Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Roda Terbalik


Waktu bisa menjadi jinak dan liar tergantung bagaimana manusia memperlakukannya. Putarannya seperti roda yang kononΒ  bisa di atas juga bisa di bawah, bisa terang juga gelap dan sedih juga bahagia.


Tiga tahun menjadi idola yang sangat dicintai banyak orang, bagi Dira bukan segalanya. Pada akhirnya rasa cinta selama tiga tahun dari orang-orang disekitar dalam satu hari berubah menjadi kebencian. Media sosial mana yang tak ramai akan pembicaraan tentangnya, pemberitaan kehidupan Dira bahkan lebih banyak dibicarakan daripada pemilu presiden di Livetown yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan lagi.


Waktu kini menunjukkan keganasannya lagi. Sebuah postingan di Instgr*m meraih banyak perhatian setelah mendapat banyak like dari akun-akun orang terkemuka. Kebanyakan dari mereka staff televisi, panggung hingga stylist dan make up artist. Postingan itu tidak menyebutkan nama seseorang atau juga perusahaan. Namun, opini orang begitu liar tertuju pada orang yang sama.


seorang artis wanita, pemain drama. Dia sering memperlakukan para staff yang berkerjasama dengannya sangat kasar. Belakangan kekasih yang sudah bersama dengannya selama tiga tahun juga akhirnya meninggalkannya. Tak ada yang betah bekerja dengannya kecuali managernya sendiri-


Tak ada komentar dari orang-orang dalam dunia hiburan pada postingan tersebut. Mereka hanya meninggalkan tanda love seakan sepakat dengan postingan tersebut.


Pukul enam pagi, komentar postingan itu dikunci dan hanya menyisakan beberapa komentar tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. Meski begitu, screen shot postingan itu bergerak liar di beberapa akun yang meresharenya. Di sana tempat komentar berhamburan.


menurut kalian siapa?-


Dia punya kekasih yang meninggalkannya setelah tiga tahun pacaran. Dia pemain drama. Mungkin yang dimaksud Cloena Parviz.-


Waw, aku pikir dia selembut yang ia perlihatkan di televisi.-


Ini hantaman buat kita semua yang membully Dira Kenan karena membelanya. Ternyata dia sejahat itu. Pantas Dira meninggalkannya.-


"Apa iya?" Bia dan Melvi yang melihat postingan itu saling mengangkat alis. Mereka bertatapan. Bia bergidik. "Siapa saja bisa jadi, kan? Maksudku hanya kebetulan saja ini mirip dengan Cloena Parviz," komentar Bia.


Hari itu Melvi sedang libur dan berkunjung ke rumah Nenek Benedith untuk main dengan Bia. Divan dan Dira pergi menunggang kuda, jadilah Bia senang ada Mrs. Carol dan Melvi di rumah. "Bisa juga memang dia. Kamu ingat bagaimana perlakukan kasarnya pada kita dulu. Aku yakin aslinya memang dia begitu," komentar Melvi.


Angin musim dingin membekukan tubuh. Wangi dari cemara menggantikan aroma dari pohon ek. Langit mulai sering mendung dan beberapa prakiraan cuaca menyebutkan akan datangnya salju di Emertown. Dengan berlindung pada selimut hangat, Bia menikmati cuaca di teras luar. Sebentar lagi pemandangan musim gugur akan berlalu.


"Apa akibatnya akan fatal?" tanya Bia pada Melvi.


"Lihat saja apa yang terjadi pada karir suamimu. Mereka langsung membully dan menuntut Dira tak muncul di televisi lagi. Aku yakin efek pada Cloena paling tidak setengahnya," jawab Melvi. Bia menarik napas panjang. Ternyata dunia artis itu sangat kejam, mungkin karena dianggap panutan, mereka harus dipaksa hidup sempurna.


"Bahagialah, sekarang dendammu akan terbalaskan." Melvi meraih kopi hangat dan menyeruputnya. Ia nampak senang melihat bagaimana komentar mulai menyudutkan Cloena Parviz. Bahkan tagar hempaskan Cloe naik perlahan menuju posisi satu, mengalahkan tagar menikah dadakan milik Dira seperti sedang lomba marathon.


Bia mengambil cangkirnya dan merasakan kehangatan dari benda itu. Ia terdiam sejenak. "Itu sama sekali tidak membuatku senang. Jika Cloena Parviz menderita, Dira mungkin akan kasihan dengannya. Tidak hanya itu, tak ada kepuasan melihat lawan kita hancur. Cukup menang darinya itu sudah lebih dari apapun."


Melvi menepuk punggung Bia. "Itulah, kau kelewat baik. Sudah berapa kali aku bilang. Sepertinya suamimu juga tak peduli. Buktinya sejak pagi postingan ini populer, ia malah pergi jalan-jalan dengan Divan."


...🍁🍁🍁...


Cynthia terdiam antara takut dan juga kasihan. Ia terus bolak-balik di depan ruangan Cloena. Wanita yang sedang menjadi sasaran tuduhan orang itu tak tahu menahu.


Tadinya Cynthia pikir bisa menahan opini masyarakat, nyatanya ia gagal. Padahal sudah banyak post Cloe sedang selfie dengan staff lain ia sebar. Ia juga meminta beberapa kenalannya untuk meninggalkan postingan positif tentang Cloe. Masyarakat tetap saja mengeluarkan ujaran kebencian.


"Aku mau bertemu Amber dulu!" Cloe membuat Cynthia kaget karena mendadak keluar dari ruangannya. Jelas ekspresi Cynthia itu membuat Cloe curiga. "Kenapa? Ada kabar tentang Dira lagi?" tanyanya. Cynthia menggeleng.Β 


Cloe mendekatinya. Tatapan wanita itu begitu tajam memaksa Cynthia untuk jujur. "Cloe, kau harus lihat ini." Terpaksa manager yang paling setia dengan artisnya itu memperlihatkan postingan liar yang membuat nama Cloena terseret.


Mata Cloe terbuka lebar ketika melihat layar. "Ester?" tanya Cloe menyebut nama pemilik akun instagram itu.


"Dia orang yang kau marahi karena salah mengambil sepatu, ingat? Dia mengundurkan diri karena kau menamparnya," jelas Cynthia mengingatkan Cloe pada dosanya di masa lalu.Β 


Tangan Cloe menggenggam roknya begitu erat. Ia melihat bagaimana orang-orang berkomentar tentangnya. Terlebih sebuah berita memposting wawancara dengan salah satu stylist terkemuka di Livetown, Patricia.


Wajah secantik itu tidak akan menarik jika sikapnya kasar. Dia mnegucapkan umpatan bahkan berani menggunakan tangan untuk melakukan kekerasan fisik. Semua orang yang bekerja dengannya memilih diam karena dia artis dari agensi besar. Akhirnya ada yang berani mengungkap semua.-


"Apa dia tak bisa menjaga mulutnya? Dia hanya numpang tenar menggunakan namaku. Dasar! Mentang-mentang stylist tak berguna! Bahkan dia tak bisa bekerja dengan baik!" omel Cloe. Beberapa kali Cloena memijiti tengkuk. Meski ia mengatakan itu tak membuatnya takut, nyatanya tubuh Cloe bergetar.


Ponsel Cynthia berdering. Mr. Pier menelpon. "Angkat?" tanya Cynthia. Cloena mengangguk. Iya yakin kali ini akan mendapat teguran lagi.Β 


"Cynthia, katakan pada Cloena untuk datang ke ruang rapat setelah shootingnya selesai. Ini harus segera diselesaikan." Setelah berkata setegas itu, Mr. Pier langsung mematikan telponnya.


"Kau dipanggil ke kantor," ucap Cynthia.Β 


Cloe menendang tempat sampah karena kesal. "Apa perlu aku buat perhitungan pada para staff bodoh itu! Aku tak mau kalah, apalagi mereka hanya sampah tak berguna. Harusnya mereka sadar diri. Jika bukan karena pernah menjadi staff Cloena Parviz, mereka tidak akan laku di luar sana!" omelnya.


Cynthia meraih lengan Cloe, tapi wanita itu menepis dengan kasar. "Cloe, tenangkan hatimu. Ingat masalah dengan Dira kemarin. Kau terlalu tergesa-gesa, akhirnya malah kehilangan dia. Bisakah kau berakting seperti malaikat lagi dan meraih simpati orang. Aku akan bantu agar semua seakan-akan fitnah untukmu," nasehat Cynthia.


🍁🍁🍁


Kalau aku telat update mungkin karena sistem eror. Pasti aku kabari di IG atau FB. jadi buat yang bingung kenapa ADA gak up. Bisa karena nyangkut πŸ˜„