
Xiu Xiu mengangguk diwajahnya yang tenang. Ia kemudian berdiri, dan menuju kelapangan. Berhadapan dengan pria didepannya, dan pria itu malah memandanginya dengan tatapan meremehkan.
"Kerajaan Sunmoon, Xiu Xiu."
Xiu Xiu mengambil inisiatif untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Tapi, pria yang berdiri didepannya malah lebih angkuh. Ia melipat tangannya didada, sembari menatap Xiu Xiu dengan sebelah mata.
"Kerajaan Sindran, Gao lu."
Setelah perkenalan mereka, Akhirnya wasit pun memberi aba aba bertarung, Xiu Xiu dan Gao lu masih berhadapan. Dengan nada arogan, Gao lu berbicara pada Xiu Xiu dengan nada menghina.
"Tunjukan seberapa hebat dirimu?" Tatapan anak itu bergerak gerak, memeriksa kekuatan Xiu Xiu. Namun, tiba tiba sudut matanya berbalik kebawah. Alisnya berkerut saat melihat partikel partikel tanah bergerak kearah kakinya.
Sontak hal itu membuatnya langsung melompat menjauh. Setetes keringat keluar dipipinya.
'Ini mungkinkah....'
Xiu Xiu yang terdiam hanya melipat tangannya didada. Terlihat tenang dan nampak acuh tak acuh. Sementara ekspresi Gao lu tampak sangat serius sekarang. Cincin Hitam akhirnya bangkit, dan tangannya langsung dilapisi batu hitam.
"Haaaaahhh!!" Tanpa ragu ia langsung menerjang kearah Xiu Xiu, memberikan sebuah pukulan tinju.
"Bum" Terdengar suara dentuman keras. Tinju anak itu berbenturan dengan dinding pasir yang sudah memadat.
'Apa!!' Gao lu kembali mundur.
"I-itu! Elemen pasir?" Ia tercengang melihat atribut yang dimiliki Xiu Xiu, ternyata bukan hanya Gao lu yang memiliki atribut langka. Tapi lawan didepannya juga memiliki hal yang sama.
Gao lu bukan hanya satu satunya orang yang tercengang. Para penonton dan para master juga sama sama terpana. Terutama di bagian tempat istrahat para petarung, kerajaan Angin barat
"Wah, tidak menyangka. Kerajaan sekecil ini memberikan banyak kejutan. Sejauh ini, semua murid yang pernah bertarung selalu memberi kita kejutan tak terkira. Apalagi gadis yang bertarung tadi. Hanya saja, aku bertanya tanya. Kenapa pemuda yang bernama Xiu Xiu ini mempunyai atribut yang sama dengan saudari Xiu Lan?" Berkata seorang gadis dengan penasaran, ia menatap gadis berambut merah panjang disampingnya. Semua teman temannya juga melakukan hal yang sama.
Sementara gadis berambut merah ini sendiri selalu menatap Xiu Xiu dengan seksama dari kejauhan. Alisnya berkerut saat menyadari kalau anak itu mempunyai beberapa kemiripan dengannya.
Tiba tiba Song huan menyadari sesuatu.
"Kak Xiu Lan, aku rasa kalian berdua memiliki kemiripan. Marga kalian tampak sama, rambut, mata, bahkan wajah kalian memiliki kemiripan. Sangat mirip, kak.... Jangan jangan dia....?"
"Diamlah. Jangan sembarangan bicara." Tatap gadis itu dengan tajam, sehingga membuat Song Huan yang pemalu itu jadi terdiam.
"Hahaha.... Sudah sudah. Tidak usah memandang serius masalah ini hanya karena pria itu. Tidak mungkinkan dia saudaranya nona Xiu. Ditambah lagi, keluarga Xiu adalah keluarga bangsawan yang terhormat. Kita tidak boleh berbicara yang tidak tidak." Seorang pria mencairkan suasana. Dia diam diam memperhatikan ekspresi Xiu Lan yang nampak acuh tak acuh. Sampai akhirnya ia menghela napas kecewa. Ternyata ia sama sekali tidak mendapat perhatiannya.
Sementara itu, di lapangan....
Waktu terus berjalan, Xiu Xiu dan Gao lu terus terusan bertarung sepanjang waktu. Namun, dibanding kata bertarung. Xiu Xiu tidak melakukan apa apa, selain berdiri tenang dengan kedua tangan dilipat didepan dada. Menunggu Gao lu yang selalu menyerangnya secara acak. Selama itu, Gao lu terus terusan menyerangnya dengan berbagai cara, namun ia sama sekali tak bisa menembus pertahanan anak ini. Hingga dia sendiri jadi frustasi.
'Apa apaan sebenarnya pasir itu.' Gao lu menyeka keringatnya, melihat teman temannya yang sedang menonton disana, ia jadi sedikit malu. Hal itu membuatnya mengepalkan tangan, lalu kedua tangannya menyentuh tanah.
Cincin Hitam Gao lu bersinar, tatapannya sangat tajam terhadap Xiu Xiu.
"Keagungan tanah Golem! Tentakel Golem!!" Setelah itu, beberapa batu berwarna hitam pekat keluarga tanah seperti tentakel gurita. Semua ada delapan, dan kedelapan itu langsung menyerang Xiu Xiu secara membabi buta.
Tentu saja Xiu Xiu berusaha menghindar, selain tentakel Golem itu ternyata ratusan paku tajam melonjak dari atas tanah. Ternyata Gao lu tidak akan melepaskan Xiu Xiu bergitu saja.
"Skill kedua, Hutan besi Golem!"
Hampir seluruh tanah dilapangan dipenuhi oleh benda hitam yang panjang. Bahkan tidak menyisahkan celah untuk berdiri diatas tanah. Karena tidak bisa lagi berpijak diatas tanah, Xiu Xiu menggunakan pasirnya untuk berpijak dan melarikan diri ke udara.
'Cih, mau lari kemana kau.' Berdecak mulut Gao lu penuh kelicikan. Ia menepuk tangannya lagi, seketika cincin hitamnya kembali menyala.
"Skill ketiga! Penjara Golem!"
Setelah itu, beberapa pilar hitam yang sangat besar menjulang keatas. Tinggi, kokoh dan keras, namun tidak lama kemudian pilar pilar itu bergerak dan langsung mengejar Xiu Xiu diudara.
Sejak tadi, Xiu Xiu tidak mengeluarkan satu skill apapun. Yang ia lakukan terus menghindar sampai mendapatkan kesempatan untuk menyerang titik fatal. Dalam pencurian dan pembunuhan, dia sudah pernah melakukannya. Setidaknya ia tahu bagaimana cara bertahan dan bertindak selicik liciknya jika mengingat pengalamannya sebagai pembunuh beberapa tahun lalu sebelum menjadi anak buah Qin Yan.
Tiba tiba tangannya terarah ke arah Gao lu yang tengah berkonsentrasi mengendalikan golem nya. Kali ini adalah kesempatan yang bagus untuk menyerang.
Menyadari dia sudah menjadi target, Gao lu tidak bisa apa apa. Karena jika dia menghindar maka kendali atas golemnya yang mengejar Xiu Xiu akan terlepas. Tapi, saat dia menyadari kalau ini bukan masalah sepele. Mau tidak mau ia harus menghindar, Ia tidak mau mempermainkan nyawanya.
"Pasir pelahap." Ucap Xiu Xiu dengan tenang. Tangannya yang terbuka langsung terkepal. Dan pasir langsung menutupi Gao lu. namun, belum lagi pasir itu mulai bekerja, Gao Lu keluar dengan meledakan pasirnya. Semua pilar pilar yang mengejar Xiu Xiu tadi jadi hancur berantakan.
"Sial, aku takkan membiarkanmu lolos!" Gao lu menghempaskan tangannya ketanah dengan amarah meluap luap.
"Skil keempat, gravitasi Golem!"
Diatas sana, Xiu Xiu tiba tiba merasakan ada yang menariknya kebawah. dalam prosesnya, jika dia terjatuh kebawah maka dia akan berhadapan dengan paku yang sangat tajam dibawah sana. Oleh karena itu, ia tak mau bermain main lagi. Segera, cincin hitamnya juga menyala. Dan kumpulan pasir langsung muncul dari dalam tanah. Kumpulan pasir tersebut langsung menyerang Gao lu. Disertai dengan hujan pasir dari atas udara. Gao Lu diserang dari dua arah yang berbeda.
"Kau tidak membiarkanku yah. Dinding Golem!"
Setelah teriakannya, dinding dinding hitam bangkit menghalangi. Namun dia tidak menyadari, saking halusnya pasir itu. Gao lu sampai tidak sadar kalau kakinya sudah terikat.
"Apa!" Saat Gao Lu hendak memperkuat gravitasinya, tiba tiba ia merasakan ada yang aneh dikakinya. Sebelum sadar, ia sudah merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"AAAAAAAKKHH...!!!" Teriakan pilu terdengar, Gao lu melompat kebelakang. Kakinya yang satu menghilang dengan darah bercucuran diujung pahanya. Pasir tersebut berhasil melahap kakinya sekaligus.
"Kau bajingan! Aku akan membunuhmu!!" Teriaknya dengan keras sekali lagi, matanya memerah dengan air mata yang mengalir. Setelah itu, puluhan batu Golem melayang ke udara. Kemudian batu batu itu menempel dan bersatu ditubuhnya. Hingga berbentuk seperti raksasa berbentuk manusia.
Sesaat setelah sempurna, mata raksasa batu itu menyala. Dan ia mengaum dengan keras.
"GROAAAAAARRR.…..!!!"
Semua penonton berseru kagum, ketika menyaksikan raksasa batu muncul didepan mereka. Sekali pijak, maka tanah serasa bergetar.
Namun berbeda dengan Xiu Xiu diatas sana, ia masih saja tetap tenang tak menghawatirkan apapun. Melihat raksasa batu itu seolah olah gorila yang mengamuk, membuatnya ingin tertawa. Raksasa sebenarnya sangat kuat, jika dia berhadapan dengan pengguna elemen api, atau air. Mungkin akan sangat kesulitan melawannya. Tapi, sayangnya. Didepan mata Xiu Xiu, raksasa batu seperti itu tidak ada apa apanya.
Seketika tangannya terangkat lagi, kali ini cincin hitamnya juga menyala.
"Akan kutunjukan, bagaimana kekuatan pasir itu sebenarnya." Senyum diwajah Xiu Xiu semakin melebar. Beberapa tahun lalu, dia mungkin hanyalah seorang pria biasa dengan skill pasir yang biasa saja. Tapi setelah bertemu dengan Qin Yan, dia mulai mengalami perubahan besar. Anak itu selalu mengajari dan melatihnya. Oleh karena itu, ia selalu menghormati Qin Yan, bahkan rela menyerahkan jiwa dan raganya jika Qin Yan menginginkannya. Disaat bersamaan, ia juga tak mau mengecewakan orang yang telah membuatnya jadi seperti ini.
Seluruh tanah dilapangan, mulai ditutupi pasir. Besi besi yang sangat tajam, ikut hanyut karena pasir tersebut. Saat itulah, pijakan raksasa mulai tenggelam.
Mata semua orang langsung terbelalak melihat fenomena ini, bahkan para master saja tidak tahan untuk berseru kagum.
"Jangan jangan itu......." Mata mereka terbelalak.
Disaat bersamaan, Xiu Xiu menangkupkan kedua tangannya. Pandangannya dipenuhi kesadisan.
"Perluasan wilayah! Domain Padang pasir kematian!!!" Setelah teriakannya, lapangan berubah menjadi Padang pasir. Padang pasir tersebut langsung menghisap raksasa itu, saking halusnya pasir tersebut menghancurkan peluang melarikan diri. Apalagi dengan batu Golem seberat itu.
Pada akhirnya, seluruh raksasa batu itu tertelan. Namun Gao lu berhasil melepaskan diri dengan cara melepaskan diri dari tubuh batunya. Keringatnya bercucuran dan tampak dirinya sudah kehabisan energi.
'Monster!' Batinnya dengan ngeri, saat melihat gelombang pasir yang bangkit dan mulai menutupi segalanya. Gao lu tidak bisa apa apa, ia hanya menatap Xiu Xiu dengan penuh ketakutan sampai akhirnya pasir itu sepenuhnya menutupi seluruh lapangan.
Xiu Xiu yang berada diatas langit, sekarang seperti layaknya dewa. Meskipun dia tidak sehebat para master atau kultivator tingkat tinggi lainnya. Namun, skill yang ia keluarkan jauh diperkirakan orang-orang. Perluasan wilayah adalah skill yang hanya bisa dikuasai oleh kultivator tingkat Jenderal. Dengan kata lain, skill ini melambangkan mereka yang sudah mencapai tahap tersebut.
"Ternyata selain Qin Yan, masih ada jenius lainnya. Selain anak yang bernama Xiu Xiu ini, gadis yang bernama Tang Liu juga tidak kalah hebat. Mereka akan menjadi pendekar hebat kedepannya." Gumam Zhou weiqing dengan kagum. Sangguan Tianyang dibelakang hanya menggelengkan kepala.
"Apapun yang menjadi pencapaian anak ini, aku yakin Qin Yan pasti ada dibalik semua itu."
"Kau benar, sepertinya dia mengajari mereka dan membuatnya menjadi monster sama seperti dirinya. Itu semua sudah masuk akal." Timpal Xu shian.
"Hm......." Weiqing hanya menggelengkan kepala mendengar keluhan mereka. Sama seperti orang pada umumnya, Weiqing tak percaya ada orang seperti Qin Yan. Di umur semuda itu, ia menjadi sosok yang sangat mengintimidasi. Namun, disaat yang sama. Hal itu mengingatkannya pada artefak yang anak itu berikan padanya. Setelah diperiksa, ternyata artefak pemberian itu benar benar harta Karun. Selain menganggumi kekuatan Qin Yan, dia juga diam diam menganggumi kedermawanannya yang tidak mempunyai sifat tamak. Pastinya ia percaya, mengeluarkan benda seperti itu, menunjukan masalah yang mereka hadapi benar benar serius.
Di satu sisi para master saling berdiskusi. Disisi lain beberapa kerajaan Elit memenuhi tempat duduk penonton meskipun bukan giliran mereka yang bertarung hari ini. Sejak menyaksikan kekuatan Ning er dan Lin Fin saat melawan kerajaan Nerta, mereka mulai mematai matai kerajaan Sunmoon. Dan sekarang, sesuatu yang mengejutkan kembali mereka dapatkan. Apalagi kerajaan khusus yang bernaung dibawah sekte, seperti kerajaan Glasier, kerajaan Greenland, kerajaan Great Blaze, Kerajaan Busur surgawi, kerajaan Vermillion dan kerajaan super lainnya yang terus mengamati kelompok Qin Yan. Disaat bersamaan, mereka mengetahui identitas asli Qin Yan dari master mereka. Membuat mereka terkagum kagum untuk menonton sosok yang yang sangat mereka kagumi ini.
Namun, disisi lain. Ada juga kerajaan yang sangat membenci keberadaan kelompok Qin Yan.
"Ternyata masih ada orang kuat dikerajaan kecil itu, huh. Sepertinya kerajaan ini mempunyai banyak rahasia, kemungkinan kerajaan ini akan mendapatkan posisi dimasa depan."
Sebuah kelompok berseragam ungu bercorak hijau sedang memata matai kelompok Qin Yan dari kejauhan. Seragam mereka mempunyai lambang asap racun dan terdapat lambang kerajaan Lembah Racun. Salah satu mereka bahkan mempunyai fisik yang tidak wajar, bahkan jauh dari kata manusia. Namun, tidak ada yang berhak memprotes hal itu. Para penonton hanya bisa menjauh dan tak ingin ikut campur dengan kelompok mereka.
"Ditambah kata master, dikelompok ini ada legenda Qin Yan. Huh, aku tidak yakin kita bisa mengerjakan tugas yang diberikannya." Seorang wanita bermata dua warna mengerutkan alisnya. Namun seorang pria berwajah pucat, datang menghiburnya. Pupil matanya mempunyai celah vertikal dan lidahnya terbelah menjadi dua.
"Tenang saja, jika kita mengerjakan mengenakan sesuai rencana maka semuanya akan baik baik saja."