Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Tak Sadar Diri


"Sampai kapan kau akan bertindak bodoh? Berapa kali aku peringatkan untuk menjaga sikapmu itu! Apalagi soal Dira, semakin kau mengusiknya, semakin kau menantang keluarganya," omel Mr. Pier sambil berkacak pinggang. Sedang Cloe masih dengan santai duduk sambil memainkan kukunya yang baru berganti warna cat kuku.


Cynthia menyenggol lengan Cloe berharap wanita itu paling tidak akan berpura-pura memperhatikan Mr. Pier. Nyatanya Cloe tetap saja terlihat santai. "Cloe!" bentak Mr. Pier. Barulah kali ini Cloe terperanjat akibat kaget. "Sedari tadi aku bicara dan kau sedikit pun tak mendengarkan?"


Cloe bangkit dari kursinya. "Dengar! Apa gunanya agensi jika saat seperti ini kalian diam saja? Bukannya itu sudah menjadi tanggung jawab kalian sesuai dengan kontrak yang kita tanda tangani?" Dengan mudahnya Cloena berkilah. Kali ini Mr. Pier menepuk jidat.


"Pokoknya urus semua, aku sibuk dan lelah. Kau tahu sendiri jadwalku padat," keluhnya.


Telapak tangan Mr. Pier begitu keras menghantam meja. Napasnya mulai bertambah cepat akibat kesal dan wajahnya memerah. "Sabar, selama kau tak peduli dengan ucapanku, selama itu jadwalmu akan kosong. Lihat!" Mr. Pier melempar sejumlah surat ke atas meja.


Cynthia mengambil salah satu suratnya. Ia meneguk ludah. "Cloe," panggil Cynthia sambil memberikan surat itu pada Cloe. Lekas Cloe membuka isi suratnya. Barulah kali ini Cloena sadar apa itu rasa takut.


"Para pemilik barang dan jasa yang menjadikanmu model produknya memintamu mundur. Karena skandalmu kali ini, dalam sehari penjualan mereka turun pesat."


Cloe tersenyum getir. "Mereka merasa rugi hanya karena satu hari, sementara aku yang menaikan penjualan selama beberapa bulan," sindirnya.


Mr. Pier mengibaskan tangan. "Mereka tak peduli itu. Mereka hanya ingin produk mereka terjual laris. Karena itu, kau harus sadar diri. Tanpa mereka, kau tak akan punya pekerjaan."


Kali ini Cloe tak ingin menimpali. Ia lebih memilih keluar dari ruangan tanpa berpamitan. "Cepat ucapkan kata maaf di Instagr*mmu. Aku tunggu. Kecuali jika kau tak berniat memperbaiki segalanya," ancam Mr. Pier.


Langkah Cloe semakin cepat meninggalkan ruangan. Sama sekali Cloe tak menoleh ke belakang. Sementara Cynthia masih mengikutinya. "Bagaimana ini? Kau akan diam saja dengan ancaman Mr. Pier?" tanyanya.


Cloe menggeleng. Ia berikan ponselnya pada Cynthia. "Kau saja yang ketik, aku malas. Lagipula manusia-manusia itu sangat berlebihan. Hanya bisa menjelekkan sementara pekerjaan mereka saja buruk!" omelnya.


Cynthia menggeleng. Ia sama sekali tak habis pikir dengan keras kepalanya Cloena. Sementara Cloe masuk ruangannya, Cynthia menunggu di sofa depan. Ia mulai mengotak-atik ponsel Cloena. Bermodalkan foto tanaman, Cynthia mulai merangkai kata.


Aku tahu berita di luar sana begitu liar menjadikan aku sasaran. Meski begitu, aku minta maaf sebesar-besarnya jika perbuatanku di masa lalu menjadi kenangan buruk bagi orang lain. Karena itu, aku ajak agar kita bisa membicarakannya bersama dan juga membayar kesalahanku.-


Baru selesai mengetik pesan itu, Cynthia dikagetkan dengan suara telpon yang masuk. Padahal tak jauh dari ruangannya, Mr. Pier menelpon Cynthia. "Cepat lihat di twit*r!" perintah Mr. Pier. Lekas Cynthia membuka media social dengan ikon burung itu. Posisi pertama tagar di isi oleh nama Cloena. Kembali Cynthia merasa takut sendiri. Ia mencoba mengatur napas sebelum menekan link tagar itu.


Perasaan Cynthia tak salah. Kabar buruk kembali datang berbentuk sebuah rekaman percakapan. Banyak hujatan yang keluar untuk rekaman yang belum Cynthia putar itu. Yang jelas sasaran hujatan itu adalah Cloena. Cynthia menghitung sampai sepuluh. Pelan, tapi pasti ia mulai mendengarkan rekaman itu.


"Apa kau bod*h? Kerja begini saja tidak becus. Lebih baik kau mati saja daripada hidup tak berguna!" –


"Aku minta maaf, Nona. Aku akan buat baru." –


"Lama! Sudah, besok tak perlu ke sini lagi! Awas kau!" –


Terdengar suara benda yang pecah ke lantai. Tak lama perempuan yang dibentak itu mengaduh kesakitan. Cynthia semakin ketakutan. Ia ingat kejadian ini. Cloe mendorong pelayan itu hingga jatuh membentur vas buka. Ia sudah memberikan konvensasi, tapi kejadian ini malah muncul ke publik berbentuk rekaman. "Bagaimana bisa?" tanya Cynthia bingung.


Pintu ruangan Cloe terbuka. Pemiliknya muncul dari dalam dengan mengenakan jeans dan tunik. "Kenapa?" tanya Cloe bingung melihat wajah Cynthia yang pucat.


Cynthia mendengus. "Hancur sudah harapan kita. Kau jadi sasaran amukan netizen sekarang," ucap Cynthian lemas.


Cloe melirik layar ponsel Cynthia. Ia merasa seram sendiri membaca komentar di sana. Mereka meminta Cloe mundur bahkan bunuh diri. "Kenapa ini?" tanya Cloe bingung.


"Ingat pembantu yang kau dorong ke kaca? Ia membagikan rekaman suara kejadian itu ke internet dan semua mengenal jika itu adalah suaramu!" jelas Cynthia sambil memijiti tengkuk.


Cloe terdiam. "Bagaimana bisa?" Butuh beberapa detil hingga akhirnya Cloe tertawa. "Wah, aku dijebak! Si alan!" pekiknya.


"Ini, aku sudah bilang dari dulu agar kau jaga sikap. Gak akan selamanya kamu bisa menutup mulut mereka. Apa kamu lupa ancaman pria itu?" omel Cynthia. Ia tak tahu bagaimana lagi caranya mengendalikan Cloe.


"Berikan nomor kontak pelayan itu!" titah Cloena.


"Mau apa?"


Lagi, Cynthia memijiti keningnya. "Sampai kapan kamu mau dewasa? Sekarang keadaan kamu semakin tersudut. Mau bilang apapun, mereka tetap menghujat kamu."


"Lalu aku harus apa?" tanya Cloena dengan nada tinggi.


Koridor itu sepi, hanya terdengar suara perdebatan mereka. Syukur artis lain sedang sibuk di luar kantor. Sebagian manggung, pemotretan dan sebagian shooting. Terdengar suara cekitan sandal Cynthia ketika ia menggeser kaki beberapa kali karena cemas.


"Apalagi? Minta maaf di depan publik dan akui itu kesalahanmu dan janji akan berubah," saran Cynthia.


Cloe malah tertawa. "Kau bercanda? Aku? Kenapa aku harus memohon pada mereka? Dengar! Aku tak mau menjatuhkan harga diriku!" tolaknya.


Cynthia melipat tangan di depan dada. "Lalu karena harga diri itu, kau rela kehilangan karirmu yang kau bangun selama lima tahun? Akan jadi apa kau kalau kehilangan pekerjaan ini? Kau mau kembali lagi hidup seperti dulu?"


Cloe menatap tajam Cynthia. Ia tak terima diingatkan kembali pada kenangan pedih yang sudah ia coba hapus. "Baik! Apa pun yang kau sarankan aku ikuti," ucap Cloe meski masih merasa terpaksa.


Ia berbalik dan menatap jendela di mana sinar matahari sudah menguning. "Dasar wanita ja-lang! Kalau saja dia tidak ada, aku akan hidup bahagia dengan Dira!" keluhnya.


"Berhenti menyalahkan orang lain Cloe. Jika saja kau bisa mengendalikan sikapmu, semua ini tidak akan terjadi. Sekarang jangan pikirkan Dira Kenan. Pikirkan dirimu sendiri!"


🍁🍁🍁


Makasih atas dukungannya. Minggu lalu ADA menang rank vote posisi ke 17 dan dapat selamatan di IG Noveltoon. Mohon doanya agar novel ini makin sukses dan author lekas sembuh. Kemarin sempat bingung milih judul buat novel Aa Biru dan Teh Langit. Akhirnya aku putuskan pakai judul bahasa Indonesia biar mudah dicari. Mau judul yang mana?




pengantin Sang Pewaris tahta




Pernikahan Pewaris Tahta




Menikahi Pewaris Tahta




Terpaksa menikahi pelakor




😅🤣🤣