LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kekacauan kota surga


Aula istana sekte Hamparan Surga.


Para master masih tetap memperhatikan jalannya kompetisi didalam cermin. Selama lima hari ini, tidak ada satu pun yang meninggalkan aula. Ke dua belas sekte terus mengawasi jalannya kompetisi.


Ketika babak kompetisi telah memasuki tahap selanjutnya, yakni pertarungan antar peserta peserta kuat. Para master kembali bersemangat. Karena tak sabar melihat murid murid didik mereka bertarung didalam sana.


"Siapa yang akan bertahan dalam turnamen kali ini. Setidaknya, Weisi harus berada diperingkat kedua." Senyum Weiqing meminum tehnya. Ia pun berbalik pada master lain. Kening nya agak berkerut melihat tingkah Cui xie dan Chi tae yang agak aneh. Sepanjang hari ini, mereka saling bermain mata. Memberi kode bahkan berbisik bisik. Membuatnya curiga. Sepertinya mereka saling bertelepati satu sama lain. Namun ia menutupi kecurigaan tersebut dengan ketenangannya.


"Ehem-ehem. Sepertinya master Chi Tae dan Cui Xie mempunyai urusan penting." Weiqing memaksakan senyumannya.


Mereka akhirnya tersadar dan tersenyum gugub kepada Weiqing.


"Kami sedang mendiskusikan tentang Gei Sha, murid Chi Tae. Apakah dia bisa mengalahkan Qin Yan atau tidak." Berkata Cui Xie. Ia juga menjawab penuh senyuman palsu. Matanya yang menyipit melirik Weiqing dengan sinis.


"Benarkah? Aku tidak mengira kalian berpikir sejauh itu. Bukankah kau sudah mengetahui kemampuan anak itu. Apakah kau masih memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkannya.?" Yan Qinying tersenyum tipis.


Chi Tae hanya tertawa.


"Hahaha... Aku tidak percaya diri. Aku hanya percaya pada muridku kalau kali ini, ia bisa membunuh Qin Yan."


Kata kata terakhir Chi Tae menunjukan kekejaman. Semua master akhirnya terdiam. Untungnya Weiqing berdehem lagi untuk memperbaiki situasi.


"Kalau begitu. Aku ingin melihat apakah muridmu memang bisa mengalahkannya atau tidak. Jika memang iya, maka aku akan memberikanmu artefak yang kumiliki." Weiqing tersenyum licik, master yang lain menatapnya dengan heran. Tidak lama kemudian, Weiqing mengeluarkan sebuah kuali hitam.


"I-itu....!!" Chi Tae langsung tercengang. Master lainnya juga ikut tercengang. Itu adalah artefak berharga peninggalan dewa api. Kuali besi hitam pemanggang naga. Rumor mengatakan kalau senjata ini dapat membunuh seorang ahli tingkat Semigod. Tapi jika pemakainya sudah mencapai tingkah Semigod maka kemampuan kuali itu akan jauh lebih kuat lagi. Chi Tae heran mengapa Weiqing menggunakan benda berharga hanya untuk taruhan. Namun, dibanding dengan hal itu. Taruhan ini cukup menarik, terlebih lagi. Ia yakin, Geisha bisa membunuh Qin Yan. Karena anak itu.... Hehehe...


Chi Tae tertawa licik dalam batinnya. Ia pun dengan cepat mengangguk.


"Baiklah, kalau begitu. Aku terima tantanganmu." Senyumnya percaya diri.


Weiqing yang mendengar itu juga diam diam tersenyum tipis. Ia pun mengangkat kedua tangannya seolah masih tidak percaya dengan omongan Chi Tae.


"Tapi, aku ragu. Apakah muridmu bisa mengalahkannya atau tidak. Bukankah kau sudah melihat sendiri. Kerajaan Dark Clife dan kerajaan Lembah racun dimusnahkan oleh kerajaan Sunmoon. Apalagi yang memusnahkan mereka hanyalah anak buah. Bagaimana kalau ketuanya yang bertindak, kupikir dua kerajaan itu tidak akan berkutik."


Perkataan provokatif Weiqing, membuat Cui Xie dan Han genyu emosi. Mereka hanya mengepalkan tangan sambil menahan amarah mereka.


Sekedar informasi, Weiqing bukan hanya orang terkuat di benua elemen ini. Tapi, ia juga mempunyai kemampuan menyebalkan yang kadang membuat orang mati kekesalan. Yaitu ejekan dan sindiran halusnya, yang membuat orang orang yang disinggung menjadi tak tahan dengan candaannya.


Semua orang sudah tahu itu, sekali Weiqing nenyindir seseorang. Maka sudah pasti akan terjadi pertarungan.


Han genyu dan Cui Xie juga tahu itu. Weiqing hanya berusaha memanasi mereka saja. Oleh karena itu, mereka hanya bisa diam tanpa menjawab apapun. Karena berbicara dengan mulut yang memang sudah tak bisa dilawan itu sama saja.


"Hahaha... Tenang saja, muridku tidak selemah dua kerajaan rendahan itu. Kerajaan kami jauh lebih ganas." Sekarang, Chi Tae terlihat sudah mulai terpancing omongan Weiqing.


Dibilang kerajaan rendahan, cukup membuat Cui Xie dan Han genyu menjadi malu. Meskipun mereka sudah menjadi aliansi, namun persaingan panas tidak bisa dihentikan diantara mereka. Selain ambisi dan keserakahan yang membuat mereka bersatu, kesombongan dan arogansi bisa membuat mereka terpecah belah.


Weiqing tersenyum kembali.


"Sayang sekali, ini tidak seperti turnamen tahun lalu. Dimana kerajaan Vermillion berada diperingkat 4. Eh ternyata mereka sudah gugur di awalan bahak eliminasi."


Rong Qiyu yang dari tadi hanya diam, jadi tertegun. Dalam hati ia menggertakan gigi sampai berdarah. Kalianlah yang menyusun peraturan turnamen ini, maka kalianlah yang sudah menyusun rencana untuk mengalahkan kerajaannya. Meskipun dalam hatinya ia sangat marah. Namun diluar ia hanya bisa tersenyum.


"Yah, aku juga tidak menyangka juga. Kalau kerajaan Busur surgawi ternyata sangat kuat. Performa mereka sebelumnya dengan tahun ini sangat berbeda jauh. Sepertinya anda membimbing mereka cukup baik Weiqing."


"Hahaha... Tentu saja, untuk mencapai tujuan mulia dan kebanggaan. Harus ada kesungguhan. Kalau kita hanya bersantai dan malah berambisi sangat tinggi namun tidak berusaha dan melupakan tugas untuk mengajari para generasi. Maka generasi muda kita tentu akan kalah dengan amatiran yang baru masuk. Bahkan kerajaan ini baru masuk tahun ini, malah anggotanya membantai dua kerajaan yang berada di bawah naungan sekte. Haduh... Mau taruh dimana wajahku sebagai master sekte yang terhormat."


"Ka-kau..." Han genyu dan Cui Xie bereaksi bersama sama. Tindakan Weiqing kali ini sudah keterlaluan. Ia habis habisan membuat mereka malu di depan para master lain.


Ditambah para master lain yang tertawa bukan main. Bahkan Chi Tae juga menertawai mereka. Membuat kedua master ini semakin marah.


"Aku mau keluar dulu." Han genyu langsung keluar tanpa menerima ijin mereka. Cui Xie juga ikut keluar.


"Ini adalah turnamen antar generasi muda Weiqing. Jangan memasukan kami didalamnya. Dan juga, bercanda itu juga ada batasnya." Berkata Cui Xie dengan geram.


"Hahaha... Memangnya aku bercanda. Aku cuma mengatakan kenyataan yang ada." Tawa Weiqing.


"Swosh" Tiba tiba aura kuat milik Cui Xie bangkit. Semua master langsung berdiri dengan kaget.


"Cui Xie, jaga etika mu. Kau pikir sedang berada dimana!" Sangguan Tianyue berdiri dengan aura tingkat Kaisar miliknya. Siapa yang menyangka ia malah ditekan oleh aura Cui Xie.


'Dia! Sudah mencapai tingkat Semigod?' Para master terkejut kekuatan Cui Xie. Dua tahun lalu, pria ini masih berada tingkat Kaisar sama seperti mereka. Bagaimana caranya dia menerobos?


"Hahaha.... Aku tahu kalian akan terkejut. Kalian pasti akan bertanya tanya bagaimana caranya aku menerobos." Cui Xie tertawa dengan wajah puas. Ia pun menatap Weiqing seraya memprovokasinya.


"Weiqing, kau pikir aku takut padamu? Aku tidak seperti dulu lagi. Kau bebas menindasku seperti waktu itu. Tapi sekarang, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kalau kau mau, kita bisa bertarung sekarang." Cui Xie tersenyum lebar.


"Hahaha... Sepertinya kau mulai lupa diri yah. Cui Xie, ingatlah. Tingkah Semigod masih berada dibawah tingkat Demigod."


"Weiqing. Kalau kita belum menjoba, siapa yang akan tau."


Weiqing terkekeh menggelengkan kepala.


"Setelah kemunculan Qin Yan. Kau mulai mengikuti pola pikir anak itu."


Cui Xie kembali tersenyum.


"Aku tidak mengikutinya. Kau pikir aku lemah? Begitu? Kenapa kita tidak mencobanya."


"Cukup Cui Xie!" Chi Tae berdiri dengan wajah gelap.


Cui Xie berbalik padanya, menyeringai pada pak tua itu.


"Hehehe... Kau menghentikanku Chi Tae? Aku tidak percaya ini. Demi ego mu, kau menentangku? Bukankah kita sudah untuk..."


"Dia benar Cui Xie. Ini masih berada disituasi turnamen. Kita...." Rong Qiyu hendak menghentikan mereka berdua. Namun tiba tiba terdengar teriakan panik orang orang diluar. Tanah juga bergetar seperti ada gempa bumi.


"Apa yang terjadi!" Sangguan Tianyi langsung bergegas keluar. Diikuti dua Sangguan lain.


Diluar.


"HAHAHAHA...!!!" Han genyu tertawa keras diatas udara sambil merentangkan kedua tangannya.


"Hancurkan. Kalian semua terobos dan hancurkan kota ini!! Kita hancurkan semuanya!!! Hahaha...!!!"


Bersamaan dengan perkataannya, para pasukan sekte Racun memasuki perbatasan kota Surga, kerajaan Zhongtian.


"BERSIAP!!" sang komandan memerintahkan prajurit prajuritnya untuk bersiap. Ia pun memberi kode pada salah satu Jenderal.


Sang Jenderal berdiri diatas benteng perbatasan yang paling tinggi. Menggunakan kekuatan untuk menciptakan gelombang suara dengan volume cukup tinggi.


"KALIAN SEMUA DIPERINTAHKAN UNTUK BERHENTI. MEMASUKI KERAJAAN DENGAN MEMBAWA PASUKAN HARUS MELAPOR PADA PIHAK KERAJAAN TERLEBIH DAHULU.!"


Sang jenderal berkata dengan suara tegas. Tapi ia malah terkena serangan panah tepat didada.


"Jenderal!" Para prajurit berteriak dan menolongnya. Hal itu membuat mereka menjadi panik. Sang komandan mulai memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang para pasukan yang mendekat.


"SERANG MEREKA!! JANGAN BIARKAN MEREKA MASUK KE DALAM KOTA!"


Pasukan militer khusus pemanah pun akhirnya maju dan mulai memanah para pasukan yang maju.


Pasukan militer khusus penyihir juga bertindak. Semua pasukan dengan keahlian masing masing langsung menyerang orang yang masuk. Namun mereka malah tercengang dengan kekuatan mereka yang sangat mengerikan.


"PASUKAN PERTAHANAN!!!" Teriak sang komandan.


"SIAP!!" Ratusan para tentara berotot langsung maju dan membentuk benteng. Dinding tanah menjulang tinggi dengan ketebalan dan pertahanan yang lumayan kuat untuk diserahkan oleh ahli tingkat Sage. Siapa yang menyangka, musuh malah memiliki ahli tingkat raja dan tingkat Kaisar.


"ANTISIPASI PARA WARGA. BAWA MEREKA KE PENGUNGSIAN DARURAT!!!"


Kekacauan mulai terjadi di pinggiran kota bagian Utara. Mata tetua Sangguan langsung terbelalak. Raja Zhongtian diistana juga tidak kalah terkejutnya dengan serangan dadakan ini. Ia melihat banyaknya pasukan yang bertebaran diatas langit.


"Apa apaan ini!"


"CEPAT KERAHKAN SELURUH PRAJURIT ISTANA! KESATRIA! DAN TENTARA MILITER!! BERSIAP DALAM MODE BERTEMPUR!" Teriak sang raja. Ia langsung menuju gudang persenjataan. Mengambil pedang, memakai zirah perang, dan menaiki kuda. Bersiap untuk bertempur.


"I-ini...!!!" Sangguan Tianyang langsung menuju Han genyu.


"Apa apaan kau Han genyu!!!" Teriaknya dengan marah.


"Hahahah... Tianyang. Ingat ini baik baik. Hari ini, adalah kehancuran kerajaan Zhongtian, sekaligus kehancuran Sekte Hamparan surga! Hahahaha....!!!"


"Itu tidak akan terjadi." Weiqing datang dengan wajah dingin. Tangannya langsung mengeluarkan energi hijau. Seluruh masyarakat di kota Surga, bahkan di pulau terapung tiba tiba menghilang.


"Wah wah wah. Seperti yang di duga Weiqing. Kau selalu bisa menyelesaikan situasi darurat seperti ini. Hahaha.... Tapi, tidak bisa dipungkiri kota ini akan hancur!" Han genyu merasa kesal dalam hati, tapi ia sudah yakin. Dengan persiapan sematang ini. Kerajaan ini tentu akan hancur.


"Ternyata memang benar yah, perkataan anak itu. Rupanya situasi ini akan terjadi rupanya." Weiqing tersenyum tipis. Han genyu langsung terdiam .


"Apa! Kau sudah mengetahui rencana kami?" Tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.


"Tentu saja, bahkan kami juga sudah membuat persiapan!" Weiqing menjawab penuh percaya diri.


"Bhuahaha...." Tiba tiba Cui Xie yang masih berada diistana sekte juga tertawa.


"Kami tidak menyangka, kalian sudah mengetahuinya yah. Baiklah kalau begitu. Kami tidak akan menahan diri lagi!"'Cui Xie mengangkat tangannya tinggi tinggi. Seketika, dari perbatasan lain. Pasukan sekte Darkdemon menerobos masuk.


"Hahahah.... Mari kita bersenang senang!!!" Cui Xie berteriak penuh kegembiraan.


"Astaga, meskipun ini terlalu cepat. Tapi, apa yang sudah terlanjur tak bisa diulang kembali." Rong Qiyu menghela napas. Melipat tangannya didada. tidak lama kemudian ia tersenyum. Dari perbatasan timur, pasukan sekte Lembah vermillion juga menyerang. Tidak lama kemudian, pasukan Sekte darah merah neraka juga bergabung dalam penyerangan.


"Han genyu!!!!" Sangguan Tianyang langsung menyerang Han genyu. Namun Han genyu menangkisnya dengan mudah. Perbedaan kekuatan membuat pertarungan mereka menjadi berat sebelah.


"Kau tidak sebanding denganku, Tianyang. Kau tidak sebanding." Han genyu yang menahan serangan Sangguan Tianyang dengan satu tangan langsung menghempaskan kekuatannya. Sangguan Tianyang terhempas sampai ke menghancurkan sebagian pulau terapung karena tabrakannya.


"Hahaha...!!!" Han genyu kembali tertawa.


"Beraninya kau...!!!" Tidak lama kemudian terdengar suara seorang wanita. Sangguan Xue er datang menyerang Han genyu.


Karena mereka sama sama berada ditingkat Semigod, pertarungan mereka terbilang cukup seimbang.


"Hahaha.... Bagus sekali. Istrinya Zhou weiqing akhirnya keluar dan turun tangan yah." Tawa Han genyu.


Sangguan Xue er mengeluarkan pedangnya.


"Akan kubunuh kau!!!"


"Hahaha... Coba saja kalau kau bisa!!"


Langit langsung terbelah menjadi dua karena duel mereka.


"Sial! Bagaimana bisa kalian melakukan hal seperti ini!" Sangguan Tianyi menatap Chi Tae dengan tajam. Tapi Chi Tae malah tidak menganggapnya. Sangguan Tianyi hendak menyerang, namun anak buah Chi Tae malah melawannya. Anak buah Chi Tae tersebut berada ditingkat Kaisar. Kedudukannya di sekte yaitu sebagai tetua pertama.


"Aku sudah menunggu kesempatan ini wahai pendekar Giok." Senyum pria itu yang mengendarai elang api.


Ia memakai masker, dan kedua tangannya memegang tombak api.


"Siapa kau!" Sangguan Tianyi menggertakan gigi karena orang ini berani menghalanginya.


"Namaku Hu Rungge. Aku dikenal sebagai pendekar tombak api."


Sangguan Tianyi termenung sesaat. Sepertinya ia pernah mendengar nama itu. Ia pun memandanginya.


"Jadi itu kau?" Tanyanya.


Pria itu tersenyum dan mengangguk.


"Ya."


Wajah Sangguan Tianyi menjadi gelap.


"Menyingkir."


Senyum diwajah pria disana berhenti, ia menatap Sangguan Tianyi dengan dingin.


"Apa yang kau bilang tadi?"


"Kubilang menyingkirlah!!!!" Sangguan Tianyi langsung mengeluarkan pedangnya. Melesat kearah pria itu.


"Ptank" Keduanya langsung berbentrokan.


"Hehehe..." Chi Tae hanya tertawa melihat pertarungan mereka. Ia pun berbalik pada Yan Qinying dan Chu yuechan yang juga menatapnya dengan jijik.