
Pertarungan belum dimulai. Namun aura mencekam sudah terlihat jelas diantara para peserta.
Babak pertarungan pertama dimulai dengan kerajaan Busur Surgawi melawan kerajaan Asmosfos. Dalam pertarungan itu, Asmosfos kalah telak. Bintang utama dalam pertarungan kali ini adalah Qiu er yang berhasil mengalahkan seluruh peserta tim lawan. Tampaknya gadis itu akan menjadi salah satu dari sepuluh Jenius surgawi turnamen tahun ini. Karena kekuatan luar biasa yang ia tunjukan kali ini.
pertarungan memakan waktu yang cukup lama. Sekitar dua jam, baru pertarungan mereka selesai.
Pertarungan kedua. Kali ini adalah kerajaan Sunmoon. Qin Yan duduk dengan tenang diloby. Sementara teman temanya sudah terasa panas ditempat duduk mereka. Seperti binatang buas yang siap bertarung kapan pun.
"Pertarungan selanjutnya. Kerajaan Lembah racun melawan kerajaan Sunmoon!!" Teriak wasit ditengah lapangan. Para penonton mulai bersorak lagi. Tempat taruhan sudah penuh dengan taruhan para penonton.
"Huh, kerajaan yang berada dibawah naungan sekte lagi. Cih, ku pikir hari ini adalah pertunjukan yang cukup menyenangkan." Salah satu penonton berkata dengan bosan.
"Hm..? Kau benar juga. Kalau menyangkut kerajaan Elit. Cukup mengirim satu orang saja, mereka berhasil mengeliminasi semua lawan yang hanya berasal dari kerajaan biasa." Sahut temannya dengan bosan pula. Pemilik bandar taruhan hanya menggelengkan kepala melihat itu. Ia melihat kotak taruhan telah berat setengah, kebanyakan orang orang memilih kerajaan Lembah racun karena sedari dulu mereka memang selalu menang telak kalau soal pertarungan melawan kerajaan biasa.
Disaat ia tengah merenung, tiba tiba orang orang yang jarang bertaruh datang ke tempatnya.
"Aku bertaruh. Memilih kerajaan Sunmoon." Bukan hanya satu atau dua orang. Tapi cukup banyak diantara mereka. Dan yang paling penting, mereka bukan orang biasa.
'Me-mereka...' Wajah sang pemilik bandar menganga. Mereka adalah orang yang bertaruh setia untuk kerajaan Sunmoon. Setiap kali kerajaan Sunmoon bertarung, mereka akan bertaruh memilih kerajaan Sunmoon. Seolah olah, hati mereka memang sudah mendukung kerajaan Sunmoon dari awal.
'Cih, aku iri.' Wajah sang bandar yang merupakan pria jadi tidak enak dipandang. Apalagi yang bertaruh kali ini adalah gadis gadis cantik yang dipuja semua orang. Ling Qingzhu, Yunzhi, Zhou Zue er, gadis elf, dan masih banyak lagi. mereka adalah elit dari semua elit elit lainnya.
Namun, meskipun begitu ia tiba tiba terpikirkan sebuah ide. Meskipun ia memang iri, tapi yang terpenting baginya adalah bisnis dan uang. Uang tetaplah yang nomor satu dihatinya.
"Perhatian perhatian!! Mari kita dukung kerajaan baru yang menjadi kambing hitam baru baru ini. Kerajaan yang memenangkan dua kali pertarungan berturut turut melawan kerajaan Nerta dan kerajaan Sindran. Mereka hanya mengeluarkan beberapa anggotanya, namun mampu untuk mengalahkan dua kerajaan tersebut. Ayo ayo!! Kalian jangan hanya melihat dari luarnya saja. Kerajaan ini sangat kuat, dan mereka pasti bisa melawan kerajaan Lembah hijau. Mari kita dukung kerajaan ini, jangan hanya mendukung kerajaan Elit saja."
Teriakannya menarik perhatian banyak orang, para penonton perlahan berkumpul. Mereka seperti tercerahkan oleh perkataan pria itu.
"Benar juga, kau mendengar isunya atau tidak? Katanya kerajaan Sunmoon dan kerajaan Lembah hijau mengalami beberapa bentrok. Sampai kedua pihak terluka parah."
"Kau benar. Aku juga mendengar gosipnya. Meskipun kupikir ini hampir tidak benar. Tapi sesungguhnya aku cukup terkesan dengan kerajaan ini. Aku bertaruh, 50 ribu koin emas untuk kerajaan Sunmoon!!"
"Aku juga. 100 ribu untuk kerajaan Sunmoon!!"
Tempat taruhan dibagian kerajaan Sunmoon perlahan menjadi full. Sang bandar hanya mengelus Elis kumisnya dengan lembut. Memainkan koin emas di tangannya.
Tiba tiba ia melihat dua kartu VIP ekslusif yang hanya dimiliki beberapa orang terpandang saja. Kartu itu berwarna emas hitam dan pria itu langsung tercengang dibuatnya.
"I-ini....!!" Pria itu mendongak. Dan ia melihat dua wanita didepannya. Matanya langsung terbelalak.
"Nona Presiden, nona muda!" Ia langsung membungkuk hormat, dalam hati mengatakan mengapa mereka ada disini.
Bi Li dan Jan er juga saling memandangi. Sejenak, sebuah percikan api melintas diantara kedua mata mereka.
"Aku bertaruh, 100 juta untuk kerajaan Sunmoon." Ucap Jan er dengan angkuh. Seolah menunjukan hartanya.
"Heh! aku juga bertaruh 100 juta untuk kerajaan Sunmoon." Bi Li membanting kartunya dengan keras diatas meja. Kemudian keduanya pun pergi seperti kucing yang saling bermusuhan.
Meninggalkan sang pemilik bandar yang hanya terbengong sendirian. Bahkan yang paling menyedihkan, dia orangnya jomblo.
'Cih, apa menariknya kerajaan itu. Siapa sebenarnya yang menarik perhatian para gadis cantik ini?' Dia hanya berpikir dengan keras. Pasti ada pria yang menarik perhatian mereka, tapi siapa? Ia juga bingung, ia mulai memperhatikan para anggota laki laki kerajaan Sunmoon. Semuanya tampan, tapi hanya satu orang yang menurutnya penampilannya begitu menyedihkan.
"Cih, padahal ia adalah ketuanya. Kenapa ia seperti pecundang?" Mulut pria itu meringkuk sangat jelek.
Di loby.
Lin Fin berdiri dengan wajah yang serius. Ia memegangi bahu Qin Yan.
"Saudaraku, hanya untuk kali ini. Aku mohon, ijinkan aku bertarung dengan mereka." Wajah Lin Fin dipenuhi dendam dan kebencian yang luar biasa. Qin Yan yang melihat itu hanya mengangguk sambil menutup mata.
"Aku mengerti saudaraku. Pergilah, tapi ingat. Jangan sampai nyawamu melayang. Apapun yang terjadi, jika kau sudah mencapai batasmu, jangan ragu untuk mundur. Karena mundur bukan berarti pengecut dalam istilah peperangan. Justru mereka yang bertarung sampai mati adalah orang yang memang tidak mempunyai masa depan lagi. Lin Fin, kau adalah anggota kami. Jika kau mati, aku takkan pernah memaafkan mu."
Lin Fin pun mengangguk. Dengan langkah yang tegas ia langsung menuju lapangan.
Tim lawan juga telah mengirimkan perwakilan mereka. Seorang pria berbadan kekar, ketika Lin Fin dan pria itu berhadapan aura membunuh langsung timbul diantara keduanya.
Wasit yang merasakan itu, jadi berdehem sejenak. Ia merasakan adanya permusuhan diantara keduanya.
"Sebelum pertarungan dimulai. Aku akan memperingatkan kalian. Turnamen ini hanyalah sekedar kompetisi bertarung biasa. Anggaplah ini seperti latihan bertarung. Jangan anggap terlalu serius dan ingat, kalian hanya punya satu nyawa didunia ini. Jadi hargai itu baik baik."
Kata kata bijak sang wasit hanya seperti angin berhembus melewati telinga mereka. Lin Fin dan pria itu sama sekali tidak memperhatikannya.
"Masa bodoh." Ucap mereka bersama sama. Wasit pun hanya terdiam, ia pun jadi malas berbicara dengan mereka.
"Silahkan perkenalkan diri dulu." Tuturnya lagi.
"Kerajaan Sunmoon, Lin Fin."
"Kerajaan Lembah racun, Cuing he."
Lin Fin jadi meregangkan seluruh sendi sendinya. Ia tersenyum lebar pada pria itu.
"Hehehe.... Hutang di pertemuan kita sebelumnya akan kubayar sekarang." Kulit kulit Lin Fin mulai keras menghitam. Bola putih matanya juga ikut menghitam sementara pupilnya menjadi putih.
Nafasnya mengeluarkan asap dan seluruh tubuhnya dipenuhi cangkang keras. Muncullah dua tanduk disamping kepalanya.
"Akan kubunuh kau di pertarungan kali ini."
Ia langsung memasang ancang ancang menyerang.
Sementara Cuing he hanya menyeringai jahat. Matanya terbelalak, sepertinya otaknya memang sudah sinting. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan hijau. Ia membuka itu dan langsung meminumnya. Setelah itu kulitnya mulai bergejolak mengeluarkan sisik sisik keras. Satu tangannya membengkak dengan urat dan otot otot yang terlihat jelas. Wajah pria itu tiba tiba menjadi seperti monster dengan punggung yang ditumbuhi tunjakan berlubang. Layaknya pori pori yang mengeluarkan suhu panas.
"Hehehe.... aku ingin lihat. Kau bisa membunuhku atau tidak."
Para penonton langsung heboh melihat penampilan mereka.
"Apa itu!"
Semuanya langsung bertanya tanya tentang dua sosok makhluk asing yang tidak mereka kenal. Sementara para master juga cukup terkejut, perubahan ini diluar ekspetasi mereka.
"Apakah itu, perubahan iblis?" Tanya Yan Qinying dengan matanya yang tak percaya. Ia menatap Weiqing, karena pria itu memang mempunyai perubahan iblis.
"Y-ya. Seharusnya begitu." Weiqing juga mengangguk heran. Apakah ini memang perubahan iblis? Ia pun memperhatikan Lin Fin dan Cuing he, Keduanya memang berubah menjadi sosok monster. Tapi, ada perbedaan besar diantara keduanya. Lin Fin, ia memang mengakuinya kalau itu adalah perubahan iblis karena aura The Tortoise Titan Scale didalam tubuh anak itu dan ia sepenuhnya menguasai niat membunuhnya. Tapi, anak yang bernama Cuing he itu. Itu bukanlah perubahan iblis.
'Apa jangan jangan....!!!' Weiqing menolah kearah Han genyu. Ini benar benar aneh, kakek tua itu hanya tersenyum dengan puas. Seolah ia senang dengan perubahan itu.
'Han genyu, maksiat apa yang kau lakukan sebenarnya?' Sejenak, Weiqing langsung teringat dua tahun lalu. Salah satu kekasih Qin Yan yang terinfeksi oleh virus dan menjadi mutasi setengah jadi. Apakah kali ini juga merupakan hal yang sama?
Apakah Cui Xie dan Han genyu sekarang bekerja sama?
Qin Yan pun juga memperhatikan perubahan yang terjadi pada Cuing he. Cairan itu, mengandung darah dari bekas eksperimen. Mengetahui itu, Qin Yan hanya menggelengkan kepala.
'Dasar manusia gila.' Meskipun perubahan itu sukses. Sayangnya sangat berdampak buruk bagi pemakainya, kemungkinan pemakainya tidak akan mampu menguasai amarahnya.
Dilapangan, wasit yang melihat itu, matanya membesar. Setetes keringat menetes dipipinya.
'Gila! Kedua orang ini benar benar gila. Bagaimana bisa mereka mempunyai perubahan iblis.' Wasit pun mundur menjauh dari mereka. Tangannya yang sedikit gemetar tetap memberi aba aba.
"Mulai!" Teriaknya dengan keras.
"BOOOOM" Tinju Lin Fin dan tinju Cuing he saling bertemu. Sangat cepat, bahkan wasit pun tidak sadar akan hal itu. Efek tinju mereka mengakibatkan sebuah ledakan angin yang luar biasa. Bahkan wasit pun sampai terlempar ke belakang.
'Kuat sekali.' Wasit berhasil mendarat dengan baik. Namun, matanya seketika membesar, melihat apa yang terjadi didepannya.
"BUM. BUM. BUM. BUM." Dua siulet tak terlihat saling berbentrokan masing masing. Para penonton langsung menganga. Wasit pun bingung, kecepatan mereka sangat menakutkan, membuatnya mengakui, perubahan iblis memang sangat mengerikan.
"Hahaha.....!!!! Bagaimana? Tinjuku ini, tidak mungkin meleset." Tawa Cuing he, Tangan kanannya yang membengkak dengan warna darah langsung menghantam Lin Fin.
"Bum" Lin Fin menahan itu dengan kedua tangannya yang tersilang. Namun, tekanan dari kekuatan tangan pria itu berhasil membuatnya terpental hingga Kedinding.
"BOOM" Dinding pun langsung berlubang. Lin Fin terperosok didalamnya. Dibalik debu yang mengepul, Cuing he tertawa dengan keras.
"Hahaha..... bagaimana? Kekuatanku ini, sangatlah menakutkan kan? hahaha!! Jangan kalah begitu cepat. Aku, akan membuatmu mati dengan sangat mengerikan."
"Siung" Tiba tiba Lin Fin ada disampingnya.
"Huh!" Disela sela tawaan pria itu, matanya membesar melihat Lin Fin ada disamping. Tanpa sempat ia menghindar, tinju Lin Fin yang sudah dipenuhi cangkang keras langsung menghantamnya bertubi tubi.
"Kau tertipu." Bibir Lin Fin mengembang dengan seringai lebar.
"Bububububububu....." Ratusan tinju langsung diterima olehnya.
Terakhir, gas biru api menyala dibagian siku Lin Fin.
"Kau, tidak bisa lari dari tinjuku!!!" Tawanya.
"Boom" Tinju Lin Fin, tepat mengenai ulu hati pria itu. Dia pun terpental dengan keras kedinding.
"Argh!!" Cuing he memuntahkan darah segar. Belum lagi ia bergerak, Lin Fin sudah ada didepannya. Dengan kakinya yang sudah terangkat.
"Hahaha....!!!" Lin Fin tertawa lagi dengan senang nya.
"Bum" Cuing he menangkis tendangan itu dengan tangan kanannya. Namun seketika betis Lin Fin mengeluarkan gas api yang membuat kekuatan tendangannya menjadi berkali kali lipat.
"Krak" Terdengar retakan dilengan pria itu. Ia pun kembali terpental karena tendangan Lin Fin.
'Bag-bagaimana ini mungkin? Aku sudah memasuki perubahan iblis. Kenapa dia begitu kuat?' Cuing he yang terkapar ditanah, memegangi tangannya yang patah. Ia pun berusaha bangun, tidak ingin menyerah.
Disaat itu, ia melihat Lin Fin tidak ada ditempatnya. Dirinya langsung panik seketika. tiba tiba, ia melihat sebuah bayangan menutupinya. Ternyata Lin Fin sudah ada diatasnya dengan kakinya yang juga terangkat.
"Kau mau lari kemana?" Tawa Lin Fin lagi. Ia benar benar menikmati pertarungan ini. Niat membunuhnya sudah tidak tertahankan.
"BOOM" Tanah menjadi retak. Han genyu berdiri dari tempat duduknya dengan wajah yang penuh amarah. Ia marah mengapa kerja kerasnya selama ini bisa kalah dengan telak pada anak buah Qin Yan.
"Hahaha.... apa ini yang mau kau tunjukan padaku?"
Terdengar ejekan Cui Xie dari telepati. Wajah Han genyu semakin marah mendengar itu. Weiqing juga hanya tersenyum, bagaimana mungkin perubahan iblis yang tak jadi bisa menandingi perubahan iblis yang sebenarnya.
Dilapangan, Cuing he sudah kembali kebentuk manusia. Ia sudah tak berdaya dan keadaannya sangat mengerikan.
"A-ampuni aku." Itulah kata kata yang ia ucapkan ketika melihat nyawanya akan dihabisi.
"Hihihi... Tidak semudah itu." Tangan Lin Fin kemudian berubah menjadi bor berputar. Siap untuk mengakhiri kehidupan orang ini. Wasit yang melihat itu, langsung mengambil tindakan.
"Hentikan! Pertarungannya sudah selesai!!" Pada akhirnya, Lin Fin berhasil dihentikan. Nyawa pria itu yang hampir melayang pun berhasil terselamatkan. Wasit dengan cepat membawa tubuh Cuing he menjauh darinya. Di luar dugaannya, ternyata Lin Fin yang dalam keadaan perubahan tidak mengejarnya.
'Mungkinkah, dia sudah mengendalikan perubahan iblisnya?' Batin wasit itu dengan ngeri. Ia tak menyangka anak itu bisa sehebat ini.
"Pemenangan adalah Lin Fin dari kerajaan Sunmoon." Wasit pun mulai mengumumkan kemenangan. Semua penonton terdiam.
"I-ini....!! Pertarungan antar pengguna perubahan iblis. Seumur hidupku, aku baru melihatnya." Mata mereka tak berkedip saat menonton pertarungan tadi. Dan jujur, kekuatan mengerikan yang keluar dari kedua orang itu benar benar membuat mereka terpukau.
Para penonton mulai bersorak meneriaki nama Lin Fin dengan keras. Tapi Lin Fin sama sekali tidak menggubrisnya, pandangannya malah dingin. matanya melihat kearah Hulena yang menonton dengan cemas. Lin Fin hanya mengangguk pelan. Menyiratkan untuk jangan khawatir.
"Selanjutnya." Kemudian wasit berteriak. Akhirnya, majulah seorang wanita yang dikirim dari kerajaan Lembah racun. Tangan wanita itu menghitam, cakar tajam terbentuk ditangannya.
Sebuah ekor yang yang panjang dialiri listrik dibelakang. Mulutnya yang sudah terobek dipenuhi gigi gigi seperti gergaji.
'Ini parah. Apa apaan mereka ini!' Wasit yang melihat itu semakin ngeri dengan mereka. Meskipun sedikit takut, ia tetap melanjutkan pertarungan.
"Mulai!"