LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Bencana setelah kematian (2)


Karna tahu betapa bahayanya tembakan cahaya tersebut. Cui Xie sekali lagi memaksakan tubuhnya untuk membangkitkan kekuatan luar biasa demi menghancurkan penjara akar yang mengurungnya. Lalu dia membentuk penghalang, sebuah dinding yang akan menghalangi tembakan cahaya pilar tersebut agar tidak mengenai dirinya.


Hanya saja, saat dindingnya sudah tercipta. Cui Xie lalu melompat keluar, dia tidak akan mengira. Qin Yan kembali memanipulasi lintasan ruang dengan mengaktifkan lubang dimensi. Cahaya pilar masuk kedalam lubang tersebut dan tiba tiba muncul tepat dihadapan Cui Xie.


"Huh!"


Belum sempat ia menghindar lagi, Chu yuechan datang dan membekukannya. Terakhir, Cui Xie menatap mata Qin Yan yang merah. Dia langsung dibawah ke mimpi ilusi sesaat dari skill Qin Yan.


Dia kemudian sadar ketika tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Saat itulah dia menyadari, ternyata cahaya pilar telah menghantamnya. Kulit kulit Cui Xie terkupas karena terkoyak. Tulang tulangnya hancur dan darah berceceran dimana mana. Cui Xie terkapar ditanah dengan keadaan menyedihkan, seperti sebelumnya. Namun kali ini, kesadaran Cui Xie tidak sepenuhnya dikendalikan oleh demon Magicstal. Jiwa Cui Xie mengambil alih setengah tubuhnya, lalu setengahnya lagi berada dibawah kendali Demon Magicstal.


"A-aku.. tidak tahan lagi..!"


"Sangaat... menyakitkan."


Cui Xie merangkak berusaha melarikan diri dari hadapan Qin Yan yang telah berdiri didepannya.


"Dasar manusia lemah." Sementara Demon Magicstal berusaha untuk bangun dan memaksakan tubuhnya.


"Su-sudah cukup. Aku tak mampu lagi..! Kumohon hentikan!"


"Lepaskan bodoh! Kau pikir bisa berhenti semudah itu!"


"Tidak, aku tidak mau bertarung lagi. Tubuhku sangat sakit, ini sangat menyakitkan!"


"Kubilang diam!"


"Kau memperlakukan tubuhku seperti boneka. Aku sangat menderita karena ini tubuhku. kau hanya jiwa yang masuk ketubuh orang lain. Aku yang sangat menderita."


"Kenapa kau tidak mendengarkan ku! Enyah!"


"AAAAKKKHH....!!"


Setelah teriakan keras itu, tubuh Cui Xie kembali dikendalikan oleh Demon Magicstal sepenuhnya. Sebelumnya Cui Xie dan demon Magicstal saling memperebutkan tubuh. Namun karena kekuatan jiwa demon Magicstal sangat kuat maka Cui Xie dengan mudah di singkirkan.


"Sial, ada apa dengan tubuh ini?" Hanya saja, karena keinginannya terlalu memaksa. Dia tidak menyadari bagaimana kondisi tubuh Cui Xie saat ini. Kedua tangannya patah, sebagian tubuh terkoyak, lalu kedua kaki terlihat hancur. Siapapun yang mengalami ini sangat menderita. Dan Demon Magicstal tidak bisa menggerakkan tubuh Cui Xie karena memang sudah tak berfungsi lagi.


"Dasar tidak berguna!" Demon Magicstal hanya bisa menggertakan gigi. Lalu ia langsung terdiam saat melihat kaki seseorang berada didepan matanya. Saat ia berusaha melihat kearah atas dengan susah payah. Ternyata Qin Yan sedang menatapnya dengan tatapan yang dingin.


"Hah. Hahaha....!" Dia tertawa.


Qin Yan yang melihat itu tidak tahan lagi. Ia langsung menginjak kepala Cui Xie hingga hancur. Lalu menatap asap yang keluar dengan wajah dingin.


"Kau pikir bisa lari kemana lagi?" Ia mengangkat tangannya, lalu daya hisap pun terlihat.


"Devouring."


Asap tersebut langsung kesedot kedalam tangan Qin Yan. Tidak peduli seberapa pun asap tersebut memberontak, tetap tidak bisa lari dari hisapan itu.


"Ma-manusia! Kau benar benar berani! Kau telah menyinggung klan Demon Magicstal. Anggota klan kami akan merasakan kematian ku. Jika aku mati, maka dunia ini tidak akan ada lagi harapan."


"Benarkah?" Qin Yan bertanya dengan tenang. Asap itu langsung tertawa kecil.


"Tentu saja. Jika kau tidak ingin itu terjadi. Maka lepaskan aku. Lalu duniamu akan aman."


"Mati saja kau!" Qin Yan sudah tidak perduli lagi. Ia langsung menghisap asap itu dengan kencang.


"Aaaargghh... Ja-jangan!" Sementara Demon Magicstal sendiri berteriak dan berusaha untuk melarikan diri. Namun usahanya sia sia, sampai akhirnya ia benar benar tersedot kedalamnya.


Tepat setelah menghisap asap tersebut, Qin Yan merasakan sedikit pusing dikepalanya. Hanya saja, itu tidak berlangsung lama. Setelah itu, Qin Yan pun kembali normal. Ia memandangi tangannya yang tadi menghisap jiwa demon Magicstal. Lalu bergumam sendiri.


"Pertama kali aku menghisap jiwa seseorang. Tampaknya atribut Devouring ini telah berevolusi menjadi lebih kuat."


Qin Yan tersenyum sendiri. Lalu ia memandangi peperangan. Yan Qinying, Chu yuechan, Tian er, Feng Diuliu, Weiqing. Lalu yang lainnya. Mereka masih tidak berhenti bertarung melawan musuh. Namun, mereka tidak bisa menyembunyikan senyum mereka. Peperangan telah berakhir, pemimpin mereka akhirnya berhasil dikalahkan. Yang mereka lakukan kali ini hanyalah membersihkan sisanya saja.


"Sial!" Bao Tian, sang raja naga kegelapan yang penuh luka akhirnya menyadari situasi perang. Dia menoleh kearah para beast wild yang tersisa. Ia pun menghela napas meskipun tidak menerimanya.


"Kita mundur." Para king beast lain terkejut, namun mereka tidak membantah. Setelah itu, raungan raungan para beast terdengar seperti terompet. Para pasukan beast lain akhirnya menyadari itu, masing masing mulai menjauh dan melompat terbang. Mereka pun mundur meskipun tubuh mereka penuh luka. Semuanya mulai meninggalkan Medan perang secepatnya.


Para pasukan iblis akhirnya dibersihkan sepenuhnya. Para pasukan sekte musuh langsung menyerah. Mereka mengakui kekalahan setelah pemimpin mereka dikalahkan.


Angin berhembus, dan fajar pun tiba. Matahari pun terlihat menyising dunia. Dunia yang penuh asap dan kerusakan akhirnya terlihat. Mereka yang sudah mati maupun hidup terlihat sepenuhnya. Para pasukan sekte yang masih bisa bergerak membantu teman mereka yang terluka. Mereka berbalik kearah para master mereka yang berdiri dengan gagah berani. Lalu mereka tidak tahan untuk tidak bersorak.


"KITA MENANG....!!" mereka saling merangkul dan memeluk satu sama lain. Melompat gembira meskipun keadaan mereka penuh luka.


Lin Fin dan yang lainnya berkumpul, lalu menemui Qin Yan. Weisi, Shinzui, Zue er, lalu peserta lain juga mengikuti mereka. Akhirnya mereka bisa melihat Qin Yan berdiri disana. Mungkin bisa dilihat, wajahnya tidak terlalu bersih, kotornya akibat pertarungan menghiasi penampilannya. Namun, itu justru membuat mereka semakin kagum. Jika tidak ada Qin Yan, mana mungkin mereka akan mendapatkan kemenangan.


"Apa kau baik baik saja?" Terlihat Qin ruo menawarkan bantuan kepada Qiu er yang tengah kelelahan. Qiu er tentu tidak menolak itu, lalu mereka berdiri bersama. Mata Qiu er melihat kesana sini mencari keberadaan Qin Yan. Saat itu ia melihat Qin Yan baik baik saja, membuat hatinya lega. Wajahnya memerah tidak tahu apa penyebabnya.


Lalu para tentara bayangan yang tersebar diseluruh penjuru Medan peperangan mulai menghilang satu persatu.


Qin Yan yang ada disana akhirnya bisa menghela napas lega. Lalu tanpa ia sadar QingZhu datang memeluknya dengan tangis yang pecah. Ia dipeluk erat, sementara orang lain mulai bertepuk tangan. Namun, Qin Yan sendiri merasakan beberapa niat membunuh dari gadis yang dia kenal. Terutama Zue er yang menatapnya dengan tajam. Qin Yan tanpa sadar menelan ludah.


Semua orang langsung tertawa melihat tingkah mereka. Lalu wajah QingZhu memerah karena malu atas tindakannya. Dia tanpa sadar melihat kearah masternya. Chu yuechan disana hanya menghela napas melihat tingkah muridnya itu. Namun itu lebih membuat QingZhu bertambah malu. Ia lalu melepaskan Qin Yan dan menunduk tak berani menatap wajah semua orang.


Tidak lama kemudian, Yunzhi datang. Dia mengecek keadaan Qin Yan, melihatnya yang baik baik saja ia pun menghela napas lega sembari tersenyum. Qin Yan juga tersenyum padanya.


"Cih." diatas udara, para penatua sekte yang dibangkitkan mendengus dengan marah. Mereka hendak melarikan diri, namun para ahli lain menghadangnya.


"Kalian mau kabur kemana?" Long Shiya datang dan tersebut tipis pada mereka.


"Heeh, gendut. Kau mulai sombong hanya karena kalian menang yah." Penatua sekte darah merah neraka menatap Long Siya dengan tajam.


Long Shiya hanya menghela napas santai.


"Huh! Memangnya kenapa? Bilang saja kalian tidak ingin menerima kenyataan. Melarikan diri itu tindakan yang memalukan. Sebagai penatua terdahulu, kenapa tidak menyerah saja dengan sikap terhormat seperti layaknya statusmu."


"Ka-kalian!" Ketiga penatua itu hanya terdiam melihat mereka. Lalu Weiqing datang, ia maju dengan kedua tangan dibelakangnya.


"Kalian akan ditahan, jika kalian melawan. Maka kami akan menghancurkan kalian."


"Cih, kau pikir bisa membunuh kami?" Penatua sekte darah merah neraka tersenyum meskipun keringat menetes di pipinya.


Tetapi, ketika ia melihat beberapa master berdatangan. Ia tidak bisa mengatakan apa apa lagi. Di tambah, yang datang kali ini adalah wajah baru yang tidak ia sangka.


Master pengendali boneka, dan salah satu tetua yang keluar dari sekte Darkdemon terlihat. Dia adalah Kakek Rong Rong yang beberapa hari lalu mengetahui bahwa cucunya di aniaya oleh Cui Xie. Betapa geramnya dia, hanya saja dia tidak sempat bertemu Cui Xie hingga perang berakhir.


"Bawa mereka." Weiqing memerintah dengan nada dingin.


******


Tidak jauh dari sana, dimana para pasukan beast wild melarikan diri. Naga kegelapan tiba tiba dihentikan oleh Xu shian yang berada dihadapannya.


"Apalagi yang kau inginkan?" Geram Naga kegelapan dengan marah.


"Bukankah kau sudah lihat sendiri Bao Tian. Dengan kerja sama demi perdamaian akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Lihatlah mereka yang bersorak tanpa memandang ras." Xu shian menunjuk kearah para prajurit yang bersorak bersama para elf. Lalu prajurit lainnya bersorak bersama para beast. Senyum ramah muncul di wajahnya.


"Bao Tian. Kau juga harus memahaminya. Jika kau memahami arti perdamaian maka masalah yang terus menghantuimu pasti terselesaikan.


"Diam! Sampai kapanpun. Manusia akan menjadi musuh kami. Manusia tanpa skill maka tidak akan bisa bertahan hidup. Dan mereka terus memburu beast demi mendapatkan skill. Tidak perduli membunuh atau melukai, mereka terus memburu kita para beast demi kepentingan mereka sendiri." Naga kegelapan berteriak dengan penuh amarah.


"Tapi Bao Tian. Kalau kita membicarakannya baik baik dengan manusia pasti akan ada jalan keluar."


"Jalan keluar? Hahaha... Jangan bercanda Xu shian. Berabad abad lamanya, tidak ada cara lain mengisi kekuatan manusia selain dari skill para beast. Kau pikir itu mudah?" Teriak naga kegelapan sekali lagi. Xu shian menggelengkan.


"Apa kau tidak menyadarinya?" Tanyanya.


"Apa?"


"Kau mungkin tidak menyadarinya. Tapi ada seorang anak yang mempunyai kekuatan tanpa mengambil skill dari beast."


"Huh?" Naga kegelapan menjadi bingung.


"Apa maksudmu?"


"Bukankah kau melihatnya sendiri? Dia memanggil sebuah beast. Apakah itu skill dari para beast?"


Naga kegelapan tidak menjawab.


"Lalu bola biru yang dashyat itu. Apakah itu jurus dari beast. Dan..."


"Cukup!" Naga kegelapan langsung memotong ucapannya.


"Kau tidak perlu banyak bicara Xu shian. Kurasa masalah kita selesai disini. Jadi jangan menggangguku lagi. Aku tau kau bekerja sama dengan manusia, namun jika kau menghalangi kami lagi kau pikir apa yang kau lakukan. Lebih baik kau membunuh kami disini saja." Naga hitam kegelapan langsung melewati Xu shian. Setelah itu keduanya hening, para pasukan beast lain pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Bao Tian. Kau pasti akan mengerti suatu saat nanti. Bahwa apa yang kubicarakan tadi merupakan evolusi manusia. Pada akhirnya, jaman akan terus berubah, jika digenerasi ini ada generasi emas yang kuat. Maka di masa selanjutnya, pasti akan ada generasi yang lebih kuat."


Naga hitam terhenti sejenak, namun itu tidak lama. Dia pun lanjut pergi tanpa mengucapkan apapun.


Xu shian juga menghela napas. Ia berbalik kearah Medan perang. Dan melihat Qin Yan disana. Anak itu, entah masa depan apa yang akan menantinya.


*******


Qin Yan pun bersandar dipinggir batu dengan santai.


"Jadi, inilah kemenangan yah." Bibir Qin Yan tersenyum lega saat angin menghembus rambutnya. Dia akhirnya berhasil, berhasil mencegah kiamat kehidupan sebelumnya dikehidupan ini. Qiu er selamat, dan tidak ada portal portal yang terbuka.


Tunggu! Portal?


Qin Yan tiba tiba menjadi tegang. Jika jika diingat ingat dikehidupan sebelumnya. Portal terbuka diseluruh penjuru benua. Di kehidupan ini portalnya memang terbuka. Namun hanya disatu tempat. Qin Yan memandangi langit jauh dari pandangan mata.


"Apa aku terlalu banyak berpikir?" Qin Yan bertanya pada dirinya sendiri.


"Tidak tidak, aku pasti terlalu banyak berpikir." Qin Yan kembali menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kau pikirkan?" QingZhu bertanya dengan wajah memerah. Dia sangat manis, namun sebagai gantinya Qin Yan mendapat tatapan mematikan dari Qiu er maupun Zue er. Bahkan Yunzhi juga mengeluarkan pedangnya dengan pandangan membunuh kearah Qin yan.


"Hehehe... Tidak apa apa." Qin Yan tertawa dengan penuh keringat. Ia memperlihatkan senyumnya yang kaku terhadap QingZhu. Untungnya gadis itu juga tidak memperhatikan sekitar, baginya mendapatkan Qin Yan yang pertama adalah kemenangannya. Dia tidak akan melepaskannya.


"Dug"


Tiba tiba Qin Yan merasakan sesuatu yang salah. Cincin ditangannya bergetar dengan hebat. Itu adalah cincin yang membawa dirinya ke kehidupan ini.


'Z!'


Qin Yan langsung memanggil nama Z yang sudah lama tertidur. Mengapa dia bergetar kali ini. Apakah ada sesuatu yang salah?


..."Tuan, sebuah bahaya besar terdeteksi! Sebuah bahaya besar terdeteksi!"...


'Bahaya besar?' Sesaat Qin Yan tidak mengerti dengan apa yang dimaksud. Namun ia tahu kalau Z tidak mungkin berbohong.


Tiba tiba langit merah. Qin Yan terkejut bukan main. Langit terasa mau runtuh.


"WUNG... WUNG.... WUNG..." Sesuatu jatuh namun tidak terlihat, semua orang merasakan tekanan itu. Tidak ada yang bisa berdiri selain Yao Chen dan jin kei. Lalu sebuah mata yang sangat besar membentang dicakrawala terbuka. Bola mata itu bergerak gerak melihat kesana sini. Sangat besar bahkan beberapa kerajaan melihat tampang mengerikan itu.


"A-apa itu!!" Para manusia maupun elf langsung gemetar. Ada bola mata sebesar itu? Itu mata apa?


'Bag-bagaimana bisa!' Mata Qin Yan membelalak tak percaya. Bagaimana mungkin King demon Magicstal turun tangan. Apakah karena kematian bawahannya? Ini benar benar tidak masuk akal