
"Salam kenal, Pak. Kami trainee agensi Black Cube," sapa para trainee alias calon artis yang bernaung di bawah agensi milik Dira. Dira resmi membeli saham R-ever hingga empat puluh persen dan menyatakan diri sebagai ownernya kini.
"Mereka semua memiliki bakat berbeda. Dari vocal, rap, dance hingga akting," jelas Mr. Pier. Ada sekitar seratus trainee dan hanya sebagian yang bisa debut dalam waktu dekat.
Ruangan latihan itu sangat luas dengan sekeliling tembok dipasangi kaca agar para trainee bisa melihat ekspresi dan gerakannya selama latihan. Lantainya dibuat sedikit licin agar sedikit mirip dengan lantai panggung. Pembiasaan untuk para trainee itu.
"Aku akan ikut dalam audisi para trainee ini. Ingat, aku gak mau sesuatu yang instan. Bakat akan semakin kuat jika diberi latihan. Kita lihat saja Korea Selatan. Perkembangan dunia hiburannya mendunia," timpal Dira yang langsung dibalas anggukan oleh Mr. Pier.
Dira berdiri di depan barisan para trainee. Ia memakai jas hari ini agar sedikit berwibawa meski harus pulang dulu ke rumah untuk mengganti pakaian akibat memakai kaos tadi pagi. Besok-besok ia berencana memakai kemeja saja kecuali saat menghadapi investor.
"Sekalian aku ingin menunjukkan seseorang." Mr. Pier menunjukkan arah pada Dira. Di sana berdiri seorang wanita yang masih remaja mengenakan kaos trainee Black Cube. "Vibenya sungguh seperti Cloena, ya?" tanya Mr. Pier sambil menunjukkan seorang gadis yang memang jika dilihat baik-baik sangat mirip dengan Cloena. Bahkan saat gadis itu tersenyum dan memperlihatkan lekukan di sudut bibirnya.
Dira memelotot tajam. Sangat sensitif ia kalau harus membahas Cloe di depan banyak orang karena pasti mereka akan membicarakan hubungan Dira dan Cloe di masa lalu.
"Mr. Pier, aku tak butuh trainee yang mirip artis manapun. Aku ingin dia punya kualitas dan tentu dirinya sendiri. Dunia mudah bosan hingga menuntut warna baru. Karena itu aku harap kalian jadi diri sendiri," tekan Dira untuk mengubah topik.
Beberapa trainee sempat tersenyum geli melihat kelakuan Dira dan Mr. Pier yang sama sekali tak terlihat seperti direktur dengan presdirnya.
"Siap, pak!" jawab para trainee.
"Aku sangat mengandalkan kalian semua untuk label ini. Tiga bulan kemudian diantara kalian akan ada yang debut, untuk itu tolong berlatih dengan baik," saran Dira.
"Siap, pak!" Lagi para trainee menjawab pernyataan Dira.
Setelah membubarkan para trainee agar mereka bisa kembali berlatih, Dira lekas keluar dari ruang latihan sambil diikuti Mr. Pier. Pria itu sempat membetulkan jasnya yang terasa tak nyaman. Persis di depan pintu keluar, Dira dikagetkan dengan keberadaan seorang wanita paruh baya.
"Selama siang Tuan Kenan. Saya ibu dari salah satu trainee di sini. Mohon bimbingan untuk anak saya," ucap ibu itu sambil memberikan Dira sekotak minuman penambah stamina dari jahe merah.
Menerima hadiah itu, Mr. Pier nampak senang. "Anaknya yang mana, bu? Biar saya ingat-ingat," ucapnya nakal.
Dira menepuk lengan Mr. Pier. "Mr, tolong jangan beda-bedakan trainee. Mereka semua sama-sama spesial," saran Dira. Mr. Pier langsung mengangguk.
"Bu, tak perlu seperti ini. Semua trainee yang masuk agensi ini tentu akan diperhatikan. Jadi ibu tak perku khawatir. Jika putri ibu bersikap baik dan latihan dengan giat, tentu ia akan sukses. Kuncinya adalah putri ibu sendiri," nasehat Dira.
Ibu itu mengangguk. Meski wajahnya sedikit kecewa akibat jawaban Dira yang kurang membuatnya puas. Dia melirik ke arah pintu. Seorang gadis remaja keluar dari sana. Ia memakai kaos trainee. Ibu itu tersenyum.
"Ini putri saya, Tuan. Perkenalkan. Namanya Ceril. Usinya baru sembilan belas tahun. Dia tidak kuliah, tapi bercita-cita menjadi artis," jelas ibu itu.
Dira mengangguk. Ia sempat melirik gadis itu. Mendadak ada yang mengganggu pikirannya. Garis alis dan mata juga bibir gadis itu mirip dengan Bia. Meski gadis itu memiliki wajah yang lebih tirus dan berbentuk oval sedang Bia agak membulat.
"Saya fans berat anda, Pak. Makanya saya langsung bergabung di agensi ini. Saya ingin bertemu dengan anda," ucap gadis itu sambil tersenyum senang memegang lengan ibunya. Dari sorotan mata yang berbinar, jelas terasa betapa bahagianya ia melihat Dira secara langsung.
"Terima kasih banyak," ucap Dira sambil menunduk.
"Saya juga nonton channel YT anda. Saya suka suara anda yang punya karakter berbeda dari penyanyi lain. Saya harap anda bisa kembali ke dunia hiburan dan konser lagi," tambah gadis bernama Ceril itu.
"Sekarang bukan waktunya untuk saya. Sudah waktunya untuk para trainee di sini untuk bersinar. Harusnya anda juga sama. Berharap untuk melebihi saya. Karena sekarang fokus saya di bidang musik hanya untuk menyalurkan bakat. Bukan popularitas," timpal Dira.
Ceril mengangguk-angguk. "Saya akan berjuang, Pak!"
🍁🍁🍁
Ingat-ingat sama clue di sini. 😉 pusing2 dah. Selanjutnya jam setengah 12. Ini baru awal masuk konflik baru. Mudah-mudahan suka. 😘