Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Dirindukan Dari Kemarin


"Dia hilang?" tanya Cloe tak percaya. Ia berjalan bolak-balik seperti setrikaan. Cynthia sendiri sampai bingung melihatnya. "Hilang bagaimana? Sama sekali tak bisa dihubungi?"


Cynthia mengangguk. Wartawan yang dimintai Cloe untuk menyebarkan video asusilanya dengan Dira hilang tanpa jejak. Cynthia sudah memeriksa ke stasiun televisi tempat pria itu bekerja, hasilnya nihil. Pria itu mengundurkan diri dari sana.


Ruangan tamu apartemen dua lantai itu seperti biasanya sepi. Keluarga Cloe tinggal di apartemen yang berbeda. Ia lebih suka hidup sendiri. Sebenarnya ia tak pernah suka dengan keluarganya sendiri. Kalaupun datang menemui orang tuanya, Cloe hanya memberikan uang dan pergi.


Ia kecewa setelah ayahnya bangkrut dan kini harus bekerja menjadi pegawai biasa di sebuah bank. Cloe tak tahan menanggung malu sehingga tak ingin keluarganya diekspos ke media. Terlebih ia benci pada ibunya yang selalu saja menjadikannya ladang penghasil uang.


Cloe memijiti tengkuknya. "Lalu jadwal wawancara untuk klarifkasi video itu?" Rasanya kali ini amarah Cloe harus kembali memuncak.


"Tentu saja batal, bagaimana bisa kau wawancara jika wartawannya tidak ada. Aku sudah mencoba stasiun televisi lainnya, hasilnya sama. Mereka tak ingin berurusan dengan keluarga Kenan. Apalagi hubungan Dira dengan keluarganya semakin membaik. Mereka bukan lawan kita Cloe," jelas Cynthia.


Tak tahu bagaimana caranya menyadarkan Cloe. Dalam hati wanita itu terlalu banyak dendam yang tak bisa dipadamkan. "Mana ponselku!" titah Cloe. Ia menarik napas untuk menenangkan diri.


Cynthia menyembunyikan ponsel Cloe di tasnya ketika wanita itu sedang mandi. "Kalau kau ingin meminta bantuan itu lebih baik jangan. Apa kau tak takut jika keluarganya tahu?"


Cloe menepuk jidatnya. "Lalu harus bagaimana? Aku harus kembali pada Dira. Aku sudah bilang 'kan?" tekan Cloe dengan nada tinggi. Ia berbalik membelakangi Cynthia. Suhu tubuhnya mulai naik. Lebih dari itu, ia mulai terjepit. "Apa perlu aku sebarkan sendiri?"


"Kau gila! Kalau menyebarkan video semacam itu termasuk criminal. Kau bisa dipenjara! Dengan begitu apa yang bisa kau dapatkan?"


Cloe mengambil tasnya di atas nakas. Ia melangkah keluar apartemennya. "Mau ke mana?" tanya Cynthia. Ia terpaksa mengikuti artisnya itu. Cloe masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah. Beberapa kali terdengar suaranya mendengus karena merasa lift itu terlalu lama. Hingga pintu lift terbuka, ia merasa beruntung bertemu orang yang menjadi salah satu sasarannya.


"Matteo!" panggil Cloena. Melihat wanita itu, Matteo berbalik. Cloe keluar dari lift dan mengikuti pria itu. "Dira ada di sini?" tanya Cloe dengan suara datar.


"Dia berhenti dari dunia keartisan, jadi jangan harap kauakan bertemu dengannya lagi," tegas Matteo terus berjalan menuju apartemen Dira yang sudah siap dijual sebagai uang ganti rugi pada agensi R Ever.


Cloe menarik lengan Matteo. "Sejak kapan Dira kembali pada wanita itu?" tanyanya sambil menjegal langkah Matteo. Pria itu menggeleng. "Jangan bohong. Aku yakin kau sebenarnya tahu! Katakan padaku!" tekannya dengan cara memaksa.


Matteo melipat tangan di depan dada? "Kalau kau ingin hidup mewah, bekerjalah dengan baik. Jangan mengemis pada orang lain."


Matteo pura-pura melirik ke kanan tubuhnya. Ia meniup udara di sekitar lalu bersenandung santai. Cloe menjadi semakin jengkel. Kakinya terdengar dibentur-benturkan ke lantai hingga menimbulkan bunyi seperti jam yang berdetak. "Kau ingin main rahasiaan denganku? Ouh, atau sebegitu pengecutnya Dira hingga tak berani bertemu denganku?"


Matteo melotot pada Cloena. "Dengar! Dia bukannya pengecut karena tak menemuimu. Baginya kau ini bukan sesuatu penting yang harus ia urus. Lagipula melihatmu saja aku sudah muak, apalagi dengan Dira. Kau sebenarnya sadar tidak apa yang sudah kau lakukan? Kau hina orang tua dan neneknya juga menyakiti istrinya," tegas Matteo.


Cloe terbelalak. Mulutnya terbuka dan urat-urat di lehernya menegang. "Istri? Siapa? Dira punya istri? Sejak kapan?" tanyanya bingung. Meski begitu, ia tahu siapa kemungkinan wanita yang menjadi istri Dira.


Matteo tertawa puas. "Itulah! Kau ini terlalu bodoh hingga bisa dibodohi managermu sendiri," ledek Matteo.


Cloe melirik dengan tajam ke arah Cynthia. Selama ini dia jarang melihat berita akibat jadwal shooting. "Apa yang aku tak tahu selama ini?" tanyanya semakin bingung. Ia melihat Dira menuntun Bia dan seorang anak, tapi tak tahu perkembangan setelah itu.


"Menyerahlah, Cloe! Dira sudah punya istri dan anak. Dia sudah hidup bahagia. Kau ini hanya angin lalu baginya. Satu lagi, Dira juga tahu kau sengaja menghasutnya tiga tahun lalu. Kau pura-pura menghubungi Bia dan membuat chat palsu seolah Bia ingin Dira tak menganggunya. Kamu pikir perbuatan kamu itu tidak illegal? Kalau sampai Dira melaporkan itu, apa yang akan terjadi padamu? Syukur dia masih mengampunimu!"


Cloe mundur satu langkah. Ia merasa kalah. Karena kesal Cloe mencoba memukul Matteo. Sayangnya tangan Cloe langsung ditepis begitu saja. "Tidak! Kamu pikir wanita miskin itu bisa diterima masyarakat? Hanya aku wanita yang pantas untuk Dira, selama ini semua orang tahu itu!" bentaknya.


Matteo menggeleng-geleng. Ia merasa kasihan juga karena Cloe mulai seperti terlihat depresi. "Terserahkau, aku punya banyak urusan. Apartemen ini akan dijual. Ia tak mau menyimpan benda miliknya yang pernah kau sentuh. Soal apartemen dan mobil juga barang mewahmu, Dira sudah mengalihkan atas namamu. Anggap saja bayaran sudah menemaninya selama tiga tahun ini. Bukannya itu tujuan kamu, menjual diri?"


"Aaarrggh!" teriak Cloena. Matteo menutup telinga lalu berlari menuju lift, dengan secepatnya pintu lift itu dia tutup. "Si alan kau Dira! Kaupikir aku ini wanita murahan! Aku tak akan buat hidup kamu tenang! Lihat saja!" teriak Cloe.


Cynthia mencoba menenangkan Cloe, sayangnya ia malah mendapat tamparan di wajah. "Ini semua karenakau! Coba saja kau tak menyembunyikan semuanya dan mengatakan padaku dengan jujur! Harusnya sekarang aku bisa mendapat Dira kembali!"


"Dengar Cloe! Aku sudah bilang kalau Dira kembali pada keluarga Kenan dan kita tak bisa melakukan apapun," ucap Cynthia. Ia mengambil tablet PC dan memperlihatkan sebuah video rekaman berita tadi pagi. "Lihat! Bahkan mereka sudah mulai mengenalkan anak itu pada publik," tunjuk Cynthia.


Cloe meraih tablet itu lalu ia lemparkan ke lantai. "Katakan itu tidak benar, dia bukan anak Dira. Aku yakin wanita itu hanya menipu! Aku akan pastikan wanita itu tak akan hidup tenang. Aku akan buktikan kalau anak itu bukan anak Dira, lihat saja!" tegas Cloe.


🍁🍁🍁