
"Qin yan, kenapa kita diusir?" Tanya Xing yun yang tidak tau apa apa.
Kini mereka telah sampai didepan formasi tempat mereka akan keluar. Tanpa menjawab pertanyaan Xing yun, Qin yan menatap Jin kei.
"Walaupun kita berhasil melihat patung Neidan, tapi tampaknya kita gagal mendapatkan petunjuk rupanya." Ucap Qin yan sambil menunduk dengan rasa bersalah. Membuat Jin kei memegang bahunya dengan lembut.
"Bukannya kita tidak membawa apapun, tapi aku merasakan sesuatu dari patung itu." Hibur Jin kei.
"Hah! Maksudmu kau menemukan sesuatu?" Qin yan menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu
"Aku tidak merasakannya lebih jelas, namun tampaknya inti Core nya berada disuatu tempat. Entah tidak tahu dimana tempat itu." Jin kei berpikir sejenak, setelah ia datang kekuil tadi. Ia pun sadar, kalau masih ada kurang dari patung itu jika ingin dia bangkit.
"Jadi dimana itu? Bukankah kalian sama sama hewan kuno, seharusnya kau bisa mengetahuinya sedikit." Tanya Qin yan lagi.
"Tidak. Aku tidak tau, meskipun kami adalah hewan kuno. Tapi kami tidak sepeka itu satu sama lain." Jin kei menggelengkan kepalanya.
"Dari tadi kalian terus berbicara berdua saja. Tapi tidak menjawab pertanyaanku." Gumam Xing yun dengan kesal, menatap Qin yan dan Jin kei yang hanya mengurus diri masing masing.
Gerbang pun dibuka, Qin yan mulai mengotak atik formasinya. Ketika hampir selesai, barulah mereka masuk. Namun, dari kejauhan ada yang memanggil mereka. Dan itu adalah ratu Medusa yang mengejar mereka dari belakang.
"Apa! Kenapa dia mengejar kita?" Berkata Xing yun dengan bingung. Qin yan juga berbalik, menatapnya dengan alis berkerut. Dia hanya diam menyaksikan ratu Medusa mendekati mereka bahkan sampai dihadapannya.
"Ada apa?" Tanya Qin yan dengan tenang. Melihat ratu Medusa menyerahkan sebuah kertas padanya. Qin yan mengambil dan membaca isi kertas itu.
"Ini...." Ucap Qin yan tak percaya.
"Itu adalah pesan leluhur kami sebelum ia benar benar meninggalkan dunia ini." Berkata medusa dengan rasa bersalah.
"Dan juga ia mengirimkan permintaan maafnya karena berbuat tak sopan padamu."
Mendengar itu, Qin yan masih saja tetap diam. Memandangi kertas itu, kemudian memandangi ratu Medusa.
"Jadi kau tau inti Core ini ada dimana?"
Medusa mengangguk mendengar pertanyaannya, lalu menjelaskan.
"Jaman dahulu dewa datang dibumi ini sebagai sosok ular. Dia memilih tiga suku sebagai kepercayaannya. Suku Medusa, suku Demon pupet snake, dan Dark Demon Snake. Kami diberi wadahnya, sementara Demon puppet snake diberi anugerahnya. Terakhir, Dark Demon snake diberi inti Core. Jika ingin bertemu dengan sosok dewa kami harus menggabungkan ketiga warisan itu. Dan dua diantaranya tanpa sadar sudah kalian tuntaskan. Sekarang tinggal satu langkah terakhir. Mengambil inti Core dari suku Dark Demon snake."
"Huh, dark demon snake yah?" Qin yan mengangguk sendiri.
Dark demon snake adalah suku yang mempunyai tubuh sama seperti Medusa. Namun tubuh atasnya adalah katak. Mereka mempunyai kemampuan dengan liur yang dapat meleburkan semuanya. Ditambah dengan lidah tajam mereka, menjadikan suku ini mempunyai karakteristik berbeda dari suku lain. Suku ini tinggal disebuah lembah dalam bernama Lembah Valley didunia manusia. Lembah yang cukup terkenal akan namanya yang menggairahkan. Biasanya dihari hari tertentu seperti malam bulan purnama mereka akan melakukan persembahan untuk dewa mereka.
"Huurr! Huurr! huurr! huurr! huurr!" Kumpulan suku klan tersebut berkumpul disekeliling kolam tradisi mereka, menari dan bernyanyi bersama. Melantunkan melodi melodi persembahan pada dewa.
"Jadi, ini tempat tinggal suku asli mereka?" Berkata Xing yun yang muncul di balik persembunyian dengan gelapnya malam ditemani bulan purnama. Qin yan beserta ketiga rekannya, yakni Xing yun, Jin kei ditambah ratu Medusa. Mendatangi tempat tinggal suku tersebut untuk menjalankan rencana.
"Biasanya ratu mereka akan berkultivasi ditengah altar dan akan menerima kekuatan jika bulan purnama tersebut menjadi sempurna." Jelas ratu Medusa dengan tenang, diam diam juga ia menatap Qin yan.
'Sebenarnya apa tujuan anak ini menghidupkan dewa kami.?' Ratu Medusa diambang dilema, ia ragu apakah perbuatannya ini akan mengakibatkan bencana atau tidak. Qin yan ingin membangkitkan dewa mereka. Takutnya hal itu digunakan sebagai kehancuran saja. Namun mengingat perkataan sang nenek, terpaksa ia harus bertaruh pada nasibnya dan nasib sukunya pada anak ini.
"Dia... adalah seorang raja. Penguasa dari penguasa lain. Medusa, dia dapat membawamu sampai kepuncak kultivasi surga. Ikutilah dia, meskipun bertentangan dengan aturan kita. Namun setidaknya aku generasi pertama akan mengijinkanmu untuk mengikuti jejaknya."
Medusa melamun sejenak, memikirkan itu. Ia bimbang, sekarang nasibnya apa akan tergantung pada Qin yan. Mengingat sekarang ia membangkang pada aturan klannya, bisa jadi ia akan diusir dari sukunya sendiri. Memikirkan itu entah kenapa membuatnya jadi sedih.
"Oh, mereka merasakan kehadiran kita.!" Jin kei kemudian bertindak, melihat kelompok itu yang sudah tahu keberadaan mereka. Ia pun langsung membuat kekacauan.
"Ctarr ctarr ctarr ctarr" Ledakan listrik terjadi dimana mana, Jin kei mengeluarkan tombak untuk bertarung dengan mereka.
"Hei, bukankah ini terlalu cepat. Seharusnya kita menyelinap dulu." Xing yun merasa kecewa atas apa yang ia lihat.
"Tidak perlu melakukan itu, mereka menjalankan upacara. Itu berarti penjaga inti Core hanya sedikit. Medusa, Xing yun. Kalian alihkan perhatian mereka. Aku akan mencarinya sendiri." Qin yan pun beranjak dari mereka, kemudian masuk kegoa tempat tinggal suku ini. Sementara Xing yun dan Medusa mulai menjalankan apa yang dikatakan Qin yan.
"Tap tap tap" Begitu sunyinya goa itu, hingga langkah kaki Qin yan terdengar jelas.
'Jadi semuanya pergi menjalani upacara bersama sama yah.' Qin yan mengangguk pelan, mulai menelusuri jalan.
"Kresek kresek" Tiba tiba Qin yan bersembunyi, diam diam ia menyelinap mencari arah suara tersebut. Dan ternyata ketika dilihat, mata Qin yan jadi membesar. Satu pasangan klan ular ini sedang bercocok tanam dengan semangatnya di pojokan goa. Dan tata cara mereka melakukannya benar benar membuat Qin yan hampir muntah.
'Menjijikan sekali. Tapi setidaknya kalian akan kudoakan kalian mempunyai anak laki laki yang tampan.' Qin yan pun pergi meninggalkan mereka.
'Tidak kusangka dihari istimewa mereka masih ada yang teledor sampai melanggar aturan.' Qin yan menggeleng gelengkan kepala melihat aksi ular tadi. Disaat goa ini terguncang oleh serangan diluar, mereka masih saja asik bermantap mantapan.
Disaat berjalan, tidak sengaja Qin yan berpaspasan dengan salah seorang dari mereka. Kali ini dia adalah pamabuk, melata dengan sempoyongan dengan segelas anggur ditangannya. Ketika melihat Qin yan, tidak ada tanggapan apa apa darinya. Hanya memberikan Qin yan isyarat tangan seperti meremehkan. Seolah olah ia mengatakan "Dasar manusia lemah, beraninya kau masuk ketempat kami. Pergilah selagi aku memberimu kesempatan."
Setelah itu ia langsung melewati Qin yan dengan wajah acuh tak acuh. Qin yan sendiri bingung dengan tingkahnya. Tapi ia juga tidak ambil masalah, ular tadi tidak menggaggunya. Maka ia juga tidak akan mengganggunya.
'Semoga menikmati.' Qin yan hanya memberi lambaian tangan. Lalu melanjutkan perjalanannya. Hingga akhir ia sampai disebuah ruangan misterius, dimana bola lingkaran energi melayang diatas kelopak bunga yang telah dipersiapkan.
'Inti core Neidan.' Batin Qin yan dalam hati, ia pun berjalan kearahnya.
"Tunggu! Apa yang mau kau lakukan." Rupanya ruangan ini mempunyai penjaga. Penjaga yang pandai berbahasa manusia.
"Beraninya kau menyusup disini. Bunuh dia, setelah itu kita serahkan ke ratu." Mereka pun mengangkat tombak mereka, menerjang Qin yan. Namun belum sampai mendekati Qin yan selangkah. Mereka langsung dibantai habis oleh prajurit bayangannya.
Qin yan akhirnya mencapai inti core itu yang ukurannya setara dengan kepalan tangan. Disaat ia hendak mengambil, tiba tiba satu ular lagi berbadan katak tiba tiba muncul dihadapannya.
"Siapa kau manusia, beraninya kau mengambil inti Core dewa kami." Ucapnya dengan kedua tangan dibelakang.
'Tingkat kaisar! Sialan, kenapa aku harus bertemu dengan disini.' Qin yan langsung mengerahkan prajurit bayangannya. Namun diluar nalar, rupanya katak itu dengan mudahnya menghindari mereka. Dan dalam sekejap kilat ia tiba tiba muncul didepan Qin yan dan memberi tamparan pelan.
"Plak" Begitu ringannya, namun sebagian wajah Qin yan hampir hancur oleh tamparan itu.
"BOOM. BOOM" Qin yan sendiri terpental sampai menembus dua dinding goa dan akhirnya terlempar luar. Dimana masih terjadi kekacauan.
"Akh~~~" Dalam sekejap Qin yan kehilangan kesadaran sedikit. Mulutnya menganga menahan rasa sakit dari tengkorak pipinya yang hampir hancur.
"Qin yan!" Xing yun datang menolongnya, ratu Medusa dan Jin kei yang asik asiknya bertarung kini langsung berbalik melihat keadaan Qin yan.
"Siapa kalian? Mengapa kalian datang kesini?" Ahli katak itu kemudian muncul dari luar dengan ekspresi tenang, Jin kei langsung melesat melawannya. Sementara ratu Medusa malah berhadapan dengan ahli terkuat kedua dari suku ini.
"Qin yan! Qin yan!" Xing yun berulang kali menampar pipi Qin yan dengan pelan. Sampai akhirnya ia terbangun.
"Ukh..." Ringis Qin yan saat otot pipinya bergerak. Xing yun menggunakan elemen cahayanya untuk memulihkan sedikit kerusakan pipinya.
"Bagaimana bisa aku pingsan?" Qin yan terbangun, kali ini suku Dark Demon snake mulai menyerang. Ia pun mengeluarkan seluruh prajurit bayangannya.
'Sial, padahal tadi tinggal sedikit lagi.' Qin yan menggertakan gigi karena kegagalannya. Lalu armor kondolisasinya aktif, dan menggunakan salah satu prajurit bayangan untuk menyembuhkan pipinya.
"Ptank"
Disaat Qin yan sedang menyembuhkan diri, ratu Medusa kini terpojok oleh lawannya. Tampaknya mereka berdua saling mengenal, terlebih lagi sepertinya Medusa mempunyai dendam dengan ratu suku ini.
"Apa cuma ini kemampuanmu, Medusa?" Ucap ratu itu mengarahkan senjatanya keleher Medusa yang hanya menggertakan gigi dengan kesal.
"Ooh.. Kenapa kau marah seperti itu. Seharusnya kau sadar akan kemampuanmu." Ratu itu langsung mengeluarkan lidahnya yang dipenuhi cairan asam mematikan, melilit leher Medusa bahkan sampai meleburkannya.
"Oe.. Apa kita tidak apa apa membiarkannya seperti itu." Tanya Xing yun saat melihat situasi Medusa.
"Memangnya kau bisa apa? Mereka adalah ahli yang sudah berada di tahap raja, kau pikir bisa menolongnya?" Jawab Qin yan sambil menghadapi para katak.
"Kau kan bisa menggunakan prajurit bayanganmu."
Perkataan Xing yun membuat Qin yan berpikir sejenak. Sebenarnya itu ada benarnya, tapi dilihat dari pertarungan disana. Tampaknya wanita itu akan marah jika dibantu, mungkin ia mempunyai masalah pribadi. Qin yan terus menatapnya berkali kali, Medusa yang tengah dililit lehernya masih belum menyerah. Meskipun hampir meleburkan setengah dagingnya.
"Kau harus bertanggung jawab karena telah membunuh orang tuaku dimasa lalu. Kau harus mati!" Setitik cahaya mulai bersinar ditengah dahi Medusa. Cahaya itu membuat semua orang langsung terkejut.
'Dia.. menerobos saat pertarungan yah.' Senyum Qin yan melihatnya.
'Apa yang terjadi pada wanita ini?' Batin ratu Dark demon snake, ia ingin melepaskan lidahnya namun hal itu tak bisa ia lakukan.
"HUAAAAAKKKHHH!!!" Teriak Medusa yang tubuhnya sudah dipenuhi gejolak energi. Cahaya ditubuhnya melonjak kelangit, dan energi itu akhirnya kembali menghantam tubuhnya. Dalam sekejap, tubuh Medusa dipenuhi cahaya. Tidak ada satu pun yang bisa melihat sosoknya dibalik cahaya itu.
"Bag-bagaimana bisa... Kau..." Ratu Dark demon Snake yang sedang kesulitan, kini menyadari kalau lidahnya mulai membatu.
"Kau... Tidak mungkin..." Ia langsung memutuskan lidahnya meskipun itu sangat menyakitkan.
Disaat ia sedang menjauh, sosok ratu Medusa pun mulai muncul. Mata semua orang langsung terbelalak, melihat sosok manusia keluar dari cahaya tersebut. Benar, ratu Medusa bermutasi menjadi seorang manusia.
"Ap-apa bagaimana bisa...." Qin yan sendiri terperangah melihatnya.
"Apa yang kalian lihat, serang wanita jal*ng itu!!" Teriak ratu katak dengan marah, semua prajurit suku Dark Demon snake langsung menyerang Medusa. Namun dalam sekali hentakan, mereka semua menjadi batu.
"Ini berbahaya, kita harus sembunyi!" Qin yan langsung menarik Xing yun untuk bersembunyi ditepi goa. Bagaimana tidak, kekuatan ratu Medusa saja dapat membuat mereka membatu juga. Dari sanalah mereka mengintip pertarungan sengit antara keduanya.
"Medusa.. Kau... Sangat menyebalkan!" Ratu katak langsung menyerang medusa dengan senjatanya. Namun itu tidak berguna melawan sihir Medusa yang dapat membuat sejatanya membatu.
Pada akhirnya ratu katak tidak mempunyai cara lain. Ia pun mengaktifkan teknik rahasianya untuk melawan ratu Medusa dengan lebih serius.
Disaat mereka sedang bertarung habis habisan, Qin yan dari tadi selalu memeriksa keadaan. Sementara Xing yun disampingnya tampak gelisah, rupanya ia menemukan sesuatu yang mereka cari dari tadi.
"Qin yan. Qin yan." Panggil Xing yun berulang kali.
"Ada apa?" Qin yan memarahinya karena anak ini merepotkan saja.
"Coba lihat itu."
Ia pun melihat kearah yang ditunjukan Xing yun, betapa terkejutnya dia saat Qin yan melihat apa yang ditemukan anak ini.
'Inti core Neidan?' Qin yan sendiri heran mengapa inti Beast itu ada disini. Ia pun perlahan mendekati bola kecil tersebut. Rupanya bola itu tak mudah untuk diraih, beberapa kali ia terus menghindari tangkapan Qin yan.
Disaat Qin yan beristrahat sejenak, barulah bola itu mendekat sendiri. Bahkan sampai kedepan wajah Qin yan, seolah olah sedang mengamati dirinya.
"Hup!" Qin yan berhasil menangkapnya diam diam. Sesaat ia memandangi inti Core tersebut yang terus bergetar didalam genggamannya. Getaran itu terlalu kuat hingga Qin yan sendiri tak mampu menggenggamnya dengan erat sampai akhirnya lepas dari tangannya.
Tanpa diduga, rupanya inti core tersebut malah masuk kedalam tubuh Qin yan. Tepat masuk kedalam dahinya.
"Ukh.... UAAAAAAKKHHHH!!!" Teriak Qin yan memegangi kepalanya. Kulitnya pun mulai berubah menjadi putih, api hitam langsung memenuhi tubuhnya. Satu tanduk keluar dari dahinya, saking sakitnya bahkan air mata Qin yan sampai mengalir. Aliran air mata tersebut juga membentuk sebuah jalan hitam dipipi Qin yan. Berbagai macam gejala diluar nalar terjadi diberbagai tubuhnya. Sampai sampai Xing yun sendiri ngeri saat melihatnya.
"Qin yan!" Ucap Xing yun dengan khawatir..