Padahal mereka susah payah untuk mencapai ruangan ini.


"Baj*ngan! Lebih kalian mati saja!" Teriak Qin yan, enam ahli tingkat raja, disertai satu ahli tingkat Kaisar pun muncul. Semua orang dibuat kaget olehnya.


"Bunuh mereka." Ucap Qin yan dengan dingin. Dalam sekejap korban pun berjatuhan, ketua mereka langsung berada dalam kondisi kritis. Bagaimana tidak, ketua yang tadinya begitu angkuh ternyata hanya berada ditingkat raja. Walaupun Qin yan begitu lemah dihadapannya. Tapi mengenai prajurit bayangan, musuh tidak akan bisa bermain main. Salah satu dari mereka sudah berada ditingkat Kaisar. Tingkatan yang sudah diakui jika ingin mendirikan sekte.


"Siapa sebenarnya kau!" Ketua itu mundur sedikit demi sedikit ketika melihat Qin yan maju membawa senjata. Wajahnya ketakutan disertai rasa ngeri ketika menatap Qin yan. Apalagi para pengikutnya yang berada ditingkat Jenderal, semuanya dibunuh tanpa sisa. Qin yan tidak pernah main main jika orang terdekatnya terluka. Dia akan membunuh siapa pun yang berani menyakiti saudara dan temannya. Apalagi keluarganya, tidak lagi yang namanya rasa kasihan.


Namun setakut apapun dia pada Qin yan, ternyata pria itu juga lebih takut pada seseorang. Hingga akhirnya pria itu pun memaksakan senyumnya, bahkan tertawa seperti orang gila.


"Hahahaha... Kau pikir kau bisa membunuhku, kau berpikir seperti itu. Kau lihat ini sekarang juga." Pria itu langsung merentangkan kedua tangannya, dengan mata tertutup dan bibirnya komat kamit.


"£÷$^#*@(#&@^@$&\=*@(!/*\=£@^@(÷¥#, ×£#&@¥÷^#*×¥%€÷, ×€×*×£#_'\=€×(@!!!!"


Entah apa yang ia baca, bahkan Qin yan pun tidak mengerti. Tidak lama mantranya berlangsung, dunia bawah tanah itu jadi bergetar. Qin yan memeriksa situasinya, dan ternyata para makhluk yang ada dibawah juga bergetar. Dan akhirnya bergerak seperti telur ayam yang menetas.


"Ini.... Mantra apa yang ia baca?" Alis Qin yan berkerut, entah kenapa kekhawatiran muncul dihatinya.


"HENTIKAN DIA!!!" Sesosok wanita bertubuh ular berteriak didepan pintu masuk. Matanya membesar melihat ketua klan tersebut membaca mantra itu. Setelah para manusia licik itu datang mengganggu, kini manusia ular pun juga menyusul.


"Hahaha.. Sudah terlambat ratu Medusa. Asral akan bangkit." Matanya orang itu menyala dengan tawa yang menyeramkan. Namun tepat setelah itu, ekspresinya berubah. Tubuhnya langsung dipenuhi percikan asap hitam.


"Apa ini? Apa yang terjadi! Uuukh.. Aaaaakh...!!" Orang itu memegang wajahnya sendiri sampai jiwa roh keluar lewat mulut, hidung, dan telinga.


Semuanya dibuat jadi waspada, Klan Medusa dan kelompok Qin yan menjadi mundur menghindarinya.


Orang yang tadi tengah kesakitan, sekarang pun ia langsung sadar. Namun penampilannya jadi berbeda, matanya menjadi hitam dan pupilnya jadi putih. Sejenak, ia memandangi tubuhnya sendiri kemudian tertawa dengan senangnya.


"Hahahahaha.... Akhirnya aku bebas! Bebas! Hahahaha..." Ia tertawa seperti orang gila. Suaranya bukan hanya terdengar lewat telinga, tapi juga lewat batin. Hingga Qin yan sendiri yang sedang tuli jadi bisa mendengarnya.


"Tapi sayangnya, tubuh ini terlalu lemah. Aku butuh tubuh yang lebih kuat!" Ia berbicara seperti itu, namun pandangannya tertuju pada Qin yan.


"Aku tahu kalau tubuhmu disegel oleh 12 atribut yang berbeda. Dan bukan orang biasa juga menyegelnya. Aku tidak tau siapa kau, tapi dibalik segel itu. Kau menyembunyikan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan yang memiliki empat atribut illahi." Mata orang itu terbuka dengan penuh keserakahan.


"Sepertinya ini adalah keberuntunganku saat berhasil bangkit." Senyum pria itu dengan licik, dalam hatinya mengidamkan jika ia memiliki tubuh Qin yan. Maka dunia akan berada dalam genggamannya.


"Keberuntungan? Kau ini gila atau tidak waras?"


Pria itu tiba tiba membeku mendengar ejekan Qin yan. Matanya menatap Qin yan dengan penasaran. Menatap anak yang bahkan tidak sedikit pun takut padanya. Namun setelah itu ia tersenyum sendiri.


"Heeeh, mengejutkan juga ada anak setenang ini ketika berhadapan denganku. Sepertinya kau perlu diberi pelajaran sedikit." Tangannya langsung dialiri percikan energi, namun ia kembali terkejut saat melihat tujuh prajurit bayangan Qin yan datang menghalangi.


"Ini...." Ia pun jadi ternganga melihat prajurit bayangan itu.


'Dia mempunyai roh panggilan yang sempurna. Anak ini... Benar benar harta karun..' Batin pria itu dengan rakus, ia menatap Qin yan dengan tak sabar. Namun untuk menggapai impiannya, ia harus bergerak sedikit demi sedikit. Apalagi melihat Qin yan, ia rasa tidak mudah untuk menangkapnya.


"Hm... Anak kecil, siapa kau sebenarnya?" Tanya orang itu.


Qin yan hanya menatapnya dengan lucu setelah mendengar itu.


"Kau bertanya padaku untuk apa..... Asral!" senyum tipis terpancar diwajahnya.


Sementara pria itu kembali tertegun, tapi hanya sesaat. Ia juga kembali tersenyum.


"Hoooh... kau mengetahui namaku yah.."


"Kenapa tidak, bukankah kau orang memalukan yang dikutuk oleh Kaisar Liung ming."


Mendengar itu, kemarahan muncul diwajah pria itu. Ia menatap Qin yan dengan tajam.


"Kau tau ap...." Ia ingin mencekik leher Qin yan, namun belum sampai melangkah prajurit bayangan tingkat Kaisar malah balik mencekiknya.


"Aku tau betul hukum merasuki tubuh orang lain. Sekuat apapun dirimu, tapi jika orang yang kau rasuki itu tidak mengimbangi. Maka kau juga tidak bisa menggunakan kekuatan lebih dari kekuatan tubuh yang kau rasuki." Senyum Qin yan dengan licik.


Pria itu langsung terdiam, lama kelamaan sudut bibirnya melengkung keatas.


"Hehehe... Aku tidak menyangka bocah sepertimu bisa tau banyak." Orang itu pun langsung tertawa keras dengan asap yang keluar dari tubuhnya. Dan akhirnya akar pohon raksasa didalam ruang itu jadi bergerak menyerang semuanya.


"Xing yun kau harus berhati hati!" Qin yan memperangati Xing yun yang dari tadi ada disampingnya. Sementara prajurit bayangan yang sedang memulihkan Jia ya juga ikut menghindar sambil menggendong wanita itu.


Akar pohon yang begitu banyak terus menjalar, Qin yan menggunakan teknik gerakan kilat dan langkah bayangan tanpa henti. Sesekali juga prajurit bayangannya datang melindungi disaat Qin yan tidak sempat menghindarinya.


"Hahahahaha... kau pikir bisa lolos dariku yah." Pria itu semakin mempercepat gerakan akarnya hingga Xing yun dan anggota klan Medusa lain jadi tertangkap.


"Xing yun!" Qin yan berteriak panik, gerbang dimensi puncul dibelakang Xing yun. Seseorang menariknya dari dalam, termasuk Jia ya juga ikut dimasukan.


"Setidaknya kalian baik baik saja didalam sana." Berkata Qin yan dengan lega, Yao chen, Jin kei dan Elfes akhirnya keluar dari dimensi gate tersebut.


"Qin yan, ada apa ini?" Tanya Yao chen dengan alis berkerut. Namun ia melihat Qin yan tidak mendengar apapun. Jadi ia sedikit memeriksa kondisinya dan tahu kalau telinganya sudah tidak berfungsi.


Sekarang, walaupun tubuh asli Yao chen masih bernaung didalam tubuh Qin yan dalam bentuk Kyubi. Namun sekarang Qin yan tidak bebas lagi menggunakan kekuatannya, tidak bisa melakukan perubahan iblis lagi seperti yang dulu.


"Kau ini, selalu saja membuat masalah." Yao chen menghela napas tak berdaya, kemudian memulihkan telinga Qin yan agar bisa mendengar lagi.


"Jadi, apa sebenarnya yang terjadi?" Tanyanya dengan tenang.


Sekarang Qin yan kembali bisa mendengar suara dengan jelas.


"Panjang ceritanya, tapi masalahnya adalah orang itu." Tunjuk Qin yan pada pria yang dirasuki oleh Asral disana.