
Esoknya...
Qin yan membawa dua orang pemuda sebagai pendampingnya. Yakni dua orang bersaudara, Xiu xiu dan Xie xie. Kedua pemuda ini berusia 22 tahun dan 21 tahun, bisa dibilang mereka adalah pemuda pilihan Qin yan yang paling cocok untuk perjalanan ini. Mereka memiliki atribut yang sangat langka, yang bisa dibilang tidak dimiliki siapapun. Xiu xiu, pemuda berambut merah pendek, seorang kultivator cincin tunggal yang berada ditingkat Eder puncak. Alasan Qin yan memilihnya yaitu karena ia mempunyai elemen pasir, pengendaliannya terhadap pasir akan sangat berguna dalam hal pertahanan. Selama dua tahun ini, Qin yan akhirnya berhasil mendidiknya dengan baik, dia akhirnya menjadi orang ketiga yang memiliki perubahan iblis setelah Lin fin.
Xie xie, adiknya. Dia seorang kultivator Cincin surgawi, dengan elemen aneh yang ia miliki. Atribut fisiknya adalah Fleksibel, dan elemen yang dimilikinya adalah cairan lengket mirip lem. Tapi sangat lentur bahkan tak mudah pecah atau hancur. Karena Qin yan merasa ada kesamaan diantara dua atributnya ini, akhirnya ia membimbing anak ini untuk melatih penggabungan kedua atribunya.
Meskipun atribut fisik dan atribut elemen merupakan sesuatu yang mustahil untuk disatukan. Tapi berbeda dengan tubuh anak ini, tak disangka sangka, rupanya penggabungan tersebut menghasilkan sesuatu yang lebih mencengangkan lagi. Bisa dibilang ia mengalami awakening kedua setelah melalukan penggabungan tersebut, atau mungkin tubuhnya mengalami mutasi khusus.
Pasalnya, tubuh anak ini tiba tiba menjadi karet. Tangannya bisa memanjang dan bisa melebar, sangat lentur bahkan tak bisa dipotong atau diserang menggunakan senjata. Keadaan tubuh ini, bisa dibilang hampir mencapai keadaan tubuh perubahan iblis. Sampai saat ini, Qin yan cukup bangga karena dia telah mencapai tingkat Elder awal di umurnya yang begitu muda.
Dan jangan lupa pada janji Qin yan pada seorang wanita yang akan terus mengikutinya dimana pun ia berada. Medusa atau dipanggil Mei ji, wanita ini sudah berumur ratusan tahun, jika didalam umur beast, itu masih mengalami masa puber. Tapi dengan fisik manusianya, wanita ini bisa dilihat setara dengan umur 25 tahunan. Jadi, bisa dibilang ia masih seorang gadis muda.
Jika dilihat dalam sistem manusia, wanita ini juga mempunyai kekuatan yang aneh. Selain atribut fisiknya yang lentur dan fleksibel. Rupanya ia mempunyai atribut elemen angin, dengan penghasilan alami tubuhnya yaitu racun. Dan kekuatan tidak biasa yaitu bisa membuat makhluk hidup menjadi batu.
Mereka bertiga menjadi orang cocok sebagai pedampingnya dalam perjalanan ini.
"Jin kei, Yao chen, Elfes. Kalian harus mengontrol para murid yang datang dikerajaan ini. Tempatkan mereka keasrama yang sudah disiapkan. Aku harap jika aku kembali nanti semuanya akan beres." Qin yan mengirimkan pesan terakhirnya sebelum pergi. Tiga pria ini, mereka berdiri didepan gerbang untuk mengantar kepergiannya.
"Oh iya. Aku lupa, adikku Qian yu. Perlakukan dia dengan baik juga. Meskipun dia bukan pemimpin, setidaknya ia harus hargai walaupun hanya sebagai murid. Dan juga, aku berpesan pada kalian, Tang liu mengira dia adalah diriku. Tidak apa, biarkan itu terjadi dan jangan beritahu dia yang sebenarnya. Tapi sebagai ketua, aku juga punya beberapa ketentuan meskipun itu pada saudara sendiri. Jangan biarkan dia memasuki aula utama, tempat dimana kita melakukan rapat." Senyumnya lalu pergi ketempat dimana sudah disiapkan kuda.
"Qin yan, tunggu dulu." Yao chen datang menghentikannya, ia menyerahkan empat topeng pada Qin yan.
"Ini adalah topeng penyembunyi kultivasi, aku membuatnya dengan mendesainnya dikertas kondolisasi beberapa hari ini. Sepertinya ini akan sangat berguna untuk kalian, terutama Mei ji. Ketika kalian memakai ini, bahkan tahap Kaisar saja tidak bisa menentukan tingkat kultivasi kalian."
Mendengar itu, mata Qin yan membesar. Benda langka seperti ini, tidak disangka dihasilkan oleh Yao chen. Sebagai beast, ia mempunyai elemen api suci dan elemen angin yang sangat kuat. Karena kekuatannya yang besar, Qin yan membujuknya untuk mengambil profesi master Kondolisasi. Meskipun hobinya yaitu alkhemis tapi ia tetap menerimanya. Hasilnya, ia sekarang sudah hampir mencapai master Tier emperor dan menjadi ahli alkhemis sekaligus. Kalau soal pil dan kertas kondolisasi, ia tidak perlu khawatirkan apapun. Dan juga sebagai beast yang umurnya sudah sangat lama, pemahamannya tentang Pola prasasti juga melebihi pengetahuan Qin yan.
Hal itu juga sama Jin kei, dia juga memilik pengetahuan tersebut. Makanya, soal pengontrolan di kerajaan Sunmoon ini. Ia sangat tenang kalau menyerahkan tugas itu pada mereka.
Sementara Elfes, sejak dulu. Sebelum ia menjadi pengikut Kaisar Liung ming, dia adalah penempa sejati pandai Besi. Sosok ini tidak kalah penting dalam pembangunan sekte, oleh karena itu Qin yan benar benar senang melihat mereka menjadi tetua disektenya.
"Baik, kalau begitu aku pergi dulu." Dengan senang hati, Qin yan pun jadi memakai topeng tersebut diwajahnya.
Empat kuda telah disediakan, masing masing menaiki satu. Empat kuda ini berwarna putih bersih juga khusus dipilih oleh mereka, untuk mengantar Qin yan agar sampai ketujuan.
Saat berangkat, tanpa sadar mereka juga menarik perhatian banyak orang. Terutama para remaja remaja yang tengah ramai di kota ini. Kuda putih yang mereka tunggangi, serta topeng misterius yang mereka pakai, membuat orang orang penasaran, seperti sedang menyaksikan sosok yang sangat tangguh lewat didepan mereka.
Ketika Qin yan menunggangi kuda, ia tidak sengaja melihat Tang liu dan Qian yu. Jika dilihat dengan jelas, mereka tampak lucu sekali. Qian yu anak itu, wajahnya selalu memerah setiap kali Tang liu menggandeng tangannya. Sekilas, mereka juga melihat kearah Qin yan, tapi mereka layaknya melihat orang lain. Meskipun begitu, sosok yang mereka kenal tidak akan hilang begitu saja dari kepala mereka.
'Aneh, kenapa aku merasa dia familiar sekali?' Batin mereka berdua dengan bingung.
Perjalanan Qin yan melewati gerbang utara kerajaan Sunmoon, untuk sampai ke kerajaan Zhong tian. Ia harus melalui dua kerajaan. Yakni kerajaan Jia ma dan kerajaan Air, lima hari dibutuhkan hanya untuk melewati satu kerajaan. Tapi untungnya jalur kerajaan Jia ma sangat bersih hingga Qin yan melewatinya dengan lancar. Begitu pula dengan kerajaan Air. Hanya saja, ketika hendak keluar gerbang. Jalan mereka terhalangi karena sepertinya ada sedikit masalah dikerajaan ini.
"Sepertinya terjadi kekacauan disini." Berucap Xiu xiu saat melihat penjagaan ketat digerbang tersebut.
Untuk saat ini, perjalanan mereka terhenti sambil menunggu terbukanya gerbang.
"Apakah kalian akan menuju kerajaan Zhong tian?" Salah seorang penjaga datang menyapa mereka.
"Ya. Kalau boleh tahu, disini ada masalah apa yah.?" Qin yan tersenyum ramah.
"Hm.. Ada beberapa insiden yang terjadi tadi malam. Terjadi perampokan besar besaran di diistana, jadi kami sedikit waspada dengan pendatang baru. Oh iyah, kapan kalian tiba dikerajaan ini?"
"Sekitar dua hari lalu." Jawaban Qin yan membuatnya terdiam, teman teman dibelakang pria itu jadi memandang Qin yan dengan was was.
"Karena kalian pendatang baru, sepertinya kami harus memeriksa indentitas kalian."
Permintaan pria itu membuat mereka berempat jadi tidak enak, bagaimana tidak. Dengan insiden yang kebetulan terjadi tadi malam, kedatangan mereka kemarin malam dan paginya berangkat. Sudah pasti akan menjadi tersangka utama dalam insiden ini dan topeng mereka pakai lebih memperdalam dugaan mereka.
"Sepertinya mereka mencurigai kita." Alis Medusa berkerut melihat itu.
"Apakah aku perlu membuat mereka jadi batu?" Tanyanya lagi.
Pertanyaan Medusa masih membuat Qin yan ragu, selama beberapa hari ini. Yang membuat Qin yan tidak mengerti, hujan deras terjadi terus menerus tanpa henti.
Kota hujan, adalah ibukota kerajaan air. Banyak yang mengatakan kalau kota ini hanya sekali saja terjadi cuaca cerah dalam sebulan atau setahun. Qin yan seperti merasa, ada yang aneh dengan hujan ini. Makanya, untuk masalah ini ia harus melangkah hati hati.
"Tidak perlu, biarkan saja. Dan juga bersikaplah biasa karena kita tidak terlibat dalam masalah ini. Jangan menunjukan sikap gelisah sedikit pun, karna itu akan membuat mereka curiga." Mereka pun mengangguk mendengar intruksi Qin yan.
Ketika dipanggil, Qin yan lah yang paling pertama maju. Pengurusan ini tak disangka memakan waktu cukup lama. Beberapa kali Qin yan mengatakan kalau ia berasal dari kerajaan Sunmoon dengan jujur, tapi sepertinya itu sangat kurang. Sampai akhirnya, Qin yan sendiri mengaku sebagai pangeran, barulah mereka melepaskannya.
"Sial, kenapa ribet seperti ini." Qin yan hanya bisa menggaruk kepalanya dengan pusing, beristrahat dipenempatan kuda mereka.
"Sepertinya kita harus makan dulu." Berkata Xie xie dengan malu, namun perkataannya membuat Qin yan menatap anak itu seperti sedang mendapat ide baru.
Ada satu restoran paling terkenal dikota air ini, cukup banyak orang juga yang datang. Seperti perkiraan Qin yan, ternyata banyak pendatang lain atau para pendekar yang menetap di kerajaan ini karena tertutupnya gerbang. Sepertinya mereka menggunakan restoran ini sebagai tempat persinggahan.
'Ah, ada juga tempat duduk yang kosong.' Senyum Qin yan dengan lega. Karena terlalu ramai, ia jadi butuh sedikit waktu untuk mencari tempat duduk. Ia pun duduk di kursi kosong tersebut diikuti dengan tiga pendampingnya.
'Aneh, apa dia tidak punya cincin penyimpanan? Kenapa dia memamerkannya begitu?' Qin yan heran melihatnya. Karena ditatap begitu, pria itu langsung berbalik, menatap Qin yan dengan tajam.
'Huh? Tampaknya ia tak suka ditatap begitu.' Qin yan perlahan berpaling.
"Teng teng teng" Semua orang tampak kaget, satu pria lagi datang kearah mereka. Berbaju ceongsam putih seperti pria sopan.
"Halo nona cantik, kecantikan anda membuat mataku meleleh. Bolehkan pria single ini tahu namamu?" Pria itu langsung meraih tangan Medusa, hendak menciumnya. Tapi ia malah mencium tangan Qin yan.
"Romantis sekali, namaku Qian yan, siapa namamu pria tampan?" Tanya Qin yan dengan senyuman, tapi dahinya tampak berurat karena kesal. Baj*ngan mana yang datang mengucapkan keronmatisan ini pada wanita disampingnya.
Pria itu langsung membersihkan bibirnya dengan jijik ketika sadar telah mencium tangan lelaki. Ia pun menatap Qin yan dengan senyuman pula.
"Maaf, mau pesan apa?" Setelah itu, semua aura romantismenya jadi hilang. Digantikan sikap sopan sebagai pelayan. Ia berdiri sambil memegang napan didepan mereka.
Qin yan pun memberikan kertas menu yang sudah ditandai. Diluar dugaan, pria itu malah bersikap sangat tenang meskipun tadi kelihatan seperti dipermalukan. Padahal apa yang dia lakukan tadi, tidak sedikit orang yang menertawainya.
"Baiklah, tunggulah lima menit." Ia pun membungkuk terlebih dahulu, lalu menuju kedapur menyerahkan kertas pesanannya.
'Pria yang aneh.' Alis Qin yan berkerut melihatnya.
'Apakah direstoran ini dipenuhi orang yang aneh?'
Ia pun memandang Medusa yang wajahnya tertutupi topeng. Memberikannya senyum lembut padanya hingga wanita itu berbalik dengan malu.
"Kau mengira dia pria aneh kan?" Tiba tiba Qin yan terkaget, pria pendiam disampingnya tiba tiba berbicara.
"Ah yah, sedikit." Jawab Qin yan dengan canggung.
"Dia memang begitu, dia selalu saja menyapa para wanita cantik. Meskipun itu wanita orang, begitu memalukan, tapi aku juga tidak mengerti dengan sifatnya. Tingkah lakunya memalukan tetapi sepertinya dia hanya tidak lebih dari seorang pengagum wanita saja. Bukan baj*ngan sampah sebenarnya."
Qin yan mengangguk mengerti mendengarnya, sambil menatap pelayan itu yang juga menyapa wanita lain.
'Apa kepalanya pernah terbentur saat bayi? Kenapa dia seperti itu?' Qin yan juga berpikir begitu.
Tiba tiba satu orang lagi menempati sisa kursi yang kosong. Sosok itu tampak sangat misterius, ia berkudung hitam hingga wajahnya tidak terlihat. Semuanya jarinya dipenuhi banyak cincin hingga Qin yan mengira kalau orang ini adalah orang aneh yang ketiga.
"Silahkan makan."
Namun semua kecurigaan Qin yan menghilang saat melihat makanan lezat menggiurkan terpampang didepan mata. Air liurnya bahkan sampai menetes saat melihat itu.
"Nona, perkenalkan ini adalah minuman terbaik direstoran kami. Namanya air jus rasa cinta, setelah meminum ini hati anda pasti akan sangat tenang dan pikiran anda jadi rileks." Pria perayu itu jadi menawarkan Medusa minuman, tapi Qin yan yang malah meminumnya.
"Wah, rasanya benar benar luar binasa." Seperti rasanya, air itu benar benar sangat segar saat masuk dileher Qin yan. Air yang sedikit dingin benar benar bisa mendinginkan pikiran panas.
"Ka-kau..." Wajah pria itu menjadi jelek, sementara Medusa hanya bingung melihat sikap Qin yang tak biasa ini.
"Biar kupersiapkan yang baru lagi nona." Pria itu kembali membungkuk dengan anggun, lalu menuju kedapur lagi.
"Pria aneh." Kali ini ia Qin yan hanya menghela napas sambil menggelengkan kepalanya. Melihat makanan diatas meja, ia pun langsung melahapnya. Sejenak, ia menengok kesamping, dimana Xie xie hampir menghabiskan setengah makanan yang dipesan tadi.
"Hei hei, bukankah kau terlalu..." Berkata Qin yan dengan heran, perut anak itu membesar seperti balon. Semakin ia mengunyah, maka makanan diatas meja semakin berkurang. Medusa saja heran melihatnya.
"Apakah temanmu itu tak pernah makan berbulan bulan?" Tanya pria berambut hijau disampingnya.
"Entahlah, mungkin begitu." Qin yan juga tak tau harus menjawab apa melihat itu. Namun melihat makanan didepan, ia juga tak tahan, satu bulan tidak makan enak. Dia benar benar merindukannya, Qin yan menelan air liurnya sendiri. Hendak memakan makanannya, namun Xie xie sudah duluan mengambil jatahnya.
"Dasar kau baj*ngan tengik. kenapa kau mengambil makananku hah?" Marah Qin yan, karna tak mau makanannya dihabiskan anak ini. Ia pun memakannya dengan cepat. Bahkan kecepatannya dapat mengimbangi anak itu.
"Kau menegurnya seolah olah kau adalah orang bijak, tapi kelakuanmu malah tidak kalah darinya." Medusa disamping menjauh sedikit ketika melihat cara makan Qin yan yang terlalu agresif. Tapi anak itu tidak memperdulikannya, ia hanya makan makanannya dimeja.
Tiba tiba disamping meja mereka, sepasang pasangan sedang bertengkar. Sepertinya terjadi cinta segitiga diantara mereka. Suasana semakin ribut karena pertengkaran tersebut, semua orang hanya bisa menonton. Sementara yang bertengkar terus terusan berteriak, saling membentak sampai akhirnya sang pria menampar sang wanita. Lalu pria kedua menendang pria yang menampar itu hingga ia terlempar dan langsung menghantam meja Qin yan.
"AAAKKHH!!" Semua orang berteriak ricuh, wajah Qin yan menghitam ketika makanannya yang belum habis malah tertumpah dilantai. Sementara yang lainnya malah terbengong, melihat pria itu jatuh didepan mata.
"Sial! Pedangku hilang satu!" Tiba tiba pria berambut hijau disamping Qin yan jadi gelisah. Pedang dipinggang kanannya jadi menghilang. Ia berbalik kesana sini untuk mencarinya.
"Kakak, kemana topengmu?" Xiu xiu nampak terkejut melihat Qin yan yang tidak bertopeng lagi. Hal itu membuat Qin yan membeku, menyentuh wajahnya beberapa kali. Dan apa yang ia alami ini benar benar membuatnya kaget, topengnya menghilang begitu saja.
Tiba tiba ia merasa lebih aneh lagi, lehernya tampak ringan. Setelah diperiksa, mata Qin yan makin terbelalak. Pikirannya jadi kosong.
Kalung pemberian Yun zhi menghilang.
Hal itu membuat Qin yan panik bukan main, setelah memeriksa tempat ini. Sosok misterius bertudung yang tadi duduk didekat mereka sudah menghilang. Sial, sejak kapan? Ia segera meninggalkan tempat tersebut. Namun sang pelayan pria yang suka merayu tadi tiba tiba memegang bahunya hingga ia berhenti.
"Jangan lari! Kalian belum membayar." Ucapnya dengan serius.