
"Ctar ctar ctar" Percikan petir mulai terdengar diatas awan.
Botol berisi darah Phoenix dan air mata kehidupan melayang dengan sendirinya dibawah kendali Qin Yan.
Setelah itu, kedua cairan itu pun langsung dimasukan kedalam tungku.
Dua bahan lain yang sudah dileburkan mulai menyatu dengan dua bahan yang baru. Dan proses ini sangat menyulitkan bagi Qin Yan.
"Uh....." Tapi Qin Yan tidak menyerah. Ia menggertakan gigi dengan kuat. Ia terus menerus mengeluarkan api ungu, energi mentalnya selalu mengontrol penyulingan. Hal ini membuat energi Qin Yan berkuras sangat banyak.
'Tidak!! Aku tidak boleh berhenti disini. Aku harus bertahan!!' Mata Qin Yan menunjukan tekad yang kuat. Hidungnya mulai mimisan, bahkan mata merahnya mulai mengeluarkan darah.
"Okhok okhok....." Baru saat semua tercampur, Qin Yan langsung memuntahkan darah.
"Ugh...." Kobaran api bertambah sekali lagi. Saat ini, semua bahan telah tercampur. Sekarang tinggal proses pembentukan menjadi pil bola.
Tapi, setiap kali terbentuk, cairan tersebut sangat rentan untuk meledak. Qin Yan kemudian meningkatkan kekuatan mentalnya. Berputar dan membentuk pelindung disekitar cairan didalam tungku.
Cairan mulai terbentuk lagi. Tapi tidak lama kemudian pembentukan kembali gagal. Qin Yan pun akhirnya mengubah cara kinerja energi mentalnya, energinya mulai berputar. Hal itu membuat cairan itu juga ikut berputar.
Perlahan tapi pasti, meskipun caranya cukup kasar, tapi hal ini cukup memuaskan. Pil mulai terbentuk.
Namun pada akhirnya gagal lagi, mereka mulai mencair kembali.
"Ukh..." Qin Yan dibuat kesusahan karenanya. Ini terlalu sulit, jika tidak dibantu oleh Jin kei dan lainnya, kemungkinan ia tak akan bisa bertahan.
Tapi Qin Yan sekali pun tak punya keinginan untuk menyerah. Ia pun menutup mata. Fokus dan tenang. Pada saat ia membuka mata, semua energinya berhasil terkumpul.
"Hiyaaah!" Qin Yan menambahkan kobaran apinya lagi. Menambahkan energi mentalnya, setelah itu, cairan mulai bersatu. Tanpa membuang buang waktu, Qin Yan kemudian menggunakan energi mental yang ada didalam tungku untuk berputar.
Bola kecil rentan itu mulai berputar pelan, mengikuti energi mental.
Setelah berputar dalam waktu yang cukup lama, proses pembentukan pun akhirnya selesai.
"Bau ini....!!! Ini bau pembentukan!!" Hidung Sai Hwang mulai mengendus, matanya terbelalak mengetahui kalau Qin Yan berhasil sampai ketahap ini.
'Aku tak percaya ini, anak ini ternyata mampu melewati ujian pertama, dia berhasil membentuk pil.' Batin nenek itu dengan kagum.
Sementara Qin Yan menghela napas, sekarang tinggal lah proses pemadatan.
"Hiyaaah...." Ia pun mulai menambah energi mentalnya. Tungku pun mengeluarkan asap, pil didalamnya berputar sangat kencang dan akhirnya lapisan luar pil itu retak.
"Krak" Sedikit demi sedikit, lapisan luar pil itu mulai retak bagaikan cangkang telur.
"Boom" Terakhir, penutup tungku terbuka. Aura luar biasa keluar dari tungku bagaikan angin berhembus. Qin Yan langsung melemas, ia sampai terduduk ditempat. Namun satu tangannya masih tidak mau melepas kendali penyulingan
Mata semua orang membesar, perasaan tegang ini.... Benar benar membuat mereka degdegan. Mereka lebih tak percaya, melihat sebuah pil berwarna emas terang perlahan keluar dari dalam tungku.
'Itu itu....!!!' Mata semua orang terbelalak, rasa kagum luar biasa bahkan sampai memuji pil itu.
'Aku.... Berhasil yah.....' perlahan Qin Yan mulai merebut pil itu. Namun, perasaannya langsung tidak tenang. Ia pun berbalik keatas langit, matanya langsung terbelalak kaget. Ratusan petir merah jatuh menghantam dirinya.
Tapi, justru hal ini membuat Qin Yan tersenyum. Ia pun hanya menerima petir pembaptisan itu.
"Datanglah!!!" Ucapnya pelan.
"CTAAARR..... BOOOM... ZZZZTT..."
Mata semua orang makin terbelalak, terutama sang nenek. Wajahnya agak pucat melihat petir sebanyak itu, keringatnya langsung bercucuran.
'I-ini.... Bukankah petirnya terlalu banyak? Apakah anak itu bisa bertahan?' Raut wajah Sai Hwang entah kenapa mulai khawatir. Petir yang turus dilangit bukan hanya satu atau dua. Melainkan ratusan petir yang bersatu menjadi satu petir raksasa.
Seluruh panggung menyala dengan kelap kelipnya cahaya petir. Bahkan para tetua yang menjaga pelindung sampai menutupi pandangan mereka karena saking silaunya.
'Ukh... dashyat sekali... Bahkan jika kami terkena petir seperti itu, aku khawatir mungkin tak bisa selamat.' Batin mereka dengan ngeri.
Sementara Qin Yan, berusaha bertahan dari petir itu. Namun pada akhirnya, rasa sakit yang diberikan petir terlalu menyakitkan. Seluruh tubuhnya terasa runtuh seketika. Qin Yan langsung berteriak menahan sakit.
"AAAAAARRGGGGHH.......!!!! "
Disela sela kesakitannya, Qin Yan mengambil jalan yang lain. Yakni melahap energi petir itu. Sayangnya, petir itu terlalu kuat dan fluktuasi tingkatan kecepatannya sangat mengerikan. Sampai sampai atribut Qin Yan tidak mampu mengatasinya.
Disaat saat terakhir ujiannya selesai, sebuah lubang dimensi terbentuk tepat dibelakang Qin Yan. Lalu sebuah tangan keluar dari celah hitam itu, meraih Qin Yan dan seluruh yang ada didekatnya.
Qin Yan juga awalnya tidak rela, ada seseorang yang diam diam menangkapnya. Siapa pun pasti mengira kalau orang itu pasti punya niat buruk. Sayangnya, karena petir tersebut yang terlalu kuat. Kesadaran Qin Yan mulai memudar.
*********
Rumah sakit kerajaan Zhongtian.
Qin Yan perlahan membuka mata, yang pertama dilihatnya adalah wajah wajah yang tak asing.
Lin Fin, Xiu Xiu, Xie Xie dan Jung Kyung. Mereka berdiri melingkari Qin Yan yang terbaring di atas tempat tidur.
"Kau sudah bangun bos?" Melihat Qin Yan membuka mata, Xie Xie tak tahan untuk menghela napas lega.
"Ukh..... Dimana aku?" Qin Yan berusaha bangun, baru ia sadar tubuhnya tidak bisa bergerak. Lin Fin dan Xiu Xiu yang membantunya bangun.
Setelah Qin Yan berhasil duduk dengan nyaman. Ia melihat Yao Chen duduk di ranjang yang satunya.
"Apa yang terjadi Yao Chen?" Tanya Qin Yan dengan kepalanya yang masih terasa berat.
"Seharusnya kami yang tanya seperti itu?" Tang Liu menjawab Qin Yan dengan kesal. Ia berjalan menghampiri Qin Yan dengan membawa seember air diikuti dengan Xiang Xiang dibelakang.
"Master Yao Chen datang dengan membawamu dalam keadaan penuh luka. Apa sebenarnya yang terjadi? Apa kau mencari gara gara dengan master sekte racun karena kejadian kemarin?" Tanya gadis itu lagi dengan wajah cemberut, ia mengambil kain yang sudah dibasahi lalu mengelap bagian tubuh Qin Yan yang masih terluka.
Meskipun rasanya perih, tapi Qin Yan tidak diberi kesempatan untuk bergerak. Tang Liu secara paksa menahannya dengan raut wajah yang memaksa.
Akhirnya Qin Yan hanya manahan canggung karena gadis itu mengelap dirinya. Ditambah dengan Xiang Xiang yang ikut membantu, siapa juga yang melihat ini pasti akan sedikit salah paham.
Tapi Qin Yan tidak memikirkan itu, yang dia pikirkan sekarang adalah bertanya tentang apa yang terjadi pada Yao Chen.
Pria itu juga tampak mengerti. Ia pun mulai menjelaskan.
"Aku melihat banyak sekali ahli yang menuju ke tempat kau berada. Kupikir, sebelum terjadi apa apa denganmu aku harus menyelamatkanmu terlebih dahulu."
Oh jadi begitu. Qin Yan sempat berpikir kalau ia ditangkap musuh. Ternyata hanya Yao Chen yang berusaha menariknya lewat alam dimension miliknya. Tidak buruk...
"Qin Yan, aku ingin bertanya padamu. Apakah.... Alasanmu membentuk pil itu adalah untuk memancingnya keluar?" Tanya Yao Chen lagi.
Qin Yan pun hanya tersenyum mendengar itu.
*********
Halaman kediaman Rong Qiyu.
"Manusia bodoh! Aku menyuruhmu mencari pil itu, tapi kalian bahkan tidak bisa menemukan nya!!" Geram makhluk hitam didalam cermin.
Rong Qiyu dan Chi tae dimarahi habis habisan oleh makhluk tersebut. Mereka hanya bersujud dengan gemetar dimana tubuh mereka yang dipenuhi luka memar. Darah menetes di sudut bibir masing masing, meskipun mereka tampak kesakitan, tapi mereka sama sekali tak berani untuk berdiri.
"L-lord..... Ketika kami datang, sang penyuling sudah menghilang bersama pil yang ia buat. Kami ingin masuk, tapi....."
"Tapi apa!! Kalian benar benar tidak berguna! Sia sia aku memperkuat kalian. Aku sudah bilang kan! Penyuling itu tidak mati! Dia menggunakan cara licik untuk keluar dari tempat itu."
makhluk hitam yang ada di cermin itu berteriak lagi. Chi Tae dan Rong Qiyu hanya tetap terdiam. Mereka tidak bilang kalau disana telah ditempati oleh Weiqing bersama ahli lain. Jika tidak, mereka pasti sudah kehilangan nilai dimata dewa mereka ini.
"Dari pada aku bergantung dengan manusia tak berguna seperti kalian, lebih baik aku sendiri yang akan pergi melihatnya."
Setelah makhluk itu berkata, asap hitam kemudian keluar dari cermin. Masuk kedalam tubuh Rong Qiyu. Sesaat, tubuh Rong Qiyu mengejang beberapa kali. Kemudian ia terbangun dengan mata hitamnya. Pupil putihnya menyala bagaikan sinar pembunuh. Ia kemudian menghilang meninggalkan Chi Tae yang hanya diam diruangan. Tidak lama kemudian, Chi Tae juga buru buru meninggalkan kediaman itu. Karena takut, makhluk itu akan kembali dan menyiksa dia lagi.
********
Asosiasi Alkhemis.
Aula asosiasi yang dipenuhi para ahli, Zhou weiqing, enam istrinya, Xu shian, Tiga master sekte Sangguan bersaudara, Yan Qinying dan masih banyak ahli lain yang berkumpul. Mereka mendiskusikan masalah yang serius ini. Dua jam berlalu, tapi mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan si penyuling.
"Jadi memang tak bisa ditemukan yah." Gumam Weiqing yang tengah berpikir keras.
"Ada kemungkinan dia melarikan diri. Tapi kurasa itu tidak mungkin, melarikan diri dari petir pembaptisan bukanlah perkara mudah. Semua energi penyuling akan terkuras, ditambah dengan formasi empat sisi yang kami ciptakan, tidak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri. Aku hanya bisa menyimpulkan, bahwa dia lenyap dibawah pembaptisan petir surga."
Para ahli saling berpandangan mendengar perkataan Sai Hwang, termasuk Weiqing. Tapi akhirnya hanya menggelengkan kepala sambil menghela napas.
"Anda bilang, kalau peserta kompetisinya adalah seorang bocah 17 tahun. Dia memakai topeng untuk menyembunyikan identitasnya. Di panggil Yan Yan, dan berhasil membentuk pil tingkat sembilan." Tanya Sangguan Tianyang sambil memastikan. Sementara Sai Hwang mengangguk.
"Ya."
Setelah itu, para ahli saling memandangi sekali lagi. Tanpa berpikir pun, sekarang yang dipikiran mereka hanya ada satu orang. Siapa lagi kalau bukan dia.
"Haish.... Baiklah, kami mengerti." Mereka hanya menganggukkan kepala. Kemudian meresap teh yang sudah disediakan.
Sebaliknya, Sai Hwang malah bingung dengan mereka.
"Bolehkan aku tahu, apa maksud kalian?"
Yan Qinying hanya menghela napas.
"Haish.... Siapa lagi yang bisa membuat kejutan seperti ini selain anak itu. Dia sudah keterlaluan kali ini, menjadikan asosiasi ini sebagai kambing hitam. Hampir saja asosiasi ini terkena masalah besar." Ucapnya dengan menyilangkan tangan didada.
"Anak itu?" Sai Hwang dan presiden asosiasi saling berpandangan. Bahkan tetua lainnya juga begitu. Kemudian mereka berbalik pada Yan Qinying dengan penuh rasa ingin tahu.
Melihat sikap mereka, Zhou weiqing berdehem sejenak.
"Kalian tidak usah khawatir. Masalah anak itu biar aku yang mengurusnya. Ternyata dia mengikuti kompetisi menyuling disini yah. Sigh, dia sadar diri juga dengan menantang presiden cantik ini. Sepertinya dia agak tertarik dengan muridmu senior." Tawa Weiqing. Sementara Sangguan Fei er disamping malah mencubit pinggang pria itu.
"Kenapa sikap para pria selalu seperti itu? Cih, mereka sama saja rupanya."
"Ayolah istriku, bukankah kau berniat menjodohkannya dengan Zun er kita. Anak itu cukup terpercaya, aku yakin dia mampu menjaga Zun er dengan baik."
"Hentikan omong kosongmu itu, atau aku akan menendangmu keluar."
Sepasang suami istri itu bertengkar didalam ruangan. Sementara yang lain hanya menggelengkan kepala melihat tingkat mereka. Bahkan ada juga yang tertawa lucu melihat itu.
Namun, disaat ini. Sai Hwang tengah berpikir keras tentang anak yang dimaksud oleh mereka.
Anak yang luar biasa, sudah mendapatkan pengakuan dari para master sekte. Umurnya yang muda dan bahkan Weiqing berencana menjodohkan putrinya dengan anak itu.
'Hah!!' Tiba tiba nenek itu menyadari sesuatu. Jangan jangan yang di maksud adalah....
Kalau begini jadinya, maka permintaan muridnya yang akan menjadi wanita anak itu tidak akan ia tentang. Ini bisa jadi kesempatan emas jadinya. Entah kenapa ia memikirkan itu, matanya menjadi berkilauan.
"Bagaimana senior, anda sudah menyadarinya bukan? Tiga tahun lalu ia membuat sejarahnya sendiri. Sekarang ia ada disini untuk mengikuti turnamen." Jelas Weiqing.
"Itu berarti. Spekulasi kalau ia sudah mati itu hanyalah....." Sai Hwang hendak bertanya, namun Weiqing hanya mengangguk setuju. Yang bisa ia katakan yaitu.
"Dia tidak mungkin mati begitu saja."
********
Tidak jauh dari asosiasi.
Rong Qiyu mendarat diatas atap dengan tubuhnya yang dipenuhi asap hitam.
Matanya hitamnya tertuju pada area dimana terdapat bekas jatuhnya petir. Napasnya yang mengeluarkan asap hitam memburu saat memikirkan pil yang cukup menarik pergi begitu saja.
'Jadi begitu. Kemana ia bersembunyi?' Matanya menyapu sekeliling. Tapi ia tidak menemukan apapun, hanya merasakan keberadaan beberapa manusia yang dia anggap cukup mengganggu. Namun saat ini, ada yang membuatnya cukup terganggu.
'Ada yang membuntuti ku, siapa dia? berani sekali.' Ia memeriksa keadaan, namun tetap saja tidak menemukan apapun.
Disaat ia tengah berpikir, matanya tidak sengaja melihat empat orang gadis berjalan tidak jauh darinya. Dua gadis diantaranya menarik perhatian pria itu. Hanya saja, ia tidak tahu apa. Rasanya penglihatannya terhalangi oleh sesuatu.
'Jangan jangan ia menyadari sesuatu.' Batin Qin Yan dengan khawatir, tidak jauh dibelakang Rong Qiyu. Ia tengah bersembunyi dengan tubuhnya dilapisi energi milik Yao Chen. Mereka berdua diam diam mengamati pria itu dari sana.
'Gawat saja kalau ia menyadarinya.' Mata Qin Yan menyipit penuh kecemasan saat melihat Qiu er bersama Huang er, Hulena, dan Qin ruo tengah berjalan dengan wajah ceria. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya, kalau mereka tertangkap. Dan senyum mereka menghilang karena makhluk itu.
"Yao Chen, tolong urus makhluk itu. Aku ada urusan sebentar. Pastikan kalau mereka aman. Ingat, kau hanya memastikan keamanan mereka. Dan jangan biarkan makhluk itu mendapatkan informasi apapun. Itu saja, kalau kau muncul dan menangkapnya, maka masalahnya akan semakin rumit." Ucap Qin Yan.
Yao Chen kemudian mengangguk mengerti. Jika tidak bertindak hati hati, kemungkinan semuanya akan berakhir. Andai kata, jika mereka berdua bertarung. Maka situasi akan semakin runyam. Di tambah lagi, saat ini mereka sedang berada di pulau terapung. Rentan untuk terjatuh atau hancur, masalahnya ada dibawah pulau ini. Sebuah kota yang luasnya jauh lebih besar daripada pulau ini menunggu dibawah. Dengan jutaan penduduk yang menempatinya, akan memungkinkan bahwa jatuhnya pulau ini merupakan kesalahan fatal dari kehancuran kerajaan Zhongtian.
Dan Yao Chen tahu betul akan hal itu. Ia selalu bisa memahami pemikiran Qin Yan.
Saat ini Rong Qiyu yang tengah dirasuki, berpindah mengikuti Qiu er dan yang lainnya. Secara diam diam membuntuti mereka untuk memastikan.
Namun ketika ia sampai didekat para gadis itu, Rong Qiyu justru tak menemukan mereka.
'Apa!! Bagaimana bisa?' Ia mulai berpikir keras, tadi ketika mengikuti mereka. Keempat gadis itu berbelok ke arah lain. Makanya sosok mereka ditutupi bangunan perumahan. Tapi tidak mungkinkan mereka akan menghilang karena berlari?
'Ada sesuatu yang janggal disini.' Iblis itu mulai menyadari ada yang salah. Meskipun hanya sedetik ia tidak melihat mereka. Tidak mungkin mereka menghilang begitu saja.
'Aku harus cepat cepat pergi.' Ia pun terburu buru pergi dari sana. Tidak jauh tempat ia bersembunyi, Yao Chen tengah memperhatikannya dari atas atap. Layaknya Qiu er dan tiga gadis lainnya. Keberadaanya juga tidak bisa dilacak. Makanya makhluk itu tak bisa merasakan keberadaannya.
Sementara untuk keempat gadis itu, mereka sebenarnya terhenti disebuah toko. Membeli sesuatu disana. Yao Chen menggunakan kekuatannya untuk menutupi hawa keberadaan mereka. Begitulah jalan cerita hingga Rong Qiyu yang dalam keadaan terasuki tak bisa mendeteksi mereka.