
Wilayah tempat kerajaan Kuil Medusa.
Ratu medusa yang tengah berkultivasi diatas batu lempeng yang melayang dilangit. Kini membuka mata, saat kuil mereka mengeluarkan sinar cahaya kelangit. Tidak, tepatnya tempat mereka menyembah dewa ular.
Dengan cepat ia pun turun, dan melihat keadaan. Melihat sebuah patung ular raksasa berkepala delapan, masing masing kristal diatas kepala mereka menunjukan sinar terang.
"Kuil ular terkutuk telah terbuka? Siapa yang membukanya?"
Kelima tetua bangsa medusa juga datang mengecek tempat tersebut.
"Ratu, manusia mungkin telah membuka kuil itu. Jika itu terjadi maka akan sangat berbahaya, bisa saja Yasral yang terkutuk akan bangkit kembali."
Mendengar kekhawatiran itu wajah ratu medusa pun jadi pucat. Menurut legenda mereka jika kuil itu ada yang membukanya maka suku ular terkutuk akan bangkit kembali. Jika itu terjadi, akan ada perang besar antar suku medusa dan suku itu. Suku tersebut sangat kejam, dan dikisahkan kekuatan mereka bertumpu pada iblis. Dan dendam kepada manusia, hanya saja suku itu bermasalah dengan dengan klan Medusa. Beberapa ahli terkuat dari mereka kemudian bersatu dan akhirnya menyegel kuil tersebut agar tidak membuat kekacauan lagi.
Kuil itu telah terkubur selama ribuan tahun, manusia mengira kalau itu adalah tempat dimana adanya inti roh api. Tapi sebenarnya, semuanya hanyalah permainan licik iblis Yasral untuk membangkitkan sukunya kembali.
"Cepat kumpulkan semua pasukan kita! Kita harus pergi kesana!" Teriak ratu medusa, semua pasukannya telah berkumpul di depan kuil.
* * *
Kembali ke situasi di tepi lempeng jurang dimana para manusia berkumpul.
'Bagaimana dia bisa masuk.' Semua orang jadi terdiam bagaimana cara Qin yan memasuki goa tersebut.
Tapi satu hal yang pasti, pintu itu terbuka lebar digoa sana. Terpampang didepan mata.
"Apapun yang terjadi, jangan biarkan anak itu mengambil inti apinya!" Beberapa kesatria dari kerajaan Kalise kemudian terbang menuju kegoa tersebut. Tidak sedikit pula para pendekar yang mengejarnya. Terkecuali orang orang dari kerajaan Sunmoon. Mereka tidak bergerak sedikit pun, karna mereka tahu dari dulu. Terbang adalah cara yang salah, lebih dari itu. Mereka hanya ingin memastikan apa itu berhasil atau tidak.
'Mereka bodoh sekali, pikiran mereka terlalu dangkal. Pintu terbuka bukan berarti jalannya juga terbuka.' Ahli master pola prasasti hanya diam ditempat.
Beberapa saat kemudian ketika para manusia yang memasuki lokasi tersebut. Semuanya menjadi hangus tanpa sisa. Orang orang lain yang juga ingin hendak kesana jadi ketakutan. Melihat ratusan manusia meledak menjadi darah dan daging. Wajah mereka pucat menatap kejadian tersebut.
'Sudah kuduga, anak itu memang melewatinya dengan cara khusus. Sial, bagaimana dia melakukannya?' Master pola prasasti disana berkeringat memikirkan hal itu. Kenekatan Qin yan dan keberanian yang bahkan ia tidak punya, membuatnya sadar. Masih ada langit yang lebih tinggi dari langit yang diatas. Jika dia seorang jenius, ternyata masih ada jenius lain yang kemampuannya diluar nalar.
'Mudah saja bukan? Tinggal mengikuti langkah langkah anak tadi.' Cincin Orange ditangan wanita itu jadi bersinar. Semua orang takjub dan kagum atas keberadaannya, seorang ahli tingkat jenderal merupakan seorang kultivator yang sangat langka. Apalagi mereka yang dari kerajaan kecil, tingkat Jenderal sudah merupakan kultivator terkuat mereka.
"Zue er, pegang erat erat." Ia memberi isyarat pada kucing mungil di bahunya, kemudian melompat seperti apa yang Qin yan lakukan.
"Tuk tuk tuk tuk" Seperti yang ia ingat mengenai langkah serta tata urutan yang Qin yan lakukan. Ia melewati itu tanpa adanya masalah.
'Bagus, sisa satu pijakan yang terakhir.' Ia pun langsung menginjak ketengah lautan itu.
"Ding"
'Apa! Aku salah injak!' Wajah wanita itu langsung menjadi pucat, tempat yang ia pijak kemudian berubah menjadi garis garis segel formasi. Ternyata disitulah faktanya keliahatan, Qin yan menghindari garis garis formasi ini. Dan mengincar tempat kosong, untuk berpijak.
'Inilah akhirku rupanya.' Wanita itu menutup mata, kemudian mengambil kucing manis dibahunya.
"Pergilah Zue er! Majulah tanpa diriku." Dan melempar kucing itu sampai dipintu masuk.
"Meong!" Kucing itu juga tak mau meninggalkan wanita itu. Namun apa dayanya, ia juga tak bisa apa apa. Dan wanita pendampingnya malah menyuruhnya untuk pergi. Dengan hati terpaksa, akhirnya kucing itu berlari sampai kedalam.
"Bagus. Sekarang apa yang terjadi?" Gumam wanita itu, setelah ia berbicara. Lautan lava kemudian bergetar hebat. Seekor ular raksasa seperti naga muncul dari dalam lautan tersebut. Ular itu mempunyai tiga tanduk dikepalanya, dan anehnya ular itu mempunyai dua kepala seligus dalam satu tubuh.
"Dasar manusia sampah! Tidakah kalian sadar apa yang sudah kalian perbuat?"
"Graaaaarrgh...."
Ular itu mengaum keras, membuat semuanya bergetar seperti gempa. Kedua mulut mereka terbuka, dan mengeluarkan semburan api.
Wanita itu dari tadi hanya menghindar dan menghindar dari semprotan api itu. Ia tak bisa terbang, takut mati karena hukum yang sudah ditetapkan oleh formasi ini. Dan susahnya lagi ia tak bisa bebas melangkah, karena bisa saja ia juga mati disini. Begitu sulitnya sampai sampai ia merasa tak berdaya lagi, dan menerima nasibnya yang sudah berada diujung tanduk.
Dari langit yang tenang, kini langsung dipenuhi banyak banyak titik yang melintas. Mereka juga mendarat di tepi jurang. Betapa kagetnya kaum manusia saat melihat suku bangsa Medusa datang ketempat itu.
"Me-mereka! Suku Medusa!" Kaum manusia pun jadi mundur dengan waspada. Diantara para manusia ular yang keluar, ada satu ratu cantik dengan tubuh setengah ular dipersilahkan maju kedepan. Dengan mahkota nya berkilau berbentuk ular, ia menghentakan tongkat ditangannya ketanah untuk mendinginkan kemarahan sang ular berkepala dua itu.
"Elder Ken, mohon tenanglah dulu." Sang ratu itu membungkuk dengan hormat, ular yang tadi sedang meraung ganas, kini berhenti saat melihat tongkat miliknya. Tongkat itu adalah tongkat warisan dari ratu Medusa yang diturunkan secara turun menurun.
"Medusa, pergilah kedalam sana. Hentikan para manusia itu yang ingin membangkitkan bencana."
Suruh ular itu pada ratu Medusa.
"Baik Elder." Ratu Medusa pun menunduk hormat. Tidak lama kemudian ledakan terjadi disekitar menghantam ular itu.
"Apa yang terhadi!" Teriak Ratu Medusa.
"Graaaaarrrgghhh!!!!" Ular itu meraung dengan marah sekali lagi. Baru setelah itu beberapa kelompok muncul disamping kelompok suku Medusa.
"Lama tak bertemu ratu Medusa." Terlihat seorang pria mendekati mereka dengan angkuh. Seluruh kulitnya berwarna kehijauan. Ia kurus dan wajahnya dipenuhi gari garis tak wajar. Melihat mereka saja seluruh klan Medusa sudah tahu itu. Siapa orang didepan mereka.
"Po Changqiong! Fraksi sisik ular dari sekte Racun. Mau apa kalian disini!" Ratu Medusa tampak marah melihat mereka.
"Ayolah, jangan emosi seperti itu. Bukankah kau sudah tau, dari awal tujuan kami. Entah siapa yang sudah membuka pintu goa itu, dia benar benar menguntungkan kami. Kali ini, jiwa Yasral akan bangkit kembali. Dan klan sisik Ular akan menguasai dunia ini, Hahahaha..."
"Tidak akan kubiarkan!" Ratu Medusa menggenggam erat Tongkatnya, percikan sihir muncul ditongkat tersebut.
"Heeeh, mau bertarung disini rupanya. Coba saja kalau bisa!" Ketua kelompok itu juga mengangkat Tongkatnya, dalam seperkian detik energi kuat berkumpul dalam tongkat itu. Lalu dilepaskan kearah ratu Medusa.
"Hiyaaahh!!" Kedua macam serangan pun langsung menyerang satu sama lain, ketika dua serangan itu hendak bertemu, Ular berkepala dua langsung menyerang mereka. Menghancurkan sebagian tepi jurang tempat mereka berpijak.
"Graaaaarrrggghhh!!!"
"Mohon tenanglah Elder." Alis Ratu Medusa berkerut, melihat ular itu mengamuk dan menghancurkan semuanya.
"Hahahaha... Selamat menikmati itu ratu Medusa. Kami pergi dulu." Ejek Ketua Klan sisik Ular dengan senangnya pada mereka. Lalu melesat menuju pintu masuk goa itu. Semakin ular itu mengamuk, segel formasi dalam lautan tersebut juga semakin kendur. Dan itu adalah kesempatan bagi mereka untuk masuk kedalamnya.
Pandangan ratu Medusa menjadi jelek, menatap kepergian kumpulan manusia itu.
"Dasar manusia licik! Kejar mereka, jangan sampai mereka masuk kesana!" Teriak Medusa dengan keras.
'B*debah sialan! Kalian pasti akan mati.'
*******
Oke Sluuur, semoga dapat dinikmati, jangan lupa Like, komen dan Vote yah.