
Qin Yan akhirnya dibawah oleh para petugas medis ke ruangan perawatan. Semua anggota kelompoknya juga pergi mengikutinya.
Weiqing terdiam diatas sana bersama master lain. Ia benar benar tak percaya apa yang terjadi. Qin Yan, anak itu yang begitu kuat bisa terluka parah seperti itu? Ia melihat, ketika Qin Yan dibawa, anak itu memuntahkan banyak darah. Wajahnya pucat dan ia kelihatan tak berdaya.
"ini tidak mungkin. mengeluarkan formasi tingkat delapan hanya untuk bertarung dalam kompetisi?" Berkata Yan Qinying. Ia menatap Han genyu dengan tatapan tajam. Ia heran, mengapa orang tua ini begitu tidak tau malu sampai ia tidak mempunyai batasan ketika bertindak. Apa dia sudah gila? Didepan semua orang, ia menggunakan Mong yi hanya untuk membunuh Qin Yan. Betapa piciknya.
"Formasi tadi.... Tingkat 8, bahkan jika itu tingkat Kaisar, mereka juga akan terluka parah. Tingkat Semigod juga akan kesulitan." Pikir Yuechan dengan wajahnya pucat.
Semua master pun langsung menatap Han genyu. Pria tua itu, ia tertawa senang bersama Cui Xie dan Chi Tae.
"Han genyu, apa maksudnya ini? Kau sudah melanggar aturan!" Weiqing berdiri dengan ekspresi marah. Han genyu yang melihat itu hanya menggeleng ringan.
"Melanggar aturan? Aturan apa. Aku tidak berbuat apa apa."
"Kau kira kau sedang berbicara dengan anak kecil hah!" Sikap tenang orang tua itu bagaikan sebuah sindiran untuk Weiqing. Ia langsung menekan Han genyu dengan niat membunuhnya.
Jika itu dulu, ia mungkin akan takut pada pria ini kalau dia sedang marah. Sayangnya, waktu telah berlalu. Meskipun Weiqing menunjukan seluruh kekuatannya pun, ia tidak akan merasa takut. Ketika aura Weiqing menekannya, yang terlihat dari wajah kakek tua itu hanyalah ketenangan. Ia tersenyum tipis sejenak dan itu membuat Weiqing terkejut.
"Tunggu Weiqing." Tiba tiba Chi Tae datang menghalangi. Ia berdiri disamping Han genyu dan membelanya.
"Dia memang benar, apa kau tidak salah menuduhnya sembarangan begitu?" Perkataan Chi Tae semakin membuat Weiqing geram. Apa apaan ini, jelas jelas ini memang ulah Han genyu. Kenapa mereka sekarang sudah berani membantahnya. Apalagi dengan wajah tenang tak ada takut seperti itu.
Detik itu Weiqing pun menyadari. perkataan Qin Yan memang benar. Sekarang orang yang tekan ini tidak akan lagi takut padanya.
"Cih." Weiqing pun memejamkan mata, menenangkan diri. Dan ia pun mulai bertanya lagi.
"Jadi apa artinya formasi tingkat 8 tadi?"
"Hahaha.... Weiqing kau naif sekali. Apa salahnya kita membantu murid kita?" Tawa Han genyu dengan percaya dirinya. Ia langsung menjawab pertanyaan Weiqing tanpa ragu.
Jawaban nya memang masuk akal dan dapat diterima, namun untuk formasi tingkat 8 itu, sudah sangat berlebihan.
"Kau menganggap formasi tingkat 8 itu bantuan? Apa kau tidak waras, kau memberikan hal sebesar itu hanya untuk digunakan dalam kompetisi?"
"Heeeh? Memangnya kenapa. Apa itu salah? Yang penting, muridku bisa menggunakannya. Maka aku berhak memberikan dukungan penuh padanya."
Weiqing langsung maju mendorong pak tua itu dengan kasar.
"Kau tidak mengerti juga rupanya pak tua! Atau kau pura pura tidak mengerti. Kau telah berbuat diluar batas. Formasi tingkat 8 bahkan bisa mengekang ahli tingkat Semigod tapi kau malah menggunakannya diturnamen ini."
"Weiqing, mundurlah dulu. Kita sedang di tonton oleh semua orang." Xu shian datang menenangkannya. Ketika Weiqing berbalik, semua orang memang sedang memperhatikan mereka.
"Kita akan bahas ini dipertemuan nanti sore." Ucapnya dengan singkat, ia pun berangkat pergi. Menjenguk Qin Yan.
"Aku menolak Weiqing. Bagiku aku tidak melakukan hal yang salah. Lagian, anak itu juga bukan anak biasa kan?" Ucap Han genyu dengan senyum tipis dibibirnya.
Weiqing terhenti. Wajahnya gelap.
"Meskipun bukan anak biasa, tapi bukankah kau ingat. Dia hanya berada ditingkat Elder waktu itu. Tidak lebih dari itu ketika kita menyegelnya. Jadi, tidak ada alasan untuk membedakannya diantara anak lain."
"Hahaha.... Apakah begitu? Kau sendiri memperlakukannya berbeda dari anak yang lain Weiqing. Kau tidak mau mengakuinya. Dasar kau licik." Ledek Han genyu lagi.
Weiqing semakin marah dengan perkataan orang tua itu. Tapi, ia menahan amarahnya. berpikir baik baik. sepertinya semakin ia berdebat dengan orang tua ini semakin masalahnya bertambah panjang. Han genyu juga tidak ingin mengakui kesalahannya dan memilih untuk memprovokasi nya.
Weiqing pun menghela napas. Ia kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Hehehe....." Tawa Han genyu dengan licik.
"Kerja bagus Han genyu. Tidak kusangka kau berhasil menangani anak itu. Sekarang kita bisa melakukan rencana kita yang selanjutnya." Senyum Chi Tae menepuk bahunya.
"Heh, dengan efek artefak terakhir milik kami itu. Dia akan tersiksa sepanjang hidupnya." Han genyu tersenyum dengan penuh kepuasan.
"Hahaha.... Bagaimana kalau kita berkumpul nanti malam untuk merayakan keberhasilan ini." Senyum Cui Xie. Keduanya juga setuju dengan pendapatnya.
********
Ruang perawatan.
Lin Fin, Xiang Xiang dan anggota kelompok yang lain. Weisi, Qiu er, Huang er, Qin ruo, bahkan sampai murid murid dari kerajaan lain juga berkumpul diluar rumah sakit. Termasuk Duan Tianlang dan dua master lainnya yang juga ikut melihat kondisi Qin Yan.
Lin Fin dan anggota kelompok kerajaan Sunmoon sudah berdiri didalam ruangan. Dimana Qin Yan tengah menjalani perawatan khusus. Tabib telah mengeluarkan elemen life nya untuk menyembuhkan Qin Yan. Namun, anak itu tak kunjung sadar. Sampai akhirnya tabib pun juga kelelahan, ia pun menyeka keringatnya.
"Bagaimana keadaan teman kami, tuan." Tanya Lin Fin dengan khawatir kepada seorang kakek tua yang merawat Qin Yan. Mereka ada berempat, satunya adalah pria paruh baya yang merupakan ayah Huang er dan dua lainnya adalah perawat wanita yang mempunyai elemen Life.
Kakek tua itu menghela napas.
"Dia terluka sangat parah. Sepertinya pertarungan tadi telah membuat tubuhnya hancur didalam. Aku pun tak bisa apa apa, tapi kami sudah menaruh energi Life kedalam tubuhnya agar ia dapat bertahan."
"Jadi, kapan dia bangun, tuan?" Tanya Qiu er. Tabib pun menggelengkan kepala dengan pelan.
"Aku tidak tau kapan dia akan bangun. Semuanya bergantung pada dirinya sendiri. Berdoalah agar ia dapat melewati masa kritisnya." Tabib pun tak berdaya, ia mengambil semua barang barangnya dan berjalan keluar.
"Tunggu, ayah. Apakah memang tidak ada cara untuk menyembuhkannya?" Huang er menghentikan ayahnya yang merupakan salah satu
tabib perawat Qin Yan.
"Tentu saja ada. Tapi ayah tak bisa menyembuhkannya dengan mudah. Selain itu, anak ini akan menanggung rasa sakit dari luka parahnya. Satu satunya cara agar kondisinya membaik hanya dengan menggunakan energi Saint."
Huang er terdiam. Tapi Weisi seketika berdiri.
"Aku bisa. Meskipun aku masih lemah, tapi aku yakin aku pasti bisa." Ucapnya dengan sungguh sungguh.
"Tuan muda!. Aku hampir lupa anda adalah putra legenda Zhou. Kalau begitu, kita bisa memulainya." Ayah Huang er kembali meletakan barang barangnya. Dua perawat disamping juga mengikutinya. Termasuk sang kakek.
Setelah itu, Weisi disuruh untuk meletakkan tangannya di dahi Qin Yan. Mengalirkan energi saintnya kedalam tubuh Qin Yan. Sementara ayah Huang mulai kembali meletakan jarum jarum akupuntur ke permukaan tubuh Qin Yan. Lalu dua perawat lainnya mengalirkan energi life mereka. Sementara sang kakek adalah orang yang mengontrol proses perawatan ini.
Waktu pun terus berjalan, namun tetap saja kondisi Qin Yan tak berubah. Bahkan Weisi sampai pucat karena kehabisan energi.
"Ukhuk ukhuk" Weisi terjatuh dengan memuntahkan darah segar. Ia memegangi dadanya yang sakit.
"Weisi!" Lin Fin dan Qiu er membantu anak itu berdiri.
Hasil tersebut membuat kakek itu menghela napas tak berdaya.
"Aku masih bisa. Aku masih punya kekuatan." Weisi menyeka darah disudut bibirnya. Ia kembali meletakan kedua tangannya didahi Qin Yan. Mengeluarkan seluruh kekuatannya, namun pada akhirnya kembali memuntahkan darah.
"Tidak, aku masih bisa. Dia pasti akan sadar jika aku berusaha lebih keras." Weisi tetap menggelengkan kepalanya. Ia tetap bersikeras untuk mengalirkan energi saintnya kedalam tubuh Qin Yan.
"Sudahlah tuan muda. Kita memang tidak bisa menyembuhkannya saat ini. Jangan terlalu memaksakan diri." Kakek itu memegangi bahu Weisi.
"Tapi, bukankah aku yang tidak mempunyai kekuatan yang cukup?" tanyanya Weisi lagi dengan perasaan bersalah.
"Kau benar, tapi ingatlah. Jangan terlalu memaksa...."
"Ayahku pasti bisa!"
Kakek tua itu terdiam, semua orang ikut terdiam mendengar perkataan Weisi yang mendadak.
"Ayahku mempunyai banyak energi Saint. Dia pasti bisa menyembuhkannya."
"Tapi, apa ayahmu benar akan datang?" Lin Fin bertanya dengan ragu.
"Aku akan memintanya." Jawaban Weisi langsung membuat mereka tersentuh. Lin Fin mengangguk lalu memeluk pria itu sebagai saudara yang tak akan pernah ia lupakan.
Qiu er pun ikut tersentuh sampai ia menangis. Mengatakan terima kasih, Weisi hanya mengangguk. Dia mencintai gadis ini pada awalnya, namun melihat dihati gadis itu sudah ada orang lain. Weisi pun perlahan melupakannya.
Diluar, ternyata Weiqing sudah ada disana. Ia berdiri diam tanpa mengatakan apa apa.
"Hei, kau tidak masuk?" Ucap Duan tianlang yang juga ikut berdiri disampingnya.
"Aku belum mau mengganggu waktu mereka." Jawab Weiqing singkat.
"Apa! Aku baru mendengar jawaban itu disituasi seperti ini. Heeh, tunggu apalagi. Pergilah masuk, apa kau menunggu sampai putramu berlutut?" Suruh pak tua itu dengan sedikit kesal.
"Ya. Aku tahu." Pada akhirnya Weiqing mengangguk. Masuk kedalam. Namun, belum juga ia melangkah, ada yang menghentikannya. Ternyata Yao Chen yang juga hendak masuk kedalam.
"Maaf tuan Weiqing. Bolehkan aku masuk duluan?" Tanyanya tenang.
"Tentu saja, hahaha... Tak perlu formal begitu." Weiqing menggaruk kepalanya yang tak gatal. Entah kenapa ia merasa kalau pria ini tidak mengijinkannya untuk masuk.
"Baiklah, aku akan merawat Qin Yan secara pribadi. Aku harap tidak ada yang menggangguku dalam proses ini."
"Baiklah." Weiqing kemudian mengangguk. Setelah itu, pintu ditutup rapat. Tidak lama kemudian, semua orang yang ada didalam ruangan juga ikut keluar.
"Ayah, kau ternyata ada disini." Weisi langsung menuju keayahnya. Belum juga berbicara Weiqing sudah mengangguk.
"Aku mengerti, kalau ada kesempatan aku akan membantu kesembuhan anak itu."
Mendengarnya, membuat hati mereka lega. Mereka mulai menunggu, karena tadi Yao Chen juga memberitahu mereka. Kalau ia akan merawat Qin Yan secara pribadi. Mereka tidak sabar menunggu kabar kondisi Qin Yan yang sudah membaik.
Tiba tiba sebuah penghalang terbentuk. Weiqing cukup terkejut melihat itu.
'Dia sangat waspada sampai harus membuat penghalang seperti ini.' Ia pun teringat akan saat dimana Qin Yan terkekang oleh formasi tingkat 8 dilapangan. Saat itu, ia tidak melihat ekspresi Qin Yan dengan jelas. Ia mungkin sangat tersiksa dengan kekangan itu.
Didalam ruangan. Setelah Yao Chen membentuk penghalang yang kedap suara. Ia pun berdiri diam, menatap Qin Yan yang tengah tak sadarkan diri. Penghalang ini... bahkan apapun yang ia lakukan didalam tidak satu pun yang bisa mengetahuinya.
Setelah itu, ia pun duduk dikursi dengan santai. tidak ada kecemasan atau kekhawatiran diwajahnya. Bahkan lama kelamaan ia jadi kesal memandangi Qin Yan yang terus terusan tertidur disana.
"Woi, bukankah kau cukup keterlaluan? Aku sudah lama disini tapi kau tidak juga bangun." Berkata Yao Chen sambil menyilang tangannya didada.
Qin Yan yang tengah tak sadarkan diri dengan wajah pucat. Tiba tiba tersenyum tipis.
"Bagaimana menurutmu? Apakah aktingku bagus?" Qin Yan pun terbangun dan menatap Yao Chen dengan penuh senyuman.
"Cih, kau terlalu berlebihan. Bahkan sampai mempermainkan perasaan teman temanmu." Jawaban Yao Chen membuat Qin Yan tersenyum kecut.
"Yah, mau bagaimana lagi. Aku harus menggunakan cara ini. Aku juga merasa bersalah dengan mereka. Tapi, harus aku akui. Teknik rekomendasi Z benar benar luar biasa. Bahkan sampai bisa mengelabui tabib tabib terkenal."
Yao Chen hanya menghela napas.
"Sebenarnya apa rencanamu?" Tanyanya dengan penasaran.
Qin Yan yang tengah duduk santai, juga menghela napas panjang.
"Kali ini, bahkan Demon Magicstal ikut membunuhku. Saat aku terkekang formasi itu, aku menyadari. Kekuatanku masih terlalu lemah untuk melawannya. Aku harus jauh lebih kuat."
"Jadi?" Tanya Yao Chen lagi.
"Hah? Kau masih tak mengerti rupanya. Han genyu menginginkan aku mati. Sayangnya aku selamat meskipun aku dalam kondisi kritis. Tapi, mereka pasti sekarang sedang bersenang senang karena berhasil melumpuhkan ku sekarang. Dengan artefak yang mereka percaya telah tertanam ditubuhku, mereka pasti berpikir. Butuh waktu lama bagiku untuk terbangun. Ditambah dengan campur tangan demon Magicstal. Mereka sudah percaya tidak ada siapapun yang bisa menyembuhkanku. Itu pun kalau bisa, membutuhkan waktu yang cukup lama."
Yao Chen pun mengangguk mengerti.
"Jadi, itulah alasan kau menolak aliran energi saint milik Weisi yang masuk kedalam tubuhmu tadi? Cih, rasanya aku ingin memberitahu mereka kalau kau sebenarnya sangat sehat agar mereka langsung memukulmu."
"Hahaha...." Qin Yan terpaksa tertawa setelah mendengarnya.
"Jadi, apa yang kau lakukan sekarang?" Tanyanya lagi. Qin Yan pun berdiri. Membersihkan badannya.
"Kau sudah beritahu mereka kan? Kalau kau merawatku secara pribadi?"
Yao Chen mengangguk. Sementara Qin Yan tersenyum.
"Tetap jaga penghalang ini sampai aku kembali. Itupun jika kau keluar, pastikan tidak ada yang bisa masuk selain ijinmu. Jangan biarkan orang lain masuk keruangan ini bahkan tabib sekali pun." Qin Yan pun membuka gerbang dimensi. Ia pun masuk kedalamnya.
'Aku harus mencapai tingkat Raja secepat mungkin. Ini adalah satu satunya kesempatan untukku.'
Qin Yan berhenti sejenak. Ada yang mengganjal didadanya. Sejenak, Qin Yan mengambil kristal hijau yang menempel didadanya tersebut. Kristal ini adalah inti kalung yang dipakai oleh Mong yi tadi dilapangan. Sebuah benda yang cukup berbahaya bahkan jika sampai ahli tingkat Semigod sampai terkena dampaknya.
"Omong kosong! Kau kira benda ini bisa membunuhku. Mimpi saja!!" Qin Yan langsung membanting kristal itu dan langsung menginjaknya sampai hancur.
Setelah itu, ia pun melirik kubus bangunan yang paling tinggi di alam spasialnya. Dirinya tersenyum sejenak.
"Sepertinya itu tempat yang cukup bagus." Qin Yan pun menuju keatas sana.
Sampai akhirnya ia tiba, Qin Yan duduk sejenak. Tangan kanannya mengeluarkan kubus misterius yang berusaha ia cari tahu waktu itu. Tapi sekarang ia tidak mencari tahu, ia malah menggunakan kubus itu untuk melepaskan segelnya seperti waktu di kerajaan Sunmoon tanpa sepengetahuan para master.
Qin Yan menutup mata dengan tenang. Setelah itu, cincin merah raksasa pun bangkit. Ia pun tersenyum, cincin penyimpanannya mengeluarkan puluhan mutiara mutiara emas yang berkilau.
Pil Nirvana yang pernah Qin Yan ambil saat di makam Penjara Kuno di kerajaan Tian Lei. Harta karun simpanan milik kaisar Liungmin. Akhirnya Qin Yan menggunakannya saat ini. Untuk berkultivasi dan menerobos ke tingkat raja dalam waktu singkat.