LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Ahli semigod


Saat ini, berbagai informasi dari Z mengalir dikepala Qin yan.


..."Tuan, (Bilah daun pencakar), skill ke lima elemen tumbuhan telah aktif."...


..."Skill keenam, (batang emas tak terkalahkan) telah aktif."...


..."Skill ketujuh, (Buah kebaikan) telah aktif."...


..."Skill kedelapan (Sangkar pertahanan) telah aktif."...


Alis Qin yan berkerut mendengar semua itu.


"Huh, buah kebaikan?" Ia bingung dengan skill skiil yang baru masuk ini. Terdengar asing dikepalanya.


Semua orang melihatnya terbengong diudara, bagaimana tidak. Qin yan hanya memandangi tangannya sendiri seperti habis menyentuh kotoran.


Wanita dari sekte Darkdemon yang terus memperhatikannya disana. Menatap Qin yan dengan mata yang besar, rasa haus akan ambisi yang terpancar diraut wajahnya. Apa tadi, anak itu menerobos sampai dua tingkat hanya dalam waktu beberapa menit. Sungguh tidak dapat dipercaya, bahkan Weisi sendiri tercengang melihatnya diudara. Ia sadar, kalau selama ini ia masih tidak bisa menyamai Qin yan.


'Sial, sebenarnya apa rahasia dari penorobosannya itu. Apa sebenarnya? Ketika aku berhasil menyerap ingatannya, barulah semua itu akan menjadi miliku.' Wanita itu akhirnya berdiri, meskipun hanya memiliki satu lengan saja. Tapi ia rasa cukup untuk melawan anak itu satu lawan satu.


Ia pun mengeluarkan sebuah cambuk besi yang dipenuhi bilah bilah tajam. Senjata kondolisasi tingkat Kaisar, senjata itu merupakan senjata istimewa dari keluarga Tenryu.


Wanita itu pun berubah menjadi asap, ia lolos dari geraman Medusa karena wujud asapnya dapat melewati mereka semua. Wujud asap itu pun menuju kearah Qin yan.


"Elemen angin, badai angin." Qin yan hanya mengangkat tangannya dengan santai. Kelemahan asap adalah angin, namun ia tidak menyangka kalau asap itu dapat menghindar dan semakin mendekat kearahnya. Bukankah asap itu bergerak mengikuti pergerakan angin?


Ketika sudah dekat, sosok wanita itu akhirnya terbentuk dari asap tersebut. Cambuknya terangkat menyerang Qin yan.


"Ptank" Qin yan menangkis itu dengan pisau Ying yang miliknya. Membuat mata wanita itu membesar. Baru ia sadari, kalau pisau ditangan anak itu merupakan sebuah harta karun.


"Senjata roh! Kau mempunyai senjata sekuat itu? Kau..." Wanita itu makin kesal melihatnya, ia makin membenci Qin yan yang mempunyai segalanya.


"Hiyaaah....!!" Ia mulai mengangkat cambuknya lagi.


"Ptank ptank ptank ptank" Mereka berdua pun saling bertarung, Qin yan menangkis semua itu.


Saat mereka menjauh, Qin yan langsung melemparkan pisau Yingnya. Menuju wajah wanita itu.


Sesuai dugaan, wanita itu memiringkan kepala. Menghindari pisau itu, namun Qin yan berteleportasi disana mengikuti wujud pisaunya. Pisau Yang nya dipenuhi bara api, dan langsung menebasnya.


"Ptank" Pisau Qin yan berhasil ditangkis, akibatnya senjata wanita retak dibuatnya.


"Ka-kau..." Ia hendak memaki Qin yan, namun matanya was was ketika cincin merah Qin yan menyala.


'Elemen tumbuhan, Bilah daun pencakar!' Ucap Qin yan dalam hati, setelah itu. Daun daun muncul bertebaran dan berputar disekitarnya. Seperti terhembus oleh angin. Lalu ratusan daun tersebut melesat menuju kearah wanita itu.


"Titititititiititititing...." Wanita itu berusaha menangkis semua itu, rupanya daun daun itu sangat tajam melebihi pedang. Bahkan wanita itu sedikit kesulitan menghadapinya.


'Penjara akar!' Sebut Qin yan lagi, penjara kayu pun akhirnya muncul. Memenjarakan wanita itu, tubuhnya juga ikut dililit.


"Slash" Ratusan duri pun langsung muncul disetiap sisi penjara, melukai wanita itu.


"Hup!" Tiba tiba Wuang sheng juga muncul dibelakang Qin yan, tombak penghancur muncul ditangannya.


"Ptank ptank ptank" Qin yan berusaha menangkis semua itu. Lalu ia pun mundur, tebasan pisau Yingnya berubah menjadi tebasan es.


"Swosh" Terbasan es itu melaju kearah Wuang sheng. Namun pria tua itu tanpa ragu menghantamnya dengan tombak yang ia miliki.


"BOOOMM" Ledakan pun terjadi, saat berikutnya, Qin yan menghindar kesamping karena tanahnya terbelah. Tanah tanah itu melonjak menyerangnya.


"Slash slash slash" Qin yan menebas semua itu. Semua batu yang tertebas melayang dilangit.


"Elemen api, badai api!" Putaran api pun muncul menghanguskan mereka semua.


"Huh, kau pikir bisa lolos?" Wuang sheng menatupkan kedua tangannya. Terlihat, tangan batu raksasa pun muncul. Hendak menjepit Qin yan, namun Lin fin muncul dibelakang pria itu dengan perubahan iblisnya yang sempurna.


"BUKH" Ia hendak meninju Wuang sheng, namun sebuah dinding raksasa dengan cepat muncul dan menghalanginya. Tepat dipermukaan dinding itu, sebuah batu tajam melonjak dan lansung menghantam perut Lin fin.


"BUKH" Lin fin pun terlempar kebawah sana. Ia mengeluarkan darah segar akibat serangan tersebut. Padahal saat ini ia tengah dalam keadaan peruhahan iblis sempurna, tapi dihadapan tingkat Kaisar. Ia masih bukan apa apa.


"Siung" Disaat bersamaan, Qin yan muncul diatas Wuang sheng. Ia melemparkan pisau Ying kearahnya namun berhasil dihindari.


"Ck." Diudara sana, Wuang sheng tersenyum. Karena benang benang tak kasat mata sudah melilit Qin yan. Namun diluar dugaan, Qin yan berganti wujud dengannya. Hingga Wuang sheng lah yang terlilit benangnya sendiri.


"Huh!" Ia pun makin kaget saat pedang Ying yang Qin yang berganti menjadi senjata roh lain. Pedang berat atribut cahaya.


"Slash" Tanpa ragu Qin han langsung menebasnya, namun pak tua itu menggunakan beberapa bonekanya untuk bertahan. Setelah itu, tanpa Qin yan sadari. Beberapa batu raksasa terlempar kearahnya.


"Slash slash slash" Ia menebas itu semua, namun masih tak bisa melihat dimana Wuang sheng berada karena tertutupi batu batu yang melaju.


'Elemen tumbuhan, batang emas tak terkalahkan!' Setelah itu, tubuh Qin yan bersinar keemasan. Ia tak tahu mengapa ini terjadi. Namun tubunya merasa diperkuat, dan kecepatannya meningkat pesat.


"Siut siut siut." Ia pun melesat menghindari batu batu tersebut, ternyata Wuang sheng berada dipaling belakang sedang mempersiapkan sesuatu.


"AAAAAARRRGGHH...!!!" Pria tua itu meledak dengan penuh energi, rambutnya yang panjang jadi berantakan tak teratur. Energinya yang kuat membuat Qin yan terpaksa didorong mundur kebawah.


"Huh, dia meningkatkan kekuatannya kemode maksimal?" Alis Qin yan berkerut melihat itu, nalurinya mengatakan kalau ini adalah masalah.


Benar saja apa yang ia rasakan, Wuang sheng tiba tiba muncul didepannya. Pria tua itu sudah kehilangan akal, ia menyerang Qin yan berdasarkan haus darahnya.


"Siut" Qin yan menghindar kebelakang, jika saja mata merahnya tidak aktif. Kemungkinan ia hanya akan terkena serangannya, namun didepan matanya. Semua pergerakan pria itu jadi melambat.


"Bukh, bukh, Bukh." Wuang sheng tidak berhenti disitu, ia terus menyerang Qin yan habis habisan. Tidak memberikan Qin yan kesempatan, bahkan jika Qin yan menangkis semua itu. Pada akhirnya ada celah yang mengakibatkan serangan pria itu jadi menembus pertahannya.


"Buagh" Air liur Qin yan keluar saat Wuang sheng meninju ulu hatinya, membuat Qin yan terpental dibelakang. Terpental kedinding, hingga dindingnya retak.


"Siung" Belum lagi ia bangkit kembali, Qin yan kembali dikejutkan dengan pria itu yang tiba tiba muncul didepannya. Ia hanya bisa melindungi dirinya karena tak bisa menghindar dari serangan sedekat itu.


"BOOOM" Qin yan kembali terpental kebelakang, menembus dinding yang hancur. Namun kali ini ia sudah dipenuhi api hijau. Ia sudah memasuki perubahan iblis. Ketika pria itu mendekat kembali, Qin yan sedikit bergerak kesamping. Tangan kanannya yang dipenuhi cakar langsung menyambar bahunya.


"Bukh" Cakar Qin yan ditangkis pria itu, setelah itu mereka saling menjauh.


Qin yan pun memeriksa keadaan, wanita dari sekte Darkdemon sedang memulihkan kekuatan. Wanita dari sekte Darah merah neraka, sedang menahan gelombang tsunami diatas sana. Dan Weisi dan lainnya, mereka sedang mati matian melawan ahli tingkat raja yang tadi berhadapan dengan Tang liu.


'Sial, aku tak bisa membiarkan ini terlalu lama.' Yang Qin yan takutkan, jika wanita dari sekte Darkdemon itu kembali pulih, mungkin itu akan menjadi masalah besar. Namun, kali ini ada satu masalah yang harus ia hadapi. Pria tua yang ada didepan ini, harus dibereskan apapun yang terjadi.


Aliran energi didalam tubuh Qin yan mengalir dengan cepat. Ia langsung memasuki teknik gerbang pertama. Angin pun berhembus, menerpa semua orang. Kali ini, tatapan Qin yan serius menatap Wuang sheng.


"Siung"


"Siung"


Keduanya menghilang dari tempat masing masing.


"Bububububugh...." Siulet hijau dan kuning saling berbentrokan satu sama lain. Semua orang yang ada disekitar mereka hanya bersembunyi dengan panik dan ketakutan.


Saat keduanya berpisah untuk sejenak, terlihat dengan jelas. Kalau Qin yan sedang terpojok, ditandai dengan napasnya yang tak beraturan. Dan juga keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya. Hal itu membuat wanita dari sekte Darkdemon itu tersenyum sekali lagi, ia menjilat bibirnya. Hendak bangun dan menyerang, namun ditahan oleh Medusa.


"Lawanmu adalah aku." Kedua wanita itu jadi berhadapan masing masing. Wanita dari sekte Darkdemon menggertakan giginya dengan marah karena Medusa selalu menghalanginya.


"Wanita jalang!" Karna merasa kekuatan Medusa cukup kuat untuk menghadapinya. Wanita itu tanpa langsung memasuki mode liar. Seperti Wuang sheng, kali ini ia tak akan biarkan keinginannya dihalangi terus menerus.


"Huh!" Medusa mundur dengan wapsda, wanita itu mulai menyerangnya bertubi tubi.


"Ptang ptank ptank" Sama halnya dengan Weisi dan Lin fin, mereka bersatu melawan ahli tahap raja disana. Diikuti dengan Tang liu dan Xiang xiang yang membantunya.


Dibagian pertarungan Jin kei...


Saat ini Jin kei masih berhadapan dengan dua ahli tingkat Kaisar dari sekte Darah Merah neraka. Pria dan wanita berpita panjang. Kedua orang ini, bukan hanya memasuki mode maksimal atau keadaan liar. Namun, karena kecocokan mereka. Kedua ahli itu melakukan penggabungan. Sesuatu hal yang sangat jarang didapatkan didunia ini. Ketika mereka bersatu, maka kekuatan mereka otomatis melonjak. Tubuh mereka membentuk tubuh yang baru, seperti sosok yang mirip dengan dewa. Aura angin berapi api mereka bahkan cukup membuat Jin kei mengakui kekuatan mereka.


"Heeeeh, kenapa aku berurusan dengan dua orang sesusah ini. Sial, jika aku tidak menangani ini dengan serius. Maka mungkin cukup lama juga aku membereskannya." Jin kei pun mengeluarkan tombaknya, tombak yang dilapisi petir yang menggelegar.


Situasi pertarungan ini, sudah sangat diduga oleh Chi tae. Master sekte Darah merah neraka yang dulu pernah dibantai habis habisan oleh Qin yan. Saat ini, meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Namun dalam beberapa bulan kedepan, ia akan pulih sepenuhnya.


Keadaannya cukup parah waktu itu, makanya sekarang. Ia hanya duduk dikursi roda, dan harus dibantu seseorang untuk menopangnya. Dengan tubuh yang cacat, dan dipenuhi lilitan perban. Kini Chi tae lebih cocok disebut mumi hidup. Disaat ini, ia sedang melakukan diskusi bersama tetua tetua sektenya. Tiba tiba salah tetua yang ikut diskusi tersebut, bertanya sesuatu pada Chi tae.


"Master Chi, aku tidak mengerti. Mengapa kau mengirim dua bersaudara Hung dan Yan kesana."


Mendengar itu, master Chi tersenyum. Senyumnya sangat percaya diri, dua orang kepercayaannya itu telah membuat dirinya kagum selama ini.


"Kau tidak mengerti, dua orang itu. Kekuatannya memang berada ditahap pertengahan Kaisar. Jika mereka bertarung bersama maka kekuatan mereka berdua setara dengan tingkat akhir Kaisar. Namun kau tidak pernah tau, kalau selama ini mereka mempunyai sebuah rahasia mencengangkan. Kedua saudara itu memiliki sesuatu istimewa didalam tubuh mereka. Apa kau tahu tentang penggabungan jiwa?"


Mendengar perkataan Master Chi, semua orang terdiam. Mereka tidak menyangka kalau hal itu masih ada didunia elemen ini.


"Itu tidak mungkin kan, hanya keselarasan penuh antara tubuh yang satu dengan tubuh yang lain yang bisa menggunakan itu. Namun setahuku, hal itu belum ada didunia ini. Kukira itu hanya ada dalam legenda."


Master Chi hanya tetap tersenyum mendengar itu. Ia menggelengkan kepala seolah sedang berbicara dengan orang awam.


"Kalian tidak pernah melihatnya, tapi aku pernah melihat itu. Saat mereka berdua hanya berada ditahap Sage, mereka dapat mengalahkan musuh tingkat Raja dengan penggabungan mereka. Tapi sekarang, bayangkan. Seseorang yang sudah berada ditingkat menengah Kaisar melakukan penggabungan mereka. Otomatis kekuatan mereka menerobos ketingkat Semigod."


Mata semua tetua terbelalak mendengar itu, tingkat Semigod? Tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk berpikir tentang hal itu. Bahkan master Chi tae yang selama ini hidup bertahan selama ratusan tahun saja tak bisa menerobos. Dan sekarang, ada ahli tingkat sekuat itu disekte mereka. Itu benar benar tidak dapat dipercaya, ternyata ada sebuah harta karun disekte mereka.


"Master, itu berarti mereka adalah pilar utama sekte kita kan?" Tanya mereka lagi dengan penasaran. Tentu saja Master Chi mengangguk mengenai hal itu. Matanya pun terbuka dengan pejuh senyuman lebar.


"Ya itu sudah pasti. Kalau soal misi, aku yakin seratus persen. Mereka tak akan mengecewakanku." Tawa Master Chi memenuni ruangan itu.


Disaat bersamaan, Jin kei berdiam ditempatnya mengamati musuh.


'Tingkat Semigod?' Ia pun mengambil ancang ancang siaga. Menatap sebuah sosok dewa jadi jadian melayang didepannya. Sosok tersebut mempunyai senjata mirip dengan tombak. Namun tidak cocok disebut tombak. Melainkan, sebuah senjata pemenggal leher.


Sekejap, kedua senjata mereka memercikan energi masing masing. Dan akhirnya menghilang ditempat. Sesaat berikutnya mereka muncul ditengah dan saling berhadapan.


"HAAAAAAHHH!!!" Kedua saling beradu senjata dan kekuatan.


"BOOOOOOOOOOOOMMMM" Ledakan Dashyat terjadi sekali lagi. Lautan yang dalam bahkan sampai tak bisa menahan serangan itu. Wilayah tanah dibawahnya sampai membentuk kawah raksasa. Serangan itu mampu membuat lautan menjadi pusaran air yang sangat kuat.


Bukan hanya dibawah, namun diatas langit juga ikut terkena dampaknya. Awan dilangit serasa terbelah. Kekuatan tersebut sangat dashyat sampai kerajaan sekitar juga ikut merasakannya. Bahkan jika itu Zhou Weiqing sendiri yang berada dikerajaan Busur Surgawi.


Ia pun membuka mata dengan penuh ketermejutan.


"Energi yang sangat kuat, siapa gerangan para ahli yang melakukan pertarungan ini." Ucap Weiqing dengan heran.


"Selain ratu Elf dan keenam istriku, aku tidak menyangka akan ada tingkat Semigod lainnya dibenua ini." Lanjutnya lagi dengan khawatir. Ditambah, kedua ahli ini sedang melakukan pertarungan. Ia harus cepat menghentikan itu karena akan berdampak buruk pada wilayah pertarungan mereka.


Ia hendak bergegas namun ditahan oleh salah satu istrinya, Sangguan Bing er.


"Ada baiknya jika kau tak perlu ikut campur dalam urusan orang lain." Tahan Sangguan Bing er memegang tangannya. Hal itu membuat Weiqing berhenti, ia merasa khawatir apa yang terjadi disana. Namun sejauh itu, melihat istrinya yang bersikeras. Ia pun jadi menghentikan niatnya.


"Kau benar, mungkin sesekali aku tak mencampuri urusan orang lain. Kita tunggu saja kabar setelah ini." Ia pun kembali kekegiatannya semula.


Membiarkan sebuah kekacauan besar besaran terjadi diwilayah kerajaan Sunmoon. Bahkan kerajaan sekitar mereka mulai was was dengan kerajaan itu. Raut wajah mereka yang khawatir ketika melihat dengan jelas air bergenang sampai kelangit. Hal itu disaksikan oleh semua orang.


"Apa yang terjadi disana?." Kebanyakan semua orang menonton hal itu. Namun para anggota kerajaan sudah mengantisipasi kerajaan mereka. Mulai dari kerajaan terdekat. Kerajaan Dandun, Kalise, Geritimo, Gama, Fei li, Tian lei, Gongzhe dan bahkan kerajaan lain juga melakukan hal yang sama. Entah bencana apa yang terjadi disana, membuat mereka semua tak tenang.


Disaat semua kerajaan waspada, dikerajaan Sunmoon. Semua orang mati matian bertahan dari gelombang tsunami tersebut.


Semua orang diterpa oleh gelombang tersebut hingga tiada yang tersisa. Diistana saja, bahkan wanita dari sekte Darah merah Neraka tak mampu menahan gelombang itu lagi.


"UUUGGHH!!" Ia jadi mengeluarkan darah segar yang banyak dari tubuhnya. Dan jatuh lemas akibat kehabisan energi.


'Hah, gelombangnya terlepas!' Tentunya semua orang langsung terkejut.


Qin yan yang saat ini sedang berbentrokan dengan Wuang sheng tiba tiba meninggalkannya. Namun ternyata ia tidak bisa meninggalkan pertarungan begitu saja. Rupanya pria tua itu tidak membiarkannya lolos dengan muda.


"Siung" Wuang sheng mulai menyusul Qin yan dibelakang. Hingga Qin yan berbalik dengan kesal, lalu meladeninya dengan serius.


"Hup, Hiyaaah!!" Setelah mendapatkan kesempatan, ia langsung menendang pria itu dengan sekuat tenaga hingga ia terbawa arus karena gelombang lautan itu mulai menguasai tempat dengan cepat.


Tanpa bernapas pun, Qin yan langsung menuju ketempat ayahnya dan Qian yu.


"Siung siung siung" Dengan secepat kilat, ia berhasil menangkap ayahnya, Qian yu dan ibu Qian Qian. Namun disaat ia hendak menangkap Medusa, wanita itu sudah dilahap oleh air.


"TIDAAAAKK!!!" Karena keterkejutannya, ia pun juga ikut terbawa oleh arus tersebut.


"Bluus" Gelombang itu begitu kuat, Qin yan diombang ambing didalam sana. Ia menabrak batu, dinding, hingga diseret ketanah oleh gelombang tersebut. Dengan jelas ia juga dapat merasakan, ketiga orang yang ia pegang menggeliat melepaskan diri. Tidak tahan dengan gelombang air ini, dan terlebih jauh lagi. Napas mereka tak bisa bertahan lama jika berada didalam air.


Sekuat tenaga Qin yan mengerahkan tangannya, dimensi gate terbuka. Ia langsung masuk kedalam sana. Membawa ketiga lainnya kedalam.


"Bruuk" Ia terlempar bagaikan bola dialamnya sendiri, menggelinding sampai akhirnya berhenti dipermukaan dinding.


"Hah hah hah" Napasnya tidak teratur, namun ia lega kalau ayah dan ibu Qian qian masih bisa bernapas. Qian yu juga tengah pingsan, makanya ia juga tidak menghawatirkan apapun.


Namun dibanding itu, ia lebih memperhatikan air yang dengan derasnya masuk kedunia pribadi Qin yan.


"Huh!" Dengan cepat ia menutup pintunya. Hingga air tersebut berhenti mengalir.


Perlahan, ia pun berdiri. Mulai membuka dimensi gatenya lagi diatas langit. Meninggalkan mereka bertiga sendiri, tanpa ragu ia langsung keluar dari sana.


Kali ini ia keluar dari atas langit, dan mendarat dipermukaan air. Keningnya berkerut saat melihat kerajaan Sunmoon sudah tidak ada. Hanya air yang bergenang tinggi menutupi segalanya.


"Siut" Tiba tiba sebuah jarum melaju kearahnya. Serangan itu meleset begitu cepat, sangat cepat. Hingga ketika Qin yan menoleh, jarum itu sudah berada dilehernya. Tepat dinadi aortanya.


"Huh!" Dengan cepat Qin yan menghindar dengan ekspresi terkejut. Akibatnya jarum itu hanya menggores lehernya.


'Siapa!' Qin yan menoleh kesana sini dengan waspada, namun masih tidak menemukan apapun. Akhirnya, dari kejauhan. Ia melihat sebuah bayangan. Seorang kakek tua berambut hijau tengah menatapnya dengan mata menyala. Seperti binatang buas yang telah menemukan mangsanya.


"Hahaha... Jadi kau yang namanya Qin yan. Ternyata benar yah yang dikatakan Cui xie, kau lebih mengesankan daripada yang kukira. Aku terkejut ketika kau bisa berpindah kedunia lain. Bolehkah kutahu apa rahasianya?" Senyumnya dengan penuh penasaran.