LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Pembalasan


Bagian timur kerajaan Zhongtian, Hutan daratan hijau.


"Boom boom boom" Ledakan ledakan kuat terdengar dimana mana. Terlihat pohon pohon yang tumbang karena serangan tersebut.


Dua kelompok saling beradu serangan, dan terlihat salah satu kelompok berada dalam tekanan kelompok lain. Namun, pada akhirnya. Kelompok yang hampir kalah tersebut akhirnya memenangkan pertempuran. Hanya saja, sejauh ini. Mereka menghabiskan seluruh kekuatan mereka hanya untuk melumpuhkan kelompok ini.


"Hah... Hah... hah..." Semua anggota kelompok tersebut berusaha menenangkan napas mereka. Menyeka keringat atas pertempuran yang terlalu melelahkan ini.


"Kelompok macam apa ini? mereka semua adalah monster?" Berkata salah satu mereka dengan ngeri ketika melihat Lin Fin dan lainnya yang tumbang dalam keadaan bertranformasi.


"Jika bukan karena artefak yang diberikan master. Aku tidak yakin mengalahkan mereka semua."


Seorang pemuda berbadan tinggi, tampaknya ia adalah ketua kelompok mereka. Berjalan menuju Lin Fin yang tengah berusaha melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya.


'Jadi, ini yang dinamakan perubahan iblis?' Alisnya berkerut, saat melihat Lin Fin yang sudah bertranformasi. Merontah rontah ketika dikekang rantai.


"Seperti yang diharapkan dari perubahan iblis, dia benar benar kuat. Mereka bisa saja menjadi subjek penelitian kita." Senyum pemuda itu dengan penuh seringai, ia kemudian mengeluarkan sebuah tongkat yang mempunyai kristal biru diatasnya. Tongkat itu adalah artefak yang diberikan Han genyu pada mereka untuk melumpuhkan anggota kelompok Qin Yan.


Setelah membacakan beberapa mantra, tongkat tersebut bersinar. Dan rantai yang mengekang Lin Fin lainnya langsung menyala.


"AAAAAAARRRRGGGHH......!!!"


"AAAARRGGHH......!!!" Mereka berguling kesakitan sambil menjerit keras. Bagi mereka yang belum pingsan, mereka akan mengalami penyiksaan yang begitu pedih bahkan sampai ke tulang tulang mereka. Ini membuat mereka tak tahan, sampai akhirnya satu per satu pingsan karena rasa sakit yang tak tertahankan tersebut.


Lin Fin melirik Xiu Xiu yang kembali ke penampilan manusia, anak itu gemetar dengan wajah pucat sampai akhirnya tak sadarkan diri. Sama halnya dengan Xie Xie yang juga mengalami penderitaan yang sama. Mereka benar benar tak bisa bertahan dari siksaan ini. Sementara Xiang Xiang dan sisanya, mereka pingsan diawal pertarungan. Dalam sekejap, kelompok Qin Yan terkapar ditanah dalam keadaan tak berdaya.


'Qin yaan......' Teriak Lin Fin sebelum ia juga kehilangan kesadaran.


Melihat mereka yang begitu tersiksa, anggota kelompok kerajaan Lembah Racun hanya tersenyum puas. Rasanya menyenangkan mendengar jeritan mereka. Rasa sakit, tersiksa, ketakutan, dan keputusasaan. Benar benar membangkitkan hormon adrenalin mereka. Itu seperti rasa candu, mereka ingin melakukannya lagi dan lagi. Mereka ingin melihat lawan mereka tersiksa. Mereka ingin melihat, lawan mereka memohon ampunan dengan raut wajah ketakutan. Sayangnya, anggota kelompok Qin Yan tidak melakukan itu. Pada akhirnya, terbesit sebuah pikiran dikepala mereka untuk menyandra dan menyiksa mereka pelan pelan agar memuaskan ***** mereka.


Ketua keompok mereka berdiri, bertanya pada salah satu anggotanya.


"Bagaimana laporan Ji yiran? Apakah dia sudah melakukan tugasnya?"


"Belum pangeran, Ji yiran mengatakan kalau Qin Yan masih belum pulang. Tampaknya ia sedikit terjebak dengan bisnis yang ia lakukan." Jawab salah satu anggotanya.


"Baguslah kalau begitu, ini memberikan kita waktu untuk memindahkan mereka ke tempat kita. Angkat mereka dan bawa ke master."


Setelah mendengar instruksi pemimpin mereka, seorang pria kekar bergegas maju dan hendak menggendong Lin Fin. Namun, telinganya mendengar sesuatu yang aneh. Ia berbalik kearah suara tersebut. Dalam sekejap, matanya langsung membesar ketika melihat sebuah pisau pendek keluar dari semak semak menuju wajahnya.


"Siung"


Pria tersebut menghindari pisau itu. Ia kemudian berbalik dan bersiap memperingati teman temannya.


"Kita dise........!!!" Namun sebelum ia menyelesaikan teriakannya, matanya membesar ketika melihat sesosok mengerikan dengan mata merah ada di depannya.


"Slash" Belum ia sempat ia menghindar, Qin Yan langsung menebas lengannya.


"Cuing He!!" Teriak teman temannya ketika melihat itu. Sementara orang yang dipanggil menjerit kesakitan karena telah kehilangan satu lengannya.


"Buakh" Saat berikutnya, Qin Yan menendang pria itu hingga ia terpental begitu jauh.


"Siung" Tanpa peringatan seorang gadis berekor kalajengking menerjang dari belakang. Qin Yan membelalakkan matanya, mata merahnya langsung menusuk kesadaran gadis itu.


"Zzzztt..." Saat berikutnya, tangan Qin Yan yang sudah dipenuhi aliran listrik telah menembus tengah dada gadis itu.


"Brensek kau!!!" Satu orang gadis lagi maju dan menyerang, ia mempunyai tombak dan siap menikam Qin Yan dari belakang.


Namun, tanpa ia sadari akar akar berduri langsung bermunculan dari dalam tanah dan mengikatnya. Sebelum ia melepaskan akar akar itu, Qin Yan sudah melemparkannya tombak listrik. Hingga tubuh gadis itu langsung tertikam tombak itu, dan sekejap tubuhnya langsung mengejang karena sentakan listriknya yang menyetrum dirinya.


"Semuanya mundur! Jangan ada yang bergerak!" Perintah pangeran dengan panik, ia kemudian berbalik pada pria yang memakai masker disamping.


"Zei Du. Cepat lepaskan kabut beracunmu!" Teriaknya.


"Ba-baik...!" Pria tersebut mengambil ancang ancang, bersiap mengeluarkan kabut ungunya. Namun, entah kenapa gelombang pusing yang luar biasa menghantam kepalanya. Sesaat kemudian kepalanya terasa berputar, dunia yang ia lihat seperti bayang bayang dalam ilusi.


Mengetahui kalau orang yang ia suruh tidak melakukan apapun, pangeran tim tersebut berbalik sekali lagi pada pria bermasker itu. Melihatnya yang hanya terdiam, amarahnya langsung memuncak.


"Apa yang kau lakukan disitu, brensek! Kenapa kau cuma berdiri saja!!?" Teriaknya dengan penuh kemarahan. Namun, ia langsung tertegun melihat pria itu terjatuh ketanah.


'Apa! A-apa yang terjadi?' Matanya membesar, namun ia langsung sadar saat menyadari Qin Yan sudah berada didepannya. Tangannya menggenggam sebuah pisau yang dialiri aliran listrik.


Disaat bersamaan, anggota kelompoknya yang masih tersisa juga tiba tiba muncul dibelakang Qin Yan. Dengan cakar tajam yang ia miliki, dipenuhi percikan racun. Pria itu menyerang dengan memperhitungkan semuanya.


Namun, Qin Yan tidak memperhatikan itu. Ketika tangan pria itu hampir mencapai Qin Yan, sebuah gerbang dimensi terbuka dalam ukuran kecil. Pria tersebut langsung masuk kedalamnya.


'Bagaimana itu bisa terjadi?' Masih ada lagi gadis yang tersisa, ia memperhatikan gerak gerik Qin Yan dari kejauhan. Melihat temannya yang terhisap oleh lubang misterius, membuat heran dan bingung. Namun, bukan itu yang ia pikirkan sekarang ini. Ia harus menghentikan Qin Yan apapun yang terjadi.


'Elemen spasial, ruang spasial!' Sebuah ruang bulat terbentuk. Qin Yan langsung terperangkap dalam dinding bulat tersebut.


"Kerja bagus." Sang pangeran langsung memberi pujian pada gadis itu. Namun, saat ia lengah. Qin Yan yang lain muncul dibelakangnya.


'Apa! Tembus?' Saat ia sadar, tangan Qin Yan sudah berada dikepalanya.


"Devouring." Ucap Qin Yan dengan pelan. sekejap, pria tersebut langsung merontah karena energi hidupnya mulai terhisap. Sampai akhirnya, seluruh tubuhnya kering. Qin Yan langsung melepaskannya. Gadis tersisa yang melihat itu, langsung ketakutan melihat kejadian tersebut. Karena cuma dia sendiri yang tersisa Ia pun mundur perlahan sampai akhirnya melarikan diri.


"Ja-jangan dekati aku!" Ia kemudian berteleportasi dan muncul tidak jauh dari tempat sebelumnya.


'Monster! Aku harus lari! Aku tidak mau mati!' Ia melompat dari pohon ke pohon, tapi Qin Yan tidak melepaskannya begitu saja. Yang tidak diharapkan gadis itu, Qin Yan nya ada lima. dan mereka mengejarnya dengan kecepatan menakutkan.


Ketika gadis itu, hendak menginjak dahan pohon. Tentakel kegelapan pun muncul, gadis itu menghindar. Namun Qin Yan berteleportasi dan langsung menangkapnya.


Menggunakan belati tersembunyinya untuk melarikan diri, gadis itu berhasil melepaskan diri dengan cara menebas kedua tangan Qin Yan. Akibatnya, Qin Yan menghilang menjadi asap putih.


Qin Yan yang lain, masih mengejarnya.


Sementara Qin Yan yang asli, berdiri diantara tujuh orang kelompok Lembah racun yang semuanya terkapar ditanah. Tubuhnya kemudian pecah menjadi beberapa klon, masing masing menggendong teman temannya yang pingsan.


Raut wajahnya menunjukan kebencian saat melihat teman temannya terluka parah. Ia kemudian mengambil artefak yang berada ditangan orang yang dipanggil pangeran . Memandangi artefak itu, terbesit sebuah ide dikepalanya.


'Di-dia.... Jadi, itu kekuatan sebenarnya dari seorang Qin Yan. Sekarang, aku bisa mati dengan tenang.' Si pria berbadan kekar yang tadi kehilangan tangannya, mengamati sosok Qin Yan dari tempat ia mendarat. Ia tidak pingsan seperti teman temannya, namun tak punya keinginan untuk bergerak.


'Bahkan, dalam waktu yang begitu singkat. Dia langsung melumpuhkan kami semua. Padahal salah satu kami terdapat tingkatan Saint, dia bisa dengan mudah membereskannya. Sepertinya dia sangat berpengalaman dalam profesi pembunuh. Serangan kejutan yang ia miliki, sudah mengejutkan kami semua. Memanfaatkan kelengahan dan gerakan tipuan, dia penuh dengan kelicikan setiap kali menyerang. Dia benar benar hebat.' Batinnya dengan kagum,


Sebenarnya, jika mereka benar benar tenang menghadapi situasi, dan mempunyai rencana sendiri. Mereka pasti bisa menghadapi Qin Yan. Namun, laporan Ji yiran benar benar mengecoh mereka. Sebenarnya apa yang gadis itu pikirkan. Ia bahkan mulai menganggap gadis itu sebagai penghianat.


Namun, hal sebenarnya yang tidak ia ketahui. Yaitu bahwa Ji yiran sudah terkapar diatas tanah dengan tubuh dipenuhi luka dan dalam keadaan tak sadarkan diri. Darah berlumuran ditanah, dan sudah dipastikan kalau Qin Yan yang membuatnya jadi seperti itu.


Qin Yan saat ini mulai mengumpulkan mereka. Dengan luka yang mereka derita, sebentar lagi mereka akan bangun. Pria kekar yang mempunyai kesadaran, berpura pura pingsan dalam kebingungan.


'Apa yang dia rencanakan sebenarnya.' Batinnya dengan cemas. Ia digabungkan dengan teman temannya yang lain. Kecuali Ji yiran yang terkapar cukup jauh dari mereka.


Setelah mereka semua berkumpul, Qin Yan tersenyum tipis. Ia kemudian mengaktifkan tongkat artefak ditangannya. Lalu rantai yang sama mengekang teman temannya beberapa saat yang lalu kembali mengekang mereka.


'Jangan jangan ini......!' Pria berbadan kekar tersebut langsung membuka matanya, ia pun langsung tersentak kaget ketika menyadari kalau tubuhnya sudah dilapisi rantai yang menyala.


"Apa...... Apa yang anda lakukan?" Ucap pria itu dengan suara bergetar. Namun ia sadar, kalau dia telah melakukan kesalahan. Sekarang, ia mendapati tatapan Qin Yan yang penuh seringai jahat.


"Oooh...... Jadi kau tidak pingsan yah. Selamat yah. Kau yang pertama." Setelah perkataan Qin Yan, rantai yang mengekang pria itu langsung menyala. Rasa sakit yang luar biasa langsung menggorogoti tubuh pria tersebut.


"AAAAAAAARRRGGGHH.......!!!" Pria tersebut berguling guling sambil menjerit kesakitan. Rasanya mau mati, namun pria tersebut tak bisa mati karena artefak ini bukan diciptakan untuk membunuh. Melainkan menyiksa mereka bagaikan di neraka dengan membiarkan nyawa mereka tetap utuh.


Setelah beberapa saat, pria tersebut tak berdaya sampai akhirnya kehilangan kesadaran.


Qin Yan hendak membangunkan mereka, namun disaat yang bersamaan ia merasakan ada yang mendekat. Namun, Qin Yan masih tidak ingin meninggalkan balas dendamnya. Seperti sebuah kata yang ia pegang selama ini. Mata dibalas mata, nyawa dibalas nyawa. Siapa pun yang berani menyinggungnya maka mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal.


Qin Yan bagaikan harimau yang sedang tertidur, tapi jika dibangunkan maka ia akan memangsa orang yang berani mengganggunya.


********


Seorang pria dengan lencana leader diseragamnya, menuju ke perbatasan kota. Tepat ia arah timur, hutan daratan hijau.


'Seharusnya ini hampir sampai. Aku penasaran, apa yang membuat mereka lama sekali.' Pandangan pria itu menjadi dingin, dan ia pun mempercepat langkah.


Namun, ketika sampai disana. Yang ia dapatkan adalah pemandangan yang tidak pernah ia bayangkan. Dengan mata terbelalak, ia pun menuju kearah teman temannya yang terkapar dengan keadaan yang menyedihkan.


"Hei, Cuing he apa yang terjadi dengan kalian?" Ia membangunkan salah satu anggotanya yang berbadan kekar, namun sama sekali tidak mendapatkan respon.


"Mu yi! Leng Yuyu! Pangeran Mu! Dao di! Li Chainhu! Meng king! Dua fai! Apa sebenarnya yang terjadi dengan kalian!" Teriaknya sambil memeriksa mereka satu persatu. Tapi tetap saja, mereka tidak sadarkan diri.


Sampai akhirnya, ia menyadari satu hal. Artefak pemberian master mereka tertinggal diatas batu dalam keadaan menyala. Ia mengambil tongkat itu, kemudian memeriksanya.


"I-ini.....!" Ia langsung mengerti dengan apa yang terjadi. Ia pun menggenggam artefak itu dengan kuat.


'Siapa yang melakukan ini semua?' Batinnya sambil menggertakan gigi.


Tidak lama kemudian, semak semak terlihat gemerisik. Pria tersebut berbalik, mendapati Ji yiran berusaha berjalan kearahnya. Dirinya yang dipenuhi luka dan berlumuran darah, tak bisa berlanjut untuk berjalan.


"Se-senior Mong yi." Ucapnya dengan lemas, sampai akhirnya terjatuh. Namun, dengan cepat ditahan oleh pria itu.


"Ji yiran! Bangun Ji yiran! Ada apa yang terjadi sebenarnya?" Panggilnya sambil menepuk pipi gadis itu dengan lembut.


Ji yiran pun berusaha mengatakan sesuatu, namun ia sama sekali tak punya tenaga. Sampai akhirnya pingsan dipangkuan pria itu.


Melihat itu, tubuh Mong yi gemetar tak terkendali.


"Siapa? Siapa yang membuat teman temanku seperti ini? Apakah dia salah satu dari jenius Surgawi? Apakah pendekar hebat? Atau......" Raut wajah Mong yi tiba tiba menjadi serius.


"Mungkinkah itu Qin Yan?"