LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kembali kekampung halaman


"Apa yang kau bicarakan pak tua!" Teriak Qin yan.


Melihat Qin yan yang nampak panik, Weiqing pun hanya berdiri tenang. Lalu menjelaskan semuanya.


"Berdasarkam informasi yang kami dapat dari pengawas ujian. Adikmu menghilang tanpa jejak saat jatuh kejurang. Aku sendiri juga mencari keberadaan adikmu, namun yang kami temukan adalah tubuhnya yang sudah tak bernyawa."


Qin yan termenung memikirkan perkataan itu dikepalanya. Sepanjang mereka meleset kelangit menggunakan prajurit bayangan tipe Beast terbang, Qin yan terus diam tanpa berbicara apapun.


Ia masih tidak percaya informasi yang ia dapat, jika memang ada sesuatu yang terjadi dengan adiknya. Seharusnya Kyubi memberitahukan dia. Karena saat itu sebelum ia pergi, dia meninggalkan sedikit kesadaran Kyubi dalam sebuah musang yang dulu dijadikan hewan peliharaan. Ia memberi musang itu pada Qin yue.


'Sial, apa perkataan pak tua tadi bohong?' Pikir Qin yan tak percaya.


'Tidak, mungkin sebaiknya aku memeriksanya sendiri.' Ia pun menutup mata. Medusa yang tengah duduk dibelakangnya juga hanya diam melihatnya berbuat sesuatu. Karena ia mengerti pikiran anak ini sedang kacau memikirkan informasi tadi.


Saat berikutnya Qin yan memasuki ruang kesadarannya lagi. Bertemu dengan kyubi yang tersegel dipenjara.


"Bocah, kau akhirnya menghubungiku lagi." Berbicara kyubi setelah Qin yan memasukan sedikit energi padanya.


"Ada masalah apa? Jika kau bertanya tentang kondisi Sekte dan Akademi, sekarang kedua masalah itu tetap aman ditangan kami."


Qin yan menggeleng mendengarkannya. Ia pun menatap kyubi dengan serius.


"Tidak, kali ini aku tidak bertanya tentang sekte atau akademi. Aku bertanya tentang Yue er, bagaimana kabarnya sekarang? Aku mendengar dari Weiqing, dia katanya tewas menghilang didalam jurang." Tanya Qin yan dengan alis berkerut.


"Tewas? Hahaha...." Mendengar itu, Kyubi hanya tertawa terbahak bahak. Membuat Qin yan agak bingung.


"Yue er. Dia baik baik saja. Meskipun dalam kompetisi antar akademi, dia ditargetkan oleh beberapa keluarga. Namun kami berhasil melarikan diri dengan cara lompat kejurang dan memalsukan kematiannya."


"Kau bercanda? Bahkan jantungku hampir copot ketika mendengar kabarnya." Marah Qin yan padanya.


"Jika kami tidak melakukan hal itu, Yue er bisa saja benar benar tewas. Jika kami tidak menunggunakan trik itu, kemungkinan aku sendiri tak bisa menyelamatkannya. Apalagi saat ini tubuh asliku tengah disegel. Jadi kekuatanku dibagian sana juga terbatas." Jelas Kyubi padanya dengan serius.


"Jadi bagaimana kabarnya sekarang." Ucap Qin yan sambil menghela napas lega.


"Sekarang dia baik baik saja, tapi kondisinya belum pulih. Dan juga, sekarang dia juga dalam masalah." Berkata Kyubi dengan alis berkerut.


"Masalah apa?" Tanya Qin yan dengan penuh ingin tahu.


"Tampaknya ada beberapa berandalan yang menemukan tempat persembunyian kami."


Mendengar itu, mata Qin yan pun membesar. Ia pun mengepalkan tangannya sambil menggertakan gigi.


"Bisakah kau gunakan pola pemanggilan?" Tanya Qin yan.


"Ide yang bagus, tapi bukankah menggunakan pola pemanggilan ini tidak berlangsung lama? Apa kau yakin tidak beristrahat disana dulu?"


"Tidak apa, aku hanya akan membawa Yue er kesini." Qin yan pun mulai menuliskan sebuah pola ditangannya. Mengoleskan darah beserta energi kyubi sedikit pada tangannya.


Ia juga membuat formasi yang sama ditangan Medusa, agar menjadi titik balik mereka nanti ketika sudah selesai.


"Aku sudah selesai, sekarang sisanya tergantung padamu." Berkata Qin yan. Kemudian ia pun membuka mata dan kembali keduania nyata.


"Medusa, tetaplah disini. Aku akan segera kembali, kau jalankan saja beastnya. Dan jangan berhenti sekalipun."


Mendengar itu, kening Medusa jadi berkerut.


"Kau akan pergi kemana?" Tanyanya dengan pelan.


"Tenang saja, aku tidak akan pergi begitu lama."


***********


Kerajaan Busur Surgawi, hutan perbatasan kota langit dan kota bintang.


"Hahaha... kau disini rupanya." Senyum beberapa berandalan kepada seorang gadis yang keadaannya tengah terpuruk.


Disini, ditanah ini. Beberapa pohon mengalami beberapa kerusakan cukup parah. Tanahnya pun rusak akibat ledakan dari skill skill yang berbahaya. Ada sekitar 7 orang remaja pria berumur sekitar 17 tahun, tengah menekan seorang gadis kecil berumur 13 tahun dimedan pertarungan tersebut.


Yah, dia Yue er. Akibat menyinggung seorang anak dari keluarga Keramat, dia pun jadi seperti ini. Tubuhnya penuh luka, serta kekuatannya yang habis. Membuatnya tunggang langgang menghadapi mereka, namun tatapannya masih memancarkan aura yang kuat. Seakan akan ia masih bisa bertarung.


"Hei... jika kau mau berlutut dan menjilati kaki kami, mungkin kau tidak akan seperti ini." Senyum salah satu mereka dengan sinis, sementara yang lain dibelakang hanya tertawa.


"Chen Fei....!!" Yue er hanya menggertakan gigi. Menggenggam erat pisau es pemberian kakaknya. Mereka mengganggunya bukan hanya karena ia menyinggung mereka, tapi karena pisau es ditangannya. Itu adalah senjata roh tingkat bumi, siapa juga yang memilikinya didunia ini. Senjata itu begitu langka untuk ditampilkan dimata dunia, apalagi hanya orang orang tertentu yang bisa memakainya.


"Sialan, kenapa gadis ini mengingatkanku pada adik sampah itu." Teriak Chen fei dengan kesal.


"Haruskah aku memberinya pelajaran lagi bos?" Tanya Lui sha disampingnya.


"Tidak perlu, biar aku yang mengurus gadis keras kepala ini." Senyum Chen fei, tangannya pun mengeluarkan percikan api. Cincin biru bangkit ditangannya.


"Kau mau apa lagi gadis sialan! Elemen api! Burung api!!" Teriaknya, kemudian terbentuklah sebuah api yang mirip burung kenari. Merambat maju dan menyerang Yue er tanpa rasa kasihan.


"Ukh...." Ringis Yue er saat berusaha menahan api itu. Tiba tiba Mo lan muncul disampingnya. Karena ia sedang menangani serangan Chen fei, ia jadi tak bisa bergerak.


"Bukh" Satu pukulan menghantam perut Yue er.


"Elemen angin, Tembakan angin." Ucapnya dengan tenang, pukulannya mengeluarkan angin. Sampai sampai membuat Yue er mengeluarkan seteguk darah segar.


"Bruk" Ia pun terpental ke batu.


"Aaakh...!!" Saat berikutnya, Chen fei datang menjambak rambutnya gadis itu. Membiarkannya tergantung dengan mengandalkan kekuatan rambutnya yang ditarik.


"Aaah gadis ini.... Rasanya aku kenal sekali loh. Tapi aku kenal dia dimana?" Pikir Chen fei, ia berusaha mengingat, namun tak bisa mengingat apa apa. Hal itu membuatnya sangat kesal.


"Katakan siapa namamu gadis lacur!"


"Plak" Satu tamparan dilayangkan dipipi Yue er saat sedang menanyakan namanya.


Namun Yue er hanya meludahinya dengan lancang, ia tahu kalau anak ini adalah berandalan yang suka mengganggu kakaknya dulu.


"Baj*ngan sialan ini!" Tentu saja Chen fei marah akan hal itu, ia langsung menggenggam kepala Yue er dan membantingnya kebatu. Hingga gadis kecil tersebut jadi pingsan.


"Me-mereka kejam sekali." Berkata para penonton yang tengah menonton mereka diatas pohon. Sebenarnya, pertarungan mereka tadi. Ada banyak sekali yang melihat itu, namun tidak ada siapa pun yang berani bertindak atau menolong. Karna mereka tahu, jika mereka ikut campur maka mereka akan berhadapan dengan salah satu keluarga utama kerajaan Busur Surgawi, keluarga Keramat yang ahli dalam hal pola prasasti. Makanya mereka hanya bisa menonton sambil mengerutkan kening.


"Gggrr....." Akhirnya kyubi mungil keluar menghalangi Chen fei dan lainnya. Kyubi kecil ini, dirinya juga penuh luka. Keterbatasan kekuatannya, membuatnya kewalahan melawan para tetua keluarga Keramat yang ikut campur dalam pertandingan ini.


"Hei... bukannya ini hewan peliharaan gadis ini? Dia berhasil lolos?" Berkata Chen fei dengan heran. Namun tiba tiba matanya membesar melihat kyubi yang mulai membesar seukuran beruang.


"Apa apaan ini!" Teriak mereka dengan kaget.


"GROAAAA!!!" Kyubi kecil pun akhirnya mengamuk, namun sebuah rantai api keluar dan langsung melilitnya. Hingga ia tak bisa bergerak.


"Hewan ini benar benar istimewa, kenapa gadis ini mempunyai banyak sekali harta karun?" Seorang pria paruh baya berambut merah, menunjukan diri dibalik semak semak. Ditangannya terdapat Busur Blues Shark Arrow, busur pemberian Qin yan pada yue er waktu itu. Dan sekarang benda itu sudah berada ditangannya.


"Bahkan, dia juga mempunyai kitab tingkat dewa seperti ini. Kitab ini hanya ada didalam legenda, meskipun keluarga Wang kami tak bisa mengkultivasikannya, tapi keluarga lain pasti akan mengambil ini dan pasti membayar dengan harga yang sangat mahal." Senyumnya dengan gembira, kitab God Dragon Sea juga ada ditangan pria itu. Ia pun melirik kearah Yue er.


"Kerja bagus Chen fei, kau pasti akan mendapatkan bagianmu." Tertawa pria itu dengan licik.


"Tidak perlu, aku hanya akan menginginkan gadis ini sebagai budakku saja." Chen fei pun datang, hendak menggendong Yue er. Namun sebuah pisau langsung menghalanginya.


"Aaah... Qiu er, kenapa kau selalu mengganggu kegiatanku. Ku kira kau akan pergi ke Akademi Pusat, kenapa kau masih ada disini?" Pandang Chen fei tak senang pada seorang gadis yang sudah berdiri dihadapannya. Dibelakang gadis itu, dua gadis lainnya juga datang. Si gadis berambut merah, Ye xun er. Dan satunya lagi berambut hitam panjang, Lin yiyin.


"Chen fei, hentikan semua ini. Kau benar benar tidak tau malu!" Teriak Ye Xun er dengan penuh kemarahan. Sementara Lin yiyin datang menolong Yue er.


"Hoooh.... Ye xun er, jangan hanya karena kau adalah ketua para murid diakademi, kau sembarangan menghalangiku. Kalian, cepat serang mereka!!" Teriaknya dengan marah, enam orang dibelakangnya jadi mulai menyerang, namun gadis berambut merah itu malah mengeluarkan sebuah token hijau.


"Ini adalah token khusus yang diberikan ketua yayasan padaku. Jika ini dinyalakan, maka ketua yayasan akan datang kesini dan melihat kau memanggil beberapa orang yang tidak berhak ikut campur dalam kompetisi ini, kau beserta anak buahmu akan didiskualifikasi." Anak buah Chen fei tiba tiba berhenti, gertakan Ye xun er berhasil menghentikan mereka.


"Apa yang kalian lakukan! Kenapa tidak menyerang mereka!!" Teriak Chen fei dengan marah. Namun anak buahnya tetap tidak mau bergerak, mata mereka menunjukan sebuah ketakutan. Hal itu membuat Chen fei makin marah, tatapannya beralih kearah Ye Xun er dengan tatapan tajam.


"Ka-kau...." Ia hanya menggertakan gigi dengan kuat, tangannya terkepal dengan erat kearah mereka. Jika itu kepala sekolah akademi, ia sudah berhasil menyuapnya. Namun kalau itu ketua yayasan, ia juga berpikir dua kali untuk bertindak.


Tapi, selama ini. Ia tak pernah tidak mendapatkan apa yang ia mau. Apapun yang ia inginkan, semuanya. Selalu dikebulkan. Asalkan ia meminta, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Jadi, apapun yang terjadi hari ini, ia harus menjadikan gadis itu sebagai budaknya. Itu harus, karena itu keinginannya.


"Siapapun diantara kalian yang bisa menghabisi mereka. Maka aku, Chen fei. Akan memberikan 2000 koin hari ini." Teriak Chen fei sambil merentangkan kedua tangannya. Ye xun er dan dua lainnya jadi mundur dengan waspada. Mereka mengutuk Chen fei sebagai orang yang tidak tau malu.


"Kenapa? Inilah gunanya uang. Dengan uang kita bisa melakukan semuanya." Senyum Chen fei dengan lebar.


Semua orang yang menonton tiba tiba menunjukan diri satu per satu. Mereka berdiri dipihak Chen fei, bersiap melawan ketiga gadis itu.


"Ka-kau, benar benar menjijikan!!" Teriak Lin yiyin dengan marah.


"Kenapa? Takut? Dimana kesombongan kalian tadi? Qiu er, Xun er." Tanya Chen fei dengan alisnya yang terangkat. Senyum licik terpancar diwajahnya. Namun ia juga tiba tiba terkejut, ketiga gadis itu malah mengangkat senjata masing masing.


"Hoooh... Masih mau melawan yah. Cepat! Serang mereka!!!" Bersamaan dengan teriaknya, kyubi yang tengah terikat didepan mereka menghentakan tangannya ketanah.


"Bum" Asap putih pun langsung mengepul. Semua orang terhenti karena terkejut melihat asap itu.


'Apa itu?' Itulah yang dipikirkan semua orang.


"Kenapa kalian berhenti! Itu adalah tipu daya mereka! Kalian mau menyerang atau tidak?" Teriak Chen fei lagi, padahal orang yang ingin ia habisi tidak pergi kemana mana.


Semua orang kembali sadar, salah satu mereka maju dengan cepat.


"Serahkan padaku, aku akan menghancurkan mereka!" Ucapnya dengan senang hati, tanpa ragu ia memasuki asap putih yang mengepul tersebut.


"Bukh" Namun saat berikutnya ia terpental jauh, bahkan sampai menembus tiga pohon sekaligus. Membuat Chen fei menganga melihatnya terlempar.


"Tadi apa ya? Rasanya seperti aku menendang seseorang?" Asap yang mengepul jadi perlahan menghilang, sosok Qin yan yang tengah bingung terlihat didepan semua orang.